ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Biaya Operasional dan Biaya Produksi Terhadap Laba Bersih (Studi Pada Perusahaan Industri Manufaktur, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sub Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Biaya Operasional dan Biaya Produksi Terhadap Laba Bersih (Studi Pada Perusahaan Industri Manufaktur, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sub Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019). Sampel dalam penellitian ini adalah laporan keuangan dari 5 perusahaan Sub Rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui antara lebih dari satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan ditinjau dari Biaya Operasional yang diukur dengan Biaya Produksi dan pengeluaran Operasional, Biaya Produksi yang diukur dengan Biaya bahan baku tambah biaya tenaga kerja langsung tambah biaya Overhead Pabrik,. sementara Laba Bersih diukur dengan laba sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan sebagai variabel dependen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Biaya opersional yang diukur dengan Biaya Produksi dan pengeluaran Operasional mengalami penurunan tetapi signifikan terhadap laba bersih. Sedangkan biaya produksi yang diukur dengan Biaya bahan baku ditambah biaya tenaga kerja langsung ditambah biaya Overhead Pabrik tidak berpengaruh tetapi signifikan terhadap laba bersih.
Kata kunci: Laba Bersih, Biaya Opersional, Biaya Produksi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Adanya ketidak sesuaian antara teori menurut Suad Husnan yang menyatakan bahwa setiap perusahaan memilki kemampuan untuk meningkatkan laba, cenderung harga sahamnya juga akan meningkat. Artinya apabila perusahaan mendapatkan laba yang semakin besar maka secara teoritis perusahaan akan mampu membagikan deviden yang semakin besar dan akan berpengaruh positif terhadap return saham, dengan fenomena mengenai penurunan laba yang diimbangi dengan kenaikan return saham serta sebaliknya. Dan adanya ketidak konsisten akan hasil akhir yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya mengenai arus kas, maka dari itu dengan adanya perbedaan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Total Arus Kas terhadap Return Saham dan Laba Bersih terhadap Return Saham pada perusahaan manufaktur sub sektor kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017- 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda kemudian dilanjutkan dengan Uji Koefisien Determinasi (R2), Uji Parsial (T). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahan-perusahaan sub sektor Kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, tahun 2017-2021. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 5 perusahaan, metode penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purpossive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dalam hal ini yakni data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI. Data di peroleh dengan cara mendownload melalui website www.idx.co.id. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara parsial Total Arus Kas tidak berpengaruh terhadap Return Saham (2) Secara parsial Laba Bersih tidak berpengaruh terhadap Return saham.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam penelitian ini ada 2 (dua) konsep penelitian yang digunakan yaitu : pertama, Laba komprehensif adalah perubahan ekuitas dalam sebuah perusahaan selama suatu periode dari transaksi dan kejadian lain serta yang berasal dari sumber non pemilik. Kedua, Return saham adalah keuntungan yang dinikmati investor atas investasi saham yang dilakukannya. Return tersebut memiliki dua komponen yaitu current income dan capital gain (Wahyudi, 2003). Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. Dalam penelitian ini, sampel yang dipilih adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2016-2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data dengan menganalisis informasi yang didokumentasikan dalam bentuk tulisan atau bentuk-bentuk yang lain, karena peneliti menggunakan data sekunder yang di dapat di internet dan literatur terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa laba komprehensif secara simultan berdasarkan hasil uji t dengan nilai signifikan (0,000 0.05) dan diperoleh t 0,452 t tabel 2,024. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat berpengaruh laba komprehensif terhadap return saham secara positif diterima. Berdasarkan hasil analisis tingkat signifikan nilai F hitung 204 > F tabel 4,10. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara laba komprehensif terhadap return saham. Berdasarkan hasil uji hipotesis di atas, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti laba komprehensif berpengaruh positif terhadap return saham.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LABA KOTOR, LABA OPERASI DAN LABA BERSIH DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS DI MASA MENDATANG (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI) ABSTRAKSI Oleh : Eneng Mardiana Patnay Nim : 17191554 Salah satu tujuan utama dari kegiatan operasi perusahaan adalah mendapatkan laba yang semaksimal mungkin dan laba tersebut akan dapat dilihat dari laporan laba rugi perusahaan. Laba mempunyai informasi yang sangat penting dan dibutuhkan oleh pihak internal maupun eksternal Laba adalah hasil pengurangan pendapatan atas beban, perusahaan menghasilkan laba jika pendapatan lebih besar dari bebannya. Laba kotor adalah selisih dari pendapatan perusahaan dikurangi dengan cost barang terjual. Cost barang terjual adalah semua biaya yang dikorbankan, untuk perusahaan pemanufakturan perhitungan dimulai dari tahap ketika bahan baku masuk ke pabrik, diolah, hingga dijual. Semua biaya-biaya langsung yang berhubungan dengan penciptaan produk tersebut dikelompokkan sebagai cost barang terjual. Angka laba bersih adalah angka yang menunjukkan selisih antara seluruh pendapatan dari kegiatan operasi perusahaan maupun non operasi perusahaan. Dengan demikian, sesungguhnya laba bersih ini adalah laba yang menunjukkan bagian laba yang akan ditahan di dalam perusahaan dan yang akan dibagikan sebagai dividen. Angka laba operasi adalah selisih laba kotor dengan biaya-biaya operasi.Biaya-biaya operasi adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan operasi perusahaan atau biaya-biaya yang sering terjadi di dalam perusahaan dan bersifat operatif.Selain itu, biaya-biaya ini diasumsikan memiliki hubungan dengan penciptaan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba kotor tidak berpengaruh terhadap arus kas.Laba operasi memiliki pengaruh positif terhadap arus kas.Laba bersih memiliki pengaruh positif terhadap arus kas.Hasil pengujian ini diharapkan untuk menjadi bahan acuan bagi semua perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Untuk memperbaiki pada kinerja laba kotor dan perusahaan-perusahaan yang menjadi uji penelitian harus memperhatikan laba kotor supaya perkembangannya tidak negative, jikalau perkembangannya negative maka akan berpengaruh pada perkembangan arus kas yang juga negative. Hal ini dikarenakan laba kotor sangat berpengaruh pada laporan keuangan perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil pengujian Anova atau F diatas, maka F hitung sebesar 3,741 dan F tabel sebesar 0,162, dapat dilihat F hitung lebih besar dari F tabel (3,741>0,162) dan sig hitung lebih kecil dari ɑ 5% (0,0100,05). Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel-variabel independen berpengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Dari hasil uji Anova diperoleh t-tabel 3,579 lebih besar dari t-hitung 2,196 atau sig sebesar 0,38 lebih kecil dari 0,05. Dengan hasil ini, pengaruh aset cepat atas persediaan (Quick Asset Inventory) adalah sigifikan terhadap return saham. xvii Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis menyatakan bahwa aset cepat atas persediaan (Quick Asset Inventory) berpengaruh positif terhadap return saham. Dari hasil uji Anova diperoleh t-tabel 3,579 lebih besar dari t-hitung -1,630 atau sig sebesar 1,17 lebih besar dari 0,05. Dengan hasil ini, pengaruh margin laba bersih (Net Profit Margin) adalah tidak signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis menyatakan bahwa margin laba bersih (Net Profit Margin) tidak berpengaruh terhadap return saham.