Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Gula
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis pengaruh alokasi dana desa terhadap penanggulangan tingkat kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di kabupaten malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka kemiskinan yang terus meningkat dari tahun ketahun merupakan suatu persoalan serius yang di hadapi pemerintah, sehingga pada tahun 2015 pemerintah menerbitkan dana desa kemudian di alokasikan guna untuk memecahkan persoalan kemiskinan yang ada. Penyaluran dana desa yang bersumber dari APBN yang kemudian di transfer Ke APBD kabupaten/kota yang selanjutnya di alokasikan ke Desa, merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan. Penyaluran Dana Desa di harapkan dapat mendorong pertumbuhan Ekonomi sehingga masalah kemiskinan dapat teratasi. Masalah penelitian ini adalah Pengaruh alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan melalui pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebrapa besar pengaruh Alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan dengan melihat pengaruh langsung dan tidak langsung yang menjadikan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Pengantara pengaruh Alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan. Teknik pengumpulan data pada penulisan ini adalah data sekunder berupa dokumentasi dengan jenis data kuantitatif . kemudian di analisis dengan mendeskripsikan konsep dan indikator empirik pada analasis pendahuluan dan kemudian pada analaisis lanjutan menggunakan analisis regresi dengan dua model persamaan dan analisis jalur untuk mengetahui pengaruh masing masing variabel. Dari hasil penelitian dapat menunjukan bahwa : 1. Pengaruh alokasi Dana Desa (X) terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y1) dari hasil perhitungan persamaan pertama diketahui variabel ADD (X) mempunyai pengaruh signifikan posetif terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y1). 2. Pengaruh variabel Alokasi Dana Desa (X) terhadap Penanggulangan Tingkat Kemiskinan (Y2) berpengaruh posetif.. 3. Pengaruh variabel Pertumbuhan Ekonomi (Y1) terhadap Penanggulangan Kemiskinan (Y2). Dari hasil perhitungan secara parsial dalam persamaan kedua variabel Pertumbuhan Ekonomi (Y1) terhadap Penanggulangan Kemiskinan mempunyai pengaruh yang posetif dan signifikan. 4. Dengan dasar analisis jalur pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung nilai koefisien standardized beta pada pengaruh ADD terhadap penanggulangan kemiskinan dengan pertumbuhan Ekonomi sebagai variabel intervening di peroleh pengaruh tidak langsung sebesar (0,02) dan pengaruh langsung sebesar (0,041). Yang menunjukan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi tidak mampu memediasi pengaruh ADD terhadap Penanggulan Kemiskinan. Berdasarkan uraian yang disajikan pada bagian hasil analisis dan pembahasan maka kesimpulanya sebagai berikut : Alokasi Dana Desa (X) tidak berpengaruh terhadap penanggulangan Tingkat kemiskinan(Y2) Melalui pertumbuhan Ekonomi (Y1).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEK SUHU DALAM PENYANGRAIAN KOPI BUBUK ASAL SUMBA (Robusta) SERTA SIFAT ORGANOLEPTIKNYA SETELAH DITAMBAHKAN GULA LEMPENG DALAM PENYAJIAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEK SUHU DALAM PENYANGRAIAN KOPI BUBUK ASAL SUMBA (Robusta) SERTA SIFAT ORGANOLEPTIKNYA SETELAH DITAMBAHKAN GULA LEMPENG DALAM PENYAJIAN Mesak D.J. Wolla Rato*), BanoEt M.I Regina SP,MP** )Malelak Zet Ir.M.Si**) ABSTRAK Kopi merupakan minuman yang memiliki cita rasa khas dan memberikan pengaruh fisiologis menyegarkan setelah diminum. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Kementrian Pertanian, konsumsi kopi nasional mencapai 250 ribu hingga 276 ribu ton pada tahun 2016. Orang Indonesia umumnya terbiasa minum kopi yang dibubuhi gula, susu, atau tambahan lain seperti creamer, madu dan lainnya. Penambahan gula lontar dianggap dapat memberikan rasa manis dan menambah aroma yang berbeda dari gula pasir yang selama ini biasa digunakan untuk minum kopi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh suhu penyangraian pada kopidan penggunaan gula lontar (lempeng) pada minuman Kopi Robusta. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian pada Bulan Desember 2021 Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ( UKAW ) Dan Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW) Pada bulan Februari 2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan variabel pengamatan perlakuan gula lontar (lempeng) pada minuman kopi. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan penambahan gula lempeng yang menghasilkan nilai tingkat pengaruh nyata pada konsentrasi aroma kopi robusta paling tinggi terdapat pada perlakuan B dengan skor rata-rata 3,667 (sangat suka), dan perlakuan a dengan skor 3,311 (sangat suka) tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,978 (suka) dan perlakuan D yang berbeda nyata dengan skor rata-rata 1,756, (tidak suka). Perlakuan yang menghasilkan nilai tingkat pengaruh nyata yang sangat signifikan robusta paling tinggi terdapat pada perlakuan B dengan skor rata-rata 3,800 tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,311(suka), dengan perlakuan D dengan skor 2,222 tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,311 (suka) dan perlakuan D yang berbeda nyata dengan skor rata- rata 2,222, (tidak suka). Analisis kadar air tertinggi terdapat pada Perlakuan A dengan skor 7,262 dan kadar air terendah terdapat pada perlakuan D dengan skor 5, 116. Kata Kunci : Kopi robusta, gula lempeng. Peneliti* Pembimbing**

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUMBU RUJAK BERBASIS GULA CAIR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dengan judul Studi Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Bumbu Rujak Berbasis Gula Cair.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2021 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Arta Wacana Kupang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpanan bumbu selama 1 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan, dan diulang sebanyak 2 kali dengan komposisi yang sama, variabel pengamatan pada bumbu rujak adalah, Uji organoleptik (aroma, warna, rasa) uji kadar air, uji brix. Perlakuan terbaik yaitu penyimpanan bumbu rujak pada minggu ke-1 pada perlakuan A, Hal ini menunjukkan bahwa uji organoleptik yakni skor warna 4,625 dengan kategori (Sangat suka), skor rasa 4,825 dengan kategori (sangat suka) skor aroma 4,725 dengan kategori(Sangt suka) dan kadar air 15,25, brix gula 84,15

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAMA PEMASAKAN NIRA LONTAR ( Borassus flabelifer L ) TERHADAP MUTU GULA SABU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LAMA PEMASAKAN NIRA LONTAR TERHADAP (Borassus flabellifer L) MUTU GULA SABU Rohi Lobo A.Yunita¹) Nubatonis M. Lesybeth²) Malelak Zet²) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lama Pemasakan Nira Lontar (Borassus flabelifer L) Terhadap Mutu Gula Sabu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas TeknoloPertanian Universitas Artha Wacana Kupang Menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Dengan 4 Perlakuan dan 3 kali ulangan Sehingga terdapat 12 Unit Percobaan dengan lama pemasakan 60 menit, 120 menit, 180 menit, dan 240 menit. Variabel yang diamati karakteristik organoleptik yang meliputi uji kesukaan terhadap warna,rasa dan aroma dan variabel yang diamati adalah karakteristik fisik dan kimia yang meliputi analisis kadar air,kadar gula dan viskositas Hasil penelitian menunjukan, perlakuan D yang terbaik dengan waktu 240 menit menghasilkan warna gula yang tertinggi dengan skor 4.667 c ( sangat suka) dan rasa gula yang tertinggi dengan skor 4.733 c (sangat suka) dan Aroma gula yang tertinggi dengan skor 4.467 b (sangat suka) sedangkan nilai viskositas terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis fisik dengan cara pengukuran laju kecepatan terdapat pada perlakuan D yang terbaik lama pemasakan 240 menit dengan kecepatan jatuh terendah yaitu dengan nilai rata-rata viskositas tertinggi 8,3133. sedangkan nilai kadar air terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai rata-rata 28,667 sedangkan nilai kadar gula (brix) yang terbaik terdapat pada perlakuan D dengan Nilai rata-rata 81,667. Kata kunci : Nira lontar,gula cair,organoleptik,viskositas, kadar gula(Brix) dan kadar air(%) 1) Peneliti 2) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA (Tetiyanuarius) (medahandeasisak*)(malelakzet**) ABSTRAK Minumanberalkoholadalahminuman yang mengandungetilalkoholatauetanol yang diprosesdaribahanhasilpertaniansepertilaru.Penelitianinidengancarafermentasiguladandestilasi. Proses destilasidilakukanuntukmenghasilkanetanolyaitudengancara prosesdestilasisederhana. Padasetiapproses destilasiterdiridari 3 perlakuanyaitu 10 liter, 15 literdan 18 liter. Tujuanpenelitianiniuntukmemperoleh data perubahansuhuuapdankadar alcohol hasildestilasi yang berbedadenganvariabelsebagaiberikut : Variabelbebasadalahperubahan suhu,X1 : 56℃-64℃ (aseton),X2 : 64℃-77℃ (methanol), X3 : 77℃ - 78℃ (etilasetat), X4 : 78℃ - 82℃ (etanol), X5 : 82℃ - 97℃ (isopropanol), danvariabelterikatatau variable yang diamatiadalahkadar alcohol hasildestilasi. Hasilpenelitianmenunjukanbahwadariketigaperlakuandengan proses destilasiyang berbedadapatmenghasilkankadar alcohol. 8 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol, 10 liter larumenghasilkan 60% kadaralkoholdan 15 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol. Dari penelitianinididapatkan volume dankadaralkohol yang menurundenganbertambahnyawaktupemasakandanberbandingterbalikterhadaptemperaturdestilasi. Kadar alkoholtertinggidiperolehsebesar 60 % sedangkan yang terendahadalah 50 %. Kata Kunci:destilasi, fermentasigula (laru) kadaralkohol.  1)peneliti  2)pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL BERBASIS LIFE SKILL PADA MATERI UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL BERBASIS LIFE SKILL PADA MATERI UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Manek, S) * Nomleni, F.Th.) ** Koroh, T. D) ** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh penggunaan media audio visual berbasis life skill terhadap hasil belajar peserta didik SMA Negeri 3 Fatuleu, 2) apakah terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran audio visual berbasis life skill terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 3 Fatuleu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian pretes-posttest control grup design. Sampel penelitian ini yaitu peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 3 Fatuleu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes yang berupa pretest dan posttest. Data yang telah dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan berbantuan SPSS versi 25 menunjukan bahwa nilai t hitung > t tabel (3,198 > 2,008), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran audio visual berbasis life skill pada materi upaya penanggulangan pencemaran lingkungan terhasap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 3 Fatuleu Tahun Ajaran 2022/2023” Kata Kunci : Media Pembelajaran Audio Visual, Life Skill, Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan. Keterangan *:Peneliti **: Pembimbing ABSTRACT THE INFLUENCE OF AUDIO VISUAL LEARNING MEDIA BASED ON LIFE SKILL ON THE MATERIAL FOR EFFORTS TO OVERCOME ENVIRONMENTAL POLLUTION ON STUDENT LEARNING OUTCOMES Manek, S) * Nomleni, F.Th.) ** Koroh, T. D) ** This study aims to determine 1) the effect of the use of life skill-based audio-visual media on the learning outcomes of SMA Negeri 3 Fatuleu students, 2) whether there is an effect of the use of life skill-based audio-visual learning media on the learning outcomes of class X MIPA students in Biology subject at SMA Negeri 3 Fatuleu. This type of research is an experimental research using a pretest-posttest control group research design. The sample of this research is students of class X MIPA SMA Negeri 3 Fatuleu. The instrument used in this study is a test instrument in the form of pretest and posttest. Data that has been analyzed using descriptive analysis with the help of SPSS version 25 shows that the t count > t table (3.198 > 2.008), then H1 is accepted and H0 is rejected. This means that there is an influence of the use of audio-visual learning media based on life skills on the material for efforts to tackle environmental pollution on the learning outcomes of class X MIPA students at SMA Negeri 3 Fatuleu Academic Year 2022/2023” Keywords : Audio Visual Learning Media, Life Skill, Environmental Pollution Control Efforts Description: * Researcher ** Mentor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPOSISI GULA LONTAR CAIR TERHADAP TEKSTUR SENSORIK BABEKO

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi gula lontar cair terhadap tekstur sensorik babeko.Penelitian ini telah dilaksanakan pada tangga 22-28 juni 2021 di laboratorium processing fakultas teknologi pertanian, Universitas Kristen Artha wacana Kupang. Menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengaplikasikan empat (4) perlakuan, aplikasi setiap perlakauan diulang 3 kali (triplo) dengan 30 panelis menjadi sumber pengelompokan, memberikan pengaruh yang sangatnyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap, Metode uji sensorik yang digunakan adalah metode uji scoring, skalauji yang digunakan dalam penguji sensorik terhadap rasa, aroma, tektur babeko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh komposisi gula lontar cair terhadap tekstur sensorik babeko yang berbeda terdapat pada perlakuan D. 60 % gula lontar cair yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variable yaitu tingkat kesukaan rasa babeko (4,733) sangat suka tekstur (4,611) sangat suka dan aroma babeko(4,578) sangat suka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERIMAAN SENSORIK GULA-GULA BABEKO DENGAN PROPORSI KACANG TANAH YANG BERBEDA TERHADAP GULA LONTAR CAIR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENERIMAAN SENSORIK GULA-GULA BABEKO DENGAN PROPORSI KACANG TANAH TERHADAP GULA LONTAR CAIR YANG BERBEDA (FANDU T W*) , (MEDAH I A**), (ZET MALELAK**) ABSTRAK Penelitianinitelahdilaksanakanpadatanggal 25 -29 juni 2021 di laboratoriumprocessingfakultasteknologipertanianUniversitas Kristen ArthawacanaKupangtentangmenganalisispenerimaansensorikgula-gulababekodenganproporsikacangtanahterhadapgulalontarcair yang berbedadanMetode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeRancanganAcakKelompok (RAK). Percobaanmengaplikasikanempat (4) tarafperlakuandanmasing-masingperlakuanproporsikacangtanahterhadapgulalontarcairmemberikanpengaruh yang sangatnyata (P>0,01) padatarafsignifikan 1% terhadapujianalisissensorik yang digunakanadalahmetodeuji scoring terhadap rasa, teksturdan aroma babeko. Hasilanalisisdanpembahasanmenunjukkanbahwaperlakuan yang tepatdenganpenerimaansensorikgula-gulababekodenganproporsikacangtanahterhadapgulalontarcair yang berbedaterdapatpadaperlakuanD.gulacair 60% yang mendapat rata-rata nilaiuntuksetiapvariabelyaitutingkatkesukaan rasa babeko(4,733) sangatsukatekstur (4,611) sangatsukadan aroma babeko(4,578) sangatsuka. KataKunci:Gulalontarcair, kacangtanah, sari jahe,babeko,rasa, tekstur,aroma

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERIMAAN SENSORIK GULA-GULA BABEKO DENGAN PROPORSI JAHE YANG BERBEDA TERHADAP GULA LONTAR CAIR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini tentang penerimaan sensorik gula-gula babeko dengan proporsi jahe yang berbeda terhadap gula lontar cair. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 22-28 juni 2021 di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerimaan sensorik gula-gula babeko dengan proporsi jahe berbeda pada gula lontar cair. Dan juga terdapat salah satu perlakuan terbaik yang dapat diterima oleh panelis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuandan3 kali ulangan. Dengan 30 panelis sebagai sumber pengelompokan dengan prenstase 0%, 10%, 15% dan 20% sari jahe. Variabel yang diamati adalah aroma, rasa, tektur permen babeko. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis organoleptik pada aroma terdapat pada perlakuan C dengan penambahan sari jahe yang menghasilkan nilai rata-rata aroma babeko (4,689) sangat suka, rasa babeko yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata(4,744) sangat suka, tekstur babeko yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata (4,611) sangat suka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KETAN PUTIH TERHADAP PROSES PEMBUATAN PERMEN DARI GULA LONTAR (Borassus flabelliferr)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Penambahan Tepung Ketan Putih Terhadap Proses Pembuatan Permen Dari Gula Lontar (Borassus flabellifer) Yohanis Jawu Rita*), Lesybeth M. Nubatonis**), Melkianus Nuhamara**) ABSTRAK Permen lontar adalah permen manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat dengan bahan dasar gula lontar dan bahan tambahan lainnya yang membentuk suatu formula adonan dengan cara dipanggang sehingga memiliki sifat dan struktur tertentu yang digemari masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 Juli sampai dengan 27 Juli di Laboratorium prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2021, Penelitian ini bertujun untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Tepung Ketan Putih Terhadap Proses Pembuatan Permen Dari Gula Lontar (Borassus flabellifer) dan untuk memperoleh tepung ketan putih dan gula lontar yang tepat dalam pembuatan permen lontar dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing- masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%, 15%, 30%, dan 45%. Parameter yang diukur pada kualitas permen lontar yang dihasilkan adalah uji rasa, tekstur, dan aroma. Berdasarkan hasil penelitian Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat uji rasa pada perlakuan B dengan penambahan tepung ketan putih 15% terhadap rasa dengan skor 4,33 (sangat suka), Hasil penelitian uji tekstur tertinggi terdapat pada perlakuan D 45% dengan skor 4.67 (sangat suka), Dan pada hasil penelitian uji aroma tertinggi terdapat pada perlakuan B 15% dengan skor 4,416 (sangat suka). Kata Kunci : Tepung, ketan, permen, gula lontar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUHU PEMASAKAN NIRA LONTAR (Borassus flabellifer l) TERHADAP KUALIATAS GULA SABU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Suwitron Budikson Lobo1); Lesybeth M Nubatonis2) Zet Malelak2) Gula cair merupakan cairan berwarna keruh, memiliki rasa manis, kental dan tidak berbau. Gula lontar juga dikenal sebagai pemanis alami yang aman bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis organoleptik dan viskositas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Perlakuan yang dilakukan, yaitu suhu pemasakan 100OC, 125OC, 150OC dan 200OC. Hasil penelitian menunjukan, perlakuan D yang terbaik dengan suhu 200OC menghasilkan warna gula yang tertinggi dengan skor (3,733 a) sangat suka dan rasa gula yang tertinggi dengan skor (3,867 a) sangat suka, sedangkan nilai viskositas terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis fisik dengan cara pengukuran laju kecepatan terdapat pada perlakuan D yang terbaik pada suhu 200OC dengan kecepatan jatuh terendah yaitu 5,77 g/d dengan nilai rata-rata viskositas tertinggi (6,190 a).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI GULA TEBU DAN GULA LONTAR DALAM MENGHASILKAN TEKSTUR SARUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

OPTIMASI GULA TEBU DAN GULA LONTAR DALAM MENGHASILKAN TEKSTUR SARUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) DONI U PILA), LESYBETH M. NUBATONIS1), ZET MALELAK2) ABSTRAK Ubi jalar ungu adalah salah satu komoditas pertanian jenis umbi-umbian yang cukup penting di Indonesia sebagai sumber pangan dan sebagai salah satu sumber karbohidrat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juli 2021 di laboraturatorium eksata fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis pengaruh optimasi gula tebu dan gula lontar dalam menghasilkan tekstur sarutan goreng ubi jalar ungu metode yang digunakan adalah menggunakan Response surface methodology (RSM) dengan 12 perlakuan terhadap gula tebu dan gula lontar yaitu warna, rasa, tekstur dan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan dengan pengaruh optimasi gula tebu dan gula lontar terhadap pembuatan sarutan goreng ubi jalar ungu terdapat pada gula tebu 12,15,20,25,dan 27 dengan gula lontar 62,65,70,75,dan 77gram Kata Kunci : Gula tebu, gula lontar sarutan goreng tekstur, RSM

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAMA FERMENTASI NIRA LONTAR DARI LOKASI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK LARU PUTIH.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LAMA FERMENTASI NIRA LONTAR DARI LOKASI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK LARU PUTIH. TALAEN MELTUS*), NUBATONIS M.L**), MALELAK ZET**) ABSTRAK Pohon Nira Lontar (Borassus flabellifer) merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menghasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase, pH, kadar gula, dan organoleptik warna dan rasa yang dihasilkan oleh pohon Nira Lontar (Borassus flabellifer) yang di fermentasi secara spontan.yang di ambil dari lima Desa yang berbeda yaitu Desa Baumata, Naimata, Oebelo, Oesapa, dan Tuapukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengukuran pH dengan menggunakan alat pen tipe pH meter menunjukan adanya perbedaan yang signifikan yaitu hasil tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,200) dan Desa Naimata (3,050O) di bandingkan dengan Desa Oebelo (2,875), Oesapa (2,975), Tuapukan ( 2,775). dan pada pengukuran kadar gula dengan menggunakan alat refraktometer menunjukan hasil yang signiikan juga yaitu hasil tertinggi terdapat pada Desa Baumata (8,750) di bandingkan pada Desa Naimata (5,250), Oebelo (4,750), Oesapa (4,700), dan Tuapukan (2,900) yeng paling terendah. Sedangkan pengukuran organoleptik di uji dengan menggunakan panelis sebanyak 15 yang memberikan respon secara signifikan berbeda yaitu pada warna menunjukan hasil kesukaan tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,683), Naimata ( 3,483), Oebelo (3,150), di bandingkan dengan Desa Oesapa ( 2,483), Tuapukan ( 1,867) yang paling terendah. Sedangkan pada rasa menunjukan kesukaan tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,817), Naimata (3,467), Oebelo (3,333), di bandingkan dengan Desa Oesapa (2,517), dan Tuapukan (1,783) yang paling terendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP KADAR ALKOHOL DAN CITA RASA ANGGUR UWI UNGU (DioscoreaAlata)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP KADAR ALKOHOL DAN CITA RASA ANGGUR UWI UNGU (DioscoreaAlata) JunnarNuban )* Ir. ZetMalelak, MP )** Ir. A. I.Medah,MP ) Program studiteknologihasilpertanianFakultasteknologipertanian Universitas Kristen ArthaWacanaKupang Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhgulapasirterhadappembuatan wine dariumbiuwidanpenambahangula yang tepatterhadappembuatan wine uwiungu. Penelitianinitelahdilaksanakan di laboratorium Processing FakultasteknologipertanianUniversitas Kristen ArthaWacanaKupang.PenelitianinidilakukanmenggunakanRancanganAcaklengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 3 kali ulangansehinggamengasilkan 12 unit percobaan.Dengankomposisiperlakuandagingumbiuwi 500 gr danpenambahangulapadasetiapperlakuan (A 14 °Brik, B 16°Brik, C 18°Brik, D 20°Brik). Variabel yang diamatikadargula, pH, kadarAlkoholdanvariabelbebas yang diamatiadalahwarna, aroma dan rasa wine uwiungu. Hasilpenelitianiniimenunjukanperlakuanterbaikterdapatpadaperlakuan D dengannilai rata-rata alkohol 9,8 % , warna 4,267, aroma 4,2, dan rasa 4,133.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN GULA REDUKSI PADA GULA SEMUT DARI NIRA AREN YANG DIPENGARUHI pH DAN KADAR AIR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini telah dilaksanakan di UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang dari bulan September-November. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan gula reduksi dalam gula semut dari nira aren yang dipengruhi pH dan kadar air. Sampel yang digunakan adalah nira aren dan gula semut hasil dari pengolahan nira aren. Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah neraca analitik, beaker glass, pipet tetes, corong glass, kertas saring, labu ukur 100 mL, pipet volumetri 25mL, erlenmeyer, cawan porselin, mortar, hot plate, gelas ukur, buret, kertas lakmus biru, wajan, sendok, kompor, toples, jerigen sedangkan bahan yang digunakan adalah nira 2 L sebagai sampel untuk analisis gula reduksi, aquades, Na2S2O3 0,1 N, K1(kaliun iodat) 15%, Na3PO4 10%, timbal asetat, Na2HPO4 10%, pereaksi luff schoorl, H2SO4 25%, indikator amilum 1 %, Hcl 30%, NaOH 20%, pb asetat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Variabel yang diukur adalah kadar gula reduksi sebelum inversi dan sesudah inversi serta pH dan kadar air. Hasil analisis menunjukkan kandungan gula reduksi sebelum inversi yakni 5,18% dan analisis kandungan gula reduksi setelah inversi yakni 10,31%. Sedangkan kadar air nira sebelum inversi adalah 76,44% dan setelah inversi yakni 2,8%, kemudian untuk pH sebelum inversi yakni 6 dan setelah inversi 8. Oleh karena itu disarankan untuk melaksanakan penelitian lanjutan untuk melihat pengaruh populasi mikroba maupun khamir terhadap kadungan gula reduksi dalam nira aren

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DENDENG IKAN MUJAIR DENGAN PENGGUNAAN JENIS GULA YANG BERBEDA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dendeng ikan adalah produk pangan yang berbentuk lempengan terbuat dari daging segar dan atau daging beku, yang diiris atau digiling, ditambah bumbu dan dikeringkan dengan sinar matahari atau alat pengering, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Dendeng yang disukai oleh konsumen adalah dengan tekstur yang tidak keras dan produsen dendeng harus memperhatikan kualitas dendeng dari segi tekstur dan warna. Karakteristik dendeng yang harus dipenuhi yaitu memiliki tekstur kenyal dan lembut, warna serta memiliki rasa yang dapat diterima oleh konsumen sehingga diperlukan bahan tambahan yang dapat memperbaiki sifat dari dendeng ikan. Salah satu bahan tambahan yang dapat memperbaiki karakteristik dendeng ikan adalah gula. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik organoleptik (Aroma, warna, tekstur, dan rasa) dan uji kimiawi (kadar air dan pH) dendeng ikan mujair yang diproses dengan penggunaan jenis gula yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-Agustus di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian organoleptik dan kimia (kadar air dan pH). Organoleptik dendeng ikan mujair dengan penggunaan jenis gula yang berbeda sangat berpengaruh nyata untuk setiap perlakuan baik pada karakteristik organoleptik (Aroma, warna, tekstur, dan rasa) seta kadar air dan pH. Rata-rata kadar air dan pH yang dihasilkan pada dendeng ikan mujair yang menggunakan jenis gula dan persentase gula yang berbeda yaitu gula sabu dan gula pasir memberikan pengaruh sangat nyata untuk setiap perlakuan yang berkisar antara 11,20-15,20% untuk nilai rata-rata kadar air, dan nilai pH berkisar antara 6,4-6,7. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan gula yang berbeda yaitu gula sabu dan gula pasir dengan persentase masing-masing gula yaitu 25%, 30%, dan 35%, menghasilkan karakteristik aroma, warna, tekstur dan rasa yang berbeda dan karakteristik yang paling baik adalah pada perlakuan persentase gula sabu 35% .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penggunaan Konsentrasi Gula Merah dan Air Jeruk Nipis yang Berbeda Terhadap Karakteristik Petis Ikan Tongkol

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

VRENGKI ALVANUS FRARE (14390055). Pengaruh Penggunaan Konsentrasi Gula Merah dan Air Jeruk Nipis yang Berbeda Terhadap Karakteristik Petis Ikan Tongkol. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA, S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI, S.Pi.M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Limbah perikanan, khususnya limbah cair, biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebabkan pencemaran serta menimbulkan bau yang mengganggu estetika lingkungan.Petis merupakan produk olahan yang termasuk dalam kelompok saus yang menyerupai bubur kental, liat dan elastis, berwarna hitamatau cokelat tergantung pada jenis bahan yang digunakan serta merupakan produk pangan yang mempunyai tekstur setengah padat (Intermediate Moistured Food).Kandungan unsur gizi dalam petis per 100 g yaitu energi 151,0 kkal, air 56,0%, protein 20%, lemak 0,2%, karbohidrat 24%, kalsium 37(mg), fosfor 36(mg), besi 2,8(mg). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh presentase gula merah dan air jeruk nipis yang berbeda terhadap karakteristik organoleptik petis ikan tongkol dan untuk mengetahui pengaruh gula merah dan air jeruk nipis terhadap karakteristik kimiawi asam amino dan kadar air petis ikan tongkol. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu bulan Pebruari-Maret 2020 yang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan petis, pengujian organoleptik (penampakan, bau, rasa dan tekstur) dan pengujian kadar air, serta Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor untuk pengujian asam amino. Metode penelitian adalah metode eksperimen yaitu membuat petis dengan faktor yang dicobakan yaitu gula merah dan air jeruk nipis dengan menggunakan Analisis Kovarians (Anova), dan diuji lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) menurut Gasperz (1991). Hasil penelitian untuk paramter kenampakan berkisar antara 6,80-7,80, parameter aroma berkisar antara 6,35-7,70, parameter rasa berkisar antara 6,25-7,70, parameter tekstur berkisar antara 6,70,7,80, kadar air berkisar antara 24,00-30,00%, asam amino berkisar antara 647,77 mg/kg-4205,29 mg/kg Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk petis ikan dari limbah perebusan ikan tongkol yang diproses dengan persentase gula merah dan air jeruk nipis yang berbeda nilai organoleptik parameter kenampakan tertinggi pada perlakuan 60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis dengan kriteria cokelat agak kehitaman, menarik, dan sedikit kotoran. parameter aroma tertinggi pada persentase gula merah 60% dan 8 ml air jeruk nipis dengan kriteria harum, aroma ikan tongkol sedang tanpa bau tambahan dan enak, parameter rasa tertinggi pada persetase60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis kriteria cukup enak, rasa ikan tongkol sedang, tidak amis dan rasa manis cukup. Sedangkan untuk parameter tekstur tertinggi pada persentase60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis.dengan kriteria agak kental, homogen dan sedikit kental. Kadar rata-rata kadar air 24%-29%. Nilai asam amino antara 647,77 kg/mg - 4205,29 kg/mg

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“PROPORSI PENGGUNAAN GULA MERAH (Phaseulus vulgaricus, L) DALAM PEMBUATAN SUSU KACANG MERAH TERHADAP AKSEPTABILITY SENSORIK”

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROPORSI PENGGUNAAN GULA MERAH DALAM PEMBUATAN (LEMPENG) DALAM PEMBUATAN SUSU KACANG MERAH (Phaseulus vulgaricus ,L) TERHADAP AKSEPTABILITAS SENSORIK Benedikta anahamu.*)Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT**), Regina I. M. Banoet SP,MP**) UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Fakultas Teknologi Pertanian Susu adalah cairan berwarna putih yang lazimnya berasal dari hasil pemerahan sapi atau hewan menyusui lainnya. Produk ini dapat dikonsumsi langsung atau dapat diolah menjadi bahan makanan lain yang aman dan sehat. Susu merupakan produk pangan yang hampir sempurna kandungan gizinya dan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Bahan makanan ini merupakan salah satu sumber energi karena mengandung lemak dan gula susu (laktosa) dalam jumlah yang cukup bermakna. Susu juga kaya dengan zat pembangun karena mengandung protein. Salah satu jenis kacang yang berpotensi untuk menghasilkan susu adalah kacang merah (Phaseulus vulgaris, L). Kacang merah (Phaseulus vulgaris, L) termasuk dalam family loguminosea alias tanaman polongan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada warna, rasa maupun kadar gula produk susu kacang merah. Kata kunci : Kacang merah ( phaseulus vulgaricus, L), gula merah (lempeng *)peneliti **) pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail