Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kappaphycus alvarezii.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty VARIETAS BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN PADA HABITAT YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE LEPAS DASAR DI DESA HUNDIHUK KECEMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MARIA MARINCE SEUK SERAN (16383571) Analisis Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty Varietas Berbeda Yang Dibudidayakan Pada Habitat Yang Berbeda Menggunakan Metode Lepas Dasar Di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao : DONNY M. BESSIE S.Pi.,M.Si. WILSON L.TISERA S.Pi.,M.Si,Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Progran Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia.Varietas atau Strain adalah kelompok organisme yang tergabung dalam suatu spesies yang memiliki karakteristik khusus tetapi tidak dijadikan keturunan atau variasi yang terpisah. Habitat merupakan suatu tempat dimana makluk hidup atau juga organisme tinggal. Budidaya rumput laut dibudidayakan pada habitat berbeda dengan tujuan mendapatkan hasil dari budidaya rumput laut memberikan pertumbuhan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan pada habitat berbeda menggunakan metode lepas dasar di Desa Hundihuk Kecematan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao. Pengamatan terhadap pertumbuhan rumput laut dilakukan setiap minggu selama 49 hari juga diukur parameter perairan meliputi suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan dan kecepatan arus. Penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa pertumbuhan rumput laut yang dibudidayakan di perairan Hundihuk Pertumbuhan harian tertinggi pada habitat Pasir 3,12-3,74 gram/hari dari Sacol Hundihuk dan terendah 0,24-2,43 gram/hari dari Sacol Sulamu sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan harian tertinggi dari Sacol Hundihuk 2,87-3,65 gram/hari dan terendahnya 0,6-1,64 gram/ hari dari Kultur Jaringan Pukuafu. Pertumbuhan relative pada habitat Pasir dengan nilai tertinggi 5,54% dari Sacol Hundihuk dan terendahnya 5,24% dari Sacol Sulamu sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan relative tertinggi 5,50% dari Sacol Hundihuk dan nilai terendah 4,82 % dari Kultur Jaringan Pukuafu. Pertumbuhan mutlak pada habitat pasir dengan nilai tertinggi adalah 182,3 gram dari Sacol Hundihuk dan nilai terendahnya berasal dari Sacol Sulamu dengan nilai 114,7 gram sedangkan pada habitat Lamun pertumbuhan mutlak tertinggi berasal dari Sacol Hundihuk dengan nilai 170,5 gram dan nilai terendahnya 29,2 gram berasal dari Kultur Jaringan Pukuafu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN MAKROEPIFIT PADA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (DOTY) DOTY YANG DI BUDIDAYAKAN DENGAN METODE LEPAS DASAR DI DESA HUNDIHUK KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alga epifit merupakan salah satu pesaing yang dapat menghambat pertumbuhan rumput laut yang dibudidaya serta menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroepifit pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut. Metode budidaya yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Lepas Dasar. Pengamatan dilakukan terhadap Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit dan yang tidak. Parameter utama yang diambil adalah jenis dan jumlah individu epifit dalam rangka mengatahui komposisi jenis dan kepadatan mikroepifit. Pengambilan sampel dilakukan setiap minggu sebanyak tujuh minggu. Selain itu, diambil juga data pertumbuhan harian, pertumbuhan spesifik serta parameter fisik-kimia perairan yang meliputi suhu, salinitas, arus, pH dan DO. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit menunjukan berat akhir pada minggu ketujuh yang lebih rendah (184,47 gram) dibandingkan tanpa epifit (260,09 gram). Untuk pertumbuhan spesifik dan pertumbuhan harian, Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit menunjukan pertumbuhan yang lebih rendah (rata-rata 4,675% dan 1,36 gram per hari) dibandingkan tanpa epifit (rata-rata 4,868% dan 2,37 gram per hari). Kepadatan Jenis epifit spesies Ceramium boydenii dan Neosiphonia sp yang menempeli Kappaphycus alvarezii berfluktuasi setiap minggunya. Rata-rata Kepadatan Jenis dan relatif Ceramium boydenii lebih tinggi (2,370 ind/m2, dan 54,09%) lebih tinggi dibandingkan Neosiphonia sp (2,317 ind/m2 dan 45,91%). Nilai pengukuran faktor fisik-kimia perairan berada pada kisaran normal untuk pertumbuhan Kappaphycus alvarezii yang dibudidaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail