Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Subjek: keluarga
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Orang tua merupakan guru yang pertama dan terutama dalam rumah. Peran dan tanggung jawab orang tua adalah untuk mendidik anak-anak mengenal pendidikan. Namun, penulis menemukan bahwa orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak menjalankan perannya dengan baik. Mereka acuh tak acuh untuk mendidik dan mengajarkan hal baik kepada anak-anak. Hal ini disebabkan karena orang tua lebih mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memprioritaskan pendidikan anak. Keluarga secara Kristen harus lebih banyak mendidik anak-anak untuk mengerti bahwa pendidikan sangat penting., karena itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk meneliti lebih lanjut tentang peran dan tanggung jawaborang tua terhadap pendidikan anak serta mendapatkan informasi melalui hasil wawancara yang diperoleh di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko Dari penelitian itu, penulis menemukan bahwa ternyata peran orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak berjalan dengan baik. Karena banyak faktor yang menyebabkan seperti, rendahnya ekonomi, orang tua tidak memprioritaskan pendidikan anak, orang tua tidak memotivasi dan memberi dukungan bagi anak-anak, bahkan orang tua memberi hak dan kebebasan penuh untuk anak sendiri memilih apa yang ia kehendaki tanpa berpikir hal tersebut benar atau salah. Perintah Tuhan untuk memberikan sebuah pengajaran bahwa iman kepada Allah memiliki kaitan yang erat dengan seluruh aspek kehidupan. Orang tua yang percaya dan mengasihi Allah, menggunakan setiap kesempatan untuk mengimplementasiikan pendidikan rohani bagi anak-anak. Ha ini merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan kasih kepada Allah ialah memperdulikan kesejahteraan rohani anak-ana dan berusaha menuntun mereka kepada hubungan yang setia dengan Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PSIKOLOGIS ANAK DALAM KELUARGA BROKEN HOME DI DESA KIUONI DUSUN 1 KOLBATE KECAMATAN FATULEU KABUPATEN KUPANG TAHUN 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PSIKOLOGIS ANAK DALAM KELUARGA BROKEN HOME DI DESA KIUONI DUSUN 1 KOLBATE KECAMATAN FATULEU KABUPATEN KUPANG TAHUN 2021 Suan Yulci. (*) Pellu H. L. (**) Pabala.P.P (**) Penelitian ini dimaksud untuk mengetahui Psikologis Anak Dalam Keluarga broken home Di Desa Kiuoni Dusun I Kolbate Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Tahun 2021. Masyarakart Kolbate yang berada di Desa Kiuoni Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Tahun 2021, terdapat 4 rumah tangga yang mengalami broken home. Penelitian ini telah dilakukan di masyarakat Desa Kiuoni khususnya dusun 1 Kolbate yang rumah tangganya broken home di tahun 2021. Subjek pada penelitian ini ada 4 kk dengan jumlah informan sebanyak 9 orang yang dilaksanakan dalam waktu 1 bulan. Penellitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif agar penulis dapat mengumpulkan informasi mengenai status, suatu gejala yang ada, yaitu dengan suatu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian diadakan (Suharsimi, 2002). Untuk mendapatkan data yang akurat maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara. Dari hasil pengolahan data dan analisis penulis menarik kesimpulan yang dapat diketahui bahwa Psikologis anak dalam keluarga broken home sebagai berikut: Terjadinya keluarga broken home di Desa Kiuoni karena adanya kematian dari salah satu anggota keluarga dan adanya perpisahan dari salah satu pihak orang tua tanpa kesepakatan. Faktor yang mempengaruhi pemahaman tersebut adalah 1) Faktor kematian karena menderita penyakit kanker, dan saat persalinan. 2) Faktor perselingkuhan dari salah satu orang tua yaitu dari pihak istri. Terjadinya keluarga broken home di Desa Kiuoni Dusun 1 Kolbate tidaklah mempengaruhi atau mengakibatkan terpenuhinya kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan anak, terutama perhatian dan kasih sayang dari orang tua sehingga anak-anak dalam masa pertumbuhannya mendapat perlindungan, merasa aman, merasa kebutuhannya selalu dipenuhi dan selalu membantu orang tuanya dalam mencari kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa anak korban broken home di Desa Kiuoni Dusun 1 Kolbate mengalami perkembangan sosial namun psikologis mereka mengarah ke arah yang positif karena kasih sayang dari orang tua dalam bentuk memberi motifasi dalam beragama, berpendidikan, bersosial, bergaul, dan selalu dipenuhi kebutuhan-kebutuhan anak-anak. Hal inilah yang membuat anak-anak semakin merasa percaya diri dan tidak merasa minder dengan kehidupannya. Kata Kunci : Ciri-Ciri Psikologis Anak Dari Keluarga Broken Home Keterangan : Penulis (*) Pembimbing (**)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA TERHADAP KARAKTER REMAJA DI JEMAAT GMIT PNIEL SIKUMANA KLASIS KOTA KUPANG BARAT TAHUN 2020/2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang memberikan landasan iman kepada setiap orang Kristen. Sehingga karakter anak remaja di bentuk dari keluarga (ayah dan ibu) dan membentuk sinergi dengan gereja dan sekolah. Pembentukan karakter Kristus dalam diri anak remaja merupakan tanggung jawab orang tua. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh Pendidkan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana Klasis Kota Kupang Barat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh orang tua yang memiliki anak remaja dan seluruh anak remaja Jemaat GMIT Pniel Sikumana dan di ambil 40 orang secara acak sebagai sampel orang tua 20 remaja 20. Dari hasil penelitian tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja, hal ini di buktikan dengan hasil uji hipotesis menggunakan rumus paired sampel t-test, dimana hasil analisis data dari dua variabel diperoleh nilai sig (2 tailed) 0.000 < 0.05. Sesuai dengan ketentuan apabila nilai sig < 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikansi antara Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja, dan jika nilai sig > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikansi dari Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga Ha yang diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja. Kesimpulan, Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja merupakan suatu bagian yang sangat penting dari rencana Allah dan merupakan tanggung jawab orang tua.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK GOLDEN AGE : Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Peran Orang Tua Bagi Pembentukan Karakter Anak Golden Age (0-6 Tahun) di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB KELUARGA DALAM KEHIDUPAN ANAK-CUCU "Tafsir Historis Kritis Terhadap Keluaran 18:1-9 dan Relevansinya Bagi Kehidupan Keluarga di Jemaat GMIT Karmel Fatululi"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian mengenai tanggung jawab keluarga dalam kehidupan anak-cucu berdasarkan tafsir historis kritis terhadap Keluaran 18:1-9 dan relevansinya bagi kehidupan keluarga di Jemaat GMIT Karmel Fatululi yang ditulis oleh Inge Paulin Tefu, dilatar belakangi oleh realitas sosial-ekonomi kontemporer di mana peran pengasuhan anak sering kali beralih dari orang tua kandung kepada keluarga besar (kakek, nenek, atau kerabat) akibat tuntutan pekerjaan, yang jika tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pengabaian emosional maupun spiritual anak-cucu. Dampak ini tidak saja membawa pengaruh bagi keluarga itu sendiri melainkan juga bagi tatanan sosial yang lebih luas. Situasi demikian perlu diatasi sejak dini. Untuk itu, kajian ini bertujuan untuk melihat konteks historis serta menemukan pesan teologis dari Keluaran 18:1-9, dan mengkaji relevansinya bagi kehidupan keluarga Kristen khususnya bagi keluarga di Jemaat GMIT Karmel Fatululi. Metode yang digunakan ialah metode studi pustaka dan pendekatan tafsir historis kritis. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Keluaran 18:1-9 mengandung pesan teologis yang relevan bagi keluarga Kristen di Jemaat GMIT Karmel Fatululi, melalui relasi keluarga yang dibangun oleh Musa dan Yitro memeprlihatkan bahwa keluarga memiliki tanggung jawab penting dalam kehidupan seorang anak-cucu. Pertama, keluarga sebagai ruang pemulihan bagi anak. Kedua, Keluarga menjadi tempat yang aman bagi anak. Ketiga, keluarga sebagai lokus pertama pertumbuhan iman anak. Untuk itu, kajian ini diharapkan dapat mendorong keluarga Kristen di GMIT, khusunya di Jemaat Karmel Fatululi untuk kembali menyadari tanggung jawab mereka dalam kehidupan anak, dan kembali membangun kehidupan keluarga yang harmonis, aman, dan nayaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PERSEKUTUAN DOA DALAM KEHIDUPAN GEREJA “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pengaruh Peran Persekutuan Doa Keluarga Mezbah di Jemaat GMIT Betesda Kiukenat, Klasis Fatuleu Timur”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran Persekutuan Doa Keluarga Mezbah terhadap kehidupan jemaat di GMIT Betesda Kiukenat, dengan fokus pada dampak negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ). Penelitian ini menggunakan pendekatan “Mix Methods”, yaitu gabungan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi partisipatif, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persekutuan Doa Keluarga Mezbah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan rohani jemaat. Di satu sisi, persekutuan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan spiritualitas dan kebersamaan jemaat. Namun di sisi lain, muncul pengaruh negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai KMJ, yang menunjukkan adanya penyimpangan fungsi persekutuan doa dari tujuan utamanya. Refleksi teologis dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan di GMIT Betesda Kiukenat mencerminkan semangat jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul yang hidup dalam doa, kebersamaan, dan kasih. Namun, dalam kerangka gereja Presbiterian Sinodal GMIT, kehadiran pendeta tetap merupakan bagian penting untuk menjaga kemurnian ajaran dan kesinambungan pelayanan. Oleh karena itu, Sinode dan Klasis diharapkan dapat menjadi jembatan pemulih hubungan dan membuka ruang dialog demi memperkuat spiritualitas komunitas dalam semangat gereja yang satu, kudus, am, dan rasuli. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi bagi GMIT Betesda Kiukenat, agar kehidupan jemaat mula-mula menjadi cermin dan pedoman, khususnya bagi Persekutuan Doa Keluarga Mezbah, supaya kembali pada fungsi semula sebagai sarana pertumbuhan iman. Dengan demikian, persekutuan doa tidak menjadi alat pembentukan kekuasaan, tetapi menjadi wadah yang membangun kesatuan dan ketaatan dalam tubuh Kristus, serta mendorong jemaat menjadi komunitas yang inklusif, terutama dalam menerima pelayanan pendeta sebagai KMJ.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERNIKAHAN BEDA NEGARA “Tinjauan Pastoral Bagi Pasangan Nikah Beda Negara di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pernikahan beda negara sebagai fenomena sosial semakin marak terjadi dalam masyarakat, termasuk di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konteks jemaat, memahami realitas pernikahan antar negara dari perspektif pelayanan pastoral, serta melakukan refleksi teologis terhadap pernikahan beda negara. Pendekatan penelitian menggunakan studi kualitatif deskriptif dengan mengkaji literatur, peraturan undang-undang, serta dokumen pastoral dan teologi GMIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan beda negara menghadirkan tantangan komunikasi antarbudaya, perbedaan adat, kultur, dan norma yang memerlukan kesabaran serta sikap saling memahami agar konflik dapat diminimalisir. Dalam pelayanan pastoral, penyesuaian dan pendekatan khusus diperlukan untuk membimbing pasangan beda kewarganegaraan agar memahami prinsip kekudusan pernikahan Kristen sesuai nilai-nilai GMIT. Refleksi teologis menegaskan bahwa pernikahan merupakan lembaga ilahi yang menyatukan laki-laki dan perempuan secara sah dan kudus, berlandaskan kasih yang memberi dan komitmen total, serta merupakan dasar kehidupan gereja. Pelayanan pastoral pranikah serta pendampingan berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun keluarga Kristen yang harmonis dan kokoh dalam konteks pernikahan beda negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pelayanan pastoral dan pemahaman teologis terkait fenomena sosial pernikahan campuran antarnegara di lingkungan jemaat GMIT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENTINGNYA PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA ”Suatu Tinjauan Teori Pemikiran Horace Bushnell Terhadap Pelaksanaan PAK Bagi Anak Di Dalam Keluarga Dan Sumbangannya Bagi Kehidupan Keluarga Di GMIT Glorya Tuatuka"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada pentingnya pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi anak usia dini dalam keluarga Kristen, dengan studi kasus pada Jemaat GMIT Glorya Tuatuka. Masalah utama yang ditemukan adalah rendahnya penerapan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga akibat keterbatasan waktu orang tua, kurangnya pemahaman tanggung jawab pendidikan iman, dan pengaruh teknologi modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis-reflektif, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Penelitian ini mengacu pada teori Horace Bushnell tentang Christian Nurture, yang menekankan peran utama keluarga dalam menanamkan iman Kristen sejak dini melalui keteladanan dan interaksi alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di Jemaat GMIT Glorya Tuatuka masih menyerahkan pendidikan agama kepada sekolah dan gereja. Namun, teori Bushnell relevan sebagai solusi untuk mengatasi tantangan tersebut, dengan mendorong orang tua mengambil tanggung jawab langsung dalam membentuk iman anak. Kesimpulannya, pendidikan agama Kristen dalam keluarga perlu ditingkatkan melalui keterlibatan aktif orang tua untuk menciptakan generasi Kristen yang berkarakter dan mampu menghadapi tantangan zaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Teologi Keluarga

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Maurice Eminyan tentang teologi keluarga dan relevansinya bagi Jemaat GMIT Moria Liliba. Maurice Eminyan, seorang teolog dan profesor teologi dogmatis, berpendapat bahwa keluarga Kristen adalah refleksi dari Allah Tritunggal, yang harus berfungsi sebagai komunitas cinta kasih, komunitas hidup, dan komunitas keselamatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan studi pustaka dan penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di Jemaat GMIT Moria Liliba, yang mencakup 295 kepala keluarga dengan 1301 anggota jemaat. Sampel terdiri dari 10 anggota jemaat yang mengalami berbagai masalah keluarga seperti poligami, perceraian, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Maurice Eminyan tentang teologi keluarga memiliki relevansi yang signifikan bagi Jemaat GMIT Moria Liliba. Konsep-konsep komunitas cinta kasih, komunitas hidup, dan komunitas keselamatan yang dikemukakan oleh Eminyan dapat menjadi dasar bagi upaya pembinaan dan penguatan keluarga Kristen di jemaat tersebut. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran gereja dalam mendukung keluarga-keluarga Kristen untuk mengatasi berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi. Kata Kunci: Teologi Keluarga, Komunitas Cinta Kasih, Komunitas Hidup, Komunitas Keselamatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEREMPUAN DAN EKONOMI KELUARGA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di Jemaat GMIT Betania Oemofa. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana perempuan berkontribusi dalam meingkatkan ekonomi keluarga, tantangan yang dihadapi serta dampak dari peran tersebut terhadap kehidupan keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Jemaat GMIT Betania Oemofa berperan signifikan dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui berbagai aktivitas ekonomi seperti berjualan sayur-mayur di pasar-pasar kota. Namun mereka juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakadilan gender dalam rumah tangga, dampABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di Jemaat GMIT Betania Oemofa. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana perempuan berkontribusi dalam meingkatkan ekonomi keluarga, tantangan yang dihadapi serta dampak dari peran tersebut terhadap kehidupan keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Jemaat GMIT Betania Oemofa berperan signifikan dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui berbagai aktivitas ekonomi seperti berjualan sayur-mayur di pasar-pasar kota. Namun mereka juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakadilan gender dalam rumah tangga, dampak fisik dan psikis dari peran ganda yang mereka emban. Penelitian ini juga merefleksikan teks-teks Alkitab untuk meninjau peran suami istri dalam keluarga Kristen, serta menyoroti pentingnya kesetaraan dan kemitraan dalam rumah tangga. Teologi gender digunakan sebagai kerangka teori untuk mendorong advokasi kesetaraan dan transformasi struktur kerja yang baik di dalam rumah maupun di ranah publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja dan masyarakat harus berperan aktif dalam mengatasi ketidakadilan gender dan mendukung perempuan dalam peran meningkatkan ekonomi keluarga. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat jemaat secara keseluruhan. Selain itu, ada kebutuhan mendesak untuk transformasi mendasar dalam pandangan masyarakat mengenai peran perempuan sebagai istri, guna menghapus stigma dan memberikan penghargaan yang layak bagi upaya keras perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan dapat mewujudkan kesetaraan gender.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEKUTUAN MARGA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Persekutuan Marga merupakan kumpulan suatu kelompok orang menurut satu garis keturunan dan berasal dari satu rahim. Persekutuan tidak hanya ada dalam lingkup keluarga tetapi juga persekutuan ada dalam lingkup gereja yang mana terdiri dari banyak orang dan berasal dari latar belakang yang berbeda. Jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka ada dalam konteks ikatan keluarga yang sangat kuat dalam persekutuan gereja hingga menimbulkan dampak yang postif dalam pelayanan dan juga menimbulkan dampak negatif yaitu terjadi perpecahan. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni mengumpulkan data-data dengan menggunakan wawancara. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang ada dalam persekutuan jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka dan juga yang terlibat langsung dalam sejarah pembentukan Jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka. Hasil penelitian yang Penulis temukan adalah kehidupan pelayanan persekutuan jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka yang terikat dengan hubungan kekeluargaan sehingga dalam proses persekutuan pelayanan gereja Fatu Sion kabuka terjadi perpecahan tetapi juga pelayanan tertolong dengan baik oleh karena ikatan kekeluargaan yang kuat. Dalam persekutuan marga di jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka dipengaruhi oleh beb erapa faktor yaitu faktor budaya, faktor pendidikan, faktor ekonomi, faktor stratifikansi sosial dan faktor letak tempat yang jauh dari perkotaan. Ada beberapa nilai-nilai refleksi dari persekutuan marga jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka yaitu, sukacita persekutuan Kristen, pengurbanan persekutuan Kristen Dan kemitraan persekutuan Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI ALFA DALAM KELUARGA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Generasi Alpha merupakan generasi baru yang memiliki karakteristik yang akrab dengan teknologi. Generasi ini cenderung memperlihatkan kebergantungan terhadap teknologi yang mempengaruhi karakter mereka sebagai individu. Generasi alpha yang merupakan generasi penerus diharapkan dapat memiliki karakter yang baik, sehingga pendidikan karakterditerapkan untuk membentuk karakter generasi ini. Dalam penerapan pendidikan karakter terwujud berbagai pola pendidikan sebagai bentuk upaya pendidikan karakter itu sendiri. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pola pendidikan karakter generasi alpha di jemaat GMIT Haleluya Nubraen serta faktor-faktor yang mempengaruhi pola pendidikan karakter yang ada, menurut kajian teologi pendidikan agama Kristen. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai pola pendidikan karakter generasi alpha dalam keluarga di jemaat GMIT Haleluya Nubraen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan karakter di dalam keluarga berhadapan dengan generasi alpha saat ini sangat penting untuk diperhatikan. Setiap keluarga memiliki pola tersendiri dalam penerapan pendidikan karakter. Sehingga dalam penelitian ini, penulis menemukan dua pola pendidikan karakter yakni pola keteladanan dan pola nasihat yang sama dibahas oleh Harun Natonis mengenai pola pendidikan karakter. Sebagaimana kehidupan pengajaran Yesus, keluarga dalam menjalankan pendidikan perlu meneladaniNya sebagai Guru Agung dengan mengabdikan diri sepenuhnya dalam pendidikan karakter itu sendiri. Gereja juga turut terlibat, sebagai wadah yang mendampingi keluarga dan masyarakat dalam penerapan pendidikan karakter khususnya bagi generasi Alpha.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENATA KELUARGA KRISTEN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini mengkaji fenomena disharmonisasi keluarga di kalangan Kristen masa kini melalui pendekatan Metode Studi Kasus. Disharmonisasi dalam keluarga merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan dan ketidakharmonisan dalam interaksi antara anggota keluarga, yang dapat menimbulkan beberapa dampak diantaranya dampak fisik, dampak psikis, dampak, sosial, dan dampak spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami akar permasalahan, faktor penyebab, dan dampak dari permasalahan disharmonisasi dalam keluarga khususnya pada Keluarga Kristen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan Metode Studi Kasus dalam mengumpulkan data melalui proses aancara. Keluarga yang diwawancarai adalah satu Keluarga Kristen yang mengalami permasalahan disharmonisasi. Hasil wawancara menunjukan bahwa disharmonisasi yang terjadi dalam keluarga narasumber disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya tekanan ekonomi, perubahan sosial dan budaya, serta peran teknologi dalam kehidupan keluarga. akibatnya hubungan antar anggota keluarga mengalami ketegangan yang berdampak negatif pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Penelitian ini juga memberikan wawasan mendalam tentang dinamika disharmonisasi dalam Keluarga Kristen dan implikasinya bagi upaya memperbaiki hubungan dalam keluarga. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para peneliti, konselor, dan pendeta, serta bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang tantangan dan peluang dalam membangun keharmonisan dalam Keluarga Kristen masa kini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN YURIDIS TENTANG PENYEBAB TERJADINYA SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH WARISAN DALAM KELUARGA KONAY

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi adalah “Kajian Yuridis Tentang Penyebab Terjadinya Sengketa Kepemilikan Tanah Warisan Dalam Keluarga Konay”. Rumusan Masalah penelitian penulis, adalah Apa dasar pertimbangan hakim sehingga menolak gugatan dan gugatan tidak diterima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dasar pertimbanga hakim sehingga menolak gugatan dan gugatan tidak diterima. Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, dan jenis penelitian adalah penelitian hukum normative.Teknik pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Dasar Pertimbangan hakim sehingga menolak gugatan penggugat dan gugatan tidak diterima, adalah: 1. Dasar Pertimbangan hakim sehingga menolak gugatan penggugat a. Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 20/Pdt.G/2015/PN. Kpg. 1). Alat-alat bukti yang diajukan Para Penggugat dan Tergugat sebagaimana diuraikan dalam duduk perkara dan dalam hubungannya satu sama lain, ternyata bahwa Para Penggugat tidak berhasil membuktikan dalil-dalil gugatannya sedangkan Tergugat berhasil membuktikan bahwa sebagian objek sengketa telah dijual oleh Penggugat I dan Penggugat II sehingga Para Penggugat tidak patut lagi menuntut objek sengketa yang masih dikuasai oleh Tergugat tersebut, dengan demikian majelis hakim menyatakan bahwa gugatan Para Penggugat pada petitum ke- 4 tidak beralasan hukum sehingga patut ditolak. 2). Gugatan Para Penggugat merupakan inti dari keseluruhan petitum gugatan Para Penggugat sehingga tidak ada urgensinya lagi dalam hal menuntut pembagian harta warisan berupa tanah. b. Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 78/Pdt.G/2018/PN.Kpg yang dikuatkan oleh Putusan Nomor 70/PDT/2019/PT.Kpg dan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1505 K/Pdt/2020. Pertimbangan hakim menolak gugatan penggugat karena berdasarkan fakta-fakta dalam persidangan, Majelis Hakim menilai bahwa bukti P-24, T.I.VIII-1 dan 2, T.III,VI, XI-1, T.VII-9 berupa Putusan No : 8/1951 tanggal: 25 Mei 1951 yang Disyahkan Pengadilan Tinggi/Banding Gubernur Sunda Kecil Putusan No: 19/1952 tanggal: 28 Agustus 1952, lalu dikuatkan dalam tingkat kasasi melalui Putusan Mahkamah Agung RI Reg No : 63/K/Pdt/1953 tanggal : 31 Agustus 1955, yang menjadi asal muasal putusan yang dieksekusi, pada pokoknya telah dipertimbangkan, diputuskan dan dinyatakan bahwa Penuntut (Victoria Anin) berhak tetap atas milik-milik yang tersebut pada tuduhan sedangkan Bertholomeus/ Bartolomeos Konay tidak berhak atas tanah objek sengketa yang merupakan milik Johannis Konay, yang dalam Putusan No : 19/1952 tanggal: 28-8-1952, dirubah diktum Kwalifikasinya sehingga berbunyi Meluluskan tuntutan dan penuntut berhak atas milik seperti tersebut dalam tuntutannya. 2. Dasar Pertimbangan Hakim gugatan penggugat tidak diterima. Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 157/Pdt.G/2015/PN.Kpg gugatan penggugat tidak diterima, karena: a. Majelis hakim menilai obyek maupun subyek dalam perkara ini yakni perkara No.157/Pdt.G/2015/PN.KPG Tgl 04 September 2015 pada intinya sama dengan obyek maupun subyek dalam perkara No.20/PDT/G/2015/ PN.KPG Tgl 03 Pebruari 2015 yang telah diputus Tgl 04 Agustus 2015 yang menolak gugatan para penggugat untuk seluruhnya, dimana putusan tersebut juga telah diperkuat oleh Putusan Pengadilan Tinggi Kupang No.160/PDT/2015/ PT-KPG dan terhadap putusan yudex factie Pengadilan Tinggi Kupang tersebut para penggugat dalam perkara ini telah mengajukan permohonan pada tingkat kasasi. b. Obyek Tanah Pagar Panjang yang merupakan salah satu obyek tuntutan dalam perkara ini masih bergantung dalam perkara lain yakni Perkara Perdata No.35/PDT/G/2012/PN-KPG jo Perkara Perdata No.36/PDT/G/ 2013/PT.K yang saat ini masih dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi c. Majelis hakim menyatakan pembuktian serta fakta yang terungkap di persidangan dalam Perkara Perdata No.20/PDT/G/2015/PN-KPG Tgl 04 Agustus 2015; telah ternyata obyek-obyek tuntutan sebagian besar telah dikuasai oleh pihak lain baik yang mendapat hak dari para penggugat maupun dari tergugat II dan Tergugat III dan tidak diikutsertakan pihak-pihak yang menguasai obyek-obyek tuntutan sebagai turut tergugat dalam perkara ini, maka gugatan para penggugat kurang pihak sehingga dinyatakan tidak dapat diterima

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RELASI KELUARGA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keluarga adalah lembaga yang pertama yang ada di dunia. Setiap keluarga  sejati dan bahagia merupakan suatu komunitas yang melandaskan cinta kasih. Kehidupan keluarga yang baik ditandai dengan relasi yang harmonis, selaras, dan seimbang di antara anggota keluarga. Tetapi dalam kenyataannya, relasi dalam keluarga cenderung banyak yang rusak dengan berbagai persoalan. Hal ini dikerenakan, anggota keluarga belum memahami peran dan fungsinya masing-masing sehingga relasi yang terjalin dalam keluarga tidak berjalan dengan baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak relasi keluarga kristen masa kini yang rusak. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk membahas pemahaman pemikiran Paulus dalam surat Kolose tentang relasi dalam keluarga. Kajian Ilmiah ini bertujuan untuk menyampaikan interpretasi yang benar dan alkitabiah tentang relasi keluarga menurut Paulus dalam surat Kolose. Kemudian, melalui karya ilmiah ini keluarga-keluarga Kristen dapat menemukan apa yang menjadi prinsip, tujuan serta aspek-aspek dalam mempertahan keutuhan rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan bahwa relasi yang benar dalam keluarga, yang menuntut adanya sikap tunduk, mengasihi, dan menaati. Serta menjadikan kasih Kristus sebagai dasar kehidupan rumah tangga memiliki dampak yang sangat kuat untuk menentukan keutuhan rumah tangga Kristen. Dengan kata lain, rumah tangga tanpa kasih Kristus, maka rumah tangga itu akan mengalami kehancuran. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga Kristen dapat melakukan peran dan fungsi dengan baik demi mewujudkan keluarga yang harmonis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA ASUH ORANGTUA DALAM PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KRISTIANI TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA DI JEMAAT HOREB KUANHEUM KLASIS KUPANG TIMUR TAHUN 2021

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Adonia M. Liunima 2021. Pola Asuh OrangTua Dalam PengembanganNilai-Nilai Kristiani Terhadap Anak Dalam Keluarga, Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi. Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. *(Pabala P)* I *(Metboki M)* Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana polaOII asuh orangtua dalam pengembangan nilai-nilai kristiani terhadap anak dalam keluarag? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orangtua dalam pengembangan nilai-nilai kristiani terhadap anak dalam keluarag. Jenis penelitian kualitatif subjek dalam penelitian ini adalah 30 orangtua, 30 anak. Teknik pengumpulan data berupa wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh orangtua dalam jemaat Horeb Kuanheum adalah: 1. Pola asuh otoriter orangtua mengasuh anak dengan aturan-aturan yang tegas, memaksa anak untuk berperilaku seperti dirinya (orangtua), anak dibatasi bertindak sesuai keinginannya sendiri.(47,77%) 2. Pola asuh demokratis orangtua mengasuh anak dengan memberikan pengakuan terhadap kemampuan anak, anak diberikesempatan agar tidak bergantung bagi orangtua. (43,33%) 3. Pola asuh permisif orangtua mengasuh anak secara bebas, memberikan kelonggaran kepada anak untuk memilih apa yang mereka kehendaki karena anak dianggap sebagai orang dewasa atau muda. (4,95%) 4. Pola asuh lassez faire orangtua mengasuh anak dengan diberikan kebebasan untuk berperilaku sesuai keinginannya, tidak ada aturan atau pelanggaran terhadap anak. (51,69%) Penulis menarik kesimpulan yang dapat diketahui bahwa hasil dari wawancara dan analisis data dalam pembahasan maka dapat diketahui bahwa orangtua tidak hanya dominan pada satu pola asuh, tetapi bisa lebih dari satu pola asuh.Karena adas aat-saat tertentu dimana orang tua harus menerapkan pola asuh demokratis, tapi ada saat-saat tertentu orangtua harus menetapkan pola asuh otoriter sebagai bukti Kasih Sayang orangtua terhadap anak. Oleh karena itu, penulis memberikan saran agar orangtua dapat mengasuh dan mendidik anak mereka dengan lebih baik lagi, tanpa mengesampingkana spek Iman dalam keseharian terutama untuk mendidik atau mengasuh anak. Kata Kunci: Pola Asuh Nilai-Nilai Kristeni keluarga kristen di kuanheum

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ISTRI NELAYAN DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA RABASA HAERAIN KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FRANSISKA RENI KLAU (16382378). Peran Istri Nelayan dalam Peningkatan Pendapatan Keluarga di Desa Rabasa Haerain Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka.ALFRED G.O KASE., S.Pi. M.Si,Ph.D dan IMANUEL, J. EMOLA., S.Pi. M.Sisebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Istri nelayan memiliki peran penting dalam peningkatan pendapatan rumah tangga. Fenomena tersebut menunjukkan peran wanita sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari tambahan pendapatan bisa berjalan dengan baik karena partisipasi kaum wanita dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.Pendapatan nelayan sangat tergantung pada beberapa faktor seperti cuaca dan musim,sehingga berdampak pada pendapatan yang tidakmenentu. Desa Rabasa Haerain termasuk desa pesisir, dimana sebagaian besar bermata pencaharian sebagai nelayan atau mengantungkan hidupnya dari sumberdaya laut. Tujuan dari peneltian ini untuk menganalisis peran istri nelayan dalam peningkatan pendapatan keluarga di Desa Rabasa Haerain Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari 2021 di wilayah Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan rumah tangga dan analisis kontribusi pendapatan istri nelayan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pendapatan keluarga nelayan yang ada di Desa Rabasa Haerain, kecamatan malaka barat, kabupaten malaka terdiri dari pendapatan istri sebesar Rp. 598.936, pendapatan suami sebagai nelayan sebesar Rp. 1.671.515, pendapatan sumber lain sebesar Rp. 494.000, dan pendapatan keluarga sebesar Rp. 3.356.819. Adapun peran dan istri nelayan dalam memberikan kontribusi terhadap penambahan penghasilan dan kebutuhan keluarga sebesar 21,66%.Jenis pendapatan istri berasal dari usaha tenun kain, kios (bahan sembako), jual sagu, jual ikan dan jual kue. Jenis usaha yang dominan dipilih oleh istri nelayan adalah kios (bahan sembako) sebesar 36%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANAK KORBAN PERCERAIAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konteks umum jemaat GMIT Koinonia Kupang adalah salah satu jemaat di Klasis Kota Kupang. Jemaat yang berada dipusat kota ini memiliki pelayanan yang baik. Namun masih ada masalah yang di hadapi oleh jemaat yaitu mengenai perkembangan anak-anak pasca perceraian orang tua. Anak –anak merupakan masa depan gereja, kualitas perkembangan anak pada masak ini merupakan gambaran gereja di masa depan. Melihat perkembangan anak yang menurun pasca perceraian orang tua maka gereja juga perlu meningkatkan pelayanan bagi anak-anak korban perceraian. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut penulis menggunakan penelitian kualitatif. Penulis menggunakan jenis metode kualitatif Studi Kasus (case study). Melalui metode ini peneliti hendak mendalami dengan mencari beraneka sumber informasi. Penulis menemukan pasca perceaian sejumlah perkembangan anak-anak menurun. Penulis menganalisa masalah tersebut menggunakan teori kebutuhan menurut Abraham Maslow, serta melihat dampak perceraian bagi kebutuhan dan psikologi perkembangan anak. Penulis menemukan bahwa sejumlah kebutuhan anak ini menjadi perhatian gereja. Gereja perlu hadir dalam upaya pemulihan perasaan anak-anak pasca perceraian orang tua. Selanjutnya penulis juga melihat bahwa peranan orang tua juga penting untuk mendidik anak-anak dalam keluarga. Sehingga pentingnya pelayanan gereja dalam meningkatkan pelayanan bagi keluarga pra nikah dan pasca menikah dalam memaknai arti pernikahan, serta melihat dampak perceraian bagi karakter anak-anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keteladanan Abraham dalam Pendidikan Keluarga

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Peran orang tua dalam pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat penting. Orang tua menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pertumbuhan anak-anak baik secara jasmani maupun rohani. Peran orang tua dalam hal ini kedua pihak yakni bapak maupun ibu. Namun dalam kenyataannya secara umum dalam keluarga-keluarga Kristen peran orang tua dalam pendidikan iman keluarga sangat rendah. Oleh karena itu dalam skripsi ini penulis mengkaji tentang peran Abraham sebagai orang tua, dalam mendidik keluarganya sebagai refleksi bagi peran orang tua di dalam pendidikan keluarga pada masa kini. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode kepustakaan adalah metode yang mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah bahan penelitian. Kajian kepustakaan harus menghimpun teori-teori atau konsep-konsep yang terkait dengan aspek penelitian baik aspek utama maupun penjabarannya. Penulis juga menggunakan metode penelitian tokoh atau biografi. Penelitian tokoh atau biografi bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara menyeluruh tentang segala sesuatu dari seorang tokoh, baik berupa ide, gagasan, teori, pemahaman, pandangan dan hal unik yang dimiliki tokoh tersebut. Metode penulisan yang dipakai penulis adalah deskriptif, analisis dan reflektif. Penulis mendeskripsikan latar belakang tokoh Abraham, lalu menganalisis model pendidikan yang diterapkannya dalam keluarga, dan kemudian merefleksikan model pendidikan Abraham tersebut terhadap peran orang tua dalam mendidik keluarga. Berdasarkan kajian di atas penulis mendapatkan bahwa peran orang tua dalam pendidikan keluarga sangat penting. Keteladanan Abraham dalam hidupnya sehari-hari menjadi model pendidikan yang baik bagi orang tua untuk mendidik anak-anak. Model pendidikan ini penulis sebut sebagai model pendidikan langsung dan kontekstual. Model pendidikan ini menekankan pada peran orang tua sebagai pendidik yang dituntut untuk harus menjadi panutan atau teladan bagi anak-anak yang dididik. Selain itu, kontekstualisasi terhadap bahan yang diajarkan dalam proses pembelajaran juga sangat penting karena sasaran model ini adalah pada tindakan nyata sehari-hari dari pendidik dan naradidik. Model pendidikan Abraham juga terdapat beberapa kekurangan karena tidak memiliki bahan ajar tertulis, metode yang monoton serta beban terhadap pendidik yang besar dalam proses pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

A STUDY ON CHARACTERS IN FAMILY DRAMA SERIES AND DRAMA MOVIE OF KELUARGA CEMARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT The title of this writing is ‘‘A STUDY ON CHARACTERS IN FAMILY DRAMA SERIES AND DRAMA MOVIE OF KELUARGA CEMARA”. The reaearch problems of this study are What are the types of characters found in drama series and drama movie of the family drama movie ‘Keluarga Cemara’? The aim of this study is to find the types of characters in drama series and drama movie of the family drama movie ‘Keluarga Cemara’. the writer used qualitative method to describe the types of characters found in both of the movie. After analyzing the data, the writer found that there are five types of characteristic found in drama series and drama movie version of the family drama movie ‘Keluarga Cemara’. namely; protagonist and antagonist, rounded characters, flat characters, dynamic characters and static characters. The writer hopes this research will add more knowledge to the to readers about characters found in drama series and drama movie of keluarga cemara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail