ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pinang merupakan tanaman industri yang bermanfaat bagi manusia. Proses pengeringan pinang biasadilakukan dengan cara menjemurnya disaat panas, namun cara tersebut kurang efektif karena memerlukan waktu lama, tempat luas, dan panas matahari, sehingga saatmalam atau saat hujan proses pengeringan tidak dapat dilanjutkan. Maka dari itu dibutuhkan alat pengering pinang otomatis yang dapat digunakan secara terus menerus dan tidak tergantung kepada kondisi cuaca sebagai syarat utama pengeringan. Alatini terdir dari heater sebagai pemanas udara dalam ruang pengering, sensor DHT11 sebagai pendeteksi suhu dan kelembaban,fan sebagai sumber sirkulasi udara di dalam box pengering, LCD 16x2 sebagai penampil suhu, kelembaban, dan menggunakan Arduino sebagai mikrokontroler yang diprogram untuk menjalankan perangkat dan mengatur suhu ruang pengering, suhu ruang pengering dirancang dengan suhu maksimal 50°C. apabila suhu lewat dari 50°C heater dan fan akan berhenti bekerja dan apabila suhu kurang dari 50°C maka heater dan fan akan aktif lagi untuk memanaskan ruangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Yuni Kemala Dewi*) Haba Bunga, F.J. **) Dethan J. J. S. **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemantauan suhu pada proses pengeringan merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi kualitas warna, tekstur dan vitamin pada daun kelor. Suhu yang tepat pada proses pengeringan daun kelor akan menghasilkan kualitas yang baik. pemantauan suhu juga dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang terjadi pada proses pengeringan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana merancang penggunaan sensor DHT11 dengan arduino pada alat pengering daun kelor untuk mengatur suhu dan kelembaban ruang pengering.dan menguji kinerja sensor DHT11 dengan arduino pada alat pengering daun kelor untuk mengatur suhu dan kelembaban ruang pengering. Penelitian ini merupakan penelitian kerekayasaan. Perancangan alat dilakukan dengan menyiapkan semua alat-alat yang diperlukan dan membuat source code arduino untuk arduino yang dihubungkan dengan kabel jumper ke sensor DHT11 dan LCD, relay dan Fan sehingga hasil yang di peroleh dapat di baca oleh LCD. Pemantauan suhu dan kelembaban di ambil tiap 15 menit selama 7 jam , apabila ada perubahan suhu pada proses pengeringan setiap tahapan pengeringan maka kipas secara otomatis akan menyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perancangan alat terdiri dari perancangan perangkat keras berupa Arduino Uno dan Sensor DHT 11, LCD dan Fan serta perangkat Lunak program sistem pemantau yang terdiri dari iniaslisai program pada Arduino Ide telah dapat dirancang dan berfungsi dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian alat di dapatkan rata-rata kadar air yang diperoleh adalah 7,2% dari kadar air awal 73%. Kata Kunci : Daun Kelor,Arduino Uno, DHT11,Suhu, Kelembaban