Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ME

572 karya publik ditemukan.

2026: 122025: 162024: 82023: 952022: 1092021: 1742020: 362018: 82016: 12010: 1

TRADISI EU’NAKAF (Menggunting Rambut) Suatu Tinjauan Kontekstual Tentang Makna Tradisi Eu’nakaf (Menggunting Rambut) dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, Klasis Amanuban Timur Selatan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis pelaksanaan dan makna tradisi Eu’nakaf (menggunting rambut) serta implikasinya bagi kehidupan iman Jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, Klasis Amanuban Timur Selatan. Tradisi Eu’nakaf merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Atoni Meto yang masih terus dipraktikkan hingga saat ini, khususnya dalam penerimaan anak. Dalam praktiknya, tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai ritual budaya, tetapi juga memiliki dimensi religius yang berkaitan dengan perlindungan, keselamatan, serta masa depan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan majelis jemaat, tokoh adat, serta anggota jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, dan didukung dengan studi kepustakaan. Analisis teologis dalam penelitian ini menggunakan tipologi hubungan Kristus dan kebudayaan menurut Niebuhr, khususnya tipologi ketiga tentang “Kristus di atas kebudayaan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Eu’nakaf mengandung nilai teologis, sosial, dan kultural yang penting, terutama sebagai ungkapan syukur dan penyerahan hidup kepada Allah, penguatan persekutuan jemaat, serta pelestarian identitas budaya lokal. Namun demikian, ditemukan pula adanya unsur-unsur tertentu yang berpotensi bertentangan dengan iman Kristen, seperti keyakinan tentang “mauputu” dan praktik ritual yang dapat menggeser peran Kristus sebagai satu-satunya sumber keselamatan. Oleh karena itu, tradisi Eu’nakaf perlu dimurnikan dan dimaknai kembali dalam terang Injil agar dapat menjadi sarana kontekstualisasi iman yang sehat, di mana kebudayaan tetap dihargai tanpa kehilangan pusat iman kepada Yesus Kristus.

PELAYANAN GEREJA BAGI IBU HAMIL Suatu Tinjauan Teologis Sosial terhadap Program Gerakan Peduli Ibu Hamil dengan Pendekatan Appreciative Inquiry di Klasis Amanuban Tengah Utara

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan kesehatan ibu hamil yang berdampak pada tingginya risiko stunting di wilayah Klasis Amanuban Tengah Utara, yang mendorong gereja untuk terlibat secara aktif melalui Program Gerakan Peduli Ibu Hamil (GEPIH). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konteks pelayanan GEPIH, menganalisis pelaksanaannya dengan pendekatan Appreciative Inquiry, serta merefleksikan makna teologis dari keterlibatan gereja dalam pelayanan sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen terhadap pelaksana program dan ibu hamil penerima pelayanan. Analisis sosial dilakukan dengan menekankan penggalian kekuatan, potensi, dan praktik baik yang telah hidup dalam komunitas jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GEPIH merupakan bentuk diakonia transformatif yang mampu memperkuat solidaritas jemaat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu hamil, serta membangun jejaring kerja sama antara gereja, keluarga, dan lembaga kesehatan. Dari perspektif teologi sosial, keterlibatan gereja dalam GEPIH mencerminkan panggilan iman untuk menghadirkan kehidupan yang utuh (shalom) melalui tindakan nyata yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan anak yang dikandungnya.

TRADISI TUTUS Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Tradisi Tutus dan Maknanya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Oebitina

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tradisi Tutus sebagai salah satu praktik budaya yang masih dijalankan oleh jemaat GMIT Imanuel Oebitina di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tradisi Tutus tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya leluhur, tetapi juga diyakini memiliki makna religius yang berkaitan dengan harapan akan berkat, perlindungan, dan kesejahteraan hidup. Dalam praktiknya, tradisi ini kerap menimbulkan ketegangan teologis karena berpotensi melahirkan dualisme iman, yaitu pengakuan kepada Kristus sebagai sumber berkat, namun di saat yang sama masih bergantung pada praktik adat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat GMIT Imanuel Oebitina, menganalisis makna dan pelaksanaan tradisi Tutus dalam perspektif teologi kontekstual, serta merumuskan refleksi teologis, pastoral, dan implikasinya bagi pelayanan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologi kontekstual model sintesis Stephen B. Bevans. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan melibatkan anggota jemaat, majelis jemaat, serta tokoh adat. Data dianalisis secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tutus mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, serta penguatan relasi kekeluargaan. Namun, di sisi lain, terdapat kecenderungan pemaknaan religius yang dapat mengaburkan pengakuan iman kepada Allah sebagai satu-satunya sumber berkat. Melalui pendekatan sintesis, Injil dan budaya dipahami sebagai dua realitas yang dapat berdialog secara kritis dan konstruktif. Penelitian ini merekomendasikan agar gereja mengembangkan pendampingan pastoral dan pendidikan iman yang kontekstual, sehingga jemaat mampu memaknai tradisi Tutus secara bijaksana, tetap menghargai budaya lokal, serta setia pada ajaran iman Kristen.

MEMBERI DENGAN KERELAAN HATI Suatu Tafsir Historis Kritis Terhadap 1 Tawarikh 29:1-9 dan Implikasinya Bagi Pemaknaan Persembahan Pembangunan di GMIT Bait’EL Naimata

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini membahas makna teologis tindakan memberi dalam konteks pembangunan rumah Tuhan melalui kajian terhadap 1 Tawarikh 29:1–9. Teks ini dipilih karena secara eksplisit menekankan kerelaan hati sebagai dasar utama dalam memberi, yang sering kali diabaikan dalam praktik kehidupan bergereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konteks historis dan teologis 1 Tawarikh 29:1–9, merumuskan kerygma teologis yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji implikasinya bagi pemaknaan persembahan pembangunan di GMIT Bait’EL Naimata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir historis-kritis, yang dilengkapi dengan refleksi teologis normatif. Data primer diperoleh dari teks Alkitab 1 Tawarikh 29:1–9, sedangkan data sekunder berasal dari literatur tafsir, buku teologi, dan sumber akademik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan memberi dalam teks ini merupakan respons iman atas kasih karunia Allah, yang diwujudkan melalui kerelaan hati, keteladanan pemimpin, dan partisipasi komunal. Memberi tidak dipahami sebagai kewajiban struktural atau tekanan sosial, melainkan sebagai ekspresi syukur, ketaatan, dan sukacita dalam relasi dengan Allah. Implikasi teologisnya bagi GMIT Bait’EL Naimata menegaskan pentingnya membangun spiritualitas memberi yang berpusat pada kerelaan hati, sehingga persembahan pembangunan tidak dipahami sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab iman umat.

INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DI KAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DIKAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Mesah, M,D.)* Ballo, A.)** Nge, S,T.M.)** Inventarisasi tumbuhan parasit sangat besar manfaatnya dalam rangka menambah wawasan mengenai keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan parasit, 2). mengetahui karakteristik inang Di Kawasan Hutan Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data eksplorasi dan sampling (plot). Hasil Penelitian telah ditemukan 3 spesies tumbuhan parasit yang tergolong ke dalam 3 famili yakni Spesies Tali Putri (Cassytha filiformis), F.(Lauraceae), Spesies Benalu (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), dan spesies Cendana (Santalum album), F.(Santalaceae). Berdasarkan karakteristik pada inangnya ditemukan 9 spesies inang yang tergolong dalam 2 karakteristik inang yaitu : pertama, pohon antara lain : Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula dan Mallotus philippensis. Kedua adalah perdu yaitu: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa dan Vitex trifolia. Kata Kunci: Inventarisasi, Tumbuhan Parasit, Inang, Desa Oebatu. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF PARASITIC PLANTS IN THE FOREST AREA OF OEBATU VILLAGE, SOUTHWEST ROTE DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Mesah, M,D.)* Ballo, A)** Nge, S,T.M.)** Inventory of parasitic plants was very beneficial in order to increase insight into plant diversity. This study aims to 1). Inventory the types of parasitic plants, 2). determine the characteristics of the host in the Oebatu Village Forest Area, Southwest Rote District, Rote Ndao Regency. The research method used was a qualitative descriptive method with exploration and sampling (plot) data collection techniques. The founding of the study were found 3 species of parasitic plants belonging to 3 families namely the Princes Rope species (Cassytha filiformis), F. (Lauraceae), Mistletoe species (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), and Sandalwood species (Santalum album), F. (Santalaceae). Based on the characteristics of the host, 9 host species were found which were classified into 2 host characteristics, namely : first, trees including: Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula and Mallotus philippensis. The second is shrubs, namely: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa and Vitex trifolia. Keywords : Inventory, Parasitic Plants, Hosts, Oebatu Village Information: *) Researcher **) Advisor

DASAR-DASAR MANAJEMEN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku Dasar-dasar Manajemen dibuat untuk mengulas secara rinci agar pembaca menjadi tertarik dan termotivasi untuk terus mempelajari dan mengembangkan peluang di bidang manajemen sehingga dapat meningkatkan kecakapan dan keterampilan mahasiswa khususnya sense of business sehingga akan tercipta manajer-manajer handal di bidangnya, serta dapat menumbuhkan manajer-manajer yang proaktif dan berpendidikan tinggi, membangun networking dengan segala jenis bisnis baik di dalam maupun luar negeri. Semoga melalui buku ini diharapkan akan timbul minat dan semangat menjadi manajer-manajer yang kreatif, inovatif, dan optimis dalam menciptakan sesuatu yang baru demi meraih sukses dalam persaingan global. Banyak cara yang bisa dilakukan orang agar tujuannya dapat tercapai. Sebagian orang memandang bahwa untuk mencapai tujuan hidupnya hanya akan dapat dicapai apabila orang tersebut mau bekerja keras dan tidak semata-mata menggantungkan hidupnya pada orang lain. Dalam perkembangan zaman, pemenuhan kebutuhan ataupun pencapaian tujuan hidup tidak lagi sesederhana seperti yang dilakukan masyarakat tradisional. Masyarakat modern sudah mulai memikirkan perlunya bekerja sama dan saling berinteraksi antara sesama. Interaksi manusia yang satu dengan yang lainnya sering kali menimbulkan keinginan untuk hidup dalam satu kelompok, baik itu kelompok yang besar maupun kelompok kecil sekalipun. Kelompok-kelompok manusia yang di dalamnya terdapat lebih dari dua orang biasanya kita sebut sebagai anggota organisasi.

BIARKAN PEREMPUAN BERSUARA “Suatu Tafsir Naratif Terhadap Kisah Dina dan Sikhem Dalam Kejadian 34:1-31 Serta Implikasinya Bagi GMIT Yegar Sahaduta Bello”

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa perempuan sering kehilangan suara dalam struktur masyarakat patriarkal, sebagaimana tergambar dalam kisah Dina dan Sikhem dalam Kejadian 34:1–31. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana narasi ini mencerminkan ketidakadilan terhadap perempuan dan bagaimana gereja dapat merespons realitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kisah Dina secara naratif dan mengaitkannya dengan kesempatan perempuan untuk bersuara atas ketidakadilan di dalam kehidupan jemaat, khususnya di GMIT Yegar Sahaduta Bello. Metode yang digunakan adalah kritik naratif untuk menelusuri struktur dan pesan teks Alkitab, serta wawancara mendalam untuk mengungkap pengalaman dan tanggapan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Dina dapat menjadi dasar teologis dan etis dalam membangun kesadaran gereja terhadap isu kekerasan berbasis gender. Implikasinya, gereja didorong untuk menyediakan ruang aman, pendampingan pastoral, serta pendidikan teologis yang mendukung perempuan agar berani bersuara dan berperan aktif dalam kehidupan iman dan sosial.

PEREMPUAN PENYELAMAT KEHIDUPAN dengan sub judul "Suatu Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Shcussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu".

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi berjudul “Perempuan Penyelamat Kehidupan” dengan sub judul “Suatu Pendekatan Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Schussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu” ditulis oleh Herdina Fransiska Feliarekxza Meko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks Keluaran 2:1-10 dengan menggunakan pendekatan hermeneutik feminis Elisabeth Schussler Fiorenza dan diimplikasikan bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta yang berhadapan dengan para perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik feminis oleh Fiorenza dan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Keluaran 2:1-10 dapat dibaca sebagai teks yang mempromosikan peran perempuan dalam misi penyelamatan Allah dan perempuan yang termarginalkan serta dianonimitaskan oleh budaya ternyata mampu melakukan hal-hal besar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dalam teks tersebut berperan aktif dalam menyelamatkan kehidupan Musa dan bangsa Israel. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta adalah pentingnya mengakui dan menghargai setiap peran perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat, terutama dalam konteks patriarki yang masih kuat di Ekateta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran perempuan dalam Alkitab dan menanamkannya bagi kehidupan gereja dan masyarakat.

RITUAL MUTU MATEN "Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual terhadap Pemahaman dan Praktik Ritual Mutu Maten di Jemaat Bukit Sion Naininu, Klasis Malaka"

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji praktik Ritual Mutu Maten di Jemaat Bukit Sion Naininu yang menunjukkan adanya fenomena sinkretisme antara iman Kristen dan kepercayaan budaya leluhur terkait kematian. Meskipun jemaat telah mengenal Kekristenan, ritual yang berakar dari Malaka ini masih dipertahankan sebagai cara untuk meyakini bahwa arwah orang meninggal dapat bersatu dengan Tuhan dan membawa keselamatan. Pandangan ini bertentangan dengan ajaran Alkitab yang menegaskan keselamatan datang semata-mata oleh kasih karunia melalui iman kepada Yesus Kristus, bukan melalui usaha atau ritual manusia. Dalam tinjauan teologi kontekstual berdasarkan tipologi Richard Niebuhr tentang Kristus dan kebudayaan dalam paradoks ritual ini mencerminkan ketegangan antara injil dan kebudayaan yang sudah jatuh dalam dosa, namun juga membuka peluang bagi injil mengubah kebudayaan tanpa harus melepaskan unsur positifnya. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan analisis teologi kontekstual. Kajian ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap fenomena sinkretisme serta implikasinya dalam kehidupan iman jemaat, sekaligus memberi bahan penguatan iman Kristen di tengah praktik budaya lokal yang masih terjadi.

BIARKAN PEREMPUAN BERSUARA “Suatu Tafsir Naratif Terhadap Kisah Dina dan Sikhem Dalam Kejadian 34:1-31 Serta Implikasinya Bagi GMIT Yegar Sahaduta Bello”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa perempuan sering kehilangan suara dalam struktur masyarakat patriarkal, sebagaimana tergambar dalam kisah Dina dan Sikhem dalam Kejadian 34:1–31. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana narasi ini mencerminkan ketidakadilan terhadap perempuan dan bagaimana gereja dapat merespons realitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kisah Dina secara naratif dan mengaitkannya dengan kesempatan perempuan untuk bersuara atas ketidakadilan di dalam kehidupan jemaat, khususnya di GMIT Yegar Sahaduta Bello. Metode yang digunakan adalah kritik naratif untuk menelusuri struktur dan pesan teks Alkitab, serta wawancara mendalam untuk mengungkap pengalaman dan tanggapan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Dina dapat menjadi dasar teologis dan etis dalam membangun kesadaran gereja terhadap isu kekerasan berbasis gender. Implikasinya, gereja didorong untuk menyediakan ruang aman, pendampingan pastoral, serta pendidikan teologis yang mendukung perempuan agar berani bersuara dan berperan aktif dalam kehidupan iman dan sosial.

TRADISI DOA TUJUH BULAN “Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Tradisi Doa Tujuh Bulan dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Petra Lidamanu, Klasis Rote Barat Daya”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna teologis dan relevansi pastoral dari praktik doa tujuh bulan atau Nenem Teik dalam tradisi masyarakat Rote, khususnya di Jemaat GMIT Petra Lidamanu. Tradisi ini secara turun-temurun dijalankan oleh masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan perlindungan terhadap janin dan ibu yang mengandung. Dalam konteks kehidupan Kristen, praktik tersebut kerap dianggap problematis karena berakar pada kepercayaan adat yang belum sepenuhnya sejalan dengan doktrin iman Kristen. Namun demikian, penelitian ini menggunakan pendekatan teologi kontekstual, khususnya tipologi H. Richard Niebuhr tentang Christ Transforming Culture, yang membuka ruang bagi pemaknaan ulang budaya lokal dalam terang Injil. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan lapangan, ditemukan bahwa jemaat tidak serta-merta mempertahankan praktik ini sebagai bentuk kepercayaan tradisional, tetapi telah terjadi proses integrasi nilai-nilai kekristenan, seperti doa dalam nama Yesus, pembacaan Alkitab, dan pelibatan pelayan gereja dalam pelaksanaannya. Tradisi ini, ketika dimaknai dalam terang Kristus, menjadi sarana penguatan spiritualitas keluarga dan persekutuan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nenem Teik memiliki potensi teologis yang signifikan jika ditransformasi dengan hati-hati melalui pendampingan gerejawi dan pendidikan teologis kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Kristus yang mengubah budaya adalah pendekatan yang tepat bagi gereja-gereja lokal di Nusa Tenggara Timur yang bergumul dengan praktik-praktik budaya yang kuat. Nenem Teik bukan sekadar ritus adat, tetapi dapat menjadi bentuk ibadah kontekstual yang bermakna, jika dituntun dan dimurnikan dalam terang Injil. Oleh karena itu, gereja, lembaga pendidikan teologi, dan pemerintah perlu bersinergi dalam mendampingi dan memberdayakan budaya lokal agar menjadi wadah kesaksian iman Kristen yang relevan dan berakar.

SPIRITUALITAS PARA JANDA Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Spiritualitas Para Janda di GMIT Ora Et Labora Oesapa Klasis Kota Kupang Timur

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Spiritualitas Para Janda: Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Spiritualitas Para Janda di GMIT Ora Et Labora Oesapa Klasis Kota Kupang Timur.” Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengungkap realitas kehidupan para janda dalam konteks kehidupan bergereja, khususnya berkaitan dengan pemahaman dan praktik spiritualitas mereka dalam menghadapi tantangan hidup setelah kehilangan suami. Latar belakang penelitian ini berpijak pada kenyataan bahwa wafatnya suami memberikan dampak besar bagi istri yang ditinggalkan, baik secara psikologis, sosial, ekonomi, maupun spiritual, terutama dalam masyarakat yang masih kuat menganut budaya patriarki seperti di Kota Kupang. Dalam kondisi tersebut, spiritualitas dipandang sebagai kekuatan utama yang menopang keteguhan iman dan mental para janda untuk terus melanjutkan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian, mayoritas janda di GMIT Ora Et Labora Oesapa memiliki pemahaman yang masih terbatas mengenai makna spiritualitas. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti latar belakang pendidikan, pengalaman iman, prioritas hidup, serta minimnya keterlibatan mereka dalam aktivitas pelayanan gereja. Rendahnya pemahaman dan penghayatan akan spiritualitas ini berdampak langsung pada keterlibatan mereka yang minim dalam kegiatan gerejawi, serta berakibat memudarnya nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi gereja dalam merancang pelayanan pastoral yang lebih relevan, guna memperkuat dan memberdayakan para janda agar mampu bangkit, mandiri, dan menjalani kehidupan yang berlandaskan spiritualitas Kristen secara utuh.

PEREMPUAN PENYELAMAT KEHIDUPAN dengan sub judul "Suatu Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Shcussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu".

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Perempuan Penyelamat Kehidupan” dengan sub judul “Suatu Pendekatan Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Schussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu” ditulis oleh Herdina Fransiska Feliarekxza Meko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks Keluaran 2:1-10 dengan menggunakan pendekatan hermeneutik feminis Elisabeth Schussler Fiorenza dan diimplikasikan bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta yang berhadapan dengan para perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik feminis oleh Fiorenza dan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Keluaran 2:1-10 dapat dibaca sebagai teks yang mempromosikan peran perempuan dalam misi penyelamatan Allah dan perempuan yang termarginalkan serta dianonimitaskan oleh budaya ternyata mampu melakukan hal-hal besar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dalam teks tersebut berperan aktif dalam menyelamatkan kehidupan Musa dan bangsa Israel. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta adalah pentingnya mengakui dan menghargai setiap peran perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat, terutama dalam konteks patriarki yang masih kuat di Ekateta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran perempuan dalam Alkitab dan menanamkannya bagi kehidupan gereja dan masyarakat.

PENGELOLAAN KELAS OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMP NEGERI 20 KUPANG TAHUN AJARAN 2023/2024

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan kelas oleh guru pendidikan agama Kristen di SMP Negeri 20 Kupang Tahun Ajaran 2023/2024. Pengelolaan kelas adalah tindakan yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Kristen untuk menciptakan dan memelihara kondisi pembelajaran yang kondusif sehingga tecapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan kelas oleh guru Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 20 Kupang dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sampel atau sumber data dalam penelitian ini ada dua yakni data primer (guru mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen kelas VII-IX) yang berjumlah 4 orang dan data sekunder (profil sekolah, keadaan pendidik, dan siswa). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan teknik analisis data dalam penelitian ini terdapat tiga tahap yakni; reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan pengelolaan kelas oleh guru Pendidikan Agama Kristen SMP Negeri 20 Kupang dalam hal menciptakan iklim belajar yang yang tepat, pengaturan ruang belajar, mengelolah interaksi kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan pengelolaan kelas guru Pendidikan Agama Kristen kelas VII-IX 1) menciptakan iklim belajar yang tepat guru lebih cenderung pada penekanan hal positif yaitu guru berkomunikasi kepada siswa mengunakana bahasa yang formal, guru mengajar di dalam kelas dan saat di luar kelas guru selalu memberi nasehat kepada siswa, guru menjadi teladan bagi siswa, guru mengambil tindakan saat saat terjadi kegaduhan dan juga guru memusatkan kembali perhatian siswa.2). pengaturan ruang belajar cenderung pada guru menetapkan tempat duduk siswa, guru merubah format tempat duduk dan penetapan media pembelajaran. 3). mengelola interaksi kegiatan belajar mengajar terlihat saat guru melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan bahasa yang formal, memberikan pertanyaan kepada siswa, dan juga guru berperan saat membimbing diskusi.

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MEDIA POWERPOINT DI SD NEGERI OERANTIUM KECAMATAN AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN AJARAN 2023/2024

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rumusan masalah dalam kajian ini bagaimana meningkatkan motivasi belajar siswa kelas v melalui media powerpoint di sd negeri oerantium kecamatan amarasi barat kabupaten kupang provinsi nusa tenggara timur?. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V dengan menggunakan media PowerPoint dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Oerantium dengan subjek penelitian siswa kelas V yang berjumlah 16 Orang. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, aktivitas guru mencapai 44%, aktivitas siswa 61%. Setelah perbaikan pada siklus II, aktivitas guru meningkat menjadi 80%, aktivitas siswa menjadi 93%, Penggunaan PowerPoint yang lebih interaktif dan visual terbukti efektif dalam meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa. Saran dalam penelitian ini peneliti merekomendasikan penggunaan PowerPoint sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran yang membutuhkan visualisasi konsep abstrak. Selain itu, sekolah diharapkan dapat menyediakan sarana pendukung.

MANUSIA DAN ANIMALITAS: Suatu Tinjauan terhadap Pemikiran Andrew Linzey tentang Tanggung Jawab Moral Manusia kepada Animalitas berdasarkan Konsep Hak Theos dan Relevansinya bagi Jemaat Kristen Masa Kini

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanggung jawab moral terhadap makhluk hidup lain adalah sebuah hal yang penting, khususnya bagi orang yang percaya kepada Allah. Hal itu menjadi alasan mengapa topik tersebut tidak dapat dihindari. Dalam konteks ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tanggung jawab moral manusia terhadap hewan berdasarkan pemikiran Andrew Linzey mengenai hak theos. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode berupa studi kepustakaan dan lapangan. Adapun, untuk mendapatkan sampel dan data lapangan, penelitian ini menggunakan metode snowball purposive. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa tanggung jawab moral manusia adalah sebuah tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengelola ciptaan. Tugas itu menjadi sebuah kewajiban manusia, khususnya kepada Allah, yang perlu dijalankan atas dasar penghormatan, baik kepada ciptaan maupun kepada Allah. Kewajiban itu perlu dilakukan karena Allah telah menciptakan segala sesuatu, memberikan kehidupan kepada ciptaan dan memeliharanya, serta manusia menjadi bagian dalam komunitas ciptaan. Oleh karena itu, segala hal yang merusak ciptaan, seperti perburuan liar, perlu dihentikan sebab merusak tatanan yang telah Allah jadikan. Dengan demikian, kiranya penelitian ini dapat menjadi sumbangan dalam upaya menghadapi persoalan etis-teologis mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, khususmya hewan.

RELASI KRISTEN DAN ISLAM "Studi Teologi Agama-agama Berdasarkan Pemikiran Mordechai Martin Buber Tentang Relasi Antar Agama Dan Relevansinya Bagi Jemaat Sonbubun Oenay Klasis Amanuban Timur Selatan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kerenggangan relasi antar umat beragama seringkali terjadi karena faktor politik, kesenjangan ekonomi dan sentiment etnis. Konflik ini dapat mengganggu toleransi dan keributan antar umat beragama dan sulit untuk diselesaikan. Meskipun pemerintah, masyarakat, dan gereja secara konsisten berusaha mengurangi kerenggangan hubungan ini, hasilnya tidak memuaskan. Tulisan ini ditulis untuk menambah diskusi tentang masalah ini dan menunjukkan sejauh mana pemikiran Moderchai Martin Buber tentang hubungan Aku dan Engkau dapat membantu upaya masyarakat Oenay untuk memperkuat hubungan antar umat beragama. Oleh karena itu, tulisan ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan memeriksa sumber pustaka terlebih dahulu, baik karya tulis maupun berita di media sosial. Berdasarkan hasil penelusuran literatur tersebut, maka relasi I and Thou dimaknai sebagai hubungan yang mendalam dan autentik dalam kehidupan manusia, baik dalam konteks sosial maupun spiritual. Konsep ini relevan untuk hubungan antar umat beragama di Oenay, di mana ada kerenggangan dalam hubungan. Beragam cara sudah dilakukan oleh pihak pemerintah maupun gereja, namun hasilnya tetap tidak memuaskan. Karena itu, disamping gereja, pemerintah dan masyarakat bekerja untuk mempererat relasi, makan tulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu tawaran untuk dipertimbangkan guna diterapkan dalam konteks di Oenay. Melalui tulisan ini, pada akhirnya diharapkan agar penerapan konsep relasi I and Thou dalam konteks relasi di Oenay harus dilihat secara positif dan kristis. Masyarakat sudah saatnya menyadari bahwa sangat penting untuk menciptakan keharmonisan sosial, di mana saling menghormati, memaknai perbedaan dan bekerja sama dapat memperkuat persatuan dalam kerangaman. Kata Kunci: Martin Buber, I and Thou, Relasi Islam-Kristen, Gereja.

GEREJA KAPAL Suatu Tinjauan Eklesiologis Terhadap Gereja Model Kapal di Jemaat GMIT Syalom Tunggaoen Klasis Rote Barat dan Implikasinya Bagi Persekutuan Jemaat

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persekutuan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan gereja, karena merupakan inti dari gereja itu. Namun dalam kehidupan gereja saat ini sering kali persekutuan dalam gereja diperhadapkan pada persoalan baik itu antar anggota gereja dan pengaruh tantangan globalisasi yang membuat gereja benar-benar harus menemukan pemahaman yang benar tentang dirinya. Jemaat GMIT Syalom Tunggaoen sendiri sedang diperhadapkan pada persoalan persekutuan dalam gereja di mana adanya gereja marga sangat kuat dan mempengaruhi persekutuan jemaat. Gambaran ini menunjukkan bahwa persekutuan yang ada di jemaat Syalom Tunggaoen ini sedang diperhadapkan pada persoalan. Jemaat sendiri membangun gedung gereja model kapal yang tentunya mempunyai sebuah makna teologis yang kemudian akan membuat jemaat memahami dan menemukan pemahaman gereja yang benar dalam persekutuan jemaat. Tujuan penelitian ini yakni untuk menemukan makna teologis dari gereja model kapal kemudian dikaji secara eklesiologis berdasarkan pendekatan model gereja sebagai tubuh Kristus yang dikemukakan oleh Yohanes Calvin dan implikasinya bagi persekutuan jemaat dan gereja masa kini. Penelitian di jemaat GMIT Syalom Tunggaoen menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Berkaitan dengan metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisan yang digunakan yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Berdasarkan analisis, menurut teori Yohanes Calvin penulis menemukan bahwa makna gereja model kapal di jemaat GMIT Syalom Tunggaoen dengan tiga poin penting yang menjadi refleksi yakni Kristus Sebagai Nakhoda, terdiri dari jemaat yang sedang dalam pelayaran, dan orang-orang percaya yang diselamatkan.

MENGAPA ALLAH DIAM? “Suatu Tafsir Historis Kritis Kitab Habakuk 1:2-4 Terhadap Sikap Diam Allah dan Relevansinya Bagi Masalah Intoleransi Yang Dialami oleh Umat Kristiani di Indonesia Pada Masa Kini”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji mengenai teriakan dan doa-doa seorang nabi bernama Habakuk kepada Allah yang seolah-olah tidak peduli dengan hanya berdiam saja terhadap kehidupan orang-orang saleh yang ada dalam penindasan oleh orang-orang sebangsa mereka dalam Habakuk 1:2-4. Dengan menggunakan metode penafsiran historis kristis maka dibutuhkan untuk melihat teks-teks Alkitab yang lebih dahulu dan teks yang kemudian, lalu dikaitkan dengan teks yang dibahas. Untuk melihat teks tersebut, maka teks yang dibahas akan digali keluar (ex-egesis) dan bukan memasukkan ke dalam (eis-egesis) yang tidak disiplin. Maka dengan demikian penulis dapat menggali kerygma yang relevansi dengan masalah intoleransi yang dialami oleh umat Kristiani di Indonesia pada masa kini, kerygma teologis yang berhasil digali oleh penulis, ialah: 1) Terus bergumul bersama Allah bahkan ketika belum terjawab sekalipun, 2) Allah sedang menahan diri-nya, bukan berdiam diri, 3) Kejahatan tidak akan terus mendominasi selamanya. Melalui kerygma teologi yang didapatkan ini kemudian menjadi relevan dengan keberadaan umat Kristiani di Indonesia yang ada dalam pergumulan yang panjang berkaitan dengan perilaku-perilaku intoleransi yang dialami oleh orang-orang yang berada sebangsa dengan mereka. Dalam hal ini kemudian dikaji masalah intoleransi yang dialami oleh umat Kristiani di Indonesia adalah sebagai berikut: 1) Dalam hal larangan membangun gereja, 2) Dalam hal larangan beribadah, 3) Dalam hal memberi ucapan selamat pada hari raya. Umat Kristiani dibawa untuk melihat perilaku-perilaku intoleransi yang sering menimpa keberadaan kelompok agama mereka sebagai salah kelompok agama minoritas di Indonesia yang seringkali menjadi sasaran tindakan penindasan dan ketidakadilan.

KOMUNITAS YANG MENYEMBUHKAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam komunitas Orang Sabu, terdapat sebuah pemahaman mengenai kutuk atas peristiwa Made Harro (mati tidak wajar). Karena kutuk itu, maka relasi yang ada dalam komunitas, baik relasi individu, relasi dengan sesama, relasi dengan alam (tanah), dan relasi dengan Tuhan menjadi rusak. Akhirnya, stigma sosial dan pengucilan terbentuk dalam komunitas. Pemahaman ini masih dipegang erat oleh Komunitas Orang Sabu bahkan yang sudah Kristen. Namun, dalam komunitas yang sama pula, terdapat pemahaman unik tentang bagaimana mereka sebagai komunitas keluar dari krisis ini dan mengalami kesembuhan yang utuh dan holistik. Ritus yang dimaksud dilakukan oleh beberapa anggota keluarga jemaat GMIT Arit Lederaga, yang anggota keluarganya mengalami Made Harro. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana eksistensi fungsi-fungsi pastoral dalam praktik penyembuhan duka komunitas Orang Sabu dan nilai-nilai teologis dalam praktik budaya Kehao Rue untuk memberikan sumbangsih pada pendampingan pastoral lintas budaya yang utuh dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana eksistensi fungsi-fungsi pastoral dalam praktik penyembuhan duka komunitas Orang Sabu dan nilai-nilai teologis dalam praktik budaya Kehao Rue untuk memberikan sumbangsih pada pendampingan pastoral lintas budaya yang utuh dan holistik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada pengamatan mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang kutuk Made Harro dan praktik penyembuhan duka Kehao Rue masih sangat kuat dipegang dalam komunitas orang Sabu di jemaat GMIT Arit Lederaga. Dengan penggunaan simbol-simbol tertentu, pengorbanan hewan, pembuangan abu, penatte laidare yang dipimpin oleh tokoh adat yakni Deo Rai dan Rue, serta ritus pelengkap seperti, tangi pali, pedoe hemanga, pemau do made, dan henge’do bertujuan untuk memutuskan rantai kutukan tersebut dan menyeimbangkan kembali relasi yang telah rusak. Dalam keseluruhan praktik yang ada, Penulis menggunakan 5 fungsi pastoral menurut Howard Clinebell, untuk melihat bagaimana fungsi-fungsi pastoral nampak dalam praktik budaya orang Sabu. Selain itu, dalam praktik penyembuhan duka tersebut terdapat nilai-nilai teologis yang dapat membantu gereja untuk belajar dari komunitas Orang Sabu dalam menciptakan pendampingan pastoral lintas budaya yang utuh dan holistik. Secara teologis, penelitian ini merefleksikan bahwa kematian dalam pandangan Alkitab adalah realitas setiap manusia yang hidup. Kematian yang ada menyisihkan duka bagi masing-masing orang berbeda dalam tingkatan dan cara pemulihan. Untuk itu, perlu adanya pendampingan pastoral yang utuh dan holistik bagi segenap ciptaan dengan menyoroti peran komunitas di dalamnya. Sehingga pendampingan pastoral Lintas budaya menjadi tawaran menarik bagi gereja, agar gereja dapat belajar menjadi komunitas yang menyembuhkan secara utuh dan holistik.