ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak.
Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar PJOK di SMP Negeri Satap Serenglang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar PJOK yang memberikan dampak positif di SMP Negeri Satap Serenglang yaitu Kurikulum, Metode mengajar dan alat pelajaran untuk mendukung proses pembelajaran digunakan dengan baik, sehingga hasil belajar siswa sangat memuaskan.
Simpulan:Faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa pada SMP Negeri Satap Serenglang yaitu kurikulum, metode mengajardan alat pelajaranuntuk mendukung proses pembelajaran digunakan dengan baik, sehingga hasil belajar siswa sangat memuaskan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kuantitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor dinas sosial yang dijadikan sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui uji validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini adalah: Tingkat Pendidikan berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar -4,195 dengan signifikansi 0,000 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,000<0,05. Pengalaman Kerja tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar 1,636 dengan signifikansi 0,114 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,114 > 0,05. Faktor Sosial berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar 3,111 dengan signifikansi 0,004 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,004 < 0,05. Dalam penelitian ini menurut pandangan kepala dinas sosial telah sesuai dengan konsep kerja sehingga sebagian besar karyawan memiliki tingkat pendidikan dan faktor sosial yang cukup baik demi terciptanya keberlangsungan kinerja yang baik dan terciptanya pegawai yang produktif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Tanpa Hak Membuat Atau Membawa Bahan Peledak Petasan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan pelaku melakukan tindak pidana tanpa hak membuat atau membawa bahan peldak petasan ?. 2. Bagaimanakah akibat hukum yang timbul bagi terdakwa dan barang bukti ?. Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui faktor penyebab pelaku melakukan tindak pidana tanpa hak membuat atau membawa bahan peldak petasan. 2. Untuk mengetahui akibat hukum yang timbul bagi terdakwa dan barang bukti. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan akibat hukum yang timbul bagi terdakwa dan barang bukti dalam tindak pidana membuat atau membawa bahan peledak petasan. Sedangkan variabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana membuat atau membawa bahan peledak petasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi faktor penyabab pelaku melakukan tindak pidana tanpa hak membuat atau membawa bahan peledak petasan adalah 1) terdakwa ingin mendapatkan keuntungan, 2) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, 3) untuk memeriahkan hari raya lebaran. dan akibat hukum yang timbul bagi terdakwa adalah 1) terdakwa ditahan, 2) terdakwa di pidana penjara, 3) terdakwa membayar biaya perkara. Terhadap barang bukti yaitu barang bukti dimusnahkan. Saran, (1) Diperlukan peran serta masyarakat luas untuk melaporkan setiap aksi tindak pidana tersebut serta (2) Lembaga-lembaga pengawas yang konsisten melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang memiliki bahan peledak petasan supaya peristiwa tersebut tidak terjadi lagi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
1. Bentuk penyalahgunaan subsidi bahan bakar minyak. 2. Pengangkutan bahan bakar minyak tanpa izin 3. Perniagaan bahan bakar minyak bersubsidi tanpa izin dan penimbunan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan meniliti analisis hubungan faktor personal dan faktor organisasional terhadap komitmen organisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu faktor personal dan faktor organisasional sebagai variabel independen dan komitmen oraganisasional sebagai variabel dependen. Keberlangsungan sebuah kantor sangat tergantung pada peran tenaga kerja, mulai dari pimpinan hingga pekerja tingkat dasar. Hal ini bukan berarti kantor mrengeksploitasi para pekerjanya, tetapi para pekerjalah yang menjadi tombak utama sebuah perusahaan untuk bertahan dan berkembang pesat. Tenega kerja atau sering disebut pegawai maupun pegawai maupun karyawan memiliki fungsi untuk mempertahankan produktifitas perusahaan, menjalin hubungan baik dengan pihak internal maupun eksternal perusahaan dan menjaga nama baik kantor dengan menciptakan produk yang berkualitas dan selalu berinovasi. Untuk mendapatkan pegawai atau karyawan yang membantu perusahaan mencapai tujuannya, dibutuhkan sebuah komitmen organisasional. Kantor dinas dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka merupakan unsure penyelenggaraan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil serta tugas pembantuan tugas yang ditugaskan kepada daerah. Salah satu misi yaitu berusaha menata dan membangun kinerja aparatur melalui manajemen efisien agar dicapai suatu pelayanan yang prima dengan kualitas standar yang sifatnya dapat memuaskan masyarakat. Untuk mencapai tujuan organisasi, manajemen sumber daya manusia sebagai pengelola anggota organisasi tudak hanya mampu menghasilkan anggota yang berkualitas dari segi kemampuan dan keahlian bagi organisasi, namun juga dapat memperkuat komitmen organisasi anggotanya. Hal menjadi permasalahan untuk saat ini adalah tingkat kedisiplinan dan kemangkiran yang merupakan tindakan yang paling sering seperti ini memperlihatkan kurang adanya tanggung jawab dalam mengmban tugas sebagai pegawai yang menjabat baik secara struktural maupun fungsional dimana berperan sebagai pengambilan kebijikan dan keputusan di semua ini Guna mendapatkan solusi terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia dengan harapan para pegawai tersebut memeliki derajad kepuasan kerja tintti dan komitmen organisasional yang tinggi terdapat institusinya untuk saat sekarang dan dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor personal dengan komitmen oragnisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka dan untuk menganalisis hubungan faktor organisasional dengan komitmen organisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini primer dimana metode pengumpulan data menggunakan data kuesioner disebar di seluruh pegawai kantor dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 49 reponden. Dengan pengelolaan data primer menggunakan teknik analisis Statistical Package for Social Sciene (SPSS). Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa faktor personal dan faktor organisasional secara simultan dari hasil output hasil korelasi terlihat dari r = 0,548, terletak antara 0,41 - 0,70 yakni hubungannya kuat. yang Artinya faktor personal memiliki hubungan yang kuat dengan komitmen organisasional. Dari tabel diatas juga terlihat bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara faktor personal dengan komitmen organisasional atau Hipotesisi pertama (H1) diterima. Hasil uji korelasi product moment terlihat dari r = 0,338, terletak antara 0,21 0,40 yang menyatakan bahwa adanya hubungan tapi tingkat hubungannya lemah. Yang artinya faktor organisasional memiliki korelasi yang lemah dengan komitmen oragnisasional. Jika faktor organisasional meningkat maka komitmen organisasional juga akan meningkat. Dari tabel diatas juga terlihat bahwa tingkat signifikan sebesar 0,018 0,05 sehingga dapat disumpulakn bahwa terdapat hubungan antara faktor organisasional dengan komitmen organisasional atau Hipotesisi kedua (H2) diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan publik di Indonesia. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah profitabilitas, likuiditas, leverage keuangan, ukuran perusahaan sebagai variabel independen sedangkan ketepatan waktu sebagai variabel dependen. Sampel penelitian ini terdiri dari 10 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menyampaikan laporan keuangan ke OJK dalam periode tahun 2018-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pemilihan sampel dengan menggunakan metode purposive. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Profitabiltas negatif sebesar (–0.047) yang berarti bahwa setiap peningkatan profit sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar (-0,047) atau 4,7%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk profitabilitas (negatif) sebesar (-0.774) dengan tingkat siknifikan sebesar 0.446>0.05, maka dapat dikatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Likuiditas positif sebesar 0.032 yang berarti bahwa setiap peningkatan likuiditas sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar 0.032 atau 3.2%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk likuiditas (positif) sebesar 0.280 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.782>0.05, maka dapat dikatakan bahwa likuditas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel laverage (negatif) sebesar (-0.050) yang berarti bahwa setiap peningkatan laverage sebesar 1% akan mengakibatkan laverage sebesar (-0.050) atau 5%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk laverage (negatif) sebesar -0,255 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa laverage tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel ukuran perusahaan (positif) sebesar 0.033 yang berarti bahwa setiap peningkatan ukuran perusahaan sebesar 1% akan mengakibatkan ukuran perusahaan sebesar 0.033 atau 3.3%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk ukuran perusahaan (negatif) sebesar -0,225 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Kata Kunci : Ketepatan Waktu, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dan Ukuran Perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FREDERICO GUSMAU (16381546) Aspek Reproduksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di Perairan Atapupu dan Sekitarnya (di bawah bimbingan: Alfred G.O.Kase, M.Si, Ph.D dan Ir Yohanes Merryanto, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Ikan tuna merupakan komoditi ekspor andalan bernilai ekonomis sangat tinggi dari sektor perikanan bersama tongkol dan cakalang sesudah udang. Jenis tuna yang tertangkap di perairan Indonesia, antara lain sirip kuning (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunus obesus), albakora (Thunnus alalunga) dan tuna sirip biru (Thunnus maccoyi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi aspek reproduksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Atapupu dan sekitarnya Kabupaten Belu. Data ikan tuna sirip kuning sebanyak 77 individu, sampel ikan tuna di kumpul setiap hari selama (Juni – Juli). Metode yang di gunakan penelitian adalah berupa pengamata langsung di lapagan. Metode pengambilan sampel adalah Random sampling.
Aspek Reprodusi yang di analisis yaitu hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, faktor kondisi, dan nisbah kelamin ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang di kumpul sebanyak 77 individu terdiri dari jantan 30 dan betina 47 dengan panjang tertinggi 160 cm dan terendah 84 cm. Sebaran panjang dibagi dalam 10 kelompok ukuran banyak di tangkap 138-147 cm jumlah 9 individu pada ikan betina dan untuk jantan 156-165 cm sejumlah 6 inividu. sebaran kelas ukuran berat ikan tuna jantan dan betina didominasi oleh kelas interval 29–38 Kg sebanyak 17-13 individu (betina dan jantan). Hubungan panjang berat ikan tuna memiliki tipe pertumbahan alomtrik negatif (b<3). Tingkat kematangan gonad yang paling dominan selama penelitian adalah TKG I baik janntan maupun betina. Indeks kematangan gonad ikan tuna memiliki perbedaan dimana nilai IKG pada ikan jantan sejumlah 0,8 dan ikan betina sebanyak 0,9 di bulan Juni. Setelah di bulan Juli IKG ikan betina dan jantan sama-sama mngalami peningkatan dengan nilai IKG yang sama yaitu (1,2),(1,2). Faktor kondisi ikan tuna jantan tergolong sangat tinggi nilai 1,359 dan terendah 0,224 pada ikan betina memiliki bentuk tubuh kurang pipih. Nilai nisbah kelamin 0,6 dan jumlah jantan 30 individu 47 individu yaitu ikan jantan lebih sedikit dari betina
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peneltian ini dilatar belakangi berdasarka keunikan mahasiswa program studi bahasa inggris dalam belajar. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang. Penelitian ini adalah penelitian gaya belajar visual, auditorial, kinestetik dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa bahasa inggris, dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Tema penelitian ini menganalisis gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner dan dokumentasi. Data dari penelitian ini diperoleh langsung dari siswa. Semua data tersebut dijadikan bahan untuk mendeskripsikan gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar siswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang didominasi ciri-ciri gaya belajar visual,auditorial, kinestetik dan faktor yang mempengaruhi gaya belajar. kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya belajar yang paling dominan pada mahasiswa universitas kristen artha wacana kupang adalah gaya belajar auditorial da faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa yaitu kondisi fisik yang baik, lingkungan yang baik, strategi dan metode pembelajaran guru yang sesuai dengan gaya belajar mahasiswa, jeda waktu yang dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami dan mengolah informasi materi dengan baik sehingga gaya belajar dapat dimaksimalkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peneltian ini dilatar belakangi berdasarka keunikan mahasiswa program studi bahasa inggris dalam belajar. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang. Penelitian ini adalah penelitian gaya belajar visual, auditorial, kinestetik dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa bahasa inggris, dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Tema penelitian ini menganalisis gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner dan dokumentasi. Data dari penelitian ini diperoleh langsung dari siswa. Semua data tersebut dijadikan bahan untuk mendeskripsikan gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar siswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang didominasi ciri-ciri gaya belajar visual,auditorial, kinestetik dan faktor yang mempengaruhi gaya belajar. kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya belajar yang paling dominan pada mahasiswa universitas kristen artha wacana kupang adalah gaya belajar auditorial da faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa yaitu kondisi fisik yang baik, lingkungan yang baik, strategi dan metode pembelajaran guru yang sesuai dengan gaya belajar mahasiswa, jeda waktu yang dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami dan mengolah informasi materi dengan baik sehingga gaya belajar dapat dimaksimalkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penyebab Rendahnya Tingkat Kehadiran Jemaat Pada Kebaktian Utama Di Gereja Golgota Marena Tahun 2021.
Lokasi penelitian ini dilakukan di Gereja Golgota Marena Klasis Amarasi Barat. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga jemaat Golgota Marena secara keseluruhan berjumlah 188 orang, maka mengingat keterbatasan banyaknya populasi maka sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 20 orang jemaat. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan wawancara dan angket.Dari hasil pengolahan data dan analisis, penulis menarik kesimpulan bahwa satuan majelis jemaat dan jemaat Golgota Marena dalam pelaksaan kegiatan kebaktian belum sesuai, kurangnya semangat jemaat mengikuti kebaktian utama hari minggu karna banyaknya alasan yang berbeda-beda.Faktor internal: salah satunya adalah (1)kesibukan, jemaat Golgota Marena sebagian besar petani sehingga mereka sibuk mengurus ladang dan juga memelihara ternak ini adalah salah satu penyebab mereka sehingga tidak mengambil bagian dalam kebaktian. (2) jarak tempuh/kesehatan,merupakan faktor utama bagi mereka karna usia yang sudah tua di samping itu juga mengalami gangguan kesehatan.Faktor eksternal: (1) adanya pengaruh dari lingkungan sekitar yang mempengaruhi semangat kehadiran jemaat dalam mengikuti kebaktian utama hari minggu. (2) Ekonomi berhubungan dengan tidak adanya uang persembahan/kolekte yang mambuat jemaat merasa minder untuk tidak mengikuti kebaktian. (3) Relasi Sosial menunjukan hubungandan komonikasi antar sesama manusia,jemaat tidak hadir dalam kebaktian karna tidak memiliki hubungan yang baik antar sesama jemaat ataupun dengan majelis jemaat. (4) Kunjungan Pastoral, jemaat meresa kurangnya motivasi dari dari Pdt dan majelis jemaat sehingga mereka mengabaikan dan tidak hadir dalam kebaktian minggu.Oleh karena itu, penulis memberikan saran agar gereja/Pdt dan majelis jemaat terus berperan dan memperhatikan, mengarahkan serta memberikan pemahaman kepada warga jemaat supaya mereka bisa menghilangkan kebiasan/alasan-alasan mereka sehingga bisa mengikuti kebaktian minggu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Strategi pemasaran adalah proses menetukan target pasar untuk memasarkan serta mengenalkan suatu produk maupun jasa pada masyarakat.strategi pemasaran merupakan salah satu cara dalam mengenalkan produk kepada konsumen, dan hal ini menjadi penting karena akan berhubungan dengan laba yang akan dicapai oleh perusahaan. strategi pemasaran akan berguna secara optimal bila didukung oleh perencanaan yang terstruktur baik dalam segi internal maupun eksternal perusahaan. Dan sebelum melakukan berbagai macam promosi atau pendekatan pemasaran lainnya, perusahaan harus terlebih dahulu membidik pasar atau segmen secara jelas. Sebagian besar kegagalan usaha yang terjadi disebabkan oleh gagal nya perusahaan mendefenisikan pasar yang dituju dan bagaimana potensinya Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui strength (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman) yang dihadapi oleh usaha Nusa Timor (2) melihat alternatif apa yang baik digunakan untuk oleh usaha Nusa Timor. Jenis analisis yang digunakan oleh usaha Nusa Timor yaitu analisis SWOT (strength, weaknesses, opportunity, dan threats), dalam analisis SWOT pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Alat yang digunakan dalam penyusunan faktor strategi usaha Nusa Timor adalah dengan menggunakan matriks SWOT. Hasil dari analisis matriks SWOT menghasilkan alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah ST, WT, SO, dan WO. Hasilnya adalah posisi perusahaan sedang berada pada kuadran 1 yaitu posisi growth (bertumbuh) sehingga menghasilkan alternatif strategi yang bisa dilakukan oleh perusahaan diantaranya ada empat yaitu strategi SO, memanfaatkan strength (kekuatan)untuk memaksimalkan opportunity (peluang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
22022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah : ANALISIS YURIDIS TERJADINYA WANPRESTASI DAN AKIBAT HUKUMNYA DALAM PERJANJIAN UTANG PIUTANG. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : Faktor apa saja yang menyebabkan wanprastasi dan bagaimana akibat hukum yang terjadi setelah terjadinya putusan pengadilan yang yang memiliki kekuatan hukum tetap. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah : untuk mengetahui, mengkaji, dan menganalisis faktor terjadinya wanprestasi dalam perjanjian utang piutang oleh penggugat dan tergugat dan apa akibatnya jika terjadi wanprestasi itu tersebut. Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah: jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah . Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Faktor penyebab wanprestasi dalam perjanjian utang piutang di akibatkan dengan Faktor penyebab wanprestasi dalam perjanjian utang piutang di karenakan tidak adanya itikat baik dari tergugat (debitur), usaha tergugat (debitur) tidak berjalan lancar dan terjadinya perselisihan antara tergugat (debitur) dan penggugat (kreditur) tentang cara pembayaran. Akibat hukum yang timbul dari wanprestasi dalam perjanjian utang piutang adalah tergugat (debitur) harus membayar atau melakukan pelunasan hutang, tergugat (debitur) harus melakukan ganti rugi kepada penggugat dalam wanprestasi utang piutang, serta membayar biaya perkara. Adapun saran dari penelitian ini yaitu Sesuai pengaturan mengenai hutang piutang menurut KUHPerdata, dari pengertian perjanjian hutang piutang dalam Pasal 1754, maka para pihak perjanjian hutang piutang harus memenuhi prestasinya termasuk dengan prinsip hutang piutang, hak dan kewajiban serta resiko yang dapat terjadi bagi kedua belah pihak hutang piutang. Sehingga dengan melakukan prestasinya dengan baik, proses perjanjian hutang piutang akan berjalan dengan baik dan menguntungkan kedua belah pihak. Kata Kunci : Putusan Hakim,Wanprestasi, Faktor dan Akibat Utang piutang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan saat ini diikuti juga munculnya tempat-tempat perbelanjaan modern yang salah satunya di Swalayan Indomaret yang tepatnya berada di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur yang ingin memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumennya. Berdirinya Indomaret di Kota Kupang pada 27 Juli 2022 dengan membuka unit pertama. Indomaret merupakan merek dagang yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama yang berkantor pusat di Jakarta yang sampai dengan hari ini sudah mengelola lebih dari 20 ribu toko di seluruh Indonesia. Indomaret menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen di Kota Kupang yang juga sebuah paserba (Pasar Serba Ada). Indomaret tersebut memiliki beberapa karyawan dengan pelayanan yang memuaskan dengan memfokuskan pada barang-barang keperluan rumah tangga. Fokus terhadap konsumen diterjemahkan dalam tiga pilar utama Indomaret yang diyakini akan menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen di Kota kupang. Ketiga pilar utama tersebut adalah Harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, pelayanan yang memuaskan. Konsep paserba merupakan konsep perdagangan eceran yang diciptakan oleh Indomaret, dan dirancang untuk memuaskan para konsumen. Berdasarkan uraian di atas, Sehingga penelitian ini akan menggunakan Indomaret sebagai objek penelitian. Penelitian ini akan mencoba untuk menelusuri minat jual beli konsumen. Definisi faktor minat beli merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian. Minat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Dimana, ketika konsumen memiliki minat akan produk yang dijual oleh perusahaan maka konsumen akan melakukan pembelian dalam memenuhi kebutuhan konsumen itu sendiri. Faktor-faktor yang membentuk minat beli yaitu :Faktor kualitas produk, Faktor brand / merek, Faktor kemasan, Faktor harga, Faktor ketersediaan barang Faktor promosi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli atau berbelanja di Indomaret yaitu 96 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus yang digunakan adalah rumus Rao Purba digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga , maka besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 sampel. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil analisis bahwa pada variabel kualitas produk (X1) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel brand/ merek (X2) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel kemasan (X3) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Hasil Variabel harga (X4) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Ketersedian barang (X5) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel promosi (X6) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar terhadap kputusan faktor budaya, faktor sosial, dan faktor harga terhadap keputusan pembelian pada Toko Praiya Furniture pada konsumen di Toko Praiya Furniture Oesapa Kota Kupang Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan cara mengamati dan mengumpulkan data dengan kuesioner, sehingga dat yang diproleh penulis memproleh hasil penelitian dan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Toko Praiya Furniture Oesapa Kota Kupang dan mendapat sampel sebanyak 97 responden. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis koefisien determinasi secara parsial dan simultan, serta pengujian hipotesis dengan program SPSS 21. Hasil penelitian secara parsial menunjukan variabel faktor budaya dalam keputusan pembelian sebesar = 0,155, faktor sosial = 0,033, faktor harga = 0,033. Dengan demikian sumbangan pengaruh parsial yang paling besar atau dominan adalah faktor budaya sebesar = 0,155. Pengaruh simultan faktor budaya, faktor sosial, dan faktor harga = sebesar = 0,009%, sedangkan sisahnya di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan tingkat signifikan (0,05), diproleh hasil bahwa secara parsial fakor sosial dan faktor harga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Toko Praiya Furniture Oesapa Kota Kupang, sedangkan faktor budaya mempunyai pengaruh negative yang signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Praiya Furnitur Oesapa Kota Kupang. Namun secara simultan faktor budaya, sosial, harga mempunyai pengaruh negative yang sifnifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Praiya Furniture Oesapa Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 30,313, sedangkan koefisien regresi b1 = 0,155, b2 sebesar = 0,033 dan b3 sebesar = 0,093. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh faktor budaya X1, faktor sosial X2 dan faktor harga X3 terhadap keputusan pembelian (Y) adalah sebagai berikut : Y = 30,313+0,155X1+0,033X2+0,093+e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama faktor budaya (X1) memiliki pengaruh negatif terhadap keputusan pembelian (Y). Diketahui faktor budaya (X1) ditemukan t hitung = 0,465 lebih kecil dari t tabel = 1,66140 dan tingkat signifikan = 0,643 oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak yaitu faktor budaya (X1) memiliki pengaruh negative secara parsial terhadap keputusan pembelian (Y). Berikut uji hipotesis kedua yaitu faktor sosial X2 terhadap keputusan pembelian (Y) diketahui bahwa faktor sosial (X2) ditemukan t hitung = 0,244 lebih kecil dari nilai t tabel = 1,66140 dan tingkat sig = 0,808 oleh karena itu sig > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak yaitu faktor sosial (X2) memiliki pengaruh positif secara parsial terhadap keputusan pembelian (Y). dan yang berikut uji hipotesis ketiga yaitu faktor harga X3 terhadap keputusan pembelian (Y) diketahui bahwa faktor harga (X3) ditemukan t hitung = 0,-813 lebih kecil dari nilai t tabel = 1,66140 dan tingkat sig = 0,418 oleh karena itu sig > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak yaitu faktor harga (X3) memiliki arah pengaruh yang negative secara parsial terhadap keputusan pembelian (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi adalah 0,009% atau 0,009%. Hal ini berarti besar pengaruhnya fakto r budaya, faktor sosial dan faktor harga terhadap keputusan pembelian adalah 0,009%. Sedangkan pengaruh sebesar 91% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci :Faktor Budaya, Faktor Sosial Faktor Harga dan Keputusan Pembelian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI TENTANGFAKTOR PENYEBAB TIDAK DIPERSIAPKANNYA PERANGKAT PEMBELAJARAN OLEH GURU PEDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DI SD GMIT AIRNONA 1 KUPANG TAHUN AJARAN 2022/2023 Fasa S)* Natonis, A D.)** Pellu, H L)** ABSTRAK Pelaksanaan pembelajaranmata pelajaran Agama Kristen Dan Budi Pekerti (PAK) guru jarang menggunakan perangkat pembelajaran untuk mengoptimalkan proses pembelajaran saat mengajar yakni Silabus, RPP, LKS, Buku Guru, Buku Siswa, dan media pendukung lainnya sehingga pembelajaran kadang tidak efektif dan efesien untuk menjawab akan prinsip-prinsip pembelajaran.Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apa Faktor Penyebab Tidak Dipersiapkannya Perangkat Pembelajaran Oleh Guru PAK.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Penyebab Tidak Dipersiapkannya Perangkat Pembelajaran Oleh Guru PAK Di SD GMIT Airnona 1 Kupang. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 9 responden. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman (1992) yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwatedapat dua faktor yang mempengaruhi guru PAK tidak mempersiapkan perangkat pembalajaran yakni: faktor internal, guru mengalami kendalah karena tugas tambahan seperti mengikuti kegiatan workshop dan bimtek, keterbatasan lembar kerja peserta didik dan lembar kerja siswa dan juga pekerjaan lain seperti menjadi kaur kurikulum dan bendahara boss. serta faktor eksternal guru mengalami kurangnya pelatihan (pelatihan dari Dinas Pendidikan), fasilitas yang terbatas (alat tulis komputer) dan biaya yang tidak cukup (dalam biaya untuk belanja keperluan perangkat ajar). Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: kepada guru PAK SD GMIT Airnona 1 Kupang untuk mengutamakan tupoksinya sebagai seorang guru mata pelajaran, sehingga dapat mengoptimalkan perangkat pembelajaransebagai sebuah kompas dalam mendidik peserta didik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan terlaksana dengan baik. Kata Kunci: Faktor Penyebab, Perangkat Pembelajaran Dan Guru PAK
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ Analisis Hubungan Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional Dalam Mngukur Komitmen Organisasi Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang”.Skripsi ini ditulis oleh Maria Metriana Dahu Mali, NIM 17412205, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalus Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Faktor Personal (X1), Faktor Organisasional (X2), dan Faktor Non Organisasional (X3) terhadap Komitmen Organisasi (Y) Karyawan PT Telkom Witel NTT Kupang. Penelitian yang penulis lakuka disini adalah Penelitian Lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di PT. Telkom Witel NTT Kupang dan Sampel dari penelitian ini sebanyak 65 orang sebagai responden. Dalam mengumpulka Data Penulis menggunakan Kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis Koefisien Korelasi. Hasil dari penelitian yang ini menunjukan bahwa Variabel Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Organisasional berhubungan positif dan Signifikan terhadap Komitmen Organisasi yakni Semakin baik Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional maka semain baik juga Komitmen Organisasi. Faktor Personal merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Individu sangat memperngaruhi tingkat Komitmen Individu. Karyawan yang lebi bekerja lama dan tua tingkat Komitmennya lebih tinggi dibandingkan dengan Karyawan yang belum Lama bekerja dan usianya Masih muda. Jenis kelamin juga mempengaruhi Komitmen seseorang terhadap Organisasi, Karyawan Perempuan cenderung Lebih komit Terhadap Organisasional dibandingkan dengan Karyawan Laki-Laki. Menurut Larson (2005) bahwa pegawai yang mempunyai komitmen yang tinggi akan berusaha lebih dari pada mereka yang mempunyai komitmen yang rendah. Dalam bekerja disebuah organisasional atau perusahaan, seorang pekerja setidaknya pernah mengalami masalah, bahkan terkadang masalah yang dihadapi bisa mengancam perasaan untuk berkomitmen dengan organisasional atau perusahaan tersebut, misalnya ditegur dengan keras akibat kurang tanggap dalam menjalankan tugas, dipindah tugaskan dan diberikan beban pekerjaan yang melebihi deskripsi pekerjaan. Kata Kunci: Faktor Personal, Faktor Organisasional, Faktor Non Organisasional, dan Komitmen Organisasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan SiLPA pada Seluruh Desa di Kecamatan Ilebura dan faktor-faktor yang menyebabkan adanya SiLPA pada Seluruh Desa di Kecamatan Ilebura. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Camat Ile Bura Kabupaten Flores Timur. Data yang digunakan daalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran dengan jumlah populasi seluruh Desa di Kecamatan Ile Bura Kabupaten Flores Timur (7 Desa). Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan sesi wawancara dan sesi dokumentasi. Skala pengukuran data dengan skala Rasio. Data analisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan bantuan Microsoft Exel. Hasil penelitian ini adalah Pola Pertumbuhan SiLPA APBDes tahun 2018-2020 menunjukan fluktuatif, dikarenakan pertumbuhan pada seluruh Desa di Kecamatan Ile Bura selama 3 tahun anggaran terjadi kenaikan dan penurunan dan Faktor-faktor yang menyebabkan adanya SiLPA Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yaitu adanya penghematan belanja atau efisiensi belanja ,Pada beberapa desa terjadi realisasi belanja desa yang lebih kecil dari penerimaan pendapatan desa, SiLPA terjadi karena pada beberapa desa adanya program atau kegiatan yang tidak terealisasi, SiLPA terjadi karena adanya penerimaan pembiayaan dari tahun sebelumnya yang tidak habis dipakai bahkan tidak digunakan sama sekali pada tahun berjalan, Pada seluruh Desa di Kecamatan Ilebura untuk tahun anggaran 2020 belanja desa mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena adanya penanganan bencana covid-19 yang merupakan bencana nasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis ini adalah “Deskripsi tentang penyebab, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penipuan melalui arisan online”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : apa yang menjadi penyebab, bagaimanakah modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penipuan melalui arisan online. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui penyebab, modus dan akibat hukum terhadap kasus tindak pidana penipuan melalui arisan online. Manfaat penelitian ini secara praktis agar ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan penulis dalam bidang hukum dan dapat membantu dan memberi masukan serta tambahan pengetahuan bagi pihak terkait dengan masalah yang diteliti. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif.
Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebab, modus dan akibat hukum tindak pidana penipuan melalui arisan online. Vareabel terikat terdiri dari putusan pengadilan.
Hasil penelitian menunjukan faktor penyebab dalam tindak pidana penipuan melelui arisan online yaitu faktor ekonomi dan untuk membayar arisan online yang ditunggak oleh peserta arisan yang sudah mendapatkan undian arisan terdahulu, namun tidak membayar angsuran arisan. Modus penipuan melalui arisan online yaitu membuat penawaran arisan online melalui media sosial dan menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat kepada calon korban, serta akibat hukumnya adalah kepada pelaku yaitu pelaku ditahan dan pidana kurungan penjara, pelaku dibebankan untuk membayar biaya perkara serta pelaku mendapatkan keuntungan danakibat hukum kepada korban adalah korban mengalami kerugian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul:Deskripsi Tentang Faktor Sosiologi Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Peredaran Kosmetik Tanpa Izin Permasalahan yang diteliti adalah faktor-faktor sosiologi apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik tanpa izin?Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor sosiologi yang menyebabkan terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik tanpa izinyang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: faktor penyebab terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik tanpa izin dan variabel terikat yaitu:putusan pengadilan dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan dengan studi dokumen atau study kepustakaan yang diperoleh dengan cara membaca dan mengutip literatur-literatur, mengkaji peraturan perundang-undangan maupun putusan hakim yang berhubungan dengan permasalahan. Berdasarkan pada hasil penelitian ditemukan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik tanpa izin adalah:Pertama, FaktorekonomiKedua, Kurangnya pengendalian sosial, yaitu tidak dilakukannya pengawasan secara rutin dan sebagian besar menggunakan media online saat penjualan sehingga tidak diketahui oleh petugas.Berdasarkan faktor penyebab diatas, beberapa hal yang disarankan adalah: Pertama, Perlu adanya kegiatan peningkatan ekonomi lainnya dan sosialisasi tentang peredaran kosmetik tanpa izin melalui penyuluhan sehingga masyarakat mengetahui tentang sanksi hukum peredaran kosmetik tanpa izin.Kedua, Perlu adanya pengendalian sosial oleh penegak hukum dan BPOM terhadap peredaran produk-produk kosmetik tanpa izin, baik melalui sistem penjualan online maupun offline secara rutin. Kata Kunci: Faktor Penyebab dan Tindak Pidana Peredaran Kosmetik Tanpa Izin
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul : “Penyebab Dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan (Studi Pada Pengadilan Negeri Kupang)”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan? 2) Bagaimana Modus Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan? Tujuan penelitian adalah 1) Untuk Mengetahui Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan. 2) Untuk Mengetahui Modus Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan modus tindak pidana penggelapan dalam jabatan. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim dalam perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi penyebab tindak pidana penggelapan dalam jabatan adalah faktor ekonomi dan kesempatan dalam jabatan. Sedangkan modus tindak pidana penggelapan dalam jabatan ialah 1) Terdakwa Bekerja Sebagai Sales. 2) Terdakwa memakai uang tersebut untuk kebutuhan pribadinya. 3) Terdakwa membuat Surat dan nota fiktif akan penjualannya. 4) Terdakwa menyimpan surat pembayaran, dan mengacu pada kesimpulan tersebut maka saran yang dapat penulis berikan adalah 1) Diharapkan bagi aparat penegak hukum dalam menangani perkara dapat menerapkan ketentuan hukum pidana yang sesuai, sehingga para pelaku tindak pidana Penggelapan Dalam Jabatan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dengan didasari penerapan hukum pidana yang tepat dari para penegak hukum, maka rasa keadilan dapat dirasakan bagi semua kalangan, 2) Bagi kalangan masyarakat khususnya bagi oknum yang melakukan penggelapan dalam jabatan agar tetap menjalani proses hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari timbulnya kasus lain dan melibatkan pihak lain sehingga terjerat pada masalah hukum yang lain. Kata Kunci :Penggelapan dalam Jabatan, Faktor Penyebab, Modus Operandi.