Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: pengalaman kerja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah (Studi Kasus Pada Dinas Sosial Kabupaten Sabu Rai Jua)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kuantitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor dinas sosial yang dijadikan sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui uji validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah: Tingkat Pendidikan berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar -4,195 dengan signifikansi 0,000 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,000<0,05. Pengalaman Kerja tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar 1,636 dengan signifikansi 0,114 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,114 > 0,05. Faktor Sosial berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar 3,111 dengan signifikansi 0,004 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,004 < 0,05. Dalam penelitian ini menurut pandangan kepala dinas sosial telah sesuai dengan konsep kerja sehingga sebagian besar karyawan memiliki tingkat pendidikan dan faktor sosial yang cukup baik demi terciptanya keberlangsungan kinerja yang baik dan terciptanya pegawai yang produktif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL, PENGALAMAN KERJA DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP ROTASI JABATAN PADA KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL, PENGALAMAN KERJA DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP ROTASI JABATAN PADA KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KUPANG Oleh: Ormi Tamelan Nim : 18410302 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang berjumlah 66 orang yang terdiri dari pegawai PNS 42 orang dan pegawai Honorer berjumlah 24 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai PNS berjumlah 42 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus slovin maka sampel penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang, pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang, dan pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Sedangkan secara Stimultan kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 7.022 sedangkan koefisien b1 = -0.127, koefisien b2 = 0.580 dan b3 = 0.440. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kemampuan manajerial (X1), Pengalaman kerja (X2), dan pengawasan kerja (X3) terhadap rotasi jabatan adalah sebagai berikut: Y= 7.022 -0.127 (X1) + 0.580 (X2) + 0.440 (X3) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel kemampuan manajerial (X1) terhadap variabel rotasi jabatan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan manajerial (X1) di temukan t hitung = -0.678 lebih kecil dari t tabel = 2,0518 dan tingkat signifikan = 0.504 oleh karena itu nilai sig.< 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan manajerial (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap rotasi jabatan (Y). Hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap rotasi jabatan (Y). diketahui bahwa variabel pengalaman kerja (X2) ditemukan t hitung = 3.071 lebih besar dari t tabel = 2,0518 dan tingkat signifikan = 0.005 oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dab Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel pengalaman kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap rotasi jabatan (Y). berikut Hasil Uji Hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh variabel pengawasan kerja (X3) terhadap rotasi jabatan (Y). diketahui t hitung = 2.278 lebih besar dari t tabel = 2.0518 dan tingkat signifikan 0.031. Oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel pengawasan kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel rotasi jabatan (Y). untuk hasil Uji F didapati F hitung = 10.233 lebih besar dari F tabel = 3.35 dan tingkat signifikan = 0,000 oleh karena itu nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel kemampuan manajerial (X1), variabel pengalaman kerja (X2), dan pengawasan kerja (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel rotasi jabatan (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil. Uji Koofisien determinasi (R2) adalah 0.541 atau 54.1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan adalah 54.1%. Sedangkan pengaruh sebesar 45.9% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kemampuan Manajerial, Pengalaman Kerja, Pengawasan Kerja, Rotasi Jabatan  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN PERFECTIONS VARIASI DAN CAR AUDIO KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja karyawan adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan. Semua perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja di dalam semua aspek, tujuannya untuk mencapai cita-cita dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap kinerja karyawan dan pengaruh pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Perfections Variasi Dan Car Audio Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh sehingga populasi sama dengan sampel yaitu 10 orang karyawan pada Perusahaan Perfections Variasi Dan Car Audio Kupang. Metode yang digunakan menggunakan uji validasi, uji reabilitas, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas), uji analisa regresi linear berganda, persamaan regresi linear berganda, uji F, koefisien determinasi dan uji T. Dibantu dengan program IBM SPSS versi 22. Data penelitian dengan menggunakan metode observasi dan kuesioner yang disebarkan kepada 10 responden yang ditujukan kepada karyawan operator produksi Perusahaan Perfections Variasi Dan Car Audio Kupang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan: 1) Motivasi Ekstrinsik tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena karyawan bersedia untuk bekerja ekstra melampaui apa yang diharapkan tanpa melihat adanya motivasi ekstrinsik atau tidak. Karena motivasi-motivasi ekstrinsik (kebutuhan fisik, penghargaan, keamanan sosial dan aktualisasi diri) sudah semestinya diberikan oleh perusahaan tersebut. 2) Pengalaman Kerja Karyawan sangat mempengaruhi terhadap kinerja karyawan Semakin lama pengalaman kerja yang dimiliki maka semakin banyak pengetahuan yang mereka peroleh. Bergelut di bidang yang sama dalam waktu lama akan membuat karyawan semakin expert di bidang tersebut. Pengalaman kerja seorang karyawan erat kaitannya dengan jenjang karir yang akan diraihnya Sehingga variabel ini akan memotivasi karyawan untuk secara terus menerus meningkatkan kinerjanya. 3) Kinerja karyawan akan semakin baik dengan didukung adanya karyawan yang berpengalaman sehingga dapat meningkatkan tingkat hasil produksi yang dihasilkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit dilingkungan pemerintahan daerah ( studi kasus diInspektorat kota kupang )

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Setiap pemerintahan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuanga selama satu periode. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merupakan suatu institusi yang dipercaya dapat mewujudkan tata kelola keuangan negara baik, transparan, dan akuntabel (good governance). Untuk mendukung terwujudnya good governance dalam pengelolaan keuangan negara maka dibutuhkannya seorang yang profesional dalam bidang akuntansi untuk mengaudit laporan keuangan agar dapat menghasilkan audit yang berkualitas. Istilah audit itu sendiri berasal dari bahasa laitin “audire” yang artinya mendengarkan, mengontrol, memeriksa, dan merevisi. Audit merupakan suatu tindakan yang membandingkan antara fakta atau keadaan sebenarnya (kondisi) dengan keadaan yang seharusnya ada. Pada dasarnya audit bertujuan untuk menilai apakah pelaksanaan yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan Standar Profesional Akuntansi Publik (2001) tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajara, dalam semua hal material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan entitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (SA seksi 110). Berdasarkan uraian diatas maka faktor-fakto yang mempengaruhi kualitas hasil audit dilingkungan pemerintahan daerah antara lain indepedensi, objektifitas, dan integritas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit karena dalam diri seorang auditor harus menjunjung tinggi kejujuran agar dalam mengaudit laporan keuangan sesuai dengan fakta yang ada dan tidak terpengaruh terhadap pihak lain. Ada pun faktor lain seperti pengalaman kerja juga mempengaruhi kualitas hasil audit karena seorang auditor yang semakin berpengalaman dalam mengaudit maka semakin sedikit kesalahan yang dilakukan saat mengaudit. Jika terjadi kesalahan yang dilakukan maka auditor tersebut dapat mengatasinya tanpa mempengaruhi kualitas hasil audit tersebut. Kompetensi dan motivasi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit karena seorang yang akan melakukan audit harus memiliki kompetensi (keahlian) khusus dalam bidang tersebut, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai yaitu menghasilkan audit yang berkualitas Penelitian ini dilaksanakan di Inspekorat Kota Kupang. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu independensi (X1), objektifitas (X2), integritas (X3), pengalaman kerja (X4), kompetensi (X5), dan motivasi (X6). Variabel dependen yaitu kualitas hasil audit (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Inspektorat Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan 33 responden. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat indepedensi dan objektifitas tidak berpengaruh terhadap kualitas audit sedangkan integritas, pengalaman kerja, kompetensi, dan motivasi berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit pada auditor Inspektorat Kota Kupang.Berdasarkan hasil analisis Koefisien Determinasi maka dapat diketahui bahwa persentase sumbangan pad pengaruh variabel indepedensi(X1), objektifitas (X2), integritas (X3), pengalaman kerja (X4), kompetensi (X5) dan Motivasi (X6) terhadapa kualitas hasil audit (Y) adalah 76,2% sedangkan sisanya 23,8% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak lain yang terkait atas penelitian ini. Maka dari itu seorang auditor harus lebih meningkatkan indepedensi,objektivitas, integritas , pengalaman kerja, kompetensi dan motivasi agar dapat lebih meningkatkan lagi kualitas audit yang dihasilkan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN PADA HOTEL ON THE ROCK KUPANG Rock Kupang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang. Persoalan penelitian :1. Apakah Latar Belakang Pendidikan Berpengaruh Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang? 2. Apakah Pengalaman Kerja Berpengaruh Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang? Tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang Dan Untuk mengetahui Analisis Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang. Metode Penelitian Dalam Penelitian ini yakni Populasi Dan Sampel pada karyawan Hotel On The Rock Kupang, Sebanyak 54 responden. Teknik Pengunpulan data dalam penelitian ini menggunkan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (uji f), dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan Hasil Analisis pendahuluan: Latar Belakang pendidikan jumlah dari seluruh indeks yaitu 155,1 dan nilai rata-rata indeks untuk variable latar belakang pendidikan yaitu sebesar 51,7 yang berada dalam kategori sedang, artinya latar belakang pendidikan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Pengalaman kerja jumlah dari seluruh indeks yaitu 150,55 dan nilai rata-rata indeks untuk variable penglaman kerja yaitu sebesar 50,2 yang berada dalam kategori sedang, artinya pengalaman kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Etos kerja berdasarkan jawaban responden di atas dari jumlah seluruh indeks yang diperoleh yaitu sebesar 357, maka nilai rata-rata indeks untuk variable etos kerja yaitu sebesar 51,1 yang berada dalam kategori sedang, artinya etos kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Berdasarkan Hasil Analisis Lanjutan: Persamaan Regresi Linear Berganda: Y = 56,004+0,967X1+ 0,844X2+e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 56,004, sedangkan Koefisien b1 adalah 0,967 dan b2 adalah 0,844. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 56,004 artinya jika nilai latar belakang pendidikan (X1) dan pengalam kerja (X2) sama dengan nol, etos kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 56,004. Sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,967 artinya jika latar belakang pendidikan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan, maka etos kerja karyawan (Y) Akan meningkat sebesar 0,967 atau sebesar 96,7%. koefisien (b2) sebesar 0,844 artinya jika pengalaman kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka etos kerja akan meningkat sebesar 0,844 atau 84,4%. Implikasi teoritis: Hasil penelitian ini terbukti secara teoritis dimana variabel latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang. Hasil penelitian ini terbukti secara teoritis dimana variabel pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang. Implikasi Terapan: Latar Belakang Pendidikan: Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa dari 3 indikator empirik Latar Belakang Pendidikan nilainya sedang namun ada 1 indikator jenjang pendidikan dengan pernyataan saya mempunyai pendidikan sesuai dengan jabatan saya nilainya 51,4 dimana nilai indeksnya paling rendah dari 2 indikator tersebut. Maka Hotel On The Rock Kupang perlu evaluasi para HRD agar penerimaan karyawan baru pekerjaan yang diberikan disesuaikan dengan pendidikan yang telah ditempuh agar sesuai dengan jabatan mereka. Pengalaman Kerja Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa pengalaman kerja dari 3 indikator empirik maka pengalaman kerja ada indikator yang nilainya rendah yaitu indikator tingkat pengetahuan dan keterampilan serta penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan. Maka kedua indikator tersebut perlu untuk ditingkatkan pada hotel on the rock kupang. hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan dan pengembangan terhadap karyawan yang masih kurang dalam keterampilan, dan belum pahami tentang pekerjaan yang diberikan Hotel On The Rock Kupang kepadanya. Etos Kerja Karyawan Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa etos kerja dari 7 indikator empirik ada 3 indikator empirik yang nilainya redah yaitu indikator kerja adalah panggilan, kerja adalah seni dan indikator kerja adalah kehormatan. Maka ketiga indikator tersebut yang pertama indikator kerja adalah panggilan pimpinan hotel on the rock kupang lebih lagi menekankan karyawan agar bekerja lebih keras dengan penuh integritas, indikator kerja adalah seni Hotel On The Rock lebih mencipatkan pekerjaan yang mempunyai daya cipta, kreasi baru dan gagasan inovatif agar ada gairah kerja karyawan Hotel On The Rock dan indikator kerja adalah kehormatan hotel on the rock lebih lagi menenkankan karyawan agar bekerja lebih tekun dan memberikan rasa hormat kepada para karyawan dengan memberikan jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan etos kerja mereka pada Hotel On The Rock Kupang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang, Secara parsil pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang, dan secara simultan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja secara bersama-sama terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENEMPATAN KERJA, PENGALAMAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI ( Studi Kasus Kantor Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur )

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui tentang pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berjumlah 34 pegawai. Semua populasi ini dijadikan unit pengamatan, sehingga penelitian ini termasuk penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial(T), Uji Simultan (F), dan Uji Koefisien Determinasi(R2).Oleh karena itu maka dapat dibuktikan hasil perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dangan nilai konstanta a sebesar 7,168. Sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,022, b2 = 0,333, b3 = 0,790. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja (X1), pengalaman kerja (X2) dan lingkungan kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y=7,168+0,022X1+ 0,333X2+ 0,790X3 +e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Ditemukan nilai signifikan 0,854 >0,05 dan nilai t hitung 0,186 t tabel 2,04227, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak berarti penempatan kerja (X1) tidak memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap kinerja pegawai, diketahui bahwa untuk variabel pengalaman kerja (Y). t hitung = 1,684 t tabel 2,04227 dan nilai signifikan = 0,103 oleh karena itu nilai sig0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berikut ini hasil uji hipotesis ketiga yaitu dengan nilai signifikan sebesar 0,0010,05 dan nilai t hitung 3,699>2,04227 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti lingkungan kerja(X3)berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). sedangkan untuk hasil pengujian Uji F Diketahui bahwa sig, untuk pengaruh (simultan) X1,X2 dan X3 terhadap Y adalag sebesar 0,0000,05 dan nilai Fhitung 22,120>Ftabel 2,91, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kota Kupang. Dan untuk hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui hasil uji koefisien determinasi R2 dengan nilai R Square sebesar 0,689 hal ini mengandung arti bahwa besar pengaruh variabel X1,X2 dan X3 secara simultan terhadap variabel Y adalah sebesar 68,9% dengan sisanya 31,1% disebabkan oleh faktor lain. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh variabel baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap variabel bebas baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Pengetahuan, Kemampuan dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi NTT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN, KEMAMPUAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BPS PROPINSI NTT Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan atau juga proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup pegawai atau tenaga kerja lainya untuk menunjang aktivitas perusahaan atau organisasi demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu karyawan – karyawan harus dikelolah dengan baik sehingga dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis pengaruh dari Pengetahuan kerja (X1) Kemampuan Kerja (X2) dan Pengalaman Kerja (X3) terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik Propinsi NTT. Penelitian ini dilakukan karena peneliti menganggap perlu mengetahui variabel yang diteliti pada Kantor BPS Propinsi NTT sehingga pimpinan instansi dapat menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menjalankan perusahaan sehingga dapa tercapainya visi, misi serta tujuan organisasi. Objek penelitian ini adalah Kantor BPS Propinsi NTT beralamat di Jl. Suprapto No.5, Oebobo, Kec. Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dengan penelitian sebanyak 30 pegawai. Dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dan penggujian secara simultan dan parsial. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah pengetahuan kerja, kemampuan kerja, pengalaman kerja, dan kinerja pegawai. “Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran “. Dengan demikian Pengetahuan adalah merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu (Gazalba dalam Bakhtiar 2013:85). Menurut Robbins (2008: 52), kemampuan kerja adalah kapasitas individu untuk melaksanakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu. Dimana kemampuan individu pada hakekatnya tersusun dari dua faktor yaitu: kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental,misalnya berfikir, menganalisis dan memahami. Kemampuan intelektual yang bagus dimiliki oleh pegawai diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi. Dengan demikian kemampuan intelektual yang tinggi juga secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kemajuan organisasi. Kemampuan fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina,kecekatan, kekuatan dan keterampilan. Kinerja Karyawan adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh sesorang atau kelompok dalam suatu organisasi baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif,sesuai dengan kewenangan,tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara legal ,tidak melanggar hukum dengan sesuai moral maupun etika ( Rosyida 2010:11).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN PENGALAMAN KERJA DAN PELATIHAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELKOM INDONESIA CABANG KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Era globalisasi berpengaruh terhadap berbagai bidang dan perusahaan atau organisasi manapun yang semakin meningkatnya persaingan baik antar perusahaan atau organisasi yang sejenis maupun bukan, antar individu dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri memiliki aspek yang positif dan negatif. Perusahaan atau organisasi semakin dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki, ketrampilan, kemampuan dan sikap yang baik dalam bekerja. Karyawan merupakan salah satu faktor yang harus di perhatikan dalam suatu perusahaaan karena mereka adalah kunci utama kesuksesan perusahaan dimasa sekarang maupun dimasa mendatang dan merupakan asset sebuah perusahaan untuk membuat perusahaan terus maju dan bertahan dalam perkembangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab tiga persoalan yaitu Untuk mengetahui hubungan pengalaman kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk mengetahui hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk memgetahui hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan sempel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang berjumlah 65 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 39 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi. Berdasarkan tabel 4.17 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0,0610,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pengalaman Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik dan juga terlihat dari nilai pearson correlation sebesar 0,654 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan . Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.18 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pelatihan kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,081 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0.0810,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pelatihan Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pelatihan kerja sebesar 90% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pelatihan kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik. Terlihat juga nilai pearson correlation sebesar 0,926 yang berarti kekuatan hubungan antara pelatihan kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi sempurna. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pelatihan kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan. Maka sebaliknya jika pelatihan kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.19 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05(0.061,0,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. terlihat nilai pearson correlation sebesar 0,667 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi pelatihan kerja. Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka pelatihan kerja pun menurun. Pengalaman Kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan pelatihan kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 90%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGALAMAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pegawai merupakan sumber daya yang penting bagi organisasi, karena memiliki bakat, tenaga dan kreativitas yang sangat dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya, kinerja suatu organisasi tidak terlepas dari kinerja individu dan para anggotanya, apabila kinerja individu membaik maka secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pegawai dengan kinerja yang baik akan membawa kemajuan dalam organisasi yang lebih baik, sehingga dapat berkembangnya jiwa profesionalisme kerja yaitu dengan cara peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan disiplin kerja. Secara teoritis apabila Pegawai mempunyai pengalaman kerja tinggi maka dapat meningkatkan kinerja Pegawai. Meninjau berbagai hal yang telah dipaparkan sebelumnya. Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang memfokuskan manajemen Sumber Daya Manusia sebagai salah satu faktor yang penting.Upaya dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia mereka, menjadikan motivasi kerja disiplin kerja sebagai factor utama dalam meningkatkan kinerja para Pegawai. Salah satu cara untuk mendapatkan pegawai- pegawai yang mempunyai kinerja yang baik yaitu dengan cara memotivasi kerja para Pegawai, sehingga dalam melaksanakan setiap pekerjaan ,mereka bekerja dengan baik dan cekatan. Diikuti dengan penegakan disiplin yang secara teratur maka akan tercipta kondisi yang tertib dan nyaman, juga dapat mengurangi penyimpangan yang dilakukan oleh para Pegawai. Pengalaman Kerja merupakan pengetahuan atau keterampilan yang telah diketahui dan dikuasai seseorang yang akibat dari perbuatan atau pekerjaan yang telah dilakukan selama beberapa waktu tertentu. Disiplin Kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan pegawai agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma- norma social yang berlaku. K i n e r j a P e g a w a i adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pada tahap ini akan di deskripsikan indikator empirik dari konsep pengalaman kerja, disiplin kerja dan kinerja pegawai berdasarkan data yang di kumpulkan menggunakan koesioner dan dan diketahui sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Pada tahap anaalisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan tujuan menguji pengaruh dari masing-masing variabel terikat. Model persamaan regresi yang dapat di tuliskan dari hasil tersebut dalam bentuk regresi adalah Y=5,749+0,276X1+0,454 X2+e dan hasil t menunjukan nilai t hitung dari variabel bebas pengalaman kerja sebesar 2,065 dan tingkat signifikan 0,044 > 0,01 shingga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Di peroleh nilai F hitung 5,556 dengan nilai signifkan sebesar 0,007 serta angka R square sebesar 0,191 sedangkan sisanya dipengaruhi oleh atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini. Dalam penelitian ini hasil hasil menunjukan bahwa variabel pengalaman kerja (X1) memeiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Hal ini dapat di lihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 2,065 dengan tingkat signifikan 0,044 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap kinerja pegawai. dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Hal ini dapat di lihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 2,546 dengan tingkat signifikan 0,014 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail