ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L.) merupakan kacang arbila yang hidup di hutan, kacang ini memiliki morfologi, anatomi, dan fisiologi yang sama dengan kacang arbila yang dibudidayakan namun memiliki perbedaan dengan kandungan HCN (racun). Amilase adalah enzim pendegradasi pati yang digunakan di industri makanan, minuman, tekstil, detergen, kertas, farmasi. Sumber enzim dapat diperoleh dari biji-bijian. Biji mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Enzim amilase banyak terdapat pada kacang-kacangan dalam bentuk biji. Biji akan menghasilkan amilase dalam jumlah yang banyak pada masa perkecambahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biji kacang arbila hutan mengandung enzim amilase dan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kasar enzim amilase yang terkandung dalam biji kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan parameter yang diuji adalah isolasi enzim amilase, penentuan kadar protein, dan uji kadar glukosa dan diuji menggunakan spektrofotometer. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kacang arbila hutan berpengaruh positif terhadap enzim amilase dan warna yang didapatkan dari ekstrak kasar enzim amilase adalah cokelat keruh. Ekstrak kasar enzim amilase dari biji kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L.) sebanyak 10 ml/100g. Didapatkan hasil kadar protein ekstrak kasar enzim amilase 69,44 mg/mL, aktivitas ekstrak kasar enzim amilase 7,75 U/mL, dan akivitas spesifik sebesar 0,111 U/mg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nusa Tenggara Timur memiliki keanekaragaman tumbuhan yang cukup melimpah yang didalamnya terdapat jenis-jenis tumbuhan dengan ragam manfaatnya. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil adalah tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus). Kelompok tenun ikat kaine’e kelurahan Teunbaun Amarasi Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan ekstrak kulit batang nangka untuk menghasilkan warna coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pigmen kulit batang nangka dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dan Collorblind assistant. Hasil penelitian menunjukan uji fitokimia positif tanin ditandai dengan adanya perubahan warna coklat menjadi biru kehitaman pada penambahan pereaksi FeCl3. Selanjutnya uji kuantitatif senyawa tanin menggunakan standar asam tanat secara spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelobang maksimum 789,7 nm didapat nilai regresi y=0,0138x-0,0332 sehingga diperoleh kadar tanin dalam sampel sebesar 40,038 mg/L. Uji stabilitas hasil pewarnaan benang stabilitas sangat baik diperoleh dari ph 3 dengan nilai Red (5,4%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%); suhu 40 0C nilai Red (6,3%), Green (5,1%), dan Blue (8%); dan penyinaran matahari 6 jam nilai Red (4,7%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%). Hasil stablitas baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 4 dengan nilai Red (8,3%), Green (8,4%) dan Blue (14,6%); suhu 60 0C diperoleh nilai stabilitas Red (9%), Green (10,2%) dan Blue (12,1%); dan penyinaran matahari 12 jam diperoleh nilai stabilitas Red (7,2%), Green (8,4%) dan Blue (9,7%). Hasil stablitas cukup baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 5 dengan nilai Red (10,1%), Green (11%) dan Blue (17 %); pada suhu 80 0C diperoleh nilai Red (11,7%), Green (14,6%) dan Blue (15,3).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.