ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KONFLIK KERJA, STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA LABORATORIUM PENGUJIAN DINAS PUPR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NAMA : RANDY YUSTENS WEWO NIM : 18410307 Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem sebuah manajemen perusahaan, dimana manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh terhadap kinerja dan aktivitas yang ada didalamnya sehingga dalam hal ini ada begitu banyak hal mengenai sistem dan peraturan kerja. Oleh karena itu salah satu faktor yang menjadi pendukungnya berjalanya SDM yaitu kerja sama agar dalam menjalankan sistem manajemen yang ada selain itu dalam meningkatkan mutu kualitas karyawan dan mengadakan pelatihan dan dasar-dasar pemahaman cara kerja yang efektif dan efisien dikarenakan itu sebagai wadah dan cara menilai program itu biasa diterima atau tidak dalam keseimbangan sebenarnya, mengacu pada hal ini ada berbagai macam hal yang akan dibahas dalam kerja. Masalah kerja yaitu adanya jam kerja yang berlebihan atau melewati batas kerja waktu normal sehingga dapat tejadinya konflik kerja, stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan Di Dinas PUPR Prov. NTT menilai dari permasalahan kerja yang ada didalam perusahaan atau pun diluar masalah secara pasti dan tidak disengaja masalah selalu saja hadir ketika dalam bekerja baik secara umum dan kecil di lingkungan kerja. Konflik kerja adalah permasalahan yang terjadi ketika bekerja atau sedang melaksanakan aktivitas dalam bekerja, stres kerja sendiri berasal dari konflik kerja karena masalah yang timbul akibat kerja menjadi lebh nyata dan sangat berpengaruh sekali baik itu secara transparan maupun linier, beban kerja dalam hal setelah seseorang melaksanakan pekerjaan nya tapi tidak biasa menuntaskannya maka akan berdampak menjadi beban untuk diri sendiri yang dimana pekerjaan tersebut harus dituntaskan baik itu perlahan tapi berjalan sesuai koridornya. Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT beralamat di JL. SK. Lerik Depan Balai Kota Kupang Walikota –Kupang Telp. (0380) 831806. Tugas pokok Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT adalah merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengujian melalui pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan urusan pekerjaan umum, pelayanan jasa uji mutu dan pengembangan jalan, jembatan dan sumber daya air serta keciptakaryaan. Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui pengaruh Stres kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui apakah beban kerja produk berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Konflik kerja adalah ketidaksesuaian diantara lebih dari dua anggota atau suatu faksi ( dalam suatu lembaga atau perusahaan) yang perlu memeca sumber daya yang sedikit atau aktivitas kerja dan karena fakta bahwa mereka memiliki kontras status, arah, perhitungan, atau pemahaman. b. Stres kerja adalah suatu keadaan krisis yang mengakibatkan adanya kesenjangan tubuh maupun psikis, yang mempengaruhi perassan, jalan pikiran, dan keadaan individu. Stres yang berlebihan dapat mempengaruhi kompotensi seseorang untuk beradapatsi dengan lingkungan sekitar.. Sebagai dampaknya, pada diri karyawan muncul berbagai macam fenomena stres yanng dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan. c. Beban kerja adalah volume dari hasil keja atau catatan tentang hasil pekerjaan yang dapat menunjukan volume yamg dapat dihasilkan oleh sejumlah pegawai dalam jumlah tertentu d. Kinerja karyawan yaitu hasil yang didapatkan suatu lembaga baik lembaga tercantum berkarakter berorientasi keuntungan dan tidak berorientasi keuntungan yanng didapatkan semasa satu kurun batas. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 32 orang responden. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang dibutuhkan berupa berupa data primer dan data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel konflik kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel stress kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel beban kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT dan secara simultan variabel stress kerja, konflik kerja dan beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Kata Kunci :Konflik Kerja, Stres Kerja, Beban Kerja Dan Kinerja Karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia adalah salah satu faktor penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai suatu tujuan dan sasarannya melalui usaha kooperatif sekelompok orang didalamnya, sehingga dapat dikatakan sumber
daya manusia adalah salah satu faktor penentu berhasilnya atau tidak suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika kerja dan stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, pengaruh stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT.PLN (persero ) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur
yang berjumlah 112 orang teknik sampel yang di gunakan adalah teknik random atau sampling acak dengan demikian sampel yang digunakan dalam peneliti ini adalah 87 orang karyawan PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adaalah kuesioner.
Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan SPSS Adapun penjelasan dari persaman regresi linear berganda adalah sebagai berikut Y=4,306+0,801+0,589, nilai konstanta kepuasan kerja (Y) = 4,306 artinya jika etika kerja (X1) dan stress kerja (X2) sama dengan nol maka, kepuasan kerja (Y) sebesar 4,306, nilai koefsien etika kerja (X1) = 0,801 artinya etika kerja (X1) mengalami kenaikan satu poin maka, kepuasan kerja (Y) sebesar 0,801, nilai koefiseien stress
kerja (X2) = 0,589 artinya apabila stress kerja (X2) mengalami kenaikan satu poin maka, kepuasan kerja (Y) sebesar 0, 598. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, Dari hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien etika kerja (X1) sebesar 0.801 selain itu signifikan 0.000<0,05 sehinga dapat dikatakan bahwa variabel etika kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan . Dimana etika kerja
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dan terdapat pengaruh singnifikan stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan , Berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koeefisien stress kerja (X2) sebesar 0,589, selain itu signifikan
xvii 0,000<0,05 sehinga dapat disimpulkan bahwa variabel stress kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Pada PT. PLN (persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: Hasil penelitian membuktikan bahwa Etika kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan
pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah Nusa tenggara Timur, Hasil Penelitian membuktikan bahwa stress kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah Timur. Adapun
saran penelitian Yaitu Untuk meningkatkan kepuasan kerja, ada baiknya perusahaan lebih memperhatikan etika kerja setiap karyawannya, dengan selalu memperhatikan sikap kerja yang terjadi di antara karyawan agar kepuasan kerja dapat ditingkatkan.hendaknya stress kerja tersebut juga benar-benar diperhatikan seperti beban kerja yang berlebih, agar jangan terjadi tumpang tindih pekerjaan bagi karyawan. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar penelitian ini dapat dijadikan
bahan referensi, untuk penelitian selanjutnya
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kabupaten Timor Tengah Selatan) OLEH GENI HELENA LONA 17411402 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Secara Parsial dan Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey, dimana instrument penelitian ini berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 50 orang karyawan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 33 responden. Analisis data menggunakan persamaan regresi linier berganda dan pembuktian hipotesis dengan menggunakan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Uji statistik menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil pengujian hipotesis pada Uji t membuktikan bahwa Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan PDAM kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. variabel Beban Kerja sebesar 0,095 > 0,05 yang berarti bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Variabel Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig. variabel stres kerja sebesar 0,001 0,05 yang berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil Statsitik (Uji F), secara simultan beban kerja dan stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan. Berdasarkan hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) diketahui bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,410. hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 41% sisanya 59% dijelaskan oleh variabel lain. Maka dapat disimpulkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan sementara Stres Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Kabupaten Timor Tengah Selatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG Pada era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi dan sektor ekonomi yang pesat mengakibatkan semakin tumbuh dan berkembangnya dunia usaha dan pertumbuhan bisnis yang secara tidak langsung akan memacu perkembangan industri yang semakin dipengaruhi dengan persaingan yang ketat dan banyak menimbulkan berbagai macam persoalan yang dihadapi perusahaan yaitu bagaimana caranya meningkatkan kinerja dan memenuhi standar. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat strategis dan fundamental dalam organisasi. Sumber daya manusia berperan menentukan berhasil tidaknya organisasi/perusahaan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi atau perusahaan mempunyai cara berfikir, sikap, tingkah laku, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Keadaan ini merupakan masalah yang rumit bagi perusahaan yang harus diberikan perhatian khusus dalam mengelola sumber daya manusianya, sebab jika pengelolaannya tidak baik maka akan timbul masalah yaitu kinerja karyawan akan menurun, masalah yang timbul ini akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawannya. Mangkunegara (2012) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dipandang perlu dalam organisasi perusahaan karena dapat menentukan hidup matinya sebuah perusahaan. Kemampuan dalam kinerja karyawan tidak lepas dari kemampuan para pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang akan menyebabkan munculnya stres kerja bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. Stres kerja ini tampak dari emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan. Husni (2013) menyatakan bahwa Stres kerja yang terjadi biasanya berawal dari tuntutan pekerjaan yang banyak tetapi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dirasakan sangat mendesak. Dan iklim kerja yang tidak sehat seperti persaingan yang tidak positif diantara karyawan membuat stres yang berkelanjutan bagi para pekerjanya. Stres didalam pekerjaan ada yang positif dan negatif. Untuk gambaran positifnya adalah para karyawan selalu bekerja lebih giat apabila mendapat tekanan dari pimpinan dan negatifnya adalah para karyawan terlihat terlalu santai apabila pimpinan tidak ada di tempat. Stres kerja yang dialami oleh karyawan dapat berdampak pada kinerja karyawan itu sendiri. Stres kerja karyawan perlu dikelola oleh seorang pimpinan perusahaan agar potensi-potensi yang dapat merugikan perusahaan dapat diatasi. Selain stres kerja ada juga yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu motivasi. Motivasi kerja menurut Kadarisma (2012: 278) adalah penggerak atau pendorong dalam diri seseorang untuk mau berperilaku dan bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepadanya. Karyawan yang memiliki motivasi lemah atau menurun akan berdampak pula pada kinerja mereka sehingga akan berakibat pada titik maksimalnya mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Faktor-faktor yang memungkinkan untuk digunakan oleh perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerjanya guna meningkatkan produktifitas kerja karyawan, diantaranya gaji yang sesuai dengan indeks kehidupan lokal, training bagi karyawan-karyawan tertentu yang memiliki prospek di masa depan, motivasi individual maupun kolektif melalui berbagai cara misalnya pemberian insentif yang proporsional dengan motivasi kerjanya, atau promosi jabatan yang diharapkan dapat merubah tingkat kehidupannya sehingga menjadi lebih baik. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (BPR TLM), merupakan unit usaha yang didirikan dan dikembangkan oleh Yayasan TLM-GMIT untuk melayani kebutuhan nasabah akan akses pinjaman modal usaha kecil dan menengah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup jemaat serta masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Stres Kerja (X1), Motivasi Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 17.846 - 0.044X1+ 0.342 + e. Selanjutnya perolehan hasil Uji hipotesis pertama yaitu terdapat pengaruh negatif stres kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel stres kerja (X1) ditemukan t hitung = -0.396 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.694. Oleh karena nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel stres kerja (X1) berpengaruh negatif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Sedangkan pengujian hipotesis kedua yaitu terdapat pengaruh positif motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel motivasi kerja (X2) yaitu nilai t hitung = 3.737 lebih besar dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.000. Oleh karena nilai sig 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Selanjutnya untuk hasil pengujian Uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 7.181 lebih besar dari F tabel 2,744 dan perolehan nilai Sig sebesar 0.001. Oleh karena nilai sig 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Stres Kerja (X1), dan Motivasi Kerja (X2) secara simultan berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y). Kata Kunci: Kinerja Karyawan, Stres Kerja, Motivasi Kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang dan apakah beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang serta untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang yang berjumlah 55 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang (sampel jenuh). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel stres kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 75,815 sampai dengan 87,089. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 752,161 dan nilai rata-rata indeks sebesar 83,573 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel beban kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 70,541 sampai dengan 85,271. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 614,151 dan nilai rata-rata indeks sebesar 76,768 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel kinerja karyawan, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 59,086 sampai dengan 77,088. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 623,050 dan nilai rata-rata indeks sebesar 69,227 yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y = −34,354 + 1,028X₁ + 0,305X₂, diketahui konstanta regresi sebesar −34,354, koefisien regresi b₁ = 1,028 dan koefisien regresi b₂ = 0,305. Nilai konstanta sebesar −34,354 artinya jika stres kerja (X₁) dan beban kerja (X₂) bernilai nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar −34,354 satuan. Koefisien regresi stres kerja (b₁) sebesar 1,028 artinya jika stres kerja (X₁) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 1,028 satuan. Koefisien regresi bernilai positif yang berarti terdapat pengaruh positif stres kerja (X₁) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi beban kerja (b₂) sebesar 0,305 artinya jika beban kerja (X₂) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,305 satuan, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Implementasi terapan: Berdasarkan hasil penelitian, yang menunjukan bahwa stress kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Aneka Niaga Kota Kupang, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang, diharapkan dapat memperhatikan dan mengelola Tingkat stress kerja karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, komunikasi yang baik antara atasan dan karyawan, serta pemberian dukungan kerja yang memadai, agar tidak berdampak negatif terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya meskipun beban kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang tetap diharapkan dapat memperhatikan pengelolaan beban kerja dengan memberikan arahan yang jelas, target kerja yang realistis, serta waktu penyelesaian pekerjaan yang cukup sehingga karyawan dapat bekerja lebih efektif dan kondisi kerja karyawan tetap terjaga dengan baik. Selain itu masih terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan namun belum dibahas dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam kajian mengenai stress kerja dan beban kerja dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda, memperluas objek penelitian, serta menambah jumlah dan karakteristik responden yang lebih beragam agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem transportasi mempunyai peran vital dalam pembangunan nasional. Untuk itu perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai, diantaranya adalah tersedianya kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Selain memberikan manfaat besar, kendaraan bermotor juga tidak terlepas dari permasalahan yang ditimbulkannya, seperti kecelakaan, kemacetan, kebisingan suara dan pencemaran udara akibat emisi gas buang. Untuk itulah pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan agar setiap kendaraan bermotor wajib uji memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai dengan ambang batas yang telah ditetapkan (UU No. 22, 2009). Pada UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor dibawah naungan Dinas Perhubungan Kota Kupang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah Daerah yang menangani dan mengelola jasa Pengujian Kendaraan Bermotor atau dalam istilah di masyarakat lebih dikenal dengan nama “Uji KIR”. Jenis pelayanan yang ingin peneliti bahas dalam penelitian ini ialah jenis pelayanan pengujian berkala sistem drive thru, karena ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang untuk mempercepat waktu pelayanan pengujian. Jadi, pengemudi bisa langsung melaksanakan proses pengujian dari proses daftar hingga akhir tanpa perlu turun dari kendaraan lagi. Dalam suatu organisasi karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan baik bila ditunjang oleh keadaan lingkungan kerja yang memadai (Irianti, 2013). Sowmya dan Panchanatham (2011), berpendapat jika perusahaan ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang (Luthans, 2006). Menurut Ivancevich, et al, (2007) mendefinisikan stres kerja sebagai perasaan tegang, gelisah atau khawatir, semua perasaan merupakan manifestasi dari pengalaman stres, suatu terprogram yang kompleks untuk mempersepsikan ancaman yang dapat menimbulkan hasil yang positif maupun negatif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan kondisi fisik dan psikologis seseorang yang ditunjukkan melalui sikap atau perilaku seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, yang disebabkan oleh suatu permasalahan yang mengganggu pikiran seseorang yang tidak dapat diselesaikannya sendiri. Menurut Robbins (2008), indikator yang digunakan untk mengukur tingkatan stres tersebut yaitu pertama dengan melihat kondisi dari gejala fisiologis, seperti sakit kepala, meningkatnya tekanan darah dan laju detak jantung. Yang kedua kondisi gejala psikologis, seperti ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, depresi, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan. Dan yang ketiga kondisi gejala perilaku, seperti kemangkiran, perubahan kebiasaan makan, meningkatkan konsumsi rokok dan alkohol. Menurut Rezaei dan Baalousha (2011), kinerja itu bersifat individual, karena dalam melaksanakan tugasnya masing-masing individu karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda, dan dengan meningkatnya kinerja berarti meningkatkan mutu dan standar perusahaan. Kinerja karyawan memegang peranan penting dalam suatu organisasi. Kinerja karyawan merupakan nafas dari kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu adakalanya perusahaan mengadakan suatu acara di luar kegiatan perusahaan seperti outbound dengan tujuan untuk mengajak para karyawan refreshing sejenak dari rutinitas pekerjaan sehari-hari dan membangkitkan kembali semangat bekerja serta meningkatkan kerjasama antar karyawan. Kinerja juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik. Dinas perhubungan kota kupang ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Selain kinerja, lingkungan kerja fisik juga dapat mempengaruhi stres kerja. sebagian besar stres kerja berawal dari lingkungan kerja yang buruk dan berdampak pada pekerjaan. Jika seseorang stres dalam pekerjaannya, maka ia tidak akan dapat memberikan 100% kemampuan terbaiknya sehingga efisiensi kerjanya akan terpengaruh. Terdapat banyak hal yang mampu mempengaruhi keterlambatan pengujian tersebut, atau dengan kata lain rendahnya kinerja pegawai di UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota kupang salah satunya adalah Stres Kerja. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang. Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan memicu timbulnya stres pada karyawan dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerjanya.Populasi merupakan subyek atau obyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik spesifik yang telah dipilih oleh peneliti untuk diteliti. Populasi penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Menurut arikunto (2017) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Arikunto mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, maka seluruh populasi menjadi sample penelitian. Di mana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel sehingga sampel dalam penelitian ini seluruh pegawai sebanyak 80 pegawai. Menurut Sugiyono (2018:2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu Lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) terhadap Kinerja pegawaI (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai(Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerjan sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275). Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres Kerja (X2) terhadap kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y 2.451 + 0.434 X1 +0. 480 X2 1. Nilai konstantan sebesar 2,451 artinya jika Iklim Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres kerja (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 2,451. 2. Koefisien regresi (b1) sebesar 0 ,434 artinya jika Lingkungan Kerja Fisik (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0 ,434 atau 43,4. 3. Koefisien regresi (b2) sebesar 0, 480 artinya jika Stres Kerja mengalami kenaikan 1%, maka variabel kinerja Pegawai (Y) akan akan meningkat sebesar 0, 480 atau 48,0. 1. Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik (X1) terhadap kinerja Pegawai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja fisik (X1) ditemukan t hitung 5,254 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig. 0.000 oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b10) ditolak Ha (b10) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) memiliki pengaruh signifikan secara Parsial terhadap variabel kinerja Pegawai (Y). 2. Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Stres Kerja (X2) dan kinerja Pegawai (Y) diketahui bahwa variabel Stres Kerja (X2) ditemukan t hitung 6,857 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig 0, 000 Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima yaitu Stres Kerja memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja Pegawai. diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n 80 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F( k:df 2 n – k – 1 (F (277) jadi Ftabel 3, 12 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 54,258 lebih besar Ftabel 3,12 dan tingkat Sig 0,000 oleh karna itu nilai Sig 0,05 maka H0(b1 0) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara secara stimultan terhadap kinerja Pegawai (Y). diketahui besarnya koofisien determinasi R2 adalah 0,574 atau 57,4%. Hal ini berarti besarnya hubungan Lingkungan Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap kinerja Pegawai adalah 57,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,6% disebabkan oleh faktor lain. Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Stres Kerja Dan Kinerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Pada dasarnya perusaan dituntut untuk menciptakan kinerja pegawai yang tinggi untuk mengembangkan perusahaan. Kinerja atau Performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategi suatu organisasi. Kinerja merupakan salah satu asset utama suatu organisasi yang menjadi perencana dan perilaku aktif dari setiap aktivitas organisasi mereka mempunyai pikiran, perasaan, keinginan, status, dan latar belakang pendidikan usia dan jenis kelamin yang heterogen yang dibawa dalam suatu organisasi. Dengan adanya pekerjaan yang tidak menjadi beban kerja terhadap kinerja pegawai maka pegawai akan selalu produktif dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi organisasi. Dari data kinerja pegawai Dinas Kelautan dan perikanan Prov NTT hasil pencapaian yang diperoleh 61%, 93%, 59% dapat diketahui nilai kinerja pegawai kurang dari 100% atau capaian kinerja pegawai belum bisa terlaksana dengan apa yang sudah ditargetkan. Dengan begitu beban kerja yang ada pada perusahaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai yang dihasilkannya. Stress dapat memberikan pengaruh positif dan negative terhadap pegawai. Pengaruh positif dari stress adalah dapat mendorong pegawai untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sehingga lebih terpacu lagi untuk bekerja sedangkan pengaruh negativnya dapat membuat pegawai tidak focus, salah satu tipe penghambat dalam kinerja pegawai diperusahaan adalah beban kerja yang mungkin berlebihan pada pegawai dan dapat mengakibatkan timbulnya stress kerja. Persoalan penelitian ini adalah apakah beban kerja mempunyai hubungan dengan kinerja Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT, Apakah stress kerja mempunyai hubungan dengan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PNS Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT yang berjumlah 48 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 48 responden yaitu pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT untuk dijawab secara benar dan lengkap. Untuk analisis pendahuluan peneliti menggunakan analisis deskriptif memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden ke dalam data table distribusi frekuensi berkaitan dengan beban kerja, stress kerja dan kinerja. dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variable. Berdasarkan hasil uji korelasi Product Moment Pearson antara beban kerja terhadap kinerja sebesar -0,168 yang berarti hubungan kedua variable sangat lemah. Korelasi bernilai negative menunjukan bahwa hubungan beban kerja dan strse kerja tidak searah, artinya semakin tinggi beban kerja maka semakin rendah kinerja pegawai dan sebaliknya. Nilai uji signifikan (Sig 2-tailed) bernilai 0,254 atau >0,05 (Ho diterima Ha ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Uji korelasi Product Moment Pearson antara stress kerja terhadap kinerja pegawai sebesar -0,116 artinya hubungan kedua variable sangat lemah, korelasi bernilai negative menunjukan bahwa hubungan antara stress kerja terhadap kinerja pegawai tidak searah, artinya semakin tinggi pegawai mengalami stress kerja maka semakin rendah kinerja pegawai dn sebaliknya. Nilai uji signifikan (Sig 2-tailed) bernilai 0,432 atau >0,05 sehingga berdasarkan uji kriteria (Ha ditolak dan Ho diterima) atau dengan kata lain stress kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Dari hasil analisis yang dilakukan, kesimpulan yang didapat adalah: 1) beban kerja pegawai dinas kelautan dan perikanan Prov NTT secara parsial tidak memiliki hubungan yang signifikan dan bernilai negative yang menunjukan hubungan yang tidak searah terhadap kinerja pegawai. 2) stress kerja pegawai Dinas Kelautan Dan Perikanan Prov NTT secara parsial tidak memiliki hubungan dan bernilai negative yang menunjukan hubungan yang tidak searah terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG
Setiap perusahaan pasti memiliki target tertentu yang harus dicapai. Dalam pencapaian targetnya, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mendayagunakan manusia atau proses memperoleh, memajukan, mengembangkan, dan memelihara tenaga kerja sampai sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien, Fauji (2013). Tugas manajemen sumber daya manusia adalah mengelola unsur manusia dengan baik supaya mendapatkan karyawan yang puas akan pekerjaannya. Menejemen yang telah dipercaya oleh perusahaan dituntut untuk memperhatikan semangat kerja karyawan agar mendapatkan hasil yang diharapkan oleh perusahaan. Menurut Nitisemito (2002: 160) semangat kerja adalah Melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan akan lebih diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Semangat kerja dapat diartikan sebagai suatu iklim atau suasana kerja yang terdapat didalam suatu organisasi yang menunjukkan rasa kegairahan dalam melaksanakan pekerjaan dan mendorong mereka untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif. Semangat kerja merupakan hal penting yang harus dijalani oleh setiap karyawan di perusahaan manapun karena semangat kerja menggambarkan perasaan senang individu atau kelompok terhadap pekerjaannya. Menurut Utari (2020: 2) menjelaskan bahwa upaya meningkatkan semangat kerja karyawan pada sebuah perusahaan, tidak hanya kesejahteraan berupa gaji yang layak atau fasilitas yang memadai yang perlu diperhatikan, melainkan perlu memperhatikan kondisi psikologis karyawan. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis karyawan yaitu stress kerja dan konflik kerja. Sehingga faktor yang paling dominan menyebabkan turunnya semangat kerja adalah konflik kerja dan stres kerja.
Objek yang akan peneliti teliti dalam penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang merupakan Bank Perkreditan yang didirikan oleh Yayasan TLM pada tahun 2008 untuk melayani pinjaman kredit kecil, menengah dan simpanan. Demikian halnya BPR TLM (Tanaoba Lais Manekat) dengan jumlah karyawan total sebanyak 73 orang, yang terdiri dari 70 karyawan dengan 3 direktur (direktur utama, direktur kredit, direktur kepatuhan).
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh Negatif variabel Konflik Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan pada Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai t hitung = -0.868 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.388. Oleh karena nilai sig > 0,05. Sedangkan variabel independen stres kerja berpengaruh negatif Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan pada Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang. Hal ini dibukikan dengan perolean nilai t hitung sebesar = -0.642 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.523. Oleh karena nilai sig >0,05.
Kata Kunci :Semangat Kerja, Konflik Kerja, Stres Kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Stres Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang Nama : Fransiskus Xaverius Talo Nim : 17412553 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Manajemen ABSTRAKSI Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan cara memperhatikan stres kerja pegawai, kepuasan kerja pegawai. Stres Kerja dan Kepuasan Kerja merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu stres kerja dan kepuasan kerja merupakan komponen penting dalam memberikan motivasi bagi pegawai dalam berkerja. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan Apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuaan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah stres kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mangkunegara (2000:67) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi kerja atau hasil kerja (Output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Hasibuan (2011, 204) mengatakan bahwa pengertian stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir, dan kondisi seseorang. Menurut Hasibuan (2005), kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Di mana sikap ini dicerminkan oleh kedisiplinan, moral dan prestasi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan analisis regresi linear berganda mengunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang mengunkan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa Stres Kerja pada Kantor UPT Kesatuhan Pengelolan Hutan Wilayah Kabupaten Kuang berada dalam kategori rendah. Kepuasan Kerja Pegawai dalam kategori rendah dan Kinerja Pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang mengunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa stres kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,344 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,064 yang berarti semakin kurang stres kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, sebaliknya. Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,676 yang berarti semakin baik kepuasan kerja semakin tinggi pula kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN TTS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Analisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS” dengan jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui analisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS.Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam sebuah perusahaan yaitu konflik kerja dan stres kerja,perusahaan dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan didukung oleh konflik kerja dan stres kerja yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisien.konflik kerja merupakan perbedaan pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok,karena harus membagi sumber daya yang langka atau aktivitas kerja yang mempunyai status,tujuan,penilaian,atan pandangan yang berbeda. Stres kerja merupakan suatu bentuk tanggapan seseorang baik fisik maupun mental terhadap perubahan dilingkungannya yang dirasakan menggangu dan mengakibatkan dirinya terancam.Sedangka Kinerja pegawai adalah perilaku nyata yang dihasilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam perusahaan serta melihata waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan dalam penyelesaian pekerjaannya.Pegawai memiliki peranan yang penting bagi sebuah Peusahaan melihat peranan penting pegawai maka sudah sepantasnya apabila perusahaan/Kantor menaruh perhatian lebih kepada pegawai tersebut. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif,populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS yang berjumlah 30 orang pegawai.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linaer berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian,dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa konflik kerja,stres kerja dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS berada dalam kategori sedang indikator dari masing-masing variabel juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi.Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linier berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk variabel konflik kerja (X1) ditemukan T hitung sebesar 8.808 lebih besar dari T tabel 1,7056 maka Konfliki kerja (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Sedangkan untuk stres kerja (X2) ditemukan T hitung sebesar -3,752 lebih kecil dari T tabel 1,7056 maka variabel Stres kerja (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan koefisien determinasi membuktikan variansi dalam kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh konflik kerja(X1) dan stres kerja (X2) melalui model sebesar 72,8%, sisanya 27,2% berasal dari variabel lain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah loyalitas. Suatu perusahaan dapat bertahan jika dalam segala kegiatan didukung oleh loyalitas dari para karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas kerja adalah dengan memperhatikan kualitas lingkungan kerja karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting untuk menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempat kerja. Selain itu, stres kerja juga perlu diperlihatkan karena stres yang berlebihan dari para karyawan akan membuat situasi dan lingkungan kerja suatu perusahaan akan menjadi lebih buruk, terutama saat pandemi covid-19 saat ini.
Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana lingkungan kerja, stres kerja, dan loyalitas karyawan serta bagaimana hubungan antara lingkungan kerja dengan loyalitas kerja dan hubungan stres kerja dengan loyalitas karyawan pada Bella Vita Hotel Kupang, karena peneliti menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi karyawan saat jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Kupang semakin banyak.
Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah lingkungan kerja, stres kerja, dan loyalitas karyawan. Menurut Saydam (2009:385) loyalitas adalah tekad dan kesanggupan menaati, melaksanakan,, dan mengamalkan sesuatu yang dipatuhi dengan kesadaran dan tanggung jawab. Tekad dan kesanggupan harus dibuktikan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari serta pembuatan tugas. Nitisemito (2009) menyatakan lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerjaan dan dapat mempengaruhi seorang karyawan dalam menjalankan tugas tugas yang dibebabnkan kepadanya. Menurut Mangkunegara (2013:87) stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres tidak timbul begitu saja namun sebab–sebab stres timbul umumnya diikuti oleh faktor peristiwa yang mempengaruhi kejiwaan seseorang, dan peristiwa itu terjadi di luar dari kemampuannya sehingga kondisi tersebut telah menekan jiwanya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Bella Vita Hotel yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa lingkungan kerja pada Bella Vita Hotel Kupang berada dalam kategori sangat baik, stres kerja karyawan dalam kategori cukup tinggi, dan loyalitas karyawan dalam ketegori baik. Indikator dari masing masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui bahwa lingkungan kerja mempunyai hubungan positif dengan loyalitas karyawan yang ditunjukkan dengan nilai sig(2-tailed) sebesar 0,041 dan correlation coefficient sebesar 0,462 yang berarti semakin baik lingkungan kerja, semakin tinggi pula loyalitas karyawan, dan sebaliknya. Sedangkan stres kerja mempunyai hubungan negatif dengan loyalitas karyawan yang ditunjukkan dengan nilai sig(2-tailed) sebesar 0,042 dan correlation coefficient sebesar -0,459 yang berarti semakin tinggi stres kerja, semakin rendah loyalitas karyawan, dan sebaliknya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Setiap organisasi sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir, bertindak serta terampil dalam mewujudkan keberhasilan suatu organisasi. Kinerja merupakan tingkat pencapaian hasil atas terlaksananya tugas tertentu. Sedangkan kinerja organisasi merupakan tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.
Usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai, diantaranya adalah dengan memperhatikan terjadinya konflik di dalam lingkungan kerja. Konflik dapat juga berakibat stres yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Stres atau tekanan dalam jiwa seorang karyawan akan berdampak pada kinerja karyawan. Perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja pegawai. Jumlah responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 100 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner. Dan penelitian ini menggunakan skala interval.
Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan teknik pengujian hipotesisnya uji t,uji F dan uji R2 (koefisien determinasi). Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Y = 33,453 + 0,340 + 0.171X2. Nilai konstanta : 33,453 artinya apabila nilai dari variabel konflik kerja (X1), dan stres kerja (X2) sama dengan nol maka variabel kinerja karyawan (Y) =22.286 nilai konstanta yang diperoleh sebeser 33,453 menunjukan bahwa apabila konflik kerja dan stress kerja dianggap konstan dapat meyebabakan kinerja pegawai meningkat sebesar 33,453. Nilai koefisien regresi variabel konflik kerja sebesar 0,340. Artinya jika variabel konflik kerja meningkat sebesar satu satuan maka menyebabkan kinerja pegawai meningkat sebesar 0,340 dengan anggapan bahwa variabel lainnya konstan. Nilai koefisien stress kerja sebesar 0,171 artinya jika variabel stress kerja meningkat sebesar satu satuan maka menyebabkan kinerja pegawai meningkat sebesar 0,171 dengan anggapan bahwa variabel lainnya konstan.
Berdasarkan tabel output spss bahwa Pengaruh konflik kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur, diketahui hasil uji t tabel pada aplikasi spss dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 3.544 dan nilai t tabel sebesar 1.9847 dengan tingkat signifikan sebesar 0,01. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa konflik kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT. Maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Pengaruh stress kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT, berdasarkan hasil uji t tabel pada aplikasi spss dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 2.217 dan nilai t tabel sebesar 1,9847 dengan tingkat signifikan sebesar 0,05. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,029 maka dapat disimpulkan bahwa stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis maka kesimpulan sebagai berikut Konflik Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Stress berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur