ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung kelor pada
tepung jagung dalam meningkatkan kandungan gizi tortilla. Penelitian ini dilaksanakan
di Laboratorium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha
Wacana Kupang dikakukan pada bulan oktober – sampai selesai. Menggunakan
rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga
menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase Tepung jagung 100 % ( kontrol), 1%
tepung kelor, 2% tepung kelor dan 3% tepung kelor. Variabel yang diamati adalah,
karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur dan protein. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kelor berpengaruh terhadap
karakteristik organoleptic dan sifat kimia tortilla yang yang dihasilkan. Perlakuan
terbaik yaitu penambahan Tepung jagung 100 % ( kontrol). Berpengaruh terhadap rasa
tortila fortifikasi dengan skor 4,7 (suka)). Pada atribut aroma dan warna terdapat pada
perlakuan B. (tepung kelor 1%) dengan masing- masing nilai 4,5 (suka). Sedangkan
untuk atribut tekstur terdapat pada perlakuan C (tepung kelor 2 %) dengan nilai (4,5)
(suka). Sedangkan pada protein penambahan tepung kelor D (3%) memberikan nilai
kadar protein lebih tinggi yakni 31,15%
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG Sesun B. Derikson*) , Nubatonis M. Lesybeth**)Malelak Zet**) Abstrak Penelitian ‘’Fortifikasi Tepung Kelor Pada Tepung Jagung Untuk Meningkatkan Nilai Gizi Bubur Jagung” dilakukan dengan empat perlakuan. Perlakuan A: kontrol 150% tanpa tepung kelor , B: 45% tepung kelor, C: 50% tepung kelor, D: 55% tepung kelor. Penelitian ini dilaksanakan pada 8-22 Juni 2021 bertempat di Laboratorium Procecing Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persentase dan perlakuan terbaik dalam penambahan tepung kelor terhadap karakteristik organoleptik bubur jagung. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 150% Tepung Jagung (tanpa Tepung Kelor), 45% Tepung Daun Kelor, 50% Tepung Daun Kelor dan 55% Tepung Daun Kelor. Hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap Rasa bubur jagung dengan skor rata-rata: 3,306 (agak suka), tingkat kesukaan rata-rata terhadap Aroma Bubur Jangung adalah 4,444 (suka). Sedangkan tingkat kesukaan terhadap Warna bubur jagung adalah 4,389 (suka).Hasil penelitian menunjukan tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung dari hasil fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung, baik dari segi warna, aroma dan rasa adalah semakin sedikit penambahan tepung kelor dalam pembuatan bubur jagung, maka semakin tinggi tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung tersebut. Kata Kunci: Fortifikasi, Tepung Jagung, Tepung Kelor, Bubur