Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ME

572 karya publik ditemukan.

2026: 122025: 162024: 82023: 952022: 1092021: 1742020: 362018: 82016: 12010: 1

DATANGLAH KERAJAAN ALLAH Suatu Tinjauan Dogmatis Terhadap Pemahaman Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun Mengenai Kerajaan Allah Dan Pandemi Covid 19 Sebagai Tanda Datangnya Kerajaan Allah

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kerajaan Allah adalah inti dari pemberitaan Yesus. Kerajaan Allah tidak hanya ada dalam Perjanjian Baru tetapi juga dalam Perjanjian Lama. Kerajaan Allah dipahami sesuai dengan konteks waktu itu, tetapi pada umumnya adalah sebagai sebuah pembaharuan hidup manusia. Pemberitaan tentang Kerajaan Allah oleh Yesus menekankan pada keselamatan eskatologi. Keselamatan yang merujuk pada masa kekinian, bahwa keselamatan sudah mulai terjadi sekarang ini. Kerajaan Allah bukan sesuatu yang abstrak bagi manusia tetapi sudah dan akan dialami oleh manusia. Dalam kehidupan jemaat, Kerajaan Allah kerap dihubungkan dengan hal penghukuman bagi manusia. Pandangan ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang ada di sekitar jemaat. Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun, Klasis Kupang Barat, memahami Kerajaan Allah sebagai sebuah penghakiman dan Pandemi Covid 19 sebagai hukuman dan tanda dari datangnya Kerajaan Allah, sehingga Kerajaan Allah menjadi hal yang menakutkan bagi jemaat. Pemahaman ini mendorong penulis untuk meneliti lebih jauh tentang faktor-faktor penyebabnya. Mengapa jemaat memahami bahwa Kerajaan Allah, yang hanya berpusat pada penghukuman? Apa dampak yang timbul dari pemahaman yang demikian? Tulisan ini dikaji dalam metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat serta menganalisisnya secara ilmiah. Berdasarkan hasil penggambaran dan analisa, penulis menemukan bahwa jemaat memahami Kerajaan Allah secara sempit yaitu sebuah penghukuman, pelayanan dan sikap hidup. Pemahaman jemaat ini dipengaruhi oleh ajaran dari Yohanes Pembaptis yang lebih menekankan pada penghukuman pada akhir zaman. Pemahaman jemaat juga turut dipengaruhi oleh kehadiran Persekutuan Doa yang ada di lingkungan jemaat. Pemahaman ini menjadi penting bagi Gereja dalam memberi pengajaran terhadap jemaat. Memberitakan bahwa Kerajaan Allah tidak semata-mata tentang sebuah penghukuman saja, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sosial manusia. Kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan bagi Jemaat Kata Kunci: Kerajaan Allah, Hukuman, Ajaran.

Tradisi Mole Dame

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Oenaek masih kental dengan tradisi sebagai identitas mereka dan mewarisi untuk menjaga persekutuan mereka. Salah satu tradisi yang kental adalah Tradisi Mole Dame. Tradisi Mole Dame dilakukan untuk mendamaikan kedua keluarga karena anak mereka telah kawin lari dan atau hamil di luar nikah. Tradisi Mole Dame sangat membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada, akan tetapi, untuk sampai pada tahap perdamaian terdapat sejumlah sanksi adat, yang sudah ditetapkan dalam peraturan adat. Kendala ini membuat beberapa pasangan tidak sampai tahap pernikahan secara gerejawi. Maka dari itu, masalah yang terjadi adalah kedua pasangan hidup tak serumah, anak-anak lahir tanpa keluarga yang utuh, bahkan persoalan ini mempengaruhi persekutuan jemaat karena pasangan berada dalam satu jemaat dan suku yang sama. Skripsi ini bertujuan untuk mengupayakan Injil dan Tradisi Mole Dame dapat berjalan bersama-sama. Tradisi ini penting dilakukan, namun tradisi ada bagian yang harus dikritisi dan diperbarui sehingga benar-benar tradisi ini memuliakan nama Tuhan. Terhadap masalah ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelitian lapangan. Teori yang dipakai, yakni model sintesis oleh Stephen Bevans, yakni mengupayakan berteologi untuk menemukan jalan tengah atau menjawab masalah dengan pertimbangan tetap menerima Tradisi Mole Dame, tetapi memperbarui sanksi- sanksi adat yang menjadi kendala atau penyebab masalah. Berdasarkan analisis model sintesis, maka hasil penelitian menunjukkan, bahwa pihak-pihak yang terlibat seperti keluarga, tokoh adat, dan gereja perlu membangun perdamaian, yakni merevitalisasi sanksi adat yang memberatkan. Dalam tradisi penting adanya inisiatif untuk kerja sama dari berbagai pihak dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap anak, sehingga mengurangi kasus hamil di luar nikah dan kawin lari. Untuk membenahi relasi yang renggang akibat tradisi, maka keluarga perlu meneladani karya perdamaian Yesus Kristus yang memampukan keluarga saling memberikan pengampunan dan saling mengasihi.

Perlindunganmu Hak Asasi Manusia, sub judul "Suatu Studi Eksegetis Terhadap Keluaran 21:12-17 Dan Implikasinya Bagi Perlindungan Hak Asasi Manusia Pada Masa Kini"

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kitab Keluaran ditulis untuk memperlihatkan kuasa Tuhan, karena selama 400 tahun (Kej. 15:13), bangsa Israel diperbudak dan dianiaya di Mesir. Kitab Keluaran juga melanjutkan sejarah pembebasan dan perkembangan umat Israel sebagai pilihan Allah, selama di Mesir, kelepasan, dan kehadiran mereka di padang Gurun Sinai sampai pada pendudukan tanah Kanaan. Tujuan kitab Keluaran adalah menekankan tentang penyataan diri Allah (Kel. 6: 2-3), serta memberi pengajaran kepada umat Israel melalui aturan-aturan untuk memelihara perjanjian (covenant) dengan Allah. Pemberian Perjanjian di Sinai untuk memelihara jati diri Israel sebagai umat Allah (Kel. 23:20-23) di tengah-tengah bangsa lain. Keluaran 21 termasuk dalam hukum-hukum Kitab Perjanjian (Kel. 19-24). Keluaran 21: 12-17 mengatur tentang penghargaan terhadap nyawa sesama. Dalam kehidupan Israel kuno, terdapat hukum yang mengatur kejahatan-kejahatan, terutama pembunuhan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja (Kel. 21:12-14). Maka ditetapkannya tempat perlindungan (Bil. 35:13-14; Ul. 19;11-13; Yos. 20:6) sebagai tempat untuk beroleh hak perlindungan (Raj. 1:51; 2:28) dari para go’el (penuntut darah). Metodologi yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian studi pustaka dan metode tafsir historis kritis. Metode studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data pustaka melalui berbagai literatur. Sedangkan metode tafsir historis kritis yakni metode penafsiran Alkitab sebagai studi tentang tek-teks Alkitab yang menunjuk pada hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dalam teks dan menemukan kerygma teologi (eksegesis) dari teks bukan menambahkan kerygma teologi dari luar teks (eisegesis). Kehidupan masa kini juga tidak terlepas dari banyak kejahatan dan menjadi realita yang dihadapi oleh semua orang, termasuk pemerintah maupun gereja. Pembunuhan, perdagangan orang (human trafficking), dan masih banyak masalah lain yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Kepolisian Republik Indonesia (polri) sebagai lembaga hukum juga belum melaksanakan tugasnya secara maksimal, karena masih terdapat oknum-oknum Polri yang melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat, seperti kasus di Warior, penganiayaan tehadap Napi, dan memperkosa anak di bawah umur. Demikian juga gereja, di dalamnya masih ada oknum yang melakukannya pelanggaran HAM, yang terlibat pelaku humman trafficking. Segala diskusi dan upaya harus dilakukan oleh gereja dan Polri. Gereja dan Polri juga harus menjadi tempat perlindungan yang menjamin keamanan, hak perlindungan dan keadilan bagi semua orang demi mempertahankan martabat dan HAM menurut hukum perjanjian dan ketetapan-ketetapan Tuhan. Dalam hal ini, baik Gereja Masehi Injili di Timur (GMIT), pemerintah, Polri, masyarakat, dan individu berkewajiban untuk melindungi HAM tanpa membeda-bedakan. Kata kunci: Hukum, Perjanjian, TUHAN, Tempat Perlindungan, Hak Asasi Manusia

ANALISIS KEBUTUHAN TRAKTOR PADAPENGOLAHAN TANAH GUNA MEWUJUDKAN JADWAL TANAM PADI SERENTAK PADA MUSIM TANAM PERTAMA DI DAERAH P3A DAHULU RASA DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Traktor merupakan salah satu penerapan teknologi di bidang pertanian. Tujuan adanya pengalihan teknologi tersebut yaitu untuk meringankan beban dalam melakukan pengolahan lahan pertanian, terutama dengan luas lahan yang tidak sedikit dan jenis tanah yang cukup sulit untuk diolah. Pengolahan tanah di daerah P3A Dahulu Rasa bisa berjalan sesuai yang diharapkan demi mewujudkan tanam padi serentak pada musim tanam pertama apabila kebutuhan traktor terpenuhi dan menejemen pengoperasiannya dibuat dengan baik..Tujuandaripenelitian di iniadalah : Untuk mengetahui kebutuhan traktor pada pengolahan tanah guna mewujudkan jadwal tanam padiserentak pada musim tanam pertama di daerah P3A Dahulu Rasa Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah..Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani sawah di daerah P3A Dahulu Rasa Desa Mata Air. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari:Petani pemilik traktor, petani pemakai traktor operator traktor dan pengurus P3A. Tingkat kebutuhan traktor untuk pengolahan tanah di daerah P3A Dahulu Rasa untuk pengolahan tanah pertama menggunkan traktor roda 4 dan traktor tangan sedangankan untuk pengolahan tanah kedua semua masih menggunakan traktor tangan. Pada pengolahan tanah dengan menggunakan traktor dari pengolahan tanah pertama dan kedua membutuhkan waktu 8 hari dan juga membutuhkan 1 unit traktor roda 4 dan 10 unit traktor tangan.Sedangkan untuk tingkat kecukupan traktor di daerah P3A Dahulu Rasa sudah sangat melebihi dari apa yang dibutuhkan namun masih kurang dalam manajemen pengoperasian traktor bagi petani pemilik dan juga operator sehingga sering terjadi keterlambatan dan juga kendala dalam pengolahan tanah bagi petani...

HENDRIK KRAEMER

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hendrik Kraemer adalah seorang misiolog yang lahir pada 17 Mei 1888 di Amsterdam, Belanda dan meninggal dunia pada 11 November 1965. Kreamer adalah salah seorang pemikir Kristen yang paling berpengaruh pada zamannya, khususnya dalam hal hubungan antara agama Kristen dengan agama-agama lain serta berbagai budaya. Dia memiliki banyak kemampuan dan memberikan banyak kontribusi serta inspirasi dalam berbagai diskusi dunia tentang persoalan misiologis. Sebagai salah seorang teolog kaum awam yang menjadi guru besar Teologi dan mempersoalkan berbagai masalah teologis tentang kebudayaan modern manusia, Kraemer menjadi semakin menyadari kebutuhan untuk mendirikan gereja lokal yang independen di ladang misi karena misi mereka itu bukanlah menjadi seorang guru tetapi kehadiran mereka itu sebagai panggilan yang membuat benih gereja bertumbuh dan berkembang dalam pekabaran injil, itulah mengapa dia menganjurkan agar gereja-gereja Indonesia dibuat mandiri. Berdasarkan konsep pemikiran Kraemer sebagai kaum awam penulis menganalisis Kraemer menggunakana data sekunder dan primer dengan melihat pentingnya peran kaum awam dalam pelayanan gereja. Bagi Kraemer pemberitaan Injil Yesus Kristus adalah misi gereja, karena itu harus diingat, bahwa satu-satunya motif untuk pekerjaan misi Pekabaran Injil ialah “Panggilan rasuli untuk bersaksi tentang Yesus Kristus, yang diutus oleh Allah ke dunia sebagai jalan, kebenaran dan hidup” dengan segala kekuatan yang ada pada kita, maka semua kita berkewajiban untuk melaksanakan tugas agung yang dipercayakan Allah kepada kita, yaitu untuk memberitakan Injil. Dalam menyampaikan misi Pekabaran Injil Kraemer menyarankan gereja-gereja lokal di Indonesia untuk mandiri. Salah satunya di Timor yaitu GMIT pada tahun 1947. Kemandirian gereja dalam bidang teologi, daya dan dana menjadi pusat dalam melaksanakan misi Allah yaitu pekabaran Injil yang dapat dikembangkan oleh kaum awam yang juga terlibat dalam kemandirian gereja melalui bimbingan pembacaan Alkitab, pemberdayan sumber daya yang dimiliki gereja serta pengelolan dana yang ada. Penulis menemukan bahwa GMIT sendiri dapat mandiri karena GMIT memiliki dasar teologis yang sudah ada sepanjang masa dan menjadi titik acuan dalam misi pekabaran Injil. Pemandirian yang terjadi membuat GMIT terus berkembang menjadi lebih baik lagi baik itu dalam hal teologi, daya dan dana karena itu kelancaran pekabaran Injil haruslah didukung dengan pembagian tugas yang merata dan bertanggung jawab karena seluruh orang percaya (warga jemaat) dipanggil dan diutus untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan di dunia yaitu, mengabarkan Injil kepada seluruh bangsa. Selain itu dalam kemandirian, gereja perlu menyadari keberadaan kaum awam, karena gereja tidak terlepas dari peran kaum awam untuk membantu memberitakan Injil Kristus. Kata Kunci : Hendrik Kraemer, Kaum Awam, Pekabaran Injil, Kemandirian

PERANAN ATOEN AMAF

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam realitas kehidupan, manusia hidup di dalam budaya sebagai sebuah kekayaan untuk menata kehidupan sosial manusia. Setiap kebudayaan memiliki beragam tradisi yang unik dan terkandung nilai-nilai luhur. Dalam budaya Atoni Pah Meto, ada tradisi-tradisi yang mengatur, menata serta mengontrol kehidupan manusia sehingga diwariskan dari satu generasi kepada generasi yang lain. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui konteks masyarakat secara umum dan secara khusus konteks jemaat GMIT Hosana Tauanas. Selanjutnya konsep Atoen Amaf sebagai warisan kultural yang terus dipertahankan dalam kehidupan sosial dan berjemaat khususnya di Jemaat GMIT Hosana Tauanas, dengan menemukan peran Atoen Amaf yang selalu nampak dalam peristiwa kelahiran, pernikahan dan kematian. Selain itu, Peran Atoen Amaf dalam resolusi konflik, tradisi tanam, panen dan sebagainya, serta pada urusan yang sifatnya religius, Atoen Amaf memiliki peran yang sentral (memimpin doa dan sebagainya). Tradisi pewarisan dan pengangkatan Atoen Amaf berdasarkan silsilah keturunan. Kendati demikian, sikap hidup Atoen Amaf kerap menjadi sangat otoriter dan menekankan pada keinginan sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan umum (keluarga yang dipimpin). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, yakni penulis terjun ke lapangan untuk meneliti sendiri mengumpulkan data melalui informan sebanyak 30 orang yang terdiri dari anggota Jemaat dan majelis Jemaat GMIT Hosana Tauanas, lalu menganalisis dan menyimpulkan. Terakhir penulis menggunakan tinjauan teologi kontekstual yaitu; pendekatan sikap dualis; Kristus dan kebudayaan dalam paradox, oleh Niebuhr. Penulis juga menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalam peranan Atoen Amaf serta tema-tema dominan yaitu; keutamaan, keteladanan dan tanggung jawab. Selanjutnya direfleksikan menurut pandangan iman Kristen dengan sumber Alkitab, dengan melihat teladan Yesus Kristus, sebagai suatu pembaharuan dalam peranan Atoen Amaf. Kata-kata Kunci: Atoen Amaf, Alekat Alulut, Yesus Kristus

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA KEPAILITAN DI PENGADILAN NIAGA

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Kepailitan Di Pengadilan Niaga. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan Mengapa pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan? dan Mengapa hakim pengadilan niaga menyatakan perusahaan pailit? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui alasan pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan, dan Untuk mengetahui hakim pengadilan niaga menyatakan perusahaan pailit. Selanjutnya, manfaat dalam penelitian ini adalah guna memberikan sumbangsi pemikiran secara ilmiah kepada para penegak hukum, akademisi, dan masyarakat luas terkait hal-hal mendasar tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Kepailitan Di Pengadilan Niaga, dan agar dapat memperoleh gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi dasar pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan disebabkan Kreditur (Pemohon) memiliki utang terhadap Debitur (Perusahaan); Pemohon (Kreditur) tidak dapat mencairkan uangnya yang telah jatuh tempoh; dan Debitur juga memiliki hutang kepada kreditur lainnya. Selanjutnya alasan hakim Pengadilan Negeri Niaga menyatakan perusahaan pailit adalah Debitur (Perusahaan) Memiliki dua atau lebih kreditur, dan Debitur Tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih. Oleh sebab itu, saran penulis diharapkan perusahaan atau debitur yang merasakan bahwa finansial perusahaannya mengalami penurunan maka jangan melakukan tindakan pengutangan dan diharapkan perusahaan atau debitur merasakan bahwa finansial perusahaannya mengalami penurunan maka jangan melakukan tindakan pengutangan lebih dari satu kreditur. Kata Kunci: Sengketa Kepailitan, Pengadilan Niaga

DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI OLEH HAKIM MAHKAMAH AGUNG DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN JUAL BELI KAPAL

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI OLEH HAKIM MAHKAMAH AGUNG DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN JUAL BELI KAPAL. Studi Kasus Putusan Nomor:913/PID.B/2014/PNSmr,Nomor:1691K/Pid/2015,Nomor:42 PK/PID/2017. Masalah penelitian dalam tulisan ini adalah “Bagaimanakah dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap terdakwa Triadi Sulistio sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan dalam tindak pidana jual beli kapal?” Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Bagaimanakah dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap terdakwa Triadi Sulistio sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan dalam tindak pidana jual beli kapal. Dalam Putusan Nomor: 913/PID.B/2014/PNSmr, Nomor:1691K/Pid/2015, Nomor: 42PK/PID/2017. Jenis penelitian hukum yang di gunakan adalah Metode hukum normtif dan bersifat deskriptif subyek penelitian adalah Putusan Pengadilan Negeri Samarinda dan Mahkama Agung. Pengumpulan data di lakukan dengan studi dokumen kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian 1. terdakwa TRIADI SULISTIO melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan Alternatif Kesatu Penuntut Umum, akan tetapi menurut Pengadilan perbuatan terdakwa bukan merupakan kejahatan atau tindak pidana melainkan masuk dalam ranah perdata. 2. Di putuskan berdasarkan pertimbangan hukum yang salah. Putusan Judex Facti yang melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum, tidak tepat dan salah menerapkan hukum dan telah didasarkan pada kesimpulan dan pertimbangan hukum yang salah yang tidak sesuai dengan fakta hukum yang relevan secara yuridis yang terungkap di muka sidang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah perkara tersebut merupakan perkara dalam ranah hukum pidana dan bukan perdata. Kata kunci: Pembatalan Putusan Pengadilan Negeri Oleh Hakim Mahkamah AgungDalam Tindak Pidana Penipuan Jual Beli Kapal.

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN HEWAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan hewan. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah“Mengapa terjadi disparitas putusan pemidanaan hakimterhadap pelaku tindak pidana pembunuhan hewan?” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan terjadinya disparitas putusan pemidanaan Hakim terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan hewan. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini penulis berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu peristiwa hukum yang terjadi. Sumber data dan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian yang penulis temukan terkait dengan “Mengapa terjadi disparitas putusan pemidanaan hakimterhadap pelaku tindak pidana pembunuhan hewan adalah: Tuntutan Penutut Umum yang berbeda-beda, independensi hakim, kualitas perbuatan dan alat bukti dan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan terdakwa. Adapun saran penulis bahwa diharapkan penuntut umum harus mempelajari perkara-perkara yang lain sehingga dapat menuntut terdakwa dalam kasus tindak pidana pembunuhan hewan tidak terjadi disparitas. Diharapkan dengan kewenangan indepedensi ini hakim harus mempelajari pakara-perkara terdahulu sehingga dapat mengurangi terjadinya disparitas putusan hakim. Hakim dalam menjatuhkan putusan harus mempelajari tentang kualitas perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa sehingga tidak terjadinya putusan yang terlalu melebar. Hakim diharapkan dapat memeriksa perkara-perkara terdahulu yang berkaitan dengan tindak pidana pembunuhan hewan tentang hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan terdakwa, sehingga hakim tidak menimbulkan suatu putusan yang terlalu melebar. Kata Kunci: Disparitas,Putusan Hakim,Tindak Pidana Pembunuhan Hewan.

AN ANALYSIS ON SPEECH ACT IN CHILDREN FROM AGES 8-12 IN KUPANG. (A Study Based on Systemic Functional Linguistic)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRACT The title of this writing is ‘‘An Analysis On Speech Act In Children From Ages 8-12 In Kupang’. The research problem of this study is What are the types of speech act that used by the children from ages 8-12 in Kupang?. The aim of this study is to find out the types of speech act that used by the children from ages 8-12 in Kupang. In this research the writer used qualitative method. The subject of this research were 8 children from ages 8-12 (3 female and 5 male) in komodo Street, Oesapa Kupang. Data collection techniques in this research the writer used recording technique of conversation by 8 children from the age of 8-12 in Kupang. The instruments needed in this research the writer used observation instruments. After analyzing the data, the writer found that there are three type of speech act namely: First. LocutionaryAct; Vini, Dia bilang kasih beta ini koin! Second. IllocutionaryAct : a). Representative; (1). Asserting; Kakak buka pintu,kakak panas (2). Informing; Ayo bermain yang ke begini ni (3). Describing; Coba tarik tendes dia punya ini (4). Arguing; Aduh sakit jangan tending-tendang beta. b). Directive (1). Asking; Ale bermain? (2). Ordering; Beta pesan satu es krim dan donat (3). Commanding; Tutup jenda nanti bola keluar (4). Suggesting; Ini hari talalu pans katong minum es buah telalu enak (5).Begging; Nona foto beta sementara beta pegang tembak c). Commissive; (1).Hoping; Semoga ini tahun hanya angin saja jangan hujan (2).Predicting; Beta pu bapa mangakali sore baru pulang selesai jual ikan (3). Promising; Beta janji akan kasih lu bola. d). Expressive; (1).Praising; Awi pung bagus lai (2). Thanking; Trimaksih Nona.e). Declarative; (1). Confirming; Kasih keras lai itu suara musik, katong sonde bisa dengar(2).Approving; Ho,mari su (3).Naming; Beta kasih beta pu anjing nama Rembo (4). Disapproving; Eh, lu dengan vini saja, beta sonde mau. Third. PerlocutionaryAct;Vini, tanta Eda panggil lu. The writer hopes this research will add more knowledge to readers about speech act in children.