ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
INVENTARISASI JENIS TANAMAN UMBI-UMBIAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT DI KECAMATAN AMARASI SELATAN KABUPATEN KUPANG
Elik .N. E)* Nge.T.S)** Ballo . A)**
Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi sumber daya alam pangan lokal yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat NTT seperti jagung, padi, umbi-umbian, buah-buahan lokal dan kacang-kacangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis Umbi-umbian yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat alternatif di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif yaitu dilakukan dengan cara menjelajahi dan mengamati secara langsung jenis-jenis umbi-umbian yang terdapat dilokasi penelitian serta melakukan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, dengan tujuan utama untuk memberi gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang tentang Inventarisasi jenis tanaman umbi-umbian yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat alternatif maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 7 jenis Tanaman umbi-umbian dengan 5 varietas, yakni Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) dengan 2 yaitu, varietas Darul hidayah dan varietas adira 1, Ubi Jalar (ipomoea batatas) dengan 3 varietas yaitu varietas cilembu, varietas muara takus dan varietas antin 2, Ubi talas (Colocasia esculenta), Ubi porang (Amorphophallus Muelleri), Ubi Gembili (Dioscorea esculenta), Ubi gembolo (Dioscorea bulbifera), Ubi ganyong (Canna Discolor). Umbi-umbian perlu di budidayakan dengan baik agar tidak punah dan penelitian lanjutan tentang hama yang menyerang umbi-umbian.
Kata Kunci : Jenis Umbi-Umbian, Inventarisasi, Kecamatan Amarasi Selatan
Keterangan :* Peneliti
** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
REMINCE SIKI (16382416) Kajian Nilai Ekonomi Terumbu Karang Di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Ir. Izaak S. Angwarmasse, M.Si dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang kaya akan keanekaragaman hayati. Ekosistem ini memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan di dalamnya juga bagi kebutuhan manusia. Terumbu karang memiliki fungsi ekologi dan fungsi ekonomi. Fungsi ekologi terumbu karang diantaranya sebagai nutrien bagi biota laut, pelindung fisik (dari gelombang), tempat pemijahan, tempat bermain dan sebagai tempat habitat dari ikan karang, udang karang, algae, teripang dan kerang mutiara.
Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang.
Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan Februari-Maret 2021, bertempat di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan secara langsung ke lapangan (observasi) dan dengan mewawancarai nelayan sebagai responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai ekonomi total manfaat langsung ekosistem terumbu karang di Desa Merbaun, yang di hitung dari nilai manfaat langsung penangkapan ikan Rp 201.000.000/tahun, penangkapan udang Rp 13.440.000/tahun, manfaat tidak langsung perlindungan pantai Rp 2.130.555.367.32, dengan total Rp 590.841.671.096/tahun.
Kata kunci: Kecamatan Amarasi Barat, Kajian Nilai Ekonomi, Terumbu karang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecamatan Amarasi adalah salah satu kecamatan mempunyai sumber daya alam pertanian yang sangat melimpah yang dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat petani. Tanaman pisang sebagai salah satu jenis tanaman yang dijadikan sebagai bahan makanan maupun bahan obat-obatan, selain dijadikan sebagai bahan makanan dan bahan obat-obatan dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi para petani di Kecamatan Amarasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman pisang yang ada diperkebunan para petani di Desa Apren, dan untuk mengetahui bagaimana para petani di Desa Apren memanfaatkan tanaman pisang dalam keperluan sehari-hari baik secara budaya maupun ekonomis, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi, metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tanaman pisang, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakuan, diinventarisasikan 8 jenis tanaman pisang yang ditanam atau dibudidayakan oleh masyarakat di halaman rumah maupun di perkebunan masyarakat di Desa Apren. Jenis-jenis tanaman pisang yang ditemukan yaitu jenis pisang merah mempunyai nama latin musa velitia nama lokal uik tembaga, pisang meja mempunyai nama latin musa x paradisiaca L nama lokal uik me, pisang raja mempunyai nama latin musa textilia nama lokal uik raja, pisang barangan hitam mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang barangan putih mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang kepok mempuyai nama latin musa paradisiaca L. var. bluggoe nama lokal uik rote, pisang ambon mempuyai nama latin musa cavendishii var giant paxton nama lokal uik ambon, dan pisang susu mempunyai nama latin musa paradisiaca var.nana nama lokal uik susu. Berdasarkan perhitungan jumlah responden dalam memanfaatkan tanaman pisang oleh masyarakat di Desa Apren maka presentase pemanfaatan bagian organ dari pisang merah yaitu daun 14,28%, buah 61,90%, batang 4,76%, Jantung 19,04%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang meja daun 9,52%, buah 61,90%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang raja daun 9,52%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 28,57%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan hitam daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan putih daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang kapok daun 4,76%, buah 52,38%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang ambon daun 9,52%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 9,52%. Dan presentase pemanfaatan bagian organ pisang susu daun 4,76%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 14,28%. Berdasarkan wawancara dan pembagian kuisoner pemanfaatan bagian tanaman pisang yang lebih menjadi komoditi primadona adalah buah pisang. Pemanfaatan buah pisang dalam kehidupan masyarakat di Desa Apren yaitu sebagai bahan makanan maupun dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi masyarakat petani. Hasil pemanfaatan bagian tanaman pisang berdasarkan bagan bagian tanaman pisang yaitu daun 52,36%, Buah 438,04%, batang 38,08%, jantung 185,69%.int parts based on the banana plant part chart are leaves 52.36%, fruit 438.04%, stems 38.08%, heart 185.69%.