ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN
BANTUAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP
MATA PELAJARAN IPA, SISWA KELAS V11 DI UPTD SMP NEGERI
7 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2022/2023
Tefa S. ) ** Meha A. M)** Paballa P. P)**
Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata peserta didik. Leaflet merupakan media pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran. Leaflet disusun dengan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti siswa. Leaflet juga merupakan media berbentuk selembar kertas yang diberi gambar dan tulisan serta dilipat menjadi 3 lipatan. Pemahaman konsep adalah proses kemampuan seseorang dalam memaknai suatu konsep serta memahami dan mampu menjelaskannya kembali dengan kata-katanya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual dengan bantuan Media Leaflet Terhadap Pemahaman Konsep Mata Pelajaran IPA, Siswa Kelas V11 di UPTD SMP Negeri 7 Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian posttest-only design. Kelompok yang pertama diperlakuan (X) disebut kelompok eksperimet dan kelompok kedua disebut kelompok kontrol. Jumlah seluruh sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 64 siswa. Pengumpulan data menggunakan soal posttest, data penelitian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil nilai taraf signifikan 0,05. penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran kontekstual dengan bantuan media Leafle terhadap pemahaman konsep siswa di UPTD SMP Negeri 7 Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023.
Kata kunci : Model Pembelajaran Kontekstual, Media leaflet, Pemahaman Konsep Siswa
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen & Budi Pekerti Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SD GMIT Oesapa Tahun Ajaran 2022/2023
Taniu, A L.)* Natonis, D A.)** Pabala, P.)**
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa di SD GMIT Oesapa. Penelitian ini menggunakan metode Tru exsperiment dengan desain post test only control design. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini Stratified Random Sampling Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan uji “t” maka nilai “t” yang diperoleh adalah= 6,622 > 2,021, maka Ha (hipotesis alternatif) diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAK & BP di SD GMIT Oesapa. Model Pembelajaran Discovery Learning memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap hasil belajar PAK & BP siswa kelas VA sebagai kelas eksperimen dengan nilai rata-rata (mean) = 80,32 sedangkan hasil belajar siswa kelas VB yang menggunakan model kovensional sebagai kelas kontrol dengan nilai rata-rata (mean) = 58,96. Sehingga sangat diharapkan model pembelajaran Discovery Learning dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran karena model pembelajaran ini efektif dalam proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Discovery Learning, Hasil Belajar Peserta Didik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MPDEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SATU ATAP OENAM, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2021
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pakerti Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Oenam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran koopreratif tipe think pair share terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, Populasi terdiri dari dua kelas dengan jumlah keseluruhan 54 siswa.Sampel dari penelitian ini adalah 29 siswa untuk kelas VIII A sebagai kelas ekspreimen dan 25 siswa kelas VIII B sebagaikelas kontrol.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes objektif berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 20 butir soal.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif dengan analisis uji t.
Berdasarkan analisis uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 2,17sedangkan ttabel pada taraf signifikasi 5% yaitu sebesar 2,006, maka dapat disimpulkan bahwa thitung>ttabel.Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap hasil belajar siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pakerti.
Kesimpulannya bahwa ada pengaruh model pembelajaran think pair share terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri satu atap oenam.Berdasarkan penelitian ini saran yang disampaikan adalah model pembelajaran think pair sharedapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar.
Kata kunci : Model pembelajaran kooperatiftipe think pair share, hasil belajar.
Keterangan :
*) :Penulis
**) :Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu di SMPN 10 Kota Kupang dapat diatasi dengan pemilihan model pembelajaran yang aktif seperti model pembelajaran Structured Numbered Heads. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Structured Numbered Heads pada mata pelajaran IPA dengan materi sistem ekskresi pada manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 48 orang dan Sampel dalam penelitian yaitu VIII A dan VIII B dengan jumlah masing-masing kelas 25-23 siswa. Desain penelitian yang digunakan Posttest Only Control Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Data aktivitas belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 16.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 6,768 > 2.012 pada taraf signifikansi 5%. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan aktivitas belajar siswa antara kelas eksperimen dan kontrol. Adanya pengaruh minat belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, Karena kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Structured Numbered Heads sedangkan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Structured Numbered heads memiliki kelebihan yaitu melatih tanggung jawab siswa, dapat meningkatkan presentasi belajar siswa, meningkatkan rasa percaya diri siswa, mampu memperdalam pemahaman siswa dan mengembangkan rasa saling memiliki dan kerja sama. Selain itu juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Structured Numbered Heads terhadap aktivitas belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAPHASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KUPANGTENGAHTAHUNAJARAN2021/2022
Ndolu,N. A.M)* Manu ,T. S. N)** Meha,A.M)**
Hasilobservasiawalyangdilakukanpenelititanggal12Januari2022padapembelajaranIPAdikelasVIISMPNegeri1KupangTengah,diketahuibahwapembelajaranmasihdidominasiolehmetodeceramahdanpenugasan,kurangadainteraksi antar siswa dalam pembelajaran yang berdampak pada kurang antusiasnya siswaketikapembelajaranberlangsung.Masihditemukanjugasebagiansiswayanghasilbelajarnya masih rendah. Siswa kebanyakan masih berada pada tahap mengetahui danmengingat,sedangkantahaplainnyasepertimemahamidanmenerapkan,sertamenganalisis masih sangat rendah. Model pembelajaran yang digunakan guru juga belumbervariasi, khususnya model Pair Check sebelumnya belum pernah digunakan oleh guru.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranPair Check terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kupang Tengah, TahunAjaran 2021/2022. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahquasi experimentdengan memilih desain penelitian post test only control group design,untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pair check terhadaphasil belajar siswapada dua kelompok subjek, yang dilihat dari rata-rata nilai. Hasil belajar siswa setelahpembelajarandenganmodelpembelajaranpaircheckpadamateripencemaranlingkunganlebihtinggidaripadahasilbelajarsiswadenganpendekatanmetodekonvensional (ceramah-diskusi). Pembelajaran dengan model pembelajaran pair checkmembuat siswa menjadi terlibat aktif dalam membangun pemahamannya terhadap materiyang dipelajari. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test, pada equal variancesassumed diperoleh nilai signifikansi 2-tailed-nya lebih kecil 0,05 yaitu 0,020 maka dapatdikatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapatpengaruh yang positif dan signifikan dari model pembelajaran pair check terhadap hasilbelajarIPASiswakelasVIISMP Negeri1 KupangTengah, Tahun Ajaran2021/2022.
KataKunci: Hasil Belajar, Pembelajaran, Model Pembelajaran PairCheck.
Keterangan:)*Peneliti
)**Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran discovery learning adalah cara yang digunakan oleh para siswa untuk memahami konsep atau pengertian serta hubungannya melalui proses intutif dengan cara melakukan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan serta inferi sehingga pada akhirnya akan sampai dalam sebuah kesimpulan. Rumusan masalah adalah Bagaimana Efektifitas Model pembelajaran Discovery Learning yang diterapkan oleh guru untuk anak disabilitas pada SLB Negeri Pembina Kupang tingkat SMA LB kelas XI Tuna rungu (B) tahun ajaran 2021/2022? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ke-efektifan model pembelajaran discovery learning yang diterapkan oleh guru untuk siswa tuna rungu di SLB Negeri Pembina Kupang tingkat SMA
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan 2 responden yaitu guru dan siswa. Model Pembelajaran Discovery Learning terdiri dari 6 point penting yaitu pertama Stimulation, kedua Problem Statement, ketiga Data Collection, keempat Data Processing, kelima verification, dan keenam Generalization.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu Guru di SLB Negeri Pembina Kupang dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning untuk pembelajaran Pendidikan Agama Kristen kepada siswa tuna rungu sudah efektif tetapi tidak semua materi yang diajarkan oleh guru dapat menggunakan model pembelajaran Discovey Learning karena harus disesuaikan dengan materi yang ada sebab anak tuna rungu mempunyai keterbatasan dalam pendengaran, daya tangkap, dan mengkomunikasikan apa yang sedang mereka pelajari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, dimana Guru menyajikan materi pelajaran dengan metode ceramah. Peserta didik hanya mendengarkan, mencatat dan menghapal penjelasan guru sehingga hasil belajar peserta didik dibawah KKM di SMA Negeri 1 Lamboya. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh penggunaan model problem based learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran agama Kristen dan budi pekerti pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Lamboya tahun pelajaran 2021 / 2022? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA1 pada mata pelajaran Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti. Jumlah siswa pada penelitian ini ialah 28 orang siswa. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu jika t hitung > nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung < nilai t tabel maka tolak Ha dan terima Ho. sehingga dengan melihat hasil analisis yang ada maka dapat dikemukakan bahwa t hitung > nilai t tabel ( 22,8> 1,703). Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Lamboya, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Tahun pelajaran 2021 / 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) aagar digunakann model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar di SMA Negeri 1 Lamboya (2) selalu memberikan dorongan atas motivasi belajar pada peserta didik sehingga hasil belajar bisa lebih optimal dan (3) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tidak terbatas pada salah satu tingkatan motivasi belajar tetapi dapat diaplikasikan pada seluruh siswa dengan berbagai tingkatan motivasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan Iman Taruna di Jemaat GMIT Kota Kupang kurang terstruktur dan kontekstual. Hal ini dikarenakan pendidikan Iman Taruna yang bersifat monoton, kurang partisipatif dan tidak tersedianya bahan ajar. Oleh karena itu, fokus utama penelitian ini adalah menggali dan merumuskan prinsip pedagogi iman taruna dalam teks Ulangan 11:18-21. Penelitian ini berangkat dari tradisi Deuteronomis yang menegaskan akan pentingnya internalisasi firman, transmisi iman antar generasi, totalitas hidup, kesaksian di ruang publik dan ketaatan kepada Allah. Dengan ini, dapat menghubungkan antara dimensi teologis teks dengan praktik pendidikan iman Taruna di Jemaat GMIT Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif-kualitatif dengan studi pustaka dan analisis Alkitab, serta menghubungkannya dengan strategi pedagogi iman. Temuan utama dari penulisan ini adalah dalam teks Ulangan 11:18-21 ditemukannya lima prinsip penting dalam strategi pedagogi yang kuat dan dapat digunakan sebagai model pendidikan Iman Taruna yang partisipatif, reflektif, kontekstual dan transformatif. Penelitian ini menegaskan kebaruan pada pengembangan pendekatan pedagogis-praktis, yakni menerjemahkan teologis dalam teks Ulangan 11:18-21 ke dalam strategi pedagogis pendidikan Iman Taruna yang kontekstual, partisipatif dan aplikatif. Oleh karena itu, sangat diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi teologis dan pedagogis bagi pengembangan pendidikan iman Taruna di Jemaat Kota Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE(RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang adalah rendahnya kemampuan metakognitif dalam proses pembelajaran materi sistem pencernaan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi-experimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas VIII-A dan kelas VIII-B, di mana kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 15 orang dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan metakognitif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan kemampuan metakognitif. Pada kelas eksperimen, peneliti menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange sehingga dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa di kelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator, yaitu merencanakan, dengan persentase 82,30%. Pada saat guru menjelaskan menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange di dalam kelas, siswa terlihat tertarik dan adanya keinginan dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk menyajikan edukasi sistem pencernaan. Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti menggunakan buku cetak sehingga siswa terlihat tidak aktif karena merasa jenuh dan bosan. Hal ini dilihat dari indikator yang sama, yaitu merencanakan, dengan persentase 48,30%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange dan Kemampuan Metakognitif. Keterangan:)* : Peneliti )** : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) LEARNING MODEL ON STUDENTS' METACOGNITIVE ABILITIES IN SCIENCE MATERIAL IN GRADE VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** One of the problems found in class VIII SMPN 17 Kupang City is the low metacognitive ability in the learning process of digestive system material, so the purpose of this study is to determine the effect of using the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities. This study is an experimental method study with a Quasi-experimental design. With a population of 52 and a sample of two classes consisting of class VIII-A and class VIII-B students, where class VIII-A is the experimental class with 15 students and class VIII-B as the control class with 21 students. The sampling used is a purposive sampling technique. Data collection uses a metacognitive ability test. The research data were analyzed using parametric statistical tests, namely the t-test with the help of SPSS. The results of this study state that the control class and the experimental class have differences in metacognitive abilities. In the experimental class, researchers used the Rotating Trio Exchange learning model so that it can improve students' metacognitive abilities in the class. This can be seen in one of the indicators, namely planning, with a percentage of 82,30%.When the teacher explained using the Rotating Trio Exchange learning model in class, students appeared interested and eager in the learning process so they were able to present digestive system education. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that students appeared inactive because they felt bored and tired. This can be seen from the same indicator, namely planning, with a percentage of 48,30%. The results of the control class percentage indicate that students' metacognitive abilities in the learning process using printed books are still low. This fact indicates that there is a significant influence on the use of the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities in class VIII of SMPN 17 Kota Kupang. Keywords: Rotating Trio Exchange Learning Model and Metacognitive Skills. Note: )*: Researcher )**: Supervisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** Salah satu masalah yang terdapat di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi sistem pencernaan pada manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RQA (Reading, Question And Answering) terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 60 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIIB yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu idikator yaitu C1 (mengingat) 83%. Penggunaan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik dan membantu siswa dalam memahami suatu bahasan sehingga dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator C5 (mengevaluasi) dengan persentase 52%. Hasil presentase kelas kotrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa B kelas VIII di SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, Signifikan, Model Pembelajaran RQA *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II ABSTRACT THE EFFECT OF THE RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) LEARNING MODEL ON COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS AT SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** One of the problems at SMP Negeri 6 Balfai, Central Kupang is that students' cognitive learning outcomes are still low, especially in the subject of the human digestive system. The aim of this research is to determine the effect of the RQA (Reading, Question and Answering) learning model on students' cognitive learning outcomes at SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study was all 60 class VIII students. The sample in this research was class VIIIB, totaling 20 students, as the experimental class and class VIIIA, totaling 20 students, as the control class. The data collection technique used in this research is tests. The research data was analyzed using a parametric statistical test, namely the t-test with the help of SPSS. The results of the t-test data processing obtained a Sig (2-tailed) value of p=0.000, thus H0 was rejected and H1 was accepted because Sig (2-tailed) α or (0, 001 0.05). The results of this research state that the control class and experimental class have differences in student cognitive learning outcomes. In the experimental class, researchers used the RQA (Reading, Question and Answering) learning model so that it could improve students' cognitive learning outcomes in class. This can be seen in one of the indicators, namely C1 (remembering) 83%. Using the RQA (Reading, Question and Answering) learning model in learning, students look interested so that it can improve students' thinking abilities. Meanwhile, in the control class, researchers used conventional methods so that they could not improve students' cognitive learning outcomes, this can be seen from the C5 indicator (evaluating) with a percentage of 52%. The results of this control class percentage show that students' cognitive learning outcomes in the learning process using conventional methods are low. This fact shows that the RQA (Reading, Question and Answering) learning model has a significant influence on the cognitive learning outcomes of class VIII B students at SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Keywords: Cognitive Learning Results, Significant, RQA Learning Model *Researcher **Supervisor I **Supervisor II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, tinjau model pembelajaran teknik dasar sepak silah pada permainan sepak takraw pada siswa di SMP Swasta Swadaya Tarus. Siswa harus banyak belajar, berlatih sampai lincah dan selalu memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiman siswa dalam pembelajaran penjas khususnya pada saat melakukan teknik dasar sepak sila pada permaianan sepak takraw. Metode penelitian: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan dengan teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu redukasi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah guru PJOK, siswa kelas VIII di SMP Swasta Swasta Swadaya Tarus Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menujukan bahwa dalam tinjau model pembelajaran teknik dasar sepak sila pada permainan sepak takraw berjalan dengan baik. Dalam pembelajaran, seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait secara langsung dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar. Simpulan: Pada pembelajaran penjas tentang teknik dasar sepak sila pada permainan sepak takraw di SMP Swasta Swadaya Tarus berjalan dengan baik. Dan selalu memberi pemahaman bagi siswa yang masih memiliki kekurangan dalam melakakukan teknik dasar sepak sila.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil belajar IPA khususnya kelas VIII di SMP Negeri 7 kupang tengah belum memuaskan. Rendahnya hasil belajar IPA dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya proses pembelajaran yang terjadi dikelas hanya berpusat pada guru, kurangnya bahan pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan LKS Komik dengan model pembelajaran Problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah PTK dengan menggunakan 4 langkah yaitu: 1) rencana, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes, dan teknik analisisnya menggunakan rumus persentase.Hasil penelitian menunjukan kemampuan media komik mengalami peningkatan. Hasil skor pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu 46,66% dan skor pada siklus II 92,85%. Hasil pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran yang diperoleh, pada siklus I yaitu 50% dan siklus II yaitu dengan skor 93,33%. Hasil belajar siswa pada siklus I ini hanya 22,22% siswa yang mencapai ketuntasan individu. Jika dilihat ketuntasan secara klasikal pada siklus ini juga belum tuntas karena terdapat 77,78% belum tuntas. Pada siklus II siswa yang tuntas sebesar 88,88% sedangkan 11,12% belum tuntas belajar.Dengan demikian maka hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa presentase LKS Berbasis komik dengan model pembelajaran Problem Based Learning telah memenuhi indikator kinerja yang telah ditentukan.Dari hasil penelitian yang didapatkan peneliti menyimpulkan bahwa penerapan LKS berbasis komik dengan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Negeri 7 Kupang tengah telah mengalami peningkatan dan dinyatakan tuntas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING SECARA BERKELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 15 KUPANG TAHUN AJARAN 2020/2021
(Dengak, M)* (Meha, M, A)** (Tnunay, P)**
Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada proses pembelajaran IPA Biologi di UPTD SMPN 15 Kupang dapat diatasi dengan memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat siswa dalam belajar, untuk itu dapat dilakukan pemilihan model pembelajaran yang sesuai seperti model pembelajaran Problem Posing secara berkelompok terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran problem posing secara berkelompok terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA Biologi dengan topik Sistem Pencernaan pada Manusia. Metode penelitian yang digunakan eksperimen. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas VIII UPTD SMPN 15 Kota Kupang yang berjumlah 240 siswa. Sampel dalam penelitian 2 kelas dengan jumlah siswa 32 orang yaitu VIIIC dan VIIIA setiap kelas terdiri atas 17 siswa. Desain penelitian yang digunakan Posttest Only Control Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan test essay. Hasil penelitian diolah menggunakan SPSS 22, kriteria yang digunakan untuk menerima hipotesis nihil (H0) dan hipotesis alternatif (H1) adalah Jika angka signifikan > 0,05 maka H0 diterima tetapi Jika angka signifikan < 0,05 maka H1 diterima. Hasil yang didapatkan adalah t-hitung sebesar 9,717 lebih besar dari nilai ttabel 2.042 dan taraf signifikan p= 0,000 atau kurang dari 0,05, Maka dapat dikatakan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran problem posing secara berkelompok pada mata pelajaran IPA Biologi di UPTD SMPN 15 Kupang Tahun Ajaran 2020/2021. Perbedaan kemampuan berpikir kritis dari setiap kelas eksperimen disebabkan oleh perbedaan perlakuan disertai dengan adanya perbedaan variasi yang digunakan selama proses pembelajaran.
Kata kunci: Model Pembelajaran Problem Posing , Berpikir Kritis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran problem posing berbantuan LKPD terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen bentuk penelitian one group pre-test and post-test design. \Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 1 Mollo Utara,Kabupaten Timor Tengah Selatan yang berjumlah 60 orang dibagi menjadi 2 kelas A dan B. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling sampel dalam penelitian ini terdiri dari 1 kelas dengan jumlah siswa 12 orang. Satu kelas sebagai kelas eksperimen.Teknik sampling yang digunakan dalam perencanaan penelitian ini adalah purposive sampling. Data hasil belajar siswa diperoleh dari nilai pre-test dan post-test pada materi sitem ekskresi pada manusia. Nilai rata-rata siswa pada pre-test (29,33) lebih rendah dari nilai post-test (67,58). Hasil analisis data dengan uji gain-t diperoleh thitung (16,002) lebih tinggi dari ttabel (2,200) pada taraf signifikan 5%. Nilai N-gain berada pada skor 0,5 maka berada pada nilai sedang. Hal ini menunjukkan hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis (H1) diterima dengan hipotesi yang berbunyi “Ada pengaruh signifikan atas penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Mollo Utara Tahum Ajaran 2020/2021.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KANCING GEMERINCINGDALAM PEMBELAJARAN IPATERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI UPTD SMP NEGERI MAUTA KECAMATAN PANTAR TENGAH KABUPATEN ALORTAHUN AJARAN 2020/2021 Yalla S)* Tnunay P)** Ngginak J)** Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranKancing Gemerincingterhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan jenis penelitian Quasi-Experimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 51 siswa dan sampel kelas VIIIA dengan jumlah siswa 25 orang dan kelas VIIIB berjumlah 26 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teshasil belajar.Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabelatau 10,015>2,009 dengansignifikan 0,000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa antara kelas control dan eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dapat dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar dan memiliki rasa ingin tahu. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Kancing Gemerincingini siswa dibiarkan belajar dalam kelompok, saling menguatkan, mendalami dan bekerja sama untuk dapat menguasai bahan sehingga dapat memberikan pengaruh pada hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 80 %, C2 84,80%, C3 70% dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas control. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Kancing Gemerincing dalam pembelajaran IPA terhadap hasil pembelajaran siswa Di UPTD SMP Negeri Mauta Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor Tahun AJaran 2020/2021. Kata kunci : Pembelajaran, Model Pembelajaran Kancing Gemerincing,Hasil Belajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA FLASH CARDTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI SATAP LOROBAUNA TAHUN AJARAN 2020/2021
Fay A. O)* Tnunay P)** Bullu N.I)**
Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri Satap Lorobauna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran creative problem solving berbantuan media flash card terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 49 siswa dan sampel kelas VIIIA dan kelas VIIIB berjumlah 49 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 11,426>2.011 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen . Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Creative Problem Solving berbantuan media flash card memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 86,11 %, C2 86,53%, C3 81,25% dan 80,20%, sedangkan hasil belajar siswa pada kelas kontrol belum mencapai KKM. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran creative problem solving berbantuan flash card terhadap hasil belajar siswa.
Kata kunci : Model Pembelajaran Creative Problem Solving, Flash Card, Hasil Belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuandari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran menggunakan model pembelajaran inquiry learning dan problem based instruction pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan jenis penelitian Quasi-Experimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 341 siswa dan sampel kelas VIIIH dan kelas VIIII berjumlah 12 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 4,118>2,570 dengan signifikan 0,002 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Selain itu dapat dilihat dari adanya skor rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada kelas eksperimen 1 yang menggunakan model pembelajaran inquiry learning memperoleh nilai rata-rata sebesar 83,50 sedangkan pada kelas eksperimen 2 yang menggunakan model problem based instruction mendapatkan nilai rata-rata sebesar 60,16. Sehingga dapat disimpulkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran Inqury Learning dan model pembelajaran Problem Based Introduction pada terhadap hasil belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses pembelajaran IPA Biologi di SMP Karya Hauhasi mengalami kendala yakni kurangnya keaktifan proses pembelajaran di sebabkan kemampuan berpikir kritis dari siswa yang kurang, untuk itu dapat dilakukan pemilihan model pembelajaran yang baik seperti model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh model SFAE terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA Biologi dengan materi Sistem Ekskresi pada Manusia. Jenis penelitian yang digunakan quasi eksperimental. Sampel dalam penelitian 1 kelas yaitu kelas VIII yang dibagi dalam 2 kelas yang setiap kelas terdiri atas 26 siswa. Desain penelitian yang digunakan Posttest Only Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes. Instrumen penelitian menggunakan rubrik penilaian kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh sig. (2-tailed) sebesar 0,000 karena nilai sig. (2-tailed)< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh model pembelajaran SFAE terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Adanya pengaruh kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol karena pada kelas eksperimen menggunakan model SFAE yaitu melatih siswa untuk menjadi guru karena siswa diberi kesempatan untuk mengulangi penjelasan dari guru yang telah didengar sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode ceramah, dan tanya jawab, Sehingga dapat disimpulkkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model SFAE terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Karya Hauhasi Tahun Ajaran 2020/2021
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reading Questioning Answeringterhadap hasil belajar kognitif siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 135 siswa dan sampel kelas VIIIA dan kelas VIIIB berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar.Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai sig. sebesar 0.569 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung 7,116 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Reading Questioning and Answering terhadap hasil belajar kognitif siswa.Hasil belajar kognitif siswa yang diajar dengan Reading Questioning and Answering lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan metode konvensional. Hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif tipe Reading Questioning And Answering memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 88,46 %, C2 75% dan C3 84,54% dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaranReading Questioning and Answering terhadap hasil belajar siswa.Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KEMAMPUAN SERVIS BAWAH PERMAIANAN BOLA VOLI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERTAHAP PADA SISIWA KELAS VIII SMP SWASTA TUNAS HARAPAN KOTA KUAPANG TAHUN AJARAN 2020/2021
Sefrit Natonis1*, MagdalenaR. P. Wasak2, Fredik Edison Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Kegiatan olahraga pada umumnya dapat dipandang dari empat dimensi yaitu: olahraga rekreatif yang menekankan tercapainya kesehatan jasmani dan rohani dengan tema khas seperti pencapaian kesegaran jasmani dan pelepasan ketegangan hidup sehari-hari.
Tujuan penelitian:Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan servis bawah pada permainan bola voli dengan menggunakan model pebelajaran bertahap dengan jarak 3-6 meter pada siswa kelas VIII SMP SwastaTunas Harapan kota kupang Tahun Ajaran 2020/2021.
Metode penelitian: motode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif
Hasil dan Pembahasan: Pada pengamatan hari kedua ini terlihat peningkatan yang cukup signifikan hal ini dapat mengamati langsung di lapangan saat siswa melakukan servis bawah permainan bola voli.
Simpulan: Berdasarkan hasil capaian tingkat kemampuan servis bawah permainan bola voli maka dengan menggunakan model pemebelajaran bertahap pada siswa kelas VIII SMP Swasta Tunas Harapan akan memiliki hasil yang memuaskan.
Kata Kunci : Servis bawah, bola voli, model pembelajaran, bertahap