Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: kelamin
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PENETAPAN HAKIM TERHADAP PERMOHONAN PERGANTIAN JENIS KELAMIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi ini adalah “Deskripsi Tentang Penetapan Hakim Terhadap Permohonan Pergantian Jenis Kelamin”. Rumusan masalah yaitu Apakah yang menjadi alasan permohonan pergantian Jenis kelamin Oleh Pemohon, Bagaimana dasar pertimbangan hakim mengabulkan permohonan pergantian Janis Kelamin dan Apakah akibat hukum dari terjadinya pergantian Jenis kelamin terhadap pemohon.Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui alasan permohonan pergantian Jenis Kelamin oleh pemohon, untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim mengabulkan permohonan pergantian jenis Kelamin,dan Untuk mengetahui akibat hukum dari terjadinya pergantian Jenis kelamin terhadap Pemohon. Sifat penelitian yaitu bersifat deskriptif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Hukum Normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Alasan pemohon mengajukan pergantian jenis kelamin ,dasar pertimbangan hakim mengabulkan permohonan pergantian jenis Kelamin dan akibat hukum dari terjadinya pergantian jenis kelamin terhadap pemohon.Variabel terikat dalam penelitian ini adalah penetapan hakim terhadap pergantian jenis kelamin Hasil Penelitian menunjukan bahwa Adapun yang menjadi alasan permohonan pergantian Jenis kelamin oleh Pemohon adalah : 1) Pemohon merasa minder ditengah kehidupan masyarakat 2) Adanya kelainan hormon dalam diri pemohon 3) Ciri fisik pemohon lebih mirip laki-laki daripada perempuan atau sebaliknya 4 ) Pemohon sudah menjalani operasi pergantian jenis kelamin. Dasar pertimbangan hakim mengabulkan permohonan pergantian jenis kelamin adalah : 1)Hakim memandang ciri fisik pemohon lebih mirip laki laki dan sebaliknya. 2)Terdapat fakta bahwa kromosom pemohon lebih banyak kromosom laki-laki dan sebaliknya. 3) Fakta bahwa pemohon telah melakukan operasi pergantian Kelamin Akibat hukum dari terjadinya pergantian jenis kelamin terhadap pemohon adalah: 1) Jenis kelamin pemohon berubah 2) Jenis kelamin dan nama pemohon dalam buku atau kartu identitas berubah. Saran, 1) Pemerintah diharapkan merancang dan membuat peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perubahan jenis kelamin serta memperjelas dan mempertegas dari sisi hukum positif lainnya mengenai perubahan jenis kelamin ini dikarenakan juga peraturan ini belum diatur dalam peraturan perundang undangan sehingga menimbulkan kekosongan norma yang mengakibatkan seorang transgender yang sudah merubah jenis kelamin tidak memilki kejelasan seacara identitas maupun legalitas kepastian hukum.2) Peran masyarakat diharapkan mengetahui bahwa kondisi dari seorang transgender tidak ingin juga memiliki ketidakpastian dalam jenis kelaminnya, hal ini tidak dikehendaki pula oleh dalam diri seorang transgender dikarenakan kondisi tersebut dibawanya sejak lahir. Sebaliknya seorang transgender didampingi dalam permasalahan yang sedang dihadapinya tersebut. Kata kunci : Penetapan Hakim, Permohonan Pergantian Jenis Kelamin

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK TAMPILAN ASPEK REPRODUKSI IKAN TEMBANG (Sardinellafimbriata) YANG DIDARATKAN DI PESISIR PANTAI SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Karakteristik Tampilan Aspek Reproduksi Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) yang Didaratkan di Pesisir Pantai Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Kale L.R )* Kase O.G.A)** Sabuna CH.A )** Penyajian data tentang aspek biologi reproduksi merupakan indikator dalam mengontrol stok ikan dalam perairan. Aspek biologi reproduksi ikan tembang meliputi hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan nisbah kelamin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik tampilan aspek reproduksi ikan tembang (Sardinella fimbriata) yang didaratkan di Pesisir Pantai Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan hubungan panjang berat ikan tembang (Sardinella fimbriata) pada bulan Agustus untuk jantan yaitu W = 0,0081L2,0028 dan ikan betina yaitu W = 0,0688L2,1364, memiliki pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Pada bulan September persamaaan hubungan panjang berat ikan tembang yang terbentuk antara lain ikan jantan yaitu W = 0,0143L2,27702 dan betina yaitu W = 0,0008L1,9971 dengan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif, sedangkan bulan Oktober persamaaan hubungan panjang berat ikan tembang yang terbentuk antara lain ikan jantan yaitu W = 0,0436L2,2588 (pola pertumbuhan allometrik negatif) dan betina yaitu W = 0,004L3,2801 (pola pertumbuhan isometrik). Tingkat kematangan Gonad (TKG) ikan tembang yang didapat terdiri dari TKG I-IV. Nilai indeks kematangan Gonad (IKG) ikan tembang tertinggi pada bulan Agustus sebesar 5,67% (TKG III) dan 4,86% (TKG IV), sedangkan untuk bulan September sebesar 13,69% (TKG III) dan 11,30% (TKG IV). Nilai nisbah kelamin ikan jantan dan betina dari bulan Agustus-Oktober tidak sama dengan 1 : 1 atau p > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan panjang berat ikan tembang jantan dan betina yang ditemukan memiliki pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif dan isometrik, dengan TKG yang di dapat yaitu TKG I-IV, dan nilai IKG tertinggi sebesar 13,69% (TKG III) pada bulan September, dan nilai nisbah kelamin yang tidak seimbang atau p>0,05. Kata kunci : hubungan panjang berat, TKG, IKG, Nisbah kelamin. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aspek Reproduksi yellowfin tuna di perairan Atapupu Kecematan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FREDERICO GUSMAU (16381546) Aspek Reproduksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di Perairan Atapupu dan Sekitarnya (di bawah bimbingan: Alfred G.O.Kase, M.Si, Ph.D dan Ir Yohanes Merryanto, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan tuna merupakan komoditi ekspor andalan bernilai ekonomis sangat tinggi dari sektor perikanan bersama tongkol dan cakalang sesudah udang. Jenis tuna yang tertangkap di perairan Indonesia, antara lain sirip kuning (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunus obesus), albakora (Thunnus alalunga) dan tuna sirip biru (Thunnus maccoyi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi aspek reproduksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Atapupu dan sekitarnya Kabupaten Belu. Data ikan tuna sirip kuning sebanyak 77 individu, sampel ikan tuna di kumpul setiap hari selama (Juni – Juli). Metode yang di gunakan penelitian adalah berupa pengamata langsung di lapagan. Metode pengambilan sampel adalah Random sampling. Aspek Reprodusi yang di analisis yaitu hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, faktor kondisi, dan nisbah kelamin ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang di kumpul sebanyak 77 individu terdiri dari jantan 30 dan betina 47 dengan panjang tertinggi 160 cm dan terendah 84 cm. Sebaran panjang dibagi dalam 10 kelompok ukuran banyak di tangkap 138-147 cm jumlah 9 individu pada ikan betina dan untuk jantan 156-165 cm sejumlah 6 inividu. sebaran kelas ukuran berat ikan tuna jantan dan betina didominasi oleh kelas interval 29–38 Kg sebanyak 17-13 individu (betina dan jantan). Hubungan panjang berat ikan tuna memiliki tipe pertumbahan alomtrik negatif (b<3). Tingkat kematangan gonad yang paling dominan selama penelitian adalah TKG I baik janntan maupun betina. Indeks kematangan gonad ikan tuna memiliki perbedaan dimana nilai IKG pada ikan jantan sejumlah 0,8 dan ikan betina sebanyak 0,9 di bulan Juni. Setelah di bulan Juli IKG ikan betina dan jantan sama-sama mngalami peningkatan dengan nilai IKG yang sama yaitu (1,2),(1,2). Faktor kondisi ikan tuna jantan tergolong sangat tinggi nilai 1,359 dan terendah 0,224 pada ikan betina memiliki bentuk tubuh kurang pipih. Nilai nisbah kelamin 0,6 dan jumlah jantan 30 individu 47 individu yaitu ikan jantan lebih sedikit dari betina

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASPEK REPRODUKSI YELLOWFIN TUNA (thunus albacares) YANG TERTANGKAP di PERAIRAN ALOR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SAHIR S. LAUTU (16384092). Aspek Biologi Reproduksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) yang Tertangkap di Perairan Alor. WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Berbagai hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya permasalahan terkait perikanan tuna termasuk ikan tuna sirip kuning perairan Indonesia. Kondisi ini tentunya akan memberi dampak pada akan terjadinya krisis populasi ikan tuna di wilayah ini, jika dilihat dari aspek reproduksi kemungkinan besar ikan-ikan tersebut belum memasuki fase kematangan gonad. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan tuna sirip kuning yang meliputi tingkat hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG) dan nisbah kelamin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana metode ini tergolong dalam metode servei yang bersifat deskriptif. metode survei merupakan metode yang dilakukan terhadap objek yang cukup banyak dalam kurun waktu yang diteliti selanjutnya dikaji tetapi hanya sebagian dari beberapa populasi. Pengambilan data dilakukan dengan metode eksperimental fishing. Hasil menunjukkan bahwa Sebaran ukuran panjang dari 57 individu ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Alor pada bulan Maret hingga Mei 113-174 cm. Hubungan panjang berat ikan tuna sirip kuning yang tertangkap di perairan Alor pada bulan Maret dan Mei memiliki nilai b < 3 yaitu tipe pertumbuhan allometrik negatif, sedangkan bulan Mei adalah isometrik. Ikan tuna sirip kuning yang tertangkap di perairan Alor dari bulan Maret sampai dengan Mei dengan (TKG) terbanyak adalah ikan betina dengan TKG II dan III. Sedangkan ikan jantan yang banyak ditemukan pada TKG II. Indeks kematangan gonad ikan tuna sirip kuning pada bulan Maret-Mei yaitu ikan jantan bulan Maret beriksar antara 0,099-0,109%, betina yaitu 0,074-0,092%; bulan April Jantan yaitu 0,059-0,079% dan betina sebesar 0,121-0,191%; nilai IKG di bulan Mei untuk ikan jantan yaitu 0,061-0,118% dan betina sebesar 0,062-0,072%. Ratio kelamin ikan tuna sirip kuning yang tertangkap pada bulan Maret- Mei dengan proporsi betina > jantan. Faktor kondisi dari ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang ditemukan pada bulan Maret - Mei berkisar antara 1,0031-1,0571 cm. Kata kunci: Biologi, reproduksi, Rasio, kelamin, Alor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail