ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI PEGAWAI PADA KOPERASI KREDIT SWASTISARI KUPANG
Sumber daya manusia merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal,sumber daya manusia dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efensien organisasi.karena tanpa sumber daya manusia organisasi tidak berjalan lancar.tantangan dan peluang menciptakan dan mengelola organisasi seringkali bersumber dari masalah-masalah yang terkait dengan manusia.Oleh karena itu,mengelola sumber daya manusia merupakan aktivitas paling vital,sentral dan strategis.
Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting .suatu organisasi atau perusahaan menginginkan karyawan untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut (sudaryono,2015 :120) Manajemen sumber daya manusia adalah sebuah proses serta upaya untuk merekrut,mengembangkan,memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang di perlukan oleh perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi yang mencakup kegiatan yang di mulai dari memilih siapa yang memiliki kualifikasi dan kualitas untuk menempati posisi dalam perusahaan.
Sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya yang ada dalam sebuah organisasi memegang peranan penting dalam keberhasilan untuk mencapai tujuan organisasi. Sumber daya manusia juga menggunakan sumber daya lain yang di miliki organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Peralatan canggih sekalipun tidak akan berarti jika sumber daya manusia yang menggunakan tidak berkualifikasi, demikian juga dengan sumber daya informasi.Sebaik dan selengkap apapun informasi yang di peroleh organisasi,tidak akan berarti apa-apa, jika kualitas sumber daya manusia tidak mampu mengeloh dan menjadikan informasi tersebut sebagai informasi yang berguna bagi perkembangan dan kemajuan sebuah organisasi.
Menurut (Aditiya 2008), Rekrutmen adalah suatu proses penerimaan calon tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada satu unit kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan. Peran rekrutmen adalah menemukan sejumlah pelamar baru yang segera ditarik untuk di perkerjakan ketika organisasi atau lembaga membutuhkan.Rekrutmen yang di lakukan secara Internal adalah calon pemangku jabatan dicari dari karyawan yang telah miliki oleh perusahaan,Sedangkan Rekrutemn Eksternal adalah mencari calon dari luar perusahaan atau lembaga, biasanya dengan membuat pengumuman melalui iklan dan sebagainya.Rekrutmen merupakan proses penentuan dan menarik pelamar yang mampu untuk bekerja dalam suatu organisasi.adapun hasil dari kegiatan ini merupakan sekumpulan pelamar calon sumber daya manusia baru untuk di lakukan proses seleksi. selain itu rekrutmen bisa di katakan sebagai proses untuk mendapatkan sejumlah sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung suatu jabatan atau pekerjaan dalam suatu perusahaan.Oleh sebab itu,dibutuhkan sebuah mekanisme terhadap penjaringan para calon karyawan yang akan dipekerjakan oleh organisasi sesuai dengan perencanaan kebutuhan posisi pekerjaan untuk menunjang pencapaian target organisasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia dalam proses rekrutmen dan seleksi pegawai pada koperasi kredit swastisari kota kupang. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala Interval. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap proses rekrutmen pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap proses rekrutmen pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan singnifikan dengan proses seleksi pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang.
Kata kunci: MSDM , Proses rekrutmen, dan seleksi pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia yang merupakan motor penggerak serta ujung tombak dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang memiliki peran penting demi tercapainya tujuan yang telah di rencanakan. Tanpa adanya SDM yang berkualitas serta memiliki visi yang sesuai dengan kebutuhan dari sebuah organisasi tentunya akan sangat merugikan dan membuat perusahaan tersebut sulit untuk berkembang dan mencapai tujuannya (Sihombing, dan Verawati, 2020:389).
Setiap lembaga, Intansi maupun perusahaan mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut akan menuntun sebuah usaha dan kompetensi untuk mencapai tujuan secara efetif. Hal ini berkaitan dengan perkembangan di sector bisnis, ekonomi bahkan teknologi yang begitu cepat, mengakibatkan persaingan untuk dapat bertahan atau mengembangkan sumber daya yang dimiliki. Tanpa adanya ketahanan, ketangguhan dalam menghadapi persaingan tersebut maka akan terjadi penurunan, kerugian pada perusahaan.
Human resource development: performance is the key teori disampaikan oleh Richard Swanson ( 2018:187 ). Dimana menyatakan Pengembangan sumber daya manusia merupakan sebuah proses pengembangan atau melepaskan keahlian manusia melalui pengembangan organisasi serta pelatihan personil dengan tujuan meningkatkan kinerja.
Permasalahan yang terkait sumber daya manusia selalu menjadi topik utama bagi organisasi agar tetap terus bertahan dalam persaingan di era modern ini. Walaupun dukungan sarana. Prasarana, serta sumber dana yang memadai, akan tetapi tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kegiatan perusahaan tidak dapat diselesaikan secara baik. Sebagai ujung tombak, SDM akan menentukan keberhasilan dalam setiap langkah yang dilakukan organisasi. Tuntutan organisasi untuk mempertahankan, mengembangkan serta memperoleh SDM yang berkualitas di era globalisasi yang penuh persaingan semakin ketat diperlukan sesuai dengan dinamika usaha suatu organisasi atau perusahaan didalamnya terdapat kerjasama untuk melaksanakan pekerjaan, selain mengarah pada pencapaian tujuan, kualitas kerja secara operasional harus dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna atau pelanggan (Herawati, 2018:95).
Menyadari begitu pentingnya Sumber Daya Manusia bagi perusahaan, maka suatu perusahaan harus memiliki karyawan yang punya keahlian serta keterampilan di bidangnya, sesuai dengan pendidikan yang mereka dapat. Selain itu juga sumber daya manusia saat ini memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus memperhatikan Sumber Daya Manusia baik dari segi strategi pengembangan sumber daya manusia agar dapat meningkatkan kualitas kinerja karyawan pada perusahaan tersebut. Jenis data penelitian adalah Deskriptif Kualitatif. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple Random Sampling. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 87 orang dari jumlah populasi 112 orang karyawan. Teknik pengambilan data berupa penyebaran kuesioner kepada karyawan. Sampel penelitian ini sebanyak 87 orang karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Hasil tersebut dihitung menggunakan Korelasi Product moment dengan Adanya korelasi atau hubungan yang signifikan antara strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (Y) dengan kinerja karyawan (X1) dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,94, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,94 < 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja karyawan dengan strategi pengambangan SDM. dengan jumlah responden yang diteliti berjumlah 87 orang karyawan PT. PLN ((Persero) Unit Induk Wilayah NTT”
Berdasarkan hasil penelitian dan landasan teori menyatakan adanya hubungan yang erat signifikan kedua variabel kinerja karyawan dengan strategi pengembangan SDM Adapun Implikasi teoritis yang digunakan dalam penelitian ini yakni: Pengembangan Sumber Daya Manusia menurut Richard Swanson (1998) adalah sebuah proses pengembangan atau melepaskan keahlian manusia melalui pengembangan organisasi serta pelatihan personil dengan tujuan meningkatkan kinerja. Kinerja karyawan menurut Mangkunegara (2016:9) yakni kinerja karyawan merupakan hasil kerja seseorang secara kualitas yang telah dicapai oleh karyawan dalam menjalankan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka peneliti memberikan saran yakni kepada pihak PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT agar mengembangkan pendidikan, pelatihan serta kemampuan dan ketrampilan bagi karyawan agar mereka dapat meningkatkan skill demi tercapainya kualitas kerja yang maksimal
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI “ANALISIS PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR POS INDONESIA CABANG KUPANG” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Pos Indonesia Cabang Kupang, baik secara persial maupun simultan. Pegawai yang ada pada kantor pos tersebut merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektifitas kinerja perusahaan. Dalam penelitian ini besar sampelnya adalah 45 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slovin. Metode slovin merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel apabila perlu dari sebuah populasi yang tidak diketahui secara pasti. Variabel bebasnya adalah Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta variabel terikat adalah Kinerja Pegawai. Analisis data yang dilakukan melalui analisis regresi linier berganda, uji t, uji f dan r² menggunakan data primer berupa hasil kuesioner tentang pelatihan, pengembangan SDM dan kinerja pegawai. Empat metode data ini guna mencari pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM. Hasil yang diperoleh yakni pada variabel bebas pelatihan (X1) didapatkan Thitung (3,001) > Ttabel (2,018), variabel pengembangan (X2) Thitung (3,338) > Ttabel (2,018) maka variabel pelatihan (X1) berpengaruh secara persial terhadap variabel kinerja pegawai (Y), variabel pengembangan (X2) berpengaruh secara parsial terhadap variabel kinerja pegawai. Hasil uji F menunjukkan bahwa Fhitung (30,028) > Ftabel (3,220), dan signifikansi 0,000 alpha, dan taraf signifikansi 0,05, maka tolak Ho dan terima Ha yaitu variabel bebas (pelatihan dan pengembangan) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen (kinerja pegawai) secara positif dan signifikan.Hasil koefisien determinasi (R²) menunjukkan penyesuaian R-squared sebesar 0,588 atau 58,8% yang berarti variasi variabel kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel pelatihan dan pengembangan, dan sisanya sebesar 41,2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel penelitian. Akhirnya bahwa Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Pos Indonesia Cabang Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sumber daya manusia yang merupakan motor penggerak serta ujung tombak dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang memiliki peran penting demi tercapainya tujuan yang telah di rencanakan. Tanpa adanya SDM yang berkualitas serta memiliki visi yang sesuai dengan kebutuhan dari sebuah organisasi tentunya akan sangat merugikan dan membuat perusahaan tersebut sulit untuk berkembang dan mencapai tujuannya (Sihombing, dan Verawati, 2020:389). Permasalahan yang terkait sumber daya manusia selalu menjadi topik utama bagi organisasi agar tetap terus bertahan dalam persaingan di era modern ini. Walaupun dukungan sarana. Prasarana, serta sumber dana yang memadai, akan tetapi tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kegiatan perusahaan tidak dapat diselesaikan secara baik. Sebagai ujung tombak, SDM akan menentukan keberhasilan dalam setiap langkah yang dilakukan organisasi. Tuntutan organisasi untuk mempertahankan, mengembangkan serta memperoleh SDM yang berkualitas di era globalisasi yang penuh persaingan semakin mutlak di perlukan sesuai dengan dinamika usaha yang selalu ada. Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan di dalamnya terdapat kerjasama untuk melaksanakan pekerjaan, selain mengarah pada pencapaian tujuan, kualitas kerja secara operasional harus dapat memberikan pelayanan yang bisa memberikan kepuasan kepada nasabah atau pelanggannya (Herawati, 2018:958). Menyadari begitu pentingnya Sumber Daya Manusia bagi perusahaan, maka suatu perusahaan harus memiliki karyawan yang punya keahlian serta keterampilan di bidangnya, sesuai dengan pendidikan yang mereka dapat. Selain itu juga sumber daya manusia saat ini memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus memperhatikan Sumber Daya Manusia baik dari segi pelayanannya untuk mengoptimalkan kepuasan nasabah. dengan pelayanan yang baik tentunya akan memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan sebuah perusahaan lebih dari itu pelayanan yang baik yang diberikan juga merupakan nilai jual yang lebih untuk menarik minat nasabah dalam melakukan transaksi diperusahaan. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Analisis Hubungan Pengembangan Sumber daya Manusia Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Nasabah (Studi Kasus Pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe” Adapun yang menjadi persoalan mendasar dalam penelitian ini yakni Bagaimana Hubungan Pengembangan Sumber Daya manusia dengan meningkatnya kualitas pelayanan nasabah Bank BRI Cabang Soe serta Bagaimana Hubungan Pengembangan Sumber Daya manusia dengan kepuasan nasabah Bank BRI Cabang Soe. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dengan menggunakan analisis Koreasi Product Momen Berdasarkan Persoalan yang telah dijabarkan diatas maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Adanya korelasi atau hubungan yang signifikan antara pengembangan Sumber Daya Manusia (Y) dengan kualitas pelayanan (X1) dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,014, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,014 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan pengambangan SDM. 2. Adanya korelasi atau hubungan yang signifikan antara pengembangan Sumber Daya Manusia (Y) dengan Kepuasan Nasabah (X2) dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,009, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,009 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan nasabah dengan pengambangan SDM 3. Berdasarkan nilai korelasi kualitas layanan dan pengembangan SDM ditemukan nilai korelasi sebesar 0.328 dimana lebih kecil dari 0.5 maka dapat kategorikan korelasinya rendah. 4. Berdasarkan nilai korelasi kepuasan nasabah dan pengembangan SDM ditemukan nilai korelasi sebesar 0.347 dimana lebih kecil dari 0.5 maka dapat kategorikan korelasinya rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengembangan SDM (Y) dengan kualitas pelayanan (X1) dan Kepuasan nasabah (X2) hal tersebut dapat dilihat dari hasil Koreasi Product moment dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,014, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,014 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan pengambangan SDM, dan dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,009, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,009 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan nasabah dengan pengambangan SDM, dengan jumlah responden yang diteliti berjumlah 56 orang Pegawai BRI Cabang Soe. Berdasarkan hasil peelitian dan landasan teori menyatakan adanya hubungan yang erat dan signifikan kedua variabel kualitas pelayanan dan kepuasan nasabah terhadap Pengembangan SDM. Adapun Implikasi teoritis yang digunakan dalam penelitian ini yakni: Pengembangan Sumber Daya Manusia menurut Richard Swanson (1998) adalah sebuah proses pengembangan atau melepaskan keahlian manusia melalui pengembangan organisasi serta pelatihan personil dengan tujuan meningkatkan kinerja. Kualitas pelayanan menurut Hermawan (2018) yakni rangkaian bentuk istimewa dari suatu produksi atau pelayanan yang mampu memberikan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta keinginan masyarakat, kepuasan nasabah menurut Kotler (2004:10) yakni tingkatan dimana anggapan kerja (perceived performance) produk akan sesuai dengan harapan seorang pelanggan. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka peneliti memberikan saran yakni kepada pihak BRI Cabang Soe agar kepastian pemberian jaminan rasa keamanan kepada nasabah saat melakukan transaksi di kantor lebih ditingkatkan lagi demi keamanan dan kenyamanan nasabah terkait kemudahan layanan pada kepuasan nasabah memiliki skor rendah sehingga peneliti mengharapkan pihak BRI Cabang Soe agar setiap jenis pelayanan yang ada di buat menjadi lebih mudah untuk diakses oleh para nasabah. Kata Kunci: Pengembangan SDM, Kualitas Layanan, Kepuasan Nasabah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KAPASITAS SDM TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KANTOR LURAH SIKUMANA
ABSTRAK
Oleh : Denkri Aldisan Lassa
NIM : 15190052
Beberapa dekade terakhir ini, sering dijumpai fenomena yang terjadi dalam perkembangan sektor publik di Indonesia, salah satu diantaranya adalah menguatnya tuntutan atas kualitas laporan keuangan pemerintah, baik pemerintah daerah dimasing-masing daerah dan provinsi termasuk pemerintah pusat. Laporan keuangan pemerintah yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi prinsip-prinsip Kualitas Laporan Keuangan yaitu tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Dalam penyusunan laporan keuangan diharapkan berpedoman pada standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 yang merupakan standar mutlak. Masih banyaknya fenomena laporan keuangan pemerintah yang belum menyajikan data-data yang sesuai dengan peraturan dan masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang berhasil ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pelaksanaan audit laporan keuangan pemerintah membuat tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance government) meningkat.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kapasitas SDM Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Kantor Lurah Sikumana”. Sumber Daya Manusia meliputi kapasitasnya yaitu kemampuan seseorang atau individu, organisasi, lembaga, atau suatu sistem umtuk melaksanakan fungsi dan kewenangannya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Laporan keuangan adalah suatu alat pertanggungjawaban atas kinerja keuangan manajemen suatu pemerintahan kepada publik yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan adalah output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Kompetensi sumber daya manusia sangat diperlukan agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan.
Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan pemerintahan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah adalah dengan menyampaikan laporan pertanggung jawaban berupa laporan keuangan.
Kemampuan sumberdaya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan yang memiliki nilai informasi dapat dirancang melalui suatu sistem pengendalian internal dengan tujuan umumnya adalah efisiensi dan efektivitas operasi. Pengendalian dalam organisasi akan mendorong pemakaian sumberdaya, mencakup personil, secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran organisasi.
Sumber daya manusia yang tidak memiliki kompetensi tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaanya secara efisien, efektif, dan ekonomis. Dalam hal ini pekerjaan yang dihasilkan tidak akan tepat waktu dan terdapat pemborosan waktu serta tenaga. Dalam pengelolaan keuangan daerah yang baik, SKPD harus memiliki sumber daya manusia berkualitas, yang didukung dengan latar belakang pendidikan akuntansi, sering mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan mempunyai pengalaman di bidang keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan. Manfaat dari pada penelitian ini diharapkan dari dapat memberikan sumbangsih sarah dan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan sistem pengendalian laporan keuangan daerah.
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan Staf yang keberka pada lingkup Kantor Lurah Sikumana dimana berjumlah total 30 orang yang terdiri dari kepala staf dan seluruh staf yang ada pada kantor Kelurahan Sikumana. metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampel penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui cara pembagian kuisioner kepada para responden dan dianalisis menggunakan model analisis regresi linear berganda. Sebelum penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan uji kualitas data yaitu uji validitas dan uji rehabilitas. Setelah itu dilakukan uji hipotesis yaitu analisis regresi berganda dan juga pengujian secara bersama-sama dan pengujian hipotesis secara persial dengan menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis. Sebelum data yang diperoleh dilakukan uji hipotesis, data harus dianalisis terlebih dahulu untuk mendapatkan data yang berkualitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda sebagai berikut : Y = a + β1x + e.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan: berdasarkan hasil analisis regresi nilai signifikansi untuk pemanfaatan teknologi informasi Akuntansi sebesar 0,014 dimana nilai ini lebih kecil dari 0,05 (0,01<0,05). Selain itu dapat juga dilihat hasil perbandingan t hitung > t tabel dimana nilai t hitung sebesar -0,21< dari nilai t tabel 1,096. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya Kapasitas SDM tidak Berpengaruh terhadap Kualitas laporan Keuangan. Para pegawai di tuntut untuk dapat mengerjakan laporan keuangan sesuai standar Ukuran-ukuran kualitas laporan keuangan tersebut adalah relevan, andal, dapat dipahami, dan dapat dibandingkan. Kemampuan sumberdaya manusia dalam menghasilkan laporan keuangan yang memiliki nilai informasi dapat dirancang melalui suatu sistem pengendalian internal dengan tujuan umumnya adalah efisiensi dan efektivitas operasi. Pengendalian dalam organisasi akan mendorong pemakaian sumberdaya, mencakup personil, secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran organisasi. Aspek yang paling penting dari pengendalian internal adalah personil. Jika karyawan adalah orang yang kompeten dan bisa dipercaya, pengendalian lain bisa tidak ada dan laporan keuangan yang bisa diandalkan masih bisa dihasilkan.
Berdasarkan hasi penelitian ini diharapkan agar pegawai di kantor kelurahan sikumana mengikuti pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas Sumber daya manusia. Pelatihan adalah proses sistematis mengubah tingkah laku sesorang untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan yang baik, harus berkaitan dengan keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaanya. Pengalaman dilihat dari lamanya seseorang bekerja. Dengan pengalaman, seseorang akan terbiasa melakukan suatu pekerjaan dan mempunyai wawasan yang luas serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Judul : Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Kata Kunci : Penyerapan APBD, Kualitas SDM, Perencanaan Anggaran, Komitmen manajemen Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT adalah salahsatu entitas akuntansi yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran dan pendapatan belanja daerah dengan menyusun laporan keuangan berupa: Laporan realisasi anggaran (LRA), Laporan Operasional (LO), Neraca, Laporan perubahan ekuitas (LPE) dan catatan atas laporan keuangan (CALK). LRA adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja yang masing masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode, dalam dokumen tersebut terbaca jumlah rencana dan realisasi pendapatan dan belanja selama satu periode. Jullie J. Sondakh, dkk (2017) menyatakan bahwa Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial dan menyatakan berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja) serta berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanai rencana tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah kebijakan keuangan tahunan pemerintah daerah yang disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan berbagai pertimbangan agar penyusunan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi mudah dilakukan. Penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa bahwa realisasi pendapatan dan belanja tidak terlaksana secara keseluruan (100%), hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ada beberapa program yang tidak terlaksana, secara umum pengunaan anggaran untuk pelaksanaan program dan kegiatan sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan , namun terdapat hambatan dan kendala adanya wabah covid 19 sehingga berdampak pada terlambatnya pelaksanaan program dan kegiatan, terutama program dan kegiatan strategis dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pengaruh kualitas sumberdaya manusia terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT 2. Bagaimana pengaruh perencanaan anggaran terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT 3. Bagaimana pengaruh komitmen manajemen terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT Dari hasil pengujian regresi linear berganda yang dilakukan dengan bantuan program SPSS, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 5,214 + 0,286 X₁ + 0,071 X₂ + 0,786X3 1. Nilai constant sebesar 5.214 artinya jika nilai kualitas SDM, Perencanaan Anggaran, Komitmen manajemen dengan nol maka, penyerapan APBD akan meningkat sebesar 5,214 2. Koefisien (b1) sebesar 0,286 artinya apabila Kualitas SDM mengalami kenaikan sebesar satu maka, Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,286 dengan asumsi variabel lainnya constant. 3. Koefisien (b2) sebesar 0,071 artinya apabila perencanaan anggaran mengalami kenaikan sebesar satu maka Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,071 dengan asumsi variabel lainnya constant. 4. Koefisien (b3) sebesar 0,786 artinya apabila Komitmen Manajemen mengalami kenaikan sebesar satu maka Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,786 dengan asumsi variabel lainnya constant. xiv hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X1 kualitas Sumberdaya manusia memilki nilai t hitung sebesar 2,577 dengan sig sebesar 0,022. Karena nilai sig 0,022 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis pertama diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya ada pengaruh positif Kualitas SDM dengan Penyerapan Anggaran Belanja hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X2 yakni penyerapan anggaran memilki nilai t hitung sebesar 1,204 dengan sig sebesar 0,047. Karena nilai sig 0,047 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis kedua diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya pengaruh positif penyerapan anggaran dengan Penyerapan Anggaran Belanja hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X3 yakni komitmen manajemen memilki nilai t hitung sebesar 1,588 dengan sig sebesar 0,039. Karena nilai sig 0,039 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis ketiga diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya ada pengaruh positif Komitmen manajemen dengan Penyerapan Anggaran Belanja Hasil analisis atas persoalan penelitian dan pembahasannya dapat disimpulkan 3 hal sesuai dengan rumusan persoalan penelitian yakni 1. Variabel kompetensi sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT 2. Variabel Perencanaan Anggaran berpengaruh terhadap Penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT 3. Variabel variabel komitmen Manajemen berpengaruh signifikan terhadap Penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Berdasarkan hasil analisis, pembahasan dan simpulan diatas, maka beberapa implikasi terapan berupa saran sebagai berikut xv 1. Bagi Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Semakin dimaksimalkan penyerapan APBD dengan meningkatkan kualitas SDM, Perencanaan yang baik dan komitmen Manajemen 2. Bagi Peneliti selanjutnya Menambah metode survey dengan melakukan wawancara menyeluruh bukan saja kepada pimpinan tetapi juga semua ASN yang terlibat dalam pelaksanaan program
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pagawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas pengelolaan sumber daya manusia, dan teknologi informasi pada pegawai. pengelolaan sumber daya manusia merupakan salah satu hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu teknoligi informasi merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kualitas kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai, pengaruh pengelolaan sumber daya (sdm) dan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai pada sekolah menegah pertama (smpn 20) kota kupang karena penulis menemukan bahwa terdapat kurangnya tingkat SDM pegawai serta kurangnya tngkat teknologi informasi. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah pengelolaan sumber daya manusia, teknologi informasi dan kinerja pegawai. Mengungkapkan kinerja adalah Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Anwar Prabu, 2009). Menurut Kadir dan Triwahyuni (2003:2) “Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi” 12 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 47 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 47 orang pegawai.. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa pengelolaan SDM pada sekolah menegah pertama (smpn 20) kota kupang berada dalam kategori rendah. Teknlogi informasi dalam kategori rendah, dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa pengelolaan SDM berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,162 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,193 yang berarti semakin baik pengelolaan SDM, semakin tinggi pula kinerja pegawai, sedangkan Teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,184 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,156 yang berarti semakin baik Teknologi informasi semakin tinggi pula kinerja pegawai.