Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: rumput laut
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KOMBINASI KULIT PISANG KULIT TELUR DAN RUMPUT LAUT PADA PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L )

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Pupuk Organik Kulit Pisang Kulit Telur dan Rumput Laut Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan bawang merah tidak dapat dihindari oleh konsumen rumah tangga sebagai bumbu masakan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kulit pisang kulit telur dan rumput laut pada pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) denganKontrol (tanpa PO), perlakuan K1 = 25 g PO kulit pisang, kulit telur dan rumput laut perlakuan K2 = 50 g, POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K3 = 75 g POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K4 = 100g PO kulit pisang kulit telur dan rumput laut. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun, Lebar daun dan jumlah umbi. Berdasarkan hasil penelitian pemberian PO darikulit pisang kulit telur dan rumput laut terhadap parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun lebar daun jumlah umbi. Pemberian pupuk pada perlakuan K2 dengan konsentrasi sebesar 50 g pupuk organik kulit pisang, kulit telur dan rumput laut memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman bawang merah57,25 cm, jumlah helaian daun sebanyak 41,31, lebar daun 0,63 dan jumlah umbi sebanyak 19. Kata kunci :Bawang Merah, pupuk organik, kulit pisang, kulit telur, rumput laut. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT Effect of Organic Fertilizer of Eggshell Banana Peel and Seaweed on Red Onion Plant Growth (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Shallots (Allium ascalonicum L.) are one of the basic human needs. The need for shallots cannot be avoided by household consumers as a complement to daily cooking spices. This study aims to determine the response of banana peel and seaweed fertilizer on shallot growth (Allium ascalonicum L.). The method used in this research is experimental method using Randomized Group Design (RAL) with Control (without PO), treatment K1 = 25 g PO banana peel, eggshell and seaweed treatment K2 = 50 g, PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K3 = 75 g PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K4 = 100 g PO banana peel eggshell and seaweed. The data obtained were analyzed by ANOVA and then further tests were conducted with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at the 5% level. Parameters with the average value and the overall treatment value of each repetition were observed including plant height, number of leaflets, leaf width and number of tubers. Based on the results of the study, the provision of PO from banana peel eggshell and seaweed on the measurement parameters gave a significant effect on plant height, number of leaves width of the number of tubers. Giving fertilizer to the K2 treatment with a concentration of 50 g of organic fertilizer banana peel, eggshell and seaweed has a significant effect in increasing plant height growth with an average shallot plant height of 57.25 cm, the number of leaflets as much as 41.31, leaf width 0.63 and the number of bulbs as many as 19. Keywords: Shallot, organic fertilizer, banana peel, eggshell, seaweed. Description: *) Researcher **) Supervisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIOEKOLOGI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PERAIRAN SULAMU KELURAHAN SULAMU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ARSI ANAT LEOKUNA (19380003). Analisis Bioekologi Lokasi Budidaya rumput Laut di Perairan Sulamu Kelurahan Sulamu Kabupaten.WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, P.hD. dan IMANUEL J. EMOLA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kelurahan Sulamu Merupakan Salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan, Sulamu yang memiliki potensi sumber daya hayati pesisir yang cukup besar.juga potensi budidaya rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bioekologi lokasi budidaya rumput laut di Perairan Sulamu Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan April 2023, di Perairan Sulamu Kelurahan Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Servei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan Sampel Makro alga menggunakan metode garis transek kuadtran dengan ukuran 1x1 m.. untuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian di gunakan metode transek kuatran. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode belt transet. Data makro alaga yang diambil adalah kepadatan, indeks keanekaragaman,dan indeks dominasi. Data lamu yang di ambil Kerapatan jenis dan relatif , frekoensi jens relatif dan penutupan lamun. Echinodermata yang di ambil yaitu kepadatan keanekaragaman dan dominasi . Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kelimpahan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah ditemukan pada jenis Ulva intestinalis dengan nilai kepadatan yaitu (10,00 individu/m2 38,12%). Sedangkan kepadatan jenis dan relatif relatif terendah adalah jenis graciralia sp dengan jumlah nilai (1,87 individu/m2 dan 1,73 individu/m2). Indeks keseragaman indeks keanekaragaman dan indeks dominasi makro alga tertinggi sebesar (0,504, 0,449, 0,093). Nilai kerapatan jenis relatif Lamun tertinggi terdapat pada halodule pinifolia dengan nilai kerapatan (19,47 m2, 38,65 %). Sedangkan nilai terendah kerapatan jenis dan relatif pada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (4,00m2,7,94%). Nilai frekonesi jenis dan relatif tertinggi terdapat jenis halodule pinifolia dengan nilai frekoensi (19,467m2 ). Sedangkan nilai terendah jenis frekoensi dan relatif terdapat pada jenis enhalus acoroides dengan nilai (4,000m2). Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi dengan jumlah nilai 3,86 dan terendah paada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (0,79%).Penutupan relatif tertinggi halodule pinifolia sebesar 38,65% dan penutupan relatif terendah pada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (7,94%). Kepadatan jenis dan relatif echinodermata tertinggi adalah di temukan pada jenis Ophiactidae dengan jumlah nilai 113 individu/m2 dan kelimpahan terendah pada jenis Halothuriidae dengan jumlah nilai (37 individu/m2 ). Kepadatan speseis tertinggi pada spesies macrophiotrix belli dengan jumlah nilai (3,00 individu/m2). sedangkan kepadatan spiesies terendah paada spesies linckia laevigata dengan jumlah nilai (0,10 individu/m2). Perhitungan indeks keanekaragaman, dominasi echinodermata (0,504, 0,449 dan 0,093).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SAMPAH LAUT PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PERAIRAN SULAMU KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN DELFINA D. D. DOS SANTOS (17383070) Analisis Sampah Laut (marine Debris) Pada Budidaya Rumput Laut di Periran Sulamu Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. WILSON TISERA, S.pi., M.si., Ph. D, sebagai pembimbing I. Dr. BEATRIX M. REHATTA, S.pi., M.si. sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Kelurahan Sulamu merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kabupaten Kupang yang memiliki potensi sumberdaya rumput laut (macro algae). Dari hasil survey yang didapat, cukup banyak sampah laut yang ditemukan berupa plastik, botol air mineral, kayu, tali nylon, sampah rumah tangga seperti pecahan piring, dan adanya pembuangan kotoran manusia yang tidak jauh dari lokasi budidaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sampah laut pada budidaya rumput laut di perairan Sulamu, Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 di areal budidaya rumput laut perairan Sulamu. Pengambilan data menggunakan metode belt transek pada lokasi penelitian dengan panjang transek 100 m dan luas area pengamatan 5 m. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampah laut yang ditemukan adalah dari 5 kategori yaitu plastik, kayu, kaca, karet dan jenis lainnya. Berdasarkan pengamatan dari data yang ada kategori jenis sampah yang paling dominan di semua lokasi adalah kategori jenis sampah plastik dan kayu. Kepadatan mutlak dengan jumlah tertinggi adalah plastik 17,4 item/m2 dan berat tertinggi adalah kayu 5,493 gr/m2. Kepadatan relatif dengan jumlah tertinggi plastik dengan presentasi 81,31 % dan berat tertinggi kayu dengan presentasi 61, 37%. Kata kunci: Sampah Laut, Rumput Laut, Budidaya, Perairan Sulamu, Kabupaten Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI KUALITAS KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) PADA LOKASI BERBEDA DI PERAIRAN SABU RAIJUA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak dibagian selatan. Masyarakat Desa Lobohede, Desa Menia, Desa Kudjiratu dan Desa Ledeunu Kabupaten Sabu Raijua sebagai kawasan budidaya rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii. Rumput laut dapat dipanen bila usia pemeliharaan mencapai 30-45 hari. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan teknik penanganan pascapanen rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Sabu Raijua, mengetahui kualitas karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di Perairan Sabu Raijua. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2022 di Kabupaten Sabu Raijua, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian karagenan rumput laut di Desa Lobohede, rendemen 67,23%, kadar air 8,27%, kadar abu 26,24%, viskositas 59,65cP dan Kekuatan gel 89,75 g/cm2. Desa Menia, rendemen 60,09%, kadar air 7,04%, kadar abu 29,75%, viskositas 31,75cP dan Kekuatan gel 80g/cm2. Desa Kudjiratu, rendemen 65,62%, kadar air 8,82% kadar abu 26,71%, viskositas 36,01cP dan Kekuatan gel 80,5 g/cm2. Desa Ledeunu, rendemen 58,32%, kadar air 8,16%, kadar abu 26,84%, viskositas 35,95cP dan Kekuatan gel 68 g/cm2. Petani rumput laut kering di Desa Lobohede, Desa Menia, Desa Kudjiratu dan Desa Ledeunu Kabupaten Sabu Raijua dengan parameter rendemen, kadar air, kadar abu, dan viskositas telah memenuhi syarat mutu yang ditetapkan FAO (1986), FCC (1981), dan EEC (1978), sedangkan parameter kekuatan gel belum memenuhi syarat mutu yang ditetapkan FAO (1986).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MUTU BAKSO IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakso Ikan merupakan salah satu hasil pengolahan hasil perikanan yang sudah cukup populer dan disukai masyarakat Indonesia karena mempunyai rasa yang enak, mudah dicerna dan sangat praktis cara menghidangkannya. Berdasarkan informasi-informasi yang penulis kumpulkan sudah terdapat peneliti lain juga yang membuat bakso ikan menggunakan bahan utama, yaitu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) namun bahan tambahanya menggunakan tepung jagung nikstamal. Oleh karena itu penulis akan melakukan penelitian yang berjudul “Karakteristik mutu bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). Tujuan dari penelitian karakteristik mutu bakso ikan cakalang (katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (E. cottonni)adalah sebagai berikut: (1)Untuk mengetahui karateristik (organoleptik) dari produk bakso ikan cakalang Kkatsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). (2) Untuk mengetahui kadar air, kadar protein dan kadar lemak pada produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), uji organoleptik. Kemudian uji kadar air, kadar lemak dan kadar protein di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar protein dan lemak. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini adalah karasteristik dari produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), dengan variasi penambahan tepung rumput laut (Eucheuma Cotonii) yaitu 0%, 10% dan 20% pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik sensori terbaik pada perlakuan 10% dengan kenampakan 7,50, bau 7,7, rasa 7,8 dan tekstur 7,64. Serta Kandungan air 58, 95%, kandungan protein 34,19% dan kandungan lemak 0,56%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI SAMPAH ANORGANIK DI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT PERAIRAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ATICHA ELISABETH AFO (18380069). Studi Sampah Anorganik di Lokasi Budidaya Rumput Laut Perairan Kupang Barat Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA, S.Pi., M.Si., Ph.D, sebagai Pembimbing I dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Pesisir Kupang Barat saat ini menjadi salah satu lokasi sentra dalam pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang, yang memiliki tiga desa potensi dalam pengembangan potensi rumput laut, yaitu Desa Bolok, Desa Tablolong dan Desa Tesabela. Survei awal, lokasi budidaya di ketiga desa ini memperoleh buangan sampah, baik oleh pembudidaya sendiri maupun oleh aktivitas masyarakat sekitarnya, kegiatan budidaya rumput laut juga menghasilkan sampah, terutama sampah plastik yang bisa mencemari ekosistem sekitar. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui kepadatan sampah anorganik padat di lokasi budidaya rumput laut di Desa Bolok, Desa Tesabela dan Desa Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022 di areal budidaya rumput laut perairan Kupang Barat. Pengambilan data menggunakan metode belt transek dengan 3 stasiun pengamatan dan setiap stasiun pengamatan dengan panjang transek 100 m dan lebar transek 10 m. Analisa data yang digunakan dengan Kepadatan mutlak adalah kepadatan sampah melalui perhitungan jumlah potongan dan berat sampah masing-masing kategori atau jenis dibagi dengan luas area tiap lokasi, sedangkan kepadatan relatif adalah kepadatan sampah yang didapat melalui perhitungan jumlah potongan sampah dan berat sampah tiap kategori dibagi dengan total potongan jenis sampah dan total berat seluruh jenis sampah kemudian dikalikan 100 sehingga mendapatkan presentasinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah anorganik yang ditemukan adalah dari lima kategori yaitu plastik, logam, kaca, karet dan jenis lainnya. Berdasarkan pengamatan dari data yang ada kategori jenis sampah yang paling dominan di semua lokasi adalah kategori jenis sampah plastik. Kepadatan mutlak dengan jumlah tertinggi di stasiun 3 adalah plastik 0,17 item/m2 dan berat tertinggi di stasiun 3 plastik 1,34 gr/m2, sedangkan untuk jumlah terendahdi stasiun 2 karet 0,0003item/m2 dan stasiun 3 kaca 0,0003 item/m2 sedangkan untuk berat terendah di stasiun 2 yaitu karet 0,026 gr/m2. Kepadatan relatif dengan jumlah tertinggi di stasiun 3 plastik dengan presentasi 93,84 % dan berat tertinggi plastik di stasiun 3 dengan presentasi 65,79 %, untuk jumlah terendah di stasiun 3 kaca dengan presentasi 0,21 % dan berat terendah stasiun 1 jenis logam dengan presentasi 0,81 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Kemasan dan Lama Penyimpanan yang Berbeda Terhadap Karakteristik Kimiawi, Mikroba dan Organoleptik Cemilan Stik Rumput Laut (Eucheuma cottonii

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cemilan stik merupakan salah satu makanan ringan atau jenis kue kering dengan di olah dari bahan dasar tepung terigu, tepung tapioka, atau tepung sagu, dan telur, yang berbentuk pipih panjang dan cara penyelesaiannya dengan cara digoreng, mempunyai rasa gurih serta bertekstur renyah sehingga banyak disukai oleh kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda terhadap karakteristik kimiawi, Mikroba dan Organoleptik Cemilan Stik Rumput Laut (Eucheuma cottonii). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2022 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan Cemilan Stik Rumput Laut (Eucheuma Cottonii), Pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar Lemak, Dan Total Mikroba Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 x 5 dengan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu Mikroba Angka Lempeng Total (ALT), kadar lemak, kadar air, dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk cemilan stik Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dapat disimpulkan Produk cemilan stik rumput laut dengan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda memiliki nilai kadar air 2,65-4,72%, kadar lemak 28,18-42,04%, sedangkan pengujian organoleptik berpengaruh sangat nyata pada jenis kemasan poliethylene dan polypropilene (Standing Pouch) dan lama penyimpanan 0 (nol) minggu sampai 4 (empat) minggu masih bisa diterima oleh konsumen Produk cemilan stik rumput laut Eucheuma cottoni dengan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda masih diterimah konsumen dari total ALT 0 (nol) minggu sampai 4 minggu dengan total bakterinya 3,35x104 koloni/gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP MUTU PERMEN JELLY RUMPUT LAUT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP MUTU PERMEN JELLY RUMPUT LAUT Lidia G Tokae*, Lesybeth M. Nubatonis *,* Zet Malelak, ** ABSTRAK Rumput laut merupakan suatu komoditi hasil laut yang kaya akan zat gizi, dan banyak disukai oleh masyarakat terlebih anak-anak karna kaya akan sumber vitamin, mineral.Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober sampai dengan 26 Oktober ddi Laboraturium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2021, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sukrosa dalam menghasilkan permen jelly rumput laut dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing masing di ulang sebanyak 3 kali dengan presentasi 50%, 100%, 150%, dan 200%. Parameter yang diukur pada kualitas permen jelly rumput laut yang dihasilkan adalah uji rasa,tekstur,warna, dan aroma.Berdasarkan hasil penelitian uji analisis organoleptik tertinggi terdapat ujiRasa pada perlakuan C dengan skor 4,75 (sangat suka),Hasil penelitian uji Tekstur pada perlakuan C dengan skor4,71 (sangat suka), hasil penelitian uji Aroma pada perlakuan C dengan skor 4,666 (sangat suka), dan pada hasil penelitian uji Warna pada perlakuan C dengan skor 4,62 ( sangat suka). Kata Kunci : Sukrosa, terhadap pembuatan permen jelly rumput laut *) Peneliti **)Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Sifat Organoleptik Dan Kimia Dodol Yang Diproses Dengan Jumlah Lumatan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Yang Berbeda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNIATI INA (15390039). Kajian Sifat Organoleptik Dan Kimia Dodol Yang Diproses Dengan Jumlah Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Yang Berbeda :  Yunialdi H. Teffu, S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing I dan Dewi S. Gadi,S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing II Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Univeritas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan komoditi hasil laut yang sangat penting, merupakan salah satu Komoditi ini paling banyak dibudidayakan di Indonesia, dikarenakan memiliki nilai ekonomi tinggi mudah dibudidayakan serta membutuhkan biaya produksi yang rendah (Ananda, 2019). Rumput Laut dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk. Rumput laut yang digunakan jenis Kappaphycus alvarezii  mampu menghasilkan karaginan untuk meningkatkan kekenyalan pada tekstur dodol. Dodol merupakan produk makanan kecil atau jajanan yang bnyak beredar di masyarakat Indonesia. Dodol memiliki rasa manis, guri, dan legit. Salah satu bentuk pengolahan rumput laut untuk meningkatkan daya gunanya yaitu dengan diversifikasi produk dengan mengolahnya menjadi  dodol rumput laut. Dodol tergolong dalam pangan semi  basah (Intermediate moisture food) yang bertekstur kenyal, memiliki cita rasa manis sehingga dapat langsung dimakan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nilai organoleptik warna, aroma, tekstur, rasa, dan nilai kimia Kadar air, Kadar Protein, dan Kadar lemak. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan Februari sampai April 2022, bertempat di Laboratorium Eksakta, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Parameter yang di ukur dan diamati terdiri dari organoleptik,pengujian kadar air,kadar lemak,dan kadar protein. Data yang diperoleh dari hasil pengujian hedonik  yang dilakukan untuk parameter warna memiliki nilai rerata antara 3,26 hingga 3,43 yang berarti rata-rata panelis memberikan penilaian suka terhadap warna dodol rumput laut yang dihasilkan. Parameter tekstur penilaian nilai tekstur memiliki nilai berkisar antara 2,96 hingga 3,16 berdasarkan nilai yang di peroleh tekstur dodol disukai. Parameter aroma penilaian nilai aroma meraih nilai yang sama yaitu 3,13, namun pada 1000 gram bubur rumput laut dengan konsentrasi bubur rumput laut yang semakin banyak yaitu 1000 gram bubur rumput laut nilai aromanya semakin menurun yaitu 2,86. Hasil ini menunjukkan penilaian panelis masi berasa pada taraf suka dan dapat diterima oleh konsumen. Parameter rasa penilaian rasa tertinggi terdapat pada 500 gram bubur rumput laut sebesar 3,40 sangat suka dan terendah pada 1000 gram bubur rumput laut sebesar 3,10 kurang suka. Penurunan nilai rasa dari panelis seiring dengan  bertambahnya jumlah bubur rumput laut. Variabel pengamatan meliputi pengujian organoleptik, analisis kadar air, analisis kadar lemak, dan analisis kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan panelis  terhadap warna, tekstur, rasa, dan aroma, dengan nilai 4 -5. Kadar air berkisar 39,78% - 54,04%, kadar protein 5,83% - 6,34%, dan kadar lemak berkisar 0,95% - 1,25%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Seleksi Varietas Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Yang Dibudidaya dengan Metode Long Line di Perairan Tablolong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOHANIS HIWA WUNU (15380110) Seleksi Varietas Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Yang Dibudidaya dengan Metode Long Line di Perairan Tablolong dibawah bimbingan: Wilson L. Tisera S.Pi., M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang memiliki potensi perikanan seperti budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidaya dalam tahap untuk uji coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus alvarezii (Kappaphycus alvarezii; sacol Sulamu, sacol Semau, kuljar Rote dan cottoni Pasir Panjang). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 dengan lokasi penelitian yaitu Perairan Tablolong. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang digunakan untuk uji coba seleksi varietas rumput laut selama kegiatan berlangsung. Metode long line digunakan untuk melakukan uji coba budidaya rumput laut. Analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan harian, presentase pertumbuhan relatif, serta pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan harian Sacol Sulamu dari terendah sampai tertinggi rumput laut Kappaphycus alvarezii 8,57-16,90 gram/hari, kemudian diikuti Kuljar Rote dengan nilai pertumbuhan harian terendah 6,95 dan tertinggi 9,54 gram/hari sedangkan Sacol Semau dari terendah sampai tertinggi 3,29-7,37 gram/hari. pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yakni 828 gram dari sacol Sulamu sedangkan terendah berasal dari Cattoni Pasir Panjang dengan nilai 214 gram dan pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 828,00 % dari sacol Sulamu dan terendah dari Sacol Semau dengan nilai 39,00 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BERAT BIBIT AWAL TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (DOTY) DOTY DI DESA HUNDIHUK KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YESKIAL MANAFE (16380321) Analisis Pengaruh Berat Bibit Awal Terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dengan Metode Lepas Dasar di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao : Donny M. Bessie. S.Pi., M.Si dan Wilson L. Tisera S.Pi., M,Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Hundihuk pada bulan juli-agustus 2020. Metode yang digunakan yaitu metode ujicoba langsung di lapangan dengan menggunakan metode lepas dasar (patok) dan analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat rumpu laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi pada perlakuan 150 gram (235,33 gram) dan di ikuti oleh perlakuan 100 (238 gram) sedangkan yang terendah pada perlakuan 50 ( 202,67gram). Dan rata-rata pertumbuhan harian tertinggi pada perlakuan 150 gram (4,57%) kemudian diikuti dengan perlakuan 100 (4,52%) dan terendah pada perlakuan 50 (4,33%). Sedangkan pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi pada perlakuan 50 gram (152,67 gram) kemudian di ikuti oleh perlakuan 100 gram ( 138 gram) dan paling terendah pada perlakuan 150 gram ( 85,33 gram).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty VARIETAS BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN PADA HABITAT YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE LEPAS DASAR DI DESA HUNDIHUK KECEMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MARIA MARINCE SEUK SERAN (16383571) Analisis Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty Varietas Berbeda Yang Dibudidayakan Pada Habitat Yang Berbeda Menggunakan Metode Lepas Dasar Di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao : DONNY M. BESSIE S.Pi.,M.Si. WILSON L.TISERA S.Pi.,M.Si,Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Progran Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia.Varietas atau Strain adalah kelompok organisme yang tergabung dalam suatu spesies yang memiliki karakteristik khusus tetapi tidak dijadikan keturunan atau variasi yang terpisah. Habitat merupakan suatu tempat dimana makluk hidup atau juga organisme tinggal. Budidaya rumput laut dibudidayakan pada habitat berbeda dengan tujuan mendapatkan hasil dari budidaya rumput laut memberikan pertumbuhan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan pada habitat berbeda menggunakan metode lepas dasar di Desa Hundihuk Kecematan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao. Pengamatan terhadap pertumbuhan rumput laut dilakukan setiap minggu selama 49 hari juga diukur parameter perairan meliputi suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan dan kecepatan arus. Penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa pertumbuhan rumput laut yang dibudidayakan di perairan Hundihuk Pertumbuhan harian tertinggi pada habitat Pasir 3,12-3,74 gram/hari dari Sacol Hundihuk dan terendah 0,24-2,43 gram/hari dari Sacol Sulamu sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan harian tertinggi dari Sacol Hundihuk 2,87-3,65 gram/hari dan terendahnya 0,6-1,64 gram/ hari dari Kultur Jaringan Pukuafu. Pertumbuhan relative pada habitat Pasir dengan nilai tertinggi 5,54% dari Sacol Hundihuk dan terendahnya 5,24% dari Sacol Sulamu sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan relative tertinggi 5,50% dari Sacol Hundihuk dan nilai terendah 4,82 % dari Kultur Jaringan Pukuafu. Pertumbuhan mutlak pada habitat pasir dengan nilai tertinggi adalah 182,3 gram dari Sacol Hundihuk dan nilai terendahnya berasal dari Sacol Sulamu dengan nilai 114,7 gram sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan mutlak tertinggi berasal dari Sacol Hundihuk dengan nilai 170,5 gram dan nilai terendahnya 29,2 gram berasal dari Kultur Jaringan Pukuafu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (DOTY) DOTY DI PESISIR PANTAI OELUA KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yovita Bui Kali(16382016) Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii(Doty) Doty Di Pesisir Pantai Oelua Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao : Donny M.Bessie, S.Pi.M.Si., Wilson L.Tisera,S.Pi.M.Si.,Ph.D Sebagai Pembimbing I dan II, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Oelua merupakan salah satu Desa yang berada Dikecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao Letaknya dipesisir Pantai Oelua. Wilayah Pesisirnya bisa dimanfaatkan untuk dijadikan budidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut kappaphycus alvarezii(Doty) Doty Dipesisir Pantai Oelua Kecamatan Rote Barat Laut Kabupten Rote Ndao. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September2020.metode yang digunakan metode lepas dasar dan analisis data yang digunakan sanagat sesui, sesuai dan tidak sesuai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan budidaya rumput laut baik faktor fisika dan kimia termasuk dala kategori sangat sesuai terdiri dari Derajat Keasaman, Oksigen Terlarut, Pencemaran, Keterlingungan, Substrat, Salinitas, Nitrat dan Fosfat.dan Faktor fisika dan kimia termasuk dalam kategori sesuai terdiri dari Arus, dan Kecerahan, dan juga Faktor fisika kimia yang termasuk dalam kategori tidak sesuai terdiri dari suhu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB MENURUNNYA MUTU RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN TABLOLONG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN LILIS KARLIA INA. (17393918). Identifikasi Bakteri Penyebab Menurunnya Mutu Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Tablolong. Di bawah bimbingan. Yunialdi H. Teffu. S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si, Ph. D sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut dengan kandungan karagenan tinggi yang dimanfaatkan sebagai agen pengemulsi, penstabil, dan pembentuk gel dalam proses industri, Mutu rumput laut erat kaitannya dalam menentukan tingkat harga di pasaran. Namun permasalahan yang sering timbul pada usaha budidaya rumput laut yaitu adanya serangan penyakit ice-ice. Gejala penyakit ice-ice umumnya ditandai dengan pemutihan pada bagian pangkal thallus, tengah dan ujung thallus muda. Tujuan penelitin ini untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab menurunnya mutu rumput laut yang sering dikaitkan atau dihubungkan dengan penyakit ice-ice. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. Perhitungan angka lempeng total berdasarkan BSN (2006). Identifikasi bakteri di mulai pengoresan awal pada media natrium agar (NA) di inkubasi selama 24 jam dengan suhu 28°C dengan tujuan untuk mendapatkan isolasi bakteri murni. Kemudian di lanjutkan pengamatan morfologi koloni, uji presumtif (uji gram, uji katalase, usi oksidase) dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan nilai angka lempeng total paling tinggi pada jenis rumput laut K.alvarezii varietas sakol asal Sulamu 4.2x10³ dan paling rendah K.alvarezii varietas sakol Tablolong 1.2x10², sedangkan air laut tidak terdapat koloni yang tumbuh. Bakteri yang terindentifikasi berdasarkan buku panduan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology yang menyerang rumput laut mempunyai kemiripan 93-96% Vibrio sp, 90-96% Vibrio cholera, dan bakteri lain 100% Staphylococcus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan mutu rumput laut menurun. Hasil pengukuran parameter lingkungan, kisaran suhu rata-rata 27°C, 28°C, 25°C, kecepatan arus kisaran rata-rata 0.12 m/s, 0.21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8. Kata Kunci : Angka Lempeng Total, Bakteri, Kappaphycus alvarezii, Mutu Rumput Laut, , Perairan Tablolong

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENETAPAN HARGA POKOK PENJUALAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN RUMPUT LAUT DI DESA TABLOLONG KECAMATAN KUPANG BARAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perhitungan harga pokok penjualan harus dilakukan teliti dan tepat karena berhubungan dengan harga barang yang akan dijual kepada pasar. Harga pokok penjualan atau HPP adalah patokan dalam menentukan harga jual suatu produk. Jika harga terlalu turun, maka Perusahaan bisa mengalami kerugian, sedangkan jika harga terlalu mahal, akan mengakibatkan hasil produk tidak sesuai dengan target pasar dan Perusahaan akan gagal memasarkan produk. Penetapan Harga Pokok Penjualan berkaitan erat dengan Volume penjualan yang adalah merupakan hasil akhir yang dicapai Perusahaan dari penjualan produk yang dilakukan berdasarkan target yang diasumsikan dengan realisasi yang ingin dicapai. Tujuan Penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakah ada pengaruh penetapan Harga Pokok Penjualan terhadap Volume Penjualan Rumput Laut oleh para petani budidaya di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan jumlah Sampel Penelitian yang adalah para Petani Budidaya Rumput Laut aktif di Desa Tablolong sebanyak 20 (dua puluh) orang, dan Teknik Analisis Data yang digunakan adalah analisis kuantitatif Uji T (Uji Pengaruh) berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada musim bagus dimana jumlah produk rumput laut meningkat, penetapan HPP berpengaruh signifikan terhadap Volume Penjualan; sedangkan pada musim kurang bagus dimana jumlah produk rumput laut yang dihasilkan sedikit, tidak ada pengaruh signifikan dari HPP terhadap Volume Penjualan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA GEL RUMPUT LAUT DALAM PEMBUATAN PUDING

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA GEL RUMPUT LAUT DALAM PEMBUATAN PUDING Ayu Dima *) Nubatonis M Lesybeth **) Malelak Zet **) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Puding merupakan salah satu jenis hidangan penutup (dessert) yang digemari oleh masyarakat dari berbagai usia. Penelitian ini tentang fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil analisis menunjukan bahwa fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap organoleptik puding yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian yang tebaik pada fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding terdapat perlakuan B. 5% tepung keloryang menghasilkan tingkat kesukaan aroma puding (4,72) sangat suka, rasa puding (4,861) sangat suka, warna puding (4,583) sangat suka dan tekstur puding (4,787). Kata Kunci : kelor,rumput laut,puding

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK STIK RUMPUT LAUT Eucheuma cottoni DENGAN BERAT BUBUR RUMPUT LAUT YANG BERBEDA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stik merupakan makanan ringan atau jenis kue kering yang sering dikonsumsi pada saat santai atau di sela-sela makan besar. Stik disukai oleh semua umur mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan menjadikan produk olahan yang banyak diproduksi dengan berbagai variasi. Bahan baku utama pembuatan stik adalah tepung terigu. Saat ini stik sudah banyak dimodifikasi dengan penggantian bahan baku tambahan yang digunakan. Bahan baku tambahan yang digunakan untuk pembuatan stik berupa tepung ikan layang, tepung tulang ikan bandeng, tepung sorgum, tepung gayam maupun tepung umbi-umbian dan bubur rumput laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan nilai kadar air pada produk stik rumput laut. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu dari bulan November sampai bulan Desember 2020 dimana masa pendemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 2 kali, sehingga diperoleh 8 unit percobaan. Perlakuan stik rumput laut dengan berat bubur rumput laut yang berbeda Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air 7,83%-11,91% dan tingkat penerimaan panelis pada nilai organoleptik stik rumput laut yang di proses dengan berat bubur rumput laut yang berbeda yaitu semua perlakuan disukai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan menggunakan metode long line di Perairan Aitaman, Kabupaten Timor Tengah Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Aitaman terletak di Kecamatan Biboki Ainleu Kabupaten Timor Tengah Utara dan wilayah pesisirnya bisa di manfaatkan untuk budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidaya masih dalam tahap ujicoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2020. Metode yang digunakan yaitu metode ujicoba langsung di lapagan dengan menggunakan metode long line dan analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian, dan pertumbuhan relatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat akhir rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi (495,2 gram) berasal dari sacol sulamu dan berat terendah berasal dari tablolong dengan nilai (188,4 gram). Kisaran pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii degan nilai tertinggi yakni (277,54 gram) dari sacol sulamu sedangkan terendah berasal dari sacol Tablolong dengan nilai (104,34 gram), pertumbuhan harian tertinggi rumput laut Kappaphycus alvarezii (3,57-12,1 gram/hari) dari sacol Sulamu dan terendah (3,72-1,33 gram/ hari) dari sacol Tablolong. Pertumbuhan relatif rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi (2,68%) dari sacol Sulamu dan terendah dari sacol Tablolong dengan nilai (0,69%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBUATAN EKSTRAK KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii YANG DIPEROLEH DARI PANTAI AKLE SEMAU SELATAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMBUATAN EKSTRAK KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappahycus alvarezii YANG DIPEROLEH DARI PANTAI AKLE SEMAU SELATAN Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan rumput laut penghasil karaginan. Karaginan merupakan salah satu jenis hidrokoloid yang diekstrak dari rumput laut golongan ganggang merah merah (Rhodophyceae). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginformasikan tentang ekstrak karaginan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) serta mengetahui karakteristik hasil ekstraksi karaginan berupa rendemen, kadar abu dan kadar air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Anova satu jalur (One Way Anova). Jika ada pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Penelitian ini menggunakan berbagai konsentrasi KOH yang berbeda P1 (0,1 N), P2 (0,2 N), P3 (0,3 N) dan P4 (0,4 N) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rendemen tertinggi sebesar 31.83% pada perlakuan konsentrasi KOH 0,4 N dan kadar abu karaginan memiliki nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi 0,4 N dengan nilai 80.20% sedangkan kadar air memiliki nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi KOH 0,1 N dengan nilai 66.71%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji penerimaan olahan lawar rumput laut yang di proses dengan persentase cuka yg berbeda

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut merupakan salah satu komoditas hasil laut yang sedang ditingkatkan pemanfaatanya, perkembangan budidaya rumput laut harus pula diikuti dengan perkembangan industri pengolahannnya, karena nilai tambah rumput laut sebagian besar terletak pada industri pengolahanya.yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan tingkat penerimaan panelis terhadap lawar rumput laut yang diproses dengan persentase cuka yang berbeda. Adapum tujuan dan manfaat dari penelitian adalah untuk mengetahui nilai pH dan tingkat penerimaan organoleptik lawar rumput laut, dan manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang lawar rumput sehinga dapat dimanfaatkan secara luas. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dimana masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan perlakuan persentase cuka yang berbeda berkisar antara 20%, 30% dan 40% hasil uji dapat disimpulkan bahwa nilai pH pada olahan lawar rumput laut pada persentase cuka 40% memiliki nilai rata-rata terendah dibandingkan dengan perlakuan persentase cuka 20%, dan 30% dan penerimaan panelis pada parameter warna dan rasa tertinggi pada persentase cuka 30%, parameter aroma dan tekstur

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail