ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YUNIUS KAMALAI, 16411367 Analisis Hubungan pengawasan Pemimpin dann Disiplin Kerja Dengan kinerja pegawai pada dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Alor Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Hermyn B. Hina,S.E.,M.Si dan Pembimbing 2 (dua) Ibu Alya E. Sjioen, SE.,MM Menurut Usman Effendi (2014:138) mengemukakan bahwa pengawasan merupakan fungsi manajemen yang paling esensial, sebaik apa pun kegiatan pekerjaan tanpa adanya dilaksanakan pengawasan pekerjaan itu tidak dapat dikatakan berhasil. Rivai dan Veithzal (2010:45) menyatakan bahwa disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peratura perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Menurut Moekijat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan dari Pengawasan emimpin dan Disiplin kerja Dengan kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis Korelasi person. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai dengan nilai nilai R hitung sebesar 0,593 untuk variabel Pengawasan peimpin dan R hitung sebersar 0,643 yang menunjukan bahwa variabel Pengawasan pemimpin meemiliki hubungan yang sedang berdasarkan derajat hubungan person korelasi, sementara variabel Disiplin kerja memiliki derajat hubungan kuat, hal ini dibuktikan dengan pedoman derajat hubungan person korelasi. Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja juga terbukti melalui uji T test yang menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 3,009362928 > 1,701133, begitu juga dengan variabell Disiplin kerja juga terbukti berhubungan dengan Kinerja pegawai karena berdasarkan pengujian T test menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 2,78022079117 > 1,70113. Maka dari itu maka hipotesis untuk kedua variabel adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja maka instansi harus memperhatikan dan meningkatkan Penawasan Pemimpin dan Disiplin kerja para pegawai khususnya dalam hal tanggung jawab dan kejujuran agar karyawan lebih memiliki rasa tanggung jawab dan kejujuran dan dapat meningkatkan kinerja dan dapat meencappai tujuan dari organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAPA KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLAH PERBATASAN PROVINSI NTT Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas lingkungan kerja dan disiplin kerja pada karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja. Selain itu disiplin kerja juga merupakan komponen penting untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Pengelolah Perbatasan provinsi NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah lingkungan kerja displin kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Suwanto (2001:228) mengemukakan pengertian disiplin kerja yaitu suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi- sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 52 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS.Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Lingkungan kerja pegawai dalam kategori sedang, disiplin kerja berada dalam kategori sedang dan kinerja karyawan juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa lingkungang kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,040 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,342 yang berarti semakin baik lingkungan kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, dan sebaliknya. Sedangkan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,458 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,133 yang berarti semakin baik disiplin kerja maka semakin tinggi pula kinerja pegawai . Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja Dan Kinerja Pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pegawai merupakan sumber daya yang penting bagi organisasi, karena memiliki bakat, tenaga dan kreativitas yang sangat dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya, kinerja suatu organisasi tidak terlepas dari kinerja individu dan para anggotanya, apabila kinerja individu membaik maka secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pegawai dengan kinerja yang baik akan membawa kemajuan dalam organisasi yang lebih baik, sehingga dapat berkembangnya jiwa profesionalisme kerja yaitu dengan cara peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan disiplin kerja. Secara teoritis apabila Pegawai mempunyai pengalaman kerja tinggi maka dapat meningkatkan kinerja Pegawai. Meninjau berbagai hal yang telah dipaparkan sebelumnya. Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang memfokuskan manajemen Sumber Daya Manusia sebagai salah satu faktor yang penting.Upaya dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia mereka, menjadikan motivasi kerja disiplin kerja sebagai factor utama dalam meningkatkan kinerja para Pegawai. Salah satu cara untuk mendapatkan pegawai- pegawai yang mempunyai kinerja yang baik yaitu dengan cara memotivasi kerja para Pegawai, sehingga dalam melaksanakan setiap pekerjaan ,mereka bekerja dengan baik dan cekatan. Diikuti dengan penegakan disiplin yang secara teratur maka akan tercipta kondisi yang tertib dan nyaman, juga dapat mengurangi penyimpangan yang dilakukan oleh para Pegawai.
Pengalaman Kerja merupakan pengetahuan atau keterampilan yang telah diketahui dan dikuasai seseorang yang akibat dari perbuatan atau pekerjaan yang telah dilakukan selama beberapa waktu tertentu. Disiplin Kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan pegawai agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma- norma social yang berlaku. K i n e r j a P e g a w a i adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Pada tahap ini akan di deskripsikan indikator empirik dari konsep pengalaman kerja, disiplin kerja dan kinerja pegawai berdasarkan data yang di kumpulkan menggunakan koesioner dan dan diketahui sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Pada tahap anaalisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan tujuan menguji pengaruh dari masing-masing variabel terikat. Model persamaan regresi yang dapat di tuliskan dari hasil tersebut dalam bentuk regresi adalah Y=5,749+0,276X1+0,454 X2+e dan hasil t menunjukan nilai t hitung dari variabel bebas pengalaman kerja sebesar 2,065 dan tingkat signifikan 0,044 > 0,01 shingga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Di peroleh nilai F hitung 5,556 dengan nilai signifkan sebesar 0,007 serta angka R square sebesar 0,191 sedangkan sisanya dipengaruhi oleh atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini.
Dalam penelitian ini hasil hasil menunjukan bahwa variabel pengalaman kerja (X1) memeiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Hal ini dapat di lihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 2,065 dengan tingkat signifikan 0,044 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap kinerja pegawai. dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Hal ini dapat di lihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 2,546 dengan tingkat signifikan 0,014 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang.