Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: Kelor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI DALAM PEMBUATAN TORTILA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung dalam meningkatkan kandungan gizi tortilla. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dikakukan pada bulan oktober – sampai selesai. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase Tepung jagung 100 % ( kontrol), 1% tepung kelor, 2% tepung kelor dan 3% tepung kelor. Variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur dan protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kelor berpengaruh terhadap karakteristik organoleptic dan sifat kimia tortilla yang yang dihasilkan. Perlakuan terbaik yaitu penambahan Tepung jagung 100 % ( kontrol). Berpengaruh terhadap rasa tortila fortifikasi dengan skor 4,7 (suka)). Pada atribut aroma dan warna terdapat pada perlakuan B. (tepung kelor 1%) dengan masing- masing nilai 4,5 (suka). Sedangkan untuk atribut tekstur terdapat pada perlakuan C (tepung kelor 2 %) dengan nilai (4,5) (suka). Sedangkan pada protein penambahan tepung kelor D (3%) memberikan nilai kadar protein lebih tinggi yakni 31,15%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DALAM MENGHASILKAN PERMEN KELOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DALAM MENGHASILKAN PERMEN KELOR Mangngi Katrina’ “Malelak Zet Nubatonis M. Lesybeth” ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Gelatin Dalam Menghasilkan Permen Kelor.Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 6%, 8% dan 10%. Variable yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan gelatin berpengaruh terhadap karakteristik organoleptik permen kelor yang dihasilkan. Perlakuan terbaik yaitu penambahan gelatin sebanyak 8% dengan sifat organoleptik yakni: skor aroma 3,639 (khas tepung kelor); skor rasa 3,833, (khas tepung kelor); skor warna 3,750 (hijau kecoklatan) ; skor tekstur 3,694 . Kata kunci :Gelatin, Tepung Kelor, Permen Kelor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENAMBAHAN TEPUNG KELOR DALAM TEPUNG JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK BUBUR JAGUNG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PenambahanTepungKelorDalamTepungJagungTerhadapKarakteristikBuburJagung Mesa DadiYohanis *), NubatonisM.Lesibeth**), MalelakZet**) Email:[email protected] Buburjagungmerupakanpanganalternatif yang dijadikansebagaipenggantibuburberaspadasaatsarapanmaupundiwaktu-waktutertentu. Kosumenbuburinilebihdidominasikanoleh orang dewasabahkanmanulakarenateksturnya yang lembut.Penelitianinitelahdilaksanakanpadatanggal 8 novembersampai 11 November 2021 dilaboratoriumprosessingFakultasTeknologiPertanianUniversitas Kristen ArthawacanKupang, penelitianinibertujuanuntukmengetahuikarakteristikterhadap organoleptic buburjagungdenganpenambahantepungdaunkelor(moringaoleifera). Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahRancanganAcakLengkap (RAL) menggunkan 5 perlakuandanmasing-masingdiulangsebanyak 3 kali denganpresentase 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%. Parameter yang diukurpadakarakteristikbubur yang dihasilkanadalahujiWarna, Aroma, dan Rasa.Berdasarkanhasilujiorganoleptiknilai yang tertinggiterdapatpadaperlakuan E (12,5%) ujiwarnadengannilai rata-rata 4,644 (sangatsuka), uji aroma dengannilai rata-rata 4,578 (sangatsuka), danuji rasa dengannilai rata-rata 4,833 (sangatsuka) Kata Kunci :Penambahan,TepungJagung, TepungKelor, Bubur *)Peneliti **)Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA PEMBUATAN KUE PUTU BERBASIS TEPUNG BERAS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA PEMBUATAN KUE PUTU BERBAHAN TEPUNG BERAS ( Yarid Kuanaben, Lesybeth M Nubatonis, Zet Malelak) Jurasan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Atra Wacana Kpuang Jl. Adi Sucipto No. 147, Oesapa, Klp Lima , Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Email yaridkuanaben197@gmail. Com ABSTRAK Pembuatan kue putu dengan perbedaanfortifikasi tepung kelor pada pembuatan kue putu berbahan tepung beras. Penelitian ini bertujuan untukMengetahui tingkat fortifikasi tepung kelor dalam pembuatan Kue Putu berbahan tepung beras dan mengetahui salah satu perlakuan terbaik dari fortifikasi tepung kelor pada tepung beras yang memberikan mutu kue putu terbaik. Penelitian ini menggunakan variasi perlakuan formulasi tepung kelor dan tepung beras dengan empat perlakuan yaitu fortifikasi tepung beras: tepung kelor,100 gram : 0 gram,100 gram : 10 gram, 100 gram ; 15 gram,100 gram:20 gram. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwafortifikasi tepung kelor pada pembuatan kue putu berbahan tepung beras yang paling di sukai oleh panelis adalah pada perlakuan B dengan tepung beras gram dan tepung kelor10 gram. Kata kunci : kue putu, tepung kelor, tepung beras

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Substitusi Tepung Kelor Sebagai Produk Kerupuk Yang Bergizi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Makanan ringan didefinisikan sebagai makanan yang dikonsumsi antara waktu makan regular. Kerupuk merupakan contoh makanan ringan yang tergolong dalam salted foods dengan karakter flavor dominan adalah asin dan gurih. Produk tersebut merupakan makanan ringan yang umumnya dikonsumsi di Indonesia, bahkan menjadi lauk-pauk. Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan daun kelor sebagai sumber gizi pada pembuatan kerupuk. Pembuatan kerupuk terdiri dari tahap persiapan yaitu tahap pembuatan tepung daun kelor setelah mendapatkan tepung daun kelor dilanjutkan ke penelitian utama. Penelitian pertama adalah dengan penambahan tepung daun kelor dengan perlakuan (15%), (25%), dan (35%). Selanjutnya, dilakukan uji mutu sensori dengan parameter aroma, rasa, tekstur, dan warna. Pada penambahan tepung daun kelor yang terpilih yaitu tepung daun kelor 15%dengan ini menunjukan bahwa uji organoleptik yakni skor warna ( 4,64 ),skor rasa ( 4,77 ), skor tekstur ( 4,72 ), skor aroma ( 4,64 ),dengan kategori suka. pada perlakuan A1(tepung daun kelor 15%) kerupuk tersebut mengandung kadar air sebesar ( 6,71% ), termasuk dalam mutu SNI,dan vitamin C sebesar (0,79%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN MESIN PENEPUNG DAUN KELOR SKALA RUMAH TANGGA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RANCANG BANGUN MESIN PENEPUNG DAUN KELOR SKALA RUMAH TANGGA Manibak D. P. *) Lano M.L **) Makaborang M. **) Fakultas Teknolopgi Pertanian Program Studi Mekanisasi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium keteknikan pertanian Fakultas Kristen Artha Wacana Kupang pada tangga 29 September sampai dengan 29 November 2020. Penelitian ini adalah merancang bangun mesin penepung daun kelor skala rumah tangga” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan penepung daun kelor denagn mengunakan mesin penggerak dinamo dan berapa kapasitas kerja mesin penepung daun kelor. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, maka mesin ini dirancang kemudian dilakukan pengujian, pengamatan dan pengambilan data meliputi uji fungsional mesin. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dari setiap komponen pada saat mesin dioperasikan dan komponen-komponen mesin ini berfungsi dengan baik. Kapasitas kerja mesin: 3.311 gram/detik. Presentase daun kelor yang tergiling 60,4% sedangkan yang tidak tergiling 39,6%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Teh adalah minuman yang sangat umum dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebiasaan minum teh sudah dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia. teh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Senyawa dalam teh dapat menyembuhkan beberapa penyakit ringan dan mencegah timbulnya beberapa penyakit serius. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pH, uji tingkat kesukaan konsumen dari parameter organoleptik aroma, rasa dan warna dan kadar air dan kadar abu pada pembuatan teh celup berbahan dasar kelor dengan variasi konsentrasi jahe. Penelitian ini dilakukan diLaboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan diLaboratorium Kimia Universitas Nusa Cendana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan ( 3 pengulangan). Perbandingan daun kelor dan jahe dengan variasi perlakuan meliputi: (P0) 100 % : 0%, ( P1) 90 % : 10 %, ( P2 ) 80 % : 20 %, ( P3) 70 % : 30 %. Parameter yang diuji yaitu pH dengan nilai tertinggi pada P3: 5,52% dan terendah P1: 5,22%, uji organoleptik yang meliputi parameter aroma di perolehF hitung 7,316,df=3, dan nilai P 0,000 0,005, rasa di peroleh F hitung 17,786, df=3, dengan nilai P 0,000 0,005, warna diperoleh F hitung 4,626, df=3, dengan nilai P 0.005, dan uji proksimat meliputi kadar air dan kadar abu. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi teh celup kelor jahe kadar air tertinggi pada perlakuan P1 sebesar 35% kadar abu tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 83%. Kata Kunci: Teh celup kelor jahe merah,pH,organoleptik dan proksimat. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT DEVELOPMENT OF GINGER MORINGA TEABAGS AS A HEALTH DRINK Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Tea is a very common drink in our daily life. The habit of drinking tea is known not only in Indonesia but almost throughout the world. Tea has many health benefits. The compounds in tea can cure several minor illnesses and prevent the onset of several serious illnesses. The aim of this research is to determine the pH, test the level of consumer preference from the organoleptic parameters of aroma, taste and color and water content and ash content in making moringa-based tea bags with variations in ginger concentration. This research was conducted at the UKAW Kupang Biology Education Laboratory and at the Chemistry Laboratory at Nusa Cendana University. The method used in this research was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (3 repetitions). The comparison of Moringa leaves and ginger with various treatments includes: (P0) 100 % : 0%, (P1) 90 % : 10 %, (P2) 80 % : 20 %, (P3) 70 % : 30 %. The parameters tested were pH with the highest value at P3: 5.52% and the lowest at P1: 5.22%, the organoleptic test which included aroma parameters was obtained F hitung 7.316, df = 3, and P value of 0.000 0.005, taste was obtained F hitung 17.786, df = 3, with P value of 0.000 0.005, color was obtained F hitung 4.626, df=3, with P value of 0.005, and proximate tests include water content and ash content. Based on the results of the ANOVA test, proximate test results were obtained to measure the nutritional content of ginger moringa tea bags, the highest water content in treatment P1 was 35%, the highest ash content in treatment P2 was 83%. Keywords: Red ginger Moringa tea bags, pH, organoleptic and proximate. Information: *) Researcher **)Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Lama Waktu Pengerigan Daun Kelor Terhadap Kualitas Tepung Kelor

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pengerigan merupakan penghilagan dari suatu bahan, proses utama yang terjadi pasca proses pengerigan adalah penguapan. Daun kelor di keringkan dengan menggunakan sinar matahari langsung, pengeringan dengan sinar matahri langsung dilakukan dengan cara mengeringkan daun kelor di bawa naungan paranet untuk menghindarkan dari sinar matahari langsung. Salah satu proses pengolahan yang banyak dilakukan adalah proses pengeringan daun kelor. Proses pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terdapat dalam daun kelor sehingga daun kelor lebih awet dan dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga dapat mengatasi kelebihan saat musim panen tiba.Penelitian ini lelah dilakukan selama 1-2 bulan, mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei. Bertempat di Bengkel Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang pada dasarnya mengunakan pendekatan deduktif-induktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Lama waktu pengeringan terhadap kualitas tepung daun kelor yang memberikan pengaruh nyata dilihat dari kadar air dan kadar protein yang siknifikan. Lama waktu pengeringan tepat yang dapat menghasilkan tepung daun kelor yang terbaik adalah adalah perlakuan empat (5 hari) yang memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dengan nilai rata-rata 4,100 % dan kadar protein dengan nilai rata-rata 34,310 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI SARI DAUN KELOR PADA MIE KERING DARI TEPUN TERIGU YANG DI SUBSTITUSIKAN MOCAF

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam pembuatan mie dari tepung mocaf, sari daun kelor ditambahkan sebagai bahan tambahan agar mie memiliki warna hijau dan kandungan gizinya bertambah. Tujuan penelitian untuk memperoleh proporsi sari daun kelor terhadap tepung campuran yang maksimum dalam pembuatan mie kering, Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan menghasilkan 12 unit percobaan, dengan presentase sari daun kelor 0%, 10%, 20%, 30%. Variable yang diamati adalah uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Hasil peneltian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik adalah perlakuan sari daun kelor 20% dengan warna bernilai 4,662 (sangat suka), aroma dengan nilai 4,667 (sangat suka), rasa dengan nilai 4,756 (sangat suka) dan Tekstur mie kering dengan nilai 4,711 (sangat suka).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGERINGAN OTOMATIS DAUN KELOR MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yuni Kemala Dewi*) Haba Bunga, F.J. **) Dethan J. J. S. **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemantauan suhu pada proses pengeringan merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi kualitas warna, tekstur dan vitamin pada daun kelor. Suhu yang tepat pada proses pengeringan daun kelor akan menghasilkan kualitas yang baik. pemantauan suhu juga dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang terjadi pada proses pengeringan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana merancang penggunaan sensor DHT11 dengan arduino pada alat pengering daun kelor untuk mengatur suhu dan kelembaban ruang pengering.dan menguji kinerja sensor DHT11 dengan arduino pada alat pengering daun kelor untuk mengatur suhu dan kelembaban ruang pengering. Penelitian ini merupakan penelitian kerekayasaan. Perancangan alat dilakukan dengan menyiapkan semua alat-alat yang diperlukan dan membuat source code arduino untuk arduino yang dihubungkan dengan kabel jumper ke sensor DHT11 dan LCD, relay dan Fan sehingga hasil yang di peroleh dapat di baca oleh LCD. Pemantauan suhu dan kelembaban di ambil tiap 15 menit selama 7 jam , apabila ada perubahan suhu pada proses pengeringan setiap tahapan pengeringan maka kipas secara otomatis akan menyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perancangan alat terdiri dari perancangan perangkat keras berupa Arduino Uno dan Sensor DHT 11, LCD dan Fan serta perangkat Lunak program sistem pemantau yang terdiri dari iniaslisai program pada Arduino Ide telah dapat dirancang dan berfungsi dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian alat di dapatkan rata-rata kadar air yang diperoleh adalah 7,2% dari kadar air awal 73%. Kata Kunci : Daun Kelor,Arduino Uno, DHT11,Suhu, Kelembaban

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KELOR (Moringa olieferaL.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cekaman kekeringan merupakan kondisi lingkungan dimana tanaman tidak menerima asupan air yang cukup, sehingga tanaman tidak dapat melakukan proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal serta produksi pertumbuhan menurun. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu spesies tumbuhan dalam family Moringaceae yang tahan tumbuh di daerah kering tropis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan tanaman Kelor. Penelitian ini dengan metode eksperimen kuantitatif dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) serta 6 perlakuan dangan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 18 unit. Dalam penelitian ini yang dianalisis adalah pertumbuhan tinggi batang (cm) diameter batang (cm) jumlah daun (helai) lebar daun (cm). Hasil penelitian yang di peroleh bahwa semakain sedikit air yang di berikan semakin baik pertumbuhan pada tanman, dan semkin banyak air yang di berikan akan menghambat pertumbuhan tanaman. Hal ini membuktikan Cekaman kekeringan berpengaruh nyata terhadap tinggi batang, diameter batang, jumlah daun, dan luas dauan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH CAMPURAN LIMBAH KULIT BUAH KELOR ( KBK ) DAN PEREKAT BERBAHAN TAPIOKA DALAM PEMBUATAN BIOPELET TERHADAP ENERGI YANG DI HASILKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH CAMPURAN LIMBAH KULIT BUAH KELOR ( KBK ) DAN PEREKAT BERBAHAN TAPIOKA DALAM PEMBUATAN BIOPELET TERHADAP ENERGI YANG DI HASILKAN Muti H. Yetron* Bunga Habba, J. F** Jemseng Abineno** Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Pembuatan biopelet menggunakan Kulit Buah Kelor (KBK) merupakan biomassa padat (pellet) yang dapat diolah sebagai pengganti energi alternatif. Biomassa dalam bentuk pellet dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar padat. Biopellet atau pellet yang berasal dari biomassa dikonversi dan dapat dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar menggunakan teknik densifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran limbah kulit buah kelor (KBK) dan perekat berbahan tapioka, serta untuk mengetahui campuran yang tepat antar limbah kulit buah kelor dan perekat berbahan tapioka dalam pembuatan biopelet terhadap energi yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan variasi campuran limbah kulit buah kelor (K) dan perekat berbahan tapioka (T). Adapun perlakuan yang diuji coba adalah perlakuan A (100% vs 0), B (80% vs 20%), C (70% vs 30%), D (60% vs 40%0, E (50% vs 50%). Total bahan kulit buah kelor dan tapioka pada tiap sampel 1 kg. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga menghasilkan 25 unit percabaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dinalisis menggunakan Analisis Varian (Anova) untuk mengetahui pengaruh perlakuaan dan dilanjutkan dengan analisis Duncan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pertama hingga perlakuan ke-5 (terakhir) hasil yang dihasilkan maksimal. Biopelet, Kulit Buah Kelor (KBK), Moringa Oleifera (kelor) *peneliti **pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh posisi daun pada proses pengujian terhadap vitamin C tepung daun kelor

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH POSISI DAUN PADA PROSES PENGUJIAN TERHADAP VITAMIN C TEPUNG DAUN KELOR Ferniyasih Lumba Babang*), Ir.Zet Malelak,M,Sc**), Ir.M.Nuhara,MP**) ABSTRAK Penulis tentang : Pengaruh Posisi Daun Pada Proses Pengujian Terhadap Vitamin C Tepung Daun Kelor. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan sehingga menghasilkan 8 unit bercobaan dengan posisi daun yang berbeda antara lain, daun kelor mudar segar,daun kelor tua segar,tepung daun kelor muda,tepung daun kelor tua. Dalam pengujian laboratorium yaitu, Daun Kelor muda segar Vitamin C 499,995 mg, paling rendah ada pada Daun kelor tua segar 181,71 mg ,Tepung daun kelor muda 238,97 mg, Tepung daun kelor Tua 194,125 mg Kata kunci : daun kelor, vitamin C * (Peneliti) ** (Pembimbing)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN TEPUNG KELOR(Moringa oliafera Lam) DAN TEPUNG LABU KUNING(Cucurbita moschata. D) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CAKE

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERBANDINGAN TEPUNG KELOR ( Moringa Oliafera Lam)DAN TEPUNG LABUKUNING (Cucurbita moschata. D) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CAKE (AMA FERDI TAGI HUMA*) (Ir. M. NUHAMARA MP **)( Ir. I.D.A.A.R.R.AdI, MP **) Penelitian bertujuan untuk mengtahui perbandingan rasio tepung kelor dan tepung labu kuning pada tepung terigu dalam menghasilkan kualitas cake. Penelitian ini di laksanakan pada bulan juli tahun 2021 bertempat di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase tepung kelor 1% tepung labu kuning 10%, tepung kelor 2,5% tepung labu kuning 20% dan tepung kelor 5% tepung labu kuning 25%. variabel yang di amati adalah aroma, rasa, warna dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan warna 4,58 tekstur 4,75 aroma 4,58 dan rasa 4,75 dengan kategori sangat suka Kata Kunci : Tepung Kelor, Tepung Labu Kuning, Tepung Terigu, Cake.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI MINYAK BIJI KELOR (Moringa oleifera Lamk) YANG BERASAL DARI PULAU TIMOR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN RINTO REINERT THERIK (16512125). Ekstraksi dan Karakterisasi Minyak Biji Kelor (Moringa Oleifera L.) Yang Berasal Dari Pulau Timor. Dibawah bimbingan : Dr. GODLIEF F. NEONUFA, MT sebagai pembimbing I dan MELKIANUS NUHAMARA, MP sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang termasuk family moringaceae yang banyak dijumpai di Aceh, Kalimantan, Ujung Pandang dan Kupang. Biji kelor mengandung minyak dengan kadar ±38% dan di dalam minyak tersebut mengandung vitamin E dan β karoten masing-masing sebesar 0,01%. Biji yang sudah tua mengandung karbohidrat, metionin, sistein, benzil glukosinolat, moringin, mono-palmitat dan di-oleat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mensintesis minyak biji kelor menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut n-heksana. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 4 minggu (tanggal 4 juni-1 juli) 2021 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana kupang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mensintesa minyak biji kelor yang berasal dari Pulau Timor. Hasil penelitian minyak biji kelor yang dihasilkan dengan proses ekstraksi dan destilasi yaitu nilai rata-rata rendemen 0,0004%, densitas minyak biji kelor 0,8965 gram/ml, dan viskositas minyak biji kelor 307,69 m.Pascal. Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata rendemen minyak biji kelor hasil ekstraksi dan destilasi adalah 0,0004%, densitas minyak biji kelor 0,8965 gram/ml dan viskositas minyak biji kelor 307,69 m.Pascal. Kata Kunci : Kelor,rendemen, densitas, viskositas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA GEL RUMPUT LAUT DALAM PEMBUATAN PUDING

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA GEL RUMPUT LAUT DALAM PEMBUATAN PUDING Ayu Dima *) Nubatonis M Lesybeth **) Malelak Zet **) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Puding merupakan salah satu jenis hidangan penutup (dessert) yang digemari oleh masyarakat dari berbagai usia. Penelitian ini tentang fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil analisis menunjukan bahwa fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap organoleptik puding yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian yang tebaik pada fortifikasi tepung kelor pada gel rumput laut dalam pembuatan puding terdapat perlakuan B. 5% tepung keloryang menghasilkan tingkat kesukaan aroma puding (4,72) sangat suka, rasa puding (4,861) sangat suka, warna puding (4,583) sangat suka dan tekstur puding (4,787). Kata Kunci : kelor,rumput laut,puding

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG Sesun B. Derikson*) , Nubatonis M. Lesybeth**)Malelak Zet**) Abstrak Penelitian ‘’Fortifikasi Tepung Kelor Pada Tepung Jagung Untuk Meningkatkan Nilai Gizi Bubur Jagung” dilakukan dengan empat perlakuan. Perlakuan A: kontrol 150% tanpa tepung kelor , B: 45% tepung kelor, C: 50% tepung kelor, D: 55% tepung kelor. Penelitian ini dilaksanakan pada 8-22 Juni 2021 bertempat di Laboratorium Procecing Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persentase dan perlakuan terbaik dalam penambahan tepung kelor terhadap karakteristik organoleptik bubur jagung. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 150% Tepung Jagung (tanpa Tepung Kelor), 45% Tepung Daun Kelor, 50% Tepung Daun Kelor dan 55% Tepung Daun Kelor. Hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap Rasa bubur jagung dengan skor rata-rata: 3,306 (agak suka), tingkat kesukaan rata-rata terhadap Aroma Bubur Jangung adalah 4,444 (suka). Sedangkan tingkat kesukaan terhadap Warna bubur jagung adalah 4,389 (suka).Hasil penelitian menunjukan tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung dari hasil fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung, baik dari segi warna, aroma dan rasa adalah semakin sedikit penambahan tepung kelor dalam pembuatan bubur jagung, maka semakin tinggi tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung tersebut. Kata Kunci: Fortifikasi, Tepung Jagung, Tepung Kelor, Bubur

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH RATIO TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG DAUN KELOR ( Moringa Oleifera ) TERHADAP KUALITAS KUE BAKPIA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH RATIO TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG DAUN KELOR ( Moringa Oleifera ) TERHADAP KUALITAS KUE BAKPIA Laurensius Bala Maran1), Melkianus Nuhamara2), Lesybeth M. Nubatonis2) ABSTRAK Daun kelor sangat kaya akan nutrisi diantaranya kalsium, besi, protein, dan vitamin. Daun kelor dapat diolah bersamaan dengan tepung terigu dalam pembuatan bakpia. Bakpia merupakan salah satu jenis jajanan tradisional dengan isian keju, coklat, kacang hijau, kacang tanah yang berbentuk sedang tanpa penambahan bahan pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ratio kue bakpia yang terbuat dari tepung terigu dengan penambahan tepung daun kelor dan untuk mengetahui formulasi pembuatan kue bakpia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Parameter yang dianalisa adalah nilai organoleptik hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung terigu dengan tepung daun kelor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai organoleptik hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Perlakuan B merupakan perlakuan terbaik dengan rasio tepung terigu dan tepung daun kelor 100% : 2,5% menghasilkan kue bakpia yang disukai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (moringa oleifera Lam)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) Dominggus P. Rohi*) ( Nuhamara M **) I.D.A.A.R.R.Adi**) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Univesitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor (Moringa Oleifera Lam) bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor. Penelitian di laksanakan pada bulan Mei tahun 2021 bertempat di Rumah Pengering Bahtera Juragan Kelor.Metode yang di gunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali perlakuan dan masing -masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga di dapat 12 unit percobaan.Daun kelor yang digunakan sebanyak 2 kg dengan masin- masing perlakuan suhu yang di berikan yaitu 500C,550C,600C dan 650C selama 5 jam .Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik terhadap warna,raroma dan rasa teh daun kelor .Hasil penelitian menunjukan pada suhu 600C menghasilkan kategori kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan suhu 600C yang menghasilkan nilai rata-rata 4,639 (sangat suka).Aroma teh kelor yang paling tinggi di sukai yaitu pada perlakuan C dengan nilai ratarata 4,722(sangat suka).Dan rasa teh daun kelor yang pling tinngi di sukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan skor 4,778 (sangat suka. Sedangkan hasil analisis kimia kadar air yang paling rendah pada teh daun kelor terdapat pada perlakuan D dengan suhu 65 0C menghasilkan nilai rata-ratya 8,542. Kata kunci: Suhu,Teh Kelor,Organoleptik teh kelor *(Peneliti) **(Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AIR DAN TOTAL MIKROBA PADA MIE BASAH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR” (Moringa oleifera L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AIR DAN TOTAL MIKROBA PADA MIE BASAH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) Ndiy, A. I) * Nge, S. T)** Ballo, A.)** Tepung daun kelor mengandung 14% protein, 40% kalsium, 23% zat besi, dan mendekati seluruh kebutuhan balita akan vitamin A selain itu daun kelor mengandung antioksidan tinggi dan antimikroba hal ini menyebabkan kelor dapat berfungsi sebagai pengawet alami. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penyimpanan terhadap kadar air dan total mikroba pada mie basah substitusi tepung daun kelor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap. Variasi waktu penyimpanan yaitu 0 jam, 6 jam, 12 jam, 24 jam, 30 jam dan 36 jam. Kadar air diuji menggunakkan metode oven dan pengujian total mikroba menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Analisis kadar air menggunakan rumus umum uji kadar air dan analisis total mikroba menggunakan rumus perhitungan jumlah koloni. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air mie basah substitusi tepung daun kelor tertinggi pada waktu penyimpanan 36 jam (2,53%). Sedangkan total mikroba mie basah substitusi tepung daun kelor tertinggi pada waktu penyimpanan 36 jam (>300 CFU/g). Berdasarkan data penelitian terdapat pengaruh terhadap kadar air dan total mikroba pada mie basah substitusi tepung daun kelor yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail