Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Produktivitas kerja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI KANTOR BANK BTPN CABANG KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga (goal) Bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat maksimal secara umum Pelatihan yang paling banyak dilakukan oleh Bank BTPN Cabang Kupang adalah Training Legal Audit and Writing yang bertujuan melakukan Penilaian terhadap tingkat keamanan perusahaan, terutama dalam hal Legal Risk Aspect. Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Kantor Bank BTPN Cabang Kupang”. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 56 karyawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup. Analisis ini dipakai untuk mengetahui pengaruh variablel independen yaitu pengaruh pendidikan (XI) dan pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap variabel dependen yaitu produktivitas kerja karyawan (Y). Adapun rumus analisis linear berganda adalah sebagai berikut :Y a+b1XI + b2X2. Dalam penelitian ini penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi(b1) sebesar 0,273 artinya jika pengaruh pendidikan (X1) Mengalami kenaikan1%, maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,273. Koofisien bernilai negatif artinya terjadi pengaruh yang negatif antara pengaruh pendidikan (X1) dengan produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila pengaruh pendidikan diperhatikan dengan baik oleh perusahaan agar menciptakan evektivitas organisasi dalam hal ini produktivitas kerja karyawan akan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan uji yang diperoleh sesuai dengan teori yang disampaikan, dimana teori Menurut (Hasibuan, 2019:10) Mengatakan manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungsn dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mewujudkan tujuan perusahaan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan. Berdasarkan pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh pendidikan (X1) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan variabel pengaruh pendidikan (X1) ditemukan Thitung 2,588 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,012 lebih besar dari 0,05. 2. Pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada Kantor Bank Tabungan Pensiunan Cabang Kupang. Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi (b2) sebesar 0,316 artinya jika pelatihan tenaga kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,316. Koofisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila Pelatihan tenaga kerja memiliki gaji insentif dan tunjangan yang baik maka dapat meningkatkan tingkat produktivitas kerja karyawan. Peningkatan produktivitas merupakan masalah sistem dalam arti tertentu, karena ada banyak segi dari pekerjaan dan kegiatan perusahaan yang mempunyai dampak terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja. Definisi produktivitas menurut Nasution (2002:203) menjelaskan bahwa : Produktivitas merupakan rasio antara hasil kegiatan (output) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil (input). Dimana peningkatan produktivitas akan meningkatkan pendapatan karyawan yang akan menambah daya beli masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas menunjukan bahwa adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Sehingga apabila semakin tinggi tingkat pelatihan tenaga kerja semakin baik maka akan semakin meningkat produktivitas kerja karyawan. Selain itu berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) hal ini dibuktikan diperolehnya Thitung 0,316 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,348 lebih besar dari 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. TIMOR MITRA NIAGA KECAMATAN LAMBOYAARAT KABUPATEN SUMBA BARAT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao dan Untuk mengetahui pelatihan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia yang kompeten tentu saja membuat perusahaan akan lebih berkembang dan maju sehingga menentukan kesuksesan dari perusahaan itu sendiri dan dikembangkan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan yang sesuai/layak serta kompetitif. Banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja, karena dengan pelatihan kerja dapat memperbaiki performa dan juga kemampuan dari karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan Zul (2016:23). Sumber daya yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan suatu inovatif melalui kreatifitas dan imajinasi. Arianty (2016:2). Salah satu ukuran keberhasilan kinerja individu, tim atau organisasi terletak pada produktivitasnya. Apabila produktivitasnya tinggi atau bertambah, dinyatakan berhasil. Apabila lebih rendah dari standar atau menurun, dikatakan tidak atau kurang sukses. Wibowo (2014:93). Produktivitas merupakan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Dengan adanya produktivitas kerja diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efisien dan efektif, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Arianty (2016:134). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kerja. Sasaran obyek penilaian produktivitas adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan. Dengan demikian maka jelas bahwa pendidikan dan pelatihan kerja mempunyai peranan penting dalam produktivitas kerja karyawan. Pendidikan (formal) didalam suatu organisasi adalah suatu proses pengembangan ke arah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Sedangkan pelatihan (training) adalah merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi Notoatmodjo, (2015:16-17). Pelatihan merupakan salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Arianty (2016:120). Pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya Kasmir ( 2018:126). Pemberian latihan atau pendidikan kepada pegawai disuatu perusahaan merupakan tanggung jawab setiap Manajer. Adanya pelatihan dan pendidikan bagi seseorang, juga dapat menjamin tersedianya tenagatenaga kerja yang memiliki keahlian, terlatih atau terdidik dan yang dapat menggunakan pikirannya secara kritis. Selain hal tersebut. Hasil penelitian adalah yang pertama hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel tingkat pendidikan (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,144 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel tingkat pendididkan sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain tingkat pendidikan akan sesuai dengan produktivitas kerj karyawan. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.144 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga Kab. Rote Ndao, dan yang kedua Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.417, t hitung 0.30 dan niali signifikan 0.007 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai harapan maka akan meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0.007 satuan. Dengaan kata lain pelatihan kerja akan meningkat sejalan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan kerja mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Ini dibuktikan dengan dengan t hitung t tabel (0.514 1.691) yang berarti t hitung pada variabel pelatihan kerja adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa ada pengaruh pelatihan kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN DAN KOMPETENSI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DIVISI SUMBER DAYA MANUSIA PADA DINAS UPT PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR KOTA KUPANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat krusial dalam mencapai tujuan dan perkembangan perusahaan. Perusahaan dengan teknologi tercanggih sekali pun tidak akan memiliki perubahan yang berarti jika tidak dikelola orang yang dapat menggunakannya secara optimal. Karyawan harus cepat beradaptasi jika ada perubahan dalam pekerjaan maupun perusahaan sehingga karyawan berpengalaman sekali pun tetap harus melakukan pelatihan (Levy, 2010). Program pelatihan karyawan dapat meningkatkan perusahaan dapat diperoleh melalui program pelatihan karyawan. Menurut Tohardi (2017:100) Produktivitas yang berkualitas akan menimbulkan kinerja karyawan yang bermutu dimana proses kinerja karyawan yang akan memberikan kulitas yang akan menguntungkan perusahaan. Kompetensi merupakan perpaduan bidang tertentu yang dimiliki seseorang untuk menggapai tujuan perusahaan, seperti pengetahuan, sikap, keterampilan, serta karakteristik pribadi melalui kegiatan pelatihan dan pengembangan kompetensi (Aprilyani, 2021). Permasalahan yang di ambil oleh peneliti pada objek adalah mobil yang di uji masih banyak kekurangannya seperti roda kendaraan yang tidak layak di pakai atau di gunakan sehingga membuat pegawai tidak bisa melakukan pengujian kendaraan dengan baik maka produktivitas kerja pegawai tidak berjalan efesien.Menurut Sugiyono (2018:130) mengemukakan bahwa populasi sebagai wilayah secara umum yang terdiri atas obyek/subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. (Sugiyono,2004:91). Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Menurut Sugiyono (2018) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan, yang terutama adalah masalah yang tentang sebuah penelitian. Regresi linier berganda memberikan hasil pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam bentuk persamaan regresi (Priyatno, 2011:238). Analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara masukan hasil pengelolahan data angket responden kedalam tabel distribusi frekuensi. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Uji statistik t pada dasarnya Uji t menunjukkan sebeapa jauh pengaruh satu variable independen secara individual dalam meneranglkan variasi variable dependen. Uji F digunakan untuk menujukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama- sama atau simultan terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi (b1) sebesar -0,163 artinya jika pelatihan (X1) mengalami kenaikan 1%, maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar -0,163 atau -16,3% Selain itu, berdasarkan pengujian hipotesis pertama yaitu pelatihan (X1) produktivitas kerja (Y). Diketahui bahwa variabel pelatihan (X1) ditemukan t hitung -1,671 lebih kecil dari t tabel 1.66901 dan tingkat sig. 0,100 oleh karna itu nilai sig 0,05 Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linier berganda dan di dapati Koefisien regresi (b1) sebesar -0,163 artinya jika pelatihan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar -0,163 atau 16,3% Koefisien bernilai positif artihnya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan (X1) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi (b2) sebesar 0,941 artinya jika kompetensi (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka produktivitas kerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,941. Selain itu berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilalukan terdapat adanya pengaruh kompetensi (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). hal ini dibuktikan diperolehnya Thitung 9,344 lebih besar Ttabel 1,66901 dan tingkat sig 0,000 lebih besar dari 0,05. Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linier berganda dan di dapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,941 artinya jika kompetensi mengalami kenaikan 1%, maka variabel kierja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,941 atau 94,1%. Koefisien bernilai positif artihnya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi (X2) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil analisis diatas diketahui bahwa variabel pelatihan, menunjukan bahwa metode pelatihan masih kurang sehingga perluh disarankan peningkatkan metode pelatihan agar dapat menambah wawasan sesuai dengan kebutuhan saya. Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel kompetensi, menunjukan bahwa pengetahuan dalam penggunaan komputer dan lainnya masih rendah sehingga perlu disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dalam menggunakan peralatan seperti komputer dan lainnya agar dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelolah sistem informasi dan teknologi. Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel produktivitas kerja, menunjukan bahwa kualitas hasil kerja sesuai standar yang ditentukan masih rendah sehingga disarankan perlu untuk meningkatkan produktivitas kualitas kerja agar dapat mengembangkan kinerja serta kualitas kerja di bidangnya masing-masing. Kata Kunci : Pelatihan, Kompetensi, Dan Produktivitas Kerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ‘’PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTORIMIGRASIKELAS 1 KUPANG’’ Dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat, masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan dalam menjalani persaingan tersebut.Produktivitas kerja pegawai bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha.Maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama berkerja (Afandi, 2018:91). Pelatihan kerja adalah sarana untuk mengasah kemampuan dan memberikan nasihat dengan cara yang etis sehingga pekerja dapat memenuhi tanggung jawab mereka untuk bekerja seefisien mungkin sambil memenuhi tujuan bisnis. Handoko (2005,hal208) Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standard-standar organisasional. Berdasarkan dari permasalah yang diuraikan diatas, maka terdapat dua rujukan penelitian, maka saya tertarik untuk menulis dengan judul yang sama Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang”. Dengan persoalan yang berbeda dalam satu intansi.Menurut Sugiyono (2012:72), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya’.Berdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang berjumlah 55 orang, sampel ditentukan menggunakan data karyawan yang megikuti pelatihan kerja, yaitu berjumlah 43 responden pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear bergandadengan bantuan SPSS.Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai (Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerja sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275).Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui constan regresi a sebesar 21,552.Sedangkan koefisien Regresi b1 0,179 dan b2 0,420. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Pengaruh Pelatihan Kerja(X1) dan Disiplin Kerja (X2) Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 21,552 + 0,179 X1+ 0,420 X2. Diketahui nilai n=43 k=2 dan Rumus untuk menghitung T𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 T (𝑎/2: 𝑛 – 𝑘 1 T (0,05/2 43 -2-1) (0,025 40) jadi T 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2.021. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan mengenai pengujian hipotesis uji T (terpisah) adalah sebagai berikut :Uji hipotesis pertama yaitu ada Pelatihan Kerja (X1) Produktivitas Kerja (Y). Diketahui bahwa variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan T hitung 1,423 dari T tabel 2.021 dan tingkat sig. 0,162 dari t sig 0,05. Maka terbukti H0 diterima dan Ha ditolak.Artinya bahwa Pelatihan Kerja(X1) tidak pengaruh segnifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y).Atau dapat dikatakan bahwa semakin kecil pelatihan kerja yang diikuti oleh pegawai, maka produktivitas kerja semakin menurun.Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan T hitung 2,577 T tabel 2,021 dan tingkat sig 0,014 T 0,05 . Maka terbukti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja, atau dapat dikatakan bahwa semakin baik disiplin kerja pegawai, maka produktivitas kerja akan semakin baik. Uji F adalah uji signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F hitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n : 43 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F (k: df 2 n – k – 1 F : 2 : 40) jadi Ftabel 2,45 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 7,310 lebih besar F tabel 2,45 dan tingkat Sig 0,002 oleh karna itu nilai Sig0,05) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel Pelatihan Kerja (X1) dan Variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,268 atau 26,8%. Hal ini berarti besarnya hubungan Pelatihan Kerja dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan adalah 26,8%. Sedangkan hubungan sebesar 73,2% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH REKRUTMEN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTOR POS INDONESIA CABANG KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen Sumber Daya Manusia berperan aktif dan dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif karyawan meskipun alat-alat yang dimiliki perusahaan begitu canggi. Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan tidak ada manfaatnya bagi perusahaan, jika peran karyawan tidak diikutsertaka Perekrutan tenaga kerja dimaksudkan untuk pengadaan dan penarikan tenaga kerja guna mengisi posisi dan formasi yang belum terisi maupun bagian atau tugas baru yang diciptakan dalam organisasi. Agar dapat memperoleh tenaga kerja yang benarbenar cakap dan sesuai dengan harapan organisasi maka sebelum perekrutan tenaga kerja dilakukan hendaknya berbagai faktor yang berkaitan dengan perekrutan harus mendapat perhatian organisasi agar perekrutan tenaga kerja tersebut dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini Peneliti akan membahas Rekrutmen dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang.Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitati.Populasi dan sampel dalam penelitian ini Pos Indonesia Cabang Kupang berjumlah 80 orang dan dilakukan penentuan sampel menunggunkan rumus slovin makan penelitian ini berjumlah 44 orang. Teknik pengumpulan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini mengetahui pengaruh Rekrutmen dan Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan dan Uji Kooefesien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, Peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial rekrutmen berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang dan Kepuasan kerja berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang. secara simultan rekrutmen, dan Kepuasan kerja terrdapat pengaruh secara Bersama-sama secara positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 19,695, Sedangkan Kooefeisen regresi b1 = 0,303, b2 = 0.344. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh Rekrutmen (X1) dan Kepuasan Kerja (X2) terhahap Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y=19,695+ 0,303 X1 + 0,344 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada Rekrutmen (X1) Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Diketahui variabel Rekrutmen (X1) di temukan t hitung = 1.274 lebih kecil dari t tabel = 2.018 dan tingkat signifikan = 210 oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka maka H0 (b1=0) diterimah Ha (b1 > 0) ditolak yaitu variabel Rekrutmen (X1) memiliki pengaruh positif secara Parsial terhadap variabel Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Berikut Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Kepuasan Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X2) ditemukan t hitung = 2.189 lebih besar dari t tabel = 2,018 dan tingkat sig = 0,034. Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 > 0) diterimah yaitu Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Produktivitas Kerja Karyawan.Untuk hasil Uji F didapati F hitung = 6,502 lebih besar dari F tabel = 3,22 dan tingkat sig = 0,003 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka H0 ( b1=0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima artinya variabel Rekrutmen (X1) dan Variabel Kepuasan Kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil ujikkofesien determinasi (R2) adalah 0,236% atau 23,6%. Hal ini berarti besar pengaruhnya Rekrutmen dan kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan adalah 23,6%.Sedangkan pengaruh sebesar 76,4% disebabkan oleh faktor lain

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN WAKTU GILIR KERJA SEBAGAI DAMPAK COVID-19 DAN ETOS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA TBK KOTA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah produktivitas kerja karyawan Suatu perusahaan dapat bertahan jika setiap kegiatan karyawan didukung oleh produktivitas kerja karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah dengan memperhatikan kualitas waktu gilir kerja, etos kerja terhadap karyawan. Waktu gilir kerja merupakan salah satu hal penting yang mendorong karyawan untuk menghasilkan produktivitas yang baik. Selain itu etos kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan karyawan terhadap peraturan perusahaan Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai menganalisis perubahan waktu gilir kerja sebagai dampak covid-19 berpengaruh terhadap produktivitas Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, Untuk menganalisis etos kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat pengaruh waktu gilir kerja. Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah yang dimaksud dengan perubahan waktu gilir kerja dalam penelitian ini adalah bentuk perpanjangan waktu dari sistem shif kerja. Dimana merupakan suatu sistem pengaturan kerja yang memberi peluang untuk memanfaatkan keseluruhan waktu yang tersedia untuk mengoperasikan pekerjaan. yang dimaksudkan dengan etos kerja dalam penelitian ini adalah sebagai pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. Berpijak pada pengertian bahwa etos kerja mengandung makna sebagai aspek evaluatif yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam memberikan penilaian terhadap kegiatan kerja. Yang dimaksudkan dengan produktivitas kerja dalam penelitian ini adalah suatu hubungan yang terjalin antara jumlah output yang dihasilkan dan sejumlah output yang diperlukan untuk membuat output tersebut. Penelitian ini menggunakan metode 3 kotak. Dengan jumlah populasi sebanyak 74 orang karyawan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang karyawan dengan menggunakan rumus slovin. Rumus slovin ini digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan metode 3 kotak bahwa Waktu Gilir Kerja pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang berada dalam kriteria rendah. Etos Kerja berada dalam kriteria rendah, Produktifitas Kerja berada dalam kriteria rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa waktu gilir kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182. dan nilai koefisien regresi sebesar -0,013 yang berarti semakin baik waktu gilir kerja, semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan, dan sebaliknya. Etos kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10,182 dan nilai koefisien regresi sebesar 0, 667 yang berarti semakin baik etos kerja semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan. Sedangkan produktivitas kerja karyawan berpengaruh positif terhadap waktu gilir kerja dan etos kerja karyawan yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail