ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh elastisitas belanja modal dan pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang.
Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rrumus : elastisitas belanja modal, perubahan pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Elastisitas belanja modal di Kabupaten Kupang dengan nilai rata-rata sebesar -1,77% berada pada kategori inelastis. Yang berarti bahwa belanja modal di Kabupaten Kupang bertambah 1% tetapi pertumbuhan ekonomi berkurang -7,77%. (2) Laju pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 11,15%, dan laju pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada tahun 2020 sebesar -0,80%. (3) Nilai rata-rata elastisitas belanja modal sebesar -1,77% dengan kategori inelastis, maka belanja modal berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. (4) Nilai rata-rata pendapatan asli daerah sebesar -7,71% dengan kategori inelastis, maka pendapatan asli daerah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TTS TAHUN 2015-2018”. NAMA : ARNY FENDRA M. PELLO NIM : 15190216 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI/SEKTOR PUBLIK ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul : Pengaruh Belanja Modal Dan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten TTS Tahun 2015-2018”. Rumusan masalah yang diambil dari penelitian ini adalah “Pengaruh Belanja Modal Dan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten yang dilihat dari laporan keuangan. Adapun persoalan penelitian yang dibahas dalam penelitian ini yakni : Bagaimana Pengaruh Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten TTS Tahun 2015-2018?, Bagaimana Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sektor Pariwisata terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten TTS?, Bagaimana Pengaruh Belanja Modal dan PAD terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten TTS?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten TTS, pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten TTS, dan pengaruh belanja modal dan PAD terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten TTS. Sektor pariwisata merupakan sektor yang kompensial untuk di kembangkan dan berperan dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahtraan masyarakat. Belanja Modal merupakan salah satu indikator produktif dari penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah sehingga tidak dapat ditujukan kepada masyarakat perorangan atau rumah tangga karena dalam pelaksanaannya haruslah bersinggungan dengan pelayanan publik. Semakin besar persentase alokasi belanja modal menandakan bahwa pemerintah daerah lebih produktif. Pertumbuhan Ekonomi diartikan sebagai suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah segenap pemasukan atau penerimaan yang masuk ke dalam kas daerah, diperoleh dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri, dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dipergunakan untuk keperluam daerah. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dia uji pada tabel dapat dikatakan bahwa pada tabel 4.9 hasil uji Koefisien Diterminasi (R2) diketahui nilai R= 0.868 yang berarti bahwa besarnya nilai korelasi (hubungan) sebesar 0.868 kuat antara variabel X1 (belanja modal dan PAD ) dan variabel Y (PDRB). Dari tabel tersebut juga diketahui nilai R Square = 0.753 atau 75,3% yang berarti bahwa variabel independen (Belanja Modal dan PAD) sebesar 75,3% dipengaruhi oleh variabel dependen (PDRB) sedengkan 23,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Nilai koefisien Belanja modal 4,220 berpengaruh positif dengan nilai constants 3447,211 yang bermakna bahwa setiap penambahan 1 satuan pada Belanja Modal maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,220. Hasil tersebut mendukung H1a yang menyatakan bahwa Belanja Modal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan Ekonomi, karena nilai signifikan sebesar 0,645 > 0,05 maka nilai ini berarti adanya pengaruh positif dari belanja modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi namun tidak signifikan. Pengujian pengaruh Belanja Modal terhadap pertumbuhan ekonomi secara persial di peroleh dari hasil uji T statistik atau thitung = 0,632dengan nilai signifikan sebesar 0,645. Berdasarkan Nilai thitung tersebut menunjukan bahwa nilai trsebut lebih kecil dari nilai ttabel. Dengan kata lain 0,623 0,645 . berdasarkan hasil diatas H10 ditolak, atau dengan kata lain Belanja Modal berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi.