ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Adsorpsi Senyawa Paraquat Diklorida Menggunakan Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer Linn)
Sri Yanti D. Beri ) * Merpiseldin Nitsae ) ** Hartini R. L. Solle ) **
Metode adsorpsi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan karena aman dan tidak membahayakan kesehatan, serta dapat digunakan untuk mengurangi jumlah herbisida. Metode adsorpsi melibatkan adsorben dan adsorbat. Adsorben yang sering digunakan adalah arang aktif (Borassus flabellifer Linn) sedangkan adsorbat yang digunakan adalah paraquat diklorida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adsorpsi senyawa paraquat diklorida menggunakan arang aktif tempurung saboak hingga keadaan setimbang. Aktivasi arang (Borassus flabellifer Linn) menggunakan H2SO4 1 M (waktu interaksi 68 jam). Untuk uji adsorpsi menggunakan metode batch selama 2 jam. Hasil penelitian untuk variasi dosis optimum berada pada massa adsorben 0,25 gram, konsentrasi paraquat diklorida 6 ppm, kecepatan shaker 150 rpm adalah 0,96 mg g-1. Berdasarkan hasil kondisi waktu kontak optimum terjadi pada menit ke- 30 dengan kapasitas adsorpsinya adalah 1.92 mg g-1. Daya adsorpsi arang aktif tempurung saboak terhadap paraquat diklorida yang terjadi secara cepat. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, dari menit ke 0,5,10,20,30, serta dengan jumlah yang sedikit tetapi dapat memberikan pengaruh yang besar. Menunjukan bahwa arang aktif tempurung saboak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben.
Kata Kunci : Borassus flabellifer Linn, Saboak, Kapasitas Adsorpsi, Variasi Dosis Optimum, Waktu Kontak Optimum.
Keterangan: * = Peneliti **= Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PEMANFAATAN ARANG TEMPURUNG SABOAK (Borassus flabellifer L.) TERAKTIVASI ASAM FOSFAT SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA SAMPEL AIR SUMUR
Merianti Bantaika*) Merpiseldin Nitsae**) Djeffry Amalo **)
Pohon lontar (saboak) dengan nama ilmiah Borassus flabellifer L. merupakan tumbuhan yang sering dijumpai di pulau Timor. Salah satu bagian tumbuhan saboak yang dapat dimanfaatkan adalah tempurung yang dapat diubah menjadi arang dan dilakukan aktivasi lanjutan menggunakan asam fosfat (H3PO4). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum arang tempurung saboak (Borassus flaballifer L.) teraktivasi asam fosfat (H3PO4) dalam menyerap logam berat timbal (Pb) dan mengetahui kapasitas penyerapan arang aktif tempurung saboak sebagai adsorben logam berat timbal (Pb) pada sampel air sumur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan 10 variasi waktu kontak 3 pengulangan yaitu x menit ( x = 0, 15, 30, 45, 60, 90, 120, 180, 240 dan 1440). Uji adsorpsi Pb dalam air terdiri dari 5 lokasi yaitu, lokasi 1, 2, 3, 4 dan 5. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu terbaik arang aktif dalam menyerap Pb adalah 30 menit dengan kapasitas penyerapannya sebesar 0,616 mg/g. Kapasitas penyerapan logam berat Pb terbaik pada air sumur adalah lokasi 5 (jalan Monitor, Oesapa Kupang) yaitu 2,156 mg/g. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa arang tempurung saboak teraktivasi asam fosfat mampu dimanfaatkan sebagai adsorben pada logam berat.
Kata kunci : Saboak, asam fosfat, Arang Aktif, adsorpsi, Timbal (Pb) dan Air.
)* : Peneliti
)** : Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pemanfaatan Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer Linn) untuk Adsorpsi Metilen Biru
Marthinus, M.S) * Nitsae, M.) ** Solle, H.R.L) **
Metode adsorpsi merupakan salah satu teknik yang efektif dalam pengolahan limbah, serta dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi zat warna atau senyawa organik yang berlebihan. Adsorben yang sering digunakan dalam proses adsorpsi adalah arang aktif. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif adalah tempurung saboak atau lontar (Borassus flabellifer Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama waktu kontak optimum yang dibutuhkan oleh adsorben arang aktif tempurung saboak untuk mengadsorpsi Metilen Biru. Pembuatan arang aktif dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap karbonisasi dan aktivasi. Karbonisasi menggunakan alat kilin drum modifikasi sedangkan aktivasi dengan cara direndam menggunakan H2SO4 1 M selama 68 jam. Untuk uji adsorpsi arang aktif pada zat warna metilen biru dengan metode batch selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan kondisi waktu kontak optimum dari kemampuan adsorben arang aktif tempurung saboak terhadap zat warna metilen biru mencapai kesetimbangan pada menit ke- 10 dengan kapasitas adsorpsinya adalah 21,828 mg g-1, pada konsentrasi metilen biru 10 ppm; massa adsorben 0,025 gram dan kecepatan shaker 150 rpm. Daya adsorsi arang aktif tempurung saboak terhadap zat warna metilen biru yang terjadi secara cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama serta dengan jumlah yang sedikit tetapi dapat memberikan pengaruh yang besar menunjukkan bahwa arang aktif tempurung saboak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pohon Lontar (Borassus flabellifer L.) adalah pohon yang memiliki banyak manfaat mulai dari daun, batang, bunga, dan buahnya. Pemanfaatan tempurung saboak masih terbatas. Salah satu cara untuk memanfaatkan tempurung sabok adalah dengan membuat tempurung saboak menjadi arang aktif agar aplikasinya bisa lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi H3PO4 sebagai aktivator arang aktif tempurung saboak dan konstentrasi optimum aktivator H3PO4 dalam pembuatan arang aktif tempurung saboak yang ditinjau dari kadar air, kadar abu dan daya serap terhadap iodin. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan yaitu 0,1 M, 0,5 M, 1 M konsentrasi larutan H3PO4 yang diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur meliputi penentuan kadar air, kadar abu dan bilangan iodin. Dibandingkan dengan SNI 06-3730-1995 tentang arang aktif teknis. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivasi dengan berbagai konsentrasi H3PO4 menghasilkan arang aktif dengan karakteristik yaitu kadar air tertinggi terdapat pada konsentrasi 0,1M H3PO4 dengan nilai sebesar 3,80% dan kadar abu dan bilangan iodin tertinggi terdapat pada konsentrasi 1 M H3PO4 dengan nilai kadar abu 5,75 % dan bilangan iodin 229,479 mg/g. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa jika menggunakan aktivator H3PO4 dapat menghasilkan arang aktif dengan kualitas yang baik. Sehingga aplikasinya bisa digunakan untuk mengadsorpsi limbah cair organik maupun anorganik.