· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PEMBELAJARAN PJOK PADA MASA PANDEMI COVI-19 DI SD GMIT OESAPA
NAMA : FENTIDIUS MEIMAKANI
NIM : 17321732
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pembelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga, dan Kesehatan pada masa pandemi COVID-19 di SD GMIT Oesapa, Kelurahan Oeesapa,
Kecamatan Kelapa Lima,Kota Kupang
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan
menggunakan metode survei. Teknik pengambilan data menggunakan. data dalam Peneltian ini yaitu
guru PJOK SD GMIT Oesapa, Kelurahan Oeesapa, Kecamatan Kelapa Lima,Kota Kupang, berjumlah
2 guru PJOK. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuisioner pertanyaan. Teknik analisis data
menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pandemi COVID-19 ini guru tetap memberikan
pembelajaran PJOK, guru PJOK menggunakan metode pembelajaran daring, pembelajaran PJOK,
menggunakan media pembelajaran whatsapp group, peserta didik antusias dan berpartisipasi baik
dalam pembelajaran, guru PJOK bekerjasama dengan orang tua peserta didik agar proses
pembelajaran PJOK tetap berlangsung, guru mengatakan dalam pembelajarannya hanya sebagian
pembelajaran yang sesuai RPP, penilaian berdasarkan pengumpulan tugas dan ujian, guru PJOK
mengatakan penilaian pada pembelajaran daring tidak efektif, dan kendala dalam pembelajaran PJOK
daring yaitu kesulitan mengakses internet.
Kata kunci: pembelajaran PJOK, pembelajaran daring, COVID-19
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERAN PELATIH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PEMAIN
SEPAKBOLA KLUB CAMAR
Oberdominto Meimau1*
, Andreas Lumba2
, Yahya Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pada Klub sepakbola, pelatih adalah orang yang bertanggung
jawab memilih komposisi pemain, menentukan taktik dan memberikan motivasi
kepada para pemain. Motivasi adalah suatu dorongan yang menyebabkan
seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh sebab
itu sangat diperlukan peran pelatih dalam meningkatkan motivasi pemain
sepakbola.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui peran pelatih dalam meningkatkan
motivasi pemain sepakbola Klub Camar.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatih Klub Camar
menjalankan perannya yaitu menyusun program latihan, membimbing pemain
untuk meningkatkan kemampuan fisik, kekuatan otot, melatih kemampuan teknik
dan menganalisis kekuatan lawan. Peran ini dijalankan untuk meningkatkan
motivasi pemain sepakbola Klubnya. Bentuk motivasi yang diberikan dalam
bentuk teguran, arahan, dan kompetisi. Dengan peran pelatih yang demikian dapat
dilihat motivasi pemain sepakbola Klub Camar terus meningkat.
Simpulan: Kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian ini adalah pelatih Klub
Camar telah menjalankan tugas dan perannya dalam meningkatkan motivasi
pemain. Bentuk motivasi yang diberikan dalam bentuk teguran, arahan, dan
kompetisi.
Katakunci: Peran pelatih; motivasi; sepakbola
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia termasuk salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati sangat melimpah. Sehingga Indonesia dikenal sebagai negara pusat keanekaragaman di dunia (Mega biodervisiti). Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia adalah tumbuhan lumut. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui jenis lumut yang ada di Kawasan Cekdam, Desa Kamanasa Kabupaten Malaka. Dan mengetahui bagaimana indeks keanekaragaman jenis lumut yang ada di Kawasan Cekdam, Desa Kamanasa, Kabupaten Malaka. dan untuk mengetahui parameter lingkungan yang mendukung pertumbuhan lumut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek garis (line transect method). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di sekitar Kawasan Cekdam Desa Kamanasa. Kabupaten Malaka ditemukan 12 Jenis tumbuhan lumut terdiri dari masing- masing 8 jenis lumut daun, yang termasuk ke dalam 7 famili, yaitu Calymperaceae, Pottiaceae, Hypnaceae, Sphagnaceae, Thuidiaceae, Fissidentaceae, Polytrichaceae. Dan 4 jenis Marchantiopsida yang termasuk ke dalam 2 famili yaitu Marchantiacea dan Aytoniaceae. Berdasarkan hasil perhitungan jenis lumut yang ditemukan pada lokasi penelitian pada stasiun 1 dan 2 memiliki indeks keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang, yaitu Stasiun 1 (1,85), dan Stasiun 2 (2,28 ). Parameter lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lumut, yaitu pH tanah, suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, dan dapat dipakai sebagai rujukan untuk peneliti berikutnya yang mengkaji Indentifikasi jenis lumut (Bryophyta).
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia merupakan aset penting dalam suatu perusahaan, karena sumber daya manusia menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar (Mangkunegara, 2013:2). Berkaitan dengan hal tersebut, karyawan merupakan sumber daya penting yang wajib perusahaan jaga.
Menurut Mangkunegara (2013;67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. . Menurut Sardiman (2007:89), menyatakan “motivasi intrinsik adalah motif–motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu”. Menurut Sunyoto (2012:43) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Seluruh Karyawan PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor berjumlah 53 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan koesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial motivasi intrinsik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor. Sedangkan secara simultan motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 0,512 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,226 dan b2 = 0,295. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 0,512+0,226 (X1)+0,295 (X2) selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu pengaruh motivasi intrinsik (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa untuk variabel motivasi intrinsik (X1) ditemukan t hitung = 2,366 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat signifikan = 0,022. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel motivasi intrinsik (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hitung = 3,264 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat sig. = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,957 lebih besar dari F tabel = 3, 18 dan tingkat sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterima artinya variabel motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (X1). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,305 atau 30,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan adalah 30,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 69,5% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO UMUM KANTOR GUBERNUR PROVINSI NTT
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen utama yang sangat penting dalam sebuah organisasi menjadi bagian tumbuh kembangnya lembaga/organisasi tersebut. Sebagai salah satu elemen utama dalam sebuah organisasi sumber daya manusia juga memegang kendali bagi realisasi perjalanan lembaga atau organisasi sekaligus motor penggerak mencapai tujuan lembaga/ organisasi tersebut. Setiap sumber daya manusia atau pegawai yang bekerja dalam suatu organisasi diharapkan memberikan kinerja yang optimal dimana pegawai tersebut bekerja.
Iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang bertahan dalam jangka waktu lama. Karakteristik ini membedakan satu organisasi dari organisasi lain dan mempengaruhi perilaku orang-orang yang termasuk dalam organisasi tersebut. Iklim organisasi merupakan suatu keadaaan yang menunjukan suatu kehidupan yang saling berinteraksi, sehingga menimbulkan rasa senang atau tidak senang terhadap bidang pekerjaannya. Arti interaksi yang dimaksud adalah adanya hubungan antara atasan dengan bawahan serta bawahan dengan bawahan lainnya. Iklim organisasi sangat dipengaruhi oleh individu yang berada dalam suatu organisasi tersebut.
Etos kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa (Dodi, dkk, 2013).
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Nurhasanah, 2019) Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Instrumen dalam pengumpulan data primer ini adalah kuesioner yang disusun secara sistematis, dalam bentuk sistematis, dalam bentuk daftar cek dalam bentuk Semantic Differencial scale (Cooper dan Emory, 2002, p337). Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuruan sikap dengan menggukan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya :
Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval.Pertanyaan-pertanyan dalam angket tertutupdibut dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sngat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Iklim Organisasi terhadap Kinerja Pegawai,Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,373 artinya jika Iklim Organisasi (XI) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,373. Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh signifikan antara Iklim Organisasi (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y).
Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Iklim Organisasi (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Iklim Organisasi (X1) ditemukan t hitung = 4,072 lebih besar t tabel = 2,007548 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil dari 0,05 . Pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,738 artinya jika Etos Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,738 Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh antara Etos Kerja (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y).
Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Etos Kerja terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Etos Kerja dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 5,625 lebih besar t tabel= 2,00758 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Etos Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Umum Kantor Gubernur Provinsi NTT.
Kata Kunci : Iklim Organisasi, Etos Kerja , Kinerja Pegawai.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Negara berkembang seperti negara Indonesia, pembangunan sangatlah diperlukan pemerintah guna membuat negara ini menjadi lebih baik serta tumbuh menjadi negara maju. PTKP itu sendiri adalah penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Kebijakan kenaikan PTKP pada tahun 2013 ini diambil oleh pemerintah karena kebijakan stimulus fiskal untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global.
Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh kenaikan PTKP terhadap daya beli masyarakat di Kota Kupang khususnya di Universitas Kristen Artha wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian adalah Kuesioner.
Hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji yang dilakukan yaitu Ho diterima dan Hₐ ditolak artinya kenaikan penghasilan tidak kena pajak (ptkp) tidak berpengaruh terhadap peningkatan daya beli masyarakat.
Saran dari penelitian agar pemerintah lebih cermat lagi apabila ingin menaikan jumlah PTKP guna meningkatkan daya beli. Pemerintah dapat meningkatkan daya beli masyarakat dengan menaikan PTKP tetapi juga mengontrol harga kebutuhan pokok.
Kata kunci : Pajak penghasilan, penghasilan tidak kena pajak, dan daya beli masyarakat
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
(Studi Empiris Pada Baumata)
Masalah Yang Di Ambil Penelitian Ini Adalah Pengaruh Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan salah satu masalah utama yang yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah penanganan terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia.Aset terbesar dalam suatu organisasi adalah sember daya manusianya yang menentukan keberhasilan organisasi. Jumlah sumber daya manusia yang besar apabila dapat diterapkan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Manusia adalah faktor pendorongan utama dari semua organisasi aktivitas, karena peran itu maka tenaga kerja harus mendapatkan perhatian lebih serius jika organisasi menggerakan perusahaan guna untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Manusia memiliki kedudukan yang sangat penting didalam suatu perusahaan, karena manusia merupakan pelaku perencanaan, penggerak,serta penentu terwujut suatu tujuan perusahaan. Menurut Fatmi, (2011:49) budaya organisasi adalah suatu kebiasaan yang telah berlangsung lama dan dipakai serta diterapkan dalam kehidupan aktivitas kerja sebagai salah satu pendorong untuk meningkatkan kualitas kerja para karyawan dan manajer perusahaan. Menurut Sinambela,(2012:238). Disiplin adalah kesedian seseorang yang timbul dengan kesadaran diri untuk mengikuti peraturan –peraturan yang berlaku dalam organisasi Menurut Mangkunegara (2002:66) Keberhasilan untuk mencapai tujuan organisasi dipengaruhi oleh kinerja sumber daya manusia atau karyawan, maka dari itu setiap perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin agar kinerja sumber daya manusianya dapat meningkat dengan baik dan mampu mencapai tujuan. serta kepatuhan terhadap perintah dan berinsiatif untuk melakukan suatu tindakan yang diperlukan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan Budaya Organisasi , Dan Disiplin Kerja yang Signifikan terhadap kinerja Karyawan pada PT Timor Sejahtera Aguafit Baumata. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 48 orang dari jumlah populasi sebanyak 48orang karyawan yang bekerja di Bagian PT Timor Sejahtera agufit Baumata . Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh budaya organisasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Timor Sejahtera aguafit Baumatai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial penempatan Budaya Organisasi signifikan terhadap kinerja Karyawan pada PT Timor Sejahtera Aguafit Baumata secara parsial Disiplin Kerja signinifikan terhadap kinerja karyawan pada Bagian PT Timor Sejahtera Aguafit Baumata.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 17,794 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.291, b² adalah 0.230.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Signifikan Budaya Organisasi (X1) Disiplin Kerja (X2) dan terhadap kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 17,794+ 0,291 X1 + 0,230 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada Signifikan (X1) terhadap kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Budaya Organisasi(X1) ditemukan t hitung = 2,494 lebih kecil t table = 2,81 dan t 0,05> 0,032 tingkat Sig. = 0,016 Oleh karena nilai sig. < 0,05 Ho diterima maka Ha ditolak yaitu variabel Budaya Organisasi (X1) Signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan.
(Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada Signifikan (X2) terhadap kinerja Karyawan(Y). Diketahui bahwa untuk variabel Displin Kerja(X2) ditemukan t hitung = 2,214 lebih Kecil t table = 2,81 dan tingkat Sig. = 0,05 Oleh karena nilai sig. < 0,032 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel Disiplin Kerja (X2) Signifikan secara parsial terhadap kinerja Karyawan(Y). Untuk hasil pengujian Uji F didapati F hitung = 7,713 lebih Besar dengan tingkat Sig. = 0,001 Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Disiplin Kerja (X2) berpengaruh Signifikan secara simultan terhadap kinerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.505 atau 50,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan adalah 50,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 49,5% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Budaya Organisas, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah: PEMBATALAN PUTUSAN JUDEX FACTI
DAN JUDEX JURIS OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM
TINDAK PIDANA PENYEROBOTAN TANAH. Rumusan masalah penelitian
penulis adalah: 1.) Mengapa Judex Facti dan Judex Juris Menjatuhkan Pemidaan
dalam tindak pidana penyerobotan tanah? dan 2.) Mengapa Hakim Peninjauan
Kembali menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum dalam tindak
pidana penyerobotan tanah?. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: 1.) Untuk
mengetahui alasan Judex Facti dan Judex Juris Menjatuhkan Pemidaan dalam
tindak pidana penyerobotan tanah. 2.) Untuk mengetahui alasan Hakim
Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum dalam
tindak pidana penyerobotan tanah. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan
adalah: Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif
yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil
dalam bentuk karya ilmiah. Tentang alasan Judex Facti dan Judex Juris
Menjatuhkan Pemidaan dalam tindak pidana penyerobotan tanah dan alasan
Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan
hukum. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri
dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau
norma serta peraturan dasar.
Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis teliti maka yang menjadi
kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu: 1.) Perbuatan terdakwa
merupakan perbuatan pidana. 2.) Perbuatan para terdakwa memenuhi unsur
dakwaan jaksa penuntut umum, Pasal 385 ke-4 Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.
3.) Terdakwa mengajukan bukti baru atau novum 4.) Para Terdakwa terbukti akan
tetapi perbuatan itu bukan merupakan suatu tindak pidana melainkan perbuatan
perdata
Kata Kunci : Putusan Hakim, Perkara Pidana Penyerobotan Tanah.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PASING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN METODE BERPASANGAN DI SMP NEGERI 1 KOTA KUPANG
Himel Agrianus Ngara1*, Andereas J.F Lumba2, Pnatmo Welhelmina Masi3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dapat berjalan sukses dan lancar sangat ditentukan oleh beberapa unsur antara lain: guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana, tujuan, metode, lingkungan yang mendukung, dan penilaian. dalam proses pemebelajaran guru harus mampu memahami karakter siswa .seorang guru dapat mengunakan bermacam - macam metode dalam proses pembelajaran yang di hadapinya
Tujuan penelitian: Untuk Meningkatkan Pembelajaran Pasing Bawah Permainan Bola Voli Dengan Metode Berpasangan di SMP Negeri 1 Kota Kupang
Metode penelitian: penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ada empat tahapan penting dalam penelitian tindakan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Keempat tahapan dalam penelitian tindakan tersebut adalah membentuk siklus, jadi satu siklus adalah dimulai dari tahapan perencanaan sampai refleksi.
Hasil dan pembahasan: Kegiatan pembelajaran penjasorkes dilaksanakan sesuai dengan tahapan pembelajaran yaitu kegiatan pendahuluan atau pemanasan, kegiatan inti dan penutup dengan pendinginan. Kegiatan pembelajaran di lakukan di luar ruangan dengan menggunakan pembelajaran pasing bawah permainan bola voli dengan metode berpasangan
Simpulan: Penggunaan metode pembelajaran pasing bawah dengan metode berpasangan di SMP Negeri 1 Kota Kupang sudah berjalan dengan baik . Dengan berpartisipasinya siswa dalam pembelajaran bola voli sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
Kata kunci: pembelajaran pasing bawah dengan metode berpasangan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF CHARACTER EDUCATION VALUES IN ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED BRIGHT AN ENGLISH SCHOOL PUBLISHED BY ERLANGGA.
ABSTRACT
Student, Name1 Supervisor1, Name.2 Supervisor2,Name.3
( Loilatu Merisa) ( June A. Jacob, S.Pd.,MA) (Eltina A. Maromon. S.Pd., M.Pd)
Corresponding author’s email:[email protected]
The title of this writing was. AN ANALYSIS OF CHARACTER EDUCATION VALUES IN ENGLISH BOOK ENTITLED BRIGHT AN ENGLISH SCHOOL PUBLISHED BY ERLANGGA. The research problem of this study are, what are the character education values found in English textbook entitled bright an English school published by erlangga? And how to analyze the character education values in the book when English rings a bell. The purpose of this study was to. To find out the character of education values in English textbook entitled bright an English school published by erlangga. The purpose of this study is to describe how the process of the importance in Indonesia is in this case how we can respect each other. Education is the basic foundation of one’s character both in the school environment and in the community and surrounding areas This is a qualitative research, this research includes, the analysis of the values of character education in the book when English rings A bell is found in a book that describe the values of a person’s character. And then researcher uses observation documentation. This analysis, the researcher uses the opinion of Licona. By analyzing the values of character education in the book When English rings A bell. Then the most found is (8) religion, honesty, tolerance, discipline, hard work, creativity, independence, democratic.
Key words: Character education Values
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Tindak Pidana Pemasangan Tv Kabel Tanpa Izin.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? (2) Bagaimanakah modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? (3) Bagaimanakah akibat hukum bagi korban dan pelaku tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin?
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. (2) Untuk mengetahui modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. (3) Untuk mengetahui akibat hukum bagi korban dan pelaku tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa adalah:
a. Mencari keuntungan.
b. Memenuhi kebutuhan.
2. Modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa adalah:
a. Pelaku menawarkan pemasangan TV Kabel kepihak lain.
b. Adanya kesepakatan pemasangan TV Kabel.
c. Pelaku menyalurkan siaran.
d. Pelaku menerima pembayaran.
3. Akibat hukum yang diperoleh terdakwa dalam tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin adalah:
a. Terdakwa dikenai pidana percobaan;
b. Terdakwa dikenai pidana denda;
c. Terdakwa membayar biaya perkara.
Adapun saran dari penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain:
1. Diharapkan penegak hukum dapat mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang yang melakukan tindak pidana pemasangan TV Kabel tanpa izin.
2. Diharapkan penegak hukum dapat memberantas tindak pidana pemasangan TV Kabel tanpa izin dengan cepat dan tepat.
3. Diharapkan penjatuhan hukuman lebih tegas sehingga masyarakat atau pun pelaku usaha pemasangan TV Kabel dapat melakukan izin terlebih dahulu sebelum dilakukan usaha pemasangan TV Kabel.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul penelitian ini ialah Deskripsi Tentang Pembatalan Putusan Hakim Dalam Sengketa Wanprestasi Ikatan Dinas Karyawan. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah mengapa Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan wanprestasi penggugat sedangkan pengadilan tinggi yang dikuatkan oleh Mahkama Agung menolak gugatan penggugat? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan wanpretasi penggugat sedangkan pengadilan tinggi yang dikuatkan oleh Mahkama Agung menolak gugatan penggugat. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka.
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Pengadilan Negeri dan Peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat antara lain:
1. Penggugat dapat membuktikan hubungan hukum tergugat dan penggugat didasari perjanjian.
2. Penggugat dapat membuktikan tergugat wanprestasi.
Alasan Pengadilan Tinggi dan Kasasi membatalkan gugatan penggugat antara lain:
1. Penggugat tidak dapat membuktikan hubungan hukum penggugat dan tergugat didasari perjanjian.
2. Hakim Pengadilan Negeri dianggap salah dalam menerapkan hukum.
Saran dari penulisan dalam penelitian ini adalah bagi Pengadilan Negeri Jakata pusat dalam memutuskan satu perkara perlu memperhatikan fakta-fakta yang ditemukan dalam persidangan agar tidak salah dalam menjatuhkan putusan PT. Mastersystem dalam melaporkan sebuah kasus, perlu lebih teliti agar tidak terjadi kekeliruan dalam persidangan.
Kata Kunci :Pertimbangan Hakim, Putusan Perdata, Sengketa Wanprestasi
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Sebab Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penadahan Hewan Curian Di Wilayah Kabupaten Sumba Barat”. Rumusan masalah yaitu Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penadahan hewan curian di Kabupaten Sumba Barat dan Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana penadahan hewan curian terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penadahan hewan curian di Kabupaten Sumba Barat dan Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana penadahan hewan curian terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Sifat penelitian yaitu bersifat deskriptif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Hukum Normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab terjadinya tindak pidana penadahan hewan curian di Kabupaten Sumba Barat dan akibat hukum dari tindak pidana penadahan hewan curian terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang tindak pidana penadahan hewan curian. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Faktor penyebab terjadinya tindak pidana penadahan hewan curian di Kabupaten Sumba Barat yaitu : 1) Faktor Ekonomi. 2) Faktor Penegakan Hukum. Akibat hukum dari tindak pidana penadahan hewan curian terhadap pelaku, korban dan barang bukti yaitu : 1) Akibat hukum bagi pelaku yaitu pelaku di pidana penjara dan membayar biaya perkara kepada pelaku penadahan hewan curian tersebut. 2) Akibat hukum bagi korban yaitu korban mengalami kerugian materil. 3) Akibat hukum bagi barang bukti yaitu barang bukti dikembalikan kepada pemilik hewan curian tersebut. Saran, Kepada masyarakat agar lebih berhati-hati atau teliti jika ingin memperoleh ataupun mendapatkan sesuatu barang untuk mengecek apakah barang tersebut hasil tindak kejahatan atau tidak. Kepada pemerintah agar lebih aktif untuk mensosialisasikan aturan mengenai tindak pidana penadahan dikarenakan masyarakat sering berdalih tidak mengetahui bagaimana meneliti barang yang hendak diperoleh.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul:Deskripsi Tentang Pemaknaan Kata Berjumlah Dalam Pasal 83 Ayat (1)
Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Oleh
Mahkamah Konstitusi. Permasalahannya adalah: 1). Alasan-alasan yuridis apakah
yang melandasi pemohon mengajukan Constitutional Review terhadap Pasal 83
ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia? 2).
Mengapa Mahkamah Konstitusi memberi pemaknaan terhadap kata berjumlah
pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi
Manusia?Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan-alasan yuridis
yang melandasi pemohon mengajukan Constitutional Review terhadap Pasal 83
ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan
untuk mengetahui Mahkamah Konstitusi memberi pemaknaan terhadap kata
berjumlah pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang
Hak Asasi Manusia yang berguna secara teoretis dan praktis. Sifat dari penelitian
ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam
penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu:alasan pengujian dan pemaknaan
Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 83 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 39
Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Terhadap UUD RI 1945dan variabel
terikat yaitu:Putusan Mahkamah Konstitusi30/PUU-XX/2022dengan sumber
bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan
studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian dan analisis penulis terhadap putusan diperoleh jawaban
bahwa:Alasan-alasan yuridis yang melandasi pemohon mengajukan judicial
review terhadap Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang
Hak Asasi Manusia yaitu:Pertama, Pasal 83 ayat (1) UU HAM khususnya
sepanjang frasa “Anggota Komnas HAM berjumlah 35 (tiga puluh lima) yang
dirumuskan secara limitatif.Kedua,Pasal 83 ayat (1) UU HAMtidak
mencerminkan kedudukan Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan
Negara. Ketiga, Pasal 83 ayat (1) UU HAM menimbulkan adanya ketidakpastian
dalam proses seleksi dan menimbulkan multitafsir.Keempat,Pasal 83 ayat (1) UU
HAM membatasi yang hak warga negara untuk menjadi Anggota Komnas HAM;
KelimaPasal 83 ayat (1) UU HAMmenutup partisipasi publik dalam rangka
menjaga transparansi dan akuntabilitas proses.Alasan Mahkamah Konstitusi
membatalkan kata berjumlah pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39
Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia karena:Pertama, Mahkamah Konstitusi
memberikan pemaknaan kata “berjumlah” 35 (tiga puluh lima) yang diatur secara
imperatif menjadi fakultatif.Kedua, Mahkamah Konstitusi memberikan kepastian
hukum dengan memberikan pemaknaan kata berjumlah 35 menjadi berjumlah
paling tinggi.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa seringkali identik dengan keterbelakangan pendidikan, pertumbuhan ekonomi yang rendah, kolot serta tradisionalis (Furqaini Astri, 2009). Salah satu langkah pemerintah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat desa yaitu dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes inilah yang menjadi upaya untuk memperkuat perekonomian yang ada didesa dengan mengelola potensi-potensi yang menguntungkan. BUMDes dibentuk berdasarkan undang-undang Nomor 4 tahun 2015 tentang pendirian, pengurusan, pengelolaan serta pembubaran BUMDes.
Transparansi juga diartikan sebagai bentuk pemberian layanan publik yang bersifat terbuka serta mudah diakses oleh semua pihak yang membutuhkan. Transparansi juga memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat bardasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya manusia yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada undang-undang Nomor 6 tahun 2014 dimana desa harus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai konstitusi yang berlaku (Noordiawan, 2007). Anik (2016) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu entitas. Namun laporan keuangan perlu disusun sesuai dengan format akuntansi yang berlaku agar laporan keuangan tersebut dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya serta dapat dipertanggungjawabkan.
BUMDes juga membutuhkan laporan keuangan yang bertujuan untuk menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Tujuan dari pelaporan keuangan pemerintah adalah menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan sumber daya yang dipercaya kepadanya (Nurlan, 2008).
Dari bahasan analisis hasil analisis tentang masalah dan persoalan penelititan berdasarkan data-data yang telah dianalisis dari Transparansi Terhadap Pelaporan Keuangan BUMDes Sinar (Studi Kasus di Desa Napan Kecamatan Bikomi Utara) dapat ditarik kesimpulan yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan Transparansi Terhadap Pelaporan Keuangan BUMDes Sinar (Studi Kasus di Desa Napan Kecamatan Bikomi Utara).
Berdasarkan nilai signifikansi dari tabel diatas nilai signifikansi thitung sebesar 0.000 < 0,005 yaitu nilai thitung 14.693 > ttabel 1.986. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel transparansi (X) berpengaruh terhadap variabel Laporan Keuangan BUMDes (Y). berdasarkan hasil tersebut hipotesis penelitian ini terbukti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.
Besarnya nilai korelasi / hubungan yaitu sebesar 0,841. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R square) sebesar 0,705 atau 70,5% yang artinya bahwa pengaruh variabel Transparansi terhadap variabel Laporan Keuangan BUMDes Sinar adalah sebesar 70,5% sedangkan sisanya 29,5% dipengaruhi oleh variabel – variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL, PENGALAMAN KERJA DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP ROTASI JABATAN PADA KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KUPANG
Oleh:
Ormi Tamelan
Nim : 18410302
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang berjumlah 66 orang yang terdiri dari pegawai PNS 42 orang dan pegawai Honorer berjumlah 24 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai PNS berjumlah 42 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus slovin maka sampel penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang, pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang, dan pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Sedangkan secara Stimultan kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 7.022 sedangkan koefisien b1 = -0.127, koefisien b2 = 0.580 dan b3 = 0.440. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kemampuan manajerial (X1), Pengalaman kerja (X2), dan pengawasan kerja (X3) terhadap rotasi jabatan adalah sebagai berikut: Y= 7.022 -0.127 (X1) + 0.580 (X2) + 0.440 (X3) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel kemampuan manajerial (X1) terhadap variabel rotasi jabatan (Y).
Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan manajerial (X1) di temukan t hitung = -0.678 lebih kecil dari t tabel = 2,0518 dan tingkat signifikan = 0.504 oleh karena itu nilai sig.< 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan manajerial (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap rotasi jabatan (Y).
Hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap rotasi jabatan (Y). diketahui bahwa variabel pengalaman kerja (X2) ditemukan t hitung = 3.071 lebih besar dari t tabel = 2,0518 dan tingkat signifikan = 0.005 oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dab Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel pengalaman kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap rotasi jabatan (Y). berikut
Hasil Uji Hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh variabel pengawasan kerja (X3) terhadap rotasi jabatan (Y). diketahui t hitung = 2.278 lebih besar dari t tabel = 2.0518 dan tingkat signifikan 0.031. Oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel pengawasan kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel rotasi jabatan (Y).
untuk hasil Uji F didapati F hitung = 10.233 lebih besar dari F tabel = 3.35 dan tingkat signifikan = 0,000 oleh karena itu nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel kemampuan manajerial (X1), variabel pengalaman kerja (X2), dan pengawasan kerja (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel rotasi jabatan (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil.
Uji Koofisien determinasi (R2) adalah 0.541 atau 54.1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan adalah 54.1%. Sedangkan pengaruh sebesar 45.9% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Kemampuan Manajerial, Pengalaman Kerja, Pengawasan Kerja, Rotasi Jabatan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR
Mese M. Ataupah.1*, Agustinus J. Nafie2, Jimmy CH. Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latarbelakang:Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan insan manusia. Pendidiksan merupakan sarana untuk memperoleh kelangsungan hidup manusia dalam alih generasi secara berkesinambungan. Namun dalam perjalanannya mahasiswa PJKR lambat dalam mencari judul dan menyelesaikan skripsi, Mahasiswa PJKR semester akhir kesulitan membagi waktu antara mengerjakan skripsi dengan kegiatan atau hobi, Mahasiswa masih terpengaruh dari teman mahasiswa lain yang masih belum mengerjakan skripsi, Belum diketahuinya kesulitan mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir skripsi.
Tujuan penelitian:Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan mahasiswa dalam proses penyusunan tugas akhir skripsi.
Metodepenelitian:Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi PJKR semester akhir yang sedang mengerjakan Tugas Akhir Skripsi. Objek penelitian ini adalah menganalisis kesulitan mahasiswa prodi PJKR semester akhir dalam penyusunan tugas akhir skripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PJKR mengalami kesulitan dalam penyusunan skripsi. Kesulitan yang dialami antara lain: karena sulitnya menentukan judul dan topik penelitian, kesulitan dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah, kesulitan dalam menentukan jenis dan desain penelitian, kesulitan dalam mencari jurnal, kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasan ke dalam tulisan ilmiah, dan juga kesulitan dalam mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa respon mahasiswa prodi PJKR semester akhir terhadap proses penyusunan tugas akhir skripsi secara keseluruhan sudah sedikit mengetahui tetapi masih banyak kekurangan yang belum diketahui.
Katakunci:; ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Skripsi ini berjudul:“Deskripsi Tentang Putusan Hakim Kepada Pelaku Tindak Pidana Perkosaan Terhadap Kaum Disabilitas”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Mengapa Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan sedangkan Hakim Pengadilan Tinggi dan Kasasi menjatuhkan putusan bebas kepada pelaku tindak pidana perkosaan terhadap kaum disabilitas ?. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui dan menjelaskan Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan sedangkan Hakim Pengadilan Tinggi dan Kasasi menjatuhkan putusan bebas kepada pelaku tindak pidana perkosaan terhadap kaum disabilitas.
Penelitian ini bersifat Deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Normatif. Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan, sedangkan Hakim Pengadilan Tinggi dan Kasasi menjatuhkan putusan bebas kepada pelaku tindak pidana perkosaan terhadap kaum disabilitas. Sedangkan variabel Terikat dalam penelitian ini adalah putusan Pengadilan terkait tindak pidana perkosaan terhadap kaum disabilitas.
Berdasarkan hasil penelitian pada putusan pertama sampai putusan ketiga, maka penulis menarik kesimpulan bahwa alasan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan sedangkan Hakim Pengadilan Tinggi dan Kasasi menjatuhkan putusan bebas:
1. Alasan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana perkosaan terhadap kaum disabilitas karena:
a. Dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum yang telah terbukti yang menyatakan terdakwa Efendi terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana “ melakukan persetubuhan diluar perkawinan dengan seorang perempuan yang diketahuinya sedang berada dalam keadaan pingsan dan tidak berdaya” melanggar pasal 286 KUHP.
b. Pertimbangan Hakim terhadap unsur tindak pidana yang telah terbukti dalam pasal 286 KUHP.
c. Pertimbangan Hakim terhadap hal-hal yang memberatkan terdakwa.
2. Alasan Hakim Pengadilan Tinggi memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana perkosaan terhadap kaum disabilitas disebabkan karena:
a. Hakim Tingkat Banding tidak sependapat dengan fakta hukum dan pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama.
b. Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang telah didakwakan oleh JPU.
3. Alasan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan menolak permohonan kasasi dari Jaksa Penutut Umum disebabkan karena:
a. Mahkamah Agung sependapat dengan Majelis Hakim tingkat banding.
b. Majelis Hakim Tingkat Pertama telah salah dalam menerapkan hukum.
c. Majelis Hakim Tingkat banding dipandang benar dalam menerapkan hukum.
d. Putusan judex factie Tingkat Banding dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan Undang-Undang, maka permohonan Kasasi Jaksa Penuntut Umum ditolak.
Kata Kunci : Putusan Hakim, Perkosaan, Kaum Disabilitas.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM PADA UMKM DI KELURAHAN OEBOBO Dalam beberapa tahun belakangan ini,di berbagai belahan dunia isu mengenai literasi keuangan (financial literacy) tengah hangat diperbincangkan.literasi keuangan diakibatkan oleh keinginan sebuah negara untuk memiliki penduduk yang berkualitas dan memiliki kecerdasan finansial yang baik, sehingga akan berdampak pada perbaikan roda ekonomi negara itu sendiri. UMKM yang ada di Kelurahan Oebobo, sudah memasuki Usaha Mikro, Kecil, Menengah dituntut untuk mengembangkan daya saing melalui pemanfaatan platform digital termasuk pemahaman mengenai laporan keuangan yang berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas, Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK UMKM) masih 10% dari ekosistem pada segmen klarifikasi UMKM yang baru memanfaatkan teknologi dan literasi keuangan dalam menunjang kegiatan usahanya selain itu terbatasnya pengetahuan sumber daya manusia tentang keuangan yang mengakibatkan, perkembangan finansial UMKM ini tergolong lambat.Permasalahan dalam penelitian ini yaitu literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja usaha mikro, kecil, menengah di kelurahan oebobo. Maka persoalan penelitian yang akan di bahas yaitu Apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja usaha pada pelaku UMKM di kelurahan oebobo. OJK menyatakan bahwa misi penting dari program literasi keuangan adalah untuk melakukan edukasi di bidang keuangan kepada masyarakat Indonesia agar dapat mengelola keuangan secara cerdas,meningkatkan pengetahuan tentang literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tertipu pada produk-produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam jangka waktu pendek tanpa mempertimbangkan risikonya (Wulandari,2019). Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh UMKM yang berada di kelurahan oebobo. Sampel penelitian terdiri dari 30 UMKM industri pengelolaan yang termasuk dalam produk makanan, minman dan jasa yang berada di kelurahan oebobo, kota kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan langsung kepada para pelaku UMKM. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk menganalisis variabel independen yaitu literasi keuangan (X) terhadap variabel dependen yaitu kinerja UMKM (Y). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis pendahuluan akan dideskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik dari masing-masing konsep dan analisis lanjutan. Analisis linear berganda dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM (pada UMKM di Kelurahan Oebobo). Berdasarkan hasil persamaan regresi linear sederhana coefficientsᵅ diketahui bagian B diperoleh nilai variabel literasi keuangan sebesar .589, dan nilai constant (a) adalah 15.722. a = 15.722 ini menunjukan bahwa jika literasi keuangan dianggap konstanta maka variabel kinerja usaha sudah memiliki nilai sebesar 15.722. b = 589 menunjukan jika variabel literasi keuangan meningkat satu-satuan maka nilai kinerja usaha meningkat sebesar 589. Y= 15.722 + 589 X + ℇ. Berdasarkan hasil uji determinasi model summary di atas, diketahui bahwa: Nilai R sebesar 0,479 ͣ yang artinya variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM memiliki hubungan yang erat. Nilai Adjusted R Square 0,229 berarti 20,2% kinerja UMKM dapat di jelaskan oleh Literasi Keuangan. Variabel Literasi Keuangan berpegaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,007>0,05. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Dilihat berdasarkan nilai t-hitung sebesar 2,888 serta signifikan sebesar 0,007 0,05. Maka dapat di ketahui bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Data diolah menggunakan SPSS Versi 27 dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda,dengan pegujian uji t dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM.Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 UMKM di kelurahan oebobo,kota kupang,maka dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan yang memilki pengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai Adjusted R Square 0,202 yang artinya variabel literasi keuangan yang memberikan kontribusi sebesar 20,2% terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan hasil penelitian saran kepada responden pelaku UMKM yang berada di Kelurahan Oebobo untuk lebih meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan usahanya agar kinerja usaha dapat di tingkatkan. KATA KUNCI: Literasi Keuangan, Kinerja UMKM.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting bahkan, tidak dapat dilepas dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahan. Sumber daya manusia juga merupakan kunci yang menetukan perkembangan perusahaan karena sumber daya manusia dalam organisasi adalah human capital, hal ini di karenakan sumber daya manusia kontribusi terhadap propabilitas sebuag organisasi. Sumber daya manusia sering kali juga disebut sebagai modal intelektual, karena kemampuan memberikan ide-ide cemerlang dalam pengembangan organisasi.
Rachmawati (2008), menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.
Rekrutmen sendiri merupakan serangkaian program untuk mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Irwansyah (2012:242), menjelaskan bahwa rekrutmen merupakan proses menarik orang – orang atau pelamar yang mempunyai minat dan kualifikasi yang tepat untuk mengisi posisi atau jabatan tertentu.
Sedangkan seleksi merupakan proses pemilihan dari sekelompok pelamar atau orang-orang yang memenuhikriteria untuk menempati posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada pada perusahaan. Selain itu, Kesalahan strategi dalam melakukan proses rekrutmen dan seleksi akan berakibat buruk pada tujuan perusahaan karena lalainya proses perekrutan dan seleksi. Kasmir (2016:101) menjelaskan bahwa seleksi adalah proses untuk memilih calon karyawan yang sesuai dengan persyaratan atau standar yang telah ditetapkan.
Rekrutmen dan seleksi merupakan dua tahap yang berbeda. Pada fase rekrutmen, semua calon karyawan dimotivasi dan didorong untuk melamar. Karena, semakin banyak semakin baik sehingga menghasilkan kumpulan data pelamar yang baik. Hal ini berbeda dengan seleksi. seleksi merupakan tahap penyaringan dan penerimaan pelamar yang memiliki kualifikasi serta memilki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Berdaarkan perjelasan diatas maka, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi rekrutmen dan seleksi terhadap kinerja karyawan pada PT. Agumor Timorindo Baumata. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Aguamor Timorindi Baumata yang terdiri dari 42 orang karyawan tetap dan 34 orang karyawan kontrak. sampel pada penelitian ini diprioritaskan pada karyawan tetap berjumlah 42 orang yang kemudian dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan data penelitian ini diperoleh dari kuesioner dengan pihak terkait sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan regresi berganda, koefisien determinasi, uji F (simultan) dan uji T (persial). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial rekrutmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Timorindo Baumata Kupang, begitu juga secara parsial seleksi berpengaruh positif dan signifikan tehadap kinerja karyawan pada PT. Timorindo Baumata Kupang. Sedangkan secara simultan rekrutmen dan seleksi sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Timorindo Baumata Kupang.
Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil yang diperoleh dari analisis regresi linier berganda dengan konstanta = 13.859 sedangkan koefisien b1= 0.148 dan b2= 0.162. persamaan yang memperlihatkan pengaruh rekrutmen (X1) dan seleksi (X2) terhadap kinerjan karyawan (Y) adalah sebagai berikut: Y= 13.859 + 0.148(X1) + 0.162(X2) + e.
Selain itu uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh rekrutmen (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) ditemukan T hitung = 3.414 > T tabel = 2.05283 dan tingkat sig = 0.002 < 0.005, maka Ho (b1=0 ) ditolak Ha (b1≠0) diterima yaitu variable rekrutmen (X1) memeliki pengaruh positif dan signifikan secara persial terhadap kinerja karyawan (Y).
Hasil uji hipotesis kedua ada pengaruh seleksi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) yang diketahui bahwa T hitung = 3.550 > T tabel = 2. 05283 dan tingkat sig = 0.001 < 0.005 maka, Ho (b2=0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variable seleksi (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).
Untuk hasil uji F didapati F hitung = 35.910 > 21. 807, tingkat signifikan = 0.000 < 0.005 maka, Ha ( b1=0 ) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima artinya variable rekrutmen(x1) dan seleksi (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).
Kata Kunci: Rekrutmen, Seleksi, Kinerja Karyawan