ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Pupuk Organik Kulit Pisang Kulit Telur dan Rumput Laut Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan bawang merah tidak dapat dihindari oleh konsumen rumah tangga sebagai bumbu masakan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kulit pisang kulit telur dan rumput laut pada pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) denganKontrol (tanpa PO), perlakuan K1 = 25 g PO kulit pisang, kulit telur dan rumput laut perlakuan K2 = 50 g, POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K3 = 75 g POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K4 = 100g PO kulit pisang kulit telur dan rumput laut. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun, Lebar daun dan jumlah umbi. Berdasarkan hasil penelitian pemberian PO darikulit pisang kulit telur dan rumput laut terhadap parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun lebar daun jumlah umbi. Pemberian pupuk pada perlakuan K2 dengan konsentrasi sebesar 50 g pupuk organik kulit pisang, kulit telur dan rumput laut memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman bawang merah57,25 cm, jumlah helaian daun sebanyak 41,31, lebar daun 0,63 dan jumlah umbi sebanyak 19. Kata kunci :Bawang Merah, pupuk organik, kulit pisang, kulit telur, rumput laut. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT Effect of Organic Fertilizer of Eggshell Banana Peel and Seaweed on Red Onion Plant Growth (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Shallots (Allium ascalonicum L.) are one of the basic human needs. The need for shallots cannot be avoided by household consumers as a complement to daily cooking spices. This study aims to determine the response of banana peel and seaweed fertilizer on shallot growth (Allium ascalonicum L.). The method used in this research is experimental method using Randomized Group Design (RAL) with Control (without PO), treatment K1 = 25 g PO banana peel, eggshell and seaweed treatment K2 = 50 g, PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K3 = 75 g PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K4 = 100 g PO banana peel eggshell and seaweed. The data obtained were analyzed by ANOVA and then further tests were conducted with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at the 5% level. Parameters with the average value and the overall treatment value of each repetition were observed including plant height, number of leaflets, leaf width and number of tubers. Based on the results of the study, the provision of PO from banana peel eggshell and seaweed on the measurement parameters gave a significant effect on plant height, number of leaves width of the number of tubers. Giving fertilizer to the K2 treatment with a concentration of 50 g of organic fertilizer banana peel, eggshell and seaweed has a significant effect in increasing plant height growth with an average shallot plant height of 57.25 cm, the number of leaflets as much as 41.31, leaf width 0.63 and the number of bulbs as many as 19. Keywords: Shallot, organic fertilizer, banana peel, eggshell, seaweed. Description: *) Researcher **) Supervisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran kulit bawang merah (Allium cepa L) terhadap pertumbuhan tanaman cabai hijau besar (Capsicum annum var.annum.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kulit bawang merah yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai hijau besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 0 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 2 = 50 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 3 = 75 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 4 = 100 POC kulit bawang merah, perlakuan 5 = 150 POC kulit bawang merah, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang dan jumlah daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari kulit bawang merah terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Dari pemberian pupuk pada perlakuan 1 = 0 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 2 = 50 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 3 = 75 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 4 = 100 POC kulit bawang merah, perlakuan 5 = 150 POC kulit bawang merah, pada perlakuan 5 dengan konsentrasi sebesar 150 ml yang memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun dibandingkan perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH
Oleh
Hoar Maria Angela,Nainiti N. P. P. ,Lano. M. L
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacan Kupang Jln. Adisucipto Penfui Kotak Pos 1o4 Kupang 85001 NTT Telp (0380) 881580:Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Irigasi tetes merupakan metode penyairan yang meneteskan langsung ketanaman atau ke bagian akar dengan tekanan rendah. Tanaman bawang merah merupakan suatu tanaman yang akarnya dangkal faktor tersebut mempengaruhi hilangnya kelembabanlapisan atas tanah sehingga irigasi atau pengganira di perlukan oleh tanaman untuk kelangsungan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh analisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dan Mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan untuk perlakuan dan produksi bawang merah. Penelitian di lakukan di Oesapa kilo 10 bulan juni sampai juli tahun 2022. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga di dapat 20 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan yaitu A (20 ml/Jam) B (25 ml/Jam) C (50 ml/Jam) D (75 ml/Jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Informasi perbedaan antara perlakuan di lanjutkan dengan uji berganda duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan anilisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap produksi tanaman b awang merah yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman bawang merah. Berdasarkan parameter tersebut di atas, maka perlakuan terbaik untuk terdapat pada perlakuan D (75 ml/Jam) dengan nilai rata-rata setiap variable pengamatan tinggi tanaman (42, 375), jumlah Daun 37, dan jumlah produksi dengan nilai rata-rata sebesar 73.
Kata kunci: analisis debit irigasi tetes terhadap produksi tanaman bawang merah
ABSTRACT
ANALYSIS OF DRIP IRRIGATION DISCHARGE ON SHALLOT CROP PRODUCTION
By
Hoar Maria Angela, Nainiti N. P. P., Lano. M. L
Faculty of Agriculture, Arta Wacan Kupang Christian University Jln. Adisucipto Penfui Post Office Box 1o4 Kupang 85001 NTT Tel (0380) 881580: Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Drip irrigation is an irrigation method that drips directly to the plant or to the roots with low pressure. Onion plants are plants whose roots are shallow, these factors affect the loss of moisture in the top layer of soil so that irrigation or replacement is needed by plants for continued growth. This study aims to determine the effect of analyzing variations in drip irrigation pressure on the growth and production of shallots and to determine the effect on growth for the treatment and production of shallots. The research was conducted in Oesapa kilo 10 June to July 2022. This study used the method of Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units. The treatments that were tried were A (20 ml/hour) B (25 ml/hour) C (50 ml/hour) D (75 ml/hour). Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Information on differences between treatments was continued with Duncan's multiple tests. The results showed that the treatment of drip irrigation pressure variations on the production of red b awang plants were different.
Translated with DeepL.com (free version)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitianinibertujuanuntukmeningkatkanpendapatanpetanibawangmerahdidesaoematnunu kecamatankupangbaratkabupatenkupang.Populasidalampenelitianiniadalahpetanibawang merahadadidesaoematnunusebanyak500orang,sementarauntukpenentuansampelyangdiambil yakni10%daripopulasiatausebanyak15orang.Teknikpengumpulandatamelaluiobsevasi wawancaralangsungdenganresponden.Analisisdatayangdigunakananalisisdata.Hasilpenelitian inimenunjukanpendapatanpadausahatanibawangmerahdiperolehdariselisihdarihasil penerimaanbiayaproduksi,penerimaanusahabawangmerahsebesarRp63.933.333.33.Nilai tersebutmemberikanbawahsetiappengeluaransebesarRp11,317,832,33akanmemberikan pendapatansebesarRp55,484,841/Hadanpermusimtanam
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah karet pemukul pada alat pengupas kulit bawang merah tipe mekanis. Bahan dan alat yang digunakan yaitu. Bawang merah dan air secukupnya, mesin pengupas kulit bawang, timbangan. Stopwach, ember, kabel penghunung arus dan alat tulis menulis. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap RAL. penelitian menggunakan metode RAL dengan perlakuan jumlah karet pemukul pada alat pengupas kulit bawang merah yang terdiri dari empat (4) perlakuan yang diulang sebanyak enam kali (6). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah karet pemukul pada alat pengupas kulit bawang merah memberi pengaruh sangat nyata terhadap kapasitas kerja alat pengupas kulit bawang merah dan jumlah karet pemukul terbaik pada alat pengupas kulit bawang merah terjadi pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 336.17%
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
iii RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS BAWANG MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DINAMO LISTRIK Mali Gerardus *) Haba Bunga F.J. **) Dethan J.J.S **) ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Balai Pelatihan teknologi tepat guna noelbaki. Bertujuan untuk menghasilkan proto tipe alat pengupas bawang merah yang dapat digunakan untuk proses pengupasan bawang merah. Alat pengupas ini terdiri dari beberapa komponen yaitu : hopper, karet plucker, as, bearing, rangka, Vbelt, pullay, kran air, dinamo penggerak, saluran pengeluaran. Perancangan diawali dengan membuat gambar desain alat, dilanjutkan dengan menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam proses pengerjaan alat. Bahan-bahan dipotong sesuai ukuran dan dirakit menjadi alat pengupas dengan melakukan pengelasan. Kemudian dilakukan uji fungsiaonal alat untuk menguji fungsi dari setiap komponen yang telah dirakit. Hasil pengujian menunjukan bahwa semua komponen berfungsi dengan baik. Kapasitas kerja alat pengupas bawang merah dengan menggunakan dynamo listrik adalah sebesar 3,58 gr/detik. persentasi bawang merah yang terkupas 60%, dan persentasi bawang merah yang tidak terkupas 40%, dari hasil pengujian menggunakan 300gram bawang merah. Kata kunci : alat, mekanis, karet plucker, pengupas, bawang merah Keterangan *) Peneliti *)) Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi penulis berjudul “Deskripsi Tentang Sebab Dan Modus Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah”. Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah Bagaimana Sebab Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah?, Bagaimana Modus Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebab terjadinya pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah. Untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah. Jenis penelitian bersifat normative sedangkan sifat penelitian adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini menggunakan vairabel bebas dan terikat. Penulis menyimpulkan bahwa sebab pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah sesuai dengan analisa pada setiap putusan adalah sebagai berikut: Terdakwa hanya mengikuti permintaan dari pemilik kapal, terdakwa mendapatkan upah yang besar, sedangkan modus terjadinya tindak pidana kepabeanan impor bawang merah sesuai dengan analisa pada setiap putusan adalah sebagai berikut: Mengangkut barang bawaan (bawang merah) tanpa manifest atau surat izin pengangkutan, mengangkut bawang merah masuk ke kapal menggunakan kontainer kulkas agar mengelabui pihak pelabuhan, masuk ke dalam perairan Indonesia dengan barang muatan bawang merah pada malam hari untuk menghindari patroli laut, penurunan barang muatan di perairan Indonesia menggunakan 10 sampan bertujuan untuk menghindari pemeriksaan petugas Bea dan Cukai. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: Bagi pemerintah (Kementrian Bea Dan Cukai), mengaju pada sebab dan modus terjadinya tindak pidana Kepabeanan dimana hampir semuanya bermuara pada regulasi serta pengawsan yang kurang serta kepuasaan pelaku melakukan tindak pidana tersebut dengan meraup keuntungan yang besar, maka penulis menyarankan agar pemerintah dalam hal ini kementerian Bea dan Cukai lebih meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang masuk maupun keluar dari wilayah perairan Indonesia. Bagi Kepolisian, Bea Cukai dan TNI Angkatan Laut yang bertugas mengamankan wilayah perairan Indonesia agar lebih memperketat tugas dan fungsi pengawasan lewat patroli laut khususnya pada waktu malam hari sehingga dapat menekan angka penyulundupan yang sering terjadi di wilayah-wilayah perbatasan antar negara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bawang merah merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan banyak manfaatnya bagi manusia, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan vegetatif bawang merah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari P0 (500ml air), P1 (100ml POC+400ml air), P2 (150ml POC+350ml air), P3 (200ml POC+300ml air), P4 (250ml POC+250ml air) dan P5 (500ml POC), Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, panjang helai daun dan jumlah daun. Tinggi tanaman yang tertinggi terdapat pada P1 sebesar 7,89 cm sedangkan terendah terdapat pada P0 (kontrol) sebesar 4,58 cm. hasil pengamatan bahwa pemberian POC bonggol pisang dengan konsentrasi (P1) 100ml POC + 400ml air menunjukan tinggi tanaman yaitu, 7,89 cm tidak berbeda nyata dengan P2 150 ml POC + 350 ml air yaitu 6,54 cm dan P3 200ml POC + 300ml air yaitu 7,47 cm, Tetapi berbeda nyata pada P0 (kontrol) yaitu 4,58 cm dan P5 500ml POC yaitu 4,79cm yang merupakan tinggi tanaman terendah. Panjang helai daun tertinggi terdapat pada P1 sebesar 4,12 dan panjang helai daun terendah terdapat pada P5 sebesar 4,08. Jumlah daun terbanyak pada perlakuan P1 sebesar 3,53 dan jumlah daun paling sedikit terdapat pada P5 sebesar 3,28. Dapat disimpulkan pemberian pupuk organik cair bonggol pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah sehingga menghasilkan pengaruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Talo, W. D. C.)* Solle, H. R. L.)** Daud, Y.)** Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan banyak manfaatnya bagi manusia, tingginya kebutuhan komsumsi mengakibatkan budidaya bawang merah yang tidak memperhatikan faktor lingkungan seperti penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan sehingga mengakibatkan tanah menjadi padat. Pemberian pupuk organik cair (POC) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah karena kandungan hara mikro maupun makro serta mampu memperbaiki kualitas tanah. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kotoran ayam terhadap pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari A0 (240ml air), A1 (100ml POC), A2 (200ml POC), A3 (300ml POC), A4 (400ml POC) dan A5 (500ml POC), Parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai F hitung tinggi tanaman (2.70) > F tabel 0.05 (2.62) dan F hitung jumlah daun (2.67) > F tabel 0.05 (2.62). Pemberian POC kotoran ayam memberikan pengaruh pada tinggi tanaman dan jumlah daun menunjukkan ketersedian unsur hara melalui pemberian POC kotoran ayam mampu menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman secara optimal, dan dapat di simpulkan pemberian POC kotoran ayam berpengaruh pada pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Pemberian POC kotoran ayam pada perlakuan A3 (300ml) lebih baik dibandingkan dengan A0 (240ml air), A1 (100ml POC) A2 (200ml POC), A4 (400ml POC), dan A5 (500ml POC). Kata kunci: bawang merah, pupuk organik cair, kotoran ayam.