Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: motivasi kerja dan kinerja karyawan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SAAT PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR DINAS KESBANGPOL KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis Pengaruh Kemampuan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Saat Pendemic Covid-19 Pada Kantor Dinas Kesbangpol Kota Kupang. Skripsi,Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Jusuf Aboladaka,SE,M.Si dan Pembimbing 2 ibu Hermyn B.Hina, S.E.,M.Si. Peneliti menemukan bahwa Pegawai pada kantor dinas kesbangpol berjumlah 35 orang. Dari 35 orang pegawai hanya 25 0rang yang tingkat kehadiranya sesuai dengan hari kerja yaitu 23 hari dalam sebulan. Selain itu dari 10 orang tingkat kehadiranya belum maksimal sesuai dengan jumlah hari kerja dikarenakan mengambil cuti. Oleh karena itu peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemimpin belum bisa mempengaruhi pegawai lainnya. Artinya pemimpin belum mampu memberikan perhatian secara individual atau secara intens dengan pegawai lainnya. Dengan demikian akan berpengaruh pada kinerja pegawai yang merupakan tingkat kehadiranya sesuai dengan hari kerja hanya 25 0rang dari 35 pegawai desa mata air,sedangkan 15 pegawai belum maksimal dalam tingkat kehadiranya. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa kurangnya kemampuan dan motivasi kerja pegawai dikarenakan pemimpin belum bisa memberikan ketegasan maupun berhatian kusus terhadap beberapa pegawai yang sering mengambil cuti saat pendemic covid 19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai saat pendemic covid 19 pada kantor dinas kesbangpol kota kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kususnya pegawai di kantor dinas kesbangpol kota kupang yang berjumlah 35 orang Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai dimana didapat Thitung dimana 1,693 dengan signifikansi 0,05 oleh dimana 767 > dari 0,05. 2) terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara motivasi kerja didapat nilai Thitung 0,36 dengan signifikan > 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SINAR BANGUNAN MANDIRI KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SINAR BANGUNAN MANDIRI KOTA KUPANG Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting dalam perusahaan karena manusia adalah penggerakan seluruh aktivitas perusahan. Manusia sebagai tenaga kerja harus dikelola dengan baik agar mampu bersaing di pasar global. Sumber daya yang berkualitas adalah yang memiliki kinerja tinggi. Hasibuan (2010) menyatakan kinerja adalah salah satu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksankaan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapaan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting. Suatu organisasi atau perusahaan mengingginkan karyawan untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Wahyuningsih (2003) kinerja adalah sebagai suatu tingkatan dimana karyawan memenuhi atau mencapai persyaratan kerja yang ditentukan. Kinerja merupakan catatan outcome yang dihasilkan dari suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama satu periode waktu tertentu. Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang, sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing-masing karyawan selama periode waktu tertentu. Sunarsih (2001) dan Swandari (2003) mendefenisikan bahwa kepemimpinan transformasional sebagai pemimpin yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi bawahan dengan cara-cara tertentu. Bawahan merasa percaya, kagum loyal dan hormat terhadap atasannya sehingga bawahan termotivasi untuk berbuat lebih banyak dari pada apa yang bisa dilakukan dan diharapkannya. Menurut Suranta (2002) motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi yang ada pada saat diri seseorang akan mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan. Hasibun (2010) menyatakan motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarhkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama secara produktif berhasil mencapai dan mewujuhkan tujuan yang telah ditentukan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut, maka objek yang peneliti teliti adalah PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data orginal lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 3,598. Hasi Uji T menunjukan bahw thitung sebesar 3.022ttabel 1.683 maka, Ho di tolak dan Ha di terima yaitu Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Dan nilai thitung sebesar 28.911>ttabel 1.683 maka, Ho di tolak dan Ha di terima yaitu motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Untuk hasil Uji F dapat diketahui Fhitung >Ftabel yaitu 620.172>2,84 maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan kinerja karyawan, motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisensi Determinasi (R²) dapat diketahui bahwa nilai R Sguare adalah 0,914 atau 91,4%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja terhadap kinerja karyawan adalah 90,6% sedangkan sebesar 1,6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAPKINERJA KARYAWAN PADA ASTON KUPANG HOTEL & CONVENTION CENTER

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh pegawai atau sekelompok pegawai dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika (Sinambela, 2006). Kinerja karyawan yang baik jika mempunyai keahlian (skill) yang tinggi, bersedia bekerja apabila mendapat imbalan (gaji) atau diberi sesuai dengan kesepakatan, serta memiliki masa depan dan harapan yang baik (Prawirosentono, 1999). Kinerja sangat tinggi berarti terjadinya peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas lebih baik dalam menyelesaikan tugas-tugas yang akan dibebankan kesetiap individu (Murty dan Hudiwinarsih, 2012). Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau cara yang dipilih dan dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku para anggota organisasi bawahannya. Sikap dan gaya prilaku pemimpin sangat besar pengaruhnya terhadap organisasi yang dipimpinnya, hal ini dapat berpengaruh terhadap produktivitas organisasi. Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki prilaku yang berbeda-beda dalam memimpin para bawahannya hal ini diartikan oleh bawahannya sebagai gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin harus menerapkan gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Adanya gaya kepemimpinan yang sesuai situasi dan kondisi organisasi maka karyawan akan lebih semangat dalam menjalankan tugas serta kewajibannya dan akan meningkatkan kemampuan karyawan dalam bekerja. Sehingga kinerja karyawan tersebut dapat maksimal dan sesuai dengan kompetensi yang ada dalam diri masing-masing karyawan (Wirawan, 2013). Aston Kupang Hotel & Convention Center membutuhkan seorang pemimpin yang baik agar mampu mengendalikan dan mengawasi semua system dan fungsi yang ada. Seorang pemimpin yang harus mampu mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, menjalankan serta mengawasi setiap pekerjaan. Disamping itu, pegawai juga membutukan motivasi sebagai bahan bakar dalam bekerja yang baik agar semangat menciptakan kinerja yang sesuai harapan. Motivasi kerja merupakan faktor yang kehadirannya dapat menimbulkan kepuasan kerja, dan meningkatkan kinerja karyawan (Umar,1999).Pemberian motivasi menjadi kebutuhan penting bagi pegawai. Motivasi ini melalui serangkaian usaha tertentu yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dalam memberikan motivasi antar pegawai tidak sama. Hal ini karena pegawai memiliki cara pandang yang berbeda dalam menerima adanya motivasi. Kegiatan tersebut harus diarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan sehingga prestasi pegawai bisa terarah dengan baik. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 52 orang yang bekerja di Aston kupang Hotel & Convention Center. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsial gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di Aston kupang Hotel & Convention Center. Pada Uji T menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 2,113 lebih besar t tabel = 1,67655 dan tingkat Sig. = 0,040 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruhi motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 2,962 lebih besar t tabel = 1,67655 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil dari 0,05.Dan terakhir berdasarkan pada hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.196 atau 19,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 19,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 80,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.ANGKASA PURA I PERSERO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi proses perubahan ekonomi pada akhirnya tergantung pada orang yang menyebabkan dalam melaksanakan pekerjaan, karyawan tidak lepas dari komunikasi dengan sesama rekan sekerja, dengan atasan dan dengan bawahan. Komunikasi yang baik dapat menjadi sarana yang tepat dalam meningkatkan kinerja karyawan. Melalui komunikasi, karyawan dapat meminta petunjuk kepada atasan mengenai pelaksanaa kerja. Dalam organisasi dan keseharian kita tidak pernah lepas dari komunikasi, komunikasi dalam perusahaan juga harus diperhatikan karena komunikasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pencapaian tujuan, dengan komunikasi akan terjadi hubungan timbal balik dari tiap-tiap orang dalam perusahaan baik berupa saran, pendapat, maupun kritik. Untuk meningkatkan sumber daya manusia atau kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan bisa dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik. Menurut Robert dalam (Muhammad,2007:90) menyatakan terdapat hubungan kualitas dan kuantitas komunikasi dalam organisasi terhadap kinerja perusahaan atau organisasi. Menurut Sutrisno (2009:109) mengatakan bahwa motivasi adalah faktor yang mendorong sesorang untuk melakukan sesuatu aktifitas tertentu, oleh karena itu sering di artikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarakan daya dan potensi bawahan agar mau bekerja sama produktif sehingga akan mencapai suatu keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Untuk menciptakan peningkatan kinerja yang tinggi , maka di butuhkan adanya motivasi kerja yang baik, Menurut Fahmi (2014:107) “motivasi adalah aktifitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan” dan berdasarkan data penilaian kinerja karyawan PT. Angkasa Pura I (Persero) Kupang pada tabel 1.1 di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2020 kinerja karyawan mengalami penurunan atau kurang maksimal, sehingga dapat menghambat setiap pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan dalam perusahaan tersebut..Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu komunikasi, motivasi xvi kerja dan kinerja karyawan. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat dari 101 populasi kemudian diambil sampel sebanyak 50 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Sampel yang digunakan adalah karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 6,631 + 0,153 X1 + 0,523 X2. Selain itu, berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh komunikasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel komunikasi (X1) ditemukan t hitung = 2,358 lebih besar t tabel = 2,009 dan tingkat Sig. = 0,015. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel komunikasi (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Dan uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).Diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 9,919 lebih besar t tabel = 2,009 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b2 = 0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Dan dilihat bahwa nilai f hitung sebesar 204,234 lebih besar dari f tabel 2,79 dengan Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi (X1) dan motivasi kerja (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada (Y) pada PT. Angkasa Pura I (Persero) Kupang . Pada hasil uji didapati juga nilai R Square sebesar 0,897 menunjukkan angka koefisien determinasinya (R2). Artinya bahwa sebesar 9% variabel kinerja keryawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel komunikasi (X1) dan motivasi kerja (X2). Sedangkan selisihnya 91% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan secara statistik terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang. Penelitian ini juga menunjukkan secara statistik terbukti bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail