Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Pengeringan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK KIMIA BIJI KENARIEFFECT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH LAMA PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK KIMIA BIJI KENARI Fakultas Teknologi Pertanian Universitas kristen Artha Wacana Kupang Sonopaa Yakob) Nubatonis Lesybeth M1 ) Malelak Zet2) Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 23 juni sampai dengan 7 juli 2021 di laboratorium eksata Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacan Kupang dan juga telah melakukan analisis data di Laboratorium Rekayasa Proses dan Pengendalian mutu Teknologi Industri Pertanian , FTP- Universitas Udayana Bali,tentang menganalisis Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisik Kimia Biji Kenari dan metode yang digunakan adalah model matematika dari rancangan acak lengkap dengan menggunakan 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 15 percobaan dan hasil analisis menunjukan bawah perlakuan pengaruh lama perlakuan pengeringan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01)pada taraf signifikan 1% terhadap karakteristik Fisik Kimia Biji Kenariyaitu semakin lama pengeringan terjadi penurunan kadar air ( 0 hari 3,150%), penurunan kadar protein (3 hari 15,050%), peningkatan karbohidrat(6 hari 3,970%), dan peningkatan kandungan lemak(6 hari 76,350%)dari biji kenari Kata Kunci : Kenari,pengeringan, Karbohidrat, Lemak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perubahan Fisik dan Laju Pengeringan Ikan Tembang, Ikan Kembung, Ikan Papetek menggunakan Panas Matahari

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan ikan merupakan salah satu cara pengawetan ikan yang dilakukan dengan cara mengurangi kadar air ikan sehingga aktifitas mikroorganisme dapat dikurangi. Tujuan pengeringan adalah mengurangi kadar air bahan sampai pertimbangan mikro organisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau bahkan berhenti sama sekali dengan demikian bahan yang dikeringkan mempunyai waktu simpan yang lama. Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui perubahan fisik ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek menggunakan panas matahari dan Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi laju pengeringan pada ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek menggunakan panas matahari. Hasil pengujian dan hasil pengamatan pada Penelitian ini dibahas secara deskriprif dan pengujian pada variabel yang diamati, yaitu menggunakan Metode kuantitatif, metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: Terjadi perubahan ukuran, berat, warna, tekstur yang lebih padat dan keras karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek dengan lama pengeringan 3 hari penjemuran pada masing-masing jenis ikan, memperoleh nilai susut berat rata-rata ikan tembang dari 3 ulang 67,60 gram, nilai rata-rata susut berat ikan kembung dari 3 kali ulangan 68,30 gram, nilai rata-rata susut berat ikan papetek dari 3 kali ulangan 76,52 gram, kadar air 13,92%, 21,48%, 22,36%. Rata-rata Kelembaban menghasilkan nilai 38,3 Rh, Panas Matahari menghasilkan nilai 42,4ºC dan kecepatan angin 3,11, faktor mempengaruhi laju penjemuran pada ikan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Produk Fillet Ikan Baronang Asin Dengan Lama Pengeringan Berbeda Menggunakan Rumah Pengering

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan air 80% dan kadar protein 57,3%. Kadar air yang tinggi membuat daging ikan lebih mudah dan cepat mengalami kemunduran mutu. Untuk mencegah proses penurunan mutu maka salah satu metode pengawetan yang dilakukan yaitu dengan proses pengeringan ikan. Salah satu jenis ikan yang terdapat diperairan Nusa Tenggara Timur adalah ikan baronang. Ikan baronang tergolong ikan laut yang bisa dimakan dan memiliki kandungan vitamin B1, Omega-3 dan Zinc yang berkhasiat membantu menambah nafsu makan, selain itu kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat dalam ikan baronang juga dapat mencegah keroposnya tulang dan gigi secara alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui karakteristik proksimat (kadar air dan kadar protein), asam amino dan organoleptik pada produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan April 2022 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian kadar air, kadar protein dan pengujian organoleptik serta di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetch Bogor (SIG) untuk uji asam amino. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu A= pengeringan 2 hari (selama 8 jam/hari), B= pengeringan 3 hari (selama 8 jam/hari), C= pengeringan 4 hari (Selama 8 jam/hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diuji yaitu kadar air, kadar protein, asam amino dan organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air 41,29-17,28%, kadar protein 14,01-14,85%, produk fillet ikan asin baronang dengan lama pengeringan berbeda terdapat 15 jenis asam amino serta tingkat penerimaan panelis berkisar antara netral hingga suka. Kesimpulan dari karakteristik produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering untuk proksimat nilai kadar airnya 22,43% dan nilai kadar protein 14,70% untuk asam amino terdapat 15 jenis yang terdiri dari 8 jenis asam amino esensial dan 7 jenis asam amino non esensial. Berdasarkan hasil uji organoleptik, produk fillet ikan baronang asin masih di terima panelis dengan kriterian untuk nilai parameter kenampakan yaitu utuh, bersih, kurang rapi, mengkilap menurut jenis, aroma yaitu kurang harum tanpa bau tambahan, tekstur yaitu padat, kompak, lentur, cukup kering sedangkan rasa berkisar yaitu sangat enak, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Lama Waktu Pengerigan Daun Kelor Terhadap Kualitas Tepung Kelor

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pengerigan merupakan penghilagan dari suatu bahan, proses utama yang terjadi pasca proses pengerigan adalah penguapan. Daun kelor di keringkan dengan menggunakan sinar matahari langsung, pengeringan dengan sinar matahri langsung dilakukan dengan cara mengeringkan daun kelor di bawa naungan paranet untuk menghindarkan dari sinar matahari langsung. Salah satu proses pengolahan yang banyak dilakukan adalah proses pengeringan daun kelor. Proses pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terdapat dalam daun kelor sehingga daun kelor lebih awet dan dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga dapat mengatasi kelebihan saat musim panen tiba.Penelitian ini lelah dilakukan selama 1-2 bulan, mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei. Bertempat di Bengkel Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang pada dasarnya mengunakan pendekatan deduktif-induktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Lama waktu pengeringan terhadap kualitas tepung daun kelor yang memberikan pengaruh nyata dilihat dari kadar air dan kadar protein yang siknifikan. Lama waktu pengeringan tepat yang dapat menghasilkan tepung daun kelor yang terbaik adalah adalah perlakuan empat (5 hari) yang memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dengan nilai rata-rata 4,100 % dan kadar protein dengan nilai rata-rata 34,310 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK FILLET IKAN ASIN BARONANG DENGAN LAMA PENGERINGAN BERBEDA MENGGUNAKAN RUMAH PENGERING

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan asin baronang atau ikan cara merupakan ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat Manggarai juga merupakan oleh-oleh khas Kabupaten Manggarai Barat, serta proses pengolahanya masih sederhana dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber panas untuk pengeringan. Namun cara ini masih mempunyai kelemahan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat yang bisa menjadi alternatif bagi para nelayan atau pedagang ikan asin untuk meningkatkan kualitas ikan asin seperti pengering dengan tenaga surya menggunakan tipe rumah pengering. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik fillet ikan asin baronang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan September sampai bulan Oktober 2020 di Laboratorium Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Metode penelitian yang digunakan didesain menurut pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu A1= pengeringan selama 20 jam, A2= pengeringan selama 28 jam, A3= pengeringan selama 36 jam. Setiap kombinasi perlakuan diulang 2 sebanyak kali. Variabel yang diuji secara fisik yaitu susut berat dan penampakan produk, pengujian secara kimiawi yaitu kadar air dan pH, pengujian secara organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susut berat 66,9-71,8%, kadar air 15,92-30,12%, nilai pH dengan nilai 6,5-,6,7 dan tingkat penerimaan panelis berkisar antara netral hingga suka. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menghasilkan nilai susut berat 66,9% – 71,8%, kadar air 15,9% – 30,1%, pH 6,5 – 6,7, dan hasil uji organoleptik untuk nilai kenampakan yaitu utuh, bersih, kurang rapi, mengkilap menurut jenis, aroma yaitu kurang harum tanpa bau tambahan, tekstur yaitu padat, kompak, lentur, cukup kering, sedangkan rasa yaitu sangat enak, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail