ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Kreativitas merupakan komponen penting dalam pembelajaran, tanpa kreativitas siswa hanya akan belajar pada tingkat kognitifnya saja, dan hal ini akan mempersempit pengetahuan siswa dalam belajar mengembangkan kreativitasnya. Guru harus mampu menciptakan kondisi yang nyaman dalam pembelajaran sehingga bakat-bakat kreativitas dalam siswa dapat keluar dan menghasilkan pemahaman yang mudah dimengerti oleh siswa.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui kreativitas siswa pada pembelajaran bola basket di masa pandemic covid-19.
Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: SMP Adiyaksa 2 Kota Kupang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang mengalami pendamic covid-19 tersebut. Sehingga proses pembelajaran dilakukan secara online. Kegiatan belajar mengajar tetaplah berjalan di masa pandemic covid-19. Proses belajar mengajar bola basket dilaksanakan secara daring melalui media Whatsapp, google classroom dan zoom. Guru akan membuat materi pembelajaran kepada siswa baik itu teori dan praktek dalam bentuk video pembelajaran yang diambil dari youtube. Siswa akan diberikan kesempatan untuk dapat berkreatif dalam melalukan setiap teknik dasar yang diberikan dalam bentuk video yang akan dikirimkan ke group whatsapp kelas.
Simpulan:Proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring melalui media Whatsapp, google classroom dan zoom. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat berkreatif dalam mempraktekkan teknik dasar bola basket baik itu passing (mengoper bola), dribbling (menggiring bola), shooting (menembak bola), pivot dan rebound (memantul)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam proses pembelajaran, seorang guru harus mempunyai kreativitas yang tinggi merupakan suatu keharusan, terutama bagi guru Penjasorkes agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah agar siswa selalu semangat dan senang dalam mengikuti proses pembelajaran, dengan demikian maka tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Penjasorkes Pada Materi Senam Lantai di Masa Pandemic Covid-19.
Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data meliputi tiga tahapan, yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan: SMP Negeri 20 Kota Kupang yang merupakan lembaga pendidikan, melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring atau online dan offline atau tatp muka terbatas di masa pandemic covid-19. Pelaksanaan pembelajaran senam lantai dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, baik itu kegiatan pendahuluan atau pemanasan, kegiatan inti dan penutup atau pendinginan.
Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjasorkes, memiliki kreativitas yang baik merupakan suatu keharusan pada masa pandemic covid-19 baik secara online maupun offline. Kegiatan pembelajaran roll depan dan roll belakang, salah satu kreativitas yang dibuat ialah mengharuskan setiap siswa menaruh kotak kertas pada leher yang dijepit oleh dagu. Tujuannya agar siswa dapat bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan gerakan dapat dilakukan dengan tepat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANGNYA
KREATIVITAS GURU SEKOLAH MINGGU
DI JEMAAT MARANTHA SOE
__________________________________________________________________
Kikhau D.N)* Nuban Timo,E.I)* Manggoa, M.A)*
Latar belakang : Sekolah minggu merupakan tempat bagi anak untuk memperoleh pengenalan akan Tuhan dan firmannya melalui cerita-cerita Alkitab dari perjanjian lama hingga perjanjian baru. Dapat dikatakan bahwa sekolah minggu merupakan tempat untuk memperkenalkan dan menambahkan pengatahuan anak-anak akan firman Allah dan Yesus sebagai juruselamat. Guru sekolah minggu memiliki peran yang sangat penting di dalam sekolah minggu karena merupakan perpanjangan tangan dalam pembinaan terhadap anak-anak.
Tujuan penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kreativitas guru sekolah minggu di Jemaat Maranatha Soe.
Metode penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi,wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan : Kegiatan sekolah minggu di jemaat maranatha soe klasis kota soe, dilakukan setiap hari minggu di tiap rayon masing-masing, dengan tahapan belajar yaitu kegiatan pendahaluan, seperti mengajak anak-anak sekolah minggu bernyanyi, berdoa, dan membaca alkitab. Kegiatan inti dan penutupan dengan menggunakan metode yang kreatifitas di jemaat marantha soe. Kegiatan sekolah minggu dilaksanakan setiap hari minggu dengan menggunakan metode bernyanyi, bercerita, berceramah dan bermain bersama.
Kesimpulan : Kreativitas guru sekolah minggu di jemaat marantha soe pada saat mengajar sudah berjalan dengan baik di karenakan banyak upaya yang dilakukan oleh gereja demi peningkatan mutu mengajar guru sekolah minggu yang lebih baik dan kreatif .
Kata kunci: Sekolah minggu, kurangnya, kreativitas
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KREATIVITAS GURU PENJASORKES DALAM MENYIKAPI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA
YosepHariyanto1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Pendidikanmempunyaiperan yang sangatpentingdalammemajukansuatubangsa. Pendidikandiharapkandapatmencerdaskangenerasimuda yang mampumengembangkanpotensidalamdiri, sertaberpolapikirsecarakritisdandinamis, bertanggungjawab, berakhlakmulia, berimandanbertaqwakepadaTuhan Yang MahaEsa.
Tujuan penelitian: inibertujuanuntukmengetahui kreativitas guru penjasorkesdalammenyikapiketerbatasansaranadanprasarana.
Metode penelitian: Jenispenelitian yang digunakandalampenelitianiniialahjenispenelitiandeskriptifnaturalistik, dimanajenispenelitianiniseringdisebut (natural setting) karenapenelitinya di lakukanpadakondisi yang alamiah. adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi
Hasil dan pembahasan: dalam pembelajaran penjasorkes pada kondisi belajar dengansaranadanprasarana yang kurangmemadai. Hal inisangatbepengaruterhadapperkembangansiswa, karena proses belajarmengajarbelummemenuhistandarpendidikanNamunmasalahiniperlahanbisadiatasimelaluikreativitas guru PJOK.
Simpulan: dalam pembelajaran pendidkanjasmani pada kondisi sebelumdansesudahadanyakreativitassangatbesardampaknyata. Proses belajarmenjadilebihhidupkrenasiswaterlibatlangsungdalampebelajaran. Sebelum di modifikasipembelajaranselaluberpusatpada guru namunsetelahdilakukanmodifikasiprosenyapembelajaranberpusatpadasiswa.
Katakunci: Kreativitas guru;pembelajaran; keterbatasansaranaprasarana
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan Penulis menemukan bahawa di SD Negeri Sutual masih sangat jauh dari kelayakan untuk mengikuti sekolahonline disebabkan di Desa Sutual masih belum mendapatkan penerangan berupa lampu dari PLN yang bisa menerangi kampung dan terbatasnya fasilitas berupa handpone dan jaringan yang tidak mendukung bagi siswa ini menjadi kesulitan bagi para siswa apalagi pada saat pandemicovid-19 para Guru juga sangat kelewahan dalam memberikan matari bagi siswa disebabkan di kampung Sutual tidak memiliki tempat voto copy atau printer yang bisa mendukung para Guru untuk dapat memperbanyak materi agar bisa dibagikan kepda siswa agar bisa melaksanakan proses pembelajaran online ini menjadi kendalah terbesar bagi para Guru untuk melaksanakan tugas mereka . Yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana Kinerja Guru Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti di era pandemi covid 19 dalam mempersiapkan siswa – siswi mengikuti sekolah di rumah di erapandemiCoviod 19 dan yang menjadi tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja Guru pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti di era pandemi Covid 19. Responden dan dua orang Guru dan 30 orang siswa Hasil penelitian adalah 1.Setiap hari senin siswa harus mengambil tugas disekolah. 2.Setiap hari jumat siswa harus mengumpulkan tugas yang sudah dikerjakan dirumah masing-masing dan hari senin berikutnya siswa kembali untuk mengambil tugas baru disekolah 3.Guru memeriksa tugas yang dikerjakan oleh siswa 4. Guru meberi nilai atas tugas yang dikerjakan oleh siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The title of this writing ” The Influence Of Teachers’ Creativity In English Teaching Toward The Development Of Students’ Cognitive Aspects At Smp Angkasa Kota Kupang”. The research problem of the study Can English teachers’ creativity develops the cognitive aspects of students’ at SMP Angkasa Kota Kupang ? The method used in this writing is quantitative method. The data of this research is taken from the treatment of experiment class and control class at SMP Angkasa kota kupang. The writer collected and analyzed. The influence of teacher creativity in learning English on the development of cognitive aspects of students at SMP Angkasa kota Kupang. Then present the results. The results of the analysis show that the influence of teacher creativity in learning English can develop the cognitive aspects of students at SMP Angkasa kota Kupang. This can be seen based on the t-test value which shows that the significant test is 0.000 ≤ 0.05. This means that there is a difference in the value between the experimental class and the control class. The writer hopes that this research can increase knowledge about teacher creativity in learning English towards the development of cognitive aspects in the teaching and learning process..
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Penempatan Kerja, Pengembangan Karir Dan Kreativitas Kerja Pegawai Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang Dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan, pihak manajemen perusahaan harus dapat memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya prestasi kerja karyawan. Adapun program dan kebijakan perusahaan pada bidang sumber daya manusia merupakan peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi kerja karyawan. Salah satu kebijakan yang dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah pengembangan karir dan penempatan kerja (Puspitasari, Djali, & Pambelum,2015). Salah satu cara yang dapat dilakukan suatu organisasi atau instansi pemerintah untuk menjaga dan memelihara sumber daya manusia yang dimiliki yaitu dengan cara penempatan kerja dan pengembangan karir. Penempatan pegawai ini dilakukan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan apa yang diharapkan baik secara ideal. Hal ini penting mengingat penempatan pegawai pada suatu kedudukan akan mempengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan. Tidak jauh dari pentingnya penempatan kerja, pengembangan karir juga merupakan salah satu kunci meraih kinerja kerja yang optimal dari setiap pegawai, baik kreativitas dan prakarsanya akan berkembang. Pengembangan karir berkaitan dengan penyusunan jalur karir yang merupakan urut-urutan posisi (jabatan) yang mungkin diduduki oleh seorang pegawai mulai dari tangkat terendah hingga tingkat teratas dalam struktur organisasi. Prabowo dan Herawati (2007), mengutarakan bahwa prestasi kerja lebih merupakan tingkat keberhasilan yang digapai karyawan untuk mengetahui sejauh mana karyawan mencapai hasil kerja yang diukur atau dinilai. Hasil kerja juga merupakan Penempatan kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada karyawan yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggung jawabkan segala resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang, serta tanggung jawabnya (Sastrohadiwiryo,2001). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang berjumlah 42 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penilitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Stimultan dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 57.399 sedangkan regresi X1= -0,377, X2= -0,016 dan X3 = -0,275. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja(X1), pengembangan karir(X2) dan kreativitas kerja pegawai(X3) terhadap prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y =57.399 -0,377 X1 -0,016 X2 -0,275 X3 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu tidak ada pengaruh variabel penempatan kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja(Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan kerja(X1) di temukan t hitung = -1.821 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel penempatan kerja(X1) tidak berpengaruh terhadap variabel prestasi kerja pegawai(Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu tidak ada pengaruh pengembangan karir(X2) terhadap prestasi kerja pegawai(Y) diketahui bahwa variabel pengembangan karir(X2) ditemukan t hitung = -0,076 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel pengembangan karir(X2) memiliki pengaruh negatif terhadap prestasi kerja (Y). Sedangkan hasil uji hipotesis ketiga yaitu tidak ada pengaruh kreativitas kerja pegawai(X3) terhadap prestasi kerja pegawai(Y). Diketahui bahwa variabel kreativitas kerja pegawai(X3) ditemukan t hitung = -1,173 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dann Ha ditolak yaitu variabel kreativitas kerja pegawai(X3) tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja(Y). untuk hasil Uji F didapati F hitung = 1.165 lebih kecil dari F tabel = 3,35 maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya variabel penempatan kerja(X1), pengembangan karir(X2) dan kreativitas kerja pegawai(X3) tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai(Y). Dan terakhir berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai R Square Adjusted adalah = 0,017 atau 17%. Hal ini berarti kontribusi dari variabel penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja pegawai adalah = 17%. Sedangkan sisanya 83% oleh variabel lain diluar yang tidak diteliti. Kata kunci :Penempatan Kerja, Pengembangan Karir, Kreativitas Kerja Pegawai, Prestasi Kerja Pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KREATIVITAS GURU PENJASORKES DALAM MENGATASI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA DI SD NEGERI GELAROJA KABUPATEN NGADA
Konstantinus Jawa Bei1*, Ramona M. Mae2, Yohanis Boling3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Pendidikan jasmani olahrga dan kesehatan pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistic dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental serta emosional.
Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini untuk mengetahuikreativitas guru Penjasorkes dalam mengatasi keterbatasan sarana pembelajaran atletik (lari estafset) di SD Negeri Gelaroja Kabupaten Ngada.
Metode penelitian:Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik triangulasi dengan teknik pengumpulan data:dokumentasi, wawancara, dan observasi. Langkah menganalisis data adalah dengan data reduction (reduksi data), data display dan verivication. Untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan yaitu: 1) Persediaan sarana dan prasarana di SD Negeri Gelaroja, 2) Keterbatasan sarana pembelajaran atletik (lari estafet), 3) Kreativitas guru Penjasorkes dalam mengatasi keterbatasan sarana pembelajaran atletik (lari estafet) di SD Negeri Gelaroja.
Simpulan:Dengan keterbatasan sarana pembelajaran atletik (lari estafet), guru Penjasorkes SD Negeri Gelaroja dengan modal kreativitas yang dimilikinya mampu mengatasi keterbatasan tersebut. Hal yang mendasar dalam kreativitas guru Penjasorkes di SD Negeri Gelaroja adalah dengan momodifikasi tongkat estafet yang terbuat dari potongan kayu dengan ukuran yang menyerupai ukuran aslinya dengan tujuan untuk melengkapi kekurangan tongkat estafet yang ada di sekolah..
Kata kunci: Kreativitas, sarana dan prasarana
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kreativitasmengajar guru PARdijemaatEbenhezerBonatama.Program StudiIlmuPendidikanTeologiFakultasKeguruan Dan IlmuPendidikanUniversitas Kristen ArthaWacanaKupang 2021. Boy V)** Tnunay P)** Natonis D)** M otivasipembelajaranmerupakansalahsatutujuan yang sangatpenting.Sehinggaanak-anak yang tingkatkecerdasannyakurangataurendahbukanhanyadisebabkanolehkemampuannya yang kurang, akantetapidikarenakantidakadanyamotivasiuntukbelajarsehinggaiatidakberusahauntukmengumpulkansegalakemampuannya.Denganbelajaraktif, inovatif, kreatif, efektifdanmenyenangkan, muriddiharapkanmampumembangunmakna yang berbeda. Dalampendekatanini, anak-anakberperanaktifmengembangkanketerampilan, sikapdanpemahamandenganpenekananpadabelajarsambilbekerja, sementarapelayanmenggunakanberbagaisumberdanalatbantubelajar. RumusanmasalahdalampenelitianiniadalahBagaimanakreativitasmengajar guru PAR di jemaatEbenhezerBonatama. TujuanpenelitianiniadalahUntukmengetahuikreativitasmengajar guru PARdijemaatEbenhezerBonatama. Metodepenelitianiniadalahdeskriptifdanpendekatankualitatf, karenabertujuanuntukmenggambarkantentangKreativitasmengajar guru PAR di jemaatEbenhaezerBonatama”, danmenggambarkanfakta yang adadilapangan.Dan jugapopulasi 2 orang pengajarsekolahminggudan 54 orang anak-anak PAR yang menjadisampel 2 orang pengajar PAR.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa guru PAR kurangkreativitasdalammenciptakanhal-hal yang baru yang dapatmembantuanak- anak PAR dalammemahamidanmengertitentangpengajaran yang diberikanoleh guru PAR. Guru kurangmenciptakan ide-ide dangagasanbarusehinggamenciptakansuasana yang membosankanbagianak-anak. Agar anak-anakdapatmemilikipenumbuhanImandanjugamemilikikarakter yang baikberlandaskanFirmanTuhan. Kata Kunci :Kreativitas,Mengajar, Guru,PAR
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KREATIVITAS GURU DALAM MENGATASI KETERBATASAN SARANA TOLAK PELURU SAAT PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES
Komarudin Hesime1*, Magdalena Rambu Pisu Wasak2, Julian J. Leko3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Ada dua masalah umum yang sering dihadapi guru penjasorkes di lingkungan sekolah. Pertama, kurangnya persediaan sarana dan prasarana dan yang kedua, rendahnya kamauan serta keinginan siswa untuk belajar. Keterbatasan sarana bukan menjadi penghambat untuk mencapai tujuan. Justru keterbatasan itu menjadi peluang besar untuk mengembangkan kreativitas seorang guru. Mengingat permasalahan yang dihadapi, guru penjasorkes harus mampu mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada di lapangan. Oleh sebab itu guru penjasorkes dituntut kreatif dalam mengembangkan kreativitasnya untuk mengatasi keterbatasan sarana agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan saat proses pembelajaran penjasorkes yang ada di SMP Negeri 6 Kota Kupang.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data mengunakan tri-angulasi (gabungan) yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan sarana tolak peluru saat proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berada pada kategori “cukup kreatif”. Sebab keterbatasan yang dialami saat pembelajaran dapat teratasi dengan mengkombinasikan media pembelajaran standar dan untuk mengatasi kurangnya media standar, dapat dilengkapi dengan media pembelajaran yang dimodifikasi.
Simpulan: Kurangnya sarana menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran. Maka diperlukan kreativitas guru untuk modifikasi sarana pembelajaran, agar berjalan sesuai proses yang direncanakan serta mencapai tujuan yang diinginkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah yang diidentifikasikan adalah: 1) Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Jasmani dalam Mencapai Tujuan Pendidikan. 2) Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Penjasorkes. 3) Bagaimana Kreativitas Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. 4) Seberapa Besar Kreativitas yang Dilakukan Oleh Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. Kemudian Rumusan Masalah, yaitu Bagaiman kreativitas guru dalam proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe? Tujan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kreativitas guru dalam proses pembelajaran penjasorkes. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Kemampuan kreativitas guru penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe guru sudah melakukan kemampuan kreativitasnya berdasarkan lima aspek, yaitu1) Kelancaran berpikir (fluency of thinking), 2) Keluwesan berpikir (flexibility), 3) Elaborasi (elaboration), dan 4) Originalitas (originality) dan 5) mengembangkan (Redefinition). Saran bagi guru agar menambah pengetahuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran baik teknik atau cara mengajar agar proses pembelajaran dapat berjalan lancer dan siswa, terus bersemangat dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes.