Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Spektro
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN NITROGEN DAN FOSFOR DARI EKSTRAK KASAR DAUN SUFMUTI (Chromolaena odorata) DARI DESA BAUMATA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN NITROGEN DAN FOSFOR DARI EKSTRAK KASAR DAUN SUFMUTI (Chromolaena odorata) DARI DESA BAUMATA BARAT KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Nalle, S, E)* Rafael, A)** Hendrik, A, Ch )** Kandungan unsur hara yang terdapat dalam tumbuhan umumnya seperti Nitrogen, Fosfor, Kalium dan lain-lain. Seperti unsur hara lainnya nitrogen dan fosfor mempunyai aktifitas beragam diantaranya mempunyai efek pada proses pertumbuhan tanaman. Nitrogen dan fosfor merupakan unsur hara yang paling banyak ditemukan ditanaman, salah satunya adalah tumbuhan sufmuti. Tumbuhan sufmuti banyak ditemukan di Indonesia dan dimanfaatkan sebagai pupuk pada kacang hijau, pakan ternak, dan sebagai obat-obatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nitrogen dan fosfor dari ekstrak kasar daun sufmuti (Chromolaena odorata) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Baku pembanding yang digunakan dalam penelitian ini adalah larutan standar amonium molibdate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh dengan metode spektrofotometer UV-Vis didapat kandungan nitrogen 0,011 mg QE/g ekstrak atau 1,1% dan kandungan fosfor 12,66 m Qe/g ekstrak atau 12,66%. Dengan demikian, daun sufmuti dapat digunakan sebagai pupuk organik. Kata Kunci : Daun Sufmuti, Nitrogen dan Fosfor, Amonium Molibdate dan Spektrofotometri UV-Vis. Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang ambon merupakan buah yang banyak mengandung gizi dan mempunyai rasa dan Pisang ambon (Musa acuminata) merupakan buah yang kaya akan vitamin dan mineral, salah satunya vitamin C, namun mudah rusak sehingga perlu diolah agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Salah satu bentuk olahan yang potensial adalah dodol pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dalam dodol pisang ambon yang diproduksi dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berbeda yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali, dan data dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Uji organoleptik dilakukan terhadap atribut aroma, rasa, warna, dan tekstur menggunakan metode hedonik dengan melibatkan 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram pisang ambon) merupakan perlakuan terbaik dalam atribut aroma, rasa, dan warna, sedangkan tekstur terbaik terdapat pada perlakuan P2 (200 gram pisang ambon). Analisis kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu sebesar 155,33 mg/100g. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pisang ambon yang digunakan, semakin tinggi pula kandungan vitamin C dalam dodol. Kata Kunci: Dodol pisang ambon, vitamin C, organoleptik, spektrofotometri. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRAK ANALYSIS OF VITAMIN C CONTENT IN AMBON BANANA DODOL (Musa acuminata) FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Ambon banana (Musa acuminata) is a fruit rich in vitamins and minerals, particularly vitamin C, but it is highly perishable and requires processing to extend its shelf life. One potential processed product is dodol made from Ambon banana. This study aimed to analyze the vitamin C content in dodol made from Ambon banana in Retraen Village, South Amarasi District. The research used an experimental method with a quantitative descriptive approach. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of four treatments with three replications each. Data were analyzed using ANOVA and further tested with Duncan's Multiple Range Test. Organoleptic tests (aroma, taste, color, and texture) were conducted using the hedonic method involving 20 panelists. The results showed that treatment P3 (300 grams of Ambon banana) was the most preferred in aroma, taste, and color, while P2 (200 grams) had the best texture. Vitamin C analysis using UV-Vis spectrophotometry showed that P3 had the highest vitamin C content, reaching 155.33 mg/100g. These findings indicate that increasing the amount of Ambon banana increases the vitamin C content in dodol. Keywords :Ambon banana dodol, vitamin C, organoleptiktest, spectrophotometry Information: *) Researcher **) Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SENYAWA β-KAROTEN DALAM EKSTRAK SINGKONG LOKAL (Manihot esculenta) MELALUI KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Umbi singkong kaya akan karbohidrat sehingga sering digunakan sebagai bahan pangan pengganti beras. Salah satu nutrisi yang terkandung dalam singkong adalah β- karoten yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A yang disebut sebagai provitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa β- karoten dalam ekstrak singkong lokal (Manihot esculenta) dengan variasi waktu menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Teknik pengolahan data yang dilakukan yaitu mentah dan mengukus. Sampel diekstraksi dengan menggunakan pelarut aseton. Prinsip metode KLT yaitu memisahkan sampel berdasarkan perbedaan kepolaran antara sampel dengan pelarut yang digunakan. Larutan atau campuran larutan yang digunakan dinamakan eluen. Semakin dekat kepolaran antara sampel dengan eluen, maka sampel akan semakin terbawa oleh fase gerak tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, Uji kualitatif β-karoten pada masing-masing sampel singkong (Manihot esculenta) dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) didapatkan kandungan β-karoten yaitu : singkong mentah = 0,583; singkong kukus 20’ = 0,7; singkong kukus 30’ = 0,783; dan singkong kukus 40’ = 0,8. Uji kuantitatif β-karoten pada masing-masing sampel singkong (Manihot esculenta) dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis didapatkan hasil: singkong mentah = 3,718; singkong kukus 20’= 3,894; singkong kukus 30’ = 3,982; singkong kukus 40’ = 4,535. Dengan demikian singkong yang diberi perlakuan dengan cara dikukus menunjukan bahwa kadar β-karoten pada singkong mentah lebih rendah dibandingkan dengan kadar β-karoten pada singkong yang diberi perlakuan dengan cara dikukus dengan variasi waktu 20, 30, dan 40 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar β-Karoten pada singkong mengalami peningkatan saat pengukusan lebih lama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN FLAVONOID MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL PADA TUMBUHAN PAKU DAUN KEPALA TUPAI (Drynaria quercifolia L.) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Senyawa aktif yang terdapat dalam tumbuhan umumnya dalam bentuk metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, kumarin, dan lain-lain. Seperti metabolit sekunder lainnya, flavonoid mempunyai aktifitas beragam, diantaranya mempunyai efek sebagai anti virus, anti kanker, anti imflamasi, anti oksidan, anti hepatoksik, anti diabetes dan juga sebagai pencelup tekstil. Flavanoid adalah senyawa metabolit sekunder yang paling banyak ditemukan di dalam jaringan tanaman, salah satunya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku banyak ditemukan di Indonesia dan dimanfaatkan sebagai pupuk pada tanaman padi, media tanaman anggrek, bahan patung dan sebagai obat-obatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavanoid menggunakan pelarut etanol 96% pada tumbuhan paku daun kepala tupai (D. quercifolia L.) secara kromatografi lapis tipis (KLT) dan spektrofotometer UV-Vis. Larutan standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah Larutan Standar Rutin Kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kualitatif menggunakan KLT menunjukan 4 noda yang diperoleh dapat diidentifikasikan bahwa noda pertama mengandung senyawa flavonoid dengan nilai Rf sebesar 0,21, noda kedua juga mengandung senyawa flavonoid dengan nilai Rf sebesar 0,30, noda ketiga mengandung senyawa tanin dengan nilai Rf sebesar 0,41 dan noda keempat mengandung senyawa tanin dengan nilai Rf sebesar 0,50. Analisis kuantitatif dengan spektrofotometri UV-Vis diperoleh kandungan flavonoid sebesar 2,30 mg QE/g ekstrak atau 0,23 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol 96% Daun Kepala Tupai (Drynaria quercifolia L) mengandung flavonoid dengan kadar sebesar 0,23 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN POLIFENOL PADA BUAH MARKISA HUTAN (Passiflora foetida Lingularis) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV VISIBEL

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “Analisis Kandungan Polifenol Pada Buah Markisa Hutan (Passiflora foetida Lingularis) Dengan Spektrofotometri UV Visibel”, Nahak ,Y) * Rafael, A)** Ngginak, J)** Markisa hutan (P. foetidaLingularis) merupakan tumbuhan yang tumbuh liar dan merambat, markisa hutan memiliki fungsi sebagai obat untuk mengobati anemia, kanker, tekanan darah, guzi dan gigi, gangguan ginjal, diabetes, dan stres. salah satu senyawa yang terkandung dalam tumbuhan adalah polifenol, polifenol memiliki tanda khas yaitu banyak gugus fenol dalam molekulnya, manfaat dari polifenol adalah menurunkan kadar gula darah, dan melindungi terhadap penyakit kanker dan membantu melawan pembentukan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan polifenol pada buah markis hutan (P. foetida Lingularis) dengan metode Spektrofotometri UVVisible, sampel dimeserasi dengan etanol 96% dan dipekatkan dengan menggunakan Rotary evaporator pada suhu 40◦C ekstrak yang didapatkan ditentukan kadar senyawa fenolat dengan menggunakan metode folin ciocalteu. Persamaan linearitas asam galat yang digunakan dalam penentuan kadar senyawa fenolat didalam sampel adalah y: 0,006x+ 0,081.dengan koefesien korelasi r^2: 0, 997 yang diukur pada serapan maksimum 761,5 nm, kadar senyawa fenolat rata-rata yang didapatkan pada sampel adalah 130.3 mg/ml. Kata Kunci: Markisa hutan , Polifenol, Spektrofotometri UV Visibel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ISOLASI EKSTRAK KASAR ENZIM AMILASE PADA KACANG ARBILA HUTAN (Phaseolus lunatus L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L.) merupakan kacang arbila yang hidup di hutan, kacang ini memiliki morfologi, anatomi, dan fisiologi yang sama dengan kacang arbila yang dibudidayakan namun memiliki perbedaan dengan kandungan HCN (racun). Amilase adalah enzim pendegradasi pati yang digunakan di industri makanan, minuman, tekstil, detergen, kertas, farmasi. Sumber enzim dapat diperoleh dari biji-bijian. Biji mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Enzim amilase banyak terdapat pada kacang-kacangan dalam bentuk biji. Biji akan menghasilkan amilase dalam jumlah yang banyak pada masa perkecambahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biji kacang arbila hutan mengandung enzim amilase dan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kasar enzim amilase yang terkandung dalam biji kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan parameter yang diuji adalah isolasi enzim amilase, penentuan kadar protein, dan uji kadar glukosa dan diuji menggunakan spektrofotometer. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kacang arbila hutan berpengaruh positif terhadap enzim amilase dan warna yang didapatkan dari ekstrak kasar enzim amilase adalah cokelat keruh. Ekstrak kasar enzim amilase dari biji kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L.) sebanyak 10 ml/100g. Didapatkan hasil kadar protein ekstrak kasar enzim amilase 69,44 mg/mL, aktivitas ekstrak kasar enzim amilase 7,75 U/mL, dan akivitas spesifik sebesar 0,111 U/mg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS PIGMEN KULIT BATANG NANGKA (Artocarpus Heterophyllus) SEBAGAI PEWARNA ALAMI BENANG TENUN IKAT NTT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nusa Tenggara Timur memiliki keanekaragaman tumbuhan yang cukup melimpah yang didalamnya terdapat jenis-jenis tumbuhan dengan ragam manfaatnya. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil adalah tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus). Kelompok tenun ikat kaine’e kelurahan Teunbaun Amarasi Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan ekstrak kulit batang nangka untuk menghasilkan warna coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pigmen kulit batang nangka dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dan Collorblind assistant. Hasil penelitian menunjukan uji fitokimia positif tanin ditandai dengan adanya perubahan warna coklat menjadi biru kehitaman pada penambahan pereaksi FeCl3. Selanjutnya uji kuantitatif senyawa tanin menggunakan standar asam tanat secara spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelobang maksimum 789,7 nm didapat nilai regresi y=0,0138x-0,0332 sehingga diperoleh kadar tanin dalam sampel sebesar 40,038 mg/L. Uji stabilitas hasil pewarnaan benang stabilitas sangat baik diperoleh dari ph 3 dengan nilai Red (5,4%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%); suhu 40 0C nilai Red (6,3%), Green (5,1%), dan Blue (8%); dan penyinaran matahari 6 jam nilai Red (4,7%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%). Hasil stablitas baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 4 dengan nilai Red (8,3%), Green (8,4%) dan Blue (14,6%); suhu 60 0C diperoleh nilai stabilitas Red (9%), Green (10,2%) dan Blue (12,1%); dan penyinaran matahari 12 jam diperoleh nilai stabilitas Red (7,2%), Green (8,4%) dan Blue (9,7%). Hasil stablitas cukup baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 5 dengan nilai Red (10,1%), Green (11%) dan Blue (17 %); pada suhu 80 0C diperoleh nilai Red (11,7%), Green (14,6%) dan Blue (15,3).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN PIGMEN PADA ALGA COKLAT PADINA SP DI PERAIRAN PANTAI BOLOK NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN SAPONIN PADA EKSTRAK SERAT MATANG BUAH LONTAR (Borassus flabellifer Linn)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lontar (Borassus flabellifer Linn) merupakan salah satu tanaman jenis palmae yang dapat tumbuh baik di lingkungan tropis. Bagian pohon lontar yang dapat dimanfaatkan adalah daun, batang, buah dan nira. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa kandungan saponin pada ekstrak metanol serat matang buah lontar (Borassus flabellifer Linn). Penelitian ini menggunakan metode (KLT) dan spektrofotometri UV-Vis. Analisis data secara kualitatif ditandai dengan pembentukan busa setelah penambahan HCl 2N dan terbentuknya cincin warna cokelat setelah ditambahkan pereaksi Lieberman-Burchard. Cincin warna cokelat yang terbentuk menunjukan adanya reaksi saponin triterpen. Analisis senyawa menggunakan Kromatografi Lapis Tipis diperoleh lima spot warna atau bercak noda. Masing-masing noda memiliki nilai Rf 0.72 (spot 1), 0.73 (spot 2), 0.75 (spot 3), 0.76 (spot 4) dan 0.78 (spot 5). Mengacu pada nilai Rf dan warna kuning yang terdapat pada plat KLT menunjukan bahwa pada sampel terkandung saponin (triterpenoid). Saponin merupakan senyawa glikosida yang tersebar luas pada tumbuhan tingkat tinggi serta beberapa hewan laut dan saponin memiliki senyawa aktif kuat yang menimbulkan busa bila dihomogenkan dengan air. Hasil analisis kualitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis diperoleh nilai absorbansi saponin 0,325 pada panjang gelombang 280 nm yang juga menunjukan bahwa pada sampel terkandung saponin. Dengan demikian maka dapat dijelaskan bahwa pada ekstrak serat matang buah lontar terkandung saponin.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK RIMPANG ALANG-ALANG (Imperata cylindrica L.)YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIBAKTERI

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alang - alang merupakan tumbuhan pesaing bagi tanaman lain yang memiliki khasiat farmakologi sebagai antidiuretik, antiinflamasi, neuroprotektif, antifungi dan antibakteri. Di Nusa Tenggara Timur alang-alang hanya dijadikan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif ekstrak rimpang alang-alang sebagai bahan alternatif alami untuk mengurangi tingkat resistensi bakteri. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dan kuantitatif Data berupa senyawa bioaktif alang-alang diuji secara kualitatif menggunakan metode KLT dan secara kuantitatif yaitu uji kemampuan antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli. Data dianalisis menggunakan analisis nilai Rf untuk menganalisis kandungan besar kandungan senyawa bioaktif sampel dan zona hambat untuk menganalisis pengaruh kekuatan senyawa biokatif terhadap bakteri. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan senyawa bioaktif yang terdapat dalam ekstrak rimpang alang-alang yang berpotensi sebagai antibakteri berupa senyawa Flavonoid dengan nilai Rf 0,47, senyawa Steroid dengan nilai Rf 0,62 dan Saponin dengan nilai Rf 0.82. Konsentrasi ekstrak terendah yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli adalah konsentrasi 7% dan konsentrasi tertinggi 10%. Konsentrasi ekstrak terendah yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus adalah konsentrasi 7% dan konsentrasi tertinggi 10%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail