Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RIANISNA BAKO

2 karya publik ditemukan.

2021: 2

ANAK KORBAN PERCERAIAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Konteks umum jemaat GMIT Koinonia Kupang adalah salah satu jemaat di Klasis Kota Kupang. Jemaat yang berada dipusat kota ini memiliki pelayanan yang baik. Namun masih ada masalah yang di hadapi oleh jemaat yaitu mengenai perkembangan anak-anak pasca perceraian orang tua. Anak –anak merupakan masa depan gereja, kualitas perkembangan anak pada masak ini merupakan gambaran gereja di masa depan. Melihat perkembangan anak yang menurun pasca perceraian orang tua maka gereja juga perlu meningkatkan pelayanan bagi anak-anak korban perceraian. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut penulis menggunakan penelitian kualitatif. Penulis menggunakan jenis metode kualitatif Studi Kasus (case study). Melalui metode ini peneliti hendak mendalami dengan mencari beraneka sumber informasi. Penulis menemukan pasca perceaian sejumlah perkembangan anak-anak menurun. Penulis menganalisa masalah tersebut menggunakan teori kebutuhan menurut Abraham Maslow, serta melihat dampak perceraian bagi kebutuhan dan psikologi perkembangan anak. Penulis menemukan bahwa sejumlah kebutuhan anak ini menjadi perhatian gereja. Gereja perlu hadir dalam upaya pemulihan perasaan anak-anak pasca perceraian orang tua. Selanjutnya penulis juga melihat bahwa peranan orang tua juga penting untuk mendidik anak-anak dalam keluarga. Sehingga pentingnya pelayanan gereja dalam meningkatkan pelayanan bagi keluarga pra nikah dan pasca menikah dalam memaknai arti pernikahan, serta melihat dampak perceraian bagi karakter anak-anak.

ANAK KORBAN PERCERAIAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konteks umum jemaat GMIT Koinonia Kupang adalah salah satu jemaat di Klasis Kota Kupang. Jemaat yang berada dipusat kota ini memiliki pelayanan yang baik. Namun masih ada masalah yang di hadapi oleh jemaat yaitu mengenai perkembangan anak-anak pasca perceraian orang tua. Anak –anak merupakan masa depan gereja, kualitas perkembangan anak pada masak ini merupakan gambaran gereja di masa depan. Melihat perkembangan anak yang menurun pasca perceraian orang tua maka gereja juga perlu meningkatkan pelayanan bagi anak-anak korban perceraian. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut penulis menggunakan penelitian kualitatif. Penulis menggunakan jenis metode kualitatif Studi Kasus (case study). Melalui metode ini peneliti hendak mendalami dengan mencari beraneka sumber informasi. Penulis menemukan pasca perceaian sejumlah perkembangan anak-anak menurun. Penulis menganalisa masalah tersebut menggunakan teori kebutuhan menurut Abraham Maslow, serta melihat dampak perceraian bagi kebutuhan dan psikologi perkembangan anak. Penulis menemukan bahwa sejumlah kebutuhan anak ini menjadi perhatian gereja. Gereja perlu hadir dalam upaya pemulihan perasaan anak-anak pasca perceraian orang tua. Selanjutnya penulis juga melihat bahwa peranan orang tua juga penting untuk mendidik anak-anak dalam keluarga. Sehingga pentingnya pelayanan gereja dalam meningkatkan pelayanan bagi keluarga pra nikah dan pasca menikah dalam memaknai arti pernikahan, serta melihat dampak perceraian bagi karakter anak-anak.