Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: pupuk organik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KOMBINASI KULIT PISANG KULIT TELUR DAN RUMPUT LAUT PADA PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L )

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Pupuk Organik Kulit Pisang Kulit Telur dan Rumput Laut Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan bawang merah tidak dapat dihindari oleh konsumen rumah tangga sebagai bumbu masakan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kulit pisang kulit telur dan rumput laut pada pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) denganKontrol (tanpa PO), perlakuan K1 = 25 g PO kulit pisang, kulit telur dan rumput laut perlakuan K2 = 50 g, POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K3 = 75 g POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K4 = 100g PO kulit pisang kulit telur dan rumput laut. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun, Lebar daun dan jumlah umbi. Berdasarkan hasil penelitian pemberian PO darikulit pisang kulit telur dan rumput laut terhadap parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun lebar daun jumlah umbi. Pemberian pupuk pada perlakuan K2 dengan konsentrasi sebesar 50 g pupuk organik kulit pisang, kulit telur dan rumput laut memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman bawang merah57,25 cm, jumlah helaian daun sebanyak 41,31, lebar daun 0,63 dan jumlah umbi sebanyak 19. Kata kunci :Bawang Merah, pupuk organik, kulit pisang, kulit telur, rumput laut. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT Effect of Organic Fertilizer of Eggshell Banana Peel and Seaweed on Red Onion Plant Growth (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Shallots (Allium ascalonicum L.) are one of the basic human needs. The need for shallots cannot be avoided by household consumers as a complement to daily cooking spices. This study aims to determine the response of banana peel and seaweed fertilizer on shallot growth (Allium ascalonicum L.). The method used in this research is experimental method using Randomized Group Design (RAL) with Control (without PO), treatment K1 = 25 g PO banana peel, eggshell and seaweed treatment K2 = 50 g, PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K3 = 75 g PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K4 = 100 g PO banana peel eggshell and seaweed. The data obtained were analyzed by ANOVA and then further tests were conducted with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at the 5% level. Parameters with the average value and the overall treatment value of each repetition were observed including plant height, number of leaflets, leaf width and number of tubers. Based on the results of the study, the provision of PO from banana peel eggshell and seaweed on the measurement parameters gave a significant effect on plant height, number of leaves width of the number of tubers. Giving fertilizer to the K2 treatment with a concentration of 50 g of organic fertilizer banana peel, eggshell and seaweed has a significant effect in increasing plant height growth with an average shallot plant height of 57.25 cm, the number of leaflets as much as 41.31, leaf width 0.63 and the number of bulbs as many as 19. Keywords: Shallot, organic fertilizer, banana peel, eggshell, seaweed. Description: *) Researcher **) Supervisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik CairRebung Bambu (Dendrocalamus asper ) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman holtikultura yang memiliki prospek dan nilai jual yang cukup tinggi, bentuknya yang menarik serta kandungan gizinya yang banyak membuat tanaman ini berpotensi untuk terus dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.) yang diberi pupuk organik cair (POC) rebung bambu dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari Pupuk Organik Cair (POC) rebung bambu terhadap pertumuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan perlakuan 1 = kontrol (tanpa POC), perlakuan 2 = 25 mL POC rebung bambu, perlakuan 3 = 50 mL POC rebung bambu, perlakuan 4 = 75 mL POC rebung bambu, perlakuan 5 = 100 mL POC rebung bambu. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different ) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun dan berat basah. Berdasarkan hasil penelitian pemberian POC dari rebung bambu terhadap parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah. Pemberian pupuk pada perlakuan ke 5 dengan konsentrasi sebesar 100 mL pupuk organik cair rebung bambu memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman selada 30 cm, jumlah helaian daun sebanyak 70 helai dan berat basah 85 gram

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa (C. nucifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (C. Frutenscens L)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit (C. frutescens L) adalah salah satu tanaman holtikultura dari jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Selain buahnya, bagian lain dari tanaman cabai rawit seperti batang, daun, dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair sabut kelapa (C. nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman Cabai rawit (C. frutescens L). Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair sabut kelapa (C. nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman Cabai rawit (C. frutescens L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) perlakuan 1 = 0 mL POC sabut kelapa, perlakuan 2 = 100 mL POC sabut kelapa, perlakuan 3 = 200 mL POC sabut kelapa, perlakuan 4 = 300 mL POC sabut kelapa, perlakuan 5 = 400 mL POC sabut kelapa yang masing-masing diencerkan dalam 5.000 mL air dan kelas kontrol (tanpa perlakuan) = air tanpa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji jarak berganda Duncan atau Duncan’s New MultipleRange Test (DMRT) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helaian daun, jumlah buah. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari sabut kelapa terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun dan banyaknya buah. Pemberian pupuk pada 5 perlakuan dengan konsentrasi sebesar 400mL memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman jumlah helaian daun dan jumlah buah dibandingkan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI HIJAU BESAR (Capsicum annum var.annum)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran kulit bawang merah (Allium cepa L) terhadap pertumbuhan tanaman cabai hijau besar (Capsicum annum var.annum.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kulit bawang merah yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai hijau besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 0 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 2 = 50 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 3 = 75 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 4 = 100 POC kulit bawang merah, perlakuan 5 = 150 POC kulit bawang merah, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang dan jumlah daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari kulit bawang merah terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Dari pemberian pupuk pada perlakuan 1 = 0 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 2 = 50 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 3 = 75 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 4 = 100 POC kulit bawang merah, perlakuan 5 = 150 POC kulit bawang merah, pada perlakuan 5 dengan konsentrasi sebesar 150 ml yang memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun dibandingkan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LONTAR (PocLon) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) DAN PAKCOY (Brassica rapa L)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LONTAR (PocLon) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) DAN PAKCOY (Brassica rapa L) Liufeto.O)* Ballo.A) ** Ledo.S.E.M) ** Pupuk Organik Cair (PocLon) merupakan jenis pupuk cair yang terbuat dari mesokarp buah lontar. POC adalah pupuk berwujud cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses fermentasi. Bahan organik yang dapat digunakan adalah sabut lontar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair lontar terhadap pertumbuhan tanaman selada, pakcoy dan menentukan konsentrasi pemberian POC paling optimum dari setiap paramrter untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman selada dan pakcoy. Penelitian ini menggunakan Diagram / Grafik dan Tabel dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan pupuk dan 3 ulangan diamati selama 4 kali pengamatan pada masing-masing tanaman. Parameter yang diamati adalah persentase perkecambahan (%), tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun. Data yang diperoleh dari 3 parameter pengamatan selanjutnya akan dianalisis menggunakan Diagram / Grafik dan Tabel. Berdasarkan hasil uji Tabel / Grafik didapatkan Hasil penelitian perlakuan terbaik dalam pemberian PocLon pada parameter persentase perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun adalah dengan konsentrasi campuran EM4 5 ml + Gula air 5 ml + 6 liter larutan mesokarp buah lontar dengan persentase perkecambahan pada tanaman selada dan pakcoy adalah selada 100%. Sedangkan rata-rata untuk masing-masing tinggi tanaman selada adalah 15,75 cm, dan pakcoy 31,38 dan jumlah daun pada tanaman selada 30 dan pakcoy 53. Kata Kunci: Pupuk Organik Cair Lontar (PocLon), Perkecambahan, Tinggi tanaman, Jumlah daun. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF APPLYING ORGANIC LIQUID LONTAR FERTILIZE (PocLon) ON THE GROWTH OF LETTUCE PLANTS (Lactuva sativa L) AND PAKCOY (Brassica rapa L) Liufeto.O)* Ballo.A) ** Ledo .S.E.M) ** Liquid Organic Fertilizer (PocLon) is a type of liquid fertilizer made from mesocarp of palm fruit, POC is a liquid fertilizer made from organic materrials through a fermenttation proces. Organic materials that can be used are palm fiber. This study aims to determine the effect of the concenration of liquid organic fertilizer of palm on the growth of lettuca, pakcoy plants and determine the most optimal concentration of POC administration to increasi the growth of lettuce and pakcoy plants. This study uses (CRD) using analysis of variance (Anova) with control and 3 fertilizer treatments and 3 replication observed for 4 observation on each plant. The parameters observed are the percentage of germinition (%), plant heigh (cm) and number of leaves . Data abtained from the 3 observation parametrrs wiil then be analyzed using analysis of variance (ANOVA) to detrmine whether the effect of the treatmen is real or very real and will be continued with the duncan test at the 5% level to determine the deferiences between the compared treatment pairs.The height of lettuce plants obtained F count 5.373, df = 3, and P value 0.00 0.05, The height of pakcoy plants obtained F count 7.060 df = 3 and P value 0.000,05, The number of lettuce leaves obtained Fa 4,14, df = 3 and P value 0,0020,005, The of pakcoy leavis Fhrung 10,220, df = 3 and P value 0,003 0,005. Based on the results the ANOVA test, the best treatment results in providing PocLon on the parameters of germination percentage , plant height and number of leaves was with a mixture concentration of EM4 5 ml + 5 ml of water sugar + 6 liters of pal fruits mesocarp solution with a germination percentage in lettuce and pakcoy plants of 100%. While the average foe each plant height was 15.75 cm,and pakcoy 31,38 and the number of leaves on the plant was 30,5 and pakcoy 53. Keywords: Lontar Liquid Organic Fertilizer (PocLon), Growth of lettuce dan pakcoy plants, germination, plantheight, number of leaves. Information: *) Researcher **) Adv

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) DAN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu subsektor yang sangat berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia adalah subsektor holtikultura. Produk holtikultura yang sering dijumpai oleh masyarakat yaitu salah satu jenis sayuran yang memiliki kandungan gizi yang baik adalah sawi pakcoy dan selada hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair daun gamal serta pengaruh variasi konsentrasi pupuk organik cair daun gamal yang baik dalam memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy dan selada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan P0=Kontrol/tanpa POC, P1=40 mL, P2=80 mL, P3=120 mL, P4=160 mL. Berdasarkan hasil penelitian pemberian POC daun gamal terhadap tanaman pakcoy dan selada memberikan pengaruh yang signifikan pada tinggi tanaman dan jumlah daun pada perlakuan P3 dengan konsentrasi sebesar 120 mL POC daun gamal dengan rata-rata tinggi tanaman 67 cm dan jumlah daun sebanyak 74 helai. Selada hijau memiliki rata-rata tinggi tanaman 39 cm dan jumlah daun sebanyak 52 helai. Disimpulkan bahwa pemberian POC daun gamal memberikan pengaruh yang signifikan dan dengan pemberian variasi konsentrasi pupuk organik cair daun gamal yang paling baik dalam memberikan pertumbuhan tanaman pakcoy dan selada terdapat pada perlakuan P3 dengan konsentrasi 120 mL POC/tanaman dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Dari Campuran Air Kelapa Dan Daun Gamal (Gliricidia sepium) Sebagai Pupuk Organik Cair Dan´Aplikasinya Pada Tanaman Cabai Lokal (Capsicum frutescens L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap pertumbuhan tanaman cabai padi (Capsicum frutescens L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai padi (Capsicum fretescens L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 8% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 2 = 12% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 3 = 16% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 4 = 20% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 5 = 50% POC daun gamal dan air kelapa, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang, jumlah daun, dan lebar daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari air kelapa dan daun gamal terhadap tumbuhan cabai, semua parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Pemberian pupuk pada perlakuan 4 dengan konsentrasi sebesar 20% memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun dibandingkan perlakuan lainnya

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Dan Jeroan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Dan Jeroan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Kadawung, E. R* Hendrik, A. Ch** Nitsae, M** Peningkatan produktivitas tanaman kacang hijau (Vigna radiate L.) dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan perlakuan pupuk organik daun kirinyuh (DK) dan jeroan ikan cakalang (JI) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 ulangan dan 5 taraf perlakuan yaitu kontrol = tanpa pupuk organik cair , perlakuan 1=5 kg DK (kg), perlakuan 2=4 DK + 1 JI (kg), perlakuan 3=3 DK + 2 kg JI (kg), perlakuan 4= 2 DK + 3 JI (kg), perlakuan 5=1 DK + 4 JI (kg), dan perlakuan 6=5 kg JI. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pada parameter tinggi batang memiliki nilai yang berebda nyata pada setiap perlakuan namun tidak berbeda nyata pada perlakuan 3 dan 4 parameter jumlah polong memiliki nilai rata-rata yang berbeda nyata namun pada perlakuan 3 dan 4, dan perlakuan 2 dan 5 memiliki nilai yang tidak bebeda nyata. Sedangkan pada parameter jumlah daun dan berat polong menunjukan nilai rata-rata yang berbeda tidak nyata pada setiap perlakuannnya. Pupuk pada perlakuan 3 dan 4 memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong dan berat polong. Penelitian tentang pupuk organik cair daun kirinyuh dan jeroan ikan cakalang masih bisa terus dikaji lebih lanjut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LIMBAH URIN SAPI TERHADAP PERKECAMBAHAN MENGKUDU (Morinda citrifolia L )

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mengkudu merupakan salah satu tanaman tropis yang dapat digunakan Di Nusa Tenggara Timur ada banyak macam tumbuhan yang tumbuh sebagai tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.salah satu jenis tumbuhan yang tumbuh sacara liar dan dikenal oleh masyarakat serta memiliki banyak khasiat adalah tumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia L.). Urin sapi merupakan kotoran ternak yang berbentuk cair. Selama ini urin sapi dibuang karena dianggap kotor dan juga bau, dan ternyata urin sapi memiliki manfaat menjadi pupuk organik cair bagi pertumbuhan tanaman. Pupuk cair urin sapi sebagai sumber hara tanaman, bahan ini merupakan sumber pupuk yang dapat dimanfaatkan dengan murah (Susanto, 2004). Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui pengaruh limbah urin sapi terhadap perkecambahan mengkudu, 2) untuk mengetahui pengaruh limbah urin sapi terhadap kualitas semai mengkudu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap terdiri dari 5 kelompok perlakuan, kelompok tersebut dibagi atas 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok pemberian perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova satu jalur pada tingkat kesalahan 5% dan dilanjutkan uji jarak Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan dapat disimpulkan pemberian pupuk organik cair limbah urin sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia L. ).Pemberian pupuk organik cair limbah urin sapi pada perlakuan P3 lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BAWANG MERAH (Allium cepa L)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang merah merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan banyak manfaatnya bagi manusia, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan vegetatif bawang merah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari P0 (500ml air), P1 (100ml POC+400ml air), P2 (150ml POC+350ml air), P3 (200ml POC+300ml air), P4 (250ml POC+250ml air) dan P5 (500ml POC), Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang helai daun dan jumlah daun. Tinggi tanaman yang tertinggi terdapat pada P1 sebesar 7,89 cm sedangkan terendah terdapat pada P0 (kontrol) sebesar 4,58 cm. hasil pengamatan bahwa pemberian POC bonggol pisang dengan konsentrasi (P1) 100ml POC + 400ml air menunjukan tinggi tanaman yaitu, 7,89 cm tidak berbeda nyata dengan P2 150 ml POC + 350 ml air yaitu 6,54 cm dan P3 200ml POC + 300ml air yaitu 7,47 cm, Tetapi berbeda nyata pada P0 (kontrol) yaitu 4,58 cm dan P5 500ml POC yaitu 4,79cm yang merupakan tinggi tanaman terendah. Panjang helai daun tertinggi terdapat pada P1 sebesar 4,12 dan panjang helai daun terendah terdapat pada P5 sebesar 4,08. Jumlah daun terbanyak pada perlakuan P1 sebesar 3,53 dan jumlah daun paling sedikit terdapat pada P5 sebesar 3,28. Dapat disimpulkan pemberian pupuk organik cair bonggol pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah sehingga menghasilkan pengaruh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DARI AMPAS TEBU DAN LIMBAH TERNAK SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersium L)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DARI AMPAS TEBU DAN LIMBAH TERNAK SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Solanum Lycoersium L). Du Santus, M. I,)* Solle, H. R. L,)** Daud, Y, )** Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan salah satu komoditas horticultural yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia dan banyak manfaatnya bagi manusia, tingginya kebutuhan komsumsi mengakibatkan budidaya tanaman tomat yang tidak memperhatikan faktor lingkungan yaitu seringkali para petani menggunakan pupuk anorganik yang berlebihan sehingga mengakibatkan tanah menjadi padat. Pemberian perlakuan pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat karena kandungan haranya yang lengkap baik mikro maupun makro dan juga mampu memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersium L). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi pada dosis 75 g lebih baik karena semakin banyak dosis pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi menyebabkan kandungan nitrogen bertambah sehingga pertumbuhan primer semakin optimal oleh karena itu disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersiumL) sehingga menghasilkan pengaruh yang signifikan. Kata kunci: pupuk organik, ampas tebu, kotoran sapi, tanaman tomat,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN UMBI BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Talo, W. D. C.)* Solle, H. R. L.)** Daud, Y.)** Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan banyak manfaatnya bagi manusia, tingginya kebutuhan komsumsi mengakibatkan budidaya bawang merah yang tidak memperhatikan faktor lingkungan seperti penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan sehingga mengakibatkan tanah menjadi padat. Pemberian pupuk organik cair (POC) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah karena kandungan hara mikro maupun makro serta mampu memperbaiki kualitas tanah. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kotoran ayam terhadap pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari A0 (240ml air), A1 (100ml POC), A2 (200ml POC), A3 (300ml POC), A4 (400ml POC) dan A5 (500ml POC), Parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai F hitung tinggi tanaman (2.70) > F tabel 0.05 (2.62) dan F hitung jumlah daun (2.67) > F tabel 0.05 (2.62). Pemberian POC kotoran ayam memberikan pengaruh pada tinggi tanaman dan jumlah daun menunjukkan ketersedian unsur hara melalui pemberian POC kotoran ayam mampu menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman secara optimal, dan dapat di simpulkan pemberian POC kotoran ayam berpengaruh pada pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Pemberian POC kotoran ayam pada perlakuan A3 (300ml) lebih baik dibandingkan dengan A0 (240ml air), A1 (100ml POC) A2 (200ml POC), A4 (400ml POC), dan A5 (500ml POC). Kata kunci: bawang merah, pupuk organik cair, kotoran ayam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “ Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L)” (Modok, Y.N)* (Solle, H.R.L)** (Theedens, R.G.P.M)** Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang sangat kaya akan sumber bahan pangan yang sangat tinggi salah satunya adalah terung (Solanum melongena L.). Buah terong memiliki kandungan mineral dan vitamin yang cukup lengkap, namun buah terong memiliki kandungan fosfor yang rendah. Terung memiliki manfaat sebagai obat kanker, hipertensi, dan asma. Terung digunakan sebagai sayur karena mengandung protein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan air kelapa muda yang paling tepat untuk menigkatkan pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Botani Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dari bulan November sampai bulan Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), faktorial yang terdiri dari 2 faktor 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 48 unit percobaan. Selanjutnya akan dianalisis dengan anova dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan hasil yang signifikan dari semua parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun tanaman terung ungu (Solanum melongena L). Dalam penelitian ini konsentrasi pupuk organik cair dan air kelapa muda yang tepat terdapat pada konsentrasi 150 ml dan konsentrasi 200 ml dengan perlakuan P3A3. Kata kunci : Pupuk Organik Cair NASA, Air Kelapa Muda Keterangan : * Penulis ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail