ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KONFLIK KERJA, STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA LABORATORIUM PENGUJIAN DINAS PUPR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NAMA : RANDY YUSTENS WEWO NIM : 18410307 Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem sebuah manajemen perusahaan, dimana manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh terhadap kinerja dan aktivitas yang ada didalamnya sehingga dalam hal ini ada begitu banyak hal mengenai sistem dan peraturan kerja. Oleh karena itu salah satu faktor yang menjadi pendukungnya berjalanya SDM yaitu kerja sama agar dalam menjalankan sistem manajemen yang ada selain itu dalam meningkatkan mutu kualitas karyawan dan mengadakan pelatihan dan dasar-dasar pemahaman cara kerja yang efektif dan efisien dikarenakan itu sebagai wadah dan cara menilai program itu biasa diterima atau tidak dalam keseimbangan sebenarnya, mengacu pada hal ini ada berbagai macam hal yang akan dibahas dalam kerja. Masalah kerja yaitu adanya jam kerja yang berlebihan atau melewati batas kerja waktu normal sehingga dapat tejadinya konflik kerja, stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan Di Dinas PUPR Prov. NTT menilai dari permasalahan kerja yang ada didalam perusahaan atau pun diluar masalah secara pasti dan tidak disengaja masalah selalu saja hadir ketika dalam bekerja baik secara umum dan kecil di lingkungan kerja. Konflik kerja adalah permasalahan yang terjadi ketika bekerja atau sedang melaksanakan aktivitas dalam bekerja, stres kerja sendiri berasal dari konflik kerja karena masalah yang timbul akibat kerja menjadi lebh nyata dan sangat berpengaruh sekali baik itu secara transparan maupun linier, beban kerja dalam hal setelah seseorang melaksanakan pekerjaan nya tapi tidak biasa menuntaskannya maka akan berdampak menjadi beban untuk diri sendiri yang dimana pekerjaan tersebut harus dituntaskan baik itu perlahan tapi berjalan sesuai koridornya. Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT beralamat di JL. SK. Lerik Depan Balai Kota Kupang Walikota –Kupang Telp. (0380) 831806. Tugas pokok Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT adalah merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengujian melalui pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan urusan pekerjaan umum, pelayanan jasa uji mutu dan pengembangan jalan, jembatan dan sumber daya air serta keciptakaryaan. Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui pengaruh Stres kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui apakah beban kerja produk berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Konflik kerja adalah ketidaksesuaian diantara lebih dari dua anggota atau suatu faksi ( dalam suatu lembaga atau perusahaan) yang perlu memeca sumber daya yang sedikit atau aktivitas kerja dan karena fakta bahwa mereka memiliki kontras status, arah, perhitungan, atau pemahaman. b. Stres kerja adalah suatu keadaan krisis yang mengakibatkan adanya kesenjangan tubuh maupun psikis, yang mempengaruhi perassan, jalan pikiran, dan keadaan individu. Stres yang berlebihan dapat mempengaruhi kompotensi seseorang untuk beradapatsi dengan lingkungan sekitar.. Sebagai dampaknya, pada diri karyawan muncul berbagai macam fenomena stres yanng dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan. c. Beban kerja adalah volume dari hasil keja atau catatan tentang hasil pekerjaan yang dapat menunjukan volume yamg dapat dihasilkan oleh sejumlah pegawai dalam jumlah tertentu d. Kinerja karyawan yaitu hasil yang didapatkan suatu lembaga baik lembaga tercantum berkarakter berorientasi keuntungan dan tidak berorientasi keuntungan yanng didapatkan semasa satu kurun batas. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 32 orang responden. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang dibutuhkan berupa berupa data primer dan data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel konflik kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel stress kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel beban kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT dan secara simultan variabel stress kerja, konflik kerja dan beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Kata Kunci :Konflik Kerja, Stres Kerja, Beban Kerja Dan Kinerja Karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan dunia bisnis yang sangat pesat dan persaingan yang semakin ketat menjadikan setiap organisasi harus menghadapi tantangan yang menuntut sumber daya manusia yang berkualitas.Kualitas sumber daya manusia ditandai dengan SDM yang kreatif, memiliki kemampuan serta kinerja yang tinggi. Tercapainya kinerja karyawan yang terukur, memadai dan sesuai dengan kebutuhan perusahanmerupakan target dari setiap organisasi. Peningkatan manajemen kinerja bukan hanya berpengaruh pada peningkatan hasil perusahaan saja, namun lebih jauh lagi bagi para karyawan agar dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam bekerja jauh menjadi lebih baik.
Banyak cara yang diupayakan setiap organisasi untuk meningkatkan kinerja karyawan. Cara tersebut didalamnya termasuk kemampuan kerja dan ketrampilan kerja yang terus diupayaan dan dikembangkan kepada karyawan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan merekalah yang menjadi pelaku utama dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Oleh karena itubisa dikatakan bahwa yang berpengaruh dalam kinerja para karyawan dalam organisasi adalah kemampuan kerja dan keterampilan kerja.
Menurut Amelia dan Abdul (2017:26) kemampuan (ability) didefinisikan sebagai suatu potensi atau kecakapan individu dalam menguasai keahlian bekerja serta melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.Dengan demikian, penulis menyimpukan, bahwa kemampuan kerja merupakan sebuah keahlian yang dimiliki seorang individu.Kemampuan setiap individu akan memberikan dampak besar terhadap pekerjaan yang dilakukan, sehingga setiap individu perlu memiliki keahlian yang sesuai di bidang pekerjaannya agar ketrampilan kerja yang dimiliki sesuai dengan bidang yang dikerjakan.
Keterampilan adalah kemampuan untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat.Keterampilan juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang memerlukan praktek atau dapat diartikan sebagai implikasi dari aktivitas.Tujuan keterampilan kerja yaitu untuk dapat memudahkan suatu pekerjaan dalam penyelesaian setiap pekerjaan secara efektif dan efisiensi tanpa adanya kesulitan hingga akan menghasilkan suatu kinerja pegawai yang baik.Karyoto(2016:21). Ketrampilan atau keahlian(skill) adalah merupakan kecakapan yang berhubungan dengan tugas yang dimiliki dan dipergunakan dalam menghadapi tugas-tugas yang bersifat teknis atunon-teknis.
Menurut Uno dkk (2014:62) menyampaikan bahwa kinerja adalah perilaku seseorang yang membuahkan hasil kerja tertentu setelah memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan yang dimaksud adalah sudah memenuhi kebutuhan dari karyawan pada organisasi. Hal ini bisa dinilai bahwa kinerja dari seorang pegawai bisa berdampak baik atau buruk tergantung apakah kebutuhannya sudah terpenuhi dalam hal ini yaitu kepuasan kerja dan komitmennya terhadap organisasi. Kinerja yang dimaksut disini adalah bagaimana para karyawan mampu meningkatkan target pekerjaan, mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, mampu menciptakan inovasi dalam menyelesaikan pekerjaan, mampu menciptakan kreativitas dalam menyelesaikan pekerjaan dan mampu meminimalkan kesalahan pekerjaan sehingga perlu adanya dorongan untuk meningkatkan kinerja karyawan.
Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Kemampuan Kerja dan Ketrampilan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang.
Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang, untuk mengetahui pengaruh keterampilan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang.
Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini :
a. Kemampuan Kerja merupakan kemampuan individu yang dimiliki oleh setiap karyawan, hal ini berarti bahwa setiap karyawan memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
b. Keterampilan Kerja ialah kemampuan melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan menggunakan anggota badan dan peralatan kerja yang tersedia. Artinya keterampilan lebih banyak menggunakan unsur anggota badan daripada unsur lain.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang yang berjumlah 32 orang.
Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 32 orang responden.Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden.Data yang dibutuhkan berupa berupa data primer dan data sekunder.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel Kemampuan kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang, secara persial Variabel Keterampilan Kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel 27 responden yang bekerja di Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Kuesioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan deskriptif, regresi linear berganda dengan uji hipotesis yaitu uji t (Simultan), uji F (persial) dan koefisien determinasi (R2).
Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan mengenai Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa variable bebas Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai. Pengaruh modal manusia terhadap kinerja pegawai dari hasi perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi modal manusia sebesar 0,144 selain itu, signifikan 0,005 < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel moadal manusia mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Komitmen kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,442 selain itu, signifikan 0,001< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel komitmen kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,766 selainitu, signifikan 0,000< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari hasil analisi regresi dapat diketahui bahwa secara Bersama-sama variable independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadapat variable dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai f hitung 240.264 lebih besar dibandingkan nilai f table sebesar 2,99 dengan nilai signifikan 0,000 karena niali signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa modal manusia, komitmen kerja, kepuasan secara Bersama-sama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai kantor kecamatan taebenu kabupaten kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berkembangnya suatu perusahaan atau organisasi pasti tidak terlepas dari Sumber Daya Manusianya. Sumber daya manusia yang unggul dan kompeten pasti menghasilkan kemajuan yang pesat untuk perusahaannya. Di zaman yang serba modern ini perusahaan-perusahaan dituntut untuk selalu berkembang dan mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut dengan baik. Tidak bisa dipungkiri untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam
perusahaan juga harus dilihat bagaimana kinerja karyawan, lingkungan kerja fisik dan penempatan kerja dalam perusahaan. Manajemen sumberdaya manusia adalah sebagai perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharan, dan penggunaan sumber daya manusia dalam upaya mencapai tujuan individu maupun organisasi.
Dalam menjalankan usahanya, sebuah perusahaan tentunya akan mengalami banyak tantangan dan permasalahan baik itu datangnya dari luar maupun dari dalam perusahaan itu sendiri. Tantangan dari luar bisa datang melalui persaingan dengan
perusahaan lainnya, sementara permasalahan dari dalam perusahaan bisa timbul dari sumber daya manusia yang dimilikinya. Sebagai organisasi, perusahaan disusun dari banyak individu yang memiliki berbagai tujuan serta keinginan. Apabila terjadi kesalahan dalam mengelola sumber daya ini akan menimbulkan berbagai macam permasalahan yang dapat mengganggu kinerja karyawan yang pada akhirnya apabila hal tersebut tidak diatasi dengan baik maka akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan dan pengaruh lingkungan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan di Ksp Kopdit Swasti Sari Oeba, karena penulis menemukan bahwa
karakteristik individu masih perlu diberi pelatihan ataupun seminar untuk menambah wawasan karyawan secara individu sehingga tingkat kepahaman pada setiap pekerjaan yang di emban dapat dikerjakan dengan baik agar meningkatkan kinerja
karyawan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 38 oarng pegawai karyawan dan sampel sebanyak 38 orang karyawan.
Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS.
Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui karakteristik individu dalam kategori sedang, lingkungan kerja berada dalam kategori sedang serta kinerja karyawan juga berada
pada kategori sedang.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa karakteristik individu berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,028 dan nilai koefisien regresi
sebesar 0,505 yang berarti semakin baik karakteristik individu semakin tinggi kinerja karyawan dan sebaliknya. Sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif juga terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,010 dan
nilai koefisien regresi sebesar 0,425 yang berarti semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia adalah salah satu kunci pokok yang menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam melaksanakan kegiatannya, dan memiliki peran yang sangat penting sebagai pelaku yang terlibat dalam menjalankan sebuah organisasi. Pegawai yang memiliki kinerja yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Untuk menghasilkan kinerja yang tinggi, organisasi membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan mempunyai tenaga kerja yang memadai. Kinerja pegawai sendiri merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilyah NTT. Jenis data dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik simple Random Sampling.
Konsep penelitian dalam Skripsi ini adalah Kualitas Sumber daya manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen Kerja teerhadap Kinerja Karyawan. Menurut Flippo (2005:28) menyatakan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumbnerdaya lainnya dalam pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan dengan baik dan berdayaguna.
Menurut Siagian (2006:67) Profesionalisme kerja adalah keandalan dan keahlian dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu ti8nggi waktu yang tepat, cermat, dan dengan prosedur yang mudah dipahami.
Menurut Dongoran (2001:26) Komitmen kerja adalah suatu keadaan seorang pegawai yang memihak perusahaan tertentu, serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi untuk melaksanakan tugas dengan baik.
Jenis data dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik simple Random Sampling. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 44 orang dari jumlah populasi sebanyak 55 orang pegawai. Teknik pengambilan data berupa penyebaran kuesioner kepada pegawai. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 orang pegawai pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT. Nilai t hitung 3,579 > t Tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Kualitas sumber daya manusia (X1) yaitu berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Nilai t hitung 9,684>t tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Profesionalisme Kerja (X2) Yaitu berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai t hitung 3,033 >t Tabel 2,032, maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Variabel Komitmen kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai F hitung sebesar 632,362 dengan nilai F tabel adalah 3,27 Sehingga nilai F hitung > F tabel atau 632,362>3,27 dan tingkat signifikan 0,000<0,05 Maka H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa Variabel Kualitas sumber daya manusia (X1), Profesionalisme kerja (X2), dan Komitmen Kerja (X3) Secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) Pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, dapat dilihat nilai Adjusted R Square sebesar 0,978. Angka tersebut menunjukan bahwa sebesar 97,8%. Kinerja pegawai (Variabel terikat) dapat dijelaskan oleh Variabel Kualitas sumber daya manusia, Profesionalisme Kerja, dan Komitmen kerja. Sisanya 36,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kabupaten Timor Tengah Selatan) OLEH GENI HELENA LONA 17411402 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Secara Parsial dan Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey, dimana instrument penelitian ini berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 50 orang karyawan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 33 responden. Analisis data menggunakan persamaan regresi linier berganda dan pembuktian hipotesis dengan menggunakan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Uji statistik menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil pengujian hipotesis pada Uji t membuktikan bahwa Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan PDAM kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. variabel Beban Kerja sebesar 0,095 > 0,05 yang berarti bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Variabel Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. variabel stres kerja sebesar 0,001 0,05 yang berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil Statsitik (Uji F), secara simultan beban kerja dan stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Berdasarkan hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) diketahui bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,410. hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 41% sisanya 59% dijelaskan oleh variabel lain. Maka dapat disimpulkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan sementara Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
WELDI JULIANA PALLO 16410261, Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi,Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Jusuf Aboladaka,SE,M.Si dan Pembimbing 2 ibu Hermyn B.Hina,S.E.,M.Si.
Peneliti menemukan bahwa Pegawai pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berjumlah 92 orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu motivasi pegawai bagian operasional,mengetahui tingkat kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dan pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengambil responden adalah pegawai bagian operasional.
Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 92 orang dan hanya 52 kuisioner yang kembali dan dapat diolah oleh penulis.ada tiga tekhnik analisis yang digunakan untuk menganalisis data,yaitu analisis tingkat motivasi,analisis tingkat kemampuan kerja pegawai dan analisis regresi linear berganda.
Analisis pertama dilakukan untuk mengetahui tingkat motivasi pegawai bagian operasional,analisis kedua dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan kerja pegawai bagian operasional dan analisis ketiga dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai ditinjau dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi karyawan bagian operasional pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori tinggi (56%) tingkat kemampuan pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyaraka dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menyelesaikan pekerjaan berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori rendah (44%). Hasil dengan analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa terdapat pengaruh motivasi pegawai terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan demikian diketahui bahwa tinggi rendahnya kemampuan menyelesaikan pekerjaan pegawai lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain dari motivasi,mungkin seperti lingkungan kerja, sistim kerja dan lain-lain.
Kata kunci : Kemampuan kerja,Motivasi kerja dan Kinerja pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja pemasaran merupakan konsep untuk mengukur prestasi pasar suatu produk. Setiap perusahaan berkepentingan untuk mengetahui prestasi pasar dari produk-produknya, sebagai cermin dari keberhasilan usahanya di dunia persaingan bisnis. Selain itu kinerja perusahaan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara internal dan eksternal. Kinerja pemasaran adalah merupakan konsep untuk mengukur prestasi pasar suatu produk. Setiap perusahaan berkepentingan untuk mengetahui prestasi pasar dari produk-produknya, keberhasilan kinerja pemasaran tercermin dari keberhasilan usahanya di dunia persaingan 9 bisnis. Disamping itu ukuran keberhasilan kinerja pemasaran juga dapat dilihat dari tingkat keberhasilan produk baru yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut kinerjanya semakin baik.
Strategi pemasaran merupakan sebuah pola pikir yang digunakan untuk mengembangkan suatu bisnis atau perusahaan. Adapun cara yang digunakan adalah dengan menyatukan beberapa unsur pemasaran seperti segmentasi pasar, bauran marketing, posisi, sasaran dan sebagainya. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Analisis Pengaruh Strategi Pemasaran Di Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Peningkatan Kinerja Pemasaran Umkm Kota Kupang.
Strategi produksi dan pemasaran merupakan faktor penting dalam mengoptimalkan efisiensi UMKM. Namun, pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan yang dramatis selama pandemi Covid-19. Salah satu faktor yang mengalami penurunan adalah produksi. Hal ini disebabkan produksi merupakan kegiatan membuat sesuatu, baik itu jasa maupun karya tentu harus bertolak pada 5 efisiensi dan efektifitas dengan menggunakan tenaga mesin atau karya tangan asli. Bila saja hasil sebuah produksi itu tidak baik secara mutu maka tentunya akan berdampak pada kurang minatnya konsumen saat didagangkan.
Strategi pemasaran memmiliki fungsi penting karena membantu menilai nilai ekonomi perusahaan, baik itu harga produk maupun jasa (Lestari 2019). Strategi pemesaran merupakan pendekatan utama yang dapat digunakan unit bisnis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, antara lain keputusan kunci mengenai pasar sasaran, positioning pasar barang, bauran pemasaran dan besarnya biaya pemesaran yang dibutuhkan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa konsep strategi pemesaran meliputi proses pengambilan keputusan mengenai biaya pemesaran, bauran pemasaran, distribusi biaya pemesaran dalam kaitannya dengan kondisi lingkungan dan kondisi persaingan yang diperkirakan.
Kinerja pemasaran adalah merupakan konsep untuk mengukur prestasi pasar suatu produk. Setiap perusahaan berkepentingan untuk mengetahui prestasi pasar dari produk-produknya, keberhasilan kinerja pemasaran tercermin dari keberhasilan usahanya di dunia persaingan bisnis. Disamping itu ukuran keberhasilan kinerja
pemasaran juga dapat dilihat dari tingkat keberhasilan produk baru yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut kinerjanya semakin baik. Kinerja pemasaran merupakan tolak ukur keberhasilan perusahaan dalam memasarkan produknya di pasar.
Pada penelitian ini, objek yang peneliti teliti adalah pada Ensikei kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 96 orang responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa secara parsial terdapat strategi pemasaran . Hal ini dibuktikan dengan perolehan uji t di ketahui variabel strategi pemasaran (X) memiliki nilai t hitung 29.206 sehingga dapat di simpulkan bahwa H0 di tolak dan Ha di terima artinya ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel strategi pemasaran (X) terhadap variabel kinerja pemasaran(Y).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN PARTISIPASI DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP MANAJERIAL
(Studi Empiris pada SKPD Kota Kupang)
Disusun oleh:
Yanse Nurhayati Noma
16193437
Anggaran merupakan rencana keuangan yang dibuat secara rinci dan sistematisyang memuat rencanapenerimaan dan rencana pengeluaran.anggaran adalah rencana keuangan dimasa mendatang dan merupakan alat bantu dalam mengkoordinasikan dan mengimplementasikan rencana yang telah dibuat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntabilitas pulik,kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi dalam penyusunan anggaran (Studi pada SKPD Kota Kupang) secara parsial. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan menggunakan analisis Statistik dengan jumlah sampel sebanyak 40 serta menggunakan teknik pengumpulan data yaitu melalui kuesioner.
Dapat diketahui bahwa Akuntabilitas adalah pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang dilakukan.akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban,menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segalah aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya kepada pihak memberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut (Mardiasmo, 2002).
kejelasan sasaran anggaran merupakan sejauh mana tujuan anggaran ditetapkan secara jelas dan spesifik dengan tujuan agar anggaran tersebut dapat dimengerti oleh orang yang bertanggungjawab atas pencapaian anggaran tersebut. Oleh sebab itu sasaran anggaran pemerintah daerah harus dinyatakan secara jelas, spesifik dan dapat dimengerti oleh mereka yang bertanggungjawab untuk melaksanakannya. Penetapan tujuan spesifik akan lebih produktif, hal ini akan mendorong karyawan untuk melakukan yang terbaik bagi pencapaian tujuan yang dikehendaki sehingga berimplikasi pada peningkatan kinerja.
Partisipasi adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua atau lebih yang mempunyai dampak masa depan bagi pihak yang membuat keputusan tersebut. Partisipasi penyusunan anggaran yaitu proses dimana pembuatan anggaran terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besar anggaran (Mulyadi,2001).
kinerja manajerial adalah kemampuan atau prestasi kerja yang telah dicapai oleh para personil atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, untuk melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan operasional perusahaan.
Berdasarkan hasil mengenai pengaruh akuntabilitas publik kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial SKPD kota kupang dapat disimpulkan sebagai berikut:
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel akuntabilitas publik berpengaruh positif signifikanterhadap kinerja manajerial.Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel (2,440> 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,020 lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha diterima, H0 ditolak.selanjutnya kejelasan sasaran anggaran tidak perpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial.Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel-1,364 > 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,181 lebih besar dari 0,05 yang berarti Ha ditolak, H0 diterima dan partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh positif signifikanterhadap kinerja manajerial. Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung> t tabel (5,602> 1,684) dan hasil uji signifikansi yang dilakukan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha diterima, H0 ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini.
Kata kunci: akuntabilitas publik,kejelasan sasaran anggaran.partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia harus mampu memberikan pedoman mengenai persyaratan pengadaan dan pengembangan sumber daya manusia yang seharusnya dikerjakan, dilingkungan sebuah organisasi atau perusahaan (Nawawi 2005:104). Sumber Daya Manusia mempunyai posisi yang sangat penting dalam perusahaan, mengingat kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia.
Kinerja Pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya,(Marwansyah 2012:3) berpendapat bahwa sebagai pendayagunaan sumber daya manusia didalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi–fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja dan hubungan industrial.
Kinerja Pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara 2011:67). kinerja pegawai adalah hasil kerjapegawai baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator ketaatan pada aturanadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 8 dengan jumlah responden 12 orang, diikuti dengan yang memilih 9 dengan jumlah 8 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 10 dengan jumlah resonden 3 orang.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator frekuensi kehadiranadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 19 orang, diikuti dengan yang memilih 10 dengan jumlah 7 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 8 dan 6 dengan jumlah responden 1 orang.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel disiplin kerja (X1) berpengaruh secara signifikansi terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang, hal ini dilihat dari singnifikasi stres kerja (X1) nilai thitung 1,404< 2.056 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditetima Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh positif pada variabel disiplin kerja (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dapat diukur dari variabel disiplin kerja (X1) yang memiliki 3 indikator sesuai dengan jawaban responden dalam penelitian ini. 2. Pengaruh efektif kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator kerja timadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 10 orang, diikuti dengan yang memilih 8 dengan jumlah 9 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 7 dengan jumlah responden 5 orang.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator konsistensiadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 15 orang, diikuti dengan yang memilih 10 dengan jumlah 11 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 8 dengan jumlah responden 1 orang.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator adaptasiadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 11 orang, diikuti dengan yang memilih 8 dengan jumlah 10 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 10 dengan jumlah responden 1 orang.
Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel efektif kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) thitung 2,420 > 2.056 ttabel,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti berarti terdapat pengaruh positif pada variabel efektif kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Maka dapat diindikasikan bahwa efektif kerja yang baik akan memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang.
Kata Kunci:Disiplin Kerja, Efektif Kerja Dan Kinerja Pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Pengaruh Kemampuan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Saat Pendemic Covid-19 Pada Kantor Dinas Kesbangpol Kota Kupang. Skripsi,Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Jusuf Aboladaka,SE,M.Si dan Pembimbing 2 ibu Hermyn B.Hina, S.E.,M.Si.
Peneliti menemukan bahwa Pegawai pada kantor dinas kesbangpol berjumlah 35 orang. Dari 35 orang pegawai hanya 25 0rang yang tingkat kehadiranya sesuai dengan hari kerja yaitu 23 hari dalam sebulan. Selain itu dari 10 orang tingkat kehadiranya belum maksimal sesuai dengan jumlah hari kerja dikarenakan mengambil cuti. Oleh karena itu peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemimpin belum bisa mempengaruhi pegawai lainnya. Artinya pemimpin belum mampu memberikan perhatian secara individual atau secara intens dengan pegawai lainnya. Dengan demikian akan berpengaruh pada kinerja pegawai yang merupakan tingkat kehadiranya sesuai dengan hari kerja hanya 25 0rang dari 35 pegawai desa mata air,sedangkan 15 pegawai belum maksimal dalam tingkat kehadiranya. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa kurangnya kemampuan dan motivasi kerja pegawai dikarenakan pemimpin belum bisa memberikan ketegasan maupun berhatian kusus terhadap beberapa pegawai yang sering mengambil cuti saat pendemic covid 19.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai saat pendemic covid 19 pada kantor dinas kesbangpol kota kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kususnya pegawai di kantor dinas kesbangpol kota kupang yang berjumlah 35 orang
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai dimana didapat Thitung dimana 1,693 dengan signifikansi 0,05 oleh dimana 767 > dari 0,05. 2) terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara motivasi kerja didapat nilai Thitung 0,36 dengan signifikan > 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH EFIKASI DIRI DAN LOKUS KENDALI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL PROVINSI Oleh : Novita Baunsele Nim : 17411170 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui‘‘Analisis Pengaruh Efikasi Diri dan Lokus Kendali Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT” Dinas Sosial secara administratis menjadi salah satu dari Organiasasi Perangkat Daerah dalam Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dasar pembentukan instansi yang membidangi urusan sosial sejatiya merupakan wujud tanggung jawab pemerintah, Urusan Sosial merupakan salah satu urusan wajib pelayanan dasar dalam keseluruhan tata urusan pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Regulasi tersebut menegaskan bahwa Urusan Pemerintahan Wajib adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh semua Daerah. Dalam urusan wajib tersebut terdapat Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal 11 UU 23 Tahun 2014 adalah Urusan Pemerintahan Wajib yang sebagian substansinya merupakan Pelayanan Dasar. Ini menegaskan penting eksistensi dari sebuah instansi penyelenggara urusan sosial di daerah, adapun beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam sebuah organisasi yaitu efikasi diri dan lokus kendali, organisasi dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan di dukung oleh efikasi diri dan lokus kendali yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisien. Organisasi didorong untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang efektif dan efisien. Kinerja menjadi gambaran mengenai tingkat suatu kegiatan tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan tujuan,sasaran,visi dan misi organisasi. Terdapat faktor- faktor yang dapat menpengaruhi kinerja pegawai yaitu, faktor internal pegawai , faktor lingkungan internal organisasi dan faktor lingkungan eksternal organisasi. Efikasi diri merupakan keyakinan diri menggambarkan akan dapat menyelesaikan masalah , serta keyakinan akan kemampuan diri akan sukses. Lokus kendali adalah bagaimana individu merasa atau melihat garis atau hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dia dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Meskipun perubahan penilaian kinerja pegawai lebih baik. Tetapi terdapat permasalahan yang ada dilapangan yang sudah dilaksanakan, beberapa diantaranya terdapat permasalahan individu yang dihadapi pegawai. Lokus kendali merupakan cara pandang seseorang dalam menanggapi suatu kejadian yang akan dalam kehidupannya. Lokus kendali berkaitan dengan sikap kerja seseorang dan citra diri yang dimilikinya, lokus kendali di bagi menjadi dua yaitu: lokus kendali internal dan lokus kendali eksternal. Pegawai dinas sosial provinsi ntt yang cenderung memiliki lokus kendali eksternal akan merasa setiap kejadian yang dialami dalam hidupnya berada diluar kendalinya, orang dengan lokus kendali internal yang dominan akan merasa memiliki peranan atau kekuatan dalam setiap hal yang terjadi dalam hidupnya. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kauntitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara efikasi diri, lokus kendali dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara memberikan kuesioner (daftar Pertanyaan) yang diberikan kepada responden untuk diminta tanggapannya terhadap Efikasi Diri,Lokus Kendali dan kinerja pegawai. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif, populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT yang berjumlah 100 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisoner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertamadiketahui bahwa untuk variabel efikasi diri (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) ditemukan tabel hitung sebesar 0,467 1,672. Efikasi Diri tidak berpengaruh signifikat terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Lokus Kendali (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) ditemukan nilai hitung sebesar 5,555 > 1,672. lokus Kendali berpengaruh signifikat terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan tabel hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisisen determinasi r2 adalah 0,355 atau 35,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh Efikasi Diri dan Lokus Kendali terhadap kinerja Pegawai adalah 35,5% sedangkan pengaruh sebesar 64,5% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT VISI MEDIA ASIA TBK berdasarkan current ratio quick ratio cash ratio inventory to NWC bahwa belum likuid DAN PT GLOBAL MEDIACOM TBK sudah likuid.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI KERJA, INSENTIF KERJA, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BPR TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG. Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kegiatan organisasi atau perusahan. Tanpa adanya sumber daya manusia tujuan dan sasaran organisasi tidak akan tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karna itu sumber daya manusia sangat penting dalam sebuah organisasi.Sumber daya manusia berperan menentukan berhasil tidaknya perusahaan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi atau perusahaan mempunyai cara dan kehidupan yang berbeda. Keadaan ini merupakan masalah yang rumit bagi perusahan yang harus diberikan perhatian khusus dalam mengelola sumber daya manusianya, sebab jika pengelolaan tidak baik maka akan timbul masalah yaitu kinerja karyawan menurun. Masalah ini akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawan. Mangkunegara (2012) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas, dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberkan kepadanya. Hal ini terlihat ketika karyawan tidak menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang ditentukan. kinerja penting dalam organisasi karena dapat menentukan mati dan hidup sebuah perusahaan. Kemampuan dalam meningkatkan kinerja tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang akan menyebabkan munculnya Komunikasi bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. komunikasi tampak dari ketidakpahaman, sehingga perlu adanya komunikasi yang baik antara pimpinan dan bawahan, Pencapaian tujuan perusahaan dan pelaksana manajemen perusahann akan menjadi efektif dan efesien apabila komunikasi antara pimpinan dengan bawahan serta komunikasi antar sesama karyawan berjalan dengan baik Dengan diterapkan komunikasi yang baik kepada semua sumber daya manusia agar tercapainya suatu target yang memuaskan dalam perusahaan tersebut. Muhamad (2000;1) Komunikasi yang baik akan menimbulkan saling pengertian dan kenyamanan dalam bekerja.Kondisi ini dapat menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan karyawan lainnya dan sehingga turunnya motivasi kerja karyawan.kondisi ini di karenakanKurangnya interaksi antara individu,sehingga ketika berkomunikasi terjadi kesalapahaman. Dengan adanyakomunikasi yang jelas daripemimpin,tentu bawahan akanmenambahdukunganuntuk tetap bekerja dengan baik sehingga karaywan mendapatkan kepuasan kerja. .Dengan memberikan informasi yang jelas karyawan merasa senang dalam bekerja dan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Oleh sebab itu untuk mendapatkat karyawan yang yang berprestasi tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, karna selain faktor pendidikan umur, dan pengalaman, masih harus di imbangi dengan pemberian penghargaan yang memuaskan. Sebab masalah masalah prestasi kerja karyawan ini berkaitan dengan masalah terpenuhi tidaknya kebutuhan seorang karyawan. Salah satucara yang efektif untukmeningkatkatkankinerjakaraywan adalahdengan penerapan sisteminsentif yang tetap sehinggapegawaitetapsemangat dengan menimbulkan motivasi agar dicapai kepuasan bagipara karyawan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menjawab tiga persoalan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah komunikasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kedua apakah insentif kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan ketiga apakah motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalm penelitian ini seluruh karyawan dalam perusahaan tersebut. Dengan jumlah 78 responden .metode pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang di sebarkan kepada seluruh karyawan PT. BPR Tanaoba Lais Manekat Kupang berupa pertanyaan tentang anlisis pengaruh komunikasi kerja ,insentif kerja dan motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan. data kemudian diperoleh dan diolah menggunakan alat bantu SPSS versi 16.00. maka dalm penelitian ini ditentukan dengan sampel yang dihitung menggunakan tiga kotak three-box method. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, nilai konsanta yang di peroleh sebesar 3.270 menunjukan bahwa komunikasi kerja (X1) , insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) di anggap konstan menyebabkan kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 3.270 dengan nilai koefisien β1 sebesar 0,348 jika variabel komunikasi kerja( X1) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) akan menigkat 0,384 nilai koefisien β2 sebesar 0,224 jika variabel insentif kerja (X2) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat 0,224, dan nilai koefisien β3 sebesar 0,428 jika variabel motivasi berprestasi (X3) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 0,428 dengan hal tersebut menunjukan bahwa variabel komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) memiliki arah yang positif terhadap kinerja karyawan (Y). Teknik hasil analisis data pada penelitian ini menunjukan secara signifikan menghasilkan variabel komunikasi kerja (X1) pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (X) dengan hasil uji thitung sebesar 4.783 lebih besar dari ttabel sebesar 1,666. untuk variabel insentif kerja (X2) kerja pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan(Y) dengan hasil uji thitung 2.501, lebih besar dari nilai ttabel 1,666, dan untuk variabel motivasi berprestasi (X3) pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan hasil uji thitung sebesar 3.559, lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,666. dengan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Hasil perhitungan nilai uji F nilai Fhitung sebesar 81.397 lebih besar dari Ftabel 2,494 maka sebagaimana di simpulkan bahwa komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2), dan motivasi berprestasi (X3) secara simultan mempunyai pengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan (Y).pada nilai koefisien Determinan (R2) di ketahui nilai adjusted R square sebesar 0,767 atau 76, 7 %. Dalam pengujian hipotesis juga diketahui bahwa variabel komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) dapat mempengaruhi kinerja karyawan (Y) sebesar 0,767 %.sedangkan sisanya sebesar 23,3 % disebabkan oleh factor lainya yang tidak diteliti dalam variabel tersebut. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel komunikasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, insentif kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan Motivasi berprestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. uji F menunjukan bahwa secara simultan komunikasi kerja, insentif kerja dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dan uji R2 secara bersama–sama (simultan) antara variabel komunikasi kerja (X1), insentifkerja (X2), dan motivasi berprestasi (X3) terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Komunikasi kerja, Insentif, Motivasi Berprestasi dan Kinerja Karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YUNIUS KAMALAI, 16411367 Analisis Hubungan pengawasan Pemimpin dann Disiplin Kerja Dengan kinerja pegawai pada dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Alor Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Hermyn B. Hina,S.E.,M.Si dan Pembimbing 2 (dua) Ibu Alya E. Sjioen, SE.,MM Menurut Usman Effendi (2014:138) mengemukakan bahwa pengawasan merupakan fungsi manajemen yang paling esensial, sebaik apa pun kegiatan pekerjaan tanpa adanya dilaksanakan pengawasan pekerjaan itu tidak dapat dikatakan berhasil. Rivai dan Veithzal (2010:45) menyatakan bahwa disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peratura perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Menurut Moekijat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan dari Pengawasan emimpin dan Disiplin kerja Dengan kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis Korelasi person. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai dengan nilai nilai R hitung sebesar 0,593 untuk variabel Pengawasan peimpin dan R hitung sebersar 0,643 yang menunjukan bahwa variabel Pengawasan pemimpin meemiliki hubungan yang sedang berdasarkan derajat hubungan person korelasi, sementara variabel Disiplin kerja memiliki derajat hubungan kuat, hal ini dibuktikan dengan pedoman derajat hubungan person korelasi. Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja juga terbukti melalui uji T test yang menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 3,009362928 > 1,701133, begitu juga dengan variabell Disiplin kerja juga terbukti berhubungan dengan Kinerja pegawai karena berdasarkan pengujian T test menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 2,78022079117 > 1,70113. Maka dari itu maka hipotesis untuk kedua variabel adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja maka instansi harus memperhatikan dan meningkatkan Penawasan Pemimpin dan Disiplin kerja para pegawai khususnya dalam hal tanggung jawab dan kejujuran agar karyawan lebih memiliki rasa tanggung jawab dan kejujuran dan dapat meningkatkan kinerja dan dapat meencappai tujuan dari organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem transportasi mempunyai peran vital dalam pembangunan nasional. Untuk itu perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai, diantaranya adalah tersedianya kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Selain memberikan manfaat besar, kendaraan bermotor juga tidak terlepas dari permasalahan yang ditimbulkannya, seperti kecelakaan, kemacetan, kebisingan suara dan pencemaran udara akibat emisi gas buang. Untuk itulah pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan agar setiap kendaraan bermotor wajib uji memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai dengan ambang batas yang telah ditetapkan (UU No. 22, 2009). Pada UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor dibawah naungan Dinas Perhubungan Kota Kupang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah Daerah yang menangani dan mengelola jasa Pengujian Kendaraan Bermotor atau dalam istilah di masyarakat lebih dikenal dengan nama “Uji KIR”. Jenis pelayanan yang ingin peneliti bahas dalam penelitian ini ialah jenis pelayanan pengujian berkala sistem drive thru, karena ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang untuk mempercepat waktu pelayanan pengujian. Jadi, pengemudi bisa langsung melaksanakan proses pengujian dari proses daftar hingga akhir tanpa perlu turun dari kendaraan lagi. Dalam suatu organisasi karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan baik bila ditunjang oleh keadaan lingkungan kerja yang memadai (Irianti, 2013). Sowmya dan Panchanatham (2011), berpendapat jika perusahaan ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang (Luthans, 2006). Menurut Ivancevich, et al, (2007) mendefinisikan stres kerja sebagai perasaan tegang, gelisah atau khawatir, semua perasaan merupakan manifestasi dari pengalaman stres, suatu terprogram yang kompleks untuk mempersepsikan ancaman yang dapat menimbulkan hasil yang positif maupun negatif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan kondisi fisik dan psikologis seseorang yang ditunjukkan melalui sikap atau perilaku seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, yang disebabkan oleh suatu permasalahan yang mengganggu pikiran seseorang yang tidak dapat diselesaikannya sendiri. Menurut Robbins (2008), indikator yang digunakan untk mengukur tingkatan stres tersebut yaitu pertama dengan melihat kondisi dari gejala fisiologis, seperti sakit kepala, meningkatnya tekanan darah dan laju detak jantung. Yang kedua kondisi gejala psikologis, seperti ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, depresi, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan. Dan yang ketiga kondisi gejala perilaku, seperti kemangkiran, perubahan kebiasaan makan, meningkatkan konsumsi rokok dan alkohol. Menurut Rezaei dan Baalousha (2011), kinerja itu bersifat individual, karena dalam melaksanakan tugasnya masing-masing individu karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda, dan dengan meningkatnya kinerja berarti meningkatkan mutu dan standar perusahaan. Kinerja karyawan memegang peranan penting dalam suatu organisasi. Kinerja karyawan merupakan nafas dari kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu adakalanya perusahaan mengadakan suatu acara di luar kegiatan perusahaan seperti outbound dengan tujuan untuk mengajak para karyawan refreshing sejenak dari rutinitas pekerjaan sehari-hari dan membangkitkan kembali semangat bekerja serta meningkatkan kerjasama antar karyawan. Kinerja juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik. Dinas perhubungan kota kupang ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Selain kinerja, lingkungan kerja fisik juga dapat mempengaruhi stres kerja. sebagian besar stres kerja berawal dari lingkungan kerja yang buruk dan berdampak pada pekerjaan. Jika seseorang stres dalam pekerjaannya, maka ia tidak akan dapat memberikan 100% kemampuan terbaiknya sehingga efisiensi kerjanya akan terpengaruh. Terdapat banyak hal yang mampu mempengaruhi keterlambatan pengujian tersebut, atau dengan kata lain rendahnya kinerja pegawai di UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota kupang salah satunya adalah Stres Kerja. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang. Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan memicu timbulnya stres pada karyawan dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerjanya.Populasi merupakan subyek atau obyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik spesifik yang telah dipilih oleh peneliti untuk diteliti. Populasi penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Menurut arikunto (2017) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Arikunto mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, maka seluruh populasi menjadi sample penelitian. Di mana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel sehingga sampel dalam penelitian ini seluruh pegawai sebanyak 80 pegawai. Menurut Sugiyono (2018:2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu Lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) terhadap Kinerja pegawaI (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai(Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerjan sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275). Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres Kerja (X2) terhadap kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y 2.451 + 0.434 X1 +0. 480 X2 1. Nilai konstantan sebesar 2,451 artinya jika Iklim Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres kerja (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 2,451. 2. Koefisien regresi (b1) sebesar 0 ,434 artinya jika Lingkungan Kerja Fisik (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0 ,434 atau 43,4. 3. Koefisien regresi (b2) sebesar 0, 480 artinya jika Stres Kerja mengalami kenaikan 1%, maka variabel kinerja Pegawai (Y) akan akan meningkat sebesar 0, 480 atau 48,0. 1. Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik (X1) terhadap kinerja Pegawai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja fisik (X1) ditemukan t hitung 5,254 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig. 0.000 oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b10) ditolak Ha (b10) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) memiliki pengaruh signifikan secara Parsial terhadap variabel kinerja Pegawai (Y). 2. Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Stres Kerja (X2) dan kinerja Pegawai (Y) diketahui bahwa variabel Stres Kerja (X2) ditemukan t hitung 6,857 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig 0, 000 Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima yaitu Stres Kerja memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja Pegawai. diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n 80 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F( k:df 2 n – k – 1 (F (277) jadi Ftabel 3, 12 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 54,258 lebih besar Ftabel 3,12 dan tingkat Sig 0,000 oleh karna itu nilai Sig 0,05 maka H0(b1 0) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara secara stimultan terhadap kinerja Pegawai (Y). diketahui besarnya koofisien determinasi R2 adalah 0,574 atau 57,4%. Hal ini berarti besarnya hubungan Lingkungan Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap kinerja Pegawai adalah 57,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,6% disebabkan oleh faktor lain. Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Stres Kerja Dan Kinerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG Kegiatan manajemen umumnya berupa usaha untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada. Sumber daya ini antara lain meliputi manusia, uang, mesin, informasi dan lain-lain. Keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki menjadi tantangan bagi setiap perusahaan. Perusahaan perlu melakukan penilaian (evaluasi) terhadap pelaksanaan program-program SDM yang telah dikembangkan dalam mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan untuk memastikan bahwa fungsi SDM telah berjalan dan memberikan kontribusinya dengan baik dalam pencapaian keberhasilan perusahaan.Menurut Kharis (2010:8), sumber daya manusia dapat dikatakan berkualitas manakala mereka mempunyai kemampuan untuk melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kemampuan tersebut hanya dapat dicapai manakala mereka mempunyai bekal pendidikan, latihan dan pengalaman yang cukup memadai untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Apabila karyawan tidak memiliki kualitas yang baik maka akan mempengaruhi kinerja yang dihasilkan dan akan berdampak pada kegiatan perusahaan.Dalam hal ini paspor adalah dokumen yang di keluarkan oleh republik Indonesia untuk melalukan perjalanan antar Negara selama jangka waktu tertentu. selain dokumen perjalanan, paspor juga berfungsi sebagai dokumen identitas diri yang di akui internasional. Karena itu, paspor bisa di pakai untuk membuka rekening bank, pesan tiket pesawat, reservasi hotel bahkan digital. tidak semua permohonan paspor yang di ajukan dapat terbit. Salah satu permohonan paspor ditolak adalah pemohon paspor ada dalam daftar cegah imigrasi. Pencegahan adalah pelarangan warga Negara Indonesia keluar wilayah RI, termasuk memperoleh paspor. Alasan lainnya adalah pemohon memberikan keterangan tidak benar saat mengajukan permohonan paspor, misalnya melampirkan dokumen persyaratan paspor yang di palsukan. Selain paspornya akan ditolak, permohonan tersebut akan diancam pidana penjara dan didenda sebagaimna ketentuan pasal 126 huruf C undang-undang nomr 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. Dengan demikian para karyawan harus memliki kualitas dan kinerja kerja yang baik dalam melakukan pekerjaan dengan memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan. Perusahaan sealalu membutuhkan tenaga-tenaga yang yang berkompeten dengan kinerja yang baik di bidangnya. Oleh karna itu kualitas SDM dan kinerja kerja karywan menjadi hal yang penting dalam permohonan pembutan pasrpor untuk dilakukan. Kinerja pegawai harus efektif dalam permohonan pembuatan pasrpor agar berjalan dengan baik dan mendukung lajunya perkembangan perusahaan. Menurut Sudjana (2010:6) Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteritik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 55 karyawan. Soehartono (2014, hlm. 57) mengatakan, “Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap dapat menggambarkan populasinya” maka dalam penelitian ini dipilih sampel penelitian ini adalah 35 karyawan. Menurut Sugiyono (2018: 2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara masukan hasil pengelolahan data angket responden kedalam tabel distribusi frekuensi. Didalam analisis pendahuluan ini akan menggambarkan tentang pengaruh kualitas sumberdaya manusia, profesionalisme terhadap kinerja kerja karyawan kantor imigrasi kelas 1 kupang. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu (X1) Kualitas Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme (X2) terhadap Kinerja Kerja (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja. Menurut Ghozali (2013:98) Uji statistik T pada dasarnya Uji T menunjukan sebeapa jauh pengaruh satu variable independen secara individual dalam meneranglkan variasi variable dependen.Dengan tingkat signifikan (X)5% dari dfn – k-1 diperoleh nilai t table, kemudian nilai t table di bandingkan dengan nilai t hitung yang diperoleh. Dengan membandingkan nilai t tersebut, maka diketahui pengaruhnya, yaitu dapat diterima atau ditolak hipotesis. Uji F adalah ujian signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F dihitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Koefisien Determinasi umumnya digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien Determinasi (R2) dinyatakan dalam persentassi, nilai yang mendekati satu berarti variasi variabel untuk memprediksi variabel dependen. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan tingkat Kualitas SDM (X1), Profesionalisme (X2) dan terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah terhadap Kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 28,822 + 0,588 X1-0,417 X2. 1. Nilai konstanta sebesar 28,822 artinya jika nilai kualitas SDM (X1) dan Profesionalisme kerja (X2) sama dengan 0, maka Kinerja Karyawan (Y) akan meningkat sebesar 28,822. 2. Koefisien Regresi (b1) sebesar 0,588) artinya jika kualitas SDM (X1) mengalami kenaikan 1%, maka Kinerja Karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,588 atau 58,8%. 3. Koefisien regresi b2 sebesar -0,417 artinya, jika Profesionalisme Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Karyawan (Y) akan menurun sebesar -0,417 atau 41,7%. a) Uji hipotesis pertama yaitu ada Kualitas SDM (X1) Kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa variabel Kualitas SDM (X1) ditemukan T hitung 4,185 lebih Besar dari T tabel 1,693 dan tingkat sig. 0,000. Maka, terbukti bahwa T hitung T table maka Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas Sumber Daya manusia berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. b) Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Profesionalisme Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Profesionalisme Kerja (X2) ditemukan T hitung -2,418 lebih kecil dari t tabel 1,693 dan tingkat sig 0,021 T 𝑎 . Maka terbukti bahawa T hitung T tabel. Artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Profesionalisme Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. uji koefisien determinasi (R2) diatas dapatdiketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.372 atau 37,2 %. Hal ini berarti besarnya pengaruh Kualitas SDM dan Profesionalisme Kerja terhadap kinerja karyawan adalah 37,2 %. Dan variabel yang tidak diteliti sebesar 62,8%. Kualitas Sumber Daya manusia berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Imigrasi kelas 1 Kupang. Profesionalisme Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang. Kata Kunci : Pengaruh Kualitas Sumberdaya Manusia, Profesionalisme Kerja, Dan Kinerja Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain.
Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governance yang mencakup Kepemilikan Institusional dan Leverageterhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2022. Kepemilikan Institusional adalah kepemilikan saham yang menjadi milik institusi ataupun lembaga. Makin tinggi kepemilikan institusional mengakibatkan makin kecil utang yang dibuat untuk mendanai perusahaan Wiranata dan Nugrahati (2013). Kepemilikan Institusional adalah kepemilikan saham yang menjadi milik institusi ataupun lembaga. Makin tinggi kepemilikan institusional mengakibatkan makin kecil utang yang dibuat untuk mendanai perusahaan. Kepemilikan istitusional memiliki arti penting dalam memonitoring manajemen karena dengan adanya kepemilikan oleh institusional akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal investor institusional sehingga dapat menghalangi perilaku opportunistic manajer. Leverage ialah ratio keuangan yang dipakai perusahaan guna melihat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban dalam membayar hutang jangka panjang (Lastri dkk, 2018). Leverage merupakan Rasio Keuangan yang digunakan perusahaan untuk mengukur kewajiban jangka panjang perusahaan, untuk melihat mampu tidaknya perusahaan tersebut memenuhi kewajiban dalam membayar hutang. Dalam penelitian ini asumsi yang digunakan adalah perusahaan akan menjadi semakin baik apa bila menggunakan utang semakin besar. Dengan nilai utang yang semakin besar, nilai aktiva perusahaan akan mengalami peningkatan profitabilitas perusahaan. Dengan sumber dana yang lebih besar, besar kemungkinan keuntungan meningkat namun di ikuti pula dengan peningkatan rasio. Kinerja keuangan merupakan hasil kerja dari beberapa bagian suatu perusahaan yang dapat dilihat pada posisi keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu dalam hal pembiayaan, distribusi dana, kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas perusahaan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan yang diperoleh dari www.idx.co.id dan situs resmi perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Good Corporate Governance yang difokuskan pada aspek Kepemilikan Institusional dan Leverage yang menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Variabel Dependen yang digunakan adalah Kinerja Keuangan perusahaan Healthcare yang menggunakan Return On Asset (ROA). Populasi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 yaitu sebanyak 30 Perusahaan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu(Sugiyono, 2010). Berdasarkan kriteria-kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan maka terdapat 13 perusahaan yang akan digunakan sebagi sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis Statistik deskriptif dengan pengujian hipotesis menggunakan SPSS versi 25 . Hasil Penelitian menunjukan bahwa Kepemilikan Institusional dengan t hitung bernilai -4.086 dengan nilai signifikasi senilai 0.0000,05. Artinya secara parsial Kepemilkan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Variabel Leverage t hitung bernilai 3.049 dengan nilai signifikan senilai 0,0040,05 artinya secara parsial Leverage mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan Healthcare di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Maka Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kepemilikan dan Leverage berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada perusahaan Healthcare di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022.