Abstrak
ABSTRAK DISIPLIN ROHANI Suatu Tinjauan Eksegetis Terhadap Surat 1 Timotius 4:6-16 dan Impliikasinya Bagi Anggota GMIT Masa Kini Ardin L. Bulu Bani Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Email: [email protected] Dampak negatif dari era modernisasi membawa orang Kristen di masa ini tidak mampu untuk menahan diri dari aktivitas-aktivitas kriminal sebagai bentuk dari dampak persaingan hidup yang semakin tinggi. Nasihat Paulus untuk Timotius sebagai pemimpin Jemaat agar melatih diri dalam ibadah mengandung pengertian bagi Timotius untuk selalu melatih dirinya dalam ibadah. Nasihat inilah yang kemudian di kembangkan dengan sebuah istilah disiplin rohani. Secara umum disiplin rohani dipahamai sebagai praktek atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka membangun relasi dan komunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Untuk membangun hubungan yang baik dengan Tuhan diperlukan kedisiplinan dan pola pengaturan yang baik. Banyak orang Kristen di masa kini tidak mengerti dan memahamami dengan perkataan Palus dalam 1 Timotius 4:7b. Penulis menemukan bahwa dalam era modernisasi banyak orang yang kehilangan pemahaman dan pengajaran yang baik tentang Yesus dalam dirinya sehingga mudah terjebak dalam dampak negatif Modernisasi itu. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah dengan melakukan studi eksegetis dari teks 1 Timotius 4:6-16. Teks tersebut adalah sebuah nasihat dari Paulus untuk timotius mengenai cara-cara yang harus digunakan Timotius dan secara tidak langsung kepada jemaat Efesus agar mampu melewati ancaman-ancaman pengajaran sesat dan perkembangan budaya-budaya penyembahan berhala. Penulis ingin mencari tahu maksud dari pada disiplin Rohani yang merupakan penekanan penting dari pada teks 1 Timotius 4 :6-16, untuk mendapatkan pemahaman yang baru tentang disiplin rohani dari pandangan Paulus, penulis mencari tahu konteks orang Kristen masa kini dan membandingkannya dengan konteks di jemaat Efesus. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melihat konteks kehidupan jemaat. Hal itu dilakukan dengan melakukan wawancara kepada beberapa tokoh yang di rasa mampu untuk memberikan sumbangsih pemikiran yang berkaitan dengan disiplin rohan. Untuk menyelesaikan tulisan ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif, analitif, reflektif. Penulis menggunakan metode penafsiran Historis Kritis untuk menjangkau teks asli dalam konteks agar menemukan kerygmanya, kemudian bisa dihubungkan dengan konteks masa kini.