ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANG BANGUN MESIN PENEPUNG DAUN KELOR SKALA RUMAH TANGGA Manibak D. P. *) Lano M.L **) Makaborang M. **) Fakultas Teknolopgi Pertanian Program Studi Mekanisasi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium keteknikan pertanian Fakultas Kristen Artha Wacana Kupang pada tangga 29 September sampai dengan 29 November 2020. Penelitian ini adalah merancang bangun mesin penepung daun kelor skala rumah tangga” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan penepung daun kelor denagn mengunakan mesin penggerak dinamo dan berapa kapasitas kerja mesin penepung daun kelor. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, maka mesin ini dirancang kemudian dilakukan pengujian, pengamatan dan pengambilan data meliputi uji fungsional mesin. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dari setiap komponen pada saat mesin dioperasikan dan komponen-komponen mesin ini berfungsi dengan baik. Kapasitas kerja mesin: 3.311 gram/detik. Presentase daun kelor yang tergiling 60,4% sedangkan yang tidak tergiling 39,6%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI IDENTIFIKASI DAN PENGKAJIAN EFEKTIFITAS MESIN POMPA AIR UNTUK IRIGASI PADI SAWAH DI BPTP NAIBONAT KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Iskandar. M*) Nainiti. P. P. E.N **) Lano L. M **) Penelitian dilaksanakan di BPTP Naibonat Kupang Nusa Tenggara Timur pada bulan April 2021, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana para petani di BPTP Naibonat menggunakan pompa air untuk irigasi padi sawah.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai efektifitas penggunaan mesin pompa air untuk irigasi padi di BPTP Naibonat. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan data debit mesin pompa air pada air embung di BPTP Naibonat, dan luas lahan irigasi dari instansi terkait. Hasil penelitian Bagaimana Para Petani di BPTP Naibonat Menggunakan Pompa Air Untuk Irigasi Padi Sawah di lakukan pengukuran dengan tiga kali pengulangan dengan 4 unit mesin pompa. Penggunaan mesin pompa air pada lahan sawah di BPTP Naibonat berdasarkan hasil penelitian, ada 4 unit pompa air yang terdiri dari 3 unit dengan type dan kemampuan pompa yang sama, yaitu Type NS-100 dengan Debit pompa 20 liter/detik dan dari ketiga unit pompa tersebut, 1 unit mengairi lahan seluas 4 hektar selama 10-12 jam/hari/minggu . Dan 1 unit pompa lainnya adalah type NS-80 dengan debit pompa sebesar 15 liter/detik. 1 unit pompa tersebut mengairi lahan seluas 3 hektar selama 13-15 jam/hari/minggu. Kata kunci: Identifikasi dan Pengkajian Mesin Pompa Air Padi Sawah. *) Peneliti **) Pembimbing I **) Pembimbing II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP RENDEMEN BIJI KOPI ARABIKA” Gaja Gregorius* Bunga Haba. F.J.** Dethan J.J.S*** MAHASISWA PROGRAM STUDY MEKANISASI PERTANIAN, FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN, UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG ABSTRAK Mutu kopi bisa ditingkatkan dengan salah satu proses penanganan pasca panen yang sangat penting yaitu proses penyangraian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama penyangraian terhadap rendemen biji kopi arabika. Penelitian ini menggunakan biji kopi arabika yang berasal dari Kabupaten Manggarai yang sudah siap untuk disangrai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan dengan menggunakan lama penyangraian 2200C, 2350C dan 2500C dengan waktu penyangraian 14 menit, 17 menit dan 20 menit. Analisa data dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA) Parameter analisis meliputi rendemen, kadar air,warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mutu kopi arabika dipengaruh oleh lama penyangraian. Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan 2200C dengan waktu penyangraian 14 menit yaitu 90% sedangkan yang terendah pada Perlakuan 2500C dengan waktu penyangraian 20 menit yaitu 65%. Kadar air pada kopi arabika memenuhi standar SNI yaitu maksimal 7% ,Berdasarkan uji penelitian ini menunjukkan bahwa kopi arabika yang paling disukai panelis adalah kopi yang mendapat perlakuan penyangraian 2350C dengan waktu penyangraian 20 menit. Kata Kunci : Kopi, Mesin Penyangrai *Peneliti **Pembimbing "EFFECT OF TEMPERATURE AND ROASTING ON THE YIELD OF ARABICA COFFEE BEANS" Gaja Gregorius* Bunga Haba. F.J.** Dethan J.J.S*** STUDENTS OF AGRICULTURAL MECHANIZATION STUDY PROGRAM, FACULTY OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY, ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY KUPANG ABSTRACT Coffee quality can be improved by one of the most important post-harvest handling processes, namely the roasting process. The purpose of this study was to determine the effect of roasting time on the yield of Arabica coffee beans. This study uses Arabica coffee beans originating from Manggarai Regency which are ready to be roasted. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with treatment using a roasting time of 2200C, 2350C and 2500C with a roasting time of 14 minutes, 17 minutes and 20 minutes. Data analysis was performed by Analysis of Variance (ANOVA). Parameters of analysis included yield, moisture content, color, aroma, and taste. The results of this study indicate that the quality of Arabica coffee is influenced by the roasting time. The highest yield was obtained at treatment 2200C with a roasting time of 14 minutes, which was 90%, while the lowest was at Treatment 2500C with a roasting time of 20 minutes, which was 65%. The water content in Arabica coffee meets the SNI standard, which is a maximum of 7%. Based on this research test, it shows that the Arabica coffee that the panelists prefer is coffee that gets roasted treatment at 2500C with a roasting time of 20 minutes. Keywords: Coffee, Roasting Machine *Researcher **Supervisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH KECEPATAN PUTARAN MESIN DISC MILL TERHADAP KUALITAS TEPUNG KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA)
Duka A. P* Bunga F. J. H ** Lano M. L ***
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya.
Mesin penepung yang telah ada saat ini banyak sekali ragamnya. Salah satunya adalah mesin penepung tipe disc (disc mill). Pada umumnya, disc mill digunakan untuk menggiling bahan baku kasar atau biji-bijian kering menjadi tepung dengan kehalusan tertentu. Bahan baku yang biasa digiling menggunakan disc mill adalah beras, jagung,biji-bijian dan kopi.
Kata kunci: kecepatan putaran mesin disc mill pada penepungan
Keterangan: * Peneliti
** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UJI KECEPATAN MESIN PENGGILING TIPE DISC MILL PADA PENEPUNGAN PISANG CAVENDIS (Musa cavendishii) MELKIOR E. ASA * HABA BUNGA ,F. J. ** DETHAN, J.J.S ** Pisang merupakan bahan pangan dari buah-buahan yang termasuk dalam tumbuhan ternak raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Pisang dalam bentuk tepung telah lama menjadi bahan pangan di berbagai negara seperti di Eropa, Afrika,America,Cina bagian utara, dan India. Uji performansi mesin penepung tipe disc meliputi karakteristik mesin yakni kapasitas, rendemen, susut tercecer, kebutuhan tenaga dan efisiensi serta kualitas tepung yakni ukuran partikel, derajat kehalusan dan dan Diameter rata-rata tepung. Uji performansi dilakukan dengan menggunakan Buah pisang seberat satu 300 g tiap perlakuan dengan empat kecepatan putar atau rotasi per menit (rpm) yakni 1.500, 1300,1100 dan 900 rpm serta menggunakan saringan 10,20,30,40,50 dan 60 mesh. Hasil pengujian performansi mesin penepung menunjukkan bahwa kapasitas optimum diperoleh pada 1500 rpm dengan menggunakan saringan 60 mesh yakni kapasitas mesin 20,43 kg/jam, rendemen mesin 91,6 6 %, dan susut tepung tercecer 1,77 %. Mesin penepung pada 1500 rpm dengan saringan 60 mesh dan menggunakan motor listrik 3 fasa membutuhkan daya sebesar 519 watt dengan efisiensi motor listrik 0,20 %. Ditinjau dari segi kualitas tepung menunjukkan bahwa berdasarkan ukuran partikel tepung yang dihasilkan berukuran berkisar 0,07386 inchi, derajat kehalusan tepung 73,52 % . Berdasarkan analisa sidik ragam dan uji lanjut Duncan, perlakuan rpm berbeda nyata terhadap kapasitas penepungan dan rendemen penepungan. Untuk analisa presentase fraksi tepung menunjukan bahwa perlakuan pada 900 rpm tidak berbeda nyata terhadap perlakuan pada 1100 rpm, namun berbeda nyata terhadap perlakuan pada1500 rpm.