ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan layang merupakan salah satu komponen perikanan pelagis yang sangat penting di Indonesia khususnya di Kota Kupang. Ikan yang tergolong famili Carangidae ini biasanya hidup bergerombol dan merupakan salah satu ikan yang banyak diminati oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biologi reproduksi ikan layang melalui hubungan panjang dan berat, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), Nisbah kelamin, dan faktor kondisi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dan observasi di lapangan. Metode pengambilan sampel adalah Random Sampling (Fachrul 2006). Analisis untuk menghitung biologi reproduksi ikan Decapterus russelli adalah hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, nisbah kelamin dan faktor kondisi. Sampel ikan layang (Decapterus russelli) berasal dari TPI Oeba Kota Kupang. Sebanyak 420 sampel ikan yang diambil setiap minggu per bulan dari November-Desember 2022. Sampel ikan Decapterus russelli dikumpul sebanyak 20 individu per minggu. Ikan Decapterus russelli yang dikumpulkan selama penelitian sebanyak 420 sampel, yaitu jantan 189 ekor dan betina 231 ekor. Sebaran ukuran panjang total ikan Decapterus russelli antara 14,4-36,2 cm. Hubungan panjang berat Decapterus russelli pada bulan November dan Desember bersifat alometrik negatif. Tingkat kematangan gonad yang paling dominan adalah TKG 2. Indeks kematangan gonad yang paling dominan antara ikan betina lebih besar dari ikan jantan yaitu (jantan) berada pada nilai 3-4%. Secara keseluruhan nisbah kelamin ikan Decapterus russelli bervariasi antara 1:1 pada bulan November dan Desember. Nilai rata-rata faktor kondisi ikan layang (Decapterus russelli) yaitu 1,01 menunjukan bahwa badan ikan layang tersebut kurang pipih atau montok
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan penting yang perlu dilakukan perusahaan untuk meningkatkan usaha dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Disamping kegiatan pemasaran perusahaan juga perlu mengkombinasikan fungsi-fungsi dan menggunakan keahlian mereka agar perusahaan berjalan dengan baik. Dalam hal ini perlu diketahui beberapa definisi pemasaran.
Menurut Utami (2010:162) kelengkapan produk adalah kelengkapan produk yang menyangkut kedalaman, luas, dan kualitas produk yang ditawarkan juga ketersediaan produk tersebut setiap saat di toko. Menurut Levy (2013) dalam Utami (2017) lokasi merupakan perencanaan dan pelaksanaan program penyaluran produk atau jasa melalui tempat atau lokasi yang sama. Menurut Kotler dan Keller (2011) Minat beli adalah perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukan keinginan seseorang untuk melakukan pembelian.
Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini penelitiakan
Membahas tentang Pengaruh Kelengkapan Produk dan Lokasi Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Dutalia Kupang. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan metode purpose sampling.
Populasi dalam penelitian ini jumlahnya tidak diketahui, maka sampel dalam penelitian ini mengunakan rumus raopurba (sujarweni, 2015)
Berdasarkan hasil perhitungan, maka jumlah sampel yang digunakan minimal 96 responden..teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab .Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 konsumen Dutalia kupang.
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden dari variable kelengkapan produk berkisar antara 82,6-75,1 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 78,1. Dengan nilai koefisien regresi dari kelengkapan produk sebesar 0,396 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000. Sedangkan nilai indeks jawaban responden dari variable minat beli juga berkisar antara 76,7-72,9 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 74,3. Dengan nilai koefisien regresi dari Minat beli sebesar 14,887 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000.
Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai indeks Kelengkapan produk lebih besar dari nilai koefisien regresi yaitu74,3>14,887.
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden dari variable Lokasi berkisar antara 73-72,3 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 72,7. Dengan nilai koefisien regresi dari lokasi sebesar 0,264 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000. Sedangkan nilai indeks jawaban responden dari variable minat beli juga berkisar antara 76,7-72,9 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 74,3. Dengan nilai koefisien regresi dari minat beli sebesar 14,887 dengan nilai signifikansinya sebesar 0.000.
Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai indeks Lokasi lebih besar dari nilai koefisien regresi yaitu 72,7>14,887.
Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 14,8887. Hasil Uji T menunjukan bahwa thitung sebesar8,569>t table sebesar 1.986 maka, H0 di tolak dan Ha diterima yait kelengkapan produk berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen dutaliakupang. Dan nilai thitung sebesar 4.240>t tabel 1.986 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Lokasi berpengaruh positif terhadap Minat Beli pada konsumen. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung>Ftabel yaitu 72,741>3,09 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan Kelengkapan Produk dan Lokasi berpengaruht erhadapMinat Beli pada konsumen. Berdasarkan table hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah sebesar 0,610 atau 61%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi Kelengkapan Produk terhadap Minat Beli konsumen adalah 61% sedangkan besaran 39,8% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainyang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian teori yang saya pakai sesuai dengan teori dari
(Kurniawan dan Krismonita, 2020;147) Di mana penyediaan kelengkapan produk yang bagus bukan hanya memikat minat pembeli melainkan juga bias berefek pada keputusa konsumen serta kemungkinan besar bias menjadi pelanggan tetap.
Hasil dari penelitian saya juga mendukung teori dari (Kurniawan dab Krismonita, 2020;147). Hasil penelitiansaya juga menguatkan penelitian terdahulu yang digunakan oleh Ryan Kurniawan dan Yuniar Aisah dimana Penelitian terdahulu di lakukan oleh Ryan Kurniawan dan Yuniar Aisah di mana Kelengkapan Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.
Berdasarkan hasilpenelitian, teori yang saya pakai sesuai dengan teori dari Menurut Utami (2012:89), dimana Lokasi tidak hanya mempengaruhi keputusan pembelian, namun lokasi juga membentuk kesan sebuah usaha yang dilakukan perusahaan dalam melakukan penempatan usahanya. Memiliki lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh para konsumen sehingga diharapkan pemilik usaha dapat meningkatkan minat belikonsumen.
Hasil penelitian saya mendukung teori Utami (2012;89).Hasil penelitiansaya juga menuatkan penelitian terdahulu yang digunakan oleh Hardiansyah dan Ekawanti (2019) dimana lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga (goal) Bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat maksimal
secara umum Pelatihan yang paling banyak dilakukan oleh Bank BTPN Cabang Kupang adalah Training Legal Audit and Writing yang bertujuan melakukan Penilaian terhadap tingkat keamanan perusahaan, terutama dalam hal Legal Risk Aspect.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Kantor Bank BTPN Cabang Kupang”.
Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 56 karyawan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup.
Analisis ini dipakai untuk mengetahui pengaruh variablel independen yaitu pengaruh pendidikan (XI) dan pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap variabel dependen yaitu produktivitas kerja karyawan (Y). Adapun rumus analisis linear berganda adalah sebagai berikut :Y a+b1XI + b2X2.
Dalam penelitian ini penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi(b1) sebesar 0,273 artinya jika pengaruh pendidikan (X1) Mengalami kenaikan1%, maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,273. Koofisien bernilai negatif artinya terjadi pengaruh yang negatif antara pengaruh pendidikan (X1) dengan produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila pengaruh pendidikan diperhatikan dengan baik oleh perusahaan agar menciptakan evektivitas organisasi dalam hal ini produktivitas kerja karyawan akan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan uji yang diperoleh sesuai dengan teori yang disampaikan, dimana teori Menurut (Hasibuan, 2019:10) Mengatakan manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungsn dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mewujudkan tujuan perusahaan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan.
Berdasarkan pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh pendidikan (X1) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan variabel pengaruh pendidikan (X1) ditemukan Thitung 2,588 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,012 lebih besar dari 0,05. 2. Pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada Kantor Bank Tabungan Pensiunan Cabang Kupang. Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi (b2) sebesar 0,316 artinya jika pelatihan tenaga kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,316. Koofisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila Pelatihan tenaga kerja memiliki gaji insentif dan tunjangan yang baik maka dapat meningkatkan tingkat produktivitas kerja karyawan. Peningkatan produktivitas merupakan masalah sistem dalam arti tertentu, karena ada banyak segi dari pekerjaan dan kegiatan perusahaan yang mempunyai dampak terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja. Definisi produktivitas menurut Nasution (2002:203) menjelaskan bahwa : Produktivitas merupakan rasio antara hasil kegiatan (output) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil (input). Dimana peningkatan produktivitas akan meningkatkan pendapatan karyawan yang akan menambah daya beli masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas menunjukan bahwa adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Sehingga apabila semakin tinggi tingkat pelatihan tenaga kerja semakin baik maka akan semakin meningkat produktivitas kerja karyawan. Selain itu berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) hal ini dibuktikan diperolehnya Thitung 0,316 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,348 lebih besar dari 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI PENGARUH PEMILIHAN TATA LETAK PRODUK, HARGA DAN KELENGKAPAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA COOPMART PUSAT KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (PKPRI) DI KUPANG NAMA : HILARIUS LONDA TOLA NIM : 17413624 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : MANAJEMEN Setiap perusahaan dewasa ini di tuntut untuk mengenal pasar atau konsumennya sebaik mungkin agar dapat sukses dalam persaingan. Ningsih (2008) mengtakan bahwa persaingan yang semakin ketat, dimana semakin banyak produsen yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen menyebabkan setiap perusahan harus menempatkan orientasi pada konsumen sebagai tujuan utama ( Purwanti 2019). Perilaku Konsumen dapat dilihat melalui keputusan pembelian konsumen, yang mana banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Menurut Kotler (2014:184) keputusan pembelian yaitu “keputusan akhir perorangan dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi”. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan karena menjadi pertimbangan bagi strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh took (Ambarwati 2020). Menurut Itta Masibbuk, 2019 tata letak merupakan suatu keputusan penting yang menentukan efisiensi operasi jangka panjang, tata letak memiliki banyak dampak starategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas ,proses, fleksibilitas, biaya dan kualitas lingkungan kerja, dan citra perusahaan. Penyedian produk yang bervariasi dan harga yang terjangkau akan memberikan sebuah keuntungan tersendiri bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang dagang, karena hal ini akan memberikan sebuah dorongan kepada konsumen untuk mengambil sebuah tindakan pembelian di perusahaan tersebut (Enos Korawa, 2018). Untuk menarik konsumen membeli salah satunya menawarkan kelengkapan produk yang cukup beragam meliputi variasi jenis produk yang dijual, merek yang standard sampai yang popular, tipe dan ukuran kemasan produk. Adanya kelengkapan produk dalam toko tentu akan menarik minat dan mempengaruhi keputusan konsumen untuk berbelanja. Berdasrkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Pemilihan Tata Letak Produk, Harga dan Kelengkepan Produk Terhdapa Keputusan Pembelian Pada Coopmart Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) di Kupang. Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh pemelihan tata letak produk terhadap keputusan pembelian, untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian, untuk mengetahui pengaruh kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian pada Coopmart Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) di Kupang. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Tata letak produk b. Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah produk tertentu atau kombinasi antara barang dan jasa. c. Kelengkapan produk adalah keragaman produk yang menyangkut kedalaman, luas, dan kualitas produk yang ditawarkan juga ketersediaan produk tersebut setiap saat di took d. Keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk membeli produk baik itu berupa jasa ataupun berupa barang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen atau pembeli di Coopmart PKPRI Kota Kupang yang terpilih sebanyak 100 responden dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 100 orang responden. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survey berupa penyebaran survey berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang dibutuhkan berupa primer dan sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel Tata Letak Produk diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Coopmart PKPRI di Kupang, secara persial Variabel Harga diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Coopmart PKPRI di Kupang, secara persial Variabel Kelengkapan Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Coopmart PKPRI di Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH CITRA MEREK DAN ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA MOBIL SUZUKI DI PT. SURYA BATARA MAHKOTA KUPANG TIAGO ANJELOTINELSON LAY ABSTRAK Suzuki Indonesia merupakan kelompok usaha yang bergerak dibidang industri otomotif yang memproduksi, memasarkan, memperniagakan motor, mobil dan motor tempel (outboard- motor). Hal tersebut juga diidukung dengan pelayanan purna jual suku cadang serta perbaikan/pemeliharaan di seluruh Indonesia yang solid dan terintegrasi dalam melayani para pelanggan Suzuki. Suzuki terus berinovasi tidak hanya soal produk namun juga layanan purna jual. Terbukti selama 2019, sekitar 1,1 juta pengguna mobil Suzuki melakukan servis di bengkel resmi atau mengalami peningkatan 8 persen dibandingkan tahun 2018. Suzuki mengandalkan 339 outlet servis yang tersebar di Indonesia yang menyediakan layanan sales, servis dan spare part.( PT. Suzuki Indomobil Group ) Suzuki Indonesia telah memberikan kontribusi untuk bangsa dan masyarakat dengan memberikan produk-produk bermanfaat bagi perkembangan bangsa. PT. Surya Batara Mahkota Kupang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan kendaraan roda empat khususnya mobil Suzuki yang berdiri sejak tahun 2011 yang berlokasi di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Jln. Timor Raya No. 1 Oeba, Kec. Kota Lama. Adapun upaya dari PT. Surya Batara Mahkota Kupang dalam menarik minat beli konsumen yaitu dengan melakukan pemasaran langsung dengan membagikan brosur sebanyak mungkin terhadap masyarakat luas dan juga memasang stand penjualan mobil pada PT. Surya Batara Mahkota Kupang di titik- titik keramaian pada pusat kota untuk mengsosialisasi produk yang mereka tawarkan secara langsung terhadap masyarakat. penjualan mobil suzuki ini berkembang cukup pesat, hal ini ditunjukan oleh penjualan mobil suzuki pada tahun 2018 sebanyak 2.128 unit mobil, sedangkan pada tahun 2019 terjadi peningkatan penjualan dengan total 2.194 unit mobil namun Pada tahun 2020 terjadi penurunan penjualan dengan total 1.329 unit mobil, Hal ini terjadi karena faktor pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil sehingga terjadi penurunan penjualan pada PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Citra Merek dan Atribut Produk terhadap kepuasan konsumen pada Mobil Suzuki di PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Objek dalam penelitian ini adalah PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Metode dalam menentukan sampel menggunakan teknik Slovin maka ditetapkan jumlah responden sebanyak 50 responden. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan yaitu kusioner. Teknik analisis data, analisis pendahuluan yaitu menggunakan teknik skor dan Analisis Lanjutan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Citra Merek pada produk Mobil Suzuki tidak berpengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen di PT. Surya Batara Mahkota Kupang, dan Atribut Produk pada produk Mobil Suzuki berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen di PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Kata Kunci: Citra Merek, Atribut Produk, Kepuasan Konsumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Permasalahan yang dijumpai berkaitan dengan keputusan pembelian konsumen pada smartphone Samsung adalah munculnya pesaing-pesaing baru yang menggerus pangsa pasar yang akhirnya mempengaruhi penjualan smartphone dalam kurun waktu 2012 – 2013. (Latief 2019) mengatakan bahwa Smartphone sesuai arti katanya (telepon pintar) mempunyai fungsi dan kemampuan seperti komputer yang didukung sistem operasi yang canggih seperti Android, Ios,Windows Mobile, Linux, Blackberry OS, Symbian dan lain-lain. Sistem inilah yang mengatur dan mengitegrasikan software dan hardware layaknya sebuah komputer.Inovasi Produk dan Strategi Harga merupakan faktor yang dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap keputusan konsumen. Penelitian bertujuan untukmengetahui pengaruh inovasi produk, strategi harga, terhadap keputusan pembelian Smartphone Samsung. Definisi mengenai pengertian inovasi produk menurut Myers dan Marquis dalam Kotler (2014:36) menyatakan bahwa inovasi produk adalah gabungan dari berbagai macam proses yang saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain. Jadi inovasi bukanlah konsep dari suatu ide baru, penemuan baru atau juga bukan merupakan suatu perkembangan dari suatu pasar yang baru saja, tetapi inovasi merupakan gambaran dari semua proses-proses tersebut.Menurut Henry simamora (2002) strategi harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atau dikeluarkan atas sebuah produk dan jasa. Strategi harga ( pringcing strategy) adalah kebijakan perusahaan dalam menetapkan harga jual produk mereka. Berapa perusahaan mungkin menetapkan harga dengan lebih mempertimbangkan pasar ( market- based pricing), sementara yang lain lebih mempertimbangakan biaya produksi (cost – based pricing).Populasi dalam penelitian ini merupakan 45 orang data keputusan pembelian masyarakat selama tahun 2020. Sampel sebanyak 45 masyarakat Desa angkaes . Data dihimpun melalui kuesioner. keputusan pembelian menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan karena hal ini tentu akan menjadi suatu pertimbangan bagaimana suatu strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan kedepannya.konsumen dengan strategi pemasaran, serta melakukan inovasi untuk varian-varian baru pada suatu produk.menurut Follet dalam Hasan (2012;9), merupakan hasil dari pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan. Keputusan harus mampu memberikan jawaban pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan perencanaan
Data yang sudah terhimpun kemudian dianalisa dengan teknik analisis regresi berganda dan koefisien korelasi, dengan rumus yang digunakan yaitu:
Hipotesis Statistik:HO: B1= 0 tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara strategi harga pada masyarakat di Desa Angkaes Kabupaten Malaka
HA: B1≠0 ada pengaruh yang signifikan antara keputusan pembelian pada masyarakat di Desa Angkaes Kabupaten Malaka H0: B2 = 0 tidak ada pengaruhn signifikan antara strategi harga terhadap keputuan pembelian pada masyarakat di Desa Angkaes Kabupaten Malaka.HA: B2≠0 ada pengaruh yang signifikan antara strategi harga terhadap keputusan pembelian pada masyarakat di Desa Angkaes Kabupaten Malaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh inovasi produk dan strategi harga secara simultan terhadap keputusan pembelian Smartphone Samsung. Berdasarkan hasil uji parsial bahwa Strategi harga dan inovasi produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Smartphone Samsung. Implikasi, optimalisasi strategi harga (melalui dimensi keterjangkauan harga dan cara pembayaran) dan inovasi produk (terutama dimensi penambahan lini produk baru dan perbaikan produk yang telah ada) dapat meningkatkan keputusan pembelian Smartphone Samsung.
Kata kunci: Inovasi produk; Strategi harga; Keputusan pembelian
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian analisis rasio keuangan untuk mengevaluasi tingkat kesehatan dan perkembangan usaha “Pada KSP Pintu Air Di Desa Lado Gahar Kecamatan Nita Kabupaten Sikka” dalam penelitian adalah laporan keuanagan sebagai objek penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laporan neraca pada ksp pintu air di desa lado gahar kecamatan nita kabupaten sikka tahun 2018-2021 berdasarkan analisis rasio keuanagan yang terdiri dari (1) Permodalan (2) kualitas aktiva produktif (3) Manajemen (4) Efisiensi (5) Likuditas (6) Krmandirian dan Pertumbuhan (7) Jati diri Koperasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan dan teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus: Current ratio, Debt to Asset ratio, Debt to Equity ratio, Rentabilitas Modal Sendiri, Net profit Margin dan Return on Asset. Permodalan adalah perbandingan antara modal sendiri terhadap total asset. Terdiri atas 1) Simpanan Pokok (2) Simpana wajib (3) Dana Cadangan (4) Hiba.
Aktiva produktif sering juga disebut earning asset atau aktiva yang menghasilkan, karena penempatan dana tersebut untuk mencapai tingkat penghasilan yang diharapkan. Aktiva produktif adalah kekayaan koperasi yang mendatangkan penghasilan bagi koperasi yang bersangkutan. Aktiva produktif yang diklasifikasikan adalah jumlah aktiva produktif yang kolekbilitasnya tidak lancer .
1. Manajemen Menyusun rencana kerja jangka pendek dan panjang termasuk menentukan sasaran usaha yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.
2. Menyusun struktur organisasi yang efektif dan efisien.
3. Mengawasi pelaksanaan kegiatan bisnis
Efisiensi Rasio ini menggambarkan sampai seberapa besar KSP koperasi mampu memberikan pelayanan yang efisien kepada anggotanya dari penggunaan asset yang dimilikinya.
Kemandirian dan Pertumbuhan Aspek ini didasarkan pada rentabilitas aset, rentabilitas ekuitas dan kemandirian operasional.
Jati Diri Koperasi adalah penilaian untuk mengukur keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya yaitu mempromosikan ekonomi anggota. Dalam hal penilaian tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam yang digunakan untuk menghitung rentabilitas adalah:
1. Rasio partisipasi bruto
Rasio partisipasi bruto adalah tingkat kemampuan koperasi dalam melayani anggota, semakin tinggi/besar persentasenya semakin baik.
2. Rasio promosi ekonomi anggota
Rasio ini mengukur kemampuan koperasi memberikan manfaat efisiensi partisipasi dan manfaat efisiensi biaya koperasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi, motif kain, bahan baku pewarna, ukuran kain, dan persaingan harga pasar terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dengan wawancara dan membagikan kuesioner kepada pengrajin kain tenun ikat untuk memperoleh data.
Populasi menurut (Sugiyono, 2014:80) suatu wilayah yang di dalamnya terdapat subjek atau objek yang memiliki kualitas dan karakter yang tepat untuk digunakan dalam sebuah penelitian dan yang kemudian dapat diambil kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha kain tenun ikat sumba timur Sentra Kaliuda di tahun 2022 yang berjumlah 33 orang.
Biaya produksi berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,015 kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penenlitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa biaya produksi sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat, karena biaya produksi merupakan total biaya yang dikeluarkan oleh para pelaku usaha atau pengrajin kain tenun ikat dalam proses produksi untuk menghasilkan produk kain tenun ikat yang nantinya akan dijual atau dipasarkan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan melalui penentuan harga jual produk yang tepat.
Motif kain berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,033 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa motif kain sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat, karena Tenun Ikat Sumba Timur memiliki makna sosial dan religius yang sangat tinggi. Kepercayaan setempat, status sosial, hubungan kekrabatan, nuansa dan kenangan peristiwa, hingga ungkapan rasa dan keadaan alam sekitar, semuannya memiliki motifnya sendiri dalam Kain Tenun Ikat Sumba. Motif atau ragam hias pada Kain Tenun Ikat memiliki makna yang melekat bersama kain, pemakai atau pemiliknya itu sendiri. Motif kain tenun ikat Sumba Timur terdiri dari banyak jenis yang membuat kain tenun ikat Sumba Timur memiliki motif yang sangat beragam dan memiliki tingkat kesulitan pembuatannya masing-masing.
Bahan baku pewarna berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,046 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa bahan baku pewarna sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena produk kain tenun ikat Sumba Timur dengan bahan baku pewarnaan alam sangat digemari karena menimbulkan efek khas yang tidak dapat ditiru oleh zat warna sintetis. Hal inilah yang mendukung kain tenun ikat sebagai produk eksklusif yang banyak diminati orang.
Ukuran kain berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,023 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa ukuran kain sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena ukuran produk kain tenun ikat Sumba Timur terdiri dari tiga jenis yaitu sarung, selimut dan selendang, yaitu selendang dengan rata-rata ukuran 1 x 0,6 m, sarung dengan ukuran 2 x 1 m sampai 2,5 x 1 m dan kain dengan ukuran 3 x 1,5 m. Ketiga jenis produk tersebut membutuhkan biaya produksi yang berbeda-beda dan harga jual yang juga berbeda.
Persaingan harga pasar berpengaruh terhadap penentuan harga jual kain tenun ikat. Hal ini dapat dibuktikan dengan data hasil uji t yang nilai signifikan 0,017 tidak kurang dari 0,05, dan pada kenyataan yang sering kita temui dan pada penelitian yang saya jalani dapat dilihat bahwa persaingan harga pasar sangat berpengaruh pada penentuan harga jual kain tenun ikat kerena persaingan harga pasar merupakan hal yang wajar dalam berbisnis. Dalam berbisnis perusahaan akan mencoba mempertahankan eksistensinya dan akan selalu berusaha memperluas pasar perdagangannya.
Kata Kunci : Biaya Produksi, Motif Kian, Bahan Baku Pewarna, Ukuran Kian, Persaingan Harga Pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN HARGA ANTARA SMARTPHONE SAMSUNG
GALAXY A12 DAN OPPO A54
(STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI PRODI MANAJEMEN ANGKATAN 2018-2022 UKAW)
OLEH
MITHA SEPTIANI TASY
18410015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Perbandingan Kualitas Produk, Citra Merek, dan Harga, Antara Smartphone Samsung Galaxy A12 dengan Oppo A54.
Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang sudah membeli maupun menyukai Smartphone Samsung Galaxy A12 dan Oppo A54 dan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Rao Purba sebanyak seratus responden.
Analisis yang digunakan adalah paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara citra merek Samsung Galaxy A12 dengan Oppo A54, ada perbedaan yang signifikan antara harga Samsung Galaxy A12 dengan Oppo A54 dan terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara kualitas produk Samsung Galaxy A12 dengan Oppo A54.
Kata Kunci : Kualitas Produk, Citra Merek, dan Harga
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul: “PENGARUH PENYERTAAN MODAL DAERAH DAN PRODUK DOMESTIK RAGIONAL BRUTO TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2010-2019”
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 pasal 1 ayat 18 dijelaskan bahwa, “Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas harga berlaku maupun atas harga konstan. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDRB atas harga berlaku mengambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.
Penyertaan modal daerah adalah setiap usaha dalam menyertakan modal daerah pada suatu usaha bersama dengan pikah ketiga dan atau pemanfaatan modal daerah oleh pihak ketiga dengan suatu imbalan tertentu. Pihak ketiga tersebut adalah instansi atau badan usaha dan atau perseorangan yang berada di luar organisasi pemerintah daerah antara lain pemerintah pusat, pemerintah daerah lainnya, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, usaha koperasi, swasta nasional dan atau swasta asing yang tunduk pada hukum Indonesia.Adapun masalah yang di ambil pada penelitian ini adalah Pengaruh Penyertaan Modal Derah dan Produk Domesti Ragional Bruto terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumba Tengah.Sementara Persoalan pada penelitian ini adalah”Bagaimana pengaruh penyertaan modal daerahterhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah dan Bagaimana pengaruh produk domestik ragional bruto terhadap pendapatan asli kabupaten Sumba Tengah?.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penyertaan modal daerah terhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah dan untuk menguji pengaruh produk domestik ragional bruto terhadap pendapatan asli daerah kabupaten Sumba Tengah. Konsep penelitian ini adalah penyertaan modal daerah, produk domestik ragional bruto, pendapatan asli daerah di kabupaten Sumba Tengah yang di muat pada buku Sumba Tengah dalam angka 2010-2019. Teknik penelitian dalam penelitian ini adalah analisi regresi linier berganda.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) Penyertaan modal daerah diketahui berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah.(2) Produk domestik ragional bruto diketahui tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah.
Kata kunci: Penyertaan Modal Daerah,Produk Domestik Ragional Bruto,Pendapatan Asli Daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menghasilkan karyawan yang produktif dan berkompeten bukanlah satu-satunya hal yang diharapkan perusahaan, tetapi juga terdapat hal yang tidak kalah pentingnya yakni bagaimana produktivitas karyawan dapat meningkat. Sumber daya manusia (SDM) yang produktif akan dapat merancang dan mengaplikasikan semua rancangan yang menjadi sasaran atau target dari suatu organisasi. SDM dikatakan produktif, apabila mempunyai produktivitas kerja yang tinggi serta dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat waktu.(Ananta,2018).
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik skor dari jawaban responden masing-masing variabel, untuk menggambarkan persepsi responden atas variabel-variabel yang digunakan secara kualitatif. Pada analisis pendahuluan akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diproleh melalui kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabel frekuensi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen yaitu kompensasi (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kualitatif yang diubah menjadi kuantitatif dengan menggunakan skala interval.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji regresi variabel a) variable kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. b). variabel motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. c). Variabel disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang.
Kata Kunci : Kompensasi, motivasi kerja, disiplin kerja, produktifitas kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Biaya Operasional dan Biaya Produksi Terhadap Laba Bersih (Studi Pada Perusahaan Industri Manufaktur, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sub Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Biaya Operasional dan Biaya Produksi Terhadap Laba Bersih (Studi Pada Perusahaan Industri Manufaktur, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sub Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019). Sampel dalam penellitian ini adalah laporan keuangan dari 5 perusahaan Sub Rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui antara lebih dari satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan ditinjau dari Biaya Operasional yang diukur dengan Biaya Produksi dan pengeluaran Operasional, Biaya Produksi yang diukur dengan Biaya bahan baku tambah biaya tenaga kerja langsung tambah biaya Overhead Pabrik,. sementara Laba Bersih diukur dengan laba sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan sebagai variabel dependen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Biaya opersional yang diukur dengan Biaya Produksi dan pengeluaran Operasional mengalami penurunan tetapi signifikan terhadap laba bersih. Sedangkan biaya produksi yang diukur dengan Biaya bahan baku ditambah biaya tenaga kerja langsung ditambah biaya Overhead Pabrik tidak berpengaruh tetapi signifikan terhadap laba bersih.
Kata kunci: Laba Bersih, Biaya Opersional, Biaya Produksi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan pada Fried Cihcken BrottusSubyek dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli di Fried Chicken Brotus sebagai obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap keputuan pembelian; 2) Mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian dan; 3) Mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian pada Fried Chiken Brottus. Kualitas layanan adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Layanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemapuan dan keramahan yang ditunjukan melalui sikap da sifat alam memberikan layanan untuk kepuasan konsumen. Kualitas Produk merupakan suatu kemampuan produk dalam melakukan fungsi-fungsinya, kemapuan itu meliputi daya tahan, kehandalan, ketelitian, yang diperoleh produk secara keseluruhan. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sementara ketiga unsur lainnya (produk, distribusi, dam promosi) menyebabkan timbulnya biaya/pengeluaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripif kuantitatif. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang pernah datang dan melakukan pembelian di Fried Chicken Brottus dengan teknik penentuan sampel dalam penelitian ni mengggunakan rumus Rao Purba. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 96 responden. Kemudian data responden dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t dan uji f yang dilakukan dengan menggunakan program SPS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan tingkat signifikan sebesar 0,014 0,05 %; 2) kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan tingkat signifikan sebesar 0,537 > a5% atau 0,05 ; 3) harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 a5% atau 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan, kualitas produk dan harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Fried Chicken Brottus. Secara simultan kualita layanan kualitas produk, dan harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Fried Chiken Brottus
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupanmanusia terutama dunia usaha pada saat ini. Di samping itu banyaknya usaha yang bermunculan baik perusahaan kecil maupun besar berdampak pada persaingan yang ketat antar perusahaan baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.Oleh karena itu pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi persaingan,pengembangan usaha dan untuk mendapatkan laba, sehingga perusahaan dapat mengembangkan produknya,menetapkan harga,mengadakan promosi dan mendistribusikan barang dengan efektif.
Produk mie instan sebagaimana diketahui adalah salah satu produk makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena kemudahan dalam hal penyajiannya. Dengan semakin banyaknya mie instan yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen mie instan untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya merek mie instan yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Keanekaragaman konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari diri konsumen maupun luar konsumen.
Menurut Vanessa dan Arifin,(2017). Merek adalah nama, istilah, logo, tanda atau lambang dan kombinasi dari dua atau lebih unsure tersebut yang dimaksud untuk mengidentifikasikan barang-barang atau jasa dari seorang penjual atau kelompok untuk membedakannya dari produk pesaing.
Kualitas produk merupakan fokus utama dalam perusahaan, kualitas merupakan suatu kebijakan penting dalam meningkatkan daya saing produk yang harus memberi kepuasan kepada konsumen yang melebihi atau paling tidak sama dengan kualitas produk dari pesaing. prusahaan harus benar-benar memahamiapa yang dibutuhkann konsumen atas suatu produk yang akan dihasilkan. dengan demikian kualitas produk adalah suatu usaha untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan, diamana suatu produk tersebut memiliki kualitas yang sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan,dan kualitas merupakan kondisi yang selalu berubahkarena selera atau harapan konsumen pada suatu produk selalu berubah, kualitas produk yang baik merupakan harapan konsumen yang harus dipenuhi oleh perusahaan, karena kualitas produk yang baik merupakan kunci perkembangan produktivitas perusahaan.
Mengetahui akan pentingnya pola perilaku pembelian,maka menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang menentukan perilaku pembelian konsumen khususnya terhadap mi instan merek indomie.Dengan adanya pengukuran pola perilaku pembelian,maka perusahaan bisa mengetahui sejauh mana animo produk mi instan merek indomie. Keputusan pembelian merupakan seleksi terhadap dua pilihana lternatif atau lebih konsumen pada pembelian (Schiffman dan Kanuk,2010:485).
Menurut Sudarsono dan Kurniawati (2013),keputusan pembelian dipengaruhi oleh ekuitas merek.Ekuitas merek merupakan pengaruh diferensial positif bahwa jika konsumen mengenal nama merek, konsumen akan merespon produk atau jasa (Kotler danAmstrong,2018:282).
Pada penelitian ini, objek yang peneliti teliti adalah pada Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 86 orang responden.Hasil penelitian menjelaskan bahwa secara parsial terdapat pengaruh Kualitas Layanan terhadap loyalitas anggota. Hal ini dibuktikan dengan perolehan uji t di ketahui variabel Produk (X1) memiliki nilai t hitung sebesar 2925 dan nilai t tabel 1989 dengan tingkat signifikan sebesar 0,004. Karena t hitung 2925 >1,989 maka dapat disimpulkan Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.Di ketahui variabel Merek (X2) memiliki nilai t hitung sebesar 5.633dan nilai t tabel 1,985 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000.Karena nilai t hitung sebesar 8.221 dan nilai t tabel 1,989 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000.Karena nilai t hitung 8.221>1,989.Maka dapat disimpulkan bahwa merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan pembelian. Selain itu hasil analisis regresi juga menghasilkan persamaan Y= 2.781 + 0,1511 + 501X2 yang artinya terdapat hubungan positif variabel kualitas Produk dan Merek Terhadap keputusan pembelian . Hasil Uji Koefisien Determinasi Menghasilkan Nilai R Square Sebesar 0.978. Artinya bahwa sebesar 97,8% variabel keputusan pembelian (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk (X1), dan variabel Merek (X2) Sedangkan selisihnya 1,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan di era globalisasi yang saat ini adanya suatu pasar bebas yang menjadi salah satu peluang sekaligus ancaman yang di hadapi oleh masyarakat indonesia. Dengan adanya pasar bebas ini suatu perusahaan barang atau jasa di tuntut untuk bersaing dengan produk-produk lain yang ada di dalam ataupun di luar negeri. Sementara itu perusahaan melakukan berbagai cara untuk menghadapi perubahan, persaingan dan pencapaian tujuan. Salah satu badan usaha yang tidak lepas dari pasar bebas adalah koperasi.Dimana koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip.
Koperasi sebagai unit usaha sudah selayaknya memperhatikan kepuasan anggota. Koperasi adalah organisasi masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan mengusahakan ekonomi ekonomi para anggotanya sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi sehingga anggota akan loyal pada koperasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kualitas layanan dan produk simpanan terhadap loyalitas anggota pada Ksp Kopdit Adiguna Kupang
Menurut Subagyo (2014) berpendapat bahwa “Loyalitas anggota merupakan pembelian ulang sebuah merek secara konsisten oleh anggota”.Dalam jangka panjang, loyalitas anggota menjadi tujuan bagi perencanaan pasar strategik dijadikan dasar pengembangan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Loyalitas anggota akan menjadi kunci sukses, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi keunggulan bersaing yang berkelanjutan.Anggota yang loyal karena puas dan ingin meneruskan hubungan pembelian, loyalitas anggota merupakan ukuran kedekatan anggota pada sebuah merek, anggota menyukai merek, merek menjadi top of mind (merek pertama yang muncul) jika mengingat sebuah kategori produk, komitmen merek yang mendalam memaksa preferensi pilihan untuk melakukan pembelian.
Kualitas layanan adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan. Kualitas pelayanan ditentukan berdasarkan tingkat pentingnya pada dimensi dimensi pelayanan. Yang mempengaruhi kualitas layanan, yaitu layanan yang diharapkan konsumen dan layanan yang diterima atau dirasakanoleh konsumen atau hasil yang dirasakan.Apabila layanan yang dirasakan sesuai dengan yang diharapkan maka kualitas layanan dipersepsikan baik dan memuaskan.Jika layanan yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal.Sebaliknya apabila layanan yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas layanan dipersepsikan buruk.Dengan demikian baik tidaknya kualitas layanan tergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan konsumen secara konsisten.
Produk simpanan merupakan fokus utama dalam koperasi untuk memenuhi atau melebihi harapan anggota. Produk simpanan yang baik merupakan harapan anggota yang harus dipenuhi oleh koperasi. Produk mencerminkan kemampuan produk untuk menjalankan tugasnya yang mencakup daya tahan, kehandalan, kemajuan, kekuatan, kemudahan dalam pengemasan, dan reparasi produk dan ciri-ciri lainnya
Pada penelitian ini, objek yang peneliti teliti adalah pada KSP Kopdit Adiguna Kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 98 orang responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa secara parsial terdapat pengaruh Kualitas Layanan terhadap loyalitas anggota. Hal ini dibuktikan dengan perolehan uji t di ketahui variabel Kualitas Layanan(X1) memiliki nilai t hitung sebesar 5.359 dan nilai t tabel 1,985 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Karena t hitung 5.359 >1,985 maka dapat disimpulkan Kualitas Layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Anggota KSP Kopdit Adiguna Kupang.
Di ketahui variabel Produk Simpanan (X2) memiliki nilai t hitung sebesar 5.633dan nilai t tabel 1,985 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Karena nilai t hitung 5.633>1,985. Maka dapat disimpulkan bahwa produk simpanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas anggota pada KSP Kopdit Adiguna Kupang. Selain itu hasil analisis regresi juga menghasilkan persamaan Y= 9,269 + 0.629X1 + 0,921X2yang artinya terdapat hubungan positif variabel kualitas layanan dan Produk Simpanan Terhadap Loyalitas Anggota . Hasil Uji Koefisien Determinasi Menghasilkan Nilai R Square Sebesar 0.384. Artinya bahwa sebesar 38,4% variabel loyalitas anggota (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kualitas layanan (X1), dan variabel Produk simpanan (X2) Sedangkan selisihnya 61,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI RUMPUT LAUT DI DESA KALIUDA KECAMATAN PAHUNGA LODU KABUPATEN SUMBA TIMUR
Oleh :
RISA NAHA WELIK
NIM : 18190259
Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara apakah modal, harga jual, dan produksi berpengaruh terhadap pendapatan usaha tani rumput laut Didesa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.
Konsep penelitian ini adalah Pendapatan merupakan faktor terpenting bagi setiap manusia di dunia ini, pendapatan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup suatu usaha. Kemampuan suatu usaha untuk membiayai semua kegiatan yang mendukung berkelanjutan suatu usaha sangat berpengaruh dengan seberapa besar pendapatan usaha tersebut diperoleh. Pendapatan atau dapat disebut dengan keuntungan ekonomi merupakan pendapatan total yang diperoleh pemilik usaha setelah dikurangi biaya produksi .
Modal dalam penelitian ini adalah satu faktor pendapatan yang menyumbang pada hasil pendapatan,hasil pendapatan dapat naik karena digunakannya alat-alat pendapatan yang efesien dalam proses pendapatan tidak ada perbedaan antara model sendiri dengan modal pinjaman, yang masing-masing menyumbang langsung pada pendapatan. Modal adalah kekayaan yang didapatkan manusia melalui tenaganya sendiri dan kemudian menggunakannya untuk menghasilkan kekayaan lebih lanjut.
Harga Jual dalam penelitian ini adalah nilai yang diperlukan konsumen untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan dan kepemilikan barang atau jasa. Harga (Price) adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang ataupun kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
Produksi dalam penelitian ini adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. produktivitas secara umum diartikan sebagai hubungan antara keluaran (barang-barang atau jasa) dengan masukan (tanaga kerja, bahan, uang).
Penelitan ini menggunakan penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian ini adalah di kabupaten sumba timur tepatnya didesa kaliuda kecamatan pahunga lodu kabupaten. Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah seluruh tani rumput laut yang ada didesa Kaliuda. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin dengan mengambil sebanyak 33 responden.
Pengaruh terhadap variabel pendapatan apabila nilai t hitung dari variabel X1, X2, X3 menunjukkan nilai yang lebih besar dari pada t tabel yang menyatakan variabel X1, X2, X3 masing-masing dari variabel tersebut memiliki pengaruh yang terhadap variabel pendapatan dalam penelitian ini telah diketahui bahwa nilai dari t table sebesar 2,034.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Faktor modal, harga jual, dan produksi berpengaruh positif terhadap pendapatan usaha tani rumput laut. Khusus faktor modal tidak berpengaruh positif terhadap pendapatan petani rumput laut. Faktor modal diperoleh hasil tersebut menunjukkan bahwa pada penelitian tersebut variabel modal tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut didesa kaliuda. menunjukkan bahwa pada penelitian tersebut variabel harga jual memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut didesa kaliuda. produksi secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan tani rumput laut. Produksi memberikan pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut Didesa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara apakah modal, harga jual, dan produksi berpengaruh terhadap pendapatan usaha tani rumput laut Didesa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur. Konsep penelitian ini adalah Pendapatan merupakan faktor terpenting bagi setiap manusia di dunia ini, pendapatan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup suatu usaha. Kemampuan suatu usaha untuk membiayai semua kegiatan yang mendukung berkelanjutan suatu usaha sangat berpengaruh dengan seberapa besar pendapatan usaha tersebut diperoleh. Pendapatan atau dapat disebut dengan keuntungan ekonomi merupakan pendapatan total yang diperoleh pemilik usaha setelah dikurangi biaya produksi . Modal dalam penelitian ini adalah satu faktor pendapatan yang menyumbang pada hasil pendapatan,hasil pendapatan dapat naik karena digunakannya alat-alat pendapatan yang efesien dalam proses pendapatan tidak ada perbedaan antara model sendiri dengan modal pinjaman, yang masing-masing menyumbang langsung pada pendapatan. Modal adalah kekayaan yang didapatkan manusia melalui tenaganya sendiri dan kemudian menggunakannya untuk menghasilkan kekayaan lebih lanjut. Harga Jual dalam penelitian ini adalah nilai yang diperlukan konsumen untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan dan kepemilikan barang atau jasa. Harga (Price) adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang ataupun kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Produksi dalam penelitian ini adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. produktivitas secara umum diartikan sebagai hubungan antara keluaran (barang-barang atau jasa) dengan masukan (tanaga kerja, bahan, uang). Penelitan ini menggunakan penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian ini adalah di kabupaten sumba timur tepatnya didesa kaliuda kecamatan pahunga lodu kabupaten. Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah seluruh tani rumput laut yang ada didesa Kaliuda. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin dengan mengambil sebanyak 33 responden. Pengaruh terhadap variabel pendapatan apabila nilai t hitung dari variabel X1, X2, X3 menunjukkan nilai yang lebih besar dari pada t tabel yang menyatakan variabel X1, X2, X3 masing-masing dari variabel tersebut memiliki pengaruh yang terhadap variabel pendapatan dalam penelitian ini telah diketahui bahwa nilai dari t table sebesar 2,034. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Faktor modal, harga jual, dan produksi berpengaruh positif terhadap pendapatan usaha tani rumput laut. Khusus faktor modal tidak berpengaruh positif terhadap pendapatan petani rumput laut. Faktor modal diperoleh hasil tersebut menunjukkan bahwa pada penelitian tersebut variabel modal tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut didesa kaliuda. menunjukkan bahwa pada penelitian tersebut variabel harga jual memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut didesa kaliuda. produksi secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan tani rumput laut. Produksi memberikan pengaruh yang positif terhadap pendapatan tani rumput laut Didesa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKS
ANALISIS PERBANDINGAN DIFERENSIASI PRODUK DAN CITRA MEREK PADA MOTOR YAMAHA DAN HONDA PADA PADA PEMBELI MOTOR YAMAHA DAN HONDA DI KOTA KUPANG
Perubahan dan perkembangan teknologi informasi pada saat ini menyebabkan persaingan dalam duniabisnis transportasi semakin ketat, khususnya sepeda motor. Ada banyak pemain di industri ini, tetapihanya dua dari mereka sebagai pemain besar dengan pangsa pasar yang signifikan merek Yamaha dan Honda adalah dua merek yang mendominasi industri motor , penelitian ini bertujuan untuk membandingkandiferensiasi produk dan citra merek pada motor Yamah dan Honda. Sampel penelitian yangdigunakan sebanyak 48 respondenYamaha, dan 48 responden Honda. Metode penelitian yangdigunakan analisis Uji Tabel frenkuensi HasilanalisamenggunakanIndependentSamplesT Testditemukan bahwadiferensiasi produk dan citra merek sepeda motormerek Honda lebih baik dari sepeda motor merek Yamaha. Sebaiknya manajemen Honda harus terus mempertahankan tingkat permintaan dalampersaingan yangsemakinketat,danYamaha lebihmeningkatkandarisisidesainmotordanstrategipemasaran.
Kata kunci : Diferensiasi produk dan Citra Merek
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada era globalisasi saat ini dunia usaha di Indonesia mengalami persaingan dan semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha-usaha baru yang mulai bermunculan, para pelaku usaha saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik untuk dapat menguasai pangsa pasar. Oleh karena itu, pemasar perlu menyadari bahwa keputusan konsumen untuk membeli barang atau menggunakan jasa tertentu didasarkan pada nilai, sikap, dan persepsinya.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk helm NHK di toko gunung mas indah NHK helmet kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoeh dengan penyebaran kuesioner kepada 96 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di toko gunung mas indah kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan pembelian di toko gunung mas indah kupang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunkan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t (secara parsial), uji f (simultan) dan uji 𝑅² (Koefisien Determinasi). Data yang dikumpulkan akan dioalah dengan analisis regresi linear berganda Y= a + b1X1 + b2X2 + e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji f (simultan). Data yang dikumpulkan akan diolah dengan analisis regresi linear berganda Y= a + b1 diperoleh X1 = 2.677 nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai t tabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh t hitung > t tabel sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Selanjutnya data diperoleh X2 = 6.708 nilai t hitung > t tabel sehingga Ha ditolak da Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: kualitas produkdan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk helm NHK di toko gunung mas indah NHK helmet kupang.
Berdasarkan hasil uji F analisis regresi linear berganda maka dapat diketahui signifikan untuk variabel kualitas produk harga (X2), terhadap keputusan pembelian (Y) produk helm NHK di toko gunung mas indah NHK helmet kupang adalah 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung lebih besar F tabel (112.692>46,5) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (Bersama-sama) untuk variabel kualitas produk (X1), harga (X2), berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y).
Hasil penelitian pada variabel kualitas produk (X1) memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) Produk helm NHK di toko gunung mas indah NHK helmet kupang. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung sebesar 2.677, sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada toko gunung mas indah kupang, artinya:Kinerja dalam produk helm NHK memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam menggunakan helm, keistimewaan tambahan helm NHK juga sangat lengkap, keandalan helm NHK sangat diperacaya, kesesuaian dengan spesifikasi helm NHK sesuai dengan standar, dan daya tahan helem NHK sangat kuat dalam hal ini keputusan pembelian produk helm NHK di toko gunung mas indah NHK helmet kupang mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan bahwa variabel X1 ditemukan t hitung sebesar = 2,677 lebih besar dari t tabel sebesar = 1,986 dan tingkat signifikan 0,002 lebih kecil dari 0,005.
Hasil penelitian pada variabel harga (X2) menunjukan bahwa harga memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y) produk helm NHK di toko gunung mas indah NHK helmet kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6,708, sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian produk helm NHK di toko gunung mas indah NHK helmet kupang, artinya : Keterjangkauan harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan, Kesesuaian harga dengan kualitas produk yang ditawarkan pada konsumen sesuai dengan kualitas produk helm NHK, dan Kesesuaian harga dengan manfaat pada produk helm NHK dilengkapi dengan kaca dan reben, dalam hal ini keputusan pembelian produk helm NHK ditoko gunung mas indah NHK helmet kupang mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan bahwa variabel X2 ditemukan nilai t hitung sebesar = 6,708 lebih besar dari t tabel sebesar = 1,986 dan tingkat signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05