ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana sikap belajar siswa kelas VII dalam mengikuti proses pembelajaran IPA di SMPN 5 Kota Kupang, 2) bagaimana hasil belajar yang diperoleh siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA di SMPN 5 Kota Kupang, 3) apakah terdapat hubungan antara sikap belajar dengan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA di SMPN 5 Kota Kupang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ex post fakto (non eksperimen) dengan menggunakan desain penelitian korelasional dan metode penelitian kuantitatif korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa/i kelas VII yang berjumblah 310 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik simple ramdom sampling dengan tingkat kesalahan (presisi) 10% dan tingkat kepercayaan 90% sehingga total sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 75 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument non tes yang berupa angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sikap belajar siswa memiliki hubungan dengan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA, hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan rumus korelasi product momen berbantuan SPSS versi 25 menunjukan bahwa nilai t hitung > ttabel (0.676 0.224). Sikap belajar siswa kelas VII dalam mengikuti proses pembelajaran IPA adalah sikap belajar positif. Karena hasil analisis menunjukan bahwa sikap siswa kelas VII dalam mengikuti proses pembelajaran IPA mencerminkan sikap siswa yang merasa suka, senang, serta setuju terhadap proses pembelajaran IPA. Hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA dinyatakan lulus atau tuntas dan perolehan hasil belajar tersebut memuaskan. Karena hasil belajar yang diperoleh siswa berada pada rentang 70-90. Dengan demikian maka sikap belajar siswa memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar yang diperoleh siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA. Bentuk hubungan yang terjadi adalah hubungan positif dengan tingkat korelasi kuat. Besar pengaruh yang diberikan sikap belajar siswa terhadap hasil belajar siswa yaitu sebesar 55,4% atau berada pada kategori tinggi. Berdasarkan setiap uraian diatas maka H0 ditolak dan H1 diterima
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prestasi kerja lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau nilai.Prestasi juga merupakan suatu hasil yang dicapai seseorang setelah ia melakukan suatu kegiatan. Tanpa adanya suatu prestasi kerja yang tinggi, mengakibatkan tugas-tugas pekerjaan yang diselesaikan kurang baik.Semakin pegawai yang prestasi kerja tinggi, maka produktivitas instansi secara keseluruhan akan meningkat dan instansi dapat bertahan dalam persaingan kinerja. Penilaian prestasi kerja ini dapat dilihat dari tingakat kecakapan, kedisiplinan, kepribadian dan tanggungjawab setiap pegawai dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
Memasuki era globalisasi, kebutuhan mutlak akan sumber daya manusia yang tangguh tidak dapat dipungkiri dalam menghadapi abad baru ini, organisasi akan memenuhi suatu bentuk persaingan yang sangat kompleks dengan variasi, intensitas dan cakupan memungkinkan belum pernah ditemui sebelumnya, sehingga organisasi membutuhkan orag-orang yang tangguh, yang sanggup beradaptasi dengan cepat untuk setiap organisasi yang terjadi, yang sanggup bekerja dengan cara-cara baru melalui kecakapan dengan tugas-tugasnya, prestasi kerja mempunyai unsur kemampuan, kecakapan, disiplin kerja, dan ketelitian sehingga dapat memberikan hasil kerja yang lebih baik atau menonjol, Robin dan Judge ( 2011 : 68)
Keterampilan kerja merupakan salah satu faktor dalam usaha mencapai suksesnya pencapaian tujuan organisasi. Tujuan keterampilan kerja yaitu untuk dapat memudahkan suatu pekerjaan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan secara efektif dan efesiensi tanpa adanya kesulitan hinngga akan menghasilkan suatu kinerja pegawai yang baik. Tujuan pengembangan pegawai adalah untuk memperbaiki efektifitas kerja pegawai dalam mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan. Perbaikan efektifitas kerja dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pengetahuan pegawai, keterampilan maupun sikap pegawai itu tersendiri terhadap tugas-tugasnya.
Sikap kerja merupakan tindakan yang diambil pekerja dan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh pekerja tersebut yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan (Purwanto,2008:67). Sikap kerja adalah penilaian kesesuaian antara alat kerja yang digunakan oleh pekerja dalam kerja dengan ukuran antropometripekerja dengan ukuran yang sudah ditentukan (Rahayu,2005:72).pada saat bekerja sangat perlu diperhatikan dimana sikap kerja harus dalam keadaan seimbang agar dapat bekerja dengan nyaman dan tahan lama (Murulalia,2010:145).
Kenneth (2000:129) menjelaskan bahwa sikap kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mencerminkan pengalaman yang meyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan. Sikap kerja sebagai tindakan yang akan diambil pegawai dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Prestasi kerja merupakan suatu keahlihan yang diharapkan oleh instansi dari pegawainya dalam rangka mengembangkan dan melancarkan sikap perkerjan organisasi.sehingga tujuan organisasi atau instansi dapat tercapai. Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral atau etika, Rivai (2013 : 92).
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu, Hasibuan (2014 : 94).
Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, (Mangkunegara, 2012 : 67).
Prestasi kerja merupakan tingkat kecakapan seseorang pada tugas-tugas yang mencakup pada pekerjaannya, (Sutrisno, 2016 : 150)
Justine sirait (2006 : 128) menjelaskan bahwa “ prestasi kerja adalah proses evaluasi atau unjuk kerja pegawai yang dilakukan oleh organinisasi.”
Dengan melihat batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.Prestasi kerja mencerminkan keberhasilan atau kegagalan dalam aktivitas manajemen sumber daya manusia.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis pengaruh keterampilan kerja dan sikap kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 45 orang dan jumlah Populasi sebanyak 37 orang pegawai dalam yang ada pada pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Keterampilan Kerja (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Prestasi kerja pada pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu., hal ini terlihat dari signifikansi Keselamatan Kerja (X1) 0,506> 0,05 dan nilai hitung 1,902 <2,03224 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel Keterampilan kerja (X1) prestasi kerja (Y) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu.
Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel sikap kerja (X2) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu., hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel sikap kerja (X2) 0,738> 0,05 dan t hitung 0,1902< 2,03224 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel sikap kerja (X2) terhadap Prestasi kerja (Y) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu.. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Prestasi kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, SIKAP KEUANGAN TERHADAP PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN PADA PELAKU UMKM DI KECAMATAN KELAPA LIMA
Meningkatnya literasi keuangan dan sikap keuangan dapat mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) karena pelaku UMKM dapat memahami konsep dasar menyiapkan anggaran, perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, serta pengambilan keputusan yang strategis dalam hal keuangan dan pengelolaan yang baik bagi pelaku UMKM.
Berbagai permasalahan yang di hadapi pelaku UMKM di Kecamatan Kelapa Lima adalah dalam hal penyiapan anggaran. Sebagian besar para pelaku UMKM tidak pernah menyiapkan anggaran keuangan dan membuat pembukuan dalam manajemen usahanya. Rendahnya kesadaran pelaku UMKM dalam membuat perencanaan anggaran karena dianggap tidak penting dan dapat diatur dengan mudah. Selain itu permasalahan yang dialamai pelaku UMKM yang mempengaruhi Perilaku manajemen keuangan adalah sikap keuangan. Umumnya sikap keuangan diartikan sebagai perilaku seseorang individu terhadap uang yang dimiliki. Hal tersebut terjadi karena kebanyakkan para pelaku UMKM lebih tertarik untuk membahas ide dan inovasi bisnis dibandingkan berbicara tentang manajemen keuangan. Oleh karena itu perlu adanya Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan yang baik agar dapat mendorong dan membantu perkembangan pelaku UMKM sehingga dapat tercapai tujuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan usaha yang sedang bejalan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan Sikap Keuangan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan di kecamatan Kelapa Lima
Populasi dalam penelitian ini adalah pada pelaku UMKM kuliner di kecamatan Kelapa Lima dengan sampel sebanyak 50 pelaku usaha kuliner yang ada di kecamatan Kelapa Lima. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 50 kepada pelaku usaha kuliner yang ada di kecamatan Kelapa Lima.
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan membantu program SPSS komputer. Hasil penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa Litersai Keuangan dan Sikap Keuangan merupakan faktor yang mempengaruhi Perilaku Manajemen Keauangan di Kecamatan Kelapa Lima
Y = 8.759 - .303 X1 - .353 X2
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel X1 (literasi keuangan) dan X2 (sikap keuangan) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (perilaku manajemen keuangan).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan literasi sains dengan sikap ilmiah IPA siswa Kelas VIII E UPTD SMP Negeri 5 Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah ex post fakto, dengan metode kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kupang dengan jumlah 32 siswa. Uji instrumen penelitian dilakukan terhadap 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kupang, pengumpulan data menggunakan post test dan angket/kuesioner. Pengujian prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji linearitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi untuk menjawab hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: terdapat hubungan yang positif literasi sains dengan sikap ilmiah siswa Kelas VIII SMPN 5 Kupang, hal ini dibuktikan dengan data hasil penelitian yang dilakukan peneliti yang menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi diperoleh yaitu sebesar 0,464 dengan bentuk korelasi sedang dan bernilai positif yang artinya semakin tinggi literasi sains maka semakin tinggi sikap ilmiah siswa, ataupun sebaliknya. Semakin tinggi sikap ilmiah maka semakin tinggi kemampuan literasi sains siswa. Berdasarkan hasil perhitungan kontribusi hubungan variabel X terhadap Y diperoleh nilai sebesar 0,299 artinya variabel literasi sians (X) memiliki kontibusi hubungan terhadap variabel sikap ilmiah (Y) sebesar 29,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel literasi sains dan sikap ilmiah tersebut saling mendukung dan berhubungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK BENTUK-BENTUK PELAYANAN ANAK DAN REMAJA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI JEMAAT GMIT EBENHAEZER SUMLILI TAHUN 2021. Toulay M. J. (*) Natonis A. D. (**) Manggoa M (**) Bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja sebagai upaya pembentukan karakter anak di Jemaat GMIT Ebenhezer Sumlili Tahun 2021.Pelayanan anak dan remaja merupakan salah satu tempat di mana anak-anak dibimbing untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat satu-satunya bagi manusia, pelayanan anak dan remaja atau (PAR) bertujuan untuk memotivasidan mendorong anak-anak untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Masalah dalam penelitian ini adalah apa upaya bentuk-bentuk pelayanan bagi anak-anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja dalam pembentukan krakter anak-anak PAR di jemaat Ebenhaezer Sumlili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Deskriptif Kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu Observasi, Dokumentasi dan Wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR di Jemaat Ebenhaezer yaitu pelayanan rutin sekolah minggu dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan yang ditunjukkan melalui nilai-nilai sikap, bertanggung jawab, kebaikan, kerajianan, ketaatan, teladan dan sikap disiplin. Kata Kunci: Pelayanan Anak,Pembentukan Karakter, Pengetahuan, Sikap dan tindakan. Keterangan: Penulis (*) Pembimbing (**).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGAN PEMBELAJARAN PENJASORKES DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA (SUATU STUDI DI SMK NEGERI 1 KUPANG KELAS X OTOMALISASI TATA KELOLA PERKANTORAN)
Darmawan M. Idris 1, Agustinus J. Nafie2, Yahya J. Palinata3,
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Berdasarkan hasil observasi saat PPL di SMK Negeri 1 Kupang, penulis melihat bahwa ketika siswa belajar, menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada Kelas X Otomalisasi Tata Kelola Perkantoran belum optimal. Hal ini ditunjukkan oleh perilaku siswa yang enggan melakukan gerakan yang diinstruksikan, cepat mengeluh dalam pembelajaran, sebagian besar siswa bercanda, mengobrol, bermain, berkelahi, dan terpengaruh saat teman di sekitarnya membuat gaduh.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui Hubungan Pembelajaran Penjasorkes Dengan Perilaku Sosial Siswa Di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, Penelitian dilakukan di Siswa Di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran selama 1 bulan. Teknik pengumpulan data mengunakan metode angket atau kuosioner. Teknik analisis data mengunakan analisis kuantitatif yang diambil dari data angket.
Hasil dan pembahasan: Hasil analisis data ditemukan bahwa distribusi pengkategorian jawaban siswa, terlihat sebanyak 14 siswa (70%) memiliki kategori “Sangat Baik”, 6 siswa (30%) memiliki kategori “Baik”, sedangkan kategori “Cukup” dan “Kurang” tidak ada (0 %). Sehingga Hipotesis Alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak.
Simpulan: Berdasarkan hasil analisis data, dapat peneliti simpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran penjasorkes dengan perilaku sosial Siswa di SMK Negeri 1 Kupang Kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran.
Kata Kunci: Pembelajaran Penjasorkes, Sikap Sosial
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tentang motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian Produk Nasi Babi Ma Nona. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh konsumen Nasi Babi Ma Nona yang berlokasi di kelurahan oesapa. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen Nasi Babi Ma Nona yang berjumlah 96 responden. Data sampel dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis penelitian menggunakan Analisis Regresi Liniear Berganda, Uji T, Uji F, Uji R², dan IBM SPSS Statistic 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, persepsi dan sikap konsumen secara simultan dan parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk Nasi Babi Ma Nona. Berdasarkan hasil uji t dalam penelitian ini menunjukkan bahwa untuk variabel motivasi konumen (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produl Nasi Babi Ma Nona, dan variabel persepsi konsumen (X2) menunjukkan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk Nasi Babi Ma nona. Variabel sikap kosumen (X3) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Nasi babi Ma Nona. Dan hasil nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,285 atau 28,5%, sedangkan sisanya 71,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak menjadi fokus dalam penelitian ini. Artinya setelah melakukan penelitian maka diketahui 28.5% Keputusan Pembelian Nasi Babi Ma Nona dipengaruhi oleh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kontribusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Berdasar informasi dari Kementerian Bagian Data – Biro Perencanaan Kementrian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia, UMKM memberi berbagai jenis kontribusi, diantaranya adalah kontribusi UMKM terhadap penciptaan investasi nasional, Kontribusi UMKM tehadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, kontribusi UMKM dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dan kontribusi UMKM terhadap penciptaan devisa nasional. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa UMKM merupakan pilar utama (soko guru) perekonomian Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bagaimana peran UMKM sangat dominan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga pemberdayaan UMKM merupakan sesuatu yang penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bagaimana peran UMKM sangat dominan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga pemberdayaan UMKM merupakan sesuatu yang penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Sumbangsih UMKM terhadap PDB menjadikan indikator pentingnya UMKM dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Eksistensi dan kinerja UMKM yang semakin menggeliat tersebut bukan tanpa masalah dan kendala. Terdapat beberapa masalah diantaranya dalam perilaku manajemen keuangan para pelaku UMKM. Dalam perilaku manajemen keuangan terdapat beberapa hal yang diduga dapat memengaruhi apakah seseorang akan mengambil keputusan keuangan yang baik atau buruk. Salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah pengetahuan keuangan. Pengetahuan keuangan merupakan dasar faktor kritis dalam pengambilan keputusan keuangan. Untuk memiliki pengetahuan keuangan maka perlu mengembangkan keterampilan keuangan (financial skill) dan penguasaan alat keuangan (financial tools) (Ida, 2010). Permasalahan utama dalam pengetahuan keuangan yang dialami oleh pelaku UMKM adalah dalam hal penyiapan anggaran. Sebagian besar para pelaku UMKM tidak pernah menyiapkan anggaran keuangan dalam manajemen usahanya (Humaira, 2017). Hal ini diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh (Wirjono, 2012 menyatakan bahwa kebanyakan pelaku UMKM tidak membuat pembukuan terkait manajemen usahanya. Rendahnya kesadaran pelaku UMKM dalam membuat perencanaan anggaran tidak penting dan dapat diatur dengan mudah. Faktor kedua yang diduga dapat mempengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah sikap keuangan. Umumnya sikap keuangan diartikan sebagai perilaku seseorang individu terhadap uang yang dimiliki. Humaira (2017) berpendapat bahwa kebanyakan para pelaku UMKM tidak mempunyai sikap keuangan yang buruk terh keuangan. Hal tersebut terjadi karena kebanyakkan para pelaku UMKM lebih tertarik untuk membahas ide dan inovasi bisnis dibandingkan berbicara tentang manajemen keuangan. Faktor ketiga yang dapat memengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah kepribadian. Kepribadian diartikan sebagai wirausahawan harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam mengelola usahanya, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, memiliki kepemim menghadapi masa depan (Sina, 2014) Memahami aspek kepribadian sering mempengaruhi manajemen keuangan karena menjadi penyebab manajemen yang buruk. Mengacu pada temuan-temuan sebelumnya dipahami bahwa kepribadian merupakan salah satu indikator yang signifikan mempengaruhi perilaku manajemen keuangan. Ida dan Dwinta (2010) menjelaskan pengetahuan keuangan sebagai sebuah teknik untuk membuat keputusan dalam perilaku manajemen keuangan, seperti menyiapkan sebuah anggaran, memilih investasi, memilih rencana asuransi, dan menggunakan kredit adalah contoh dari salasatubketerampilan keuangan. Sedangkan alat keuangan adalah sarana yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajemen keuangan seperti cek, kartu kredit, dan kartu debit. Permasalahan dalam hal pengetahuan keuangan yang dialami para pelaku UMKM utamanya adalah dalam hal menyiapkan anggaran. Kebanyakan pelaku UMKM tidak pernah menyiapkan anggaran keuangan dalam manajemen usahanya. Permasalahan pengetahuan keuangan yang selanjutnya adalah dalam hal investasi. Tidak banyak pelaku UMKM yang terjun ke dunia investasi. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, penyebab rendahnya minat pelaku UMKM untuk berinvestasi dikarenakan para pelaku UMKM tidak cukup paham dan bahkan sama sekali tidak tahu mengenai apa itu investasi. Sehingga para pelaku UMKM memilih tidak berinvestasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengetahuan pelaku UMKM tentang investasi masih sangat rendah. Permasalahan pengetahuan keuangan tidak hanya dalam hal anggaran dan investasi saja, dalam hal kredit juga para pelau UMKM juga mengalami kendala. Pengetahuan mengenai kredit para pelaku UMKM masih sangat rendah. Pelaku UMKM tidak begitu paham faktor-faktor yang memengaruhi kelayakan kredit, sehingga sulit bagi pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan modal. Selain itu, banyak pelaku UMKM yang tidak melakukan berbagai pertimbangan saat mengajukan kredit, seperti pertimbangan tingkat bunga pinjaman dan jangka waktu pinjaman. Seharusnya para pelaku UMKM mampu mempertimbangkan berbagai hal pada saat akan mengajukan kredit agar dapat menggunakan kredit secara bijaksana. Kholilah dan Iramani (2013) mendeskripsikan pengetahuan keuangan sebagai penguasaan seseorang atas berbagai hal tentang dunia keuangan alat keuangan dan keterampilan keuangan. Individu dengan pengetahuan keuangan yang memadai akan memiliki perilaku manajemen keuangan yang lebih baik, seperti membayar tagihan tepat waktu, melakukan pembukuan terhadap pengeluaran yang dilakukan setiap bulan, dan memiliki cadangan dana untuk kondisi darurat (Yulianti dan Silvy, 2013). Pengertian sikap keuangan menurut Ningsih dan Rita (2010) sesuai pengertian yang dikembangkan oleh Klontz dkk (2011), yaitu diartikan sebagai keadaan pikiran, pendapat, serta penilaian tentang keuangan. Menurut Jodi & Phyllis (2011) Sikap keuangan adalah kecenderungan psikologis yang diekspresikan ketika mengevaluasi praktik manajemen keuangan yang direkomendasikan dengan beberapa tingkatan kesepakatan dan ketidaksepakatan. Menurut Sina (2014), memahami aspek kepribadian dalam mengelola keuangan dibutuhkan untuk sukses mengelola keuangan karena setiap tipe kepribadian berbeda dalam cara mengelola keuangannya. Setelah dilakukan analisis mendalam, ditemukan beberapa kelemahan dari masing-masing tipe kepribadian yang akan menyebabkan masalah keuangan seperti salah satunya adalah utang yang berlebihan. Berbagai peneliti keuangan juga menemukan bahwa aspek kepribadian juga turut mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam mengelola keuangannya. Para pengguna akuntansi khususnya dalam hal ini pelaku UMKM sudah seharusnya lebih memperhatikan manajemen keuangan pada usaha yang dijalankannya mengingat manfaat dari pengetahuan keuangan dan sikap keuangan yang begitu besar bagi keberlangsungan usahanya. Selain itu, menyiapkan anggaran dapat menjadi modal dasar bagi UMKM untuk pengambilan keputusan-keputusan dalam pengelolahan usaha kecil, antara lain keputusan pengembangan pasar, pengembangan harga, dan dalam hubungannya dengan dan kreditur. Menyiapkan anggaran juga dapat digunakan dalam rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang, mengontrol biaya, mengukur dan meningkatkan produktivitas dan memberikan dukungan terhadap proses produksi. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.9 diatas dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regeresi linear berganda sebagai berikut : Y = 22.320 + 0.142 X1 + 0.290 X2 + 0.528 X3. 1. Pengetahuan Keuangan ( X1 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Pengetahuan Keuangan sebesar 2.175 t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel ( 2.175 > 1,999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,022 dimana nilai signifikansi (0,022 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. 2. Sikap Keuangan ( X2 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Sikap Keuangan sebesar 3.806, t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel (3.806 > 1,999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,038 dimana nilai signifikansi (0,038 0.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Sikap Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. 3. Kepribadian ( X3 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Kepribadian sebesar 4,581, t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel (4,581 > 1.999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,034 dimana nilai signifikansi (0,034 0.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Kepribadian berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP SIKAP ILMIAH KELAS VII PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SMPN 3 KOTA KUPANG TAHUNAJARAN 2023/2024 Famaney S)* MehaA.M)** Tnunay P)** Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Selain itu, siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Adanya eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.Penelitian inibertujuanmengetahui Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Sikap Ilmiah Siswa Kelas VII SMPN 3 Kupang. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimendenganrancanganpenelitianquasi experiment.Kelompokyang pertama diperlakuan (X) disebut kelompok eksperimendan kelompok yang laintidak diberi perlakuan (kelompok kontrol). Sampel yang digunakan dalam penelitianini adalah siswa kelas VIIB (berjumlah 32 orang) dan kelas VIIC (berjumlah 32 orang) dimana kelas VII C adalah kelas eksperimen dan kelas VII B adalah kelas kontrol dengan jumlah 64 siswa.Pengumpulandatamenggunakanlembar observasidenganskalasikapLikert,datapenelitiandianalisismenggunakan SPSS. Hasil penelitian memperihatkan bahwa metode eksperimen memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap sikap ilmiah siswa kelas VII SMPN 3 Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023. Fakta tersebut diketahui dari uji t, dimana diperoleh nilai thitung sebesar 7,692> dari nilai ttabel sebesar 1,697 dengan nilai signifikan 0,000 0,05. Kata kunci: Metode Eksperimen,Sikap Ilmiah, Pencemaran Lingkungan Keterangan*)= Peneliti **)=Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF EXPERIMENTAL METHODS ON SCIENTIFIC ATTITUDE OF GRADE VII IN ENVIRONMENTAL POLLUTION MATERIALS OF SMPN 3 KUPANG CITY FOR ACADEMIC YEAR 2023/2024 Famaney S)* MehaA.M)** Tnunay P)** The experimental method is a way of teaching, in which students carry out an experiment on something, observe the process and write down the results of the experiment, then the results of the observations are presented to the class and evaluated by the teacher. The use of this technique has the aim that students are able to find and find answers or problems themselves by conducting their own experiments. In addition, students can be trained in a scientific way of thinking. With experiments students find evidence of the truth of the theory of something they are studying. This study aims to determine the effect of the experimental method on the scientific attitude of Class VII students of SMPN 3 Kupang. This study used an experimental method with a quasi-experimental research design. The first group to be treated (X) is called the experimental group and the other group is not given any treatment (control group). The samples used in this study were students of class VIIB (totaling 32 people) and class VIIC (totaling 32 people) where class VII C was the experimental class and class VII B was the control class with a total of 64 students. Collecting data using a questionnaire with a Likert attitude scale, research data were analyzed using SPSS. The results of the study show that the experimental method has a very good effect on the scientific attitude of class VII students of SMPN 3 Kupang City for the 2022/2023 Academic Year. This fact is known from the t test, which obtained a tcount value of 7,692 > of a ttable value of 1,697 with a significant value of 0,000 0,05. Keywords:Experimental Method, Scientific Attitude, Environmental Pollution. Description*)=Researcher **)=Advisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH MOTIVASI, PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN BEKAS DI PASAR INPRES NAIKOTEN I Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Analisis Pengaruh Motivasi Persepsi Dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Bekas Di Pasar Inpres Naikoten I “ jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif kuantitatif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membeli pakaian bekas yakni motivasi dan persepsi konsumen .pakaian bekas dapat berjalan dengan baik apabila di bantu atau didukung oleh motivasi dan persepsi konsumen yang baik agar dapat mencapai kepuasan kerja yang efesien. Kepemimpinan merupakan tulang punggung organisasi karena tampa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi, Motivasi konsumrn adalah kekuatan pendorong dalam diri sendiri seseorang yang memaksa untuk melakukan suatu tindakan . Sedangkan Handoko (2001) mengatakan bawah motivasi adalah suatu keadaan dalam pribadi yang mendorong keinginan individu untuk melakukan keinginan tertentu guna mencapai tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan terhadap produk yang di milki.Tujuan penelitian untuk penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah untuk mengetahui pegaruh motivasi persepsi pembelian untuk mengetahui sikap konsumen dan keputusan pembelian.penelitian ini merupakan deskripsif kuantitatif.Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah semua masayarakat kota kupang pada pasar inpres naikoten 1 yang berjumlah 100 0rang. Tenik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudia data dianalisis mengunakan teknik uji regresi linear berganda menggunakan SPSS. Motivasi,persepsi dan sikap konsumen tehdap keputusan pembelian pakain bekas dipasar inpres naikoten 1 dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis mengunakan regresi linear berganda dengan hipotesis pertama diketahui bawah variable motivasi dan keputusan pembelian memiliki nilai signifikan sebesar 0,009, varibel kedua dimana persepsi dan keputusan pemblian memilki nilai signifinkasi sebesar 0,024 dan variable ketiga dimana sikap konsumen dan keputusan pembelian memiliki nilai signifinkasi sebesar 0,000. Penelitian ini menunjukan bawah secara statistic terbukti bawah motivasi memiliki hubungan posetif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres naikoten ,persepsi memilki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen dipasar inpres naikoten 1 dan statistic terbukti bawah sikap konsumen memilki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres naikoten 1, persepsi memilki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres Naikoten 1. Kata kunci : motivasi,persepsi,sikap,konsumen,keputusn pembelian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Di dalam organisasi, manusia merupakan salah satu unsur yang terpenting didalam suatu organisasi. Tanpa peran manusia meskipun berbagai faktor yang dibutuhkan itu telah tersedia, organisasi tidak akan berjalan. Karena manusia merupakan penggerak dan penentu jalannya suatu organisasi. Oleh karena itu hendaknya organisasi memberikan arahan yang positif demi tercapainya tujuan organisasi. Handoko (2011: 135) menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawannya. Setiap perusahaan selalu mengharapkan karyawannya mempunyai kinerja yang baik, karena dengan memiliki karyawan yang kinerjanya baik akan memberikan sumbangan yang optimal bagi perusahaan. Pentingnya Kinerja karyawan dalam perusahaan merupakan salah satu faktor yang diharapkan dapat mendukung tercapainya sasaran, tujuan, visi dan misi perusahaan. Menurut Edison dkk (2017: 188) Kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan menurut Kasmir (2016: 182), kinerja merupakan hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode terakhir. Pramono (2019) menjelaskan bahwa kinerja dapat diketahui dan diukur jika individu atau sekelompok karyawan telah mempunyai kriteria atau standar keberhasilan dan tolak ukur yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, jika tanpa tujuan dan target yang ditetapkan dalam organisasi, maka kinerja karyawan tidak mungkin dapat diketahui bila tidak ada tolak ukur keberhasilannya. Sehingga upaya untuk meningkatkan kualitas seorang karyawan sangat penting untuk di perhatikan oleh manajemen sumber daya manusia. Maka dari itu tugas manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kinerja karyawan .
Menurut Robbins (2016) menyatakan bahwa tidak di ragukan lagi bahwa sukses suatu organisasi, atau setiap kelompok dalam suatu organisasi sangat tergantung pada kepribadian karyawan. Karyawan yang berhasil adalah yang mampu untuk mengantisipasi perubahan dan sekuat tenaga memanfaatkan kesempatan, memotivasi pengikut untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi, serta mengkoreksi kinerja yang buruk dan mendorong kearah tujuan organisasi. Selain itu Purnamie (2014: 23), juga menjelasakan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kepribadian dan kinerja karyawan yang ditunjukkan dengan adanya the big five personality dengan adanya dimensi kepribadian yang mewakili perbedaan individu menjadikan karyawan untuk lebih baik sehingga karyawan dapat menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu dalam menjalankan peran dan tanggung jawab seorang karyawan pada sebuah organisasi tentunya memiliki ragam sikap ditempat mereka bekerja. Antara karyawan satu dengan yang lainnya tidaklah sama dalam mengapresiasikan sikap kerja mereka. Budaya yang dibawa oleh tiap karyawan mempengaruhi karyawan tersebut dalam bersikap. Sikap berisi evaluasi positif atau negatif yang dimiliki seseorang tentang aspek-aspek lingkungan kerja mereka. Sikap (attitude) adalah istilah yang mencerminkan rasa senang, tidak senang, atau perasaan biasa-biasa saja (netral) dari seseorang terhadap sesuatu. Sesuatu itu bisa benda, kejadian, situasi, orang-orang atau kelompok, kalau yang timbul terhadap sesuatu itu adalah perasaan senang, maka disebut sikap positif. Sedangkan perasaan tidak senang disebut sikap negatif. Kalau tidak timbul perasaan apa-apa berarti sikapnya netral, Sarwono (2009: 201). Objek yang akan peneliti teliti dalam penelitian ini adalah pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang. Dimana tugas pokok Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang adalah membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah dan menentukan kebijaksanaan dibidang Pekerjaan Umum serta penilaian atas pelaksanaannya. Dan Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas PU Kabupaten Kupang yaitu sebanyak 60 pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh positif variabel Kepribadian terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang. Dan Terdapat pengaruh positif variabel Sikap terhadap Kinerja Karyawan pada Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis variabel kepribadian menghasilkan t hitung = 2.978 > 1.672 dan tingkat Sig. = 0.004 < 0,05. Sedangkan pengujian hipotesis kedua variabel Sikap menghasilkan t hitung = 5.165 > 1.672 dan tingkat Sig. = 0.000 < 0,05. Selnjutnya diperoleh persamaan regresi linier berganda .yaitu Y = 7.940 + 0. 243X1+ 0. 646X2+ e. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Koefisien bernilai positif yang artinya bahwa terjadi hubungan positif Kepribadian dan Sikap terhadap Kinerja Karyawan. Selanjutnya hasil pengujian secara simultan atau Uji F yaitu dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 15.740 lebih besar dari F tabel 2.769 dan perolehan nilai Sig yaitu sebesar 0.000 < 0,05. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai R Square sebesar 0,356 menunjukkan bahwa sebesar 35.6% variabel Kinerja Karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel Kepribadian (X1) dan variabel Sikap (X2). Selain itu selisihnya 64.4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul,” Analisis pengaruh sikap dan perlaku pembelian konsumen terhadap keputusan pembelian roti di Kez’s Bakery Kota Kupang” Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : Pengaruh sikap dan perilaku pembelian konsumen terhadap keputusan pembelian. Tujuan penelitian yaitu: Untuk mengetahui bagaimana pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan pembelian roti pada Toko Kez’s Bakery Kota Kupang, Yang menjadi menfaat akademik dan prakti yaitu sebagian bahan informasi dan pendoma bagi pembaca atau penelitian yang ini melakukan penelitian pada bidang yang sama sebagia masukan dan saran bagi perusahan sebagia informasi akan Analisis pengaruh sikap dan perlaku pembelian konsumen terhadap keputusan pembelian roti pada Toko Kez’s Bakery kota kupang.
Yang menjadi konsep dalam penelitian ini yakni Menurut Kotler (2007 p.65), Sikap adalah evaluasi, perasaan, dan kecendrungan seseorang yang secara konsisten menyukai atau tidak menyukai suatu objek atau gagasan. Menurut Sumarwan, 2014 Perilaku Pembelian konsumen merupakan individu, kelompok, dan organisasi yang melakukan kegiatan membeli danModel kerangka pemikiran merupakan hubungan dari masing-masing konsep yang diuraikan dalam landasan teori serta pengertian konsep diatas. Hasil penelitian data dalam penelitian ini mendasari mengambilan kesimpulan dalam penelitian terkait Analisis pengaruh sikap dan perilaku pembelian konsumen terhadap keputusan pembelian roti kez’s bakery di kota kupang.
Y = 18,357+0,120X1+0,182X2 + e.
Nilai konstanta = 18,375 artinya apabila nilai variabel sikap konsumen (X1), perilaku pembelian konsumen (X2), sama dengan nol maka variabel keputusan pembelian (Y) = 18,375 poin dan Nilai koefisien sikap (X1) =-0.120 artinya jika variabel sikap konsumen (X1) mengalami pengurangan 1 poin maka variabel keputusan pembelian (Y) akan berkurang sebesar -0.120.sedangkanNilai koefisien perilaku pembelian konsumen (X2) = 0.182 artinya jika variabel perilaku pembelian konsumen (X2) mengalami kenaikan 1 poin maka variabel keputusan pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0.182.
Diketahui nilai signifikan untuk pengaruh variabel sikap konsumen (X1) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0.538> 0,05, dan t tabel = t (α/2; n-k-1 = (0,05/2; -3-1) = ( 0,025;46 ) =1,676. Berarti nilai t hitung > t tabel ( 0,620< 1,676 ), maka Ha ditolak dan Ho diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap konsumen (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) pada toko roti kez’s bakery di Kota Kupang, Nilai signifikan untuk pengaruh variabel kualitas produk (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,199>0,05 , dan t tabel = t (α/2; n-k-1 = (0,05/2; 50-3-1) =( 0,025;58 )=1,676. Berarti nilai t hitung <t tabel (1,303 < 1,984 ), maka Ha ditolak dan Ho diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) pada toko roti kez’s bakery di Kota Kupang.
Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah di bahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan yaitu: bahwa sikap konsumen memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian Roti di Kez’s Bakery Kupang dan perilaku pembelian memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian Roti di Kez’s Bakery Kupang.
Disarankan Bagi peneliti selanjutnya, agar dapat meneliti lebih lanjut tentang variabel sikap, penelitian ini dapat di jadikan sebagai refrensi untuk penelitian mengenai analisis pengaruh sikap dan perilaku pembelian konsumen terhadap keputusan pembelian konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO SUKA ROTI DI KOTA KUPANG Nama : Emerentiana Sue Nim : 17413197 Fakultas : Ekonomi Program Studi/JalurMinat : Manajemen/Pemasaran Penelitianiniberjudul, “ AnalisispengaruhpersepsikonsumendansikapkonsumenterhadapkeputuanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang”. Masalah yang akandibahasdalampenelitianiniadalah :PengaruhpersepsidansikapkonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang. Tujuanpenelitianyaitu: untukmengetahuibagaimanpengaruhpersepsikonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota KupangdanuntukmengetahuibagaimanapengaruhsikapkonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang, yang menjadimanfaatakademikdanperusahaanyaitusebagaisumberilmudalammenambahwawasanmengenaifaktor-faktor yang mempengaruhikeputusanpembeliandanbagiperusahaansebagaibahanpertimbangandalammengevaluasikebijakan yang dapatdilakukanuntukmengatasikemungkinanterjadinya proses pemasaran yang dapatmenurunkanpersepsidansikapkonsumen. Yang menjadikonsepdalampenelitianiniyakniAaker (2009:59) menjelaskanpersepsikonsumenterhadapkeseluruhankualitasataukeunggulansuatuprodukataujasaberkaitandengan yang diharapkanolehkonsumen.SelanjutnyaAakermenegaskansatuhalyaitubahwapersepsikualitasmerupakanpersepsiparakonsumen, olehsebabitupersepsikualitastidakdapatditerapkansecaraobyektif.Selainitupersepsikonsumenakanmelibatkanapa yang pentinguntukkonsumenkarenasetiapkonsumenmemilikikepentingan yang berbeda-bedaterhadapsuatuprodukataujasa (Aaker, 2009:6).Menurut Etta MamangSangajidanSopiah (2013 : 176) sikapadalahintidariperasaansukaatautidaksukaseseorangterhadapsuatuobjektertentu. Sikapmerupakantanggapanperasaanseseorangterhadapobjektertentu.Sikapkonsumenadalahtanggapanperasaankonsumen yang bisaberupaperasaansukaatautidaksukaterhadapobjektertentu, misalnyabagaimanasikapkonsumenterhadapkinerjaproduk, bagaimanasikapkonsumenterhadapmerekperusahaan, bagaimanasikapkonsumenterhadaphargaproduk, bagaimanasikapkonsumenterhadapiklanprodukperusahaan. Y= 7.653+0.210+0.675+e. Nilaikonstanta =7.653 artinyaapabilanilaivariabelpersepsikonsumen (X1), sikapkonsumen (X2), samadengannolmakakeputusanpembelian (Y) =7.653 poinNilaikofisienpersepsi (X1) =0.210 artinyanilaivariabelpersepsikonsumen (X1) mengalamipengurangan 1 poinmakavariabelkeputusanpembelian (Y) akanberkurangsebesar0.210.Nilai koefisiensikapkonsumen (X2) = 0.675 artinyajikavariabelsikapkonsumen (X2) mengalamikenaikan 1 poinmakavariabelkeputusanpembelian (Y) akanmeningkatsebesar 0.675. Diketahuinilaisignifikanuntukpengaruhvariabelpersepsikonsumen (X1) terhadapkeputusanpembelian (Y) adalah 0.017>0,05, dan t tabel = t (α/2; n-k-1= (0,05/2;60-3-1) =(0,025;56) =1.672. Berartinilai t hitung>t tabel(2,459 >1,672), maka Ha diterimadan Ho ditolakdengandamekiandapatdisimpulkanbahwapersepsikonsumen (X1) berpengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelian (Y) padatokosuka roti di Kota Kupang. Nilaisignifikanuntukpengaruhvariabelsikapkonsumen (X1) terhadapkeputusanpembelian (Y) adalah 0,000 0,05 , dan t tabel= t (α/2; n-k-1)=(0,05/2;60-3-1)=(0,025;60)=1.672. Berartinilai t hitung> t tabel (5,512>1,672), maka Ha diterimadan Ho ditolakdengandemikiandapatdisumpulkanbahwasikapkonsumen (X2) berpengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelian(Y) padatokosuka roti di Kota Kupang. Berdasarkanlandasanteoridandisertaidenganhasilpenelitian yang telahdibahaspadababsebelumnyadapatdisimpulkanyaitu: bahwapersepsikonsumendansikapkonsumenmemilikipengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang. DisarankanBagipenelitiselanjutnya, hasilpenelitianinibisadigunakansebagaibahanperbandingandanreferensiuntukpenelitian, dansebagaibahanpertimbanganuntuklebihmemperdalampenelitianselanjutnyadenganmenggunakanvariabel yang sama. Kata Kunci; Persepsikonsumen (X1), SikapKonsumen (X2), Dan KeputusanPembelian (Y)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa di SMP Negeri Satap Letenaek tahun ajaran 2020/2021.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode designquasi eksperimen yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control design, dengan jumlah populasi sebanyak 67 orang dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari 22 siswa kelas VIII C (kelas eksperimen) dan 22 siswa kelas VIIIB (kelas kontrol). Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan angkettertutup dengan skala likert. Data dianalisis menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa dengan perolehan nilai t sebesar 12, 623 dengan sig. 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini dikarenakan media alat peraga dari bahan bekasmemiliki beberapa kelebihan, yakni di buat dari bahan-bahan sederhana dan didesain dengan bentuk dan tampilan yang menarik, isi materi disajikan dalam bentuk gambar pada media alat peraga dan diilustrasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mendorong keingintahuan siswa dan menarik perhatian siswa untuk aktif dan bersemangat dalam belajar serta membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran secara verbal dan visual berdasarkan hal-hal kongkrit yang sering siswa temui. Berdasarkan hal ini, maka dapat disimpulkan bawha ada pengaruh penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa di SMP Negeri Satap Letenaek.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA Kore,M. M)* Nomleni, T. F)** Foeh, Y)** Permasalahan yang diperoleh adalah rendahnya kemampuan sikap ilmiah siswa kelas VII A SMP Negeri 6 Kuapang Tengah Satap. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap kemampuan sikap ilmiah siswa. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang berjumlah 25 orang siswa. Teknik analisis data dengan menggunakan persentase dan pengumpulan data dengan menggunakan rubrik. Terlihat bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran learning cycle, dimana pada siklus I keterlaksanaan sintaks mendapatkan persentase 63% dan hasil penilaian sikap ilmiah siswa mendapatkan persentase 64%. Dan siklus II terjadi peningkatan yaitu pada keterlasanaan sintaks mendapatkan persentase 82% dan hasil sikap ilmiah siswa mendapakan persentase 80%. Adanya peningkatan pada siklus II dikarenakan keterlaksaan sintaks pada proses pembelajaran sudah sangat baik, terlihat dari siswa antusias dan hasil presentasi pun memuaskan. Hal ini dikarenakan model pembelajaran learning cycle mampu memberikan kesan yang kuat dan tahan lama terhadap ingatan peserta didik, menarik bagi peserta didik sehingga kelas menjadi antusias dan membangkitkan semangat dalam diri peserta didik serta menumbukan rasa ingin tahu, kerjasama serta bersikap kritis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan dalam menggunakan model learning cycle terhadap sikap ilmiah siswa di kelas VII A SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satap Tahun Ajaran 2019/2020.