Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

22 hasil
Subjek: Lontar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR Borassus flabellifer L.) SEBAGAI MEDIA FILTER AIR LIMBAH PABRIK TAHU BINTANG OESAPA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Arang aktif merupakan suatu produk yang dihasilkan dari metode karbonisasi, baik secara kimia, fisika, maupun keduanya. Struktur arang dengan pori-pori yang terbuka luas, sehingga kapasitas penyerapannya menjadi lebih tinggi. Arang aktif digunakan sebagai media filter terhadap penurunan kualitas air limbah tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas arang aktif dari tempurung lontar (B.flabelliter L) dalam menurunkan, suhu, warna, bau, TSS, COD, BOD, pH, NH₃, NO₂ Mikrobiologi dari limbah pabrik Tahu Bintang Oesapa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai:suhu, pH, BOD, COD, TSS, NH₃, dan NO₂ secara berurutan adalah; 25°C; 5,60; 839,47mg/L; 1094,600mg/L; 9,31mg/L; 0,097mg/L; 0,054mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 25°C; 7,00; 544,89mg/L; 967,827mg/L; 8,97mg/L; 0,050mg/L; 0,01mg/L. Hasil pengujian pada titik tiga, sebelum filter nilai parameter secara berurutan: 25°C; 6,25; 309,39mg/L; 1004,700mg/L; 9,46mg/L; 0,484mg/L; 1,336mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 25°C; 7,00; 173,13mg/L; 961,053mg/L; 9,38mg/L; 0,503mg/L; 0,22mg/L. Namun, uji total Coliform pada titik I dan titik III diperoleh hasil yang berbeda yaitu 180/100 mL dan 1.700/100 mL pada titik III tidak memenuhi standar baku mutu air limbah ditetapkan oleh pemerintah yaitu PP No. 82 Tahun 2001. Hasil yang didapatkan menunjukan kondisi air limbah tahu dengan parameter bau, warna, suhu, COD, BOD, NH₃, NO₂ dan total coliform pada titik I dan III Sebelum filter melewati batas baku mutu yang diijinkan menurut permen Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN PASTA BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN KUE TALAM

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“ PENGARUH PENAMBAHAN PASTA BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN KUE TALAM” Hedu T. Isak 1 ; Nubatonis L.M 2; Malelak Zet 2 ABSTRAK Berdasarkan uraian yang dapat diidentifikasi adalah pemanfaatan buah lontar yang tua yang belum maksimal sedangkan kandungan gizi pada buah lontar serta warna dari buah lontar yang tua sangat menarik untuk diolah menjadi berbagai produk, salah satunya yaitu produk kue talam. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahuipengaruh penambahan pasta buah lontar dalam pembuatan kue talam - Untuk mendapatkan salah satu perlakuan penambahan pasta buah lontar dalam menghasilkan kue talam dengan karakteristik organoleptik yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Ada pun perlakuan percobaan yang dicobakan, yaitu : P0 0g pasta buah lontar P1 20 g pasta buah lontar P2 30g pasta buah lontar P3 40g pasta buah lontar P4 50g pasta buah lontar Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji organoleptik dengan tingkat kesukaan paling tinggi terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g penambahan pasta buah lontar dalam pembuatan kue talam dengan nilai rata-rata warna kue talam 3,667 (suka),aroma kue talam yang sangat di sukai terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi pasta buah lontar 50g menghasilkan nilai rata-rata 3,611(suka),sedangkan tingkat kesukaan terhadap tekstur kue talam adalah perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g pasta buah lontar menghasilkan nilai rata-rata3,733 dan tingkat kesukaan terhadap rasa kue talam terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g pasta buah lontar menghasilkan nilai rata-rata3,811.1. Perlakuan penambahan pasta buah lontar yang berbeda dalam pembuatan kue talam memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf 1% (P0,01) terhadap karakteristik kue talam dari warna, tekstur, rasa dan aroma kue talam yang dihasilkan. 2. Perlakuan terbaik dengan penambahan pasta buah lontar yang berbeda dalam pembuatan kue talam terdapat pada perlakua P4 dengan penambahan pasta buah lontar 50g menghasilkan nilai rata-rata rasa kue talam sebesar 3,811 (suka), warna kue talam sebesar 3,667 (sangat suka), tekstur kue talam dengan nilai rata-rata 3,733 (suka) dan aroma kue talam dengan nilai rata-rata sebesar 3,611 (suka). Kata Kunci: Kue Talam, Buah Lontar, Dan Pangan Lokal Keterangan 1)Peneliti 2) Pembimbing.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RASIO TEPUNG TERIGU DAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN PANCAKE

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio tepung terigu dan suspensi buah lontar dalam pembuatan pancake. Metode yang digunakan adalah metode ekseprimen dengan menggunakn Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing di ulangi 3 kali dengan presentase 0%, 10 % ,15%, 20% suspensi buah lontar. hasil penelitian menunjukan bahwa Uji analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada pada perlakuan B dengan subtitusi 10% terhadap rasa 4,867 (sangat suka), warna pancake yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,600 % ( sangat suka) dan aroma pancake yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,600 (sangat suka)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAMA PEMASAKAN NIRA LONTAR ( Borassus flabelifer L ) TERHADAP MUTU GULA SABU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LAMA PEMASAKAN NIRA LONTAR TERHADAP (Borassus flabellifer L) MUTU GULA SABU Rohi Lobo A.Yunita¹) Nubatonis M. Lesybeth²) Malelak Zet²) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lama Pemasakan Nira Lontar (Borassus flabelifer L) Terhadap Mutu Gula Sabu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas TeknoloPertanian Universitas Artha Wacana Kupang Menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Dengan 4 Perlakuan dan 3 kali ulangan Sehingga terdapat 12 Unit Percobaan dengan lama pemasakan 60 menit, 120 menit, 180 menit, dan 240 menit. Variabel yang diamati karakteristik organoleptik yang meliputi uji kesukaan terhadap warna,rasa dan aroma dan variabel yang diamati adalah karakteristik fisik dan kimia yang meliputi analisis kadar air,kadar gula dan viskositas Hasil penelitian menunjukan, perlakuan D yang terbaik dengan waktu 240 menit menghasilkan warna gula yang tertinggi dengan skor 4.667 c ( sangat suka) dan rasa gula yang tertinggi dengan skor 4.733 c (sangat suka) dan Aroma gula yang tertinggi dengan skor 4.467 b (sangat suka) sedangkan nilai viskositas terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis fisik dengan cara pengukuran laju kecepatan terdapat pada perlakuan D yang terbaik lama pemasakan 240 menit dengan kecepatan jatuh terendah yaitu dengan nilai rata-rata viskositas tertinggi 8,3133. sedangkan nilai kadar air terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai rata-rata 28,667 sedangkan nilai kadar gula (brix) yang terbaik terdapat pada perlakuan D dengan Nilai rata-rata 81,667. Kata kunci : Nira lontar,gula cair,organoleptik,viskositas, kadar gula(Brix) dan kadar air(%) 1) Peneliti 2) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LONTAR (PocLon) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) DAN PAKCOY (Brassica rapa L)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LONTAR (PocLon) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) DAN PAKCOY (Brassica rapa L) Liufeto.O)* Ballo.A) ** Ledo.S.E.M) ** Pupuk Organik Cair (PocLon) merupakan jenis pupuk cair yang terbuat dari mesokarp buah lontar. POC adalah pupuk berwujud cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses fermentasi. Bahan organik yang dapat digunakan adalah sabut lontar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair lontar terhadap pertumbuhan tanaman selada, pakcoy dan menentukan konsentrasi pemberian POC paling optimum dari setiap paramrter untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman selada dan pakcoy. Penelitian ini menggunakan Diagram / Grafik dan Tabel dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan pupuk dan 3 ulangan diamati selama 4 kali pengamatan pada masing-masing tanaman. Parameter yang diamati adalah persentase perkecambahan (%), tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun. Data yang diperoleh dari 3 parameter pengamatan selanjutnya akan dianalisis menggunakan Diagram / Grafik dan Tabel. Berdasarkan hasil uji Tabel / Grafik didapatkan Hasil penelitian perlakuan terbaik dalam pemberian PocLon pada parameter persentase perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun adalah dengan konsentrasi campuran EM4 5 ml + Gula air 5 ml + 6 liter larutan mesokarp buah lontar dengan persentase perkecambahan pada tanaman selada dan pakcoy adalah selada 100%. Sedangkan rata-rata untuk masing-masing tinggi tanaman selada adalah 15,75 cm, dan pakcoy 31,38 dan jumlah daun pada tanaman selada 30 dan pakcoy 53. Kata Kunci: Pupuk Organik Cair Lontar (PocLon), Perkecambahan, Tinggi tanaman, Jumlah daun. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF APPLYING ORGANIC LIQUID LONTAR FERTILIZE (PocLon) ON THE GROWTH OF LETTUCE PLANTS (Lactuva sativa L) AND PAKCOY (Brassica rapa L) Liufeto.O)* Ballo.A) ** Ledo .S.E.M) ** Liquid Organic Fertilizer (PocLon) is a type of liquid fertilizer made from mesocarp of palm fruit, POC is a liquid fertilizer made from organic materrials through a fermenttation proces. Organic materials that can be used are palm fiber. This study aims to determine the effect of the concenration of liquid organic fertilizer of palm on the growth of lettuca, pakcoy plants and determine the most optimal concentration of POC administration to increasi the growth of lettuce and pakcoy plants. This study uses (CRD) using analysis of variance (Anova) with control and 3 fertilizer treatments and 3 replication observed for 4 observation on each plant. The parameters observed are the percentage of germinition (%), plant heigh (cm) and number of leaves . Data abtained from the 3 observation parametrrs wiil then be analyzed using analysis of variance (ANOVA) to detrmine whether the effect of the treatmen is real or very real and will be continued with the duncan test at the 5% level to determine the deferiences between the compared treatment pairs.The height of lettuce plants obtained F count 5.373, df = 3, and P value 0.00 0.05, The height of pakcoy plants obtained F count 7.060 df = 3 and P value 0.000,05, The number of lettuce leaves obtained Fa 4,14, df = 3 and P value 0,0020,005, The of pakcoy leavis Fhrung 10,220, df = 3 and P value 0,003 0,005. Based on the results the ANOVA test, the best treatment results in providing PocLon on the parameters of germination percentage , plant height and number of leaves was with a mixture concentration of EM4 5 ml + 5 ml of water sugar + 6 liters of pal fruits mesocarp solution with a germination percentage in lettuce and pakcoy plants of 100%. While the average foe each plant height was 15.75 cm,and pakcoy 31,38 and the number of leaves on the plant was 30,5 and pakcoy 53. Keywords: Lontar Liquid Organic Fertilizer (PocLon), Growth of lettuce dan pakcoy plants, germination, plantheight, number of leaves. Information: *) Researcher **) Adv

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ANTIOKSIDAN PADA MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabeliffer L)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS ANTIOKSIDAN PADA MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabeliffer L) Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) adalah salah satu jenis pohon palma yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), lontar ditemukan hampir diseluruh wilayah, termasuk Pulau Timor, Rote, dan Sabu. Pulau Rote bahkan dikenal dengan julukan Nusa Lontar, karena keberadaan pohon ini yang sangat melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kandungan antioksidan pada masker wajah berbahan dasar arang aktif tempurung lontar (Borassus flabeliffer L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH (1,1-defenil-2-pikrilhidrazil) dengan menggunkan spektrofotometer UV-VIS. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam Analyze Of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel kemudian dijabarkan dalam bentuk narasi. Berdasarkan nilai IC50 pada produk masker wajah perlakuan F3 tergolong sangat kuat. Antioksidan dari masker wajah dengan penambahan arang aktif tempurung lontar diperoleh nilai IC50 pada F3 dengan nilai IC50 46,62572501, yang menunjukan bahwa F3 adalah formulasi yang paling efektif dalam menangkal radikal bebas. Kata Kunci : Lontar, arang aktif, masker wajah Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT ANTIOXIDANT ANALYSIS OF FACE MASK BASED ON ACTIVE ARCHARGE OF LONTAR (Borassus flabeliffer L) TEMPURES Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) is a type of palm tree that grows in Southeast Asia and South Asia. In Indonesia, especially East Nusa Tenggara (NTT), lontar is found in almost all regions, including Timor, Rote, and Sabu islands. Rote Island is even known as Nusa Lontar, due to the abundant presence of this tree. The purpose of this study was to determine the antioxidant content of face masks made from lontar shell activated charcoal (Borassus flabeliffer L). The method used in this study was the DPPH (1,1-defenyl-2-picrylhydrazyl) method using a UV-VIS spectrophotometer. The data obtained were analyzed by Analyze Of Variance (ANOVA) to determine the effect of the treatment tried. The results of the analysis are presented in tabular form and then described in narrative form. Based on the IC50 value of the F3 treatment face mask product is classified as very strong. Antioxidants from face masks with the addition of activated charcoal of lontar shell obtained IC50 value in F3 with IC50 value 46,62572501, which shows that F3 is the most effective formulation in counteracting free radicals. Keywords : Lontar, activated charcoal, face mask Description *) : Researcher **) : Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DALAM PEMBUATAN PERMEN JELLY LONTAR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DALAM PEMBUATAN PERMEN JELLY LONTAR Oktavianus D. D. Putra*) Lesybeth M. Nubatonis**) Zet Malelak***) *Mahasiswa Program Studi Teknolgi HasilPertanian Universitas Kristen Artha Wacana ABSTRAK Penelitian ini di laksanakan di laboratorium Eksata universitas kriten artha wacana kupang pada tanggal 28 juni – 1 juli 2021. Tujuan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gelatin dalam pembuatan permen jelli lontar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing – masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 80 gram, 100 gram, 120 gram, dan 140 gram gelatin. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis organoleptik terbaik pada rasa terdapat pada perlakuan A dengan penambahan 80 gram gelatin menghasilkan nilai rata – rata 1,361 (sangat manis). Dan tekstur permen jeli lontar yang paling di sukai terdapat pada perlakuan A dengan nilai rata – rata 1,500 (sangat lunak). Uji tekstur dengan menggunakan alat penetrometer menunjukan bahwa tingkat kekerasan terbaik terdapat pada perlakuan A dengan nilai rata – rata 2 m/s. Kata kunci : permen, suspensi lontar, rasa, dan tekstur. *) peneliti **) pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPOSISI GULA LONTAR CAIR TERHADAP TEKSTUR SENSORIK BABEKO

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi gula lontar cair terhadap tekstur sensorik babeko.Penelitian ini telah dilaksanakan pada tangga 22-28 juni 2021 di laboratorium processing fakultas teknologi pertanian, Universitas Kristen Artha wacana Kupang. Menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengaplikasikan empat (4) perlakuan, aplikasi setiap perlakauan diulang 3 kali (triplo) dengan 30 panelis menjadi sumber pengelompokan, memberikan pengaruh yang sangatnyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap, Metode uji sensorik yang digunakan adalah metode uji scoring, skalauji yang digunakan dalam penguji sensorik terhadap rasa, aroma, tektur babeko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh komposisi gula lontar cair terhadap tekstur sensorik babeko yang berbeda terdapat pada perlakuan D. 60 % gula lontar cair yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variable yaitu tingkat kesukaan rasa babeko (4,733) sangat suka tekstur (4,611) sangat suka dan aroma babeko(4,578) sangat suka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERIMAAN SENSORIK GULA-GULA BABEKO DENGAN PROPORSI KACANG TANAH YANG BERBEDA TERHADAP GULA LONTAR CAIR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENERIMAAN SENSORIK GULA-GULA BABEKO DENGAN PROPORSI KACANG TANAH TERHADAP GULA LONTAR CAIR YANG BERBEDA (FANDU T W*) , (MEDAH I A**), (ZET MALELAK**) ABSTRAK Penelitianinitelahdilaksanakanpadatanggal 25 -29 juni 2021 di laboratoriumprocessingfakultasteknologipertanianUniversitas Kristen ArthawacanaKupangtentangmenganalisispenerimaansensorikgula-gulababekodenganproporsikacangtanahterhadapgulalontarcair yang berbedadanMetode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeRancanganAcakKelompok (RAK). Percobaanmengaplikasikanempat (4) tarafperlakuandanmasing-masingperlakuanproporsikacangtanahterhadapgulalontarcairmemberikanpengaruh yang sangatnyata (P>0,01) padatarafsignifikan 1% terhadapujianalisissensorik yang digunakanadalahmetodeuji scoring terhadap rasa, teksturdan aroma babeko. Hasilanalisisdanpembahasanmenunjukkanbahwaperlakuan yang tepatdenganpenerimaansensorikgula-gulababekodenganproporsikacangtanahterhadapgulalontarcair yang berbedaterdapatpadaperlakuanD.gulacair 60% yang mendapat rata-rata nilaiuntuksetiapvariabelyaitutingkatkesukaan rasa babeko(4,733) sangatsukatekstur (4,611) sangatsukadan aroma babeko(4,578) sangatsuka. KataKunci:Gulalontarcair, kacangtanah, sari jahe,babeko,rasa, tekstur,aroma

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERIMAAN SENSORIK GULA-GULA BABEKO DENGAN PROPORSI JAHE YANG BERBEDA TERHADAP GULA LONTAR CAIR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini tentang penerimaan sensorik gula-gula babeko dengan proporsi jahe yang berbeda terhadap gula lontar cair. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 22-28 juni 2021 di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerimaan sensorik gula-gula babeko dengan proporsi jahe berbeda pada gula lontar cair. Dan juga terdapat salah satu perlakuan terbaik yang dapat diterima oleh panelis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuandan3 kali ulangan. Dengan 30 panelis sebagai sumber pengelompokan dengan prenstase 0%, 10%, 15% dan 20% sari jahe. Variabel yang diamati adalah aroma, rasa, tektur permen babeko. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis organoleptik pada aroma terdapat pada perlakuan C dengan penambahan sari jahe yang menghasilkan nilai rata-rata aroma babeko (4,689) sangat suka, rasa babeko yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata(4,744) sangat suka, tekstur babeko yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata (4,611) sangat suka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KETAN PUTIH TERHADAP PROSES PEMBUATAN PERMEN DARI GULA LONTAR (Borassus flabelliferr)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Penambahan Tepung Ketan Putih Terhadap Proses Pembuatan Permen Dari Gula Lontar (Borassus flabellifer) Yohanis Jawu Rita*), Lesybeth M. Nubatonis**), Melkianus Nuhamara**) ABSTRAK Permen lontar adalah permen manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat dengan bahan dasar gula lontar dan bahan tambahan lainnya yang membentuk suatu formula adonan dengan cara dipanggang sehingga memiliki sifat dan struktur tertentu yang digemari masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 Juli sampai dengan 27 Juli di Laboratorium prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2021, Penelitian ini bertujun untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Tepung Ketan Putih Terhadap Proses Pembuatan Permen Dari Gula Lontar (Borassus flabellifer) dan untuk memperoleh tepung ketan putih dan gula lontar yang tepat dalam pembuatan permen lontar dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing- masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%, 15%, 30%, dan 45%. Parameter yang diukur pada kualitas permen lontar yang dihasilkan adalah uji rasa, tekstur, dan aroma. Berdasarkan hasil penelitian Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat uji rasa pada perlakuan B dengan penambahan tepung ketan putih 15% terhadap rasa dengan skor 4,33 (sangat suka), Hasil penelitian uji tekstur tertinggi terdapat pada perlakuan D 45% dengan skor 4.67 (sangat suka), Dan pada hasil penelitian uji aroma tertinggi terdapat pada perlakuan B 15% dengan skor 4,416 (sangat suka). Kata Kunci : Tepung, ketan, permen, gula lontar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUHU PEMASAKAN NIRA LONTAR (Borassus flabellifer l) TERHADAP KUALIATAS GULA SABU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Suwitron Budikson Lobo1); Lesybeth M Nubatonis2) Zet Malelak2) Gula cair merupakan cairan berwarna keruh, memiliki rasa manis, kental dan tidak berbau. Gula lontar juga dikenal sebagai pemanis alami yang aman bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis organoleptik dan viskositas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Perlakuan yang dilakukan, yaitu suhu pemasakan 100OC, 125OC, 150OC dan 200OC. Hasil penelitian menunjukan, perlakuan D yang terbaik dengan suhu 200OC menghasilkan warna gula yang tertinggi dengan skor (3,733 a) sangat suka dan rasa gula yang tertinggi dengan skor (3,867 a) sangat suka, sedangkan nilai viskositas terbaik dari analisa gula cair lontar berdasarkan analisis fisik dengan cara pengukuran laju kecepatan terdapat pada perlakuan D yang terbaik pada suhu 200OC dengan kecepatan jatuh terendah yaitu 5,77 g/d dengan nilai rata-rata viskositas tertinggi (6,190 a).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSENTRASI SARI SABUT BUAH LONTAR TERHADAP CITA RASA ES KRIM

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KONSENTRASI SARI SABUT BUAH LONTAR TERHADAP CITA RASA ES KRIM Umbu Tamu Mahabar; A. I. Medeah; Zet Malelak Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Email : [email protected] ABSTRAK Tujuandaripenelitianiniadalah Untuk mengetahui berapakah konsentrasi optimum dalam penambahan sari sabut buah lontar yang dapat meningkatkan penerimaan sensorikkonsumen pada es krim dan untuk mengetahui profil kesukaan masyarakat terhadap es krim dengan konsentrasi sari sabut buah lontar dilihar dari warna, rasa, aroma dan tekstur. Adapunbahan-bahan yang akandigunakandalamkegiatanpenelitianini, yaitu:sari sabutbuah lontar (70 gr), SP (125 gr), santankelapa (300 gr), gulapasir (200 gr)dan susu (1500 gr). Adapunalat yang akandigunakandalampenelitianini, yaitu: Timbangan, blender, freezer, gelasukur, saringan, pisau, mixer, cup ice cream, baskomplastik, pancialuminium dan kompor.Penelitian yang dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 30 orang panelis. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari:P0 = Tanpa penambahan konsentrasi sari sabut buah lontar; P1 = Penambahan sari sabut buah lontar 7 %; P2 = Penambahan sari sabut buah lontar 14 %; P3 = Penambahan sari sabut buah lontar 21%; P4 = Penambahan sari sabut buah lontar 28 %. Adapunvariabel yang akandiamatidalampenelitianadalahCita rasa (warna, rasa, aroma, tekstur).Data yang diperolehdihitungmenggunakanAnalisis of variance (ANOVA). Nilai rata-rata karakteristikaspekwarna (P0 = 1.02; P1 = 1.833; P2 = 2.944; P3 = 3.944; P4 = 4.667), karakteristikaspek rasa (P0 = 2.00; P1 = 2.778; P2 = 3.444; P3 = 4.122; P4 = 4.756), karakteristikaspek aroma (P0 = 1.11; P1 = 2.089; P2 = 3.144; P3 = 3.9; P4 = 4.944) dan karakteristikaspektekstur (P0 = 1.74; P1 = 2.911; P2 = 3.244; P3 = 4; P4 = 4.933). Hasil AnalisisSidikRagam (ANOVA) menunjukkanbahwapembuatan es krim sari sabutbuahlontarmemberikanpengaruh yang nyata pada tarafsignifikan 1% (P>0.01) terhadappenerimaankarakteristikaspekwarna, rasa, aroma dan tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu : Penambahan sari sabut buah lontar pada pembuatan es krim dengan perlakuan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 1% (P>0.01) terhadap karakteristik organoleptik dilihat dari aspek rasa, aroma, warna dan tekstur yang dihasilkan, persentase sari sabut buah lontar yang paling baik digunakan pada es krim yaitu persentase 28% terhadap karakteristik organoleptik rasa, aroma, warna dan tekstur dan es krim dengan penambahan sari sabut buah lontar dapat diterima oleh panelis terhadap karakteristik organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN CMC (Carboxyl Methyl Cellulose)SEBAGAI PENGIKAT DALAM SIRUP LONTAR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN CMC (Carboxyl Methyl Cellulose)SEBAGAI PENGIKAT DALAM SIRUP LONTAR (KOLIS AYUB*) (Ir. ZET MALELAK, MSI **)( Ir. M. NUHAMARA MP **) Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhpenambahankonsentrasi CMC(carboxyl methyl cellulose) sebagaipengikatdalam sirup lontar. Penelitianinidilaksanakan di laboratoriumEksakta Universitas Kristen ArthaWacanaKupang. Menggunakanrancanganacaklengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangansehinggadidapat9unitpecobaan, denganpersentase 0%, 1% dan 2%. variabel yang diamatiadalah, karakteristikorganoleptikyaitu rasa, warna, aroma dan uji viskositas, uji pegendapan. Hasil penelitianmenunjukkanbahwaPenambahan CMC (carboxyl methylcellulose) berpengaruhterhadapkarakteristik Aroma, tetpaitidakberpengaruhterhadapa rasa dan warna sirup lontar, dan berpengaruhterhadapViskositas, yang dihasilkan. Perlakuanterbaikyaitupenambahan CMC sebanyak 1% dengansifatorganoleptikyakni: skor aroma 4,44 (khasbuah lontar); skor rasa 4,22 (khasbuah lontar); skorwarna 4,67 (orange kekuningan). Sedangkanhasilanalisiskimia sirup yang diberiperlakuanpenambahan CMC sebanyak 1% yaituuji viskositassebesar 2600.000

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN PADA PEMBUATAN SIRUP SUSPENSI BUAH LONTAR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN PADA PEMBUATAN SIRUP SUSPENSI BUAH LONTAR Frengki Mbepa Landu Amah, Lesybeth,M, Nubatonis, Zet Malelak ABSTRAK Penilitian ini dilaksanakan di laboraturium processing UKAW dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik mutu sirup suspensi buah lontar dan menentukan mutu organaleptik meliputi rasa,warna,dan aroma.dan penerimaan secara keseluruhan metode yang digunakan adalah metode eksprimen dan menggunakan rancangan alat lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan masing masing diulang tiga kali dengan presentase 0,5%,1%,1,5% gelatine hasil penilitian menunjuka bahwa uji analisis organaleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B 1% gelatine terhadap rasa sirup suspensi buah lontar dengan skor nilai tertinggi rata rata 4,76(sangat suka)aroma sirup dengan skor tertinggi nilai rata rata 14,1(sangat suka) dan warna sirup yang paling tinggi dan disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan skor rata rata 4,63(sangat suka) Kata kunci : Suspensi lontar gelatin sirup. 1.Peneliti 2 Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI GULA TEBU DAN GULA LONTAR DALAM MENGHASILKAN TEKSTUR SARUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

OPTIMASI GULA TEBU DAN GULA LONTAR DALAM MENGHASILKAN TEKSTUR SARUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) DONI U PILA), LESYBETH M. NUBATONIS1), ZET MALELAK2) ABSTRAK Ubi jalar ungu adalah salah satu komoditas pertanian jenis umbi-umbian yang cukup penting di Indonesia sebagai sumber pangan dan sebagai salah satu sumber karbohidrat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juli 2021 di laboraturatorium eksata fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis pengaruh optimasi gula tebu dan gula lontar dalam menghasilkan tekstur sarutan goreng ubi jalar ungu metode yang digunakan adalah menggunakan Response surface methodology (RSM) dengan 12 perlakuan terhadap gula tebu dan gula lontar yaitu warna, rasa, tekstur dan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan dengan pengaruh optimasi gula tebu dan gula lontar terhadap pembuatan sarutan goreng ubi jalar ungu terdapat pada gula tebu 12,15,20,25,dan 27 dengan gula lontar 62,65,70,75,dan 77gram Kata Kunci : Gula tebu, gula lontar sarutan goreng tekstur, RSM

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN GULA DALAM MENGHASILKAN PERMEN SUSPENSI LONTAR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN GULA DALAM MENGHASILKAN PERMEN SUSPENSI LONTAR Yulita K Mbaring*) Nubatonis M.Lesybeth**) MalelakZet**) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium Eksata universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 8-9 juli 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan gula dala m menghasilkan permen lontar. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 80 gr, 100 gr, 120 gr, 140 gr gula. Hasil penelitian menunjukan bahnwa uji analisis organoleptik pada Aroma permen tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan penambahan 120 gr gula yang menghasilkan nilai rata-rata 4,25, rasa pada permen yang paling tertinggi (suka) terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 4,25, dan Tekstur permen yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 4,416. Penambahan 140 gr gula menunjukan tingkat kekerasan tertinggi yaitu 4,533 berbeda nyata terhadap perlakuan penambahan gula 80,100,120 gr. Kata Kunci :permen, buah lontar, warna, rasa, dan tekstur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN BOLU KUKUS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN BOLU KUKUS Yeremias G.K*) Dr. L. M. Nubatonis,M.Si**) Ir. Zet Malelak,M.Si**) ABSTRAK Bolu kukus dengan penambahan suspensi buah lontar merupakan produk hasil olahan percobaan dengan menggunakan suspensi dari buah lontar yang tua sebagai bahan tambahan untuk menciptakan warna, rasa serta aroma pada produk bolu kukus. Buah lontar selama ini pengolahannya belum maksimal. Buah yang sudah tua berwarna kekuningan dan berserat. Cairan kekuningan ini yang diambil untuk dijadikan campuran pangan atau kue-kue. Oleh karena itu penambahan suspense lontar dalam pembuatan bolu diharapkan dapat berperan sebagai pewarna serta menambah aroma khas pada produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan presentasi 10%, 15%, dan 20% suspensi buah lontar. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% suspensi buah lontar terhadap warna bolu kukus tertinggi dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,578 (sangat suka) dan rasa bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,711 (sangat suka).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Lama Destilasi Dengan Kadar Alkohol Pada proses Destilasi Alkohol Laru Dengan Volume Destilasi Yang Berbeda

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian seperti laru lontar dengan cara fermentasi dan destilasi. Proses destilasi dilakukan untuk menghasilkan etanol yaitu dengan cara proses destilasi sederhana. Pada setiap proses destilasi terdiri dari dua perlakuan yaitu perlakuan 3 perlakuan yaitu 8 liter laru, 10 liter dan 15 liter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama destilasi dengan kadar alkohol dan proses destilasi alkohol dengan volume destilasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga perlakuan dengan proses destilasi dapat menghasilkan kadar alkohol. 8 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol, 10 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol dan 15 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol. Dari penelitian ini didapatkan volume dan kadar alkohol yang menurun dengan bertambahnya waktu pemasakan dan berbanding terbalik terhadap temperatur destilasi. Kadar alkohol tertinggi diperoleh sebesar 55 % sedangkan yang terendah adalah 35 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh penambahan suspensi buah lontar dalam pembuatan cookies

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN COOKIES Weo AA* Nubatonis LM** Malelak Zet** Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium processing UKAW dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik mutu cookies suspensi buah Lontar dan menentukan Mutu organoleptik meliputi rasa warna aroma tekstur dan penerimaan secara keseluruhan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan masing masing diulangi 3 kali dengan presentasi 10%,15%,20% Suspensi Buah Lontar . Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D 20% Suspensi Buah Lontar terhadap rasa cookies yang tertinggi dengan skor 3,711(sangat suka) aroma 3,867(sangat suka) warna 3,667(sangat suka) dan tekstur 3,733(sangat suka) . Kata kunci: Suspensi Buah Lontar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail