ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan layang merupakan salah satu komponen perikanan pelagis yang sangat penting di Indonesia khususnya di Kota Kupang. Ikan yang tergolong famili Carangidae ini biasanya hidup bergerombol dan merupakan salah satu ikan yang banyak diminati oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biologi reproduksi ikan layang melalui hubungan panjang dan berat, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), Nisbah kelamin, dan faktor kondisi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dan observasi di lapangan. Metode pengambilan sampel adalah Random Sampling (Fachrul 2006). Analisis untuk menghitung biologi reproduksi ikan Decapterus russelli adalah hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, nisbah kelamin dan faktor kondisi. Sampel ikan layang (Decapterus russelli) berasal dari TPI Oeba Kota Kupang. Sebanyak 420 sampel ikan yang diambil setiap minggu per bulan dari November-Desember 2022. Sampel ikan Decapterus russelli dikumpul sebanyak 20 individu per minggu. Ikan Decapterus russelli yang dikumpulkan selama penelitian sebanyak 420 sampel, yaitu jantan 189 ekor dan betina 231 ekor. Sebaran ukuran panjang total ikan Decapterus russelli antara 14,4-36,2 cm. Hubungan panjang berat Decapterus russelli pada bulan November dan Desember bersifat alometrik negatif. Tingkat kematangan gonad yang paling dominan adalah TKG 2. Indeks kematangan gonad yang paling dominan antara ikan betina lebih besar dari ikan jantan yaitu (jantan) berada pada nilai 3-4%. Secara keseluruhan nisbah kelamin ikan Decapterus russelli bervariasi antara 1:1 pada bulan November dan Desember. Nilai rata-rata faktor kondisi ikan layang (Decapterus russelli) yaitu 1,01 menunjukan bahwa badan ikan layang tersebut kurang pipih atau montok
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi, motif kain, bahan baku pewarna, ukuran kain, dan persaingan harga pasar terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dengan wawancara dan membagikan kuesioner kepada pengrajin kain tenun ikat untuk memperoleh data.
Populasi menurut (Sugiyono, 2014:80) suatu wilayah yang di dalamnya terdapat subjek atau objek yang memiliki kualitas dan karakter yang tepat untuk digunakan dalam sebuah penelitian dan yang kemudian dapat diambil kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha kain tenun ikat sumba timur Sentra Kaliuda di tahun 2022 yang berjumlah 33 orang.
Biaya produksi berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,015 kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penenlitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa biaya produksi sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat, karena biaya produksi merupakan total biaya yang dikeluarkan oleh para pelaku usaha atau pengrajin kain tenun ikat dalam proses produksi untuk menghasilkan produk kain tenun ikat yang nantinya akan dijual atau dipasarkan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan melalui penentuan harga jual produk yang tepat.
Motif kain berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,033 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa motif kain sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat, karena Tenun Ikat Sumba Timur memiliki makna sosial dan religius yang sangat tinggi. Kepercayaan setempat, status sosial, hubungan kekrabatan, nuansa dan kenangan peristiwa, hingga ungkapan rasa dan keadaan alam sekitar, semuannya memiliki motifnya sendiri dalam Kain Tenun Ikat Sumba. Motif atau ragam hias pada Kain Tenun Ikat memiliki makna yang melekat bersama kain, pemakai atau pemiliknya itu sendiri. Motif kain tenun ikat Sumba Timur terdiri dari banyak jenis yang membuat kain tenun ikat Sumba Timur memiliki motif yang sangat beragam dan memiliki tingkat kesulitan pembuatannya masing-masing.
Bahan baku pewarna berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,046 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa bahan baku pewarna sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena produk kain tenun ikat Sumba Timur dengan bahan baku pewarnaan alam sangat digemari karena menimbulkan efek khas yang tidak dapat ditiru oleh zat warna sintetis. Hal inilah yang mendukung kain tenun ikat sebagai produk eksklusif yang banyak diminati orang.
Ukuran kain berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,023 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa ukuran kain sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena ukuran produk kain tenun ikat Sumba Timur terdiri dari tiga jenis yaitu sarung, selimut dan selendang, yaitu selendang dengan rata-rata ukuran 1 x 0,6 m, sarung dengan ukuran 2 x 1 m sampai 2,5 x 1 m dan kain dengan ukuran 3 x 1,5 m. Ketiga jenis produk tersebut membutuhkan biaya produksi yang berbeda-beda dan harga jual yang juga berbeda.
Persaingan harga pasar berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,017 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa persaingan harga pasar sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena persaingan harga pasar merupakan hal yang wajar dalam berbisnis. Dalam berbisnis perusahaan akan mencoba mempertahankan eksistensinya dan akan selalu berusaha memperluas pasar perdagangannya.
Kata Kunci : Biaya Produksi, Motif Kian, Bahan Baku Pewarna, Ukuran Kian, Persaingan Harga Pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Biaya Operasional dan Biaya Produksi Terhadap Laba Bersih (Studi Pada Perusahaan Industri Manufaktur, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sub Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Biaya Operasional dan Biaya Produksi Terhadap Laba Bersih (Studi Pada Perusahaan Industri Manufaktur, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sub Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019). Sampel dalam penellitian ini adalah laporan keuangan dari 5 perusahaan Sub Rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui antara lebih dari satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan ditinjau dari Biaya Operasional yang diukur dengan Biaya Produksi dan pengeluaran Operasional, Biaya Produksi yang diukur dengan Biaya bahan baku tambah biaya tenaga kerja langsung tambah biaya Overhead Pabrik,. sementara Laba Bersih diukur dengan laba sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan sebagai variabel dependen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Biaya opersional yang diukur dengan Biaya Produksi dan pengeluaran Operasional mengalami penurunan tetapi signifikan terhadap laba bersih. Sedangkan biaya produksi yang diukur dengan Biaya bahan baku ditambah biaya tenaga kerja langsung ditambah biaya Overhead Pabrik tidak berpengaruh tetapi signifikan terhadap laba bersih.
Kata kunci: Laba Bersih, Biaya Opersional, Biaya Produksi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI RUMPUT LAUT DI DESA KALIUDA KECAMATAN PAHUNGA LODU KABUPATEN SUMBA TIMUR
Oleh :
RISA NAHA WELIK
NIM : 18190259
Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara apakah modal, harga jual, dan produksi berpengaruh terhadap pendapatan usaha tani rumput laut Didesa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.
Konsep penelitian ini adalah Pendapatan merupakan faktor terpenting bagi setiap manusia di dunia ini, pendapatan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup suatu usaha. Kemampuan suatu usaha untuk membiayai semua kegiatan yang mendukung berkelanjutan suatu usaha sangat berpengaruh dengan seberapa besar pendapatan usaha tersebut diperoleh. Pendapatan atau dapat disebut dengan keuntungan ekonomi merupakan pendapatan total yang diperoleh pemilik usaha setelah dikurangi biaya produksi .
Modal dalam penelitian ini adalah satu faktor pendapatan yang menyumbang pada hasil pendapatan,hasil pendapatan dapat naik karena digunakannya alat-alat pendapatan yang efesien dalam proses pendapatan tidak ada perbedaan antara model sendiri dengan modal pinjaman, yang masing-masing menyumbang langsung pada pendapatan. Modal adalah kekayaan yang didapatkan manusia melalui tenaganya sendiri dan kemudian menggunakannya untuk menghasilkan kekayaan lebih lanjut.
Harga Jual dalam penelitian ini adalah nilai yang diperlukan konsumen untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan dan kepemilikan barang atau jasa. Harga (Price) adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang ataupun kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
Produksi dalam penelitian ini adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. produktivitas secara umum diartikan sebagai hubungan antara keluaran (barang-barang atau jasa) dengan masukan (tanaga kerja, bahan, uang).
Penelitan ini menggunakan penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian ini adalah di kabupaten sumba timur tepatnya didesa kaliuda kecamatan pahunga lodu kabupaten. Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah seluruh tani rumput laut yang ada didesa Kaliuda. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin dengan mengambil sebanyak 33 responden.
Pengaruh terhadap variabel pendapatan apabila nilai t hitung dari variabel X1, X2, X3 menunjukkan nilai yang lebih besar dari pada t tabel yang menyatakan variabel X1, X2, X3 masing-masing dari variabel tersebut memiliki pengaruh yang terhadap variabel pendapatan dalam penelitian ini telah diketahui bahwa nilai dari t table sebesar 2,034.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Faktor modal, harga jual, dan produksi berpengaruh positif terhadap pendapatan usaha tani rumput laut. Khusus faktor modal tidak berpengaruh positif terhadap pendapatan petani rumput laut. Faktor modal diperoleh hasil tersebut menunjukkan bahwa pada penelitian tersebut variabel modal tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut didesa kaliuda. menunjukkan bahwa pada penelitian tersebut variabel harga jual memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut didesa kaliuda. produksi secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan tani rumput laut. Produksi memberikan pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut Didesa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara apakah modal, harga jual, dan produksi berpengaruh terhadap pendapatan usaha tani rumput laut Didesa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur. Konsep penelitian ini adalah Pendapatan merupakan faktor terpenting bagi setiap manusia di dunia ini, pendapatan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup suatu usaha. Kemampuan suatu usaha untuk membiayai semua kegiatan yang mendukung berkelanjutan suatu usaha sangat berpengaruh dengan seberapa besar pendapatan usaha tersebut diperoleh. Pendapatan atau dapat disebut dengan keuntungan ekonomi merupakan pendapatan total yang diperoleh pemilik usaha setelah dikurangi biaya produksi . Modal dalam penelitian ini adalah satu faktor pendapatan yang menyumbang pada hasil pendapatan,hasil pendapatan dapat naik karena digunakannya alat-alat pendapatan yang efesien dalam proses pendapatan tidak ada perbedaan antara model sendiri dengan modal pinjaman, yang masing-masing menyumbang langsung pada pendapatan. Modal adalah kekayaan yang didapatkan manusia melalui tenaganya sendiri dan kemudian menggunakannya untuk menghasilkan kekayaan lebih lanjut. Harga Jual dalam penelitian ini adalah nilai yang diperlukan konsumen untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan dan kepemilikan barang atau jasa. Harga (Price) adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang ataupun kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Produksi dalam penelitian ini adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. produktivitas secara umum diartikan sebagai hubungan antara keluaran (barang-barang atau jasa) dengan masukan (tanaga kerja, bahan, uang). Penelitan ini menggunakan penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian ini adalah di kabupaten sumba timur tepatnya didesa kaliuda kecamatan pahunga lodu kabupaten. Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah seluruh tani rumput laut yang ada didesa Kaliuda. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin dengan mengambil sebanyak 33 responden. Pengaruh terhadap variabel pendapatan apabila nilai t hitung dari variabel X1, X2, X3 menunjukkan nilai yang lebih besar dari pada t tabel yang menyatakan variabel X1, X2, X3 masing-masing dari variabel tersebut memiliki pengaruh yang terhadap variabel pendapatan dalam penelitian ini telah diketahui bahwa nilai dari t table sebesar 2,034. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Faktor modal, harga jual, dan produksi berpengaruh positif terhadap pendapatan usaha tani rumput laut. Khusus faktor modal tidak berpengaruh positif terhadap pendapatan petani rumput laut. Faktor modal diperoleh hasil tersebut menunjukkan bahwa pada penelitian tersebut variabel modal tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut didesa kaliuda. menunjukkan bahwa pada penelitian tersebut variabel harga jual memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut didesa kaliuda. produksi secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan tani rumput laut. Produksi memberikan pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut Didesa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YOSEP KAREL LANGMA’A (15380027) Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang : Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Provinsi NTT ini memiliki potensi yang cukup besar bagi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan untuk melakukan kegiatan penangkapan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya nelayan.
Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan ikan menggunakanalat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang yang meliputi komposisi jenis ikan, produksi hasil tangkapan dan Nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) dengan penelitian ini menggunakan metode survei
Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis hasil tangkapan utama Mini Purse Seine yang terdapat di Perairan Teluk Kupang yaitu; ikan Layang, Selar, Lemuru, kembung, Tongkol dan Tembang, hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap yaitu ikan tembang dengan jumlah 10.500 individu dengan presentase 34,56% sedangkan jenis hasil tangkapan terendah yaitu ikan Selar dengan jumlah 2.520 individu dengan presentase 8,29 %. Dan produksi hasil tangkapan tertinggi pada jenis ikan tembang berkisar dari 341,19hari/kg-678,96 hari/kg dengan rata-rata 1500.00 kg dan nilai terendah berkisar dari 63,23 kg-198,20 kg dengan rata-rata 360,00 kemudian nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) hasil tangkapan Mini Purse Seine berkisar antara 6,85-68,00 dari 6 jenis ikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FREDERICO GUSMAU (16381546) Aspek Reproduksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di Perairan Atapupu dan Sekitarnya (di bawah bimbingan: Alfred G.O.Kase, M.Si, Ph.D dan Ir Yohanes Merryanto, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Ikan tuna merupakan komoditi ekspor andalan bernilai ekonomis sangat tinggi dari sektor perikanan bersama tongkol dan cakalang sesudah udang. Jenis tuna yang tertangkap di perairan Indonesia, antara lain sirip kuning (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunus obesus), albakora (Thunnus alalunga) dan tuna sirip biru (Thunnus maccoyi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi aspek reproduksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Atapupu dan sekitarnya Kabupaten Belu. Data ikan tuna sirip kuning sebanyak 77 individu, sampel ikan tuna di kumpul setiap hari selama (Juni – Juli). Metode yang di gunakan penelitian adalah berupa pengamata langsung di lapagan. Metode pengambilan sampel adalah Random sampling.
Aspek Reprodusi yang di analisis yaitu hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, faktor kondisi, dan nisbah kelamin ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang di kumpul sebanyak 77 individu terdiri dari jantan 30 dan betina 47 dengan panjang tertinggi 160 cm dan terendah 84 cm. Sebaran panjang dibagi dalam 10 kelompok ukuran banyak di tangkap 138-147 cm jumlah 9 individu pada ikan betina dan untuk jantan 156-165 cm sejumlah 6 inividu. sebaran kelas ukuran berat ikan tuna jantan dan betina didominasi oleh kelas interval 29–38 Kg sebanyak 17-13 individu (betina dan jantan). Hubungan panjang berat ikan tuna memiliki tipe pertumbahan alomtrik negatif (b<3). Tingkat kematangan gonad yang paling dominan selama penelitian adalah TKG I baik janntan maupun betina. Indeks kematangan gonad ikan tuna memiliki perbedaan dimana nilai IKG pada ikan jantan sejumlah 0,8 dan ikan betina sebanyak 0,9 di bulan Juni. Setelah di bulan Juli IKG ikan betina dan jantan sama-sama mngalami peningkatan dengan nilai IKG yang sama yaitu (1,2),(1,2). Faktor kondisi ikan tuna jantan tergolong sangat tinggi nilai 1,359 dan terendah 0,224 pada ikan betina memiliki bentuk tubuh kurang pipih. Nilai nisbah kelamin 0,6 dan jumlah jantan 30 individu 47 individu yaitu ikan jantan lebih sedikit dari betina
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi penulis adalah: Disparitas Pemidanan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memproduksi Sediaan Farmasi. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa Terjadinya Disparitas Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memproduksi Sediaan Farmasi. Untuk mengetahui mengapa Terjadinya Disparitas Pemidaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memproduksi Atau Mengedarkan Sediaan Farmasi dan untuk memperoleh gelar Sarjana Huku. Jenis penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriftif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari Peraturan Perundang-Undangan, Putusan Hakim dan Kaidah Dasar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas Tindak Pidana Memproduksi Sediaan Farmasi Atau Mengedarkan Sediaan Farmasi dan variabel terikat Disparitas Putusan Hakim Hasil penelitian ini penulis menemukan 4 (empat) alasan yang menyebab terjadinya Disparitas Pemidanan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memproduksi Atau Mengedarkan Sediaan Farmasi karena: 1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum berbeda 2. Indepedensi/Kemandirian Hakim dalam memeriksa dan memutuskan perkara 3. Kualitas perbuatan terdakwa berbeda 4. Hal-hal yang meringankan dan memberatkan perbuatan terdakwa Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk para Jaksa Penuntut Umum agar sebelum melakukan penuntutan melakukan musyawarah dan koordinasi antara Jaksa Penuntut Umum, guna terwujud keadilan dan kepastian hukum 2. Untuk para Majelis Hakim dalam memeriksa dan memutuskan harus konsisten, guna terwujudnya Keadilan dan Kepastian Hukum Kata Kunci: Disparitas, Tindak Pidana Memproduksi Atau Mengedarkan Sedian Farmasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas XI SMA Negeri Banat adalah rendahnya penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran materi sistem reproduksi manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 41 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes penguasaan konsep, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan penguasaan konsep siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dikelas. Hal ini dapat di lihat dari nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 68,85 sedangkan pada kelas kontrol 56,4. Hasil presentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa di kelas XI SMA Negeri Banat. Kata Kunci: Bahan ajar, E-Modul Interaktif, Sistem Reproduksi Manusia, Penguasaan Konsep Keterangan * ) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF INTERACTIVE E-MODULES BASED ON SCIENCE PROJECTS ON STUDENTS' MASTERY OF CONCEPTS Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** One of the problems contained in class XI of SMA Negeri Banat is the low mastery of students' concepts in the process of learning material on the human reproductive system, so the purpose of this study is to determine the effect of the use of Interactive E-Modules Based on Science Projects on Students' Conceptual Mastery. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 41 and a sample of two classes consisting of students in class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 as a control class with a total of 20 students and class XI Science 2 as an experimental class with a total of 21 students. The sampling used is a saturated sampling technique. Data collection was used a concept mastery test, research data was analyzed using a parametric statistical test, namely a t-test with the help of SPSS. The results of this study state that in the control class and the experimental class, there is a difference in students' mastery of concepts. In the experimental class, the researcher used an Interactive E-Module Based on a Science Project so that it could improve students' mastery of concepts in the classroom. This can be seen from the average posttest score of the experimental class which is 68.85 while in the control class it is 56.4. The results of the percentage of this control class show that students' mastery of concepts in the learning process using printed books is still low. This fact shows that there is a significant influence on the use of Science Project-Based Interactive E-Modules on Student Concept Mastery in grade XI of SMA Negeri Banat. Keywords: Teaching Materials for Interactive E-Modules, Human Reproductive System, Concept Mastery Description * ) : Researcher **) : Supervisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH
Oleh
Hoar Maria Angela,Nainiti N. P. P. ,Lano. M. L
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacan Kupang Jln. Adisucipto Penfui Kotak Pos 1o4 Kupang 85001 NTT Telp (0380) 881580:Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Irigasi tetes merupakan metode penyairan yang meneteskan langsung ketanaman atau ke bagian akar dengan tekanan rendah. Tanaman bawang merah merupakan suatu tanaman yang akarnya dangkal faktor tersebut mempengaruhi hilangnya kelembabanlapisan atas tanah sehingga irigasi atau pengganira di perlukan oleh tanaman untuk kelangsungan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh analisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dan Mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan untuk perlakuan dan produksi bawang merah. Penelitian di lakukan di Oesapa kilo 10 bulan juni sampai juli tahun 2022. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga di dapat 20 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan yaitu A (20 ml/Jam) B (25 ml/Jam) C (50 ml/Jam) D (75 ml/Jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Informasi perbedaan antara perlakuan di lanjutkan dengan uji berganda duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan anilisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap produksi tanaman b awang merah yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman bawang merah. Berdasarkan parameter tersebut di atas, maka perlakuan terbaik untuk terdapat pada perlakuan D (75 ml/Jam) dengan nilai rata-rata setiap variable pengamatan tinggi tanaman (42, 375), jumlah Daun 37, dan jumlah produksi dengan nilai rata-rata sebesar 73.
Kata kunci: analisis debit irigasi tetes terhadap produksi tanaman bawang merah
ABSTRACT
ANALYSIS OF DRIP IRRIGATION DISCHARGE ON SHALLOT CROP PRODUCTION
By
Hoar Maria Angela, Nainiti N. P. P., Lano. M. L
Faculty of Agriculture, Arta Wacan Kupang Christian University Jln. Adisucipto Penfui Post Office Box 1o4 Kupang 85001 NTT Tel (0380) 881580: Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Drip irrigation is an irrigation method that drips directly to the plant or to the roots with low pressure. Onion plants are plants whose roots are shallow, these factors affect the loss of moisture in the top layer of soil so that irrigation or replacement is needed by plants for continued growth. This study aims to determine the effect of analyzing variations in drip irrigation pressure on the growth and production of shallots and to determine the effect on growth for the treatment and production of shallots. The research was conducted in Oesapa kilo 10 June to July 2022. This study used the method of Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units. The treatments that were tried were A (20 ml/hour) B (25 ml/hour) C (50 ml/hour) D (75 ml/hour). Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Information on differences between treatments was continued with Duncan's multiple tests. The results showed that the treatment of drip irrigation pressure variations on the production of red b awang plants were different.
Translated with DeepL.com (free version)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu subsektor yang sangat berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia adalah subsektor holtikultura. Produk holtikultura yang sering dijumpai oleh masyarakat yaitu salah satu jenis sayuran yang memiliki kandungan gizi yang baik adalah sawi pakcoy dan selada hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair daun gamal serta pengaruh variasi konsentrasi pupuk organik cair daun gamal yang baik dalam memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy dan selada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan P0=Kontrol/tanpa POC, P1=40 mL, P2=80 mL, P3=120 mL, P4=160 mL. Berdasarkan hasil penelitian pemberian POC daun gamal terhadap tanaman pakcoy dan selada memberikan pengaruh yang signifikan pada tinggi tanaman dan jumlah daun pada perlakuan P3 dengan konsentrasi sebesar 120 mL POC daun gamal dengan rata-rata tinggi tanaman 67 cm dan jumlah daun sebanyak 74 helai. Selada hijau memiliki rata-rata tinggi tanaman 39 cm dan jumlah daun sebanyak 52 helai. Disimpulkan bahwa pemberian POC daun gamal memberikan pengaruh yang signifikan dan dengan pemberian variasi konsentrasi pupuk organik cair daun gamal yang paling baik dalam memberikan pertumbuhan tanaman pakcoy dan selada terdapat pada perlakuan P3 dengan konsentrasi 120 mL POC/tanaman dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul ”ANALISIS FUNGSI PRODUKSI Cobb Douglas PADA PABRIK ROTI UD RADJA BAKERY KUPANG”. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh tenaga kerja, bahan baku dan peralatan secara bersama-sama terhadap produksi roti pada UD. Radja Bakery di kota Kupang.? tujuan penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa dalam menganalisa faktor penyebab produksi tertentu, dan untuk perusahaan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mensiasati produksi roti UD Radja Bakery.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan yaitu analisi Cobb-Douglas, karena mempunyai beberapa sifat yang sangat bermanfaat dalam seriap produksi secara empitis. Dari hasil ini penulis kemudian dapat menggambil kesimpulan.
Dari hasil penelitian inidapat disimpulkan bahwa faktor produksi secara bersama-sama berpengaruhi sangat nyata terhadap produksi roti. Nilai return to scale = 1,257 < 1, maka disebut increasing return to scale. Artinya bila semua input ditambah 1% secara bersama-sama maka output akan meningkat sebesesar 1,26%. Jika dilihat dari segi produktifitas faktor maka terdapat variabel yang harus ditambah atau dikurangi jika faktor lain dianggap konstan yaitu:
1. Jam kerja orang menunjukan angka positif yang berarti akan meningkatkan produksi roti. Pengunaan tenaga kerja masih efisien sehingga tidak dibutuhkan tambahan jumlah tenaga kerja.
2. Bahan baku juga bernilai positif, ini berarti ada pengaruh yang nyata antara bahan baku dengan produksi roti. Penambahan atau pengunaan bahan baku harus proporsional sehingga tidak melampaui batas optimal yang akan menurunkan produksi roti.
3. Jam mesin bernilai negatif, berarti jika jam mesin (mixer dan oven) ditambah maka produksi roti akan menurun. Penggunaan jam mesin telah melampaui batas optimal sehingga tidak efisien lagi, sehingga dibutuhan pengurangan jumlah jam penggunaan peralatan (mixer dan oven) yang proporsional untuk meningkatkan produksi roti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SAHIR S. LAUTU (16384092). Aspek Biologi Reproduksi Ikan Tuna Sirip
Kuning (Thunnus albacares) yang Tertangkap di Perairan Alor. WILSON L.
TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai
Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Berbagai hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya permasalahan terkait
perikanan tuna termasuk ikan tuna sirip kuning perairan Indonesia. Kondisi ini
tentunya akan memberi dampak pada akan terjadinya krisis populasi ikan tuna di
wilayah ini, jika dilihat dari aspek reproduksi kemungkinan besar ikan-ikan tersebut
belum memasuki fase kematangan gonad. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui aspek biologi reproduksi ikan tuna sirip kuning yang meliputi tingkat
hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan
gonad (IKG) dan nisbah kelamin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana
metode ini tergolong dalam metode servei yang bersifat deskriptif. metode survei
merupakan metode yang dilakukan terhadap objek yang cukup banyak dalam kurun
waktu yang diteliti selanjutnya dikaji tetapi hanya sebagian dari beberapa populasi.
Pengambilan data dilakukan dengan metode eksperimental fishing.
Hasil menunjukkan bahwa Sebaran ukuran panjang dari 57 individu ikan tuna
sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Alor pada bulan Maret
hingga Mei 113-174 cm. Hubungan panjang berat ikan tuna sirip kuning yang
tertangkap di perairan Alor pada bulan Maret dan Mei memiliki nilai b < 3 yaitu tipe
pertumbuhan allometrik negatif, sedangkan bulan Mei adalah isometrik. Ikan tuna
sirip kuning yang tertangkap di perairan Alor dari bulan Maret sampai dengan Mei
dengan (TKG) terbanyak adalah ikan betina dengan TKG II dan III. Sedangkan ikan
jantan yang banyak ditemukan pada TKG II. Indeks kematangan gonad ikan tuna
sirip kuning pada bulan Maret-Mei yaitu ikan jantan bulan Maret beriksar antara
0,099-0,109%, betina yaitu 0,074-0,092%; bulan April Jantan yaitu 0,059-0,079%
dan betina sebesar 0,121-0,191%; nilai IKG di bulan Mei untuk ikan jantan yaitu
0,061-0,118% dan betina sebesar 0,062-0,072%. Ratio kelamin ikan tuna sirip
kuning yang tertangkap pada bulan Maret- Mei dengan proporsi betina > jantan.
Faktor kondisi dari ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang ditemukan pada
bulan Maret - Mei berkisar antara 1,0031-1,0571 cm.
Kata kunci: Biologi, reproduksi, Rasio, kelamin, Alor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MARTILDA LENGGU ,2020. Analisis perhitungan harga pokok produksi dengan Metode Job Order Costing pada CV.Kerajinan Jepara Kupang(dibimbing oleh Dr.DAMARIS Y. KOLI, SE.,MP dan JEMS A, ZACHARIAS SE.,M.Si Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi yang di tetapkan oleh perusahan sudah sesuai dengan metode job order costing atau belum. Teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung ke objek penelitian sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa data deskriptif.dengan cara menghitung harga pokok produksi pada perusahaan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa perusahan belum melakukan perhitungan harga pokok produksi dengan metode job order costing, perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan hanya dengan menaksir seluruh biaya biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk sehingga biaya-biaya tidak diklasifikasikan secara tepat dan perhitungan yang dilakukan cukup sederhana sehingga sulit untuk menentukan harga yang tepat untuk suatu produk yang di pesan Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi CV. Kerajinan kupang masih menggunakan perhitungan yang sederhana hanya melakukan perhitungan biaya bahan baku,biaya tenaga kerja,biaya overhead yang terdiri dari biaya listrik sehingga perhitungannya belum akurat. Kata Kunci :Harga pokok produksi, Job order Costing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan, untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi apabila menggunakan metode full costing dan metode variable costing dan untuk mengetahui perbandingan dari ketigametode tersebut.Lokasi penelitian pada usaha peternakan ayam potong (broiler) Bapak Nehemia Jabi yang terletak di Desa Bone, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatifdan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan antara metode pemilik usaha dengan metode full costing dan metode variabe costing.Perhitungan menggunakan metode perusahaan menghasilkan nilai harga pokok produksi sebesar Rp 41.222, sedangkan menurut metode full costing harga pokok produksinya sebesar Rp 42.690 dan menurut metode variable costing harga pokok produksinya sebesar Rp 41.916. Perbedaan tersebut dikarenakan perhitungan yang dilakukan perusahaan belum mengakui seluruh biaya yang berkaitan dengan proses produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan belum tepat, karena tidak memasukkan biaya – biaya secara tepat ke dalam perhitungan harga pokok produksinya. Kata Kunci: Biaya, Harga Pokok Produksi, Metode Full Costing dan Metode VariableCosting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Metode Full costing dan Variabel Costing (Studi kasus pabrik Tahu Oebufu Kupang) Perhitungan harga pokok produksi merupakan hal yang penting di perhatikan karena semakin meningkatnya persaingan antar perusahaan dalam mengghasilkan produk-produk yang berkualitas dengan harga yang cukup bersaing.manfaat informasi harga pokok produksi adalah untuk menentukan harga jual produk yang akan di sajikan laporan keuangan. Tujuan di lakukan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan metode full costing dan metode variabel costing. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Data yang di gunakan adalah data kuantitaif dan data kualitatif . Metode analisis yang di gunakan metode deskriptif yaitu metode yang di gunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Hasil penelitian dan perhitungan, adanya kelemahan dalam perhitungan harga pokok perusahaan. Berdasarkan perbandingan metode full costing dan metode variabel costing dalam perhitungan harga pokok produksi pada perusahaan. Metode full costing memiliki angka jauh lebih tinggi dari pada metode variabel costing, karena di sebabkan dalam perhitungan harga pokok produksi pada metode full costing memasukan semua akun biaya baik yang berjenis variabel maupun tetap. Perusahaan sebaiknya memasukan akun-akun sperti biaya penyusutan gedung pabrik, biaya penyusutan mesin, dan peralatan dan penentuan harga pokok produk menjadi lebih tepat. Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Metode Full Costing, Metode Variabel Costing