ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP MUTU
PERMEN JELLY RUMPUT LAUT
Lidia G Tokae*, Lesybeth M. Nubatonis *,* Zet Malelak, **
ABSTRAK
Rumput laut merupakan suatu komoditi hasil laut yang kaya akan zat gizi, dan banyak disukai oleh masyarakat terlebih anak-anak karna kaya akan sumber vitamin, mineral.Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober sampai dengan 26 Oktober ddi Laboraturium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2021, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sukrosa dalam menghasilkan permen jelly rumput laut dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing masing di ulang sebanyak 3 kali dengan presentasi 50%, 100%, 150%, dan 200%. Parameter yang diukur pada kualitas permen jelly rumput laut yang dihasilkan adalah uji rasa,tekstur,warna, dan aroma.Berdasarkan hasil penelitian uji analisis organoleptik tertinggi terdapat ujiRasa pada perlakuan C dengan skor 4,75 (sangat suka),Hasil penelitian uji Tekstur pada perlakuan C dengan skor4,71 (sangat suka), hasil penelitian uji Aroma pada perlakuan C dengan skor 4,666 (sangat suka), dan pada hasil penelitian uji Warna pada perlakuan C dengan skor 4,62 ( sangat suka).
Kata Kunci : Sukrosa, terhadap pembuatan permen jelly rumput laut
*) Peneliti
**)Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ranting kesambi (Schleichera oleosa) merupakan bagian dari tumbuhan kesambi yang banyak ditemukan di Indonesia. Ranting kesambi memiliki kandungan selulosa dan serat yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket. Namun, untuk meningkatkan kualitas briket yang dihasilkan, perekat atau binder sangat diperlukan. Nilai rata-rata yaitu : Kadar air 10 mesh yaitu 1,57%, 15 mesh yaitu 1,84% dan 20 mesh 2,85%, dengan nilai rata-rata tetinggi yaitu pada perlakuan 20 mesh yaitu 2,85% dan terendah yaitu 1,57% pada perlakuan 10 mesh. Kadar zat mudah menguap yaitu 10 mesh yaitu: 5,19%,15 mesh yaitu 9,46, dan 20 mesh yaitu 9,80. Maka nilai rata rata kadar zat mudah menguap yang tertinggi yaitu 20 mesh dan nilai terendah terdapat pada perlakuan 10 mesh. Kadar abu yaitu : 10 mesh yaitu: 8,74, 15 mesh yaitu: 9,14 dan 20 mesh yaitu: 9,20. Maka nilai rata rata kadar abu yang tertinggi yaitu 20 mesh dan nilai rata rata yang terendah terdapat pada perlakuan 10 mesh.. Lama Pembakaran briket yaitu : 10 mesh 34 menit, 15 mesh 37 menit dan 20 mesh 40 menit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ranting kesambi (Schleichera oleosa) memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan briket. Namun, dalam proses pembuatan briket, ukuran serbuk ranting kesambi juga memegang peran penting dalam menentukan kualitas briket yang dihasilkan. kadar air briket 20 mesh diperoleh 2,83% lebih tinggi dibandingkan dengan briket 40 mesh 1,84%. Rata-rata kadar air briket paling tinggi pada briket 20 mesh sebesar 5,03%.kadar abu briket 40 mesh diperoleh 9,81% lebih tinggi dibandingkan briket 20 mesh 9,60%. Rata-rata kadar abu briket terendah pada penilitian ini sebesar 7,94% pada jenis briket 60 mesh.kadar zat menguap yang tertinggi adalah jenis briket 20 mesh memiliki kadar zat menguap sebesar 9,70%. Sedangkan briket 40 mesh 9,47% dan zat menguap terendah adalah jenis briket 60 mesh 9,22%. kadar karbon terikat pada perlakuan 20 mesh yaitu 95.00%. Sedangkan perlakuan 40 mesh 93,00%. Dan kadar karbon terikat terendah pada perlakuan 60 mesh 83,67%. Hasil uji duncan menunjukan bawah lama pembakaran briket 20 mesh berbeda nyata dengan 40 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 40 mesh berbeda nyata dengan 20 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 60 mesh berbeda nyata dengan 20 dan 40 mesh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah pangan tidak pernah berhenti dalam kehidupan manusia, karena manusia memerlukan makanan untuk mempertahankan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan makanan tidak hanya sebatas makanan pokok saja tetapi juga makanan tambahan untuk melengkapi kekurangan gizi yang terdapat dalam makanan pokok. Makanan tambahan bisa berupa makanan kecil yang pada umumnya dimakan sebagai camilan atau sebagai teman untuk minum teh, seperti bolu, brownies, mandarin, cake dan lain-lain. Cake yang memiliki tekstur lembut, airy (ringan), spongy (berbusa), dan tampilan nya menarik. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan cake adalah tepung terigu, telur, gula pasir, minyak sayur, garam, dan bahan pengembang. Bahan pelengkap Cake seperti: chocolate, cheese, buah, rempah, ekstra buah dan bahan pewarna tumbuhan seperti ekstrak daun pandan manfaat penelitian tentang penambahan ekstrak daun pandan (pandanus Amaryllifolius) pada pembuatan Cake. Penelitian ini lebih kepada riview dari beberapa peneliti sebelumnya tentang manfaat ekstrak daun pandan terhadap pembuatan cake.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT Feronika Mo’i*) , Lesybeth M Nubatonis**) Zet Malelak**) ABSTRAK Biskuit adalah produk panggang dalam bentuk potongan kecil dan mempunyai tekstur atau konsistensi yang kering, renyah dan tekstur berpori lebih rapat Penelitian ini tentang Penambahan tepung labu kuning pada tepung terigu terhadap sifat fisik kimia dan organoleptik biskuit dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. analisis menunjukan bahwa Perlakuan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap organoleptik biskuit yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur biskuit. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit terdapat pada perlakuan D 15 menit yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma biskuit (4,611) sangat suka, rasa biskuit (4,77) sangat suka, warna biskuit (4,567) sangat suka tekstur biskuit (4,711). Kata Kunci : labu kuning, pembuatan ,biskuit, aroma, rasa, warna, tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“PENGARUH LAMA PEMANASAN DALAM PEMBUATAN MANGGULU TERHADAP PERUBAHAN FISIKO-KIMIA SELAMA PENYIMPANAN” ABSTRAK Kunda Erwin * Nuhamara,M ** I.D.A.A.R.R.Adi, ** Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakulatas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 22 Desember 2020 sampai tanggal 5 januari 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemanasan dalam pembuatan manggulu terhadap perubahan fisiko kimia selama penyimpanan dan bagaimana pengaruh lama pemanasan dalam pembuatan manggulu terhadap perubahan fisiko kimia selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 9 unit percobaan. Perlakuan terbaik lama pemanasan yang berbeda dalam penyimpanan manggulu terdapat pada perlakuan C dengan lama pemanasan 30 menit menghasilkan nilai rata-rata rasa manggulu sebesar 4,244 (sangat suka), warna manggulu sebesar 4,000 (sangat suka), aroma manggulu sebesar 3,844 (sangat suka), tekstur manggulu sebesar 4,244 (sangat suka), dan kadar air manggulu sebesar 7.69%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Marthen M. Here* Zet Malelak** Regina I. Banoet** ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 20 mei 2021 sampai tanggal 5 juni 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui Pengaruh Lama Perendaman Dalam Larutan Gula (sukrosa) Terhadap Proses Pembuatan Manisan Mangga Kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan terbaik dengan lama perendaman yang berbeda dalam pembuatan manisan mangga kering terdapat pada perlakuan C dengan lama waktu perendaman irisan mangga 9 jam menghasilkan nilai rata-rata rasa manisan mangga kering sebesar 4,822 (sangat suka),dan tekstur manisan mangga kering sebesar 4,778 (sangat memuaskan).