Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: pembelajaran.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PENJASORKES DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD GMIT NO 7 OEBUFU PADA MASA PANDEMI COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Peran Guru Penjasorkes dalam Proses Pembelajaran di SD GMIT No 7 Oebufu Pada Masa Pandemi Covid-19 David Dapawole1, .Andreas J.F.Lumba, .2 Agustinus J.Nafie,. 3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Peran guru kini sangatlah penting mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Guru harus benar-benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara online. Peran guru sebagai motivator, inovator, harus dipraktekkan dalam pembelajaran daring.Karena guru adalah orang pertama dan utama sebagai pendidikan negara mengingat pendidikan adalah wadah pencetak generasi bangsa. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalahuntukmengetahuiPeran guru Penjasorkes dalam PembelajarandiSD GMIT No 7 Oebufu Dimasa Pandemi Covid-19. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat suatu apa adanya (Arikunto 2002). Hasil dan pembahasan:Tujuan penelitian ini adalah menggali informasi terkait dengan peran guru penjasorkes dalam proses pembelajaran di SD GMIT No. 7 Oebufu. Dalam penelitian ini penggunan media dalam pembelajaran online di SD GMIT No. 7 Oebufu sendiri sudah terbilang berjalan dengan cukup baik, dimana media yang digunakan untuk menunjang jalannya pembelajaran online juga sering digunakan setiap hari sehingga memudahkan siswa dalam proses pembembelajaran online. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa peran guru untuk mendukung keaktifan siswa mengikuti pelajaran penjasorkes pada masa pandemi covid-19sangat dibutukan demi keberlangsungan kegiatan belajar siswa. . Katakunci: Peran Guru, Penjasorkes Dalam Proses Pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KREATIVITAS GURU DALAM MENGATASI KETERBATASAN SARANA TOLAK PELURU SAAT PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KREATIVITAS GURU DALAM MENGATASI KETERBATASAN SARANA TOLAK PELURU SAAT PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES Komarudin Hesime1*, Magdalena Rambu Pisu Wasak2, Julian J. Leko3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Ada dua masalah umum yang sering dihadapi guru penjasorkes di lingkungan sekolah. Pertama, kurangnya persediaan sarana dan prasarana dan yang kedua, rendahnya kamauan serta keinginan siswa untuk belajar. Keterbatasan sarana bukan menjadi penghambat untuk mencapai tujuan. Justru keterbatasan itu menjadi peluang besar untuk mengembangkan kreativitas seorang guru. Mengingat permasalahan yang dihadapi, guru penjasorkes harus mampu mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada di lapangan. Oleh sebab itu guru penjasorkes dituntut kreatif dalam mengembangkan kreativitasnya untuk mengatasi keterbatasan sarana agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan saat proses pembelajaran penjasorkes yang ada di SMP Negeri 6 Kota Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data mengunakan tri-angulasi (gabungan) yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan sarana tolak peluru saat proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berada pada kategori “cukup kreatif”. Sebab keterbatasan yang dialami saat pembelajaran dapat teratasi dengan mengkombinasikan media pembelajaran standar dan untuk mengatasi kurangnya media standar, dapat dilengkapi dengan media pembelajaran yang dimodifikasi. Simpulan: Kurangnya sarana menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran. Maka diperlukan kreativitas guru untuk modifikasi sarana pembelajaran, agar berjalan sesuai proses yang direncanakan serta mencapai tujuan yang diinginkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PENJASORKES DALAM MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 1 AMFOANG UTARA KECAMATAN AMFOANG UTARA KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN GURU PENJASORKES DALAM MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 1 AMFOANG UTARA, KECAMATAN AMFOANGUTARA, KABUPATEN KUPANG Roni Fallo1*, Magdalena R. P. Wasak2, Isak Riwu Rohi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Peran guru PJOK dimana muncul berbagai masalah dan persaingan didalam segala aspek kehidupan Anak-anak, yang akan mengakibatkan lemahnya mental Anak-anak dalam proses pembelajaran penjasorkes Tujuan penelitian:untuk mengetahui peran guru penjasorkes dalam melaksanakan program mengajar di SMP Negeri 1 Amfoang Utara. Metode penelitian:Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Amfoang Utara.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi.Sedangkan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik deskriptif, kualitatif, naturalistik.guru penjasorkes menunjukan peran yang sangat penting karena, guru Penjasorkes dijadikan sebagai teladan dan contoh bagi peserta didik yang dimulai dari tingkah laku guru tersebut, yang dapat dijadikan dasar utama motivasi bagi siswa. Karena kebiasaan tingkah laku yang baik dari Guru tersebut dapat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hasil dan pembahasan:1. Pendidik ( nurturer ), 2. Model, 3.Pengajar dan Pembimbing, 4. Pelajar ( learner ), 5. Komunikator terhadap masyarakat setempat, 6.Pekerja administrasi, 7.Sebagai seorang aktor.pengajar dan pembimbing, evaluator, fasilitator, inisiator, sebagai seorang aktor, serta organizator. Simpulan:Peran Guru Penjasorkes harus mampu menjadi pendidik, motivator dalam perubahan siswa yang berhubungan dengan pemberian teori dan praktek yang berkaitan dengan mental dan psikologi siswa, 2. Peran yang dapat ditimbulkan oleh perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru penjasorkes terhadap hasil belajar siswa. Di SMP Negeri 1 Amfoang Utara adalah sebagai media pendidik, model/contoh,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail