ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
DIONISIUS AGUNG SAMSOP (18380002). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Sargassum polycystum di Perairan Pantai Bolok Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Alfred G.O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Ir. Yohanes Merryanto, S. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Makroalga (seaweed) memiliki peranan penting baik dari segi biologis, ekologis maupun ekonomis yang dapat mempertahankan keanekaragaman sumberdaya hayati laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan pigmen yang diekstrak dari alga coklat Sargassum polycystum. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey, kromatografi lapis tipis (KLT) dan spektrofotometer. Hasil analisis KLT diperoleh 8 (delapan) spot pigmen yaitu pigmen kuning diperoleh 3 (tiga) spot pigmen kemudian diikuti pigmen kelabu, hijau tua, oranye, hijau muda dan hijau kecoklatan terdapat 1 (satu) spot dari masing-masing pigmen. Jenis pigmen yang paling umum ditemukan pada uji KLT ini yaitu jenis karotenoid dan klorofil yang terdiri dari β-karoten, feofitin a, xantofil, klorofil a dan klorofil b. Hasil perhitungan nilai Rf pada setiap spot pigmen alga coklat Sargassum polycystum menunjukan bahwa nilai yang paling tinggi yaitu 1,0 (spot 1) pigmen kuning tipe β-karoten dan nilai Rf yang paling rendah yaitu 0,21 (spot 8) pigmen hijau kecoklatan. Jumlah total rata-rata nilai puncak gelombang pada setiap pigmen berkisar antara 366-418 nm. Hasil serapan puncak gelombang pigmen kuning yang terdiri dari spot 1, spot 4, dan spot 7. Nilai serapan maximum puncak gelombang pada spot 1 berada pada panjang gelombang 368 nm dengan nilai absorbansi 3,0501 abs, pada spot keempat dan ketujuh masing-masing memiliki nilai serapan puncak gelombang 418 nm dengan nilai absorbansi pada spot 4 yaitu 1,2747 abs dan pada spot 7 yaitu 1,2918 abs, Hasil serapan puncak gelombang pigmen kelabu (spot 2) tipe feofitin a yaitu 415 nm dengan nilai absorbansi 1,2945 abs, pada spot 6 pigmen oranye diperoleh serapan pucak gelombang yaitu 366 nm dengan nilai absorbansi 1,7022 abs, pada spot 3 pigmen hijau tua tipe klorofil a diperoleh serapan puncak gelombang 368 nm dengan nilai absorbansi 1,5595 abs. Nilai serapan puncak gelombang pigmen hijau muda (spot 5) yaitu 416 nm dengan nilai absorbansi 1,2051 sedangkan nilai serapan puncak gelombang pigmen hijau kecoklatan (spot 8) yaitu 414 nm dengan nilai absorbansi 1,545 abs.
Kata kunci : pigmen, Rf, puncak, Sargassum polycystum, Bolok
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
CRISTIANI SOI MEO (18380034). Analisis Kandungan Alga Merah Glacilaria salicornia Di Perairan Pantai Bolok Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. ALFRED G.O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Ir. YOHANES MERRYANTO S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Gracilaria salicornia adalah makroalga dari kelas Rhodophyta yang memiliki kandungan fikoeritrin, pigmen selain dibutuhkan oleh makroalga untuk fotosintesis, merupakan salah satu jenis rumput laut merah berukuran makro.Glacilaria salicornia saat ini, pigmen yang berasal dari organisme laut khususnya makroalga telah menjadi perhatian sejumlah peneliti, pigmen yang dihasilkan oleh alga merah Glacilaria salicornia memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi manusia, oleh karena pentingnya peranan pigmen, sehingga menjadi pendorong untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis komposisi Kandungan Pigmen Alga Merah Glacilaria salicornia di Perairan Pantai Bolok Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi komposisi pigmen yang diekstrak dari alga merah Glacilaria salicornia. yang tumbuh secara non budidaya karena masih minimnya penelitian tentang alga merah di Perairan Kupang Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur.
Penelitian dilakukan pada Juli 2022 di Perairan Pantai Bolok, Kabupaten Kupang, dilanjutkan ekstraksi rumput di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana dan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada Juli 2022, bertempat di Pantai Bolok Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi pantai surut, sampel yang diambil di cuci bersih menggunakan air laut lalu di masukan kedalam cool box dan dilanjutkan maserasi di Laboratorium Biologi FKIP dilanjutkan analisis spketrofotometer dan analisis Rf di laboratorium UPTD Kesehatan Provinsi. Pengukuran parameter lingkungan berupa suhu, salinitas,pH dan arus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat Glacilaria salicornia terdapat 4 jenis pigmen terdiri dari pigmen kuning jenis β-karoten, pigmen oranye jenis xantofil, pigmen hijau kecoklatan jenis klorofil b, pigmen hijau tua tipe klorofil a dan pigmen hijau muda jenis klorofil a. Nilai Rf (Retardation factor) pada setiap spot pigmen alga merah Glacilaria salicornia menunjukan bahwa nilai Rf yang paling tinggi yaitu 0,81 (spot 1) pigmen kuning jenis β-karoten dan nilai Rf yang paling rendah yaitu 0,24 (spot 7) pigmen hijau muda jenis klorofil a . Hasil analisis spektrofotometer Puncak pertama terdapat pada panjang gelombang 468 nm dengan nilai absorbansi 2,5107, puncak kedua terdapat pada panjang gelombang 482 nm dengan nilai absorbansi 2,4963 dan pada puncak ketiga dengan nilai panjang gelombang 498 nm dengan nilai absorbansi 1,102.
Kata kunci: Pigmen, Glacilaria salicornia, Rf (Retardation factor), Pantai Bolok
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nusa Tenggara Timur memiliki keanekaragaman tumbuhan yang cukup melimpah yang didalamnya terdapat jenis-jenis tumbuhan dengan ragam manfaatnya. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil adalah tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus). Kelompok tenun ikat kaine’e kelurahan Teunbaun Amarasi Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan ekstrak kulit batang nangka untuk menghasilkan warna coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pigmen kulit batang nangka dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dan Collorblind assistant. Hasil penelitian menunjukan uji fitokimia positif tanin ditandai dengan adanya perubahan warna coklat menjadi biru kehitaman pada penambahan pereaksi FeCl3. Selanjutnya uji kuantitatif senyawa tanin menggunakan standar asam tanat secara spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelobang maksimum 789,7 nm didapat nilai regresi y=0,0138x-0,0332 sehingga diperoleh kadar tanin dalam sampel sebesar 40,038 mg/L. Uji stabilitas hasil pewarnaan benang stabilitas sangat baik diperoleh dari ph 3 dengan nilai Red (5,4%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%); suhu 40 0C nilai Red (6,3%), Green (5,1%), dan Blue (8%); dan penyinaran matahari 6 jam nilai Red (4,7%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%). Hasil stablitas baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 4 dengan nilai Red (8,3%), Green (8,4%) dan Blue (14,6%); suhu 60 0C diperoleh nilai stabilitas Red (9%), Green (10,2%) dan Blue (12,1%); dan penyinaran matahari 12 jam diperoleh nilai stabilitas Red (7,2%), Green (8,4%) dan Blue (9,7%). Hasil stablitas cukup baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 5 dengan nilai Red (10,1%), Green (11%) dan Blue (17 %); pada suhu 80 0C diperoleh nilai Red (11,7%), Green (14,6%) dan Blue (15,3).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alga termasuk salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Alga dari kelas alga merah (Rhodophyceae) menempati urutan terbanyak dari jumlah jenis yang tumbuh di perairan laut Indonesia yaitu sekitar 452 jenis, setelah itu alga hijau (Chlorophyceae) sekitar 196 jenis dan alga coklat (Phaeophyceae) sekitar 134 jenis. Alga biasanya hidup di dasar yang dapat tertembus cahaya matahari seperti layaknya tanaman di darat pada umumnya, alga juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis alga. Alga termasuk dalam golongan tanaman tingkat rendah yang memiliki klorofil atau zat hijau daun dan memiliki manfaat untuk manusia seperti anti oksidan, anti kanker, anti obesitas, anti diabetes, anti inflamasi dan anti bakteri. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi pada bulan April 2021 dengan pengambilan sampel dari perairan Bolok. Dengan judul analisis kandungan pigmen yang diekstrak dari alga hijau Caulerpa racemosa, dengan Metode Survei, Metode Kromatografi Lapis Tipis, dan Metode Spektrofotometri serta pengambilan sampel Caulerpa racemosa dengan sampling secara acak. Hasil penelitian dengan proses ekstrak pigmen total berada pada panjang gelombang 200-800 nm,memiliki tiga nilai puncak serapan panjang gelombang 353, 361, dan 378 nm dan nilai absorban 4,61, 4,28, 4,64. Untuk analisis Kromatografi Lapis Tipis mendapatkan tujuh spot pigmen dengan pigmen klorofil b, klorofil a, klorofil b sedangkan pigmen berikutnya pigmen tipe feofitin a, tipe diatoxanthin, xantofil dan karoten. Dalam analisis spektrofotometer tujuh spot pigmen diisolasi lalu di spektro pada panjang gelombang 200-350 nm untuk menghasilkan spektrogram dengan nilai puncak dan nilai absorbannya berbeda.