ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK penelitian ini berjudul”Analisis efektivitas,kontribusi, dan trend retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah di kota kupang” tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) tingkat efektivitas retribusi daerah dan juga tingkat efektivitas retribusi daerah berdasarkan jenis penerimaan retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu di daerah kota kupang tahun 2017-2021. (2) tingkat kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah dan juga tingkat kontribusi retribusi daerah berdasarkan jenis penerimaan retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu terhadap pendapatan asli daerah kota kupang tahun 2017-2021. (3) trend retribusi daerah kota kupang selama 5 tahun kedepan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan realisasi penerimaan retribusi daerah di kota kupang tahun 2017-2021. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) rata-rata tingkat efektivitas retribusi daerah selama tahun 2017 hingga tahun 2021 masuk dalam kategori tidak efektif, dan juga rata-rata tingkat efektivitas retribusi daerah berdasarkan jenis penerimaan retribusi jasa umum dengan kategori tidak efektif, retribusi jasa usaha dengan kategori tidak efektif, dan retribusi perizinan tertentu dengan kategori tidak efektif. (2) tingkat kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah kota kupang selama tahun 2017 hingga tahun 2021 rata-rata sangat kurang berkontribus dan tingkat kontribusi retribusi daerah berdasarkan jenis retribusi jasa umum dengan kategori sangat kurang berkontribusi terhadap PAD, retribusi jasa usaha dengan kategori sangat kurang berkontribusi terhadap PAD, retribusi perizinan tertentu dengan kategori sangat kurang berkontribusi terhadap PAD. (3) trend penerimaan retribusi daerah selama 5 tahun kedepan mengalami penurunan setiap tahunnya atau disebut trend negar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS KOMPENEN-KOMPONEN PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH PADA KOTA KUPANG
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat mengelola berbagai sumber daya yang ada pada daerahnya masing-masing dan membentuk dalam suatu pola kemitraan untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru serta dapat mendorong terciptanya peningkatan kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Otonomi daerah yang telah berlangsung menutut masing-masing daerahnya untuk dapat mengembangkan potensi dan segala aspek yang menjadi kebutuhan daerahnya. Pelaksanaan otonomi daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur dan mengelola daerah masing-masing. Pendapatan daerah diklarifikasikan dalam dua sumber pokok yaitu pendapatan asli yang berasal dari pemerintah pusat seperti pajak Negara, bea cukai, ganjaran, subsidi dan sumbangan Negara. Pendapatan daerah sangatlah penting untuk di kelola dengan baik karena merupakan sumber daya keuangan untuk kegiatan otonomi daerah.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber penerimaan daerah yang mempunyai proporsi yang besar di samping bagi hasil pajak dan non pajak ,penerimaan pembangunan dan bantuan dari pemerintah pusat. PAD merupakan salah satu indikator untuk menilai tingkat kemandirian pemerintah daerah di bidang keuangan. Dengan PAD yang semakin meningkat diharapkan pemerintah daerah dapat lebih mandiri dalam pembiayaan pelakasanaan pemerintah dan pembangunan daerah. Maka ditemukan permasalahan yang muncul bahwa antara jumlah PAD di kota kupang tiap tahunnya cenderung fluktuasi, dimana jumlah rupiah yang diterima dan realisasinya cenderung mengalami perubahan.
Pajak daerah adalah kontribusi wajib pada daerah yang terutangoleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dandigunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak daerah adalah pungutan daerah menurut peraturan pajak yang ditetapkan oleh daerah untuk pembiayaan rumah tangganya sebagai badan hukum.
Pengertian Retribusi Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tantang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran antar jasa atau pemberian izin tertentu, yang khusus disediakan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi/badan.
Realisasi komponen PAD seperti pajak, retribusi pada tahun 2017 – 2021 menghasilkan angka yang fluktuatif. Adapun penyebab hal ini adalah beberapa realisasi komponen PAD (pajak, retribusi) yang belum optimal. Realisasi kontribusi setiap komponen PAD Kota kupang menunjukkan trend yang fluktuatif pada tahun 2017-2021. Salah satu komponen PAD yang memiliki tingkat realisasi kontribusi tinggi adalah pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Kontribusi Pajak dan retribusi daerah terhadap Total pendapatan pajak dan retribusi pemerintah Kota Kupang tahun 2017 sampai 2021 cenderung mengalami peningkatan dan penurunan. Variabel PAD yang paling besar memberikan kontribusi terhadap PAD pada tahun 2017 sampai 2021 yaitu pajak daerah dengan rata-rata kontribusi sebesar 54,50% dan yang kedua paling besar adalah retribusi daerah dengan rata-rata kontribusi sebesar 62,12 dengan kriteria baik pada retribusi jasa umum ,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN 2018-2020” tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui berapa besarnya kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Rote Ndao tahun 2018-2020,(2) untuk mengetahui berapa besarnya kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Rote Ndao tahun 2018-2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kauantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Badan Pendapatan Kabupaten Rote Ndao dengan objek penelitian besarnya PAD tahun 2018-2020. Penelitian ini menggunakan mmetode dokumentasi dengan menggunakan analisis data yaitu analisis kontribusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1)Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah Di Kabupaten Rote Ndao rata-rata mencapai 28,84% sehingga dapat dikategorikan sedang.(2)hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah Di Kabupaten Rote Ndao rata-rata mencapai 20,45% sehingga dapat dikategorikan sedang Kata kunci : pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan asli daerah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi retribusi pasar kabupaten timor tengah selatan tahun 2017-2019 di lihat dari : (1) Strategi Yang Di Pakai
Dalam Meningkatkan Retribusi Pasar. (2) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Pasar (3) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Jasa Umum (4) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Daerah (5) Kontribusi Retribusi Pasar Terhadap Retribusi Jasa Umum (6) Kontribusi Retribusi Jasa Umum Terhadap Retribusi Daerah . Pengumpulan data mengunakan metode Dokumentasi dan data yang di gunakan dalam penelitian ini berupa laporan realisasi retribusi pasar, retribusi Jasa Umum dan Retribusi Daerah tahun angaran 2017-2020. Hasil Optimalisasi retribusi Pasar Kabupaten Timor Tengah Selatan di lihat dari (1) strategi optimalisasi retribusi pasar meliputi 5 indikator memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, meningkatkan pengawasan, meningkatakan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemungutan serta meningkatkan kapasitas melalui perencanaan yang baik yang berarrti pemerintah kabupaten timor tengah selatan cukup serius untuk melaksanakan strategi yang ada. (2) trend perkembangan retribusi pasar dimasa yang akan datang terus mengalami peningkatan yang berarti Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan cukup serius untuk mengoptimalkan retribusi Pasar. (3) Trend Perkembangan Retribusi Jasa Umum terus Mengalami peningkatan di masa yang akan datang yang berarti Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan cukup serius untuk mengoptimalkan Retribusi Jasa Umum (4) Trend Perkembangan retribusi daerah menunjukan bahwa penerimaan retribusi Daerah untuk tahun-tahun yang akan datang terus mengalami peningkatan, Sehinga Retribusi Daerah juga perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk mengoptimalkan penerimaannya. (5) Kontribusi Retribusi Jasa Umum Terhadap Retribusi Daerah mengalami pertumbuhan dengan rata-rata setiap tahunnya dari tahun 2017-2020 sebesar 59,92 parsen sehingga dari hasil kontribusi retribusi Jasa Umum terhadap retribusi daerah tersebut dapat dikatakan termasuk dalam kategori Sedang karena perolehan nilai berada pada kriteria 50% . (5) Konttribusi Retribusi Pasar Terhadap Retribusi Jasa Umum mengalami pertumbuhan dengan rata-rata setiap tahunnya dari tahun2017-2020 sebesar 22,79%, sehingga dari hasil hasil kontibusi retribusi Pasar tersebut dapat dikatakan termasuk dalam kategori kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan struktur PAD kota Kupang dilihat dari empat komposisi Pendapatan yang diperoleh dari pajak daerah, restribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan sumber PAD lainnya yang sah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan struktur komponen Pendapatan Asli Daerah sesuai dengan jenis dan besar kontribusinya sehingga bisa dilihat dari perubahannya. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data realisasi Pendapatan Daerah Kota Kupang tahun 2015 - 2019. Dari tahun ke tahun menunjukan bahwa struktur PAD berubah dilihat dari siklus diagramnya, dilihat dari ke-4 komposisi ada yang meninkat dan ada yang menurun. Perubahan struktur PAD yang paling menunjak terjadi pada komposisi Pajak daerah pada tahun 2015 dengan berkontribusi sebesar 51% dan pada tahun 2019 pajak daerah meningkat sebesar 93% dari hal inilah kita bisa melihat perubahan strukturnya dan diikuti dari potensi retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain – lain PAD yang sah. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi PAD pada tahun 2015-2019 yang paling besar yaitu terjadi pada kontribusi Pajak Daerah sebesar 93,23% kriteri rasio kontribusi dari tahun 2015 ke tahun 2019 dikatakan sangat baik, karena rasio kontribusi diperoleh diatas 50%. Dalam hal ini diartikan bahwa pemerintah daerah kota kupang sangat baik dalam pengelolah pajak daerah sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap PAD yang besar. Berikut diikuti oleh rasio kontribusi retrinusi daerah menyatakan bahwa retribusi daerah memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 20,17%, kriteria rasio ini dikatakan sedang karena rasio kontribusi dibawah 30,01%, rasio kontribusi retribusi daerah terhadap PAD dari tahun 2015-2019 menyatakan bahwa belom mampu dalam mengoptimalkan petensi PAD. Kurangnya rasio kontribusi ini menunjukan bahwa upaya pemerintah kota kupang dalam menggali sumber penerimaan daerah yang berasal dari retribusi daerah masih jauh dari harapan. realisasi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 10,76%, Dapat dilihat dari pernyataan (tabel: 4.6) pada tahun 2017-2019 menyatakan bahwa rasio kontribusi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dikatakan sangat kurang karena rasio kontribusi yang diperoleh di bawah 10,01%. Hal ini dikatakan bahwa hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan belom mampu dalam memberikan sumbangan kontribusi terhadap PAD, realisasi hasil pendapatan lain lain PAD yang sah memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 15,93%, pada tahun 2015 dan tahun 2016 bahwa kriteria rasio dikatakan kurang karena rasio kontribusi kurang dari 20,01%. Rasio kontribusi lain – lain PAD dikatakan sangat kurang karena rasio kontribusi yang diperoleh di bawah 10,01%. Rasio kontribusi pendapatan lain lain PAD yang sah sangat minim dalam memberikan kontribusi terhadap PAD. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan potensi PAD untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan dari pusat, sehingga meningkatkan otonomi dan keleluasaan daerah (local discretion). Langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah adalah menghitung potensi PAD yang riil dimiliki daerah. Untuk itu diperlihatkan metode penghitung potensi PAD yang sistematis dan rasional. Dilihat juga dari rasio pertumbuhan dari sumber-sumber PAD kota kupang dikatakan masih cukup baik, dengan peningkatan setiap sumber PAD dari tahun ke tahun kiranya pemerintah kota kupang lebih bekerja keras lagi dalam mengembangkan setiap sektor – sektor yang mampu memberikan pendapatan yang lebih besar sehingga pemerintah kota kupang lebih mandiri dalam proses pembangunan daerah dari berbagai aspek, sehingga mengurangi ketergantungan kepada pemerintah pusat. Untuk meningkatka pertumbuhan PAD dilihat dari perubahan pertumbuhan ekonomi karena Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran yang nyata dari dampak suatu kebijakan pembangunan yang dilaksanakan, khususnya dalam bidang ekonomi.