Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ME

572 karya publik ditemukan.

2026: 122025: 162024: 82023: 952022: 1092021: 1742020: 362018: 82016: 12010: 1

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, ASIMETRI INFORMASI DAN TEKANAN ANGGARAN TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN (STUDI PADA SATUAN KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAKSI Sistem pemerintah daerah terdapat dua subsistem, yaitu Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Laporan Keuangan SKPD merupakan sumber untuk menyusun laporan keuangan SKPKD, oleh karena itu setiap SKPD harus menyusun Laporan Keuangan sebaik mungkin. Laporan Keuangan pemerintah yang dihasil harus memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Agar pengelolaan keuangan daerah dapat memenuhi asas tertib, ekonomi, efektif, efisien, akuntabel, transparan dan komperhensif maka dikeluarkanlah Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada pemerintah daerah sebagai pengganti Permendagri Nomor 59 Tahun 2007, dan salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan adalah penyampaian pertanggunjawaban laporan keuangan yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan standar akuntansi pemerintahan yang telah diterima secara umum, sehingga dapat diperbandingkan, dan tidak menyesatkan. Sejalan dengan hal tersebut, salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transpansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Derah yang komprehensif. Budgetary slack menurut Young (1985) dalam Prakoso (2016) merupakan tindakan bawahan yang mengecilkan kapabilitas produktifnya ketika dia diberi kesempatan untuk menentukan standar kerjanya. Menurut Anthony & Govindarajan (2005) mendefinisikan senjangan anggaran sebagai perbedaan antara anggaran yang dilaporkan dengan anggaran yang sesuai dengan estimasi yang sesungguhnya. Tujuannya agar target dapat lebih mudah dicapai oleh bawahan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa bawahan dengan sengaja menurunkan tingkat penjualan dari biaya yang harus dicapai agar target yang direncanakan dapat dicapai dengan mudah. Faktor lain yang dianggap menjadi pemicu timbulnya slack pada anggaran yaitu adanya budget emphasis atau penekanan anggaran. Dalam penelitian Adi dan Mardiasmo (2002) menyatakan bahwa anggaran memiliki fungsi sebagai alat penilaian kinerja. Kinerja seseorang dinilai atau ditentukan berdasarkan tercapai atau tidaknya target anggaran, di mana bawahan ditantang dengan diberikannya penghargaan atau reward apabila perencanaan anggaran tercapai sesuai tujuan, dan diberikan sanksi apabila perencanaan anggaran tidak tercapai. Dengan adanya penekanan anggaran tersebut, akan sangat jelas dapat mendorong para manajer atau pembuat anggaran untuk menciptakan slack atau senjangan dalam pembuatan anggaran dengan tujuan meningkatkan kemungkinan mendapatkan kompensasi dan menghindari sanksi. Partisipasi anggaran merupakan salah satu faktor yang dianggap memiliki pengaruh signifikan pada budgetary slack. Anthony dan Govindarajan (2007) menyatakan bahwa partisipasi anggaran yaitu proses dimana pembuat anggaran terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besar anggaran. Adanya partisipasi anggaran memberikan peluang bagi manajer tingkat bawah dan menengah untuk melonggarkan anggaran atau sengaja menciptakan slack, agar anggaran yang mereka susun mudah dicapai. Penelitian terdahulu yaitu penelitian oleh Alfebriano (2013), Maiga (2008), Anggraeni (2008), dan Triana (2012) menyatakan bahwa partisipasi manajer tingkat bawah dalam pembuatan anggaran akan menghasilkan budgetary slack. Asimetri informasi adalah suatu keadaan di mana atasan tidak memiliki cukup informasi dibanding dengan bawahan atau sebaliknya. Jika manejer atasan memiliki lebih banyak informasi dibanding menejer bawahan, maka akan timbul tuntutan yang lebih besar dari manejer atasan kepada manejer bawahan tentang pencapaian target anggaran yang kemungkinan sangat sulit dicapai oleh manejer bawahan dan apabila manejer bawahan memiliki lebih banyak informasi. Perbedaan informasi inilah yang disebut sebagai asimetri informasi Ardila (2013). Secara teoritis, asimetri informasi dapat dikurangi dengan memperkuat menitoring dan meningkatkan kualitas pengungkapan. Asimetri informasi adalah suatu kondisi apabila pimpinan/atasan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai kinerja bawahan baik itu dalam kinerja aktual, motivasi dan tujuan, sehingga atasan tidak dapat menentukan kontribusi bawahan terhadap hasil aktual perusahaan atau organisasinya Govindarajan, Robert, Athiny (2005) Merchant dan Manzoni (1989) dalam Collin (2007) tekanan anggaran merupakan desakan dari atasan pada bawahan untuk melaksanakan anggaran yang telah dibuat dengan baik, yang berupa sangsi jika kurang dari target anggaran dan kompensasi jika mampu melebihi target anggaran. Suartana (2010) dalam jurnal menurut Kusniawati & Lahaya (2017) mengemukakan bahwa faktor penekanan anggaran yang dapat menimbulkan budgetary slack yaitu seringkali perusahaan menggunakan anggaran sebagai satu satunya pengukur kinerja manajemen. Penekanan anggaran seperti ini dapat memungkinkan timbulnya slack. Penelitian ini dilaksanakan di SKPD Kota Kupang Variabel independen dalam penelitian ini yaitu partisipasi anggran (X1),asimetri informasi (X2), dan tekanan anggran (X3), Variabel dependen yaitu senjangan anggran (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan 38 responden. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat partisipan anggran dan asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap kesenjangan anggran sedangkan tekanan anggran berpengaruh terhadap senjangan anggrann .Berdasarkan hasil analisis Koefisien Determinasi maka dapat diketahui bahwa partisipasi anggran (X1),asimetri informasi (X2), dan tekanan anggran (X3) terhadap senjangan anggran (Y) memiliki persentase sumbangan pada pengaruh variabel adalah 18,3% sedangkan sisanya 81,7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak lain yang terkait atas penelitian ini. Kata Kunci: Kesenjangan anggran, partisipasi anggaran, asimetri informasi, dan tekanan anggran.

PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING (Dima Mega Desrianti*), (Medah Ishak Andreas**),(Malelak Zet**) ABSTRAK Mie merupakan jenis makanan hasil olahan tepung yang sudah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mie juga merupakan jenis makanan yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Mie kering adalah mie segar yang dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 8-10%. Pengeringan umumnya dilakukan dengan penjemuran dibawah sinar matahari atau dengan dioven. Mie kering mempunyai kadar air rendah sehingga daya simpannya relatif lama dan mudah penanganannya (Astawan, 2005). Bahan baku pembuatan mie di Indonesia yaitu terigu yang hingga saat ini masih diimpor dari negara lain seperti yang tercatat selama periode Januari 2017 –Agustus 2018, impor tepung gandum tertinggi tercatat pada bulan Maret 2018 yaitu hampir mencapai 8 ribu ton. Sehingga perlu dilakukan upaya pencarian bahan lain untuk menggantikan tepung terigu dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita, salah satunya berasal dari umbi-umbian seperti ubi jalar. Pembuatan mie kering dengan komposisi bubur ubi jalar ungu yang menghasilkan produk dengan rasa, aroma, warna dan tekstur yang berbeda dengan mie kering biasanya. Hal ini disebabkan karena tepung ubi jalar ungu tidak mengandung gluten, sehingga daya patah pada mie kering dari bubur ubi jalar ungu akan meningkat (Sri Winarti, 2017) dan memiliki tekstur yang lebih lengket satu sama lain (Monica, dkk, 2018). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap karakteristik sensorik mie kering. Untuk memperoleh salah satu perlakuan yang paling baik dan tepat dari komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap sifat sensorik mie kering. Metode penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. dengan presentasi 0%,10%, 20%,30% bubur ubi jalar. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan bubur ubi jalar 10% terhadap rasa dengan skor 3,844 (sangat suka), warna engan skor 3,667 (sangat suka), aroma dengan skor 3,686 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 3,756 (sangat suka). .

PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN JAGUNG DALAM LARUTAN KAPUR (Ca(OH)2) SETELAH PEREBUSAN PADA PENGOLAHAN EMPING JAGUNG. ( ZEA MAYS L)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN JAGUNG DALAM LARUTAN KAPUR (Ca(OH)2) SETELAH PEREBUSAN PADA PENGOLAHAN EMPING JAGUNG. ( ZEA MAYS L) Metriana EtiliaTaes ;* Ir. I.D.A.A.R.R.Adi, ** Ir. Melkianus Nuhamara. Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Email: [email protected] ABSTRAK Pericarp ( kulit luar) pada jagung dapat mempengaruhi karakteristik fisik dan organoleptik emping jagung.Upaya perendaman( deffating) merupakan salah satu cara untuk melepaskan pericarp pada jagung supaya emping jagung yang di hasilkan berkualitas .Penelitian pengaruh lama waktu perendaman dalam larutan kapur ( Ca(OH)2) setelah perebusan Pada pengolahan emping jagung ( Zea Mays L) telah dilakukan pada bulan mei 2021.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu perendaman yang tepat untuk menghasilkan emping jagung yang berkualitas baik.Metode yang di gunakan dalam penelitain ini yaitu Rancangan acak legkap (RAL), dengan 4 Perlakuan dan masing-masing di ulang sebanyak 3 kali ulangan. Proses perendaman menggunakan air dan kapur 3 % dengan lama waktu perendaman 10,11,12,dan 13 jam. Hasil penelitian dengan perlakuan terbaik dari perndaman dalam larutan kapur dengan lama waktu yang berbeda dalam pengolahan emping jagung terdapat pada perlakuan C yaitu lama waktu perendaman 12 jam dengan nilai rata rata warna 4.583, rasa 4.783 tekstur 111.667 g Kata kunci: Perendaman, jagung, emping jagung, organoleptik,pengukuran dengan alat textur analyser. *(Peneliti)**( Pembimbing)

DESKRIPSI TENTANG PERBEDAAN PERTIMBANGAN HAKIM ANTARA HAKIM MAHKAMAH AGUNG DAN HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM ANTARA PT. LION AIR DAN ROLAS BUDIMAN SITINJAK (StudiPutusan No. 3287/K/Pdt/2015 dan No. 471/PK/Pdt/2017)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

JudulSkripsi :Deskripsi Tentang Perbedaan Pertimbangan HakimAntara Hakim Mahkamah Agung Dan Hakim Peninjauan Kembali DalamPerkara Perbuatan Melawan HukumAntara PT. Lion Air Dan Rolas Budiman Sitinjak (StudiPutusan No. 3287/K/Pdt/2015 dan No. 471/PK/Pdt/2017).Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengapa terjadi perbedaan pertimbangan hakim Mahkamh Agungdan Hakim Peninjauan Kembalidalamperkaraperbuatan melawan hukumantara PT. Lion Air danRolsBudimanSitinjak ?Tujuannyapenelitianadalahuntukmengetahuiperbedaanpetimbangan hakim Mahkamah Agungdan Hakim Peninjauan Kembali dalam perkara perbuatan melawan hukumantara PT. Lion Air danRolsBudimanSitinjak ? Jenispenelitian yang digunakan adalah jenispenelitian normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah putusan Hakim dalam perkara perbuatan melawanhukum Layanan Penerbangan.sedangkanvariabelterikatdalampenelitianiniadalahperbedaanpertimbangan hakim MahkamahAgungdan Hakim PeninjauanKembalidalamperkaraperbuatanmelawanhukumantara PT. Lion Air danRolasBudimanSitinjak. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka adapun perbedaan petimbangan hakim Mahkamh Agung dan Hakim Peninjauan Kembali dalam perkara perbuatan melawan hukum antara PT. Lion Air dan Rols Budiman Sitinjak yaitu : 1) Pada tingkat kasasi, hakim Mahkamah Agung menyatakan bahwa :a)Judex Facti telah keliru dalam menerapkan hukum yaitu Perbuatan Pemohon Kasasi/Tergugat I merupakan perbuatan wanprestasi bukan perbuatan melawan hukum karena dasar adanya hubungan hukum antara Pemohon Kasasi/Tergugat I dengan Termohon Kasasi/ Penggugat adalah karena adanya perjanjian pembelian tiket elektronik yakni atas nama Termohon Kasasi / Penggugat sendiri. b)Pemohon Kasasi tidak melanggar Pasal 140 dan 147 Undang-Undang No. 1 tahun 2009 Tentang Penerbangan yaitu pihak pemohon kasasi/Tergugat I yaitu PT. Lion Air telah menawarkan kompensasi kepada Termohon Kasasi/Penggugat yaitu berupa Biaya Penginapan (Hotel), Makan, Transportasi, serta akan diberangkatkan dengan pesawat Lion Air besok harinya, semua biaya ditanggung oleh pemohon Kasasi/Tergugat I, akan tetapi termohon kasasi/penggugat tidak mau menerima/menggunakannya. 2)Pada tingkat Peninjauan Kembali, Penggugat telah berhasil membuktikan kebenaran dalilnya yaitu bahwa perbuatan termohon peninjauan kembali/tergugat I merupakan perbuaan melawan hukum yang mana hal ini dibuktikan dengan tidak dilakukannya kewajiban dari termohon peninjauan kembali/tergugat I yakni PT. Lion Air dengan memberikan konpensasi sebagaimana di tegaskan dalam Pasal 11 Undang-Undang No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERCABULAN ANAK

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

INTISARI Judul Skripsi mengapadisparitasputusanpemidanaanterhadappelakutindakpidanapercabulananak. Rumusan masalah mengapaterjadidisparitasputusanpemidanaanterhadappelakutindakpidanapercabulananak. Tujuan penelitian Untukmengetahui sebabterjadinyadisparitaspemidanaanterhadappelakutindakpidanapercabulananak. Jenis Penelitian yang di ambil adalah penelitian hukum normatif yaitu Penelitian yang bersifat deskriptif, variabel Penelitiannya adalah variabel bebas yakni untuk mengtahui disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pencabulan anak. Sedangkan variabel terikat adalah mengapa terjadi dispaitas putusan hakim terhadap tindak pidana pencabulan anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa yang menjadi dasar diparitas putusan pemidanaan dalam putusan perkara tindak pidana pencabulan anak adalah sebagai berikut: 1. Indenpendensihakim ( Kemandirian Hakim ) 2. Tuntutanjaksapenuntutumum 3. Hakim yang mengadiliperkaraberbeda 4. Kualitasperbuatanterdakwa 5. Hal-hal yangmemberatkandan meringankan Kata Kunci: disparitas , putusan pemidanaan,tindak pidana,pencabulan anak

ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN OLEH HAKIM (Studi kasus putusan nomor 216/Pdt.Sus-BPSK/2017/PN.Mdn)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

INTISARI Metusalak Modu, 2021. Analisis Yuridis Pembatalan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh Hakim Merujuk pada rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu , Bagaimanakah Pertimbangan Hakim Dalam menjatuhkan putusan Membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen? Dengan tujun penelitian yakni untuk mengetahui bagaimnana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variabel penelitian adalah variabel bebas, yakni; pembatalan putusan Arbitrase Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh hakim di Pengadilan, dan variabel terikat yakni; dasar pertimbangan hakim pengadilan dalam membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung dalam menjatuhkan putusan membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen No. 291/Arbitrase/BPSK-BB/III/2017 adalah sebagai berikut. 1. Hakim Pengadilan Negeri membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Karna berdasarkan fakta-fakta yang terungkapkan dipersidangan serta berkas dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Kabupaten Batu Bara, tidak terdapat fakta yang menunjukan pemohon keberatan dan termohon keberatan telah bersepakat untuk menyelesaikan sengketa mereka melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Batu Bara. Dan berdasarkan surat perjanjian pembiayaan terkait dengan pilihan hukum tersebut dikatakan bahwa jika suatu saat terjadi perselisihan dalam pembiayaan ini maka Pengadilan Negerilah yang punya Wewenanag menyelesaikan masalah ini bukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. 2. Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) karena berdasarkan fakta-fakta dalam perkara a quo Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara a quo, dimana hubungan hukum antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan berdasarkan perjanjian pembiayaan konsumen dengan jaminan fidusia dan berdasarkan fakta Termohon Keberatan telah wanprestasi yaitu berhenti membayar angsuran atau cicilannya kepada Pemohon Keberatan, sehingga secara absolut sengketa antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan merupakan kewenangan Peradilan Umum (PN) dan bukan merupakan kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsum Kata Kunci : Pembatalan Putusan Badan Penyelesaiana Sengketa Konsumen(BPSK)

ANALISIS PREFERENSI PILIHAN BERKARIR MAHASISWA JALUR MINAT PERPAJAKAN (Studi Empiris Pada Mahasiswa Jalur Minat Perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

“ANALISIS PREFERENSI PILIHAN BERKARIR MAHASISWA JALUR MINAT PERPAJAKAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG DI BIDANG PERPAJAKAN (Studi Empiris Pada Mahasiswa Jalur Minat Perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)”. Pilihan karir merupakan suatu proses dari seseorang ketika mengambil keputusan sebelum masuk dalam dunia pekerjaan. Salah satu preferensi karir yang masih sangat dibutuhkan dan masih kurang peminatnya adalah karir dibidang perpajakan. Hal ini merupakan suatu peluang bagi para lulusan fresh graduate. Namun terkadang ada berbagai factor yang mempengaruhi seseorang dalam memilih karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pilihan berkarir mahasiswa jalur minat perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa jalur minat perpajakan Universitas Kristen Artha wacana Kupang angkatan 2017 & 2018 dengan pertimbangan telah mengikuti mata kuliah perpajakan. Rumus yang digunakan untuk menentukan sampel adalah dengan menggunakan rumus slovin. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi berganda yang dibantu dengan alat analisis SPSS ( Statistical Product and Service Solution) 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel persepsi berkarir tidak berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir dibidang perpajakan, variabel motivasi berkarir berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir, variabel minat berkarir tidak berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir dibidang perpajakan, variabel pengetahuan mahasiswa tentang pajak berpengaruh terhadap preferensi pilhan berkarir dibidang perpajakan, dan variabel persepsi berkarir, motivasi berkarir, minat berkarir, dan pengetahuan mahasiswa tentang perpajakan berpengaruh secara simultan terhadap prefernsi pilihan berkarir dibidang perpajakan.

ANALISIS DAMPAK PENGELUARAN PEMERINTAH DI BIDANG KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN MALAKA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Pengeluaran Pemerintah Bidang Kesehatan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b = 0,147 dengan demikian hipotesis diterima. (2) Pengeluaran Pemerintah Bidang x Pendidikan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b = 0,134 dengan demikian hipotesis diterima. (3) Pengeluaran Pemerintah Bidang Infrastruktur tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai b = (3,77) dengan demikian hipotesis tidak diterima

ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMPETENSI KARYAWAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN KABUPATEN MALAKA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini di latar belakangi Sumber daya Manusia (SDM) dapat menjadi modal utama dalam menunjang keberhasilan Organisasi apabila dikelola dengan baik dan pengelolaan tersebut sudah dimulai semenjak mereka akan dengan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurut hasibuan (2001) kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan.seorang karyawan akan dapat dengan lebih baik dan prestasi mereka akan meningkat pada saat mereka puas akan pekerjaan yang mereka lakukan. Oleh karena itu semua tantangan yang ada diorganisasi harus bisa dihadapi dengan sungguh-sungguh agar sasaran atau tujuan organisasi bisa tercapai, di antara sumber daya organisasi yang ada, sumber daya manusialah yang paling menentukan terhadap hasil yang ingiin dicapai organisasi.Aktivitas organisasi dapat berjalan dengan baik karena adanya kinerja organisasi yang baik pula, maka agar kinerja organisasi bisa optimal perlu dukungan kinerja karyawan yang optimal pula. Kinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapaii seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kinerja, usaha dan kesempatan 9 (Prasttyo,2016). Untuk menciptakan dan meningkatkan kinerja yang tinggi serta tenaga kerja yang mampu berprestasi kerja secara optimal, diperlakukan kompetensi yang ada yang sesuai dengan pekerjaan karyawan yang dapat mendukung kinerja karyawan. Kompetensi adalah apa yang dibawah seseorang kedalam pekerjaan dalam bentuk jenis dan tingkatan yang berbeda (Budiman dkk,2016). Dengan demikian semua yang mencakup kompetensi yang dimilki seorang karyawan akan menentukan kinerja karyawan dalam bekerja semakin tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan adalah kepuasan kerja. Menurut Wibowo dan Sutanto ( 2013) Kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristiknya. Maka semakin terpenuhinya kepedulian dan kebutuhan pada karyawan maka akan timbul kepuasan kerja karyawan sehingga dapat menimbulkan meningkatnya kinerja karyawan. Kinerja adalah sesuatu yang dicapaiatauprestasi yang diperlihatkan atau kemampuan bekerja, dengan kata lain bahwa kinerja dapat diartikan sebagai prestasi kerja, jika kinerja adalah kuantitas dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, maka kinerja merupakan output pelaksana tugas, kinerja mempunyai hubungan erat dengan seseorang dari pekerjaannyadan apa yang mereka peroleh. Orang yang paling banyak tidak merasa puas adalah mereka yang mempunyai keinginan yang paling banyak, namun mendapat sedikit, sedangkan yang paling merasa puas adalah orang yang mengingikan banyak dan mendapatkanya. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu, setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda sesuai 10 dengan sistem nilai–nilai yang ada pada dirinya, Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pada tabel 1.1 diatas dapat diketahui kinerja pegawai dinas kependudukan kabupaten malaka sangat memuaskan dan maksimal. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu kepusan kerja, kompetensi karyawan dan kinerja pegawai dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang dapat dari 49 orang,kemudian di ambil sampel sebanyak 49 responden dan kemudian data di proses menggunakan analisis regresi linier berganda sampel yang digunakan adalah pegawai Dina Kependudukan Kabupaten Malaka dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan hasil analisis regresi dan di dapat persamaan regresi linear berganda Y= 6,034+0,295+e selain itu berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu pada variabel kepuasan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) diketahui bahwa untuk varibel kepuasan kerja di temukan t hitung lebih besar dari t tabelnilai thitung untuk koefesien (b1) adalah 2,637 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada kantor diinas Kependudukan Kabupaten Malaka dan uji kedua yaitu komptensi kryawan. nilai thitung untuk koefesien (b2) adalah 3,292 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Karyawan berpengaruh signifikan terhadapKinerja Pegawai pada kantor dinas Kependudukan kabupaten malaka. Pada hasil uji di dapati juga nilai R Square sebesar sebesar 0,488. Hal ini berarti menunjukan bahwa Interaksi antara Kepuasan Kerja(X1),Kompetensi Karyawan(X2) memiliki hubungan yang kuat terhadap Kinerja Pegawai(Y). Nilai R squere sebesar 0,488 atau 48,8% artinya pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X1), Kompetensi Karyawan(X2) terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesr 48,8% sedangkan sisanya 51,2% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini

PEMBATALAN PUTUSAN KASASI OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

INTISARI Judulskripsipenulisadalah: PEMBATALAN PUTUSAN KASASI OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH. Rumusanmasalah yang Penuliskajiadalah: mengapahakimPeninjauanKembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanah? Tujuan yang inginPenuliskajiadalah: alasan hakim PeninjauanKembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanah. Jenismetodepenelitian yang Penulisgunakanadalahjenispenelitiannormatifdansifatpenelitianadalahbersifatdeskriptifyaknipenulisakanmemaparkansecaralengkap, rinci, jelasdansistematishasildalambentukkaryailmiah. Bahanhukum yang digunakanadalahbahanhukum primer yang terdiridariputusan hakim sertaperaturanperundang-undangan, traktat, kaidahdasarataunormasertaperaturandasar. BerdasarkanHasilPenelitian yang penulislakukanmaka yang menjadikesimpulansesuaimasalah yang penuliskajiyaitumengapa hakim peninjauankembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanahkarena: menurutPenggugattanahsengketaterletak di DusunTirowali, DesaTongkonanBasse, KecamatanMassale, kabupatenEnrekang, sedangkanmenurutTergugattanahsengketaterlatak di KampungBege, DesaTongko, KecamatanBaroko, KabupatenEnrekang. Berdasarkanhasilpemeriksaansetempat, diketahuibahwatanahsengketatersebutterletak di DusunTirowali, DesaTongkonanBasse, KecamatanMassale, kabupatenEnrekang.SehinggasesuaidenganketeranganndariPenggugat. Tanah sengketasudahmasukdalamdaftarobjekpajakatasnamaAla bin Duma (Penggugat). Tergugattidakmampumembuktikandalil-dalilnya.KeterangansaksiTergugattidaksesuaidenganapa yang dilihatataudialamilangsungsehinggaterkesansudahdiatur. KeterangansaksiTergugat yang menyatakanbahwaiaseringmelewatitanahsengketadenganmenggunakansepeda motor harusdiabaikankarenaberdasarkanhasilpenelusuransetempattanahsengketatersebutdikelilingiolehkebundanselokansehinggatidakadajalan. Berdasarkankesimpulandalampeniltianinni, makaPenulismemberikanbeberapa saran.Untuk hakim, dalampersidanganseorang hakim harusmampumemberikanputusan yang tepat, memperhatikankepastianhukumdankeadilan. Kata Kunci: Pembatalan Putusan Hakim, Sengketa Tanah

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, ASIMETRI INFORMASI DAN TEKANAN ANGGARAN TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN (STUDI PADA SATUAN KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Sistem pemerintah daerah terdapat dua subsistem, yaitu Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Laporan Keuangan SKPD merupakan sumber untuk menyusun laporan keuangan SKPKD, oleh karena itu setiap SKPD harus menyusun Laporan Keuangan sebaik mungkin. Laporan Keuangan pemerintah yang dihasil harus memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Agar pengelolaan keuangan daerah dapat memenuhi asas tertib, ekonomi, efektif, efisien, akuntabel, transparan dan komperhensif maka dikeluarkanlah Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada pemerintah daerah sebagai pengganti Permendagri Nomor 59 Tahun 2007, dan salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan adalah penyampaian pertanggunjawaban laporan keuangan yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan standar akuntansi pemerintahan yang telah diterima secara umum, sehingga dapat diperbandingkan, dan tidak menyesatkan. Sejalan dengan hal tersebut, salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transpansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Derah yang komprehensif. Budgetary slack menurut Young (1985) dalam Prakoso (2016) merupakan tindakan bawahan yang mengecilkan kapabilitas produktifnya ketika dia diberi kesempatan untuk menentukan standar kerjanya. Menurut Anthony & Govindarajan (2005) mendefinisikan senjangan anggaran sebagai perbedaan antara anggaran yang dilaporkan dengan anggaran yang sesuai dengan estimasi yang sesungguhnya. Tujuannya agar target dapat lebih mudah dicapai oleh bawahan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa bawahan dengan sengaja menurunkan tingkat penjualan dari biaya yang harus dicapai agar target yang direncanakan dapat dicapai dengan mudah. Faktor lain yang dianggap menjadi pemicu timbulnya slack pada anggaran yaitu adanya budget emphasis atau penekanan anggaran. Dalam penelitian Adi dan Mardiasmo (2002) menyatakan bahwa anggaran memiliki fungsi sebagai alat penilaian kinerja. Kinerja seseorang dinilai atau ditentukan berdasarkan tercapai atau tidaknya target anggaran, di mana bawahan ditantang dengan diberikannya penghargaan atau reward apabila perencanaan anggaran tercapai sesuai tujuan, dan diberikan sanksi apabila perencanaan anggaran tidak tercapai. Dengan adanya penekanan anggaran tersebut, akan sangat jelas dapat mendorong para manajer atau pembuat anggaran untuk menciptakan slack atau senjangan dalam pembuatan anggaran dengan tujuan meningkatkan kemungkinan mendapatkan kompensasi dan menghindari sanksi. Partisipasi anggaran merupakan salah satu faktor yang dianggap memiliki pengaruh signifikan pada budgetary slack. Anthony dan Govindarajan (2007) menyatakan bahwa partisipasi anggaran yaitu proses dimana pembuat anggaran terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besar anggaran. Adanya partisipasi anggaran memberikan peluang bagi manajer tingkat bawah dan menengah untuk melonggarkan anggaran atau sengaja menciptakan slack, agar anggaran yang mereka susun mudah dicapai. Penelitian terdahulu yaitu penelitian oleh Alfebriano (2013), Maiga (2008), Anggraeni (2008), dan Triana (2012) menyatakan bahwa partisipasi manajer tingkat bawah dalam pembuatan anggaran akan menghasilkan budgetary slack. Asimetri informasi adalah suatu keadaan di mana atasan tidak memiliki cukup informasi dibanding dengan bawahan atau sebaliknya. Jika manejer atasan memiliki lebih banyak informasi dibanding menejer bawahan, maka akan timbul tuntutan yang lebih besar dari manejer atasan kepada manejer bawahan tentang pencapaian target anggaran yang kemungkinan sangat sulit dicapai oleh manejer bawahan dan apabila manejer bawahan memiliki lebih banyak informasi. Perbedaan informasi inilah yang disebut sebagai asimetri informasi Ardila (2013). Secara teoritis, asimetri informasi dapat dikurangi dengan memperkuat menitoring dan meningkatkan kualitas pengungkapan. Asimetri informasi adalah suatu kondisi apabila pimpinan/atasan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai kinerja bawahan baik itu dalam kinerja aktual, motivasi dan tujuan, sehingga atasan tidak dapat menentukan kontribusi bawahan terhadap hasil aktual perusahaan atau organisasinya Govindarajan, Robert, Athiny (2005) Merchant dan Manzoni (1989) dalam Collin (2007) tekanan anggaran merupakan desakan dari atasan pada bawahan untuk melaksanakan anggaran yang telah dibuat dengan baik, yang berupa sangsi jika kurang dari target anggaran dan kompensasi jika mampu melebihi target anggaran. Suartana (2010) dalam jurnal menurut Kusniawati & Lahaya (2017) mengemukakan bahwa faktor penekanan anggaran yang dapat menimbulkan budgetary slack yaitu seringkali perusahaan menggunakan anggaran sebagai satu satunya pengukur kinerja manajemen. Penekanan anggaran seperti ini dapat memungkinkan timbulnya slack. Penelitian ini dilaksanakan di SKPD Kota Kupang Variabel independen dalam penelitian ini yaitu partisipasi anggran (X1),asimetri informasi (X2), dan tekanan anggran (X3), Variabel dependen yaitu senjangan anggran (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan 38 responden. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat partisipan anggran dan asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap kesenjangan anggran sedangkan tekanan anggran berpengaruh terhadap senjangan anggrann .Berdasarkan hasil analisis Koefisien Determinasi maka dapat diketahui bahwa partisipasi anggran (X1),asimetri informasi (X2), dan tekanan anggran (X3) terhadap senjangan anggran (Y) memiliki persentase sumbangan pada pengaruh variabel adalah 18,3% sedangkan sisanya 81,7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak lain yang terkait atas penelitian ini. Kata Kunci: Kesenjangan anggran, partisipasi anggaran, asimetri informasi, dan tekanan anggran.

Analisis Efektivitas Kontribusi Pajak Reklame Terhadap Pendapatan Asli Daerah

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ANALISI EFEKTIVITAS KONTRIBUSI PAJAKREKLAMETERHADAPPENDAPATANASLIDAERAHDIKOTAKUPANG” Penelitianinibertujuanuntukmengetahui(1)EfektivitasPenerimaanPajakReklame(2)KontribusiPajakReklameterhadapPendapatanAsliDaerah. Teknikpengumpulandatayangdigunakanyaitudenganteknikdokumentasi. Data yang diteliti adalah data realisasi penerimaan Pajak Reklametahun 2016 sampai 2020 , Data target Pajak Reklame tahun 2016 sampai 2020,dandatarealisasipenerimaanPendapatanAsliDaerahtahun2016sampai2020.Teknik analisis data uuntuk menjawab masalah yang pertama dengan analisis datakuantitatifdankualitatif,umtukmasalahyangkeduadengananalisisdatakuantitatif. Berdasarkanhasilpenelitianmenunjukanbahwa(1)PenerimaanPajakReklamepadatahun2016sampaidengantahun2020kurangefetif.(2)Kontribusi Pajak Reklame pada tahun 2016 sebesar Rp. 2.326.447.989.00, tahun2017Rp.2.440.949.152,00,tahun2018Rp.2.337.227.839,00,tahun2019Rp. 2.855.138.302,00, dan tahun 2020 sebesarRp. 3169.283.163,00. Kata kunci : Efektivitas Kontribusi Pajak Reklame, Pendaptan AsliDaerah.

ANALISIS TINGKAT TREND KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN SABU RAIJUA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan penjelasan teresebut maka dalam hasil analisis penelitian ini peneliti dapat memberikan kesimpulan bahwa Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2010-2019 mengalami peningkatan setiap tahunnya, akan tetapi perolehan rata-rata keseluruahan kemandirian keuangan daerah dapat dikatan rendah sekali, Ini berarti Perolehan kemandirian xii Pemerintah daerah kabupaten sabu raijua, dikategorikan memiliki pola hubungan instruktif dengan pemerintah pusat, yang artinya peran pemerintah pusat lebih dominan dari pada kemandirian Pemerintah Daerah atau Daerah tidak mampu melaksanakan otonomi daerah. Selain dari pada itu Berdasarkan analisis Tigkat Trend Kemandirian Keuangan Daerah pada tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi setiap tahunnya, Hal ini dilihat dari perolehan trend Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2017 dapat dikatakan semakin baik dikarenakan terjadinya peningkatan dan perolehan tingkat trend kemandirian keuangan daerah masi diatas 100%, Sedangkan perolehan trend kemandirian keuangan daerah pada tahun 2016, 2018 dan 2019 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan terjadinya penurunan tingkat trend kemandirian keuangan daerah dan perolehan hasilnya juga masi di bawa 100%.

ANALISIS POTENSI EKONOMI DAN PENGEMBANGAN DESA WISATA LAMALERA DI KABUPATEN LEMBATA (STUDI KASUS PADA DESA LAMALERA)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berjudul “Analisis Potensi Ekonomi dan Pengembangan Desa Wisata Lamalera Di Kabupaten Lembata’’,dengan persoalan penelitian dalam peelitian ini adalah: Bagaimana pengembangan potensi ekonomi Desa Wisata Lamalera? Bagaimana pengembangan ekonomi masyarakat Desa Wisata Lamalera?, serta tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui keragaman potensi wisata di Desa Lamalera untuk megukur potensi wisata yang telah dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang di laksanakan di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian dari Potensi Ekonomi Desa Wisata Lamalera adalah (1) Diving dan snorkling, (2) Surfing, (3) Misa arwa, (4) Tarian buhu lelu, (5) Upacara atau ritual adat tobu nama fatta sedangkan untuk Pengembangan Desa Wisata Lamalera (1) Atraksi Budaya Penangkapan Ikan Paus, (2) Fasilitas dan Jasa Pelayanan, (3) Kerajinan Tangan.

STUDI KARAKTERISTIK KADAR AIR DAN KADAR KEASAMAN TERUNG BELANDA (Chyphomandra betacea Sednth) YANG BERASAL DARI BAJAWA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI KARAKTERISTIKKADAR AIR DAN KADAR KEASAMAN TERUNG BELANDA (Chyphomandra betacea Sednth) YANG BERASAL DARI BAJAWA ABSTRAK Terung belanda tumbuh di daerah pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian 1000 mdpl.Tanaman terung belanda di Propinsi Nusa Tenggara Timur, tumbuh baik di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai. Buah terung belanda belum banyak mendapatkan perhatian untuk dikelola dan di kembangkan lebih luas secara ekonomi.Hingga kini populasi dan produksi terung belanda di Bajawa belum terpublikasi padadata statistik tahunan (Badan Pusat Stastistik). Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kadar air dan kadar keasaman yang terdapat dalam terung belanda yang berada di Bajawa. Metode yang digunakan untuk mengukur kadar air adalah dengan cara Grafimetri, sedangkan untuk mengukur tingkat keasaman terung belanda menggunkan metode titrasi. Untuk ujikadar air diambail 3 sampel sedangkan untuk uji keasaman diambil 3 sampel juga. Hasil pengukuran kadar air yang terkandung dalam terung belanda yang tumbuh di daerah Bajawa sebesar (86,46%), sedangkan untuk kadar keasaman sebesar (4,13%) Kata kunci : Karakteristik, kadar air, keasaman, terung belanda.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH DI KECAMATAN ATAMBUA SELATAN KABUPATEN BELU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Leonardo Domario Gomes( 16192730 ) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pada Usaha Kecil Dan Menengah Di Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu. Dibawah bimbingan Drs. Robert Alex Serang, M.Si sebagai pembimbing I dan Yuningsih N. Chrstiani, S.St, M.Ak sebagai pembimbing II. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui faktor skala usaha mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM, (2) untuk mengetahui faktor lama usaha mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM, (3) untuk mengetahui faktor jenjang pendidikan mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku Usaha Kecil Menengah yang berada di Kecamatan Atambua Selatan, dengan sampel sebanyak 27 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode kuantitatif sedangkan Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian ini di analisis dengan menggunakan program SPSS for windos versi 21. Hasil penelitian menunjukan secara simultan pengaruh ketiga variabel terhadap kualitas laporan keuangan ditunjukan dengan F hitung sebesar 8,721 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan secara parsial skala usaha tidak berpengaruh signifikan dengan nilai sebesar 0,606 terhadap kualitas laporan keuangan, secara parsial lama usaha tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sebesar 0,189 terhadap kualitas laporan keuangan, secara parsial jenjang pendidikan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai 0,000 terhadap kualitas laporan keuangan. Jenjang pendidikan menjadi variabel yang mempunyai pengaruh secara nyata, jadi semakin tinggi jenjang pendidikan pelaku UKM maka semakin baik kualitas laporan keuangannya. Dari Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah khususnya pemerintah Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu dengan mendorong pelaku UKM untuk melaksanakan pembukuan karena semakin dini dilaksanakan maka semakin meningkatkan prospek perkembangan usaha. Jenjang pendidikan yang tinggi pelaku/pengelola usaha mendorong kesaran akan pentingnya pembukuan dan laporan keuangan Kata Kunci: skala usaha, lama usaha, jenjang pendidikan, kualitas laporan keuangan

ANALISIS PREFERENSI PILIHAN BERKARIR MAHASISWA JALUR MINAT PERPAJAKAN (Studi Empiris Pada Mahasiswa Jalur Minat Perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“ANALISIS PREFERENSI PILIHAN BERKARIR MAHASISWA JALUR MINAT PERPAJAKAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG DI BIDANG PERPAJAKAN (Studi Empiris Pada Mahasiswa Jalur Minat Perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)”. Pilihan karir merupakan suatu proses dari seseorang ketika mengambil keputusan sebelum masuk dalam dunia pekerjaan. Salah satu preferensi karir yang masih sangat dibutuhkan dan masih kurang peminatnya adalah karir dibidang perpajakan. Hal ini merupakan suatu peluang bagi para lulusan fresh graduate. Namun terkadang ada berbagai factor yang mempengaruhi seseorang dalam memilih karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pilihan berkarir mahasiswa jalur minat perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa jalur minat perpajakan Universitas Kristen Artha wacana Kupang angkatan 2017 & 2018 dengan pertimbangan telah mengikuti mata kuliah perpajakan. Rumus yang digunakan untuk menentukan sampel adalah dengan menggunakan rumus slovin. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi berganda yang dibantu dengan alat analisis SPSS ( Statistical Product and Service Solution) 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel persepsi berkarir tidak berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir dibidang perpajakan, variabel motivasi berkarir berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir, variabel minat berkarir tidak berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir dibidang perpajakan, variabel pengetahuan mahasiswa tentang pajak berpengaruh terhadap preferensi pilhan berkarir dibidang perpajakan, dan variabel persepsi berkarir, motivasi berkarir, minat berkarir, dan pengetahuan mahasiswa tentang perpajakan berpengaruh secara simultan terhadap prefernsi pilihan berkarir dibidang perpajakan.

ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMPETENSI KARYAWAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN KABUPATEN MALAKA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini di latar belakangi Sumber daya Manusia (SDM) dapat menjadi modal utama dalam menunjang keberhasilan Organisasi apabila dikelola dengan baik dan pengelolaan tersebut sudah dimulai semenjak mereka akan dengan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurut hasibuan (2001) kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan.seorang karyawan akan dapat dengan lebih baik dan prestasi mereka akan meningkat pada saat mereka puas akan pekerjaan yang mereka lakukan. Oleh karena itu semua tantangan yang ada diorganisasi harus bisa dihadapi dengan sungguh-sungguh agar sasaran atau tujuan organisasi bisa tercapai, di antara sumber daya organisasi yang ada, sumber daya manusialah yang paling menentukan terhadap hasil yang ingiin dicapai organisasi.Aktivitas organisasi dapat berjalan dengan baik karena adanya kinerja organisasi yang baik pula, maka agar kinerja organisasi bisa optimal perlu dukungan kinerja karyawan yang optimal pula. Kinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapaii seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kinerja, usaha dan kesempatan 9 (Prasttyo,2016). Untuk menciptakan dan meningkatkan kinerja yang tinggi serta tenaga kerja yang mampu berprestasi kerja secara optimal, diperlakukan kompetensi yang ada yang sesuai dengan pekerjaan karyawan yang dapat mendukung kinerja karyawan. Kompetensi adalah apa yang dibawah seseorang kedalam pekerjaan dalam bentuk jenis dan tingkatan yang berbeda (Budiman dkk,2016). Dengan demikian semua yang mencakup kompetensi yang dimilki seorang karyawan akan menentukan kinerja karyawan dalam bekerja semakin tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan adalah kepuasan kerja. Menurut Wibowo dan Sutanto ( 2013) Kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristiknya. Maka semakin terpenuhinya kepedulian dan kebutuhan pada karyawan maka akan timbul kepuasan kerja karyawan sehingga dapat menimbulkan meningkatnya kinerja karyawan. Kinerja adalah sesuatu yang dicapaiatauprestasi yang diperlihatkan atau kemampuan bekerja, dengan kata lain bahwa kinerja dapat diartikan sebagai prestasi kerja, jika kinerja adalah kuantitas dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, maka kinerja merupakan output pelaksana tugas, kinerja mempunyai hubungan erat dengan seseorang dari pekerjaannyadan apa yang mereka peroleh. Orang yang paling banyak tidak merasa puas adalah mereka yang mempunyai keinginan yang paling banyak, namun mendapat sedikit, sedangkan yang paling merasa puas adalah orang yang mengingikan banyak dan mendapatkanya. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu, setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda sesuai 10 dengan sistem nilai–nilai yang ada pada dirinya, Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pada tabel 1.1 diatas dapat diketahui kinerja pegawai dinas kependudukan kabupaten malaka sangat memuaskan dan maksimal. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu kepusan kerja, kompetensi karyawan dan kinerja pegawai dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang dapat dari 49 orang,kemudian di ambil sampel sebanyak 49 responden dan kemudian data di proses menggunakan analisis regresi linier berganda sampel yang digunakan adalah pegawai Dina Kependudukan Kabupaten Malaka dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan hasil analisis regresi dan di dapat persamaan regresi linear berganda Y= 6,034+0,295+e selain itu berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu pada variabel kepuasan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) diketahui bahwa untuk varibel kepuasan kerja di temukan t hitung lebih besar dari t tabelnilai thitung untuk koefesien (b1) adalah 2,637 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada kantor diinas Kependudukan Kabupaten Malaka dan uji kedua yaitu komptensi kryawan. nilai thitung untuk koefesien (b2) adalah 3,292 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Karyawan berpengaruh signifikan terhadapKinerja Pegawai pada kantor dinas Kependudukan kabupaten malaka. Pada hasil uji di dapati juga nilai R Square sebesar sebesar 0,488. Hal ini berarti menunjukan bahwa Interaksi antara Kepuasan Kerja(X1),Kompetensi Karyawan(X2) memiliki hubungan yang kuat terhadap Kinerja Pegawai(Y). Nilai R squere sebesar 0,488 atau 48,8% artinya pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X1), Kompetensi Karyawan(X2) terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesr 48,8% sedangkan sisanya 51,2% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini

ANALISIS POTENSI EKONOMI DAN PENGEMBANGAN DESA WISATA LAMALERA DI KABUPATEN LEMBATA (STUDI KASUS PADA DESA LAMALERA)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Analisis Potensi Ekonomi dan Pengembangan Desa Wisata Lamalera Di Kabupaten Lembata’’,dengan persoalan penelitian dalam peelitian ini adalah: Bagaimana pengembangan potensi ekonomi Desa Wisata Lamalera? Bagaimana pengembangan ekonomi masyarakat Desa Wisata Lamalera?, serta tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui keragaman potensi wisata di Desa Lamalera untuk megukur potensi wisata yang telah dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang di laksanakan di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian dari Potensi Ekonomi Desa Wisata Lamalera adalah (1) Diving dan snorkling, (2) Surfing, (3) Misa arwa, (4) Tarian buhu lelu, (5) Upacara atau ritual adat tobu nama fatta sedangkan untuk Pengembangan Desa Wisata Lamalera (1) Atraksi Budaya Penangkapan Ikan Paus, (2) Fasilitas dan Jasa Pelayanan, (3) Kerajinan Tangan.

ANALISIS DAMPAK PENDAPATAN DAN MODAL USAHA KECIL MENENGAH (UKM) SEBELUM DAN SESUDAH MUNCULNYA PANDEMI COVID-19

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja, memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Peran penting tersebut telah mendorong para pelaku UKM untuk terus berupaya meningkatkan daya saing UKM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Keberadaan para pelaku bisnis Ukm memberikan andil yang cukup signifikan bagi pembangunan perekonomian, dalam hal ini usaha yang mereka bangun menyerap tenaga kerja di derahnya masing-masing, hal tersebut sangat membantu pemerintah dalam upaya mengurangi angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan.Diharapkan perkembangan bisnis Ukm dari waktu ke waktu mengalami peningkatan yang stabil Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan dan modal usahadari para pelaku UKM Taman Nostalgia sebelum dan sesudah munculnya pandemi covid-19 .Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe diskriptif .Teknik penentuan informan dilakukan secara random sampling. Proses analisis data dilakukan dengan wawancara. 1. Berdasarkan hasil analisis tersebut Nilai t hitung lebih besar dari t table (2,71>0,9) maka dapat di simpulkan bahwa Ha di terima da Ho di tolak. 2. Berdasarkan table di atas menunjukan nilai R square sebesar 0,908 atau menunjukan sekitar 87,1% maka dapat di katakan bahwa pendapatan pelaku Ukm sebelum covid-19 berpengaruh terhadap pendapatan pelaku Ukm sesudah munculnya covid-19 sebesar 87,1% sedangkan sisanya 12,9% tidak di teliti dalam penelitian ini. 1. Berdasarkan hasil analisis tersebut Nilai t hitung lebih besar dari t table (9,99>0,9) maka dapat di simpulkan bahwa Ha di terima da Ho di tolak. 2. Berdasarkan table di atas menunjukan nilai R square sebesar 0,908 atau menunjukan sekitar 90,8% maka dapat di katakan bahwa modal pelaku Ukm sebelum covid-19 berpengaruh terhadap modal pelaku Ukm sesudah munculnya covid-19 sebesar 90,8% sedangkan sisanya 92% tidak di teliti dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa munculnya pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap pendapatan dan modal dari pelaku UKM Kata Kunci : Pendapatan dan Modal