ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia kaya akan sumber pangan tinggi karbohidrat. Salah satu komoditi pangan sumber karbohidrat yang melimpah di Indonesia adalah singkong. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahuikualitas kimia dilihat dari parameter (kadar air, kadar abu, kadar pati) dengan berbagai variasi mesh, untuk mengetahui uji organoleptik dilihat dari parameter (warna, aroma, tekstur) dengan berbagai variasi mesh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini untuk analisis kimia adalah kadar air, kadar abu dan kadar pati. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 10,59%, kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 2,30%, sedangkan kadar pati tertinggi terdapat pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 44,93%. Uji organoleptik meliputi warna, aroma dan tekstur dengan uji hedonik. Nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter warna terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 4,00 (kriteria sangat putih), nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter aroma terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 3,30 (kriteria cukup suka), dan nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter tekstur terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 4,00 (kriteria sangat halus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Umbi singkong kaya akan karbohidrat sehingga sering digunakan sebagai bahan pangan pengganti beras. Salah satu nutrisi yang terkandung dalam singkong adalah β- karoten yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A yang disebut sebagai provitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa β- karoten dalam ekstrak singkong lokal (Manihot esculenta) dengan variasi waktu menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Teknik pengolahan data yang dilakukan yaitu mentah dan mengukus. Sampel diekstraksi dengan menggunakan pelarut aseton. Prinsip metode KLT yaitu memisahkan sampel berdasarkan perbedaan kepolaran antara sampel dengan pelarut yang digunakan. Larutan atau campuran larutan yang digunakan dinamakan eluen. Semakin dekat kepolaran antara sampel dengan eluen, maka sampel akan semakin terbawa oleh fase gerak tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, Uji kualitatif β-karoten pada masing-masing sampel singkong (Manihot esculenta) dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) didapatkan kandungan β-karoten yaitu : singkong mentah = 0,583; singkong kukus 20’ = 0,7; singkong kukus 30’ = 0,783; dan singkong kukus 40’ = 0,8. Uji kuantitatif β-karoten pada masing-masing sampel singkong (Manihot esculenta) dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis didapatkan hasil: singkong mentah = 3,718; singkong kukus 20’= 3,894; singkong kukus 30’ = 3,982; singkong kukus 40’ = 4,535. Dengan demikian singkong yang diberi perlakuan dengan cara dikukus menunjukan bahwa kadar β-karoten pada singkong mentah lebih rendah dibandingkan dengan kadar β-karoten pada singkong yang diberi perlakuan dengan cara dikukus dengan variasi waktu 20, 30, dan 40 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar β-Karoten pada singkong mengalami peningkatan saat pengukusan lebih lama.