Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Penulis: ANDI DERYES FAOT
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail