Inventarisasi Jenis-Jenis Tanaman Pisang (Musa sp) Dan Pemanfaatannya Oleh Masyarakat Di Desa Apren Kecamatan Amarasi
Kecamatan Amarasi adalah salah satu kecamatan mempunyai sumber daya alam pertanian yang sangat melimpah yang dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat petani. Tanaman pisang sebagai salah satu jenis tanaman yang dijadikan sebagai bahan makanan maupun bahan obat-obatan, selain dijadikan sebagai bahan makanan dan bahan obat-obatan dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi para petani di Kecamatan Amarasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman pisang yang ada diperkebunan para petani di Desa Apren, dan untuk mengetahui bagaimana para petani di Desa Apren memanfaatkan tanaman pisang dalam keperluan sehari-hari baik secara budaya maupun ekonomis, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi, metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tanaman pisang, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakuan, diinventarisasikan 8 jenis tanaman pisang yang ditanam atau dibudidayakan oleh masyarakat di halaman rumah maupun di perkebunan masyarakat di Desa Apren. Jenis-jenis tanaman pisang yang ditemukan yaitu jenis pisang merah mempunyai nama latin musa velitia nama lokal uik tembaga, pisang meja mempunyai nama latin musa x paradisiaca L nama lokal uik me, pisang raja mempunyai nama latin musa textilia nama lokal uik raja, pisang barangan hitam mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang barangan putih mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang kepok mempuyai nama latin musa paradisiaca L. var. bluggoe nama lokal uik rote, pisang ambon mempuyai nama latin musa cavendishii var giant paxton nama lokal uik ambon, dan pisang susu mempunyai nama latin musa paradisiaca var.nana nama lokal uik susu. Berdasarkan perhitungan jumlah responden dalam memanfaatkan tanaman pisang oleh masyarakat di Desa Apren maka presentase pemanfaatan bagian organ dari pisang merah yaitu daun 14,28%, buah 61,90%, batang 4,76%, Jantung 19,04%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang meja daun 9,52%, buah 61,90%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang raja daun 9,52%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 28,57%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan hitam daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan putih daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang kapok daun 4,76%, buah 52,38%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang ambon daun 9,52%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 9,52%. Dan presentase pemanfaatan bagian organ pisang susu daun 4,76%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 14,28%. Berdasarkan wawancara dan pembagian kuisoner pemanfaatan bagian tanaman pisang yang lebih menjadi komoditi primadona adalah buah pisang. Pemanfaatan buah pisang dalam kehidupan masyarakat di Desa Apren yaitu sebagai bahan makanan maupun dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi masyarakat petani. Hasil pemanfaatan bagian tanaman pisang berdasarkan bagan bagian tanaman pisang yaitu daun 52,36%, Buah 438,04%, batang 38,08%, jantung 185,69%.int parts based on the banana plant part chart are leaves 52.36%, fruit 438.04%, stems 38.08%, heart 185.69%.