ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao dan Untuk mengetahui pelatihan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia yang kompeten tentu saja membuat perusahaan akan lebih berkembang dan maju sehingga menentukan kesuksesan dari perusahaan itu sendiri dan dikembangkan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan yang sesuai/layak serta kompetitif. Banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja, karena dengan pelatihan kerja dapat memperbaiki performa dan juga kemampuan dari karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan Zul (2016:23). Sumber daya yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan suatu inovatif melalui kreatifitas dan imajinasi. Arianty (2016:2). Salah satu ukuran keberhasilan kinerja individu, tim atau organisasi terletak pada produktivitasnya. Apabila produktivitasnya tinggi atau bertambah, dinyatakan berhasil. Apabila lebih rendah dari standar atau menurun, dikatakan tidak atau kurang sukses. Wibowo (2014:93). Produktivitas merupakan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Dengan adanya produktivitas kerja diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efisien dan efektif, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Arianty (2016:134). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kerja. Sasaran obyek penilaian produktivitas adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan. Dengan demikian maka jelas bahwa pendidikan dan pelatihan kerja mempunyai peranan penting dalam produktivitas kerja karyawan. Pendidikan (formal) didalam suatu organisasi adalah suatu proses pengembangan ke arah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Sedangkan pelatihan (training) adalah merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi Notoatmodjo, (2015:16-17). Pelatihan merupakan salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Arianty (2016:120). Pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya Kasmir ( 2018:126). Pemberian latihan atau pendidikan kepada pegawai disuatu perusahaan merupakan tanggung jawab setiap Manajer. Adanya pelatihan dan pendidikan bagi seseorang, juga dapat menjamin tersedianya tenagatenaga kerja yang memiliki keahlian, terlatih atau terdidik dan yang dapat menggunakan pikirannya secara kritis. Selain hal tersebut. Hasil penelitian adalah yang pertama hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel tingkat pendidikan (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,144 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel tingkat pendididkan sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain tingkat pendidikan akan sesuai dengan produktivitas kerj karyawan. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.144 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga Kab. Rote Ndao, dan yang kedua Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.417, t hitung 0.30 dan niali signifikan 0.007 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai harapan maka akan meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0.007 satuan. Dengaan kata lain pelatihan kerja akan meningkat sejalan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan kerja mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Ini dibuktikan dengan dengan t hitung t tabel (0.514 1.691) yang berarti t hitung pada variabel pelatihan kerja adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa ada pengaruh pelatihan kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ‘’PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTORIMIGRASIKELAS 1 KUPANG’’ Dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat, masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan dalam menjalani persaingan tersebut.Produktivitas kerja pegawai bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha.Maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama berkerja (Afandi, 2018:91). Pelatihan kerja adalah sarana untuk mengasah kemampuan dan memberikan nasihat dengan cara yang etis sehingga pekerja dapat memenuhi tanggung jawab mereka untuk bekerja seefisien mungkin sambil memenuhi tujuan bisnis. Handoko (2005,hal208) Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standard-standar organisasional. Berdasarkan dari permasalah yang diuraikan diatas, maka terdapat dua rujukan penelitian, maka saya tertarik untuk menulis dengan judul yang sama Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang”. Dengan persoalan yang berbeda dalam satu intansi.Menurut Sugiyono (2012:72), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya’.Berdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang berjumlah 55 orang, sampel ditentukan menggunakan data karyawan yang megikuti pelatihan kerja, yaitu berjumlah 43 responden pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear bergandadengan bantuan SPSS.Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai (Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerja sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275).Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui constan regresi a sebesar 21,552.Sedangkan koefisien Regresi b1 0,179 dan b2 0,420. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Pengaruh Pelatihan Kerja(X1) dan Disiplin Kerja (X2) Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 21,552 + 0,179 X1+ 0,420 X2. Diketahui nilai n=43 k=2 dan Rumus untuk menghitung T𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 T (𝑎/2: 𝑛 – 𝑘 1 T (0,05/2 43 -2-1) (0,025 40) jadi T 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2.021. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan mengenai pengujian hipotesis uji T (terpisah) adalah sebagai berikut :Uji hipotesis pertama yaitu ada Pelatihan Kerja (X1) Produktivitas Kerja (Y). Diketahui bahwa variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan T hitung 1,423 dari T tabel 2.021 dan tingkat sig. 0,162 dari t sig 0,05. Maka terbukti H0 diterima dan Ha ditolak.Artinya bahwa Pelatihan Kerja(X1) tidak pengaruh segnifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y).Atau dapat dikatakan bahwa semakin kecil pelatihan kerja yang diikuti oleh pegawai, maka produktivitas kerja semakin menurun.Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan T hitung 2,577 T tabel 2,021 dan tingkat sig 0,014 T 0,05 . Maka terbukti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja, atau dapat dikatakan bahwa semakin baik disiplin kerja pegawai, maka produktivitas kerja akan semakin baik. Uji F adalah uji signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F hitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n : 43 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F (k: df 2 n – k – 1 F : 2 : 40) jadi Ftabel 2,45 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 7,310 lebih besar F tabel 2,45 dan tingkat Sig 0,002 oleh karna itu nilai Sig0,05) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel Pelatihan Kerja (X1) dan Variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,268 atau 26,8%. Hal ini berarti besarnya hubungan Pelatihan Kerja dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan adalah 26,8%. Sedangkan hubungan sebesar 73,2% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Era globalisasi berpengaruh terhadap berbagai bidang dan perusahaan atau organisasi manapun yang semakin meningkatnya persaingan baik antar perusahaan atau organisasi yang sejenis maupun bukan, antar individu dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri memiliki aspek yang positif dan negatif. Perusahaan atau organisasi semakin dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki, ketrampilan, kemampuan dan sikap yang baik dalam bekerja. Karyawan merupakan salah satu faktor yang harus di perhatikan dalam suatu perusahaaan karena mereka adalah kunci utama kesuksesan perusahaan dimasa sekarang maupun dimasa mendatang dan merupakan asset sebuah perusahaan untuk membuat perusahaan terus maju dan bertahan dalam perkembangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab tiga persoalan yaitu Untuk mengetahui hubungan pengalaman kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk mengetahui hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk memgetahui hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan sempel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang berjumlah 65 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 39 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi. Berdasarkan tabel 4.17 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0,0610,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pengalaman Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik dan juga terlihat dari nilai pearson correlation sebesar 0,654 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan . Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.18 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pelatihan kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,081 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0.0810,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pelatihan Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pelatihan kerja sebesar 90% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pelatihan kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik. Terlihat juga nilai pearson correlation sebesar 0,926 yang berarti kekuatan hubungan antara pelatihan kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi sempurna. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pelatihan kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan. Maka sebaliknya jika pelatihan kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.19 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05(0.061,0,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. terlihat nilai pearson correlation sebesar 0,667 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi pelatihan kerja. Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka pelatihan kerja pun menurun. Pengalaman Kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan pelatihan kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 90%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Pelatihan danPemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan pada CV.Willy Karya. Dan Untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang mempengaruhiPelatihan dan Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan pada CV. Willy Karya.. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalahSemangat Kerja digunakan untuk menggambarkan suasana keseluruhan yang dirasakan para karyawan dalam perusahaan. Apabila karyawan merasa bergairah, bahagia, optimis menggambarkan bahwa karyawan tersebut mempunyai semangat kerja tinggi dan jika karyawan suka membantah, melakukan kesalahan, kelihatan tidak tenang maka karyawan tersebut mempunyai semangat kerja yang rendah. Dalam suatu pekerjaan baik itu berat maupun ringan pasti akan mengalami yang namanya kejenuhan dalam bekerja, dan kebanyakan orang yang putus asa jika bertemu dengan kejenuhan, memang untuk menghadapi hal tersebut semua harus mencari solusinya dengan mencari inspirasi agar semangat kerja mampu tercapai.
Pada dasarnya karyawan mempunyai peranan penting dalam perusahaan, karena setiap karyawan akan membantu pekerjaan di perusahaan cepat selesai dengan hasil yang baik. Akan tetapi setiap karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda–beda, hal itu bergantung kepada semangat dan kegairahan kerja setiap karyawan itu sendiri, didalam melaksanakan kegiatan kerja karyawan tidak akan terlepas dari semangat dan kegairahan kerja sehingga dengan demikian karyawan tersebut akan selalu mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Secara umum karyawan bekerja karena didorong untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut maka karyawan secara fokus dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, untuk itu dibutuhkan suatu dorongan bagi pegawai dalam suatu organisai. Adapun objek atau lokasi dari penelitian ini adalah CV. Willy Karya Kupang. Objek yang akan diteliti merupakan perusahaan dibidang kontruksi. Dalam rangka mendayagunakan Sumber Daya Manusia khususnya di lingkungan objek penelitian tidak lepas dari pembinaan yang bertujuan tercapainya tujuan organisasi yang terbaik dalam operasional perusahaan dan tercapainya keberhasilan karyawan dalam bekerja.
Namun berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan 2 karyawan (YN dan PS) mengatakan bahwa kondisi yang terjadi di objek penelitian dalam kenyataan ada beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi. Masih ditemukan karyawan yang sering datang terlambat, pulang sebelum waktunya, atau ada yang tidak hadir dikantor (absen) tanpa alasan yang jelas. Selain itu kurangnya rasa saling mendukung terhadap beban pekerjaan masing-masing karyawan menyebabkan konflik sering terjadi terutama dikarenakan sikap saling menjatuhkan hanya untuk sekedar menguatkan posisi di depan pimpinan. Dalam proses meningkatkan semangat kerja karyawan, perusahaan juga selalu memperhatikan insentif karyawan yang diberikan diluar gaji berupa pemberian fee bila dalam mengerjakan atau memenangkan setiap hasil lelang proyek, pemberian biaya makan dan tunjangan hari raya bagi karyawan. Selain itu dalam rangka meningkatkan mutu karyawan maka perusahaan melaksanakan pelatihan-pelatihan misalnya pelatihan manajemen proyek, pelatihan mandor, pelatihan manajemen bangunan, pelatihan pengawasan dan pekerjaan bangunan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh Pelatihan Kerja Dan Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan”. Pada Cv. Willy Karya Kupang. adalah sebagai berikut Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,244 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain pelatihan kerja akan sesuai dengan semangat kerja karyawa CV Willy Karya. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.244 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh pelattihan kerja terhadap semangat kerja karyawan CV Willy Karya Kupang. Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pemberiaan insentif (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.059, t hitung 0.340 dan niali signifikan 0.734 yang berarti jika variabel pemberiaan insentif sesuai harapan maka akan meningkatkan semangat kerja karyawa CV Willy KaryaKupang sebesar 0.737satuan. Dengaan kata lain pemberiaan insentif akan meningkat sejalan dengan semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang Hasil perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa Pelatihan Kerja bepengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada CV. Willy Karya Kupang Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberian insentif mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang. Ini dibuktikan dengan dengan t hitung < t tabel (0.071< 1.691 ) yang berarti t hitung pada variabel pemberian insentif adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa tidak ada pengaruh pemberiaan insentif terhadap semangat kerja karyawan CV Willy Karya Kupang. Hasil perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa Pemberian Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada CV. Willy KaryaKupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia pada perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud suatu keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organsiasi perusahaan. Karyawan merupakan aset untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan perusahaan oleh karena itu diperlukan karyawan yang terampil, cekatan dan mempunyai kemampuan yang memadai dalam melaksanakan pekerjaannya dalam memperoleh karyawan yang berkinerja baik perusahaan harus mengadakan pelaksanaan pelatihan yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam bekerja dan juga diperlukan pegawai yang mempunyai loyalitas tinggi. Pelatihan kerja dan loyalitas kerja ini yang nantinya akan mempengaruhi kinerja sebuah organisasi atau perusahaan.
Penelitian ini dilakukan pada karyawan Koperasi Kredit Swasti Sari Kota Kupang yang berjudul “Analisis Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Loyalitas Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Kredit Swasti Sari Di Kota Kupang”. Yang bertujuan untuk Untuk Mengetahui Pengaruh Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Kredit Swasti Sari di Kota Kupang dan untuk Mengetahui Pengaruh Loyalitas kerja Terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Kredit Swasti Sari di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel berjumlah 65 orang responden Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner dan juga menggunakan bantuan program aplikasi SPSS 22.0 for windows.
Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t untuk mengetahui pengaruh variabel independen secacara parsial terhadap variabel variabel dependen dengan membandingkan nilai hitung t dengan tabel dan uji f digunakan untuk menguji variabel independen secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel dependen untuk melihat pengaruh secara parsial. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa pelatihan kerja dan loyalitas kerja karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja dengan persamaan regresi
Y = 11.168 + 0,233 + 0,551 + e. dari perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa variabel pelatihan kerja menunujkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Swastisari Kupang. dengan nilai signifikansi sebesar 0,037. Dan variabel loyalitas kerja menunujkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan Koperasi Swasti Sari Kupang dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil peniltian uji f menunjukan bahwa terdapat pengaruh secara simultan dan signifikan antara variabel pelatihan kerja dan loyalitas kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikan sebesar 0,000.