ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pisang raja (Musa paradisiaca) merupakan salah satu tanaman holtikultura yang penting didunia karena potensi produksinya yang cukup besar. Pisang raja men gandung kadar gula yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar fermentasi minuman beralkohol seperti wine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan flavonoid dan kadar alkohol yang terdapat pada fermentasi wine pisang raja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan 1 perlakuan dan 3 ulangan. Sampel buah pisang raja (Musa paradisiaca) diperoleh dari pasar tradisional Inpres.Buah pisang dicuci, dipotong-potong dan ditimbang, diblender, direbus, didinginkan, disaring, kemudian tambahkan gula 300g dan yeast 11g, dibotolkan dan difermentasi selama 21 hari. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat flavonoid dan kadar alkohol pada wine pisang raja. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dalam bentuk grafik, tabel dan gambar. Berdasarkan data hasil penelitian, ditemukan bahwa kadar alkohol yang terdapat pada wine pisang raja adalah 5%. Wine pisang raja memiliki warna, aroma, dan rasa yang berkualitas. Sedangkan hasil uji kandungan flavonoid pada ekstrak wine pisang yang ditambahkan etanol dan HCL warnanya menjadi merah sehingga menunjukan adanya kandungan flavonoid.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Senyawa aktif yang terdapat dalam tumbuhan umumnya dalam bentuk metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, kumarin, dan lain-lain. Seperti metabolit sekunder lainnya, flavonoid mempunyai aktifitas beragam, diantaranya mempunyai efek sebagai anti virus, anti kanker, anti imflamasi, anti oksidan, anti hepatoksik, anti diabetes dan juga sebagai pencelup tekstil. Flavanoid adalah senyawa metabolit sekunder yang paling banyak ditemukan di dalam jaringan tanaman, salah satunya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku banyak ditemukan di Indonesia dan dimanfaatkan sebagai pupuk pada tanaman padi, media tanaman anggrek, bahan patung dan sebagai obat-obatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavanoid menggunakan pelarut etanol 96% pada tumbuhan paku daun kepala tupai (D. quercifolia L.) secara kromatografi lapis tipis (KLT) dan spektrofotometer UV-Vis. Larutan standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah Larutan Standar Rutin Kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kualitatif menggunakan KLT menunjukan 4 noda yang diperoleh dapat diidentifikasikan bahwa noda pertama mengandung senyawa flavonoid dengan nilai Rf sebesar 0,21, noda kedua juga mengandung senyawa flavonoid dengan nilai Rf sebesar 0,30, noda ketiga mengandung senyawa tanin dengan nilai Rf sebesar 0,41 dan noda keempat mengandung senyawa tanin dengan nilai Rf sebesar 0,50. Analisis kuantitatif dengan spektrofotometri UV-Vis diperoleh kandungan flavonoid sebesar 2,30 mg QE/g ekstrak atau 0,23 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol 96% Daun Kepala Tupai (Drynaria quercifolia L) mengandung flavonoid dengan kadar sebesar 0,23 %.