Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kesiapsiagaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kesiapsiagaan masyarakat pesisir pulau ndao terhadap bencana tsunami

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SEMUEL PENU (15380141). Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau Ndao Terhadap Bencana Tsunami: Rockie R.L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan Ir. Izaak Angwarmasse, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao terhadap bencana tsunami dari empat desa yang terdapat di Pulau Ndao yaitu Desa Ndao Nuse, Desa Mbiu Lombo, Desa Anarae dan Desa Mbali Lendeiki. Penelitian ini telah dilaksanakan di Pulau Ndao pada bulan Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara secara terstruktur terhadap responden dengan bantuan daftar pertanyaan berupa kusioner yang terdiri dari empat parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap, perencanaan kedaruratan, sistem peringatan dan Mobilisasi Sumberdaya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao dalam menghadapi bencana tsunami masuk dalam kategori kurang siap dengan nilai indeks kesiapsiagan bencana (IKB) 48,32% dan nilai indeks dari setiap parameter yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 54,73%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,48%, sistem peringatan (WS) 36,15% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 38,77%. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao untuk setiap desa semuanya masuk dalam kategori kurang siap. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Ndao Nuse 49,15% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 57,14%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,74%, sistem peringatan (WS) 34,76% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 40,31%. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Mbiu Lombo 46,84 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 53,88 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,94 %, sistem peringatan (WS) 31,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 39,29 %. Nilai indeks kesiapsiapsiagaan bencana Desa Anarae 45,66 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 47,76 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,77%, sistem peringatan (WS) 36,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,15 %. Nilai indeks kesiapsiagaan bencana Desa Mbali lendeiki 50,88% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 59,40 %, perencanaan kedaruratan (EP) 60,06 %, sistem peringatan (WS) 40,79 % dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,17 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kesiapsiagaan masyarakat pesisir Desa Litamali dan Desa Rainawe terhadapan bencana tsunami

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JULIANA DE ARAUJO (16382019). Analisis kesiapsiagaan masyarakat pesisir Desa Litamali dan Desa Rainawe. Wilson L. Tisera, S.Pi,M.Si,Ph,D sebagai Pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Bencana juga dapat diartikan sebagai suatu kejadian, yang disebabkan oleh alam atau karena ulah manusia, terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan, sehingga menyebabkan hilangnya jiwa manusia, harta benda dan kerusakan lingkungan, kejadian ini terjadi di luar kemampuan masyarakat dengan segala sumberdayanya (UN-ISDR,2002). Tujuan penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Kecamatan Kobalima Desa Litamali dan Desa Rainawe terhadap bencana tsunami baik individu maupun komunitas. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Litamali dan Desa Rainawe Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Penentuan populasi diambil dari jumlah seluruh KK pada kedua desa, penentuan responden diambil dari jumlah dan karakteristikyang dimiliki oleh populasi tersebut. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bencana tsunami di Desa Litamali dan Desa Rainawe tergolong siap dengan kisaran 70,43% dan 68,77%, perencanaan kedaruratan di Desa Litamali dan Desa Rainawe tergolong dalam kategori hampir siap dengan kisaran 62,38% dan 62,10%, sistem peringatan di Desa Litamali dan Desa Rainawe tergolong dalam kategori hampir siap dengan kisaran 62,20% dan 62,79%, tingkat mobilisasi sumberdaya di Desa Litamali tergolong dalam kategori hampir siap dengan kisaran 62,27% dan Desa Rainawe tergolong dalam kategori siap dengan kisaran 69,76%. Sementara pada tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana tsunami pada Desa Litamali tergolong dalam kategori hampir siap dengan nilai indeks 62,90% sementara Desa Rainawe tergolong dalam siap dengan nilai indeks 65,55%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail