Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

26 hasil
Subjek: masyarakat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA DESA TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA TUAKAU KECAMATAN FATULEU BARAT KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional pada tahun 2017 menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2017 menduduki titik terendah selama hampir dua dekade, yaitu sebesar 10,12 persen. Prosentase tersebut menunjukkan bahwa masyarakat miskin di Indonesia telah berkurang sebanyak 1,18 juta jiwa dari tahun 2016. Meskipun demikian, jumlah masyarakat miskin saat ini masih di atas 28 juta jiwa. Kemiskinan tersebut tidak hanya terjadi di satu daerah saja, akan tetapi hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami permasalahan tersebut Masalah penelitian ini adalah Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Masyarakat Dalam PengelolaanDana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat DesaTuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang. Berdasarkan masalah peneltian tersebut, maka persolan penelitian ini adalah (a) Apakah transparansi dalam pengelolaan dana desa berpengaruh positif terhadap pemberdayaan masyarakat di DesaTuakau, Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang?. (b)Apakah akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa berpengaruh positif terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang?, dan (c) Apakah partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa berpengaruh positif terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang? Konsep teori dalam penelitian ini adalah: (1) Transparansi yang berasal dari kata transparency adalah prinsip untuk membuka diri kepada hak masyarakat untuk memperoleh akses informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif mengenai penyelenggaraan organisasi dengan memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara. (2) Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban untuk menjawab dan menerangkan kinerja seseorang, badan hukum, dan atau pimpinan suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau wewenang untuk menerima dan/atau meminta keterangan atau pertanggungjawaban. (3) partisipasi adalah bentuk peran serta dan/atau keikutsertaan dalam suatu kegiatan yang dilaksanakan secara proaktif. Adisasmita menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat merupakan keterlibatan dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan, meliputi kegiatan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek/program yang dikerjakan oleh masyarakat lokal. (4) Pemberdayaan merupakan suatu cara dimana komunitas dalam suatu organisasi diarahkan agar dapat berkuasa atas kehidupannya. Sedangkan pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah konsep yang lahir sebagai bagian dari perkembangan alam pikiran masyarakat. Pemberdayaan masyarakat juga diartikan sebagai konsep pembangunan yang memberikan manfaat nyata dan positif terhadap kinerja pembangunan yang selanjutnya akanmeningkatkan kesejahteraan masyarakat. Populasi penelitian ini adalah seluruh Masyarakat di Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang.jumlah penduduk Desa Tuakau adalah sebanyak 2.283 jiwa. Sedangkan sampel penelitian ini seluruh perangkat Desa Tuakau. berjumlah 26 orang 1 orang kepala desa, 1orang sekretaris desa,4 orang kepala dusun, 3 orang kepala urusan, 3orang kepala seksi, 5 orang tua adat dan 9 orang masyarakat desa. Data penelitian ini diperoleh menggunakan kuesiber berskala likert. Data penelitian yang dihilpin selanjutnya dianalisis melalui dua tahap yaitu analisis penedahuluan dan analisis lanjutan. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dengan didahului analisis uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa (a) Transparansi berpengaruh positif terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang. (b) Transparansi berpengaruh positif terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang. (c) Transparansi berpengaruh positif terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti menyarankan sebagai berikut: (1) Karena trasparansi berpengaruh positif terhadap pemberdayaan masyarakat, maka transparansi dalam pengelolaan dana desa harus ditingkatkan, demikian pula akuntabilitas dan partsipasi masyarakat. (2) Partisipasi masyarakat ternyata memiliki pengaruh paling besar dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah desa harus tetap melibatkan masyarakat dalam mengelola dana desa. Kata Kunci : Transparansi, Akuntabilitas Partisipasi Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Indikasi Kekerasan Di Lingkungan Masyarakat Loli Dan Implikasinya Bagi GKS Jemaat Letemalouna, Klasis Lolina

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan selalu berhubungan erat dengan peristiwa yang mengerikan, menakutkan, meyakitkan, atau juga yang berakhir dengan kematian.Tindakan kekerasan selalu mewarnai segala sendi kehidupan manusia, baik dari segi sosial, politik. Angkah kekerasan juga yang terjadi dalam masyarakat Loli tiap tahun selalu meningkat dengan berbagai macam kekerasan yang paling utama yaitu kekerasan pencurian. Realitas yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian di Jemaat GKS Letemalouna masih banyak jemaat yang terindikasi melakukan kekerasan baik dalam jemaat sendiri dan masyarakat sekitar yaitu lingkungan masyarakat Loli.Yang masih hidup dalam budaya adat istiadat yang masih sangat kental serta juga sangat berpengaruh kekeuasan yang ada dalam masyarakat.Tujuan ini dapat dicapai dengan satu penelitian lapangan dan metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam terhadap kekerasan. Kasus yang dialami masyarakat oleh penguasa. Serta mengetahui sejauh mana pencapain gereja berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis. Dari hasil penelitian gereja belum bisa juga menurunkan angkah kekerasan, dikerenakan kurangnya sumber daya alam dan sarana prasanan. Gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda. Gereja juga perlu sadar terhadap kehidupan sosial yaitu harus terlibat dalam menurunkan angkah kekerasan jadi keterlibatan gereja dalam bidang pelayanan kepada masyarakat dan jemaat perlu secara lebih mendalaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PERBANKAN DAN TURUT SERTA MENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT TANPA IZIN USAHA DARI PIMPINAN BANK INDONESIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah Deskripsi tentang motif, modus dan akibat hukum pelaku tindak pidana perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia. Masalah pokoknya diteliti penulis ialah bagaimanakah motif pelaku dalam tindak pidana perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia, bagaimanakah modus pelaku dalam tindak pidana perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia dan akibat hukum pelaku tindak perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif pelaku dalam tindak perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia, untuk mengetahui modus pelaku dalam perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia, untuk mengetahui akibat hukum pencemaran perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indonesia sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Motif pelaku dalam melakukan tindak pidana perbankan dan turut serta menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpan tanpa ijin usaha dari pimpinan bank Indonesia, adalah : a. Mencari keuntungan b. Memenuhi kebutuhan atau biaya hidup terdakwa dan keluarganya. 2. Modus pelaku dalam melakukan tindak pidana menghimpun dana dari masyarakat tanpa memperoleh izin dari bank Indonesiaa, adalah : a. Menyalahgunakan tanggung jawab dan kewenangan sebagai komisaris utama dan dewan komisaris. b. Meminta nasabah berinvestasi pada PT yang dikelola terdakwa dengan janji keuntungan sebesar 6 – 7%. c. Membuka koperasi tanpa ijin guna mengambil uang nasabah. 3. Akibat Hukum terhadap Pelaku, yakni: a. Para Terdakwa ditahan; b. Para terdakwa dikenai pemidanaan; c. Para Terdakwa dikenai pidana denda; dan d. Para terdakwa dikenai pembayaran biaya perkara. Kata Kunci : Motif, Modus , Akibat Hukum, Tindak Pidana Perbankan dan Turut Serta Menghimpun Dana dari Masyarakat Tanpa Ijin Usaha dari Pimpinan Bank Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KENAIKAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) TERHADAP PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT DI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Negara berkembang seperti negara Indonesia, pembangunan sangatlah diperlukan pemerintah guna membuat negara ini menjadi lebih baik serta tumbuh menjadi negara maju. PTKP itu sendiri adalah penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Kebijakan kenaikan PTKP pada tahun 2013 ini diambil oleh pemerintah karena kebijakan stimulus fiskal untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh kenaikan PTKP terhadap daya beli masyarakat di Kota Kupang khususnya di Universitas Kristen Artha wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian adalah Kuesioner. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji yang dilakukan yaitu Ho diterima dan Hₐ ditolak artinya kenaikan penghasilan tidak kena pajak (ptkp) tidak berpengaruh terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Saran dari penelitian agar pemerintah lebih cermat lagi apabila ingin menaikan jumlah PTKP guna meningkatkan daya beli. Pemerintah dapat meningkatkan daya beli masyarakat dengan menaikan PTKP tetapi juga mengontrol harga kebutuhan pokok. Kata kunci : Pajak penghasilan, penghasilan tidak kena pajak, dan daya beli masyarakat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DAN SOSIALISASI PAJAK TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA KALONDAMA BARAT KECAMATAN PANTAR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DAN SOSIALISASI PAJAK TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA KALONDAMA BARAT KECAMATAN PANTAR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR Kegiatan pembangunan di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ketahun memerlukan pembiayaan yang semakin besar. Hal ini berarti bahwa usaha pencairan dan penggalian sumber-sumber dana harus digiatkan dan ditingkatkan lagi, khususnya dana yang bersumber dari dalam negeri, dimana dalam usaha tersebut memerlukan dukungan dari setiap daerah yang ada sehingga pembangunan dalam negeri berjalan dengan baik. Kartono (Rivai dkk, 2012:2) berpendapat bahwa Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khusus kecakapan disuatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. Menurut Kamarudin,dkk. (2017) sosialisasi perpajakan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh kantor pajak untuk memberikan informasi pajak guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat wajib pajak sehingga mampu menumbuhkan kesadaran dalam pemenuhan kewajiban perpajakan. Widjaya (1984 :14) Selanjutnya kesadaran dapat didefinisikan sebagai suatu sikap atau perilaku untuk mengetahui atau mengerti dalam hal ini patuh terhadap peraturan atau ketentuan perundangan yang telah dibuat, juga merupakan sikap atau perilaku mengetahui atau mengerti, taat dan patuh pada adat istiadat dan kebiasaan hidup masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa Dan Sosialisasi Pajak Terhadap Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan Di Desa Kalondama Barat Kecamatan Pantar Barat Laut Kabupaten Alor. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik slovin Sehingga diperoleh sampel sebanyak 65 orang dari jumlah populasi sebanyak 184 orang wajib pajak. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang mengunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada masyarakat desa Kalondama Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 masyarakat wajib pajak. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 3.972. Hasil Uji T menunjukan bahwa thitung sebesar 3,036 >ttabel sebesar 2,000 maka, H0 di tolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan kepemimpinan kepala desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran masyarakat. nilai signifikan untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,004 0,05 dan nilai t hitung sebesar 11.176 > nilai t tabel sebesar 2,000 Maka dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pajak berpengaruh dan signifikan terhadap kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan maka Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung>Ftabel yaitu 60.158 > 2,76 dan tingkat signifikannya adalah 0,000 0,05. Karena nilai f hitung lebih besar dari f tabel dan tingkat signifikannya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000, maka disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala desa dan sosialisasi pajak berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R square adalah sebesar 0,986 atau 98,8%, maka dapat diartikan bahwa 98 % kesadaran masyarakat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala desa dan sosialisasi pajak. Kata Kunci : Kepemimpinan Kepala Desa, Sosialisasi Pajak Dan Kesadaran Masyarakat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MINAT MASYARAKAT KELURAHAN MATAWAI DAN KELURAHAN PRAILIU TERHADAP OLAHRAGA FUTSAL

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Olahraga futsal di kota waingapu awalnya tidak di anggap sebagai permainan yang menarik di bandingkan dengan permainan lainnya seperti bola kaki dan bola voli, sehingga permainan futsal jarang dimainkan oleh mayarakat di kota waingapu Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat masyarakat terhadap olahraga futsal di Kelurahan Matawai dan Kelurahan Prailiu Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan kuesioner atau angket untuk melihat seberapa besar Minat Masyarakat Terhadap Olahraga Futsal di Kota Waingapu khususnya di Kelurahan Matawai dan Kelurahan Prailiu. Populasi penelitian ini adalah populasi laki-laki umur 15-34 tahun di kelurahan matawai dan kelurahan prailiu yang berjumlah 1.573 orang. sampel yang di pakai dari populasi dalam penelitian ini adalah laki – laki umur 15 – 34 tahun dengan jumlah 24 sampel (quota sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis diskriptif kuantitatif dengan presentase Hasil dan pembahasan: Berdasarkan perhitungan data hasil penelitian diperoleh data Minat Masyarakat Kelurahan Matawai terhadap olahraga futsal di tinjau dari seluruh indikator yang mempengaruhinya adalah dengan jumlah responden 24 orang, dengan perentase yang memilih Selalu (86%), Sering (60%), Kadang-kadang (34%) dan Tidak pernah (6%). Minat Masyarakat Kelurahan Prailiu terhadap olahraga futsal di tinjau dari seluruh indikator yang mempengaruhinya adalah dengan jumlah responden 24 orang, dengan perentase yang memilih Selalu (87%), Sering (58%), Kadang-kadang (29%) dan Tidak pernah (12%). Simpulan: Dimana hasil pengukuran minat masyarakat di Kelurahan Matawai yang memilih Selalu 86%, Sering 60%, Kadang-kadang 34% dan Tidak pernah 6%. Sedangkan hasil pengukuran minat masyarakat di Kelurahan Prailiu yang memilih Selalu 87%, Sering 58%, Kadang-kadang 29% dan Tidak pernah 8%. Dari data tersebut menunjukkan secara umum bahwa minat masyarakat Kelurahan Matawai dan Kelurahan Prailiu terhadap olahraga futsal sangat tinggi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEHADIRAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI DESA POLLO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEHADIRAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI DESA POLLO Eben S. Kabnani*, Ramona M. Mae, Yahya J. Palinata. Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Persepsi adalah suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. Pencak silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela mempertahankan eksistensi (kemandiriannya) dan integritasnya terhadap lingkungan hidup atau alam sekitsrnya untuk mencapai keselarasan hidup guna peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Tujuan penelitian:Adapun tujuan penelitian yang ingin di capai oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian ini adalah: untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kehadiran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Desa Pollo. Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengaan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui instrumrn penelitian (kuesioner), serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu: data statistik. Populasi Sampel pada penelitian ini adalah 20% jumlah masyrakat Desa Pollo Dusun 03/Nekmese yaitu 60 orang. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menujukan bahwa persepsi masyarakat terhadap kehadiran PSHT di Desa Pollo Dusun 03/Nekmese dengan populasi 60 orang sebagai responden yang member persepsi dengan menjawab 8 pernyataan dari 4 kategori jawaban yaitu: (SS), (S), (TS) dan (STS). Responden tertinggi pada pernyataan 1 adalah kategori (S) dengan jumlah 35 dan persentasi 58,33%, pernyataan 2 adalah kategori (TS) dengan jumlah 30 dan perentasi 50%, pernyataan 3 adalah kategori (TS) dengan jumlah 30 dan persentasi 50%, pernyataan 4 adalah kategori (TS) dengan jumlah 28 dan persentasi 46,66%, pernyataan 5 adalah kategori (TS) dengan jumlah 35 dan persentasi 58,33%, pernyataan 6 adalah kategori (S) dengan jumlah 32 dan persentasi 53,33%, pernyataan 7 adalah kategori (S) dengan jumlah 30 dan persentasi 50%, pernyataan 8 adalah kategori (S) dengan jumlah 52 dan persentasi 86,66%. Simpulan: Persepsi masyarakat terhadap kehadiran PSHT, Masyarakat Desa Pollo Dusun 03/Nekmese setuju dengan hadirnya PSHT di Desa Pollo Dusun 03/Nekmese, namun demikian masyarakat sangat mengharapkan kehadiran PSHT agar tidak menimbulkan tindakan criminal, kehadiran PSHT dapat menimbulkan nilai-nilai kehidupan yang baik, memperluas jaringan social, melakukan ajaran beladiri dengan baik, dan masyarakat Desa Pollo Dusun 03/Nekmese bersedia memberi persepsi terhadap kehadiran PSHT. Katakunci: Persepsi,Masyarakat, Pencak Silat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI ALOKASI DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA NASI KECAMATAN AMANATUN UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraanpemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat (PP 8/2006). Menurut Lili (2018) Dana Desa ialah dana yang diterima Desa setiap tahun yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sengaja diberikan untuk desa dengan cara mentransfer langsung lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota yang dipakai untuk mendanai segala proses penyelenggaraan urusan pemerintah atau pembangunan desa dan memberdayakan semua masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi alokasi Dana Desa Nasi. Jenis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu penulis mengumpulkan data histori seperti Laporan Realisasi penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2016– 2019. Hasil peneliitian menunjukan bahwa Implementasi alokasi Dana Desa di Desa Nasi kecamatan Amanatun Utara di lihat dari penjabaran anggaran belanja desa lebih diprioritaskan untuk bidang pembangunan fisikdan masih terdapat banyak permasalahan, dalam proses implementasi kegiatan baik di bidang perencanaan dana Desa, pelaksanaan dana desa, pelaporan dana desa, pengawasan keuangan Desa APBDes. Perencanaan adalah suatu proses penentuan sesuatu yang ingin dicapaikan di masa yang akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Hal ini menjadi penting sebab perencanaan merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu kegiatan. Dalam perencanaan keuangan desa, diperlukan rencana tahapan yang strategis. Salah satu yang dapat direncanakan dalam hal tersebut adalah cara mengalokasikan dana desa dengan sebaik-baiknya. Pada tahap perencanaan penggunaan APBDes didahului dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdesa) dengan melibatkan BPD, LPMD, dan tokoh masyarakat lainnya. Perencanaan APBDes dilakukan dengan menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat melalui musyawarah desa. APBDes adalah salah satu pendapatan desa yang penggunannya terintregasi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Oleh karena itu, program perencanaan dan kegiatannya disusun melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa. Kata Kunci : Implementasi Dana Desa dan pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS PELAYANAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS PELAYANAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG) Organisasi merupakan wadah atau tempat yang digunakan beberapa orang untuk melakukan kerja sama. Organisasi akan berkembang dengan baik tergantung pada sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya. sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam organisasi swasta maupun pemerintah dalam aktivitas pelayanan. Aktivitas pelayanan dalam suatu organisasi atau lembaga akan sangat berperan dalam wkelancaran kegiatan organisasi. Pelayanan dalam organisasi khususnya kantor dituntut untuk cepat dan tepat. Hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Bagi organisasi publik, pelayanan yang baik tercermin dari setiap efektivitas dan efisiensi kegiatan yang dilakukan. Pada dasarnya pelayanan publik merupakan segala kegiatan yang dilaksanankan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan dan pelaksanan ketentuan peraturan perundan-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang (Studi Kasus Pelayanan Program Keluarga Harapan (Pkh) Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang) Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 41 orang dari jumlah populasi sebanyak 372 masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan PKH/pegawai Dinassosial Kabupatenkupang. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuesioner kepada seluruh masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan/Pegawai Dinaas Sosial Kabupaten Kupang. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 41orang. Nilai variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) ditemukan thitung1.792 2.02439 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Pengaruh Displin Kerja (X2) terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan thitung0.246 ttabel>2.02439 maka H0 diterima dan Ha ditolak yaitu variabel Kualitas Displin Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Nilai Fhitung 2.319 dengan nilai Ftabel 3.24 sehingga tingkat signifikan 0.133>0.05 maka H0 ditterima Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik (X1) dan Disiplin Kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang. Dapat dilihat Nilai dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi pada nilai Adjusted R Square 0.236. hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 23,6% sisanya 76.4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERKEMBANGAN EKONOMI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DESA NOEBAUN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Fransiskus S.Bas. 2022. Pengaruh Perkembangan Ekonomi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Upaya Meningkatkan EkonomiMasyarakat Di Desa Noebaun Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara. Program Studi: S 1 Akuntansi. Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing I: Mesri W.N Manafe,SE.,M.Sc: Pembimbing II: Renya Rosari,SE.,M.Si. Badan Usaha Milik Desa merupakan salah satu program pemerintah guna mensejahtrakan masyarakat yang ada di Desa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Perkembangan Ekonomi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Desa Noebaun Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tanya jawab, kuesioner. Teknik analisis data adalah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemerintah Desa Noebaun mengalokasikan dana ke Bumdes sebesar Rp.150.000.000 untuk pembelanjaan 2 unit mesin cetak batoko dan 5 tenda blok beserta 100 biji kursi plastik,hanya saja pelaksanaan pengelolahan bumdes yang kurang intens di perhatikan sehingga memngalami kemuduran di tahun 2019 dan 2020.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatkan kesejahtraan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang positif dari belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan ekonomi, dan belanja ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan (APBD) Pemerintah Daerah di Kota Kupang tahun 2015 hingga tahun 2019. Pengujian ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Kota Kupang. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa: 1) Belanja Modal memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, 2) Pertumbuhan Ekonomi memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat, 3) Belanja Modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Sampel penelitiannya adalah dokumen yang berisi data belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kota kupang tahun 2015-2019. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumenter. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana, uji t, uji F dan Uji R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase (%) pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang sejak tahun 2015-2019, tidak selalu mengalami peningkatan ataupun penurunan atau dapat dikatakan mengalami Fluktuasi (tidak normal / selalu berubah-ubah). Selain itu, belanja modal memiliki pengaruh positif terhadap penduduk miskin. Artinya semakin besar belanja modal maka jumlah penduduk miskin semakin bertambah. Hal ini bertolak belakang dengan teori, hal ini disebabkan karena masih ada program-program pemerintah yang dianggap masih belum tepat sasaran dan program pemerintah belum menyentuh masalah mendasar yang terjadi pada masyarakat sehingga hasilnya belum efektif. Selain itu, program yang ada juga dinilai masih bersifat reaktif, berjangka pendek dan parsial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kesiapsiagaan masyarakat pesisir pulau ndao terhadap bencana tsunami

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SEMUEL PENU (15380141). Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau Ndao Terhadap Bencana Tsunami: Rockie R.L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan Ir. Izaak Angwarmasse, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao terhadap bencana tsunami dari empat desa yang terdapat di Pulau Ndao yaitu Desa Ndao Nuse, Desa Mbiu Lombo, Desa Anarae dan Desa Mbali Lendeiki. Penelitian ini telah dilaksanakan di Pulau Ndao pada bulan Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara secara terstruktur terhadap responden dengan bantuan daftar pertanyaan berupa kusioner yang terdiri dari empat parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap, perencanaan kedaruratan, sistem peringatan dan Mobilisasi Sumberdaya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao dalam menghadapi bencana tsunami masuk dalam kategori kurang siap dengan nilai indeks kesiapsiagan bencana (IKB) 48,32% dan nilai indeks dari setiap parameter yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 54,73%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,48%, sistem peringatan (WS) 36,15% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 38,77%. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao untuk setiap desa semuanya masuk dalam kategori kurang siap. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Ndao Nuse 49,15% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 57,14%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,74%, sistem peringatan (WS) 34,76% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 40,31%. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Mbiu Lombo 46,84 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 53,88 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,94 %, sistem peringatan (WS) 31,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 39,29 %. Nilai indeks kesiapsiapsiagaan bencana Desa Anarae 45,66 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 47,76 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,77%, sistem peringatan (WS) 36,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,15 %. Nilai indeks kesiapsiagaan bencana Desa Mbali lendeiki 50,88% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 59,40 %, perencanaan kedaruratan (EP) 60,06 %, sistem peringatan (WS) 40,79 % dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,17 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TILALAN DAN FUILAN ( Suatu Kajian Ekoteologi Terhadap Kearifan Lokal dari Mitos Tilalan dan Fuilan di Lapangbaru, Desa Kuifana dan Implikasinya bagi Pelestarian Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan di Jemaat Betel Samuru )

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fakta membuktikan bahwa manusia sebagai pelaku kerusakan alam. Keadaan alam yang sudah rusak, menjadi isu penting pada abad ini. Bahkan akibat dari kerusakan alam telah berdampak pada kehidupan manusia. Manusia mengalami berbagai penyakit bahkan hubungan sosial antara sesama menjadi renggang. Manusia cenderung lebih memikirkan tentang dirinya sendiri tanpa memikirkan kebutuhan orang lain dan keberlanjutan alam semesta. Salah satu upaya mengatasi kerusakan alam dan upaya pelestarian alam adalah dengan menggali kearifan lokal. Mitos adalah salah satu kearifan lokal dalam bentuk cerita lisan yang diceritakan dari waktu ke waktu kepada setiap generasi. Masyarakat lokal di Lapangbaru pun memiliki mitos. Mitos yang masih dipercayai dan di pelihara adalah Tilalan dan Fuilan atau mitos danau Kuifana. Hal ini menarik bagi peneliti untuk mengelaborasi mitos Tilalan dan Fuilan dan sekaligus menggali serta menemukan kearifan lokal bagi pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Untuk itu yang menjadi pokok permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana terjadinya mitos, makna mitos bagi masyarakat lokal Lapangbaru, dan nilai-nilai kearifan lokal dari mitos. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mitos Tilalan dan Fuilan, bagaimana masyarakat lokal Lapangbaru memaknai mitos dan nilai-nilai kearifan lokal dari mitos bagi pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Keuntungan metode kualitatif adalah peneliti mendapatkan sejumlah informasi baik secara lisan maupun tertulis dari setiap individu, bahkan peneliti diberi kesempatan untuk mengamati segala fenomena yang terjadi termasuk bahasa dan simbol sebagai alat komunikasi yang dimiliki sebagai bagian yang penting dan tidak dapat terpisahkan dari yang diteliti. Subjek dari penelitian adalah anak laki-laki sulung dari sub suku Kalongfala, sebagai keturunan dari Tilalan dan Fuilan. Penelitian berlokasi di Lapangbaru, desa Kuifana kecamatan Abad Selatan, kabupaten Alor. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul akan di analisis dengan menggunakan teori ekoteologi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa mitos Tilalan dan Fuilan memiliki peranan penting dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya sumber daya air. Air di danau Kuifana perlu dijaga dan dilestarikan, sebab jika tidak demikian, maka danau bisa menjadi kering. Hal ini disebabkan karena kondisi tanah Lapangbaru yang kering dan gersang, serta memiliki curah hujan yang rendah atau beriklim tropis. Dalam upaya konservasi, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat setempat, dan gereja dalam menyusun program strategi yang khas Lapangbaru bagi pembangunan di desa Kuifana, yakni tidak saja berpikir soal pengembangan ekonomi dan pembangunan, tetapi berpikir juga tentang keseimbangan alam supaya tetap ada kehidupan di Lapangbaru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA BELIS (WELLINA) DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT SUMBA (STUDI DI DESA WEE WULLA, KECAMATAN WEWEWA SELATAN, KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA TAHUN 2022)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: Makna apakah yang terkandung dalam belis adat perkawinan masyarakat Sumba khususnya di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Tujuan dari penelitian ini antara lain: Untuk mendeskripsikan makna belis dalam sistem perkawinan masyarakat Sumba di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh-toko adat dan masyarakat yang berjumlah empat orang. Metode yang dipakai yang dipake dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memechkan suatu permasalhan yang terjadi dan mencoba menganalisisnya. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara. Berdasarkan hasil hasil penelitian di Desa Wee Wulla dimana penelitian ini memaparkan hasil wawancara tentang makna belis dalam adat perkawinan masyarakat sumba. Dari hasil peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa makna-makna yang terkandung pada Belis (Wellina) dalam Adat Perkawinan masyarakat Sumba di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2022, adalah Makna Kesetaraan, Makna kebersamaan, Makna menghormati Perempuan, Makna Keabadian, Makna Kepahlawanan, dan Makna Tanggung Jawab. Dengan demikian penulis menyampaikan kepada masyarakat Desa Wee Wulla agar tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan sumba dalam adat perkawinan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMBUATAN E-KTP TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMBUATAN E-KTP TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Pelayanan publik yang dimaksudkan adalah tanggung jawab pemerintah daerah khusunya Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam memberikan jasa pelayanan pembuatan E-KTP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan publik dalam pembuatan E-KTP terhadap tingkat kepuasan masyarakat di Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Timor Tengah Selatan. Adapun yang melatar belakangi peneliti untuk membuat skripsi ini didasarkan pada keadaan yang sedang dialami oleh masyarakat, tidak menutup kemungkinan bahwa kendala yang dihadapi cukup beragam.Terjadinya peralihan pelayanan dari masa sebelum pandemik covid-19 sehingga pelayanan yang dulunya dilangsungkan di kantor DISDUKCAPIL kini pelayanan dilakukan secara online. Adapun beberapa kendala yang dihadapi oleh masyarakat, seperti kurang memahami prosedur pendaftaran secara online, terbatasnya ketersediaan blangko yang kurang memadai membuat masyarakat tidak dapat melengkapi prosedur pelaksanaan vaksinasi yang dipercepat dengan syarat utama memiliki E-KTP namun keterlambatan pelayanan dalam pembuatan E-KTP mempengaruhi seseorang dalam mendapatkan vaksinasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan analisis deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang sedang dalam proses pembuatan E-KTP dan berusia diatas 17 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan menggunakan analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel independen yang terdiri dari Tangible, Realibility, Responsiviness, Assurance dan Empathy secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu kepuasan masyarakat dan berpengaruh signifikan, penelitian ini diuji menggunakan uji validitas dan uji reabilitas. Sedangkan metode analisis data menggunakan regresi sederhana dengan uji T dan uji F dan R2 SPSS 23. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pengaruh kualitas pelayanan publik dalam pembuatan E-KTP terhadap tingkat kepuasan masyarakat adalah positif, dimana hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 sedangkan nilai R square adalah 0,846 yang nilai signifikasinya lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. TTS terhadap kepuasan masyarakat adalah sebesar 84,6%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN OLAHRAGA FUTSAL WANITA DI KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP OLAHRAGA FUTSAL WANITA DI KOTA KUPANG Maria Nofrida Hape1*, M. Rambu P. Wasak2, Ramona M. Mae3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah bahwa persepsi masyakarat yang masih keliru bahwa olahraga futsal hanya dapat dilakukan oleh laki-laki sedangkan perempuan tidak, karena olahraga tersebut merupakan olahraga yang keras dan dianggap identik dengan laki-laki. Adanya perbedaan persepsi tidak mestinya menyudutkan perempuan dalam olahraga melainkan memberi kesempatan dan dukungan untuk mengembangkan potensi dalam bidang olahraga khususnya futsal sehingga tidak tertinggal dari laki-laki Tujuan penelitian: Bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap olahraga futsal wanita di kota kupang Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mekanisme mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil dan pembahasan: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga futsal yang sebelumnya digemari oleh laki-laki, namun untuk sekarang ini perempuan pun juga sudah mulai menyukai olahraga futsal dan diterima dengan baik oleh masyarakat yang ada di kota kupang. Oleh karena itu tidak ada lagi persepsi masyarakat yang menyudutkan perempuan itu lemah dan tidak bisa melakukan hal tersebut Simpulan: peneliti menyimpulkan dari data dan hasil yang diambil bahwa pesepsi masyarakat terhadap perkembangan olahraga futsal wanita di kota kupang berpendapat dengan baik dan bijak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP OBJEK WISATA PANTAI WARNA DI KELURAHAN OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN THOFIN IMANUEL TEFSELE (15380060) Persepsi Masyarakat Terhadap Objek Wisata Pantai Warna di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang; Dr. BEATRIX M. REHATTA, S.Pi, M.Si dan DONNY M. BESSIE, S.Pi, M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Oesapa memiliki potensi sumber daya alam yang dimilikinya diantaranya terdapat mangrove dan juga ikan pelagis kecil. Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satu penunjang perkonomian nasional, ekowisata dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Persepsi perlu di teliti untuk mengetahui tanggapan langsung dari masyarakat atau pengunjung terhadap suatu obyek wisata sehingga nantinya dari persepsi tersebut dapat menjadi masukan serta evaluasi pihak pengelola. Pantai Warna dikembangkan sebagai objek wisata yang menarik untuk di kunjungi, karena memiliki panorama yang indah hamparan pasir putih yang lembut, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap objek wisata pantai warna di kelurahan oesapa, kecamatan kelapa lima, kota kupang Penelitian dilakukan di pantai warna kelurahan oesapa, kecamatan kelapa lima, kota kupang dari bulan april-mei tahun 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling menggunakan rumus slovin. Analisis data digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa persepsi masyarakat objek wisata pantai warna oesapa, (1) keindahan pantai dengan skor rata-rata 3,20 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (2) Aksesbilitas dengan skor rata-rata 3,68 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori sangat baik, (3) sarana pondok wisata atau lopo dengan skor rata-rata 3,03 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (4) kafe dan kios dengan skor rata-rata 3,47 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (5) tempat sampah dengan skor rata-rata 1,72 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori tidak baik, (6) wc umum dengan skor rata-rata 1,30 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori tidak baik, (7) lahan parkir dengan skor rata-rata 3,11 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (8) pos keamanan dengan skor rata-rata 3,27 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik. Dengan demikian persepsi masyarakat secara keseluruhan berada dalam kategori baik. Kata Kunci : Potensi perikanan, persepsi, masyarakat, wisata pantai warna, oesapa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN SAMSAT KELILING DALAM PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI DAERAH KOTA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Pajak kendaran bermotor termasuk pajak daerah yang dikelola oleh pemerintah tingkat satu persepsi. Dalam mengelola pajak kendaraan bermotor, pemerintah daerah mendirikan Kantor Samsat dimana kantor tersebut memberikan bermacam-macam layanan seperti seperti Samsat Keliling. Pemerintah sebagai penyedia pelayanan berusaha menyediakan pelayanan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas Pendapatan Daerah Kota Kupang memberikan pelayanan prima sesuai dengan PERGUB Prov.NTT Nomor 29 Tahun 2012 Kemudian, Satuan Admnisitrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) meluncurkan program samsat keliling untuk mempermudah masyarakat dalam melakunkan pemabayaran pajak. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang disediakan oleh pemerintah saat ini semakin meningkat. Masyarakat selalu menuntut pelayanan publik yang berkualitas dari birokrat, meskipun perwujudannya antara kinerja layanan sering tidak sesuai dengan harapan sehingga terjadi ketidakpuasan kepada konsumen. Kualitas pelayanan terbagi kedalam lima dimensi yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangibles. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi yaitu wajib pajak yang terdaftar di kantor bersama samsat dan sampel sebanyak 100 orang. Namun masih banyak keluhan dari masyarakat mengenai samsat keliling tersebut. Secara umum kajian ini menggunakan metode : deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ini diperoleh temuan-temuan untuk mengetahui bagimana persepsi Massyarakat Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pada Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Keliling di Kota Kupang, dan melihat sejauh mana samsat keliling menyelenggarakan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi masyarakat terhadap layanan samsat keliling dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kota Kupang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Sampel yang ditentukan menggunakan teknik resepresentative. Untuk mengetahui keabsahan data, dilakukan uji kualitas data yang terdiri dari uji validitas dan uji realibilitas. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji t, uji f dan koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap layanan samsat keliling di Kota Kupang sudah berjalan dengan baik, namun masih ada komplain mengenai antrean panjang yang masih sama halnya yang terjadi di Kantor Bersama Samsat dan masih menjadi koreksi untuk diperbaiki demi meningkatkan pendapatan pajak daerah dan memberikan pelayanan yang lebih memuasakan terhadap masyarakat sebagai pengguna layanan. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Samsat Keliling

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengelolaan alokasi dana desa terhadap pemberdayaan masyarakat di desa ndao nuse kecamatan ndao nuse kabupaten rote ndao

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA NDAOE NOMOR 06/IV/2016(TAHUN 2018-2020 Saat ini, pengelolaan keuangan Desa menjadi salah satu isu strategis isu yang paling banyak dibicarakan adalah bahwa seluruh Desa di Indonesia yang berjumlah74.954 Desa, diperkirakan akan menerima kucuran dana transfer dari Anggaran Pendapatandan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan Desa. Anggaran yang diberikanpuntidak sedikit, setiap Desa akan memperoleh anggaran sekitar 700 juta hingga 1,4 miliar Rupiah (DJPK,2016). Keberadaan Desa secara yuridis dalam Undang-undang No.6 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Desa menjadi bagian wilayah terkecil dari sistem penyelenggaraan pemerintah. Desa merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga setiap pelaksanaan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus melalui Desa yang mengakibatkan peran Desa sangat menentukan keberhasilan dari kebijakan tersebut. Dalam Undang-undang tersebut juga di jelaskan bahwa implementasi otonomi daerah sudah diserahkan kepada Desa, sehingga memiliki wewenang untuk mengurus, mengatur, dan menyelenggarakan rumah tangganya sendiri, termasuk dalam urusan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD). Alokasi Dana Desa (ADD) direvisi dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan beberapa proporsisi tambahan. Sumber Alokasi Dana Desa tersebut berasal dari APBN sebesar 25% atau yang disebut dana perimbangan yang dibagikan kepada daerah yang dinamakan dengan dana alokasi umum, dari dana aloksi umum tersebut kemudian kabupaten memberikan kepada desa sebesar 10% yang kemudian dinamakan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam rangka otonomi daerah yakni memberikan kepercayaan kepada desa untuk mengurus rumah tangganya sesuai dengan kebutuhan desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat desatersebut. Desa memiliki peran yang penting, khususnya dalam pelaksanaan tugas didalam pelayanan publik. Pemberdayaan Masyarakat Menurut Sedarmayanti (2013:286) bahwa secara harfiah, kata pemberdayaan dapat diartikan yaitu : “Lebih berdaya dari sebelumnya, baik dalam hal wewenang, tanggung jawab, maupun kemampuan individual yang dimilikinya. Empowerment merupakan perubahan yang terjadi pada falsafah manajemen, yang membantu menciptakan suatu lingkungan dimana setiap individu dapat menggunakan kemampuan dan energinya untuk meraih tujuan organisasi. Sehingga dengan adanya pemberdayaan dapat mendorong terjadinya inisiatif dan respon, sehingga seluruh masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan cepat dan fleksibel. Permendagri RI Nomor 7 Tahun 2007 tentang kader pemberdayaan masyarakat dinyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah suatu strategi yang digunakan dalam pembangunan masyarakat sebagai upaya untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (pasal 1 ayat 8). Inti pengertian pemberdayaan masyarakat merupakan strategi untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. Pemberdayaan merupakan proses pembangunan dalam meningkatkan harkat dan martabat serta kesejahteraan manusia. Oleh karena itu profesi mulia sebagai agen perlu memberdayakan masyarakat di era global sekarang ini. edangkan menurut Sedarmayanti (2014:80) dalam konsep pemberdayaan menampakkan dua kecenderungan yaitu : “Pemberdayaan menekankan pada proses memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan atau kemampuan (power) kepada masyarakat, organisasi atau individu agar menjadi lebih berdaya. Proses ini sering disebut sebagai kecenderungan primer dari makna pemberdayaan (1) Menekankan pada proses menstimulasi, mendorong dan memotivasi individu agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menetukan apa yang menjadi pilihan hidupnya. Proses ini sering disebut sebagai kecenderungan sekunder dari makna pemberdayaan . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan pengelolaan ADD. Penelitian ini di lakukan melalui pengamatan langsung di lapangan yakni desa yang telah dipilih oleh penelitian dengan cara purposive sampling, yaitu sampel yang telah di tetapkan oleh peneliti dengan alasan dan tujuan khusus. Hal ini di lakukan untuk mendapatkan informasi maksimal di tahun 2018- 2020 mengenai unsur¬-unsur yang telah diteliti. Pada jaman dahulu Desa Ndaonuse terkenal dengan hasil Kelautannya, mulai dari Ikan, Cumi - cumi, Gurita, dan Hasil laut lainnya. Konon di Desa Ndao Nuse merupakan daerah kepulauan terluar dan terpisah dari Pulau Rote. Desa Ndaonuse dulunya teridri dari 3 pulau dan dua pulau berpenghuni yakni pulau Ndao dan Pulau Nuse dan satunya tidak berpenghuni yakni Pulau Do’o dari ketiga pulai ini lebih cenderung bertanah pasir, sehingga kehidupan masyarakat desapun bisa masih jauh dari kata makmur. Desa inipun kemudian dibagi menjadi lima dusun yang masing-masing diberi nama Dusun Oli Fatula, Dusun Mbali Lendeiki, Dusun Mbiu Lombo, Dusun Anarae, dan Dusun Nuse. Pada masa kepemimpinan bapak Abraham Bunga dimekarkan Pulau Ndao menjadi 4 (empat) Desa yakni Desa Ndaonuse, Desa Mbali Lendeiki, Desa Mbiu Lombo dan Desa Anarae dan Pulau Nuse Menjadi Desa Nuse.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DESA PROBUR UTARA DALAM MENGEMBANGKAN TEMPAT REKREASI PANTAI LANGLEKI SEBAGAI OBYEK WISATA DI KECAMATAN ALOR BARAT DAYA KABUPATEN ALOR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN TEMPAT REKREASI PANTAI LANGLEKI SEBAGAI OBYEK WISATA Apritunce plaikol1*, Ramona M. Mae2, Fredik E. Nope3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Dalam penelitian ini adalah hingga saat ini belum adanya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan tempat rekreasi pantai Langleki sebagai obyek wisata Tujuan penelitian:Dapat mengembangkan Pantai Langleki sebagai salah satu obyek wisata yang dapat dikenal di Kabupaten Alor sehingga dapat meningkatkan perekonomian pada masyarakat desa Probur Utara tersebut, sehingga kedepannya dapat memberikan perubahan melalui obyek wisata yang berada di desatersebut Metode penelitian:Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama 1 (satu) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat sangat berperan untuk berdirinya tempat wisata ini. Berawal dari pengusulan kebijakan dan pengharapan-pengharapan dari masyarakat untuk meningkatkan pendapatan ekonominya adalah nafas lega bagi sebagian masyarakat yang bisa turut bekerja didalamnya. Partisipasi masyarakat dalam bidang sarana dan prasarana adalah hal yang sangat berpengaruh besar dalam mengembangkan obyek wisata Pantai Langleki. Simpulan: Mengembangkan tempat rekreasi pantai Langleki sebagai obyek wisata sehingga kedepannya dapat memberikan perubahan pada Desa Probur Utara Katakunci: Partisipasi Masyarakat dalamMengembangkanTempatRekreasi Pantai LanglekisebagaiObyekWisata di DesaProbur Utara, KecamatanAlor Barat DayaKabupatenAlor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail