ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan keragaman hayati. Kekayaan keanekaragaman hayati berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik kosmetik. Dalam penelitian ini sumber hayati yang digunakan adalah tanaman lidah buaya dan tepung beras yang di manfaatkan sebagai masker wajah pembuatan masker wajah dilakukan secara tradisional.Tujuan Penelitian ini mengetahui bagaimana cara pembuatan masker wajah tradisional berbahan dasar tanaman lidah buaya dan tepung beras, dan mengetahui kualitas produk yang dihasilkan .Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, denga mengunakan (RAL) 4 taraf perlakuan yaitu: A0= Kontrol,100g,tepung beras,100g lidah buaya tanpa pemberian air aqua, A1= 200g tepung beras 100g lidah buaya,aqua 100ml, A2= 400g tepung beras,300g,aqua100ml,A3= 400g tepung beras,200g lidah buaya,aqua 100ml.dan parameter uji berupa penentuan nilai pH dan Stabilitas (warna dan aroma) Hasil penelitian ini menjukan bahwa masker wajah tradisional berbahan dasar lidah buaya dan tepung beras memilikinilai pH 6,7 memenuhi persyaratan pH masker wajah, stabilitas yaitu warna dan aroma dilihat dari setiap perlakuan dan penilaian dari setiap panelis berada pada kategori baik nilai warna 3,90 dengan sklah sangat menaerik (A3)sedangkan aroma 3,80 skala sangat menarik s (A2) pembuatan masker wajah tradisional berbahan dasar lidah buaya dan tepung beras layak di gunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA PEMBUATAN KUE PUTU BERBAHAN TEPUNG BERAS
( Yarid Kuanaben, Lesybeth M Nubatonis, Zet Malelak)
Jurasan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Atra Wacana Kpuang
Jl. Adi Sucipto No. 147, Oesapa, Klp Lima , Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Email yaridkuanaben197@gmail. Com
ABSTRAK
Pembuatan kue putu dengan perbedaanfortifikasi tepung kelor pada pembuatan kue putu berbahan tepung beras. Penelitian ini bertujuan untukMengetahui tingkat fortifikasi tepung kelor dalam pembuatan Kue Putu berbahan tepung beras dan mengetahui salah satu perlakuan terbaik dari fortifikasi tepung kelor pada tepung beras yang memberikan mutu kue putu terbaik. Penelitian ini menggunakan variasi perlakuan formulasi tepung kelor dan tepung beras dengan empat perlakuan yaitu fortifikasi tepung beras: tepung kelor,100 gram : 0 gram,100 gram : 10 gram, 100 gram ; 15 gram,100 gram:20 gram. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwafortifikasi tepung kelor pada pembuatan kue putu berbahan tepung beras yang paling di sukai oleh panelis adalah pada perlakuan B dengan tepung beras gram dan tepung kelor10 gram.
Kata kunci : kue putu, tepung kelor, tepung beras
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Ubi jalar ungu (Ipomea batata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang dapat tumbuh dan berkembang diseluruh Indonesia. Ubi jalar ungu merupakan sumber karbohidrat non beras tertinggi keempat setelah padi, jagung, dan ubi kayu; serta mampu meningkatkan ketersediaan pangan dan diverifikasih pangan didalam masyarakat. Sebagai sumber pangan tanaman ini mengandung energi, β-karoten, vitamin Cn niacin, riboflavin, thiamin, dan mineral. Oleh karena itu, komoditas ini memiliki peran penting, baik dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri maupun pakan ternak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui satu perlakuan penambahan pasta ubi jalar ungu sebagai substitusi tepung terigu yang memberikan kualitas kue lapis terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prossesing Universitas Kristen Artha Kupang pada bulan oktober 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah sebagai berikut : Kontrol (A), 15% pasta ubi jalar ungu (B), 30% pasta ubi jalar ungu (C), DAN 45% pasta ubi jalar ungu (D).
Variabel yang diamati adalah variabel sensorik yaitu uji organoleptik terhadap rasa, warna, tekstur, dan tekstur penetrometer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin banyak pasta ubi jalar ungu yang ditambahkan maka warna akan semakin menarik, rasa semakin disukai, dan tekstur sedikit keras.
Perlakuan penambahan pasta ubi jalar ungu terbaik yang menggantikan sebagian tepung terigu adalah 45 % yang menghasilkan rasa (3,86) sangat suka, warna (3,93) sangat suka, tekstur (3,93) suka, aroma (3,86) sangat suka dan tekstur menggunakan alat penetrometer (4,000).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efek penambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut Marta Peang Lagur *) Ir. Nuhamara melkianus, mp**) Banoet M, I Regina, Sp, Mp**) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pnambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut dengan mengunak ranangan acak lengkap (RAL) 4 perlkuan dan masih-masih 3 kali ulangan dengan persentasi 0%. 5%, 10%, 15% tepung beras merah. Hasil peneltian ini menunjukan bawah uji analisis organeleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan subsitusi 5% terdapat aroma kue sarang semut yang tertinggi dengan skor 4.611 ( sangat suka) rasa kue sarang semut yang paling tinggi disukai terdapat pada 5% terdapat rasa kue sarang semut yang lebih tinggi dengan skor 4.806 (sangat suka) tektur kue sarang semut yang paling di sukai terdapat pada 5% terdapat tektur kue sarang semut yang lebih tinggi dengan skor 4.778 ( sangat suka) Kata kunci ; bahan pangan lokal penambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut *) penelitian **) pembimbing